Anda di halaman 1dari 7

Nama : Malinda Puspita Sari

NIM : 19312241006
Kelas : Pendidikan IPA A 2019

TIKUS TRANSGENIK TRANSGENIK


Gambar 1. Proses Pembuatan dengan Metode Pronuclear Injection
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

1. Persiapan Transgen
Fragmen DNA atau gen yang akan dimasukkan ke dalam pronukleus zigot harus
mengandung promoter, complete protein coding region, sedikitnya satu intron dan
polyadenylation site.
Transgen ini didapatkan dan di amplifikasi dari suatu genom organisme tertentu
dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Produk PCR kemudian ditanam
pada daerah kloning (cloning site) vector plasmid dengan menggunakan ensim ligase.
Vector yang mengandung transgen ini kemudian ditransfeksikan kedalam bakteri tertentu
dengan tehnik heat shock. Bakteri kemudian ditanam dan ditumbuhkan pada media agar
(agar plate). Setelah tumbuh, bakteri kemudian diperbanyak (dibiakkan) pada media agar
yang cair. Plasmid yang mengandung transgen kemudian diisolasi dari bakteri yang telah
dilisiskan dengan tehnik tertentu. Fragmen transgen ini kemudian diisolasi dari plasmid
dengan menggunakan ensim restriksi (restriction enzyme) dikuti dengan pemisahan dan
pemurnian pada gel agarosa dan dilanjutkan dengan isolasi fragmen DNA dari gel agarose.

2. Persiapan tikus yang akan dipakai


 Kelompok tikus betina yang dibuat superovulasi (superovulated female mice)
 Kelompok tikus jantan pengawin (fertile stud male mice)
 Kelompok tikus betina yang dibuat hamil palsu (pseudopregnant female mice)
 Kelompok tikus jantan yang disteril (sterile male mice)

3. Persiapan Alat dan Bahan


 Spuit disposable
 Hormon Pregnant Mare’s Serum Gonadotrophin (PMSG)
 Hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG)
 Larutan kultur yaitu larutan D-PBS atau larutan lainnya yang ditambahkan bovine
serum albumin (BSA), asam piruvat dan antibiotik (penisilin dan streptomisin
 Larutan kultur yang mengandung ensim hyaluronidase
 Inkubator (temperatur 37C, dengan kelembaban 95% dan mengandung 5% CO2)
 Surgical set termasuk watchmaker’s forceps
 Alkohol 70%
 Stereomikroskop
 Mouth controlled pipette
 35 mm petri dish
 Holding pipette yaitu pipet yang dipakai untuk “memegang” zigot selama proses
penyuntikan transgen ke dalam pronukleus zigot. Untuk ini diperlukan Borosilicate
glass capilary dan mechanical pipette puller
 Injection pipette, yaitu pipet yang dipakai untuk memasukkan transgen kedalam
pronukleus zigot. Untuk ini diperlukan glass capillary tubing dengan internal glass
filament dan mechanical pipette puller.
4. Tahapan pembuatan Tikus Transgenik

Bagan Alir Pembuatan Tikus Transgenik Dengan Metode Pronuclear


MicroInjection

Penyuntikan hormone PMSG intraperitoneal pada tikus superovulated female mice,


dilanjutkan dengan penyuntikan hormon HCG 48 jam kemudian.

Setelah disuntik HCG superovulated female mice dikawinkan dengan fertile


stud male mice dan diperiksa ada tidaknya plug kopulasi keesokan harinya.

Pada saat yang bersamaan tikus pseudopregnant mice dikawinkan dengan sterile stud
male mice dan diperiksa ada tidaknya pulg kopulasi keesokan harinya. Tikus dengan
plug positif dipisahkan dari tikus dengan plug negative

Isolasi dan pengumpulan telur tikus yang dibuahi (zigot) dari superovulated female
mice dengan plug kopulasi positif.

Penyuntikan transgen kedalam pronukleus telur tikus yang dibuahi (zigot)


.

Transfer zigot yang telah disuntikkan transgen ke saluran telur


(oviduct) pseudopregnant female mice
.

Zigot yang ditransfer kedalam pseudopregnant mice kemudian akan tumbuh dan
berkembang selama 21 hari. Setelah 21 hari ”calon” tikus transgenik ini akan lahir.
Anak tikus ini keudian ditunggu hingga besar dan mencapai umur 3 minggu..
Setelah itu dilakukan pemeriksaan ada tidaknya transgen yang terintegrasi di
dalam genom anak tikus tersebut dengan menggunakan metoda Southern blot.

Ekspresi transgen diperiksa dengan metoda Northern blot.


TUMBUHAN TRANSGENIK (GOLDEN RICE)

Golden Rice adalah kultivar (varietas) padi transgenik hasil rekayasa genetika yang
berasnya mengandung beta-karotena (pro-vitamin A) pada bagian endospermanya. Kandungan
beta-karoten ini menyebabkan warna berasnya tersebut tampak kuning-jingga sehingga
kultivarnya dinamakan ‘Golden Rice’ (“Beras Emas”). Pada tipe liar (normal), endosperm padi
tidak menghasilkan beta-karoten dan akan berwarna putih hingga putih kusam. Di dalam tubuh
manusia, beta-karotena akan diubah menjadi vitamin A.

Proses Pembuatan

Keterangan :

Rekayasa padi golden rice dimulai dengan mengisolasi :

1. Gen crt 1 : phytonedesaturase dari bakteri Erwinia uredovora


2. Gen psy : gen phytone shynthase
3. Gen lcy : gen lycopene B-cyclase dari tanaman daffodil (bunga bakung)
4. Dan juga beberapa enzim yang diperlukan dalam biosintesa karotonoid (provitamin A)

Gen-gen tersebut disisipkan ke plasmid Agrobacterium tumefaciens dan ditransfer ke


dalam kloroplas sel-sel endoplasma. Biji pada tersebut ditanam sehingga diperoleh
tanaman padi yang bijinya mengandung beta karoten. Gen psy yang paling berperan dalam
jalur biosintesa karoteneid.

Jalur biosintesa beta-koroten beserta gen-gen yang terlibat di dalam pembentukannya. Hanya
likopena siklase (Lycopene cyclase) yang tidak diintroduksi dari sumber asing

Golden rice diciptakan oleh transformasi padi dengan dua karoten biosintesis gen-beta:

 PSY (sintase phytoene) dari daffodil (Narcissus pseudonarcissus)


 Crtl dari tanah bakteri Erwina uredovora
 Penyisipan dari suatu Lcy (Lycopene) gen adenilat dianggap diperlukan, tetapi penelitian lebih
lanjut menunjukkan hal itu sudah diproduksi dalam jenis padi endosperma-liar) Para psy dan
crt 1 Gen yang berubah menjadi nuklir genom beras dan ditempatkan di bawah kontrol yang
endosperm-spesifik promoter, sehingga mereka hanya dinyatakan dalam endosperm. Eksogen
Lyc gen memiliki urutan peptide transit terpasang sehingga ditargetkan ke plastid, dimana
difosfat geranylgeranyl pembentukan terjadi. Para bakteri crt 1 gen merupakan inklusi penting
untuk menyelesaikan jalur ini, karena dapat mengkatalisis beberapa langkah dalam sintesis
karotenoid, sedangkan langkah-langkah ini membutuhkan lebih dari satu enzim dalam
tanaman. Hasil akhir dari jalur rekayasa likopen, tetapi jika tanaman akumulasi lycopene, beras
akan merah. Analisis terakhir menunjukkan endogen enzim tanaman proses lycopene beta-
karoten dalam endosperm, memberikan nasi warna kuning khusus untuk yang bernama. Beras
emas asli disebut SGR1.

Kandungan Golden Rice


Provitamin A berupa beta-karoten. Beta-karoten merupakan zat warna oranye kekuningan,
seperti pada tanaman wortel. Golden rice mengandung betakarotena dan di dalam tubuh manusia
betakarotena tersebut akan diubah menjadi vitamin A. Vitamin A yang ada di dalam beras ini
sanggup mengatasi defisiensi atau kekurangan Vitamin A pada manusia. Golden rice juga
mempunyai kandungan karbohidrat layaknya beras pada umumnya, juga mengandung zat besi
(Fe).
REFERENSI

Beyer, P., et al., 2002. Golden rice: Introducing the -carotene Biosynthesis Pathway into Rice
Endosperm by Genetic Engineering to Defeat Vitamin A Deficiency. American Society
for Nutritional Science 0022-3166/02.Science & Technology Journal of Agriculture
and Rural Development. 12: 3-8 (in Vietnamese with English summary).
H. Ahmad Aulia Jusuf, AHK, PhD. Hewan Transgenik. Bagian Histologi Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
Tran Thi Cuc and Pham Trung Nghia. 2010. Expression of β-Carotene in Advance Progenies
Derived From Different Backcrosses of the High-Yielding Rice Varieties to the
Transgenic Golden Rice Line. Omonrice 17: 1-7.

Anda mungkin juga menyukai