Anda di halaman 1dari 8

Critical jurnal review

PENDIDIKAN Matematika kelas rendah

Dosen pengampu : ELVI MAYLANI

OLEH:
Putri Ramadini Pohan (1173311106)
I MANDIRI’17

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIMED
2018

KATA PENGANTAR
       Puji syukur kita panjatkan kehadiratan Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan review jurnal dengan judul
untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pendidikan Matematika Kelas Rendah ini dengan
baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterimakasih Dosen mata kuliah
Pendidikan Matematika Kelas Rendah yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.
Penulis sangat berharap kiranya review jurnal ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk
mengetahui isi jurnal beserta kelebihan dan kekurangan dari jurnal tersebut sebelum
mereviewnya. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam review jurnal ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan review jurnal yang telah penulis buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

       Semoga review jurnal sederhana ini dapat dipahami dan berguna bagi siapapun yang
membacanya terutama penulis. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan di masa depan.

Medan, September 2018

Putri Ramadini pohan

JURNAL 1
Nama/ NIM Putri Ramadini Pohan/ 1173311106
Tanggal 14 September 2018
Topik Efforts To Increase Activity and Result of
Math Student Learning Through Aplication
Model Make a Match Type Cooperative
Learning Primary Class VI SD Negeri 168432
Tebing Tinggi

Penulis Nurainun Harahap


Tahun 2017
Judul Efforts To Increase Activity and Result of
Math Student Learning Through Aplication
Model Make a Match Type Cooperative
Learning Primary Class VI SD Negeri 168432
Tebing Tinggi
Jurnal Elementary School Journal PGSD FIP
UNIMED (jurnal.unimed.ac.id)
Vol. dan Halaman Vol 7, No 3 (453-466)

Landasan Teori Tanpa bantuan matematika, maka semua ilmu


pengetahuan Cocroft (dalamAbdurrahman,
2009: 253) bahwa: Matematika perlu diajarkan
kepada siswa karena (a) selalu digunakan
dalam segala segi kehidupan,(b) semua bidang
studi memerlukan keterampilan matematika
yang sesuai (c) merupakan sarana komunikasi
yang kuat, singkat dan jelas (d) dapat
digunakan untuk menyajikan informasi dalam
berbagai cara (e) meningkatkan kemampuan
berpikir logis,ketelitian dan kesadaran
kekurangan dan (f) memberikan kepuasan
terhadap usaha memecahkan masalah yang
menantang. Agar siswa dapat memahami
konsep matematika dengan baik maka perlu
dikembangkan suatu cara atau metode
pengajaran matematika guna membantu siswa
dalam memahami konsep dan menentukan
hubungan yang bermakna dalam
menyelesaikan soal. Salah satu model
pembelajaran yang memungkinkan agar siswa
dapat memahami konsep matematika dengan
baik yaitu model pembelajaran Kooperatif Tipe
Make A Match. Karena keunggulan model ini
adalah model tersebut dapat digunakan untuk
semua mata pelajaran dan untuk semua
tingkatan usia anak didik, dan dalam model ini
anak didik mencari pasangan sambil belajar
mengenai suatu konsep atau topik dalam
suasana yang menyenangkan.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui
aktivitas belajar siswa, dan peningkatan hasil
belajar siswa.
Metode Metode yang digunakan yaitu Penelitian
Subyek tindakan kelas.
Subyek penelitian ini yaitu Kelas VI sebanyak
38 siswa
Manipulasi/ Rekayasa validitas instrumen adalah untuk melihat
apakah instrument tersebut mampu mengukur
apa yang ingin diukur sehingga instrument
tersebut dapat mengungkapkan data yang ingin
diukur. Untuk menentukan validitas suatu tes,
maka peneliti menggunakan rumus Korelasi
Product Momen (dalam Arikunto, 2012:87),
sebagai berikut :

n . ∑ xy – ( ∑ x )(∑ y)
r xy =
√ n. ∑ x 2−( ∑ x ¿¿2 )(∑ y 2−( ∑ y ) 2)
Keterangan :

r xy = Validitas soal

n = Jumlah siswa

∑ x = Skor siswa pada tiap butir soal


∑ y = Nilai/ skor total
∑ xy = Jumlah (x) (y)

Instrumen Instrumen penelitian, yaitu: (1) tes untuk


mengukur hasil belajar siswa, (2) lembar
observasi untuk mengamati kegiatan (proses)
belajar mengajar.
Hasil Pada Siklus I, kemampuan siswa dalam materi
yang diberikan masih sangat rendah. Nilai
klasikal yang diperoleh hanya 42%. Setelah
dilakukan refleksi dan perbaikan pada
pelaksanaan di siklus II, nilai klasikal
meningkat menjadi 55%. Namun hal tersebut
belum mencukupi persentase klasikal yang
dibutuhkan yakni 87%. Setelah melakukan
refleksi dan perbaikan lagi, persentase aktivitas
pun menjadi 88%.
Kekuatan dan Kelemahan  Kekuatan :
Pada tahap siklus I membuat tahap penelitian
yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi secara runtut dan mudah dipahami.
Pada tahap siklus II merupakan hasil refleksi
pada siklus I. pada tahap siklus III juga
merupakan hasil refleksi dari siklus II. Bagian
dari refleksi tersebut terdiri dari :
(1) Guru dan peneliti menganalisis dan
mendiskusikan hasil pengamatan. Selanjutnya
membuat suatu refleksi mana yang perlu
dipertahankan dan mana yang perlu diperbaiki
untuk siklus ke-2 nantinya.
(2)Merekapitulasi tes siklus I sebagai
pertimbangan perencanaan pembelajaran
berikutnya.
(3) Kemudian siswa yang kurang aktif pada
siklus I diupayakan jalan keluarnya supaya
aktif.

 Kelemahan:
Dalam jurnal penelitian ini hanya
mencantumkan tahap refleksi pada siklus I
saja yang dibuat, pada siklus II dan siklus III
tidak dibuat bagian refleksinya.
JURNAL 2

Nama/ NIM Putri Ramadini Pohan/ 1173311106


Tanggal 14 September 2018
Topik Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika
Kelas V SD Negeri 101774 Sampali

Penulis Daitin Tarigan


Tahun 2014
Judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Motivasi
Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika
Kelas V SD Negeri 101774 Sampali
Jurnal Elementary School Journal PGSD FIP
UNIMED (jurnal.unimed.ac.id)
Vol. dan Halaman Vol 1, No 2 (94-102)

Landasan Teori Dalam membelajarkan matematika kepada


siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai
variasi pendekatan, strategi, metode yang
sesuai dengan situasi sehingga tujuan
pembelajaran yang direncanakan akan tercapai.
Perlu diketahui bahwa baik atau setidaknya
suatu pemilihan model pembelajaran akan
tergantung tujuan pembelajarannya, tingkat
perkembangan peserta didik (siswa),
kemampuan guru dalam mengelola
pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-
sumber yang ada agar dapat menumbuhkan
motivasi belajar siswa.Motivasi penting dalam
menentukan seberapa banyak siswa akan
belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau
seberapa banyak menyerap informasi yang
disajikan kepada mereka. Siswa yang
termotivasi untuk belajar sesuatu akan
menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: tekun
menghadapi kesulitan, ulet menghadapi
kesulitan, menunjukkan minat terhadap
bermacam-macam masalah, lebih senang
bekerja mandiri, dapat mempertahankan
pendapatnya, tidak mudah melepaskan hal
yang diyakini, serta senang mencari dan
memecahkan masalah. Dandapat disimpulkan
bahwa motivasi adalah faktor utama yang
menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa melalui
model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW
pada pelajaran Matematika kelas V SD Negeri
101774 Sampali.
Metode Metode yang digunakan yaitu Penelitian
Subyek Tindakan Kelas.
Subyek penelitiannya yaitu siswa kelas V SD
Negeri 101774 Sampali , Kabupaten Deli
Serdang yang berjumlah 32 siswa.
Manipulasi/ Rekayasa Upaya yang dilakukan peneliti untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa pada
pelajaran Matematika yaitu dengan
menerapkan model pembelajaran kooperatif
tipe JIGSAW yaitu dengan membimbing siswa
dengan membentuk kelompok asal dan
kelompok ahli yang membantu siswa untuk
memahami materi dan mengarahkan siswa
untuk terlibat aktif dalam pelajaran di kelas.
Instrumen Dalam penelitian ini alat yang digunakan guru
adalah obeservasi. Observasi dilakukan untuk
mendokumentasikan pengaruh tindakan dan
prosesnya. Observasi itu berorientasi ke depan,
tetapi juga memberikan dasar bagi refleksi
sekarang, lebih-lebih lagi ketika siklus terkait
masih berlangsung. Observasi yang dilakukan
berupa kegiatan pengumpulan data terhadap
pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh
siswa dan penyajian pembelajaran yang
dilakukan oleh guru.
Hasil Hasil penelitian yang dilakukan dari siklus I–II
menunjukkan peningkatan pada motivasi
belajar siswa dan tingkat keberhasilan
mengajar guru. Siklus I pertemuan I presentase
siswa yang termotivasi secara klasikal yaitu
9,37% dan tingkat keberhasilan mengajar guru
yaitu 61,11% yang tergolong tidak berhasil.
Pada siklus I pertemuan II persentase siswa
yang termotivasi secara klasikal yaitu
31,25%,dan tingkat keberhasilan mengajar
guru yaitu 72,22% yang tergolong tidak
berhasil. Pada siklus II hasil yang diperoleh
mengalami peningkatan lebih baik dari siklus I,
yaitu pada siklusII pertemuan I persentase
siswa yang termotivasi secara klasikal yaitu
65,62% dan tingkat keberhasilan mengajar
guru yaitu 84,72% dan telah tergolong berhasil.
Pada siklus II pertemuan II persentase siswa
yang termotivasi secara klasikal yaitu 100%
dan tingkat keberhasilan mengajar guru yaitu
87,50%.
Kekuatan dan Kelemahan  Kekuatan :
Meningkatnya motivasi belajar siswa didukung
juga pada tingkat keberhasilan mengajar
peneliti. Pada siklus I pertemuan I tingkat
keberhasilan mengajar peneliti yaitu 61,11%
yang dikategorikan tidak berhasil dan pada
siklus I pertemuan II dengan persentase
72,22% masih dikategorikan tidak berhasil.
Pada siklus II pertemuan II persentase
keberhasilan mengajar peneliti yaitu 84,72%
yang dikategorikan berhasil dan meningkat
pada siklus II pertemuan II yaitu 87,5%.

 Kelemahan :
Pada jurnal ini tidak membuat faktor-faktor
tercapai atau tidaknya motivasi pemberlajaran
yang terjadi pada siklus tersebut.