Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di akhir tahun 2019, tepatnya bulan Desember, China digemparkan dengan


merebaknya infeksi virus baru yang menyebabkan gejala pneumonia. Kemudian pada tanggal
7 Januari 2020, pemerintah China kemudian mengumumkan bahwa penyebab kasus tersebut
adalah Coronavirus jenis baru yang kemudian diberi nama SARS-CoV-2 (Severe Acute
Respiratory Syndrome Coronavirus 2) atau lebih dikenal COVID-19. Virus ini dapat
ditularkan melalui kontak langsung dengan droplet saluran pernapasan orang yang terinfeksi
(batuk dan bersin) dan dapat bertahan selama berhari-hari di permukaan benda.1

Virus SARS-CoV-2 menyebar dari manusia ke manusia melalui droplet pernapasan.


Seseorang dapat terinfeksi apabila memegang wajah setelah tangannya kontak dengan
permukaan benda yang terkontaminasi. Gejala seperti demam, batuk, sesak napas, kelelahan,
produksi sputum serta sakit kepala muncul setelah masa inkubasi, yaitu selama 5,2 hari.
Penyakit ini menjadi sangat mematikan apabila terjadi komplikasi pneumonia dan ARDS
yang dapat muncul 9 hari setelah onset gejala.2

Indonesia sudah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi


jumlah penderita COVID-19 di seluruh daerah. Diantaranya dengan mengeluarkan kebijakan
membatasi aktifitas keluar rumah, kegiatan sekolah dirumahkan, bekerja dari rumah (work
from home), bahkan kegiatan beribadah pun dirumahkan. Hal ini sudah menjadi kebijakan
pemerintah berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sudah dianalisa dengan maksimal
tentunya.3

Tatalaksana virus COVID-19 mendapatkan rekomendasi dari WHO untuk tindakan


pencegahan penyebaran COVID-19 antara lain adalah melakukan hand hygiene, social
distancing, memakai masker, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Banyak hal yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya yaitu mengkonsumsi
makanan yang bergizi, olah raga, menghindari stress, dan mengkonsumsi suplemen
kesehatan.4
Vaksin adalah salah satu cara yang paling efektif dan ekonomis untuk mencegah
penyakit menular seperti COVID-19. Sehingga diperlukan untuk membuat pengembangan
vaksin agar lebih efektif dan lebih aman. Sejauh ini lebih dari 40 perusahaan farmasi dan
lembaga akademis di seluruh dunia telah meluncurkan program pengembangan vaksin
mereka untuk melawan virus COVID-19.5 Meskipun demikian tidak semua pihak menerima
vaksin COVID-19 ini dengan alasan keamanan dan efikasi dari vaksin itu sendiri. Kesediaan
seseorang untuk menerima vaksin dipengaruhi beberapa faktor seperti pengetahuan dan
persepsi yang beranggapan bahwa vaksin yang diberikan malah menyebabkan infeksi virus
COVID-19, persepsi mengenai keamanan vaksin, persepsi kemanjuran vaksin dan risiko yang
ditimbulkan setelah dilakukan vaksinasi.6

Data nasional cakupan vaksin COVID-19 pertanggal 4 juli 2021 sebanyak 32.063.745
( 79,47% dari sasaran vaksin 1) dan sebanyak 13.979.564 (34,65% dari sasaran vaksin 2).
Angka capaian vaksin di Sumatera Selatan sebanyak 708.107 (58,59% dari target provinsi) .
Angka capaian vaksinasi COVID-19 kabupaten Empat Lawang hingga tanggal 4 Juli 2021
jumlah penduduk yang divaksin adalah sebanyak 12.680 penduduk (1,05% dari target
provinsi).7

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gamabaran tingkat pengetahuan,


masyarakat terhadap vaksin COVID-19 dengan menggunakan data yang bersumber dari
kuisioner. Pada penelitian ini pengetahuan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 dengan
menggunakan metode menyebarkan kuisioner survey di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Rawat Inap Pendopo.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat ditetapkan rumusan masalah penelitian


“Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi COVID-19 di wilayah kerjA
UPTD Puskesmas Rawat Inap Pendopo ?”

1.3 Tujuan Penelitian


Mengetahui Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi COVID-19
di wilayah kerjA UPTD Puskesmas Rawat Inap Pendopo.
Daftar Pustaka

1. Khafaie, M.A. and Rahim F. No Title. Cross-country Comp case Fatal rates COVID-
19/SARS-COV-2. 2020;11(2):74.

2. Rothan, H. A., and Byrareddy SN. The epidemiology and pathogenesis of Coronavirus
Disease (COVID-19) outbreak. J Autoimmun [Internet]. 2020; Available from:
https://doi.org/10.1016/j.jaut.2020.102433

3. Yunus N. Kebijakan Pemberlakuan lockdown sebagai antisipasi penyebaran Corona


Virus Covid-19. J Sos Budaya Syar-i. 2020;7(3):227–38.

4. Izazi, Farizah, Kusuma A. Hasil Responden Pengetahuan Masyarakat Terhadap Cara


Pengolahan Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) dan Kencur (Kaemferia galanga)
Sebagai Peningkatan Imunitas Selama COVID-19 dengan Menggunakan Kedekatan
Konsep Program Leximancer. J Pharm Sci. 2020;5(2):93–7.

5. Makmun, Armanto, Hazhiyah SF. TINJAUAN TERKAIT PENGEMBANGAN


VAKSIN COVID 19. Molucca Medica. 2020;13(2):52.

6. Lazarus JV, Ratzan SC, Palayew A, Gostin LO, Larson HJ, Rabin K et al. A global
survey of potential acceptance of a COVID-19 vaccine. nat med. 2021;27(2):225–8.

7. KEMENKES RI. Vaksinasi COVID-19 Nasional [Internet]. 2021. p. 1. Available


from: https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines