Anda di halaman 1dari 10

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
Alamat: Karangmalang, Yogyakarta – 55281

==================================================================
==========
UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL 2021/2022
NAMA MATA KULIAH : KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN IPA
PROGRAM STUDI : S1 PEND. IPA (KELAS A)
SEMESTER :V
DOSEN : Prof. Dr. InsihWilujeng, M.Pd.& Dr. Laifa
Rahmawati
HARI/TANGGAL : SENIN/25OKTOBER 2021
RUANG/JAM : DARING/11.OO-13.OO
==================================================================
=======
Kerjakan semua soal berikut ini dengan percaya diri dan jujur! (close book)
Nama : Elrefi Luthfia Azzahra
NIM : 19312241004
Kelas : Pendidikan IPA-A 2019
1. Deskripsikan makna gambar berikut untuk menjelaskan model-model kurikulum

Jawab :
a. Goals or objective (Kurikulum sebagai serangkaian tujuan atau sasaran)
Kurikulum sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan tertentu.
Maksudnya, kurikulum dapat dianggap sebagai daftar hasil yang diinginkan. Dalam
proses pengembangan kurikulum tujuannya jelas dalam hal perilaku dan dapat
diamati. Penekanan pada tujuan adalah karakterisasi model kurikulum tujuan yang
fokusnya pada produk atau tujuan, dan juga pada guru atau berorientasi pada
administratif.
b. Content + goals (Kurikulum sebagai Program Studi atau Isi)
Kurikulum dapat dipahami sebagai proses pemilihan program studi atau konten.
Kurikulum juga menggambarkan isi dan tujuan dari instruksi formal tetapi
meletakkan sarana instruksi di luar latar depan fokus. Kurikulum berfokus pada
konten kursus daripada tujuan pembelajaran. Kursus tersebut menampilkan variasi
ruang lingkup dan jumlah.
c. Content + goals + teaching + methods ( Rencana Kurikulum)
Kurikulum dapat dilihat sebagai sebuah rencana, atau semacam cetak biru untuk
melaksanakan kegiatan pendidikan secara sistematis. Pengertian istilah ini
menggabungkan konten dengan metode instruksional dan karenanya memiliki NCope
yang lebih luas daripada dua paradigma kurikuler sebelumnya karena dimasukkannya
metode.
d. Content + goals + methods + assessment (Kurikulum sebagai Dokumen)
Penyajian dokumen ini dimaksudkan untuk memberikan guru model untuk diikuti
dalam proses kurikulum. Dalam pengertian ini, kurikulum identik dengan istilah,
"xyllahus".
e. Content + goals + methods + assessment + extracurricular activities and learning
environment + hidden curriculum +cultures (Kurikulum sebagai Pengalaman)
Kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengalaman yang saling terkait yang
diselesaikan siswa di bawah bimbingan sekolah. Artinya: di ruang kelas. Meskipun
perencanaan adalah pendahuluan untuk tindakan, hubungan antara "rencana dan
pengalaman". dimana "rencana" dikaitkan dengan kurikulum yang direncanakan
sebelumnya dan "pengalaman" mengacu pada kejadian yang tidak direncanakan untuk
mengetahui bahwa kejadian yang tidak direncanakan sering terjadi dalam pengaturan
kelas.

2. Jelaskan konsep-konsep berikut terkait sejarah Kurikulum di Indonesia


a. Pancawardana
b. CBSA
c. Pendekatan Keterampilan Proses
d. KBK
e. KTSP
f. Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach)
Jawab :
1. Panca Wardana
Konsep Panca Wardana merupakan konsep yang berfokus pada lima kelompok
bidang studi, yaitu kelompok perkembangan moral, kecerdasan, emotional/artistik,
kaparigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pada saat itu pendidikan dasar lebih
menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis, yang disesuaikan
dengan perkembangan anak.
Konsep ini dilaksanakan pada tahun 1964, cara belajar dijalankan dengan
metode gotong royong terpimpin. Pemerintah juga menerapkan hari sabtu sebagai hari
krida. Maksudnya, pada hari Sabtu, siswa diberi kebebasan berlatih kegiatan di bidang
kebudayaan, kesenian, olah raga, dan permainan, sesuai minat siswa. Kurikulum 1964
adalah alat untuk membentuk manusia pancasilais yang sosialis Indonesia, dengan
sifat-sifat seperti pada ketetapan MPRS No II tahun 1960.
2. CBSA
Konsep Pendekatan CBSA ini merupakan suatu sistem belajar mengajar yang
menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental, intelektual, dan emosional guna
memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara mata kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Setiap kegiatan menuntut siswa untuk terlibat secara langsung dan
menuntut keterlibatan intelektual – emosional siswa melalui proses asimilasi, dan
akomodasi kognitif untuk mengembangkan kemampuan untuk mengembangkan
pengetahuan, tindakan, serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk
keterampilan (motorik, kognitif, dan sosial), penghayatan serta internalisasi nilai –
nilai dalam pembentukan sikap
3. Pendekatan Keterampilan Proses
Konsep pendekatan keterampilan proses adalah proses pembelajaran yang
dirancang sedemikian rupa, sehingga siswa dapat menemukan fakta-fakta,
membangun konsep konsep dan teori-teori dengan keterampilan intelektual dan sikap
ilmiah siswa sendiri. Dimana siswa diberi kesempatan untuk terlibat langsung
kegiatan-kegiatan ilmiah seperti yang dikerjakan para ilmuwan, tetapi pendekatan
keterampilan proses tidak bermaksud menjadikan setiap siswa menjadi ilmuwan.
Keterampilan berarti kemampuan menggunakan pikiran, nalar dan perbuatan secara
efisien dan efektif untuk mencapai suatu hasil tertentu, termasuk kreativitas. Dengan
demikian tidak ada lagi siswa yang bergurau, berbisik-bisik dengan teman-temannya
dan pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa,
pembelajaran seperti ini memungkinkan tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat
tercapai.
4. KBK
Kompetensi (KBK) diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang
menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar
performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan peserta didik berupa
penguasaan terhadap seperangkat tertentu. Kurikulum berbasis kompetensi ini
diartikan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan nilai, sikap
dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu bentuk kemahiran, ketepatan
dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian KBK dapat
dikatakan berorientasi pada:
a. Hasil dan nampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui
serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.
b. Keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan. Pusat
kurikulum, Balitbang departemen pendidikan nasional secara sederhana
menegaskan bahwa KBK merupakan seperangkat rencana dan pengaturan
tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian,
kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam
pengembangan kurikulum sekolah
5. KTSP
Konsep KTSP merupakan konsep penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) .
KTSP diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah
disahkan penggunaanya pada sekolah, baik negeri maupun swasta, yang diberlakukan
secara bertahap pada tahun pelajaran 2006-2008, pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah. Pemerintah pusat mengharapkan paling lambat pelajaran 2009-2010,
semua sekolah telah menerapkan KTSP.
Dalam KTSP hanya di deskripsikan standar kompetensi dan standar dasar. Guru
sendiri yang harus menentukan indikator dan materi pokok pelajaran, disesuaikan
dengan daerah dan minat peserta didik. Oleh karena itu, dalam mengimplementasikan
KTSP di sekolah diberikan otonomi yang lebih besar dalam pengembangan kurikulum
dengan tetap memperhatikan karakteristik KTSP, karena tiap-tiap sekolah dipandang
lebih tahu tentang kondisi satuan pendidikannya. Keberhasilan atau kegagalan
implementasi kurikulum di sekolah sangat bergantung pada kepala sekolah dan guru.
Kedua figure itu merupakan kunci yang menentukan dan menggunakan berbagai
komponen di lingkungan sekolah. Setiap sekolah dapat mengelola dan
mengembangkan berbagai potensinya secara optimal dalam kaitannya dengan
implementasi KTSP.
6. Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach)
Konsep Pendekatan scientific adalah pembelajaran yang menggunakan kaidah-
kaidah keilmuan. Pendekatan scientific atau metode ilmiah pada umumnya memuat
serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen,
mengolah infomasi atau data, kemudian mengkomunikasikan.
3. Buatlah deskripsi model pengembangan Kurikulum berikut ini!

Jawab :
Dalam proses pengembangan kurikulum pada model gambar diatas yaitu terdapat
beberapa unsur yang saling berkaitan, antara lain teacher control dan student control.
serta content dan sosial. sebagai guru, haruslah mengerti bahwa selain memfasilitasi,
guru juga harus mengkontrol perkembangan dan kemajuan dari kemampuan peserta,
dari hasil kontrol tersebutlah guru dapat mengambil tindakan dalam pengembangan
kurikulum selajutnya. kemudian untuk proses model menurut pada gambar diatas,
peserta didik belajar dengan kegiatan belajar lebih banyak pilihan lingkungan sekolah,
sosial dan keterampilan hidup. pada model pengembangan kurikulum diatas terdapat
kegiatan belajar yang lebih banyak pada pilihan lingkungan siswa, sosial dan
keterampilan hidup.
kekurangan :
• kesulitan administratif, karena sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan
sekolah eksperimen.
• masalah teknis dan logis, yaitu menciptakan kondisi kelas yang sama untuk
kelompok-kelompok yang diuji.
• sulit untuk mencampur guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen
dengan kelompok kontrol, pengaruh guru-guru tersebut sukar dikontrol.
keempat, ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat
dilakukan
Kelebihan :
• guru dapat menjadikan siswanya untuk lebih mandiri, namun tetap dalam
jangkauan guru.
• siswa dapat lebih banyak belajar ilmu terapan yang dapat berguna pada
kehidupan sehari-hari, dan pembelajaran yang ada lebih fariatif karena
menyangkut materi tentang ilmu sosial dan ilmu terapan.
• guru juga dapat melatih keterampilan diri sendiri untuk mencari beberapa
pembelajaran yang lebih variatif.

4. Buatlah skema/bagan pengembangan kurikulum model grass root Jelaskan karakteristik


model tersebut setelah bagan/skema Anda buat!
Jawab :
Pada model ini peran guru sebagai implementator perubahan dan
penyempurnaan kurikulum dengan pendekatan grass roots sangat menentukan. Tugas
para administrator dalam pengembangan dengan pendekatan ini, tidak lagi berperan
sebagai pengendali pengemabangan akan tetapi sebagai motivator dan fasilitator.
Pengembangan kurikulum dengan model grass roots ini biasanya karena
didorong oleh hasil pengalaman yang dirasakan oleh pihak sekolah maupun pihak
guru, hal ini disebabkan oleh kurikulum yang berjalan dirasakan terdapat beberapa
masalah atau ketidak sesuaian dengan kebutuhan dan potensi yang tersedia di
lapangan. Kepala sekolah sebagai pimpinan tim administrasi, juga bisa membantu
guru dalam membantu pengembangan kurikulum model ini. Dari sini terlihat bahwa
pengembangan model ini sangat tergantung pada kerja sama guru-guru, guru kepala
sekolah, bahkan juga antar sekolah.
Agar jelas, berikut konsepnya :
a) Inisiatif pengembangan datangnya dari bawah (para pengajar)
b) Tim pengajar dari beberapa sekolah ditambah narasumber lain dan orang tua peserta
didik atau masyarakat luas yang relevan
c) Pihak atasan memberikan bimbingan dan dorongan
d) Untuk pemantapan konsep pengembangan yang telah dirintisnya diadakan lokakarya
untuk mencari input yang diperlukan.
Untuk terlaksananya pengembangan kurikulum model grass roots ini diperlukan kepedulian
dan profesionalisme yang tinggi dari pihak sekolah antara lain yaitu:
a) Sekolah/guru bersifat kritis untuk menyikapi terhadap kurikulum yang sedang berjalan
b) Sekolah/guru memiliki ide-ide inovatif dan bertanggung jawab untuk mengembangkan
kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki
c) Sekolah/guru secara terus menerus terlibat dalam proses pengembangan kurikulum
d) Sekolah/guru bersikap terbuka dan akomodatif untuk menerima masukan-masukan
dalam rangka pengembangan kurikulum.

5. Jelaskan hubungan/ keterkaitan antara Kurikulum dan pembelajaran bias dengan analogi
gambar atau bagan atau juga deskripsi!
Jawab :
Kurikulum berfungsi sebagai landasan yang memberikan arah dan tujuan
pendidikan, serta isi yang harus dipelajari, sedangkan pembelajaran adalah proses
yang terjadi dalam interaksi belajar dan mengajar antara guru dan siswa.
Kurikulum dan pembelajaran memiliki hubungan yang sangat erat, dengan
kurikulum sebagai bahan tertulis atau program pendidikan dengan lebih menekankan
pada operasional proses pembelajaran. Kurikulum berhubungan dengan isi ataupun
materi yang harus dipelajari sedangkan pembelajaran berkaitan dengan bagaimana
cara mempelajarinya.

Dosen Pengampu Ketua Jurusan Pendidikan IPA


Prof. Dr. InsihWilujeng, M.Pd Prof. Dr. InsihWilujeng,
M.Pd

Anda mungkin juga menyukai