Anda di halaman 1dari 14

Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page.

41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

SUPER EFISIENSI DAN ANALISIS SENSITIVITAS DEA: APLIKASI PADA BANK


UMUM SYARIAH DI INDONESIA
1
Aam Slamet Rusydiana, 2Fatin Fadhilah Hasib
1
Sharia Economics Applied Research and Training (SMART)
2
Universitas Airlangga
Jl. Airlangga No.4, Airlangga, Kec. Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
60286

aamsmart@gmail.com

Abstrak

Kerangka kerja untuk mengukur kinerja bank syariah terkait dengan konsep efisiensi
yang telah banyak diterapkan. Namun, ada kekurangan dari model DEA, terutama
dalam menentukan peringkat terbaik dari DMU ketika ada beberapa unit DMU yang
sama-sama bernilai 1. Dalam penelitian ini, bank syariah di Indonesia digunakan
sebagai objek studi. Setelah menghitung efisiensi super, maka penelitian akan
mengukur tingkat pengaruh masing-masing variabel terhadap nilai efisiensi relatif
melalui analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam efisiensi
super nilai tertinggi dimiliki oleh bank BSM pada 2016 dengan nilai efisiensi relatif
dari 1.351, diikuti oleh Bank Mega Syariah 2016 dengan 1.202 dan BMI 2016 dari
1.175. Untuk analisis sensitivitas, nilai efisiensi bank syariah sangat sensitif terhadap
nilai variabel output, terutama variabel pendapatan operasional.

Abstract
The framework for measuring the performance of Islamic banks is related to the
concept of efficiency that has been widely implemented. However, there is a
deficiency of the DEA model, especially in determining the best ranking of the DMU
when there are several DMU units which are equally worth 1. In this study, Islamic
banks in Indonesia were used as objects of study. After calculating the super
efficiency, then the research will measure the level of influence of each variable on
the relative efficiency value through sensitivity analysis.The results showed that, in
super efficiency the highest value was owned by BSM bank in 2016 with a relative
efficiency value of 1,351, followed by Bank Mega Syariah 2016 with 1,202 and BMI
2016 of 1,175. For sensitivity analysis, the efficiency value of Islamic banks was very
sensitive to value output variables, especially operating income variables.
Keywords: Super Efficiency, Sensitivity DEA, Islamic Bank

I. Introduction bentuk kepercayaan masyarakat terhadap


prinsip bagi hasil yang diterapkan oleh
Saat ini Perbankan Syariah terus
perbankan syariah. Perbedaan prinsip
berkembang di Indonesia, terbukti aset
dasar antara perbankan syariah dengan
perbankan syariah serta dana pihak ketiga
perbankan konvensional menjadi modal
terus meningkat. Hal ini merupakan
Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31
Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
41
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

penting atas keberadaan bank syariah di Bank syariah memiliki tujuan untuk
Indonesia mengingat mayoritas penduduk membantu pihak yang membutuhkan
Indonesia adalah muslim. Penelitian yang pertolongan terutama bagi masyarakat
dilakukan oleh (Nurfalah etal, 2018) yang membutuhkan usaha. Bank syariah
menyatakan bahwa perbankan syariah juga selalu memperhatikan fakir miskin,
relatif lebih stabil dibandingkan dengan pendidikan dan social lainnya sebagai
perbankan konvensional dalam bentuk pengaplikasian syariah islam
menghadapi shock baik dari internal bahwa berbisnis bukanlah segalanya
maupun eksternal. Hal ini menjadi temuan melainkan harus selalu memperhatikan
menarik yang perlu dibuktikan melalui lingkungan sekitar. Karena bank syariah
berbagai riset di masa mendatang. tidak hanya memprioritaskan keuntungan
komersialnya namun harus menjalankan
Perkembangan industri perbankan syariah
aktivitas non komersialnya, hal ini
di Indonesia relatif menunjukkan
menyebabkan tingginya biaya dan
kecenderungan yang baik, meskipun
tentunya akan menurunkan tingkat
terkesan lambat. Data Bulan April 2018,
efisiensi dibanding bank konvensional.
berdasarkan statistik perbankan syariah,
Bahkan dengan kemajuan teknologi saat
jumlah perbankan syariah telah mencapai
ini yang sangat cepat berdampak pada
13 Bank Umum Syariah, 21 Unit Usaha
meningkatnya persaingan sehingga biaya
Syariah dan 168 Bank Pembiayaan Rakyat
yang dikeluarkan akan terus bertambah,
Syariah dengan total jaringan kantor
pada akhirnya akan mengganggu efisiensi.
sebanyak 2,460 kantor di seluruh
Di sisi lain jika bank syariah tidak peka
Indonesia (Otoritas Jasa Keuangan, 2018).
terhadap teknologi maka akan kalah dalam
Sedangkan, menurut Global Islamic persaingan usahanya. Sehingga dalam
Finance Report 2017, industri keuangan jangka panjang pengeluaran biaya yang
syariah di Indonesia berada di urutan terus-menerus itu akan mengganggu
ketujuh dunia setelah Malaysia, Iran, Arab kontinuitas dan likuiditas bank syariah.
Saudi, UAE, Kuwait dan Pakistan. Score
Menurut (Berger dan Humphrey, 1997),
indeks industri keuangan syariah Indonesia
studi terkait pengukuran tingkat efisiensi
pada 2017 adalah 24.21 pada skala 100
dan produktivitas institusi perbankan
dan menempati urutan ke-7 di dunia
menjadi bagian penting sejak tahun 1990-
(GIFR, 2017).
an. Lebih jauh, (Berger, Hancock dan
Dengan market share bank syariah sekitar Humphrey, 1993) menyarankan jika bank
6% dan potensinya yang cukup besar, bekerja secara lebih efisien, maka akan
maka bank konvensional memperluas berdampak kepada peningkatan tingkat
sayapnya dengan membuka unit usaha produktivitas, kompetisi harga yang lebih
syariah. Sampai saat ini terdapat 22 unit baik dan kualitas pelayanan bagi nasabah
usaha syariah ada di Indonesia. yang lebih baik dan berkualitas. Hal ini
Seharusnya kondisi ini harus menjadi tentu berlaku juga bagi industri perbankan
sorotan para peneliti karena karakteristik syariah.
bank syariah berbeda dengan bank
Sebagai lembaga intermediasi, bank
konvensional.
syariah harus mampu mengalokasikan
Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31
Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
42
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

dana yang terkumpul dari pihak ketiga bernilai 1. (Anderson dan Petersen, 1993)
berupa penyaluran pembiayaannya ke kemudian memperkenalkan konsep super
dalam sektor yang lebih produktif secara efisiensi. Konsep dasar dari super efisiensi
optimal agar dihasilkan output yang adalah membiarkan adanya efisiensi DMU
maksimal pula. Dengan demikian akan yang diamati lebih besar dari 1 atau 100%.
tercipta efisiensi. Efisiensi yang dimaksud Super efisiensi sebenarnya merupakan
adalah efisiensi teknis, yaitu suatu ukuran kekuatan unit-unit yang
memaksimalkan output dengan biaya yang efisien yang digunakan untuk meranking
ada. Suatu perusahaan dikatakan efisien unit DMU yang menjadi objek observasi.
secara teknis jika dapat menghasilkan Dalam penelitian ini, bank umum syariah
lebih banyak output dengan menggunakan di Indonesia dijadikan sebagai objek studi.
jumlah masukan tertentu dibandingkan Setelah dihitung super efisiensi,
dengan perusahaan lainnya (Yotopulas and selanjutnya penelitian akan mencoba
Lau, 1973). mengukur tingkat pengaruh masing-
masing variabel terhadap nilai efisiensi
Beberapa studi terdahulu terkait kerangka
relatifnya melalui analisis sensitivitas.
pengukuran performa bank syariah
dikaitkan dengan konsep efisiensi telah
II. Discussion
dilakukan penulis. Yang pertama adalah
Maslahah Efficiency Quadrant atau MEQ Landasan Teori
(Rusydiana & Sanrego, 2018). Kerangka Konsep Super Efisiensi
ini menggabungkan antara pengukuran
Efisiensi mengarah pada ukuran baik atau
dari sisi efisiensi dengan perspektif
buruknya penggunaan sumber daya dalam
maqasid shariah (Rusydiana &
mencapai tujuan. Efisiensi merupakan
Firmansyah, 2017). Kedua adalah
rasio dari output aktual yang dicapai
kerangka pengukuran efisiensi dan
terhadap output standar yang diharapkan.
stabilitas bank syariah dalam satu
Namun karena kondisi efisien yang ideal
framework (Rusydiana, 2018a). Dan
dengan nilai efisiensi 1 atau 100% sukar
terakhir adalah pengukuran tingkat
dicapai maka dikenal istilah efisiensi
produktivitas bank syariah dari sisi
relatif. Sehingga suatu unit dikatakan
perubahan tingkat efisiensi (EFFCH) dan
efisien relatif bila unit tersebut memiliki
tingkat perubahan penggunaan teknologi
nilai efisiensi yang lebih baik dari unit
atau technological change (TECH) yang
lainnya.
berdampak pada produktivitas (Rusydiana,
2018b). DEA adalah sebuah pendekatan
deterministik non-parametrik yang pada
Metode yang paling banyak digunakan dasarnya merupakan teknik berbasis linear
dalam pengukuran efisiensi adalah Data programming. DEA bekerja dengan
Envelopment Analysis (DEA). Namun, langkah identifikasi unit yang akan
kekurangan model DEA dasar adalah dievaluasi, yakni input yang dibutuhkan
adanya kesulitan menentukan peringkat serta output yang dihasilkan unit tersebut.
terbaik dari DMU manakala terdapat Selanjutnya, input-output tersebut
beberapa unit DMU yang sama-sama membentuk efficiency frontier atas set data

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
43
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

yang tersedia dan menghitung nilai kesulitan menentukan peringkat terbaik


produktifitas dari unit-unit yang tidak dari DMU manakala terdapat beberapa
termasuk ke dalam efficiency frontier. unit DMU yang sama-sama bernilai 1.
DEA juga mampu mengidentifikasi unit (Anderson dan Petersen, 1993) kemudian
mana yang tidak menggunakan input memperkenalkan konsep super efisiensi.
secara efisien, relatif terhadap unit Konsep dasar dari super efisiensi adalah
berkinerja terbaik dari set data yang membiarkan adanya efisiensi DMU yang
dianalisis. diamati lebih besar dari 1 atau 100%.
Untuk mencapai tingkat efisiensi yang Super efisiensi hanya mempengaruhi unit
optimum, maka setiap unit cenderung yang dianggap sama efisien dengan
memiliki pola untuk menetapkan bobot batasan yang dihilangkan. Sementara itu
tinggi pada input yang sedikit digunakan unit yang tidak efisien tidak terpengaruh
dan pada output yang banyak dihasilkan. karena efisiensi lebih kecil daripada 1.
Bobot yang dipilih tersebut tidak semata- Super efisiensi sebenarnya merupakan
mata menggambarkan suatu nilai suatu ukuran kekuatan unit-unit yang
ekonomis namun lebih merupakan suatu efisien yang digunakan untuk meranking
besaran kuantitatif untuk memaksimumkan unit DMU yang menjadi objek observasi.
efisiensi unit yang bersangkutan. Beberapa riset lain yang mengaplikasikan
DEA menggunakan model matematis model super efisiensi dapat ditemukan
untuk mengevaluasi unit berdasarkan data dalam riset (Davidovic et al. 2019),
dan kinerja pada masa lalu untuk (Zimkova, 2014) dan (Rahim, 2015).
perencanaan pada masa yang akan datang. Sementara itu aplikasi pengukuran
Ada 2 model matematis yang biasa dipakai efisiensi terbaru dalam industri perbankan
yakni model primal dan model dual. syariah di Indonesia dapat ditemukan
Model primal merupakan model utama dalam riset (Rusydiana, 2019), (Hafez
yang dipakai untuk menghitung nilai &Halim, 2019), dan (Rusydiana &
efisiensi relatif tiap unit. Sementara itu Marlina, 2019).
model dual adalah model pendukung untuk
Konsep Sensitivitas DEA
menghitung nilai efisiensi relatif suatu unit
dan mengetahui unit yang dijadikan Sementara itu analisis sensitivitas DEA
sebagai acuan, untuk meningkatkan dirancang untuk mempelajari pengaruh
efisiensi unit yang tidak efisien. perubahan dalam parameter model
terhadap pemecahan optimum. Tujuan
DEA model dasar menggolongkan unit akhir dari analisis ini adalah untuk
pengambil keputusan atau Decision memperoleh informasi tentang pemecahan
Making Unit (DMU) ke dalam 2 kelompok optimum yang baru dan yang
besar yakni unit efisien dan yang tidak
dimungkinkan dengan perhitungan
efisien. Unit efisien bernilai 1 atau 100%, tambahan yang minimal.
sedangkan unit yang memiliki nilai di
bawah 1 termasuk ke dalam kelompok Analisis sensitivitas lazim digunakan
yang tidak efisien. Namun, kekurangan untuk mengukur tingkat pengaruh masing-
model DEA dasar adalah kita akan masing variabel terhadap nilai efisiensi
relatifnya. Dalam analisis sensitivitas ini
Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31
Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
44
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

dilakukan verifikasi apakah nilai efisiensi sebaliknya, jika perubahan variabel tidak
relatif dari suatu DMU terpengaruh secara mempunyai pengaruh besar terhadap nilai
signifikan apabila salah satu variabel input efisiensi, maka nilai efisiensi tersebut
dan output diabaikan. Oleh karena itu, relatif insensitive terhadap nilai variabel.
analisis sensitivitas ini dilakukan melalui Hasil analisis ini berpengaruh pada
proses simulasi menggunakan perhitungan perumusan rekomendasi akhir.
DEA model super efisiensi, baik CCR Dalam perkembangannya, model
maupun BCC. pengukuran efisiensi frontier telah
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh meningkat, baik secara konsep teori
masing-masing variabel terhadap nilai maupun praktik. Secara umum, model
efisiensi, dilakukan perbandingan antara pengukuran tingkat efisiensi dan
nilai efisiensi awal dengan nilai efisiensi produktivitas terbagi menjadi dua bagian
hasil simulasi. Jika suatu perubahan kecil yakni parametric dan nonparametric.
dalam variabel menyebabkan perubahan Berikut ini adalah gambaran umum
drastis terhadap nilai efisiensi, hal ini perkembangan model pengukuran efisiensi
berarti nilai efisiensi sangat sensitif frontier yang berhasil penulis identifikasi
terhadap nilai variabel tersebut. Namun (Rusydiana, 2018b).
Tabel 1
Perkembangan Analisis Model Pengukuran Efisiensi Frontier
N MODEL TAH PENULIS TIPE
O UN
Stochastic Frontier Parametrik
1 1977 Aigner, Lovell, Schmidt
Approach als77
Meeusen & van den Parametrik
2 SFA Model mvb77 1977
Broeck
Data Envelopment Analysis Nonparametrik
3 1978 Charnes, Cooper, Rhodes
CCR
4 SFA Model stev80 1980 Stevenson Parametrik
5 SFA Model mlti 1981 Pitt & Lee Parametrik
Malmquist Productivity Caves, Christensen, Nonparametrik
6 1982
Index Diewert
7 DEA Model BCC 1984 Banker, Charnes, Cooper Nonparametrik
8 Free Disposal Hull [FDH] 1984 Deprins, Simar, Tulkens Nonparametrik
9 SFA Model fe 1984 Schmidt & Sickles Parametrik
10 SFA Model regls 1984 Schmidt & Sickles Parametrik
Charnes,Cooper,Golany, Nonparametrik
11 DEA Additive Model 1985
Seiford,Stutz
Charnes, Clarke, Cooper, Nonparametrik
12 DEA Window Analysis 1985
Golany
DEA Assurance Region Thompson, Singleton, Nonparametrik
13 1986
[DEA-AR] Thrall, Smith
14 DEA Cross Efficiency 1986 Sexton, Silkman, Hogan Nonparametrik
Bessent, Bessent, Elam, Nonparametrik
15 DEA Facet Model 1988
Clark
16 SFA Model mlti 1988 Battese & Coelli Parametrik
Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31
Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
45
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

Cornwell, Schmidt, Parametrik


17 SFA Model fecss 1990
Sickles
18 SFA Model kumb90 1990 Kumbhakar Parametrik
Charnes, Cooper, Huang, Nonparametrik
19 DEA Cone Ratio 1990
Sun
TFA [Thick Frontier Parametrik
20 1991 Berger & Humphrey
Approach]
21 SFA Model bc92 1992 Battese & Coelli Parametrik
22 Fuzzy DEA 1992 Sengupta Nonparametrik
DFA [Distribution Free Parametrik
23 1993 Berger
Approach]
24 SFA Model fels 1993 Lee & Schmidt Parametrik
25 DEA Super Efficiency 1993 Andersen & Peterson Nonparametrik
26 SFA Model bc95 1995 Battese & Coelli Parametrik
27 Network DEA 1996 Fare & Grosskopf Nonparametrik
Hierarchical/Nested Model Cook, Chai, Doyle, Nonparametrik
28 1998
DEA Green
29 Bootstrapped DEA 1998 Simar & Wilson Parametrik
DEA Russell Measure Nonparametrik
30 1999 Pastor, Ruiz, Sirvent
[ERM]
31 Imprecise Data [IDEA] 1999 Cooper, Park, Yu Nonparametrik
32 Parallel Model DEA 2000 Cook, Hababou, Tuenter Nonparametrik
33 Dynamic DEA 2000 Fare & Grosskopf Nonparametrik
DEA Slack Based Measure Nonparametrik
34 2001 Tone
[SBM]
35 Meta Frontier 2003 Rao, O’Donnel, Battese Nonparametrik
36 Context-Dependent DEA 2003 Seiford & Zhu Nonparametrik
37 SFA Model gre03 2003 Greene Parametrik
38 SFA Model tfe 2005 Greene Parametrik
39 SFA Model tre 2005 Greene Parametrik
40 Game Cross Efficiency 2008 Liang, Wu, Cook, Zhu Nonparametrik
struktur untuk membentuk frontier
efisiensinya. Kelemahan yang mungkin
Metodologi Penelitian
muncul adalah self identifier dan near self
Metode yang digunakan dalam penelitian identifier. DEA dikembangkan pertama
ini adalah Data Envelopment Analysis kali oleh (Farrel, 1957) yang mengukur
(DEA). Lebih khususnya, super efisiensi efisiensi teknik satu input dan satu output
DEA. DEA adalah metode nonparametrik menjadi multi input dan multi output.
yang menggunakan model program linier
DEA memiliki keunggulan dibandingkan
untuk menghitung perbandingan rasio
metode penelitian lainnya, diantaranya
output dan input untuk semua unit yang
(Siswadi dan Purwantoro, 2005):
diperbandingkan. Keuntungan dari
penggunaan DEA ini adalah bahwa 1. DEA mampu menangani
pendekatan ini tidak memerlukan pengukuran efisiensi secara relatif
spesifikasi yang eksplisit dari bentuk bagi beberapa Decision Making
Unit (DMU) sejenis dengan
fungsi dan hanya memerlukan sedikit
Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31
Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
46
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

menggunakan banyak input dan efisiensi lembaga non-bank, seperti:


output. industri asuransi (Rusydiana & Nugroho,
2. Metode ini tidak memerlukan 2017), rumah sakit, universitas, kantor
asumsi bentuk fungsi hubungan
pajak, termasuk juga lembaga nonprofit
antara variabel input dan utput
sebagaimana diterapkan pada seperti lembaga zakat (Rusydiana et.al,
regresi biasa. 2016). Penelitian yang lebih baru terkait
3. Dalam DEA, DMU-DMU tersebut efisiensi perbankan syariah di Indonesia,
dibandingkan secara langsung telah dilakukan oleh (Rusydiana, 2019).
dengan sesamanya.
Data yang digunakan adalah 5
Faktor input dan output dapat memiliki Bank Umum Syariah dengan asset terbesar
satuan pengukuran yang berbeda,sebagai periode 2016-2017. Data variabel input
contoh, misalnya 1 (X1) dapat berupa dan output didapat dari laporan neraca dan
jumlah jiwa yang diselamatkan sedangkat laba rugi masing-masing bank. Tiga input
output 2 (X2) jumlah pendapatan yang dan dua output digunakan untuk mengukur
diterima dalam satuan rupiah, tanpa perlu efisiensi dan analisis sensitivitas efisiensi
melakukan perubahan satuan dari kedua bank syariah. Sebagai variabel input
variabel tersebut. adalah Dana Pihak Ketiga (X1), Biaya
Selanjutnya, metode DEA banyak dipakai Personalia (X2) dan Biaya administrasi-
untuk mengukur tingkat efisiensi teknis, umum. Sementara itu untuk variabel
skala dan ekonomi industri bank dan output yaitu Total Pembiayaan (Y1) dan
lembaga keuangan ((Coelli et.al, 2005), Pendapatan Operasional (X2). Penggunaan
dan (Cooper, 2010)), seperti yang telah DPK dan pembiayaan dalam input-output
dilakukan oleh (Hadad et. Al, 2003), karena penelitian ini menggunakan
(Ozdemir, 2013), (Shahreki etal. 2012) pendekatan intermediasi. Tabel 1
serta (Tsolas dan Dimitris, 2012). Namun menjelaskan statistik deskriptif dari
saat ini, DEA juga mulai banyak masing-masing variabel input dan output
digunakan dalam mengukur tingkat yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 2
Statistik Deskriptif Variabel Input dan Output

Hasil Dan Pembahasan


Tools software yang digunakan dalam Dalam pengukuran tingkat efisiensi
penelitian ini adalah Banxia Frontier masing-masing bank umum syariah di
Analyst 3 untuk mengukur nilai super Indonesia, diperoleh hasil bahwa di antara
efisiensi seluruh DMU bank syariah yang ke 10 DMU yang terdiri dari 5 BUS untuk
diobservasi. periode 2016-2017, nilai tertinggi dimiliki

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
47
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

oleh bank BSM tahun 2016 dengan nilai Secara umum, rata-rata tingkat efisiensi
efisiensi relatif sebesar 1.351, kemudian bank syariah yang diobservasi dengan
diikuti oleh Bank Mega Syariah 2016 pendekatan super efisiensi adalah 1.081.
sebesar 1.202 dan BMI 2016 sebesar Jika dilihat lebih detail, tingkat efisiensi
1.175. Selanjutnya, diikuti oleh Mega tahun 2016 relatif lebih tinggi dibanding
Syariah 2017 (1.085), BMI 2017 (1.050), tahun 2017. Artinya terjadi penurunan
BRIS 2016 (1.040) dan BNIS 2016 tingkat efisiensi bank syariah dari 2016 ke
(1.026). DMU dengan nilai super efisiensi tahun 2017. Berikut adalah tabel hasil
terendah adalah BRIS 2017 sebesar 0.933, lengkap nilai super efisiensi bank umum
BSM 2017 sebesar 0.946 dan BNIS 2017 syariah yang diobservasi periode 2016-
sebesar 1.005. 2017.
Tabel 3
Nilai Super Efisiensi BUS di Indonesia 2016-2017
DMU Super Efisiensi Rank
BSM 2017 0.946 9
BMI 2017 1.050 5
BRIS 2017 0.933 10
BNIS 2017 1.005 8
Mega 2017 1.085 4
BSM 2016 1.351 1
BMI 2016 1.175 3
BRIS 2016 1.040 6
BNIS 2016 1.026 7
Mega 2016 1.202 2
variabel tidak mempunyai pengaruh besar
terhadap nilai efisiensi, maka nilai
Analisis Sensitivitas DEA
efisiensi tersebut relatif insensitive
Seperti yang telah disampaikan terhadap nilai variabel.
sebelumnya, untuk mengetahui bagaimana
Berdasarkan pengukuran tingkat pengaruh
pengaruh masing-masing variabel terhadap
masing-masing variabel input (yaitu dana
nilai efisiensi, dilakukan perbandingan
pihak ketiga, biaya personalia dan biaya
antara nilai efisiensi awal dengan nilai
administrasi-umum) dan output (yakni
efisiensi hasil simulasi. Jika suatu
total pembiayaan dan pendapatan
perubahan kecil dalam variabel
operasional) terhadap nilai efisiensi relatif
menyebabkan perubahan drastis terhadap
yang dilakukan dengan menggunakan
nilai efisiensi, hal ini berarti nilai efisiensi
analisis sensitivitas dan model DEA super
sangat sensitif terhadap nilai variabel
efisiensi, maka diperoleh hasil seperti
tersebut. Sebaliknya, jika perubahan
berikut ini.

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
48
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

Tabel 4
Nilai efisiensi relatif BUS dengan menggunakan 2 variabel input (X)
Efisiensi Relatif
DMU
Eksisting Tanpa X1 Tanpa X2 Tanpa X3
BSM 2017 0.946 0.945 0.946 0.912
BMI 2017 1.050 1.050 0.853 1.050
BRIS 2017 0.933 0.711 0.921 0.933
BNIS 2017 1.005 0.930 1.005 0.917
Mega 2017 1.085 0.737 1.085 1.085
BSM 2016 1.351 1.402 1.159 1.027
BMI 2016 1.175 1.141 1.018 1.175
BRIS 2016 1.040 0.716 1.040 1.040
BNIS 2016 1.026 0.795 1.026 0.969
Mega 2016 1.202 0.968 1.202 1.085
tidak berubah terbanyak yakni sebanyak 5
DMU bank syariah. Terakhir, simulasi
Dari hasil yang tampak pada tabel di atas,
tanpa X1 dengan nilai efisiensi tetap yakni
terdapat nilai efisiensi yang berubah ketika
sebanyak 2 DMU.
dilakukan simulasi tanpa salah satu
variabel input, ada pula yang memiliki Untuk mempermudah pengukuran tingkat
nilai efisiensi tetap (tidak berubah). Secara sensitivitas dalam DEA, jika salah satu
umum, simulasi kedua yakni simulasi variabel dari beberapa input diabaikan
tanpa X2 yang memiliki nilai efisiensi maka dicari selisih antara masing-masing
relatif yang tidak berubah terbanyak yakni nilai efisiensi relatif hasil simulasi dengan
sebanyak 6 DMU bank syariah. nilai efisiensi relatif awal keseluruhan
Selanjutnya, simulasi tanpa X3 yang DMU. Hasilnya dapat dilihat pada tabel
memiliki nilai efisiensi relatif yang berikut ini

Tabel 5
Selisih efisiensi relatif BUS dengan menggunakan 2 variabel input (X)
Efisiensi Relatif (Selisih)
DMU Eksistin
g Tanpa X1 (DPK) Tanpa X2 (B.SDM) Tanpa X3 (B.Adm)
BSM 2017 0.00 0.00 0.00 0.03
BMI 2017 0.00 0.00 0.20 0.00
BRIS 2017 0.00 0.22 0.01 0.00
BNIS 2017 0.00 0.07 0.00 0.09
Mega 2017 0.00 0.35 0.00 0.00
BSM 2016 0.00 -0.05 0.19 0.32
BMI 2016 0.00 0.03 0.16 0.00
BRIS 2016 0.00 0.32 0.00 0.00
BNIS 2016 0.00 0.23 0.00 0.06
Mega 2016 0.00 0.23 0.00 0.12

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
49
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

Dari hasil yang tampak pada tabel di atas, tanpa X3 memiliki DMU yang berubah
bagian yang diberi tanda kolom abu-abu sebanyak 5 DMU. Artinya, nilai efisiensi
berarti memiliki perbedaan nilai efisiensi dapat dikatakan sangat sensitif terhadap
antara kondisi eksisting (input-output variabel dana pihak ketiga (X1).
lengkap) dengan kondisi tanpa salah satu Sementara itu, nilai efisiensi relatif cukup
variabel input. Sementara itu, jika selisih sensitif terhadap nilai variabel input biaya
adalah 0.00 menandakan bahwa tidak ada personalia (X2) dan biaya adminsitrasi-
perbedaan nilai antara kondisi eksisting umum (X3).
(input-output lengkap) dengan kondisi Sementara itu, untuk perhitungan nilai
tanpa salah satu variabel input. Hasilnya efisiensi relatif masing-masing bank
terlihat bahwa simulasi tanpa X1 memiliki umum syariah (BUS) apabila salah satu
DMU yang berubah sebanyak 8 DMU. variabel output diabaikan, maka akan
Simulasi tanpa X2 memiliki DMU yang diperoleh hasil perhitungan seperti berikut
berubah sebanyak 4 DMU, dan simulasi di bawah ini.
1 Tabel 6
2 Nilai efisiensi relatif BUS dengan menggunakan 1 variabel output (Y)
Efisiensi Relatif
DMU
Eksisting Tanpa Y1 Tanpa Y2
BSM 2017 0.946 0.946 0.915
BMI 2017 1.050 1.050 0.877
BRIS 2017 0.933 0.830 0.915
BNIS 2017 1.005 0.941 0.994
Mega 2017 1.085 1.085 0.907
BSM 2016 1.351 1.172 1.364
BMI 2016 1.175 0.962 1.411
BRIS 2016 1.040 0.840 1.027
BNIS 2016 1.026 0.813 0.997
Mega 2016 1.202 1.202 0.923
3
Dari hasil yang tampak pada tabel mengalami perubahan nilai. Sementara itu,
di atas, terdapat nilai efisiensi yang simulasi tanpa Y2 memiliki nilai efisiensi
berubah ketika dilakukan simulasi tanpa relatif yang seluruhnya berubah.
salah satu variabel output, ada pula yang Apabila salah satu variabel output
memiliki nilai efisiensi tetap (tidak diabaikan maka dicari selisih antara
berubah). Secara umum, simulasi pertama masing-masing nilai efisiensi relatif hasil
yakni simulasi tanpa Y1 nilai efisiensi simulasi dengan nilai efisiensi relatif awal.
relatif yang tidak berubah adalah sebanyak Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut
4 DMU bank syariah dan sisanya 6 DMU ini.

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
50
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

Tabel 7
Selisih efisiensi relatif BUS dengan menggunakan 1 variabel output (Y)
Efisiensi Relatif (Selisih)
DMU
Eksisting Tanpa Y1 (Pemb) Tanpa Y2 (Pend)
BSM 2017 0.00 0.00 0.03
BMI 2017 0.00 0.00 0.17
BRIS 2017 0.00 0.10 0.02
BNIS 2017 0.00 0.06 0.01
Mega 2017 0.00 0.00 0.18
BSM 2016 0.00 0.18 -0.01
BMI 2016 0.00 0.21 -0.24
BRIS 2016 0.00 0.20 0.01
BNIS 2016 0.00 0.21 0.03
Mega 2016 0.00 0.00 0.28

Dari hasil yang tampak pada tabel (Sarifudin & Faturohman, 2017) dan
di atas, bagian yang diberi tanda kolom (Rusydiana& Sanrego, 2018).
abu-abu berarti memiliki perbedaan nilai Berdasarkan pengukuran sensitivitas yang
efisiensi antara kondisi eksisting (input- telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa
output lengkap) dengan kondisi tanpa nilai efisiensi relatif cukup sensitif
salah satu variabel output. Sementara itu, terhadap nilai variabel input biaya
jika selisih adalah 0.00 menandakan personalia (X2) dan biaya adminsitrasi &
bahwa tidak ada perbedaan nilai antara umum (X3). Sementara itu, nilai efisiensi
kondisi eksisting (input-output lengkap) dapat dikatakan sangat sensitif terhadap
dengan kondisi tanpa salah satu variabel variabel dana pihak ketiga (X1). Terkait
output Y. penggunaan variabel dana pihak ketiga
Hasilnya terlihat bahwa simulasi tanpa Y1 dalam model pengukuran efisiensi bank
memiliki DMU yang berubah sebanyak 6 syariah di Indonesia, relatif banyak
DMU. Sementara itu, simulasi tanpa Y2 penelitian yang mengamininya. Beberapa
memiliki DMU yang berubah seluruhnya diantaranya adalah penelitian yang
sebanyak 10 DMU. Artinya, nilai efisiensi dilakukan oleh (Yulita & Rizal, 2016),
dapat dikatakan sangat sensitif terhadap (Rusydiana & Sanrego, 2018) dan
variabel pendapatan operasional (Y2). (Ascarya & Yumanita, 2007).
Dalam arti lain, variabel output Y2 yakni Dengan demikian, variabel input maupun
pendapatan operasional merupakan output yang perlu menjadi perhatian dalam
variabel penting dalam mengukur tingkat upaya peningkatan efisiensi bank umum
efisiensi bank syariah dari sisi output.
syariah di Indonesia adalah: variabel Dana
Penggunaan variabel pendapatan Pihak Ketiga/DPK (X1) di sisi input, serta
operasional dalam pengukuran efisiensi variabel Pendapatan Operasional (Y2) dan
bank syariah juga relevan dan digunakan Total Pembiayaan (Y1) pada sisi output.
dalam penelitian (Rusydiana, 2018a)

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
51
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

III. Conclusion Bibliografhy


Berdasarkan hasil penghitungan, dalam Andersen, P. and Petersen, N.C. (1993),
pengukuran tingkat efisiensi masing- “A procedure for ranking efficient
masing bank umum syariah di Indonesia, units in data envelopment
diperoleh hasil bahwa di antara ke 10 analysis”, Management Science,
DMU yang terdiri dari 5 BUS untuk Vol. 39, pp. 1261-1264.
periode 2016-2017, nilai tertinggi dimiliki Ascarya & Yumanita, D. (2007).
oleh bank BSM tahun 2016 dengan nilai Comparing the Efficiency of
efisiensi relatif sebesar 1.351, kemudian Islamic Banks in Malaysia and
diikuti oleh Bank Mega Syariah 2016 Indonesia. Paper presented at
sebesar 1.202 dan BMI 2016 sebesar IIUM International Conference on
1.175. Islamic Banking and Finance
Nilai rata-rata tingkat efisiensi bank (IICiBF): Research and
syariah yang diobservasi dengan Developement between Ideals and
pendekatan super efisiensi adalah 1.081. Realities. IIUM – Kuala Lumpur,
Jika dilihat lebih detail, tingkat efisiensi 23-25 April.
tahun 2016 relatif lebih tinggi dibanding Berger, A. N., & Humphrey, D. B. (1997).
tahun 2017. Artinya terjadi penurunan Efficiency of financial
tingkat efisiensi bank syariah dari tahun institutions: International survey
2016 ke tahun 2017. and directions for future research.
Berdasarkan pengukuran sensitivitas yang European Journal Operational
telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa Research, 98, 175–212.
nilai efisiensi relatif cukup sensitif Berger, A. N., Hancock, D., & Humphrey,
terhadap nilai variabel input biaya
D. B. (1993). Bank efficiency
personalia (X2) dan biaya adminsitrasi & derived from the profit function.
umum (X3). Sementara itu, nilai efisiensi Journal of Banking and Finance,
dapat dikatakan sangat sensitif terhadap 17, 317-347.
variabel dana pihak ketiga (X1).
Charnes, A., Cooper, W.W., and Rhodes,
Di sisi lain, jika salah satu variabel output E. (1978). Measuring the
diabaikan, baik variabel total pembiayaan Efficiency of Decision Making
(Y1) maupun pendapatan operasional Units. European Journal of
(Y2), maka akan terjadi pengaruh yang Operation Research, Vol. 2, No.
besar terhadap nilai efisiensi. Maka, dapat 6, pp. 429-44
disimpulkan bahwa nilai efisiensi DMU
dalam hal ini bank umum syariah (BUS) Coelli, T.J, Rao, D.S.P., Prasada Rao,
sangat sensitif terhadap nilai variabel Christoper J. O’Donnel and G.E.
output, terutama variabel pendapatan Battese. (2005). Introduction to
operasional. Efficiency and Productivity
Analysis, (Second Edition),
Kluwer Academic Publishers,
Boston.

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
52
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

Cooper, William W, Lawrance M. Seiford Economics, Vol.31, No.2, pp.133-


and Joe Zhu. (2010). Handbook 156.
on Data Envelopment Analysis. Otoritas Jasa Keuangan. (2018). Statistik
London: Springer. Perbankan Syariah Indonesia
Davidovic, M., Uzelac, O., and Zelenovic, April Tahun 2018.
V. (2019), “Efficiency dynamics Ozdemir, Asli. (2013). “Integrating
of the Croatian banking industry: analytic network process and data
DEA investigation”, Economic envelopment analysis for
Research-Ekonomska efficiency measurement of
Istrazivanja, Vol. 32, No.1, Turkish commercial banks”.
pp.33-49. Banks and Bank Systems Volume
Farrell, M.L. (1957). The Measurement of 8 issue 2, 2013.
Productive Efficiency. Journal of Rahim, R.A. (2015). “Ranking of
The Royal Statistical Society, 120, Malaysian commercial banks:
p.253-281. Super-efficiency data
Hadad, M.D., Santoso, W., Mardanugraha, envelopment analysis (DEA)
E., & Illyas, D. (2003). “Analisis approach”. Asian Academy of
Efisiensi Industri Perbankan Management Journal of
Indonesia: Penggunaan Metode Accounting and Finance, Vol.11,
Nonparametrik Data No.1, pp.123-143.
Envelopment Analysis (DEA)”. Rusydiana, Aam S. (2019). “Efisiensi
Biro Stabilitas Sistem Keuangan sosial dan finansial bank syariah
Bank Indonesia. Research Paper, di Indonesia: Pendekatan
7/5.
nonparametrik”. Riset Akuntansi
Hafez, H.M., and Halim, M. (2019). “The dan Keuangan Indonesia, Vol. 4,
efficiency of Islamic banks versus No 1, pp.13-25.
conventional banks: An empirical Rusydiana, Aam Slamet (2018a).
study of an emerging economy”. “Efisiensi dan Stabilitas Bank
Banks and Bank Systems, Vol.14, Umum Syariah di Indonesia”,
No.2, pp. 50-62. Akuntabilitas, Vol.11, No.2,
Islamic Banker Association. (2017). pp.203-222.
Global Islamic Finance Report Rusydiana, Aam Slamet (2018b). “Indeks
2017. Malmquist untuk Pengukuran
Nurfalah, I., Rusydiana, A.S., Laila, N., Efisiensi dan Produktivitas Bank
and Cahyono, E.F. (2018), “Early Syariah di Indonesia”, Jurnal
warning to banking crises in the Ekonomi dan PembangunanVol.
dual financial system in 26, No. 1, pp.47-58.
Indonesia: The markov switching Rusydiana, Aam Slamet & Marlina, Lina.
approach”, JKAU: Islamic (2019). “Financial and social
efficiency onIndonesian Islamic
Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31
Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
53
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 January 2020 Page. 41-54
Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-8399

Banks: A non-parametric Management, Vol.6, No.2,


approach”, Journal of Islamic pp.192-202.
Monetary Economics and Shahreki, Javad, Nazar Dahmardeh and
Finance, Vol. 5, No. 3, pp.579- Mohammad Ali Ghasemi. (2012).
602. “Efficiency Evaluation Bank
Rusydiana, Aam Slamet & Sanrego, Sepah Branches in Sistan and
Yulizar D. (2018). “Measuring Baluchestan Province Using Data
the Performance of Islamic Envelopment Analysis”.
Banking in Indonesia: An Interdisciplinary Journal of
Application of Maslahah Contemporary Research in
Efficiency Quadrant (MEQ)”, Business Vol. 4 No. 2, June 2012.
Journal of Islamic Monetary Siswadi, Erwinta., R. Nugroho Purwantoro
Economics and Finance, Vol. 3
(2005), “Paradigma baru
Special Issue, pp.103-130. pengukuran efisiensi kinerja
Rusydiana, Aam Slamet & Firmansyah, relatif berbasis pendekatan
Irman. (2017). “Efficiency versus matematik”, Manajemen
Maqasid Sharia Index: An Usahawan No. 06 TH XXXIV
Application on Indonesia Islamic Juni 2005.
Bank”. Shirkah Journal of Tsolas, Ioannis E. and Dimitris I. Giokas.
Economics and Business, Vol 2 (2012). “Bank branch efficiency
No 2, pp. 139-166. evaluation by means of least
Rusydiana, Aam S, and Taufik Nugroho, absolute deviations and DEA”.
(2017). “Measuring efficiency of Managerial FinanceVol 38 No. 8.
life insurance institution in
Yotopolous, P. A., and L. J. Lau (1973) A
Indonesia: Data envelopment Test for Relative Economic
analysis approach”. Global Efficiency: Some Further Results.
Review of Islamic Economics and American Economic Review 63:1,
Business, Vol. 5 No. 1, pp.12-24. 214–223.
Rusydiana, Aam S., Hasna Maliha and Yulita, I., and Rizal, S. (2016), “Islamic
Salman Al Parisi, (2016). banking efficiency: Comparative
“Efficiency measurement of zakat studies between Malaysia and
institution program: Case study Indonesia”, Signifikan: Jurnal
dompet dhuafa Indonesia”. Ilmu Ekonomi, Vol. 5(1), pp.31-
International Journal of Islamic 50.
Business Ethics, Vol. 1, No. 1, Zimkova, E. (2014), “Technical efficiency
pp.28-43. and super-efficiency of the
Sarifudin, M., and Faturohman, T. (2017), banking sector in Slovakia”,
“Spin-off efficiency analysis of Procedia Economics and
Indonesian Islamic banks”, Finance, Vol. 12, pp.780-787.
Journal of Business and

Received: 2019-10-14 | Reviced: 2020-01-21 | Accepted: 2020-01-31


Indexed :Sinta, DOAJ, Garuda, Crossref, Google Scholar | DOI: https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5251
54