Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : MA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo


Mata Pelajaran : FIQIH
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2021-2022
Topik : Hudud dan Hikmahnya
Materi Pokok : Ketentuan Islam Tentang Zina dan Qadaf beserta Hikmahnya
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 x Pertemuan)

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


1.3 Menghayati ketentuan Islam Islam 1.3.1 Meyakini syariat Islam tentang Hudud
tentang Hudud khususnya Zina khususnya hukuman zina dan qadaf
dan Qadaf
2.3 Menunjukkan sikap adil dan 2.3.1 Menunjukkan sikap adil dan tanggungjawab
tanggungjawab dalam penerapan dalam penerapan materi Hukuman Zina dan
materi Hukuman Zina dan qadaf qadaf
3.3 Menjelaskan ketentuan Allah  Menjelaskan maksud dari jinayat pada poko
tentang Hukuman Zina dan pembahasan Hukuman Zina dan qadaf
qadaf  Menyebutkan macam-macam Zina dan
hukumannya
 Menjelaskan syarat gururnya had qadaf
 Menganalisis hikmah dari adanya ketentuan
hukuman zina dan qadaf
4.3 Menunjukkan contoh pelanggaran 4.4.1 Menyampaikan/mempresentasikan hasil
yang terkena ketentuan Hukuman diskusi tentang hikmah dari adanya
Zina dan qadaf Hukuman Zina dan qadaf
C. Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran melalui Pendekatan Saintifik dengan


Model Pembelajaran Problem Based Learning tentang hukuman zina dan qadaf, diharapkan
peserta didik mampu :

3.2.1Mendeskripsikan pengertian zina dan qadaf secara bahasa dan istilah dengan benar.
3.2.2menjelaskan dasar hukum zina dan qadaf melalui kegiatan membaca dengan tepat.
3.2.3Mampu menganalisis macam-macam zina melalui kegiatan membaca dengan tepat.
3.2.4Mampu menganalisis hikmah hukuman zina dan qadaf melalui kegiatan membaca
dengan baik.
4.2.1 Menyampaikan/mempresentasikan hasil diskusi tentang zina dan qadaf

D. Materi Pembelajaran

1. Materi Pendalaman karakter (Terlampir)


Religius, jujur, tanggung jawab, adil, peduli, disiplin dan kerja sama

2. Materi Pembelajaran Reguler (Terlampir)


a. Pengertian Zina (Konseptual)
b. Hukum dan dalil Zina (Konseptual dan Faktual)
c. Macam-macam Zina (Faktual)
d. Hikmah dilarangnya Zina (Metakognitif)
e. Pengertian Qadaf (Konseptual)
f. Hukum dan dalil Qadaf (Konseptual dan Faktual)
g. Syarat Gugurnya Had Qadaf (Faktual dan Prosedural)
h. Hikmah had Qadaf (Metakognitif)

3. Materi Pembelajaran Pengayaan (Terlampir)


Guru memberikan tugas tambahan kepada siswa yang sudah menguasai materi untuk
menghafalkan dalil larangan zina dan qadaf dan melaporakan hasil hafalanya pada saat
jam pembelajaran maupun diluar jam pembelajaran.

4. Materi Pembelajaran Remedial (Terlampir)


Guru memberikan tugas kepada siswa yang belum menguasai materi zina dan qadaf
untuk mengerjakan soal tentang pengertian zina dan qadaf, hukum dan dalil, macam zina
dan qadaf (Konseptual dan Faktual),

E. Metode Pembelajaran

1) Pendekatan : Pendekatan Scientific (5M)


2) Model : problem Basic Learing
3) Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Mind Maping

F. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan Orientasi
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa 10 menit
untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam
mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan Hudud khususnya zina dan qadaf
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan
pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari
pelajaran yang akan dipelajari.
 Apabila materi tema// projek ini dipelajari dengan baik
dan sungguh-sungguh dikuasai dengan baik, maka peserta
didik diharapkan dapat menjelaskan tentang ketentuan zina
dan qadaf
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang
berlangsung
 Mengajukan pertanyaan sekilas materi zina dan qadaf.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada
pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi
dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang
berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar
sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

Berfikir Kritis dan Komunikatif

Inti Kegiatan Inti 60 menit


Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk
memusatkan perhatian pada topik:
a. Pengertian Zina (Konseptual)
b. Hukum dan dalil Zina (Konseptual dan Faktual)
c. Macam-macam Zina (Faktual)
d. Hikmah dilarangnya Zina (Metakognitif)
e. Pengertian Qadaf (Konseptual)
f. Hukum dan dalil Qadaf (Konseptual dan Faktual)
g. Syarat Gugurnya Had Qadaf (Faktual dan Prosedural)
h. Hikmah had Qadaf (Metakognitif)
Dengan cara :
Mengamati
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
 Guru menampilkan gambar mind maping melalui media
LCD proyektor.

 Peserta didik menyimak penjelasan pengantar kegiatan


secara garis besar/global tentang materi pelajaran
mengenai zina dan qadaf.

Literasi, Berfikir Kritis dan Komunikatif

Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk


mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan gambar yang disajikan. Peserta didik
melakukan kegiatan:
Menanya
 Melalui stimulus guru, peserta didik mengajukan
pertanyaan berkaitan dengan persoalan yang tidak
dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan
yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas,
rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk
membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas
dan belajar sepanjang hayat.

 Guru memberikan umpan balik dengan memberikan


pertanyaan diantaranya :
1. Kegiatan apa yang ditampilkan dalam gambar?
2. Apa yang menyebabkan seseorang zina dan qadaf?
3. Apa Hikmah adanya hukuman zina dan qadaf?

Literasi, Berfikir Kritis dan Komunikatif

Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk


menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:

Mengeksplorasi
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
 Guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok dan
mengkondisikan siswa agar duduk secara berkelompok.
 Guru memberikan tema kepada masing-masing kelompok
untuk didiskusikan.
- Kelompok 1 : pengertian, dalil dan hukum zina dan
qadaf.
- Kelompok 2 : macamnya – macam zina dan hukumannya
- Kelompok 3 : hikmah adanya hukuman zina dan qadaf
 Peserta didik berdiskusi dalam kelompok dan mencari
informasi terkait materi yang telah diberikan guru melalui
berbagai sumber yang relefan.

Literasi, Berfikir Kritis dan Komunikatif

Mengasosiasikan
 Peserta didik secara berkelompok menganalisa dan
merumuskan jawaban atas tema diskusi yang mereka
terima tentang zina dan qadaf.
 Peserta didik mengolah, menganalisa, merumuskan dan
menungkan hasil diskusinya pada LKPD.
 Peserta didik yang lebih pintar, memastikan setiap anggota
kelompok memahami materi zina dan qadaf sebagai
persiapan presentasi didepan kelas.

Literasi, Berfikir Kritis dan Komunikatif

Mengkomunikasikan
 Peserta didik menyampaikan hasil diskusi berupa
kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis,
atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur,
teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat dengan sopan.
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal
tentang zina dan qadaf
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik
lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
 Salah satu kelompok mempresentasikan zina dan qadaf
sebagai perwakilan.
 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :
Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang ketentuan
zina dan qadaf.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu

Catatan :
Literasi, Berfikir Kritis dan Komunikatif
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati
sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap:
disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh
menghadapi masalah, tanggungjawab, rasa ingin tahu,
peduli lingkungan.
Penutup Kegiatan Akhir 10 menit
Peserta didik
 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-
point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran
yang baru dilakukan.

 Mengagendakan projek yang harus dipelajari pada
pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung
diperiksa. Peserta didik yang selesai mengerjakan projek
dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,
untuk penilaian projek.
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki
kinerja dan kerjasama yang baik
 Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan
materi yang telah diajarkan
 Guru mengadakan evaluasi dengan memberi pertanyaan
tertulis kepada peserta didik.
 Guru menyampaikan materi selanjutnya kemudian bersama-
sama menutup pelajaran dengan do’a dan salam.

G. Alat dan Sumber Belajar


1) Media :
• Audio Visual
• Powerpoint
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

2) Alat :
 Alat Tulis
 Proyektor
 Laptop

3) Sumber Belajar :
 Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Fiqih MA Kelas XI, Kemenag RI, 2016
 Buku Pedoman Siswa Mata Pelajaran Fiqih MTs Kelas XI, Kemenag RI, 2016
 Al-Qur’an dan Terjemahan

H. Penilaian

1) Sikap Spiritual dan Sosial dilakukan dengan Teknik Observasi (Jurnal).

Teknik Bentuk Contoh Butir Waktu


Keterangan
Penilaian Instrumen Instrumen Pelaksanaan
Observasi Lembar Percaya Diri, Saat Penilaian untuk
Observasi Kerja sama, pembelajaran pencapaian
(Catatan Tanggung Jawab, berlangsung pembelajaran
Jurnal) Peduli (assessment for
and of learning)

2) Kompetensi Kognitif (pengetahuan)


Teknik : Tes tertulis
Instrumen : terlampir
Rubrik : terlampir
1) Pilihan ganda

3) Kompetensi Keterampilan (praktik/unjuk kerja)


Teknik : Kinerja dan proyek
Instrumen : terlampir
Rubrik : terlampir
Penilaian presentasi hukum zina dan qadaf

I. Remedial
Berdasarkan hasil analisis ulangan harian, peserta didik yang belum mencapai ketuntasan
belajar diberi kegiatan pembelajaran remedial dalam bentuk :
1) Bimbingan perorangan jika peserta didik yang belum tuntas kurang dari sam dengan
20%
2) Belajar kelompok jika peserta didik yang belum tuntas antara 20% dan 50 %
3) Pembelajaran ulang jika peserta didik belum tuntas lebih dari sama dengan 50 %

J. Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar
diberi kegiatan pengayaan, dalam bentuk mempelajari hukuaman zina dan qadaf dari
berbagai sumber.
Wonosobo, 2 Agustus2021
Mengetahui,
Kepala Madrasah, Guru Mapel Fiqih

Nofiyadi, M.Pd.I Mohammad Zuhurul Fuad, S.Sy


Lampiran 1 (Materi Pembelajaran)

A. MATERI PENDALAMAN KARAKTER


Dengan memahami ajaran Islam mengenai Perekonomian dalam Islam maka seharusnya kita
memiliki
sikap sebagai berikut :
1. Membiasakan berperilaku jujur dalam setiap berbelanja atau makan di warung
2. Bertanggung jawab atas amanah sesuai hasil kesepakatan dalam setiap kerjasama
3. Bersungguh-sungguh menjalankan tugas yang telah menjadi kesepakatan
4. Mengembangkan penalaran tentang keadilan
5. Memotivasi untuk menjadi orang yang adil dan peduli terhadap masyarakat

B. MATERI REGULER

A. HUKUM ISLAM TENTANG ZINA DAN QADZAF BESERTA


HIKMAHNYA

1. Pengertian dan Hukum Zina


Para ulama mengartikan zina dengan susunan kalimat yang berbeda-beda namun
isinya sama yaitu :

‫ال ع َِن ال َّش ْبهَ ِة ُم ْشتَ ِه ٍّي‬ ٍ ْ‫اِ ْيالَ ُج ال َّذ َك ِر بِفَر‬
ٍ َ‫ج ُم َحر ٍَّم بِ َع ْينِ ِه خ‬
“Zina ialah memasukkan alat kamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan (alam
persetubuhan) yang haram menurut zat perbuatannya bukan karena subhat dan
perempuan itu mendatangkan syahwat”.

Ada yang berpendapat bahwa zina adalah setiap persetubuhan yang terjadi bukan
karena pernikahan yang syah, bukan karena syubhat, dan bukan pula karena kepemilikan
(budak).
Secara garis besar, pengertian ini sudah disepakati oleh para ulama Islam, meski
mereka masih berselisih pendapat tentang mana yang dikatakan syubhat yang
menghindarkan hukuman hadd dan mana yang pula yang tidak menghindarkan
hukuman tersebut. Dasar hukum larangan zina adalah firman Allah SWT :

‫ُوا ٱل ِّزن ٰۖ َٓى إِنَّهۥُ َكانَ ٰفَ ِح َش ٗة َو َسٓا َء َسبِياٗل‬


ْ ‫َواَل ت َۡق َرب‬
32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang
keji. Dan suatu jalan yang buruk.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang
keji dan suatu perbuatan yang buruk”. (QS. Al Isra (17) : 32)

Rasulullah SAW. bersabda :

ُ ‫ك قُ ْل‬
‫ اَ ْن‬: ‫ت ثُ َّم اَىُّ ؟ قَا َل‬ َ َ‫اَ ْن تَجْ َع َل هّلِل ِ نِ ًّدا َوهُ َو خَ لَق‬:‫ال‬
َ َ‫ب اَ ْعظَ ُم ؟ ق‬ َّ ُّ‫ت يَا ُرسُوْ ُل هللاِ اَى‬
ِ ‫الذ ْن‬ ُ ‫قُ ْل‬
‫ اَ ْن تُزَانِى خَ لِ ْيلَةَ َجا ِركَ(رواه“ البخارى‬: ‫ت ثُ َّم اَىُّ ؟ قَا َل‬ ُ ‫ك خَ ْشيَةَ اَ ْن يَأْ ُك َل َم َعكَ قُ ْل‬
َ ‫تَ ْقتُ َل َولَ َد‬
) ‫ومسلم‬
“Saya (Abdullah bin Mas’ud )bertanya : “ Ya Rasulullah, dosa apa yang paling besar?”
Nabi SAW. menjawab : “ Engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia yang
menciptakan kamu. “Saya bertanya lagi : “ Kemudian (dosa) apa (lagi)?”Engkau
membunuh anakmu karena takut miskin. “Saya bertanya lagi:“Kemudian apa?”Beliau
menjawab:“Engkau berzina dengan istri tetanggamu (H.R. Bukhari Muslim dari
Abdullah Ibnu Mas’ud)

2. Dasar Penetapan Hukum Zina

Seseorang dikatakan berzina harus diteliti dengan sangat hati-hati jangan sampai
keliru dalam menentukan hukumannya. Sebab jika keliru akan merugikan orang alain,
karena hukuman zina adalah sangat berat bagi para pelakunya. Adapun dasar penetapan
perbuatan zina sebagai berikut :
a. Adanya kesaksian empat orang, laki-laki, baligh, berakal, dan adil. Sebagaimana
Firman Allah :

‫وا فَأَمۡ ِس“ ُكوهُ َّن فِي‬ ْ ‫ٱست َۡش ِه ُد‬


ْ ‫وا َعلَ ۡي ِه َّن أَ ۡربَ َع ٗة ِّمن ُكمۡ ۖ فَ“إِن َش“ ِه ُد‬ ۡ َ‫َو ٰٱلَّتِي يَ ۡأتِينَ ۡٱل ٰفَ ِح َشةَ ِمن نِّ َسٓائِ ُكمۡ ف‬
ُ ‫ت َحتَّ ٰى يَت ََوفَّ ٰىه َُّن ۡٱل َم ۡو‬
‫ت أَ ۡو يَ ۡج َع َل ٱهَّلل ُ لَه َُّن َسبِياٗل‬ ِ ‫ۡٱلبُيُو‬
Artinya : “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji [275],
hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian
apabila mereka Telah memberi persaksian, Maka kurunglah mereka (wanita-wanita
itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan
lain kepadanya. (Q.S. An-Nisa (4) : 15).

[275] perbuatan keji: menurut Jumhur Mufassirin yang dimaksud perbuatan keji ialah perbuatan zina, sedang
menurut pendapat yang lain ialah segala perbuatan mesum seperti : zina, homo sek dan yang sejenisnya. menurut
pendapat muslim dan Mujahid yang dimaksud dengan perbuatan keji ialah musahaqah (homosek antara wanita
dengan wanita).

Keempat saksi memberikan kesaksian yang sama baik tempat, pelaku, waktu dan
cara melakukannya. Apabila syarat-syarat itu tidak terpenuhi, maka belum bisa
dikatakan berbuat zina.

b. Pengakuan pelaku yang sudah baligh dan berakal.


c. Qorinah atau tanda-tanda atau indikasi.
d. Qorinah yang dapat dianggap sebagai barang bukti perzinaan yang sah adalah
jelasnya kehamilan wanita yang tidak bersuami. (bukan syubhat, bukan perkosaan)

3. Macam-Macam Zina dan Jenis Hukumannya.

Para pezina yang berbeda-beda hukumannya sesuai dengan perbedaan


penggolongan mereka. Pelaku zina bisa dilakukan oleh orang yang merdeka dan hamba,
yang sudah berumah tangga, baik yang masih berstatus suami istri bahkan duda atau
janda. Bisa juga dilakukan oleh para remaja. Sedangkan hadnya dalam syari’at islam ada
tiga macam :
a. Rajam yaitu jenis hukuman dengan cara dilempari batu
sampai mati.
b. Dera yaitu jenis hukuman dengan cara dicampuk atau dipukul
Ketahuilah 100 kali atau 50 kali.
c. Taghrib : yaitu jenis macam hukuman dengan cara
pengasingan atau dipenjara.

Adapun macam-macam pelaku zina ada dua macam :


a. Zina mukhson ‫ن‬ٌ‫ص‬َ ْ‫ِزنا َ ُمح‬
Zina mukhshon yaitu zina yang dilakukan orang yang pernah terikat tali ikatan
perkawinan, artinya yang dilakukan baik suami, isteri duda atau janda.
Hukuman (had) bagi pelaku zina mukhshon, yaitu dirajam atau dilempari batu sampai
ia mati. Sebagaimana sabda Nabi :

ْ‫صلَّى هللا َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم َر َج َم ما َ ِع َّزا َو َر َج َم ا ْم َرأَةً ِم ْن ُجهَ ْينَةَ َو َر َج َم يَهُو‬


َ ِ‫اَ َّن َرسُوْ َل هللا‬
) ‫ِديَّي ِْن َوا ْم َرأَة َ ِم ْن عَا ِم ٍر ِمنَ ْاألَ ْز ِد (اجر جه مسلم واترمذي‬
“ Sesungguhnya Rasulullah saw. merajam seseorang yang bernama Ma’iz dan
merajam seorang perempuan dari kabilah Juhainah serta merajam pula dua orang
Yahudi dan seorang perempuan dari kabilah Amir dari suku Azd ( H.R. Muslim dan
Tirmidzi )
b. Zina ghairu mukhshon ‫ن‬ٌ‫ص‬َ ْ‫ِزنَا َغ ْي ُر ُمح‬
Zina ghairu mukhson yaitu zina yang dilakukan orang yang belum pernah
menikah.Had (hukuman) bagi pelaku zina ghairu Mukhson di jilid atau di cambuk
sebanyak 100 kali dan dibuang ke daerah lain selama 1 tahun. Hal ini berdasarkan
firman Allah:
ِ ‫“ة فِي ِدي ِن ٱهَّلل‬ٞ “َ‫وا ُك َّل ٰ َو ِح ٖد ِّم ۡنهُ َما ِماْئَةَ َج ۡلد ٖ َۖة َواَل ت َۡأ ُخ“ ۡ“ذ ُكم بِ ِه َم““ا َر ۡأف‬
ْ ‫ٱجلِ ُد‬ۡ َ‫ٱل َّزانِيَةُ َوٱل َّزانِي ف‬
َ‫ة ِّمنَ ۡٱل ُم ۡؤ ِمنِين‬ٞ َ‫إِن ُكنتُمۡ تُ ۡؤ ِمنُونَ بِٱهَّلل ِ َو ۡٱليَ ۡو ِم ٱأۡل ٓ ِخ ۖ ِر َو ۡليَ ۡشهَ ۡد َع َذابَهُ َما طَٓائِف‬
2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari
keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu
untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan
hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang
beriman. ( Q.S. an-Nur (24) : 2 )

Rasulullah SAW bersabda :

‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم يَأْ ُم ُر فِ ْي َم ْن‬ ُ ‫ض َي هللاُ َع ْنهُ قَا َل َس ِمع‬
َّ ِ‫ْت النَّب‬
َ ‫ى‬ ِ ‫ع َْن َز ْي ِدب ِْن خَ ا لِ ٍد َر‬
) ‫ْب عَا ٍم ( رواه البخا رى‬ َ ‫ْري‬ِ ‫ص ْن َج ْل َد ِمائَ ٍة َوتَع‬
َ ْ‫زَ نَى َولَ ْم يُح‬
“ Zaid bin Kholid ra. Berkata : “ Saya telah mendengar Rasulullah SAW.
memerintahkan supaya orang yang zina ghoiru mukhsan didera seratus kali dan
dibuang satu tahun “ ( H.R. Bukhori )

Di samping dua macam pelaku zina di atas masih ada pelaku zina yang dilakukan
oleh seorang hamba atau budak. Sedangkan hadnya adalah separuh orang merdeka yaitu
dipukul 50 kali dan diasingkan selama setengan tahun.
Para ulama berbeda pendapat mengenai pengasingan di samping hukuman dera.
Menurut Abu Hanifah dan pengikutnya , sama sekali tidak ada pengasingan. Menurut
Syafi’I, setiap pezina harus dikenakan pengasingan di samping hukuman dera. Yakni
bagi laki-laki atau perempuan , merdeka maupun hamba. Sedangkan menurut Malik,
pengasingan hanya dikenakan kepada pezina laki-laki dan tidak dikenakan kepada
pezina perempuan. Malik juga berpendapat tidak ada pengasingan bagi hamba.

4. Hikmah Dilarangnya Zina

Perzinaan menjadi penyebab kerusakan dan sumber kejahatan dan termasuk dosa besar.
Dengan dilarangnya perbuatan ini terdapat hikmah di dalamnya.
a. Membuat jera bagi pelaku dengan dilaksanakan hukuman secara terbuka dan
demonstratif.
b. Agar laki-laki dan perempuan terhindar dari penyakit kotor ( HIV)
c. Mengangkat harkat dan martabat manusia baik dihadapan sesama manusia
maupun Allah SWT.
d. Memperjelas nasab (keturunan) karena kelahiran anak jelas diketahui identitas
ayahnya.
e. Memelihara ketertiban dan ketentraman dalam berumah tangga.

5. Pengertian dan Hukum Qadzaf

Qadzaf (‫ )قذف‬secara bahasa artinya melempar/melontar. Sedangkan menurut


istilah qadzaf adalah menuduh orang baik-baik berbuat zina dengan tuduhan secara
terang-terangan. Menuduh dalam arti melemparkan sangkaan kepada seseorang tanpa
dikuatkan bukti-bukti yang nyata.Menuduh orang lain berbuat zina tanpa dasar yang kuat
termasuk sebuah kejahatan dan hukumnya haram. Firman Allah SWT :

ْ “ُ‫ٱجلِ“ ُدوهُمۡ ثَ ٰ َمنِينَ َج ۡل“ د َٗة َواَل ت َۡقبَل‬


ۡ‫“وا لَهُم‬ ْ ُ‫ت ثُ َّم لَمۡ يَ ۡأت‬
ۡ َ‫وا بِأ َ ۡربَ َع ِة ُش“هَدَٓا َء ف‬ ِ َ‫ص ٰن‬
َ ‫َوٱلَّ ِذينَ يَ ۡر ُمونَ ۡٱل ُم ۡح‬
ٓ
‫يم‬ٞ ‫َّح‬
ِ ‫ور ر‬ ْ ‫صلَح‬
ٞ ُ‫ُوا فَإ ِ َّن ٱهَّلل َ َغف‬ ۡ َ‫ك َوأ‬َ ِ‫ُوا ِم ۢن بَ ۡع ِد ٰ َذل‬
ْ ‫ك هُ ُم ۡٱل ٰفَ ِسقُونَ إِاَّل ٱلَّ ِذينَ تَاب‬ َ ِ‫َش ٰهَ َدةً أَبَ ٗد ۚا َوأُوْ ٰلَئ‬
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik[1029] (berbuat zina)
dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang
menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka
buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik.Kecuali orang-orang
yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), Maka Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S an-Nur (24) : 4-5 )

[1029] yang dimaksud wanita-wanita yang baik disini adalah wanita-wanita yang suci,
akil balig dan muslimah.

6. Had Qadzaf

Para Fuqaha sepakat bahwa hukuman bagi orang yang menuduh orang lain berbuat
zina namun tidak mampu mendatangkan empat orang saksi adalah :
a. Didera (dijilid) delapan puluh kali bagi qadzif yang merdeka. Sebagaimana firman
Allah :
ْ “ُ‫ٱجلِ “ ُدوهُمۡ ثَ ٰ َمنِينَ َج ۡل“ د َٗة َواَل ت َۡقبَل‬
‫“وا‬ ْ ُ‫ت ثُ َّم لَمۡ يَ ۡأت‬
ۡ َ‫وا بِأ َ ۡربَ َع ِة ُش “هَدَٓا َء ف‬ ِ َ‫ص ٰن‬
َ ‫َوٱلَّ ِذينَ يَ ۡر ُمونَ ۡٱل ُم ۡح‬
ٓ
َ‫ك هُ ُم ۡٱل ٰفَ ِسقُون‬َ ِ‫لَهُمۡ َش ٰهَ َدةً أَبَ ٗد ۚا َوأُوْ ٰلَئ‬
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan
mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang
menuduh) 80 kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka selama-
lamanya. Dan mereka itulah orang-orang fasiq”.(QS. An-Nur : 4)

b. Didera atau dijilid empat puluh kali, bila penuduhnya hamba sahaya.
Orang yang menuduh seseorang berbuat zina dapat dikenakan hukuman dera/jilid
seperti di atas, bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1) Qadzif (yang menuduh zina) dengan syarat baligh, berakal dan tidak dipaksa.
2) Maqdzuf (yang dituduh zina) dengan syarat : baligh, berakal, islam, merdeka dan
kehormatannya terpelihara.
3) Maqdzuf bih (sesuatu yang digunakan menuduh zina) dengan syarat pernyataan
tuduhan zina baik lisan ataupun tulisan.
7. Syarat-syarat Gugurnya Had Qadzaf

Seorang yang menuduh orang lain berbuat zina dapat bebas dari had (hukuman)
qadzaf apabila terjadi salah satu dari keadaan di bawah ini :
a. Penuduh dapat mengemukakan empat orang saksi, bahwa tertuduh benar-benar
berbuat zina. Syarat saksinya adalah laki-laki, adil, memberikan kesaksian yang sama
tentang tempat berzina, waktu dan cara melakukannya. Dasar hukumnya adalah
Qur’an Surat An Nur : 4).
b. Dengan Li’an ( ‫ ) لعان‬jika suami menuduh isteri berzina tanpa mengemukakan
empat orang saksi.
c. Li’an adalah sumpah suami yang menuduh isterinya berzina. Sumpah tersebut
diucapkan empat kali diantara lain ucapannya ”Demi Allah istri saya telah berzina
dengan si Fulan lalu pada ucapan sumpah yang kelima ditambah dengan kalimat ;
“Saya bersedia dikutuk Allah bila saya berdusta”.
ِ ۢ ‫َوٱلَّ ِذينَ يَ ۡر ُمونَ أَ ۡز ٰ َو َجهُمۡ َولَمۡ يَ ُكن لَّهُمۡ ُشهَدَٓا ُء إِٓاَّل أَنفُ ُسهُمۡ فَ َش ٰهَ َدةُ أَ َح ِد ِهمۡ أَ ۡربَ ُع َش““ ٰهَ ٰ َد‬
ِ ‫ت بِٱهَّلل‬
َّ ٰ ‫إِنَّهۥُ لَ ِمنَ ٱل‬
َ‫ص ِدقِينَ َو ۡٱل ٰ َخ ِم َسةُ أَ َّن لَ ۡعنَتَ ٱهَّلل ِ َعلَ ۡي ِه إِن َكانَ ِمنَ ۡٱل ٰ َك ِذبِين‬
“Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada
mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, Maka persaksian orang itu ialah
empat kali bersumpah dengan nama Allah, Sesungguhnya dia adalah termasuk
orang-orang yang benar.Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya,
jika dia termasuk orang-orang yang berdusta (Q.S. an-Nur (24) : 6-7)

d. Orang yang dituduh memaafkan orang yang menuduh.


e. Bila yang dituduh membenarkan tuduhan penuduh (pengakuan si pelaku).

8. Hikmah Qadzaf

Dengan ditetapkan had qadzaf ternyata mengandung beberapa hikmah sebagai berikut :
a. Orang lebih berhati-hati berbicara apalagi melemparkan tuduhan berzina
sebelum ada bukti tertentu.
b. Terpelihara keharmonisan dan pergaulan diantara sesama manusia, karena
tidak ada permusuhan diantaranya.
c. Pembohong merasa jera dan menyadari perbuatan yang tidak terpuji

LAMPIRAN 2 (PENILAIAN)

1. Kompetensi : Spiritual (individ)


Teknik Penilaian : Observasi
Berilah tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia !
Nama siswa : ...................................... Kelas : .........................
No Perbuatan Benar Salah Solusi
Peserta didik yakin akan adanya manfaat dan hikmah
1.
pelarangan zina dan qadaf.
2. Peserta didik memiliki kesadaran berbuat adil

3. Peserta didik menyadari dilarang untuk berbuat aniaya


Peserta didik meyakini bahwa Allah memberikan hukum
4.
secara adil
Peserta didik meyakini bahwa berbuat aniaya akan
5.
dihukum langsung oleh Allah

Pedoman Penskoran
Skor Positif Benar : skor 2 Skor Negatif Salah : skor 2
Salah : skor 0 Benar : skor 0

Nilai = Jumlah Nilai Skor yang diperoleh X 100


Jumlah Skor Maksimal

2. Kompetensi : Sikap sosial


Teknik Penilaian : Observasi
Berilah tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia !
Nama siswa : ...................................... Kelas : .........................
No Perbuatan Benar Tidak Solusi
1. Peserta didik meyakini bahwa zina dan qadaf
dilarang oleh agama islam
2. Peserta didik meyakini bahwa zina dan qadaf
berdampak buruk bagi pribadi dan lingkungan
3. Peserta didik meyakini bahwa dengan adanya
hukuman bagi zina dan qadaf untuk menjaga
ketertiban dan kebaikan masyarakat
4. Peserta didik meyakini bahwa dengan adanya
hukuman akan meminimalisir perbuatan zina
5. Peserta didik meyakini bahwa kejahatan pasti
diketahui dan akan dibalas Allah

Pedoman Penskoran
Skor Positif Benar : skor 2 Skor Negatif Salah : skor 2
Salah : skor 0 Benar : skor 0

Nilai = Jumlah Nilai Skor yang diperoleh X 100


Jumlah Skor Maksimal

Daftar penilaian sikap individu dan sosial


Sikap Sikap
No Nama Siswa L/P Jml Skor
Individu Sosial
1.
2.
3.
4.
5.
6. Dst
Penilaian Sikap Selama Proses Pembelajaran
Skor
SIKAP Rata-
N
Nama Peserta Didik rata
o
Tanggun Kerja Santu Percay Disipli
Jujur Pedul
g Jawab Sama n a Diri n
1.
2.
3.
4.
5. Dst

Pedoman penskoran : skor 3Kurang : skor


:Sangat baik : skor 5Baik 2Sangat kurang : skor
: skor 4Cukup
1
Jumlah skor
Nilai Akhir : X 100 = .....
Skor maksimal

3. Kompetensi : Pengetahuan
1) Teknik Penilaian : Tes Tertulis
2) Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
3) Kisi-kisi soal :
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni
budaya terkait fenomena atau kejadian yang tampak mata.
KD 3.4 : menganalisis syarat, macam, dan hikmah larangan zina dan qadaf

4) Indikator soal pilihan ganda:


Ting No
Materi Indikator Soal
kat Soal
Hudud 1. Disajikan ayat tentang zina dan anak mampu menyebutkan
SD 1
kaitan ayat tersebut (C3)
2. Disajikan syarat qadaf, peserta didik mampu menyebutkan
MD 2
syaratnya (C 2)
3. Disajikan uraian terkait zina, peserta didik mampu
SK 3
menganalisis hukuman zina. (C4)
4. Disajikan uraian terkait had zina, peserta didik mampu
SD 4
menganalisis hukuman zina. (C4)

5) Soal Tes Tertulis :


Pilihlah jawaban a, b,c, atau d yang menururmu paling benar!

1. ً‫َوالَ تَ ْق َربُوْ ا ال ِّزنَا إِنَّهُ َكانَ فَا ِح َشةً َو َسا َء َسبِيال‬


Ayat tersebut di atas merupakan dasar hokum diharamkannya zina, sebab zina adalah
….
a. zina adalah jalan yang buruk d. Zina merupakan perselingkuhan
b. tuduhan media massa e. Menuduh zina haram hukumnya
c. pengakuan pelakau
2. Di antara syarat had qadzaf dapat dijatuhkan kepada pelaku …
a. si penuduh orang merdeka
b. tuduhan itu terbukti
c. si penuduh laki-laki
d. si tertuduh adalah mukhshan
e. si penuduh bukan kerabat tertuduh

3. Dijatuhkan had bagi pelakunya apabial memenuhi syarat-ayarat dibawah ini kecuali...
a. Pelalunya adalah seorang muslim
b. Pelakunya adalah seorang non muslim
c. Pelakunya adalah baliq dan berakal
d. Pelakunya mengetahui zina diancam dengan had
e. Perbuatan zina tidak dipaksa
4. Dibawah bukan merupakan had dari perbuatan zina...
a. Dicambuk
b. Dijilid
c. Diasingkan
d. Diqishas
e. Dilempari batu hingga meninggal dunia

Kunci Jawaban Pilihan Ganda Pedoman Penskoran


1. A
2. A
3. B
4. B

Benar = 1 x 2 = 2
Salah = 1 x 0 = 0

Nilai = Skor Perolehan x 100


Skor maksimal
Daftar Nilai Pengetahuan
Sikap Sikap Jml
No Nama Siswa L/P
Individu Sosial Skor
1.
2.

4. Kompetensi : Keterampilan
1. Teknik Penilaian : Portofolio
2. Bentuk Instrumen : Unjuk Kerja
3. Kisi-kisi :
KI 4 : Mencoba, mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain menurut sudut
pandang/teori yang kuat.
KD 4.4 : mencontohkan adanya hukman zina dan qadaf dan Mempresentasikan hasil
diskusi tentang zina dan qadaf

4. Indikator Soal :
Peserta didik mampu mempresentasikan hukum zina dan qadaf
5. Soal Penilaian Keterampilan :
1. Mempresentasikan hasil diskusi zina dan qadaf didepan kelas !

RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA

Aspek yang Dinilai


Kesesuaian Keseriusan Jumlah
No Nama kelompok Kesesuaian
dengan syarat melaksanakan Skor
dengan tema
dan rukun kegiatan
1
2
3
Dst

Nomo
Kriteria Skor
r
1 Kesesuaian dengan tema
A Sangat sesuai dengan tema 4
B Sesuai dengan tema 3
C Cukup sesuai dengan tema 2
Nomo
Kriteria Skor
r
1 Kesesuaian dengan tema
D Kurang sesuai dengan tema 1
2 Kesesuaian dengan syarat dan rukun
A Sangat sesuai dengan rukun 4
B Sesuai dengan rukun 3
C Cukup sesuai dengan rukun 2
D Kurang sesuai dengan rukun 1
3 Keseriusan melaksanakan kegiatan
A Sangat serius dalam mengikuti kegiatan 4
B serius dalam mengikuti kegiatan 3
C Cukup serius dalam mengikuti kegiatan 2
D Kurang serius dalam mengikuti kegiatan 1

Perhitungan nilai akhir kompetensi ketrampilan, sebagai berikut:


Perolehan skor
Nilai Akhir = x4
Total Skor Maksimal