Anda di halaman 1dari 11

Nama : Rosalia Madani Putri

NIM : 180202082

Politik Hukum

“RESUME HUBUNGAN NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI”

A. Teori Negara Hukum


1. Pengertian Negara Hukum

Istilah negara hukum pada umumnya dianggap dari terhemahan yang tepat
dari dua istilah yaitu; rechstaat dan the role of law. Tetapi rechstaat dan the role of
law mempunyai latar belakang dan pelembagaan yang berbeda. Rechstaat banyak
dianut oleh negara Eropa Kontinental yang bertumpu pada sistem civil law.
Sedangkan the role of law banyak dianut oleh eropa Anglo saxon yang bertumpu
pada sistem common law.

Demikian halnya bahwa kedaulatan rakyat adalah asasnya demokrasi dan


demokrasi adalah tumpuannya Negara hukum dimana tiap Negara hukum
mempunyai landasan tertib hukum dan menjadi dasar keabsahan bertindak. Setiap
Negara bersandar pada keyakinan bahwa kekuasaan Negara harus dijalankan atas
dasar hukum yang adil dan baik. Esensi pada suatu Negara hukum, pertama:
Hubungan antara yang memerintah dan diperintah tidak berdasarkan kekuasaan
melainkan berdasarkan suatu norma objektif, yang juga mengikat semua pihak
termasuk memerintah; kedua: norma objektif itu harus memenuhi syarat bahwa
tidak hanya secara formal, melainkan dapat dipertahankan berhadapan dengan ide
hukum. dalam ini nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Konsep Negara Hukum menurut Aristoteles (384-322 SM) adalah negara yang
beridiri di atas hukum yang menjamin keadilan kepada warga negaranya. Keadilan
merupakan syarat bagi tercapainya kebahagian hidup untuk warga negaranya, dan
sebagai dasar daripada keadilan itu perlu diajarkan rasa susila kepada setiap
manusia agar ia menjadi warga negara yang baik. Dan bagi Aristoteles yang
memerintah dalam negara bukanlah manusia sebenarnya, melainkan fikiran yang
adil, sedangkan penguasa sebenarnya hanya pemegang hukum dan keseimbangan
saja dan secara filosofis ditegaskan bahwa, cabang-cabang pengetahuan lainnya,
politik harus mempertimbangkan bukan hanya yang ideal, tetapi juga berbagai
masalah aktual, yaitu konstitusi terbaik yang mana yang dapat dipraktikkan dalam
keadaan tertentu: alat-alat apa yang terbaik untuk mempertahankan kosntitusi-
konstitusi aktual: yang mana konstitusi rata-rata yang terbaik untuk mayoritas kota:
apa perbedaan varietas tipe-tipe kosntitusi yang utama, dan khususnya demokrasi
dan oligarki. Politik juga harus mempertimbangkan nukan hanya konstitusi-
konstitusi, tetapi juga hukum-hukum, dan hubungan yang tepat antara hukum-
hukum dengan konstitusi-konstitusi. Pernyataan tersebut mengingatkan bahwa
Konstitusi sebagai norma yang mesti menjadi dasar pembentukan norma lainnya
dan tidak boleh ada norma yang melebihinya demikian pada bahwa semua norma
mesti dapat diuji dengan norma yang lebih tinggi.

Gagasan negara hukum tersebut masih bersifat samar-samar dan tenggelam


dalam waktu yang panjang, kemudian kembali muncul secara eksplisit pada abad
ke-19, yaitu dengan munculnya konsep rechtstaat dari Freidrich Julius Stahl, yang
diilhami pemikiran Immanuel Kant. Menurut Sthall 1Unsur-unsur negara hukum
(rechtstaat) adalah:

1. Perlindungan dan pengakuan terhadap hak asasi manusia.


2. Negara yang didasarkan pada teori trias potitica;
3. Pemerintahan diselenggarakan berdasarkan undang-undang (wetmating
bestuur); dan
4. Adanya peradilan administrasi negara yang bertugas menangani kasus
perbuatan melanggar hukum oleh pemerintah (onrechmatige
overheiddaad).

Lahirnya konsep negara hukum yang dikemukakan oleh F.J. Stahl adalah
konsep pemikiran negara hukum Eropa Kontinental atau yang dipraktekkan di
negara-negara Eropa Kontinental (civil Law). Adapun konsep pemikiran negara
hukum yang berkembang di negara-negara Anglo-Saxon yang dipelopori oleh A.V.

1
Aristoteles, Politik (diterjemahkan dari buku polities), Oxford University, New York, 1995, (Yogyakarta:
Bentang Budaya, 2004), hlm 161.
Decey (dari inggris) dengan prinsip rule of law. Konsep negara hukum tersebut
memenuhi 3 (tiga) unsur utama:

1. Supermasi aturan-aturan hukum (Supremacy of the law), yaitu tidak adanya


kekuasaan sewenang-wenang (Absence of arbitrary power), dalam arti
bahwa seseorang hanya boleh dihukum kalau melanggar hukum ;
2. Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukum (Equality before the law),
Dalil ini berlaku balk untuk orang biasa maupun untuk pejabat;
3. Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang (di Negara lain dengan
Undang-Undang Dasar) serta keputusan-keputusan pengadilan.

Unsur-unsur yang terdapat dalam kedua macam negara hukum tersebut di atas,
baik Rechtsstaat maupun Rule of Law, mempunyai persamaan dan perbedaan.
Persamaan pokok antara Rechtsstaat dengan Rule of Law adalah, adanya keinginan
untuk memberikan jaminan terhadap hak-hak asasi manusia. Keinginan
memberikan perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi itu, telah
diimpikan sejak berabad-abad lamanya dengan perjuangan dan pengorbanan yang
besar.

2. Negara Hukum Formal

Negara hukum formal yaitu negara hukum yang mendapatkan pengesahan


dari rakyat , segala tindakan penguasa memerlukan bentuk hukum tertentu, harus
berdasarkan undang-undang. Negara hukum formal in disebut pula dengan negara
hukum demokratis yang berlandaskan negara hukum.

Dengan pengaruh paham liberal dari Rousseau, F.J. Stahl menyusun negara
hukum formal dengan unsur-unsur utamanya sebagai berikut:

a. adanya jaminan terhadap hak-hak asasi.


b. Penyelenggaraan negara berdasarkan trias politika (pemisahan kekuasaan)
c. Pemerintahan didasarkan pada undang-undang.
d. Adanya peradilan administrasi.

Dari keempat unsur utama negara hukum formal tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa menurut Stahl negara hukum bertujuan untuk melindungi hak-
hak asasi warga negaranya dengan cara membatasi dan mengawasi gerak dan
langkah dan kekuasaan negara dengan undang-undang.

3. Negara Hukum Materiil

Negara hukum materiil sebenarnya merupakan perkembangan lebih lanjut


daripada negara hukum formal. Jadi apabila pada negara hukum formal tindakan
penguasa harus berdasarkan undang-undang atau harus berlaku asas legalitas,
maka dalam negara hukum materiil tindakan penguasa dalam hal ini mendesak demi
kepentingan warga negaranya dibenarkan menyimpang dari undang-undang atau
asa oportunitas. Tipe negara hukum ini sering disebut negara hukum dalam arti
yang luas atau disebut pula Negara hukum Modern.

Dari segi moral politik, menurut Franz Magnis Suseno, ada empat alasan
utama untuk menuntut agar negara diselenggarakan dan menjalankan tugasnya
berdasarkan hukum;

1) Kepastian hukum,
2) Tuntutan perlakuan yang sama,
3) Legitimasi demokratis,
4) Tuntutan akal budi

Kemudian dari ilmu politik, Magnis mengambil empat ciri negara hukum yang
secara etis dan relevan;

1) Kekuasaan dijalankan sesuai dengan hukum positif yang berlaku,


2) Kegiatan negara berada di bawah kontrol kekuasaan kehakiman yang
efektif
3) Berdasarkan sebuah undang-undang dasar yang menjamin hak asasi
manusia
4) Menurut pembagian kekuasaan
4. Negara Hukum Indonesia

Berdasarkan ketentuan Pasa 1 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia


Tahun 1945, “Negara Indonesia adalah negara hukum” dengan merujuk tujuan
negara yang tercantum dialinia keempat pembukaan UUD 1945 khususnya pada
redaksi, “Memajukan kesenjatraan umum” ada yang berpendapat bahwa Indonesia
menganut paham kesejahtaran (welfare state) , seperti Azhari dan Hamid S.
Attamimi, Azhari mengatakan bahwa negara yang ingin dibentuk (pada waktu itu
oleh bangsa Indonesia adalah “negara kesejatraan”.86 Pada bagian lain Azhary
mengatakan “kalau dibarat negar kesejatraan baru dikenal Tahun 1960, maka
bangsa Indonesia ini sudah merumuskan pada Tahun 1945 oleh Soepomo bapak
Konstitusi.

Eksistensi Indonesia sebagai negara hukum secara tegas disebutkan dalam


UUD 1945 (setelah amandemen) bahwa, Pasal 1 ayat (3); "Indonesia ialah hukum
(rechtsstaat)". Indikasi bahwa Indonesia menganut konsepsi welfare state terdapat
pada kewajiban pemerintah untuk mewujudkan tujuan-tujuan negara, sebagaimana
yang termuat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu;

1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,


2) Memajukan kesejahteraan umum,
3) Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
4) Melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan
sosial

Instrumen awal fundamental dan fital dalam mewujudkan tujuan tersebut


melalui pembangunan hukum. Kajian dari hasil penelitan tentang konsep Negara
hukum dan prinsip Negara hukum di beberapa Negara, maka93 tampak unsur-
unsur Negara hukum Indonesia menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, yaitu :

a) Pancasila dijadikan dasar hukum dan sumber hukum, Pancasila sebagai


kristalisasi nilai-nilai yang hidup di masyarakat juga memuat prinsip dalam
agama sehingga mempunyai kesamaan dengan nomokrasi Islam.
b) Kedaulatan Negara ada pada rakyat dilaksanakannya oleh lembaga Negara,
yaitu sebagaimana disebut dalam konstitusi yang bermakna adanya
permusyawaratan, hal ini mengingatkan kesamaan dengan prinsip rule of
law.
c) Adanya pembagian kekuasaan kepada lembaga-lembaga tinggi Negara
(distribution of powers)
d) Kekuasaan atau pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi,
e) Adanya independensi kekuasaan kehakiman,
f) Adanya kerja sama antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah dalam
pembentukan hukum dan perundang-undangan,
g) Adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan kebebasan yang bertanggung
jawab.

Menurut Philipus M. Hadjon, menyederhanakan dengan menyatakan bahwa,


karakteristik negara hukum Pancasila tampak pada unsur-unsur yang ada dalam
negara Indonesia, yaitu sebagai berikut:

1) Keserasian hubungan antara pemerintah dan rakyat berdasarkan alas


kerukunan;
2) Hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaankekuasaan negara;
3) Prinsip penyelesaian sengketa secara musyawarah dan peradilan merupakan
sarana terakhir;
4) Keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Terdapat korelasi yang jelas antara negara hukum, yang tertumpu pada
konstitusi dan peraturan perundang-undangan, dengan kedaulatan rakyat, yang
dijalankan melalui sistem demokrasi. Dalam sistem demokrasi, penyelenggara
negara itu harus tertumpu pada partisifasi dan kepentingan rakyat. Hubungan
antara negara hukum dqan demokrasi tidak dapat dipisahkan. Demokrasi tampah
pengaturan hukum akan kehilangan bentuk arah, sedangkan hukum tampah
demokrasi akan kehilangan makna.

B. Teori Demokrasi
1. Pengertian Demokrasi

Demokrasi adalah suatu pemerintahan dari dari rakyat, oleh rakyat dan untuk
rakyat.secara implisit pengertian demokrasi tercermin dari kedekatan penguasa atau
pemimpin bangsa dengan rakyat dengan menerapkan prinsip keterbukaan atau
trasparansi serta bersedia mengkoreksi dan meluruskan kebijakan-kebijakan yang
dinilai merugikan kepentingan rakyat.

Sedangkan secara Istilah demokrasi berasal dari bahasa Latin “demos” yang
berarti rakyat, rakyat “cratein” yang berarti pemerintah. Dengan demikian,
demokrasi berartipemerintahan rakyat.Namun dalam dunia moderen, pengertian
demokrasi lebih ditekankan makna bahwa kekuasaan urusan-urusan politik ada
ditangan rakyat.Kata demokrasi mempunyai varian makna yang cukup beragam. Ada
yang dinamakan demokrasi konstitusional, demokrasi parlemanter, demokrasi
terpimpin, demokrasi pancasila, demokrasi rakyat dan sebagainya.

Sebuah negara dapat dinyatakan demokrasi apabila telah memenuhi unsur-


unsur sebagai berikut :

1) Ada kebebasan untuk membentuk dan menjadi anggota perkumpulan;


2) Ada kebebasan menyatakan pendapat
3) Ada hak untuk memberikan suara dalam pemungutan suara;
4) Ada kesempatan untuk dipilih menduduki berbagi jabatan pemerintah atau
negara.
5) Ada hak bagi aktivis berkampanye untuk memperoleh dukungan suara;
6) Terdapat berbagai sumber inspirasi;
7) Ada oemilihan yang bebas dan jujur.

Sedangkan dalam pemberdayaan kedaulatan rakyat di Indonesia, harus


memerhatikan beberapa hal antara lain;

1) Mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipilih atau menduduki berbagai


jabatan pemerintahan.
2) Pemilihan umum yang bebas dan jujur.
3) Semua lembaga yang ada dalam merumuskan kebijaksaan pemerintah harus
bergantung dengan keinginan rakyat.

Kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-undang dasar 1945


berarti kekuasaan tertinggi yang berada ditangan rakyat dijalankan oleh rakyat itu
sendiri melalui pemilihan umum dan oleh berbabagai lembaga negara yang
keberadaannya dan tugas wewenangnya tercantum dalam UUD 1945. Kedaulatan
rakyat dalam praktek terwujud dalam konstitusi dan juga dalam peraturan-peraturan
lainnya.

Kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-undang dasar 1945


berarti kekuasaan tertinggi yang berada ditangan rakyat dijalankan oleh rakyat itu
sendiri melalui pemilihan umum dan oleh berbabagai lembaga negara yang
keberadaannya dan tugas wewenangnya tercantum dalam UUD 1945. Kedaulatan
rakyat dalam praktek terwujud dalam konstitusi dan juga dalam peraturan-peraturan
lainnya.

2. Asas – Asas Atau Prinsip – Psinsip Demokrasi

Secara umum, asas demokrasi ada dua yakni asas persamaan dan
kebebasan. Asas persamaan yang dimaksud adalah hak setiap negara sama tanpa
membedakan suku,agama, asal-usul atau golongan serta warna kulit untuk
mendapatkan kesempatan yang sama bagi pengembangan dirinya keluaraga dan
massa depannya. Sedangkan asas kebebasan adalah setiap warga negara memiliki
kebebasan atau kemerdekaan untuk mengembangkan dirinya, berpendapat
berpolitik, berkreasi bahkan melakukan untuk rasa atau mogok. Akan tetapi
kebebasan ini tidak bopleh bersifat anarkis apalagi merugikan atau mengancurkan
kepentingan umum, bangsa dan negara. Demokrasi bukan hanya metode kekuasaan
mayoritas melaui partisipasi rakyat dan kompetisi bebas, tetapi mengandung nilai-
nilai universal, khusunya nilai-nilai persamaan, kebebasan dan pluralisme, walaupun
konsep operasionalnya berpariasi menurut kondisi dan buadaya negara tertentu,
sehingga eksistensi hak asasi manusia.

3. Gagasan Demokrasi (Democracy) Yang Menjadi Awal Lahirnya


Kekuatan Rakyat

Demokrasi dibedakan dalam dua bentuk pada tahapan praktiknya, yaitu


demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung. Menurut . Prof. Jimly Asshiddiqie
menjabarkan demokrasi lansung dengan istilah demokrasi perwakilan. Kedaulatan
rakyat (democratie) Indonesia diselenggarakan secara langsung serta memiliki tiga
cabang yakni cabang kekuasaan yang tercermin dalam Majelis Permusyawaratan
Rakyat yang terdiri atas Dewan Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan
Daerah sebagai pemegang kekuasaan legislatif, Presiden dan Wakil Presiden sebagai
pemegang kekuasaan eksekutif, dan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman.

C. Korelasi Antara Negara Hukum Dan Demokrasi

Paham negara hukum diistilahkan dengan paham kerakyatan, adanya hukum


untuk membatasi kekuasaan pemerintah atas rakyat sehingga hukum dibuat atas
dasar kedaulatan rakyat. Begitu eratnya paham negara hukum dan kerakyatan,
sehingga ada sebutan negara hukum yang demokratis Atau democratische
rechtstaat. Scheltema, memandang kedaulatan rakyat (democratie beginsel) sebagai
salah satu dari empat asas negara hukum disamping rechtszekerheidbeginsel dan
het beginsel van de dienendeoverheid. Dalam kaitannya negar hukum dan
kedaulatan rakyat merupakan unsur material negara hukum, disamping masalah
kesejahtaraan.

Salah satu asas penting negara hukum adalah asas legalitas yang menghendaki
agar setiap tindakan badan/pejabat administrassi berdasarkan Undang-Undang.
Selain itu, sangat berkaitan erat dengan gagasan demokrasi dan gagasan negara
hukum (het democrattish ideal en het rechtsstaats ideal).Secara teoritis dan yuridis
sumber asas legalitas asalnya dapat memperoleh badan/pejabat administrasi melalui
atributif (legislator), baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah.

1. Negara Hukum yang Demokratis

Dalam sejarah perkembangan negara hukum, dikenal dua bentuk Konsep


negara hukum, yaitu negara hukum Rechtsstaat dan konsep Negara Hukum Rule Of
Law.

Di dalam Konsep Rechtsstaat terdapat pula asas-asas demokratis yang


melandasinya, sebagaimana dikembangkan oleh Couwenberg, meliputi :

 Asas hak-hak Politik


 Asas Mayoritas
 Asas Pertanggungjawaban
 Asas Perwakilan
 Asas Publik.

Sedangkan konsep negara rule of law menganggap ciri penting Negara Hukum
menurut The International Commission of Jurists itu adalah sebagai berikut :

 Negara harus tunduk pada hukum


 Pemerintahan menghormati hak-hak individu
 Peradilan yang bebas dan tidak memihak

Menurut Jimly Asshiddiqie, merumuskan dua belas pokok negara hukum yang
berlaku dijaman sekarang yakni meliputi kedua konsep negara hukum baik rechstaat
maupun konsep the rule of law yakni meliputi ; 1. Supremasi Hukum (Supremacy of
law);2. Persamaan dalam Hukum (Equality before the law);, 3. Asas Legalitas (Due
process of law); 4. Pembatasan Kekuasaan; 5.Organ-organ Eksekutif Independen; 6.
Peradilan Bebas dan Tidak Memihak; 7. Peradilan Tata Usaha Negara; 8. Peradilan
Tata Negara (Constitutional Court); 9. Perlindungan Hak Asasi Manusia; 10. Bersifat
Demokratis (Democratische Rechtsstaat); 11. Berfungsi sebagai Sarana Mewujudkan
Tujuan Bernegara (Walfare Rechtsstaat); 12. Transparansi Kontrol Sosial; 13.
Berketuhanan Yang Maha Esa.

2. Peran Lembaga Negara Untuk Mencapai Suatu Negara Hukum yang


Demokratis

Di dalam suatu Negara Hukum yang Demokratis, peran serta lembaga negara
dan bentuk lembaga negara sangat berpengaruh dalam mewujudkan esensi dari
sebuah negara hukum demokratis yakni dengan adanya lembaga legislatif, eksekutif,
dan federatif (menurut pendapat John Locke).

3. Pengaruh Konstitusi dalam Mewujudkan Negara Hukum Demokratis

Konstitusi merupakan suatu naskah dasar suatu negara yang menjadi hukum
tertinggi. Pada masa peralihan feodal monarki atau oligarki dengan kekuasaan
mutlak penguasa hingga akhirnya ke negara nasional demokrasi, konstitusi
berkedudukan sebagai benteng pemisah antara rakyat dengan penguasa yang
kemudian secara berangsur-angsur mempunyai fungsi sebagai alat rakyat dalam
perjuangan kekuasaan melawan golongan penguasa.pada dasarnya konstitusi
merupakan Resultante (Kesepakatan) antara rakyat dengan para penguasa di dalam
negara, sehingga kesepakatan yang dari rakyat kepada pemerintah haruslah
memuat aspirasi dari rakyat itu sendiri. Konstitusi juga disebut sebagai Produk
politik, sebab dari kesepakatan antara rakyat dengan pemerintah tersebut, maka
dituangkanlah suara kesepakatan itu didalam suatu naskah yang menjadi dasar dan
tonggak berdirinya Hukum dalam sebuah Negara. Selain itu, jika dikaji dari ajaran
Hans Kelsen maka Konstitusi merupakan Norma dasar Negara (Staatfundamental
noorm).

Anda mungkin juga menyukai