Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH PRAKTIKUM

KIMIA KLINIK

Dosen Pengampu :
BEDJO UTOMO SKM, M.Kes
NIP 19651013 198803 1 002

Disusun Oleh :
ACHMAD MUHAJJIR S. NURSAM
P27838120002
2C1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
TAHUN AJARAN 2021/2022
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kimia klinik merupakan sebuah ilmu yang digunakan untuk menganalisis substansi
yang terdapat di dalam jenis cairan tubuh (biasanya darah) yang mana di dalamnya
terdapat “produk samping”. Produk samping ini seperti urine, serum, plasma, dll. Namun,
tidak selalu darah yang biasanya dianalisis, tetapi bisa juga memakai urine. AnaIisis urin
ini memakan waktu sampel biasanya 24 jam. Ilmu kimia klinik ini biasanya dipakai
dalam pemeriksaan kimia klinik di laboratorium guna mencari tahu penyakit dan dapat
mendiagnosis penyakit serta dapat juga menyekrining sehingga dapat menentukan bentuk
pengobatan yang tepat, mengawasi pengobatan, serta menentukan risiko dari pengobatan
tersebut. Kimia klinik juga dapat dikategorikan sebagai bagian dari laboratorium medis
yang memiliki fokus untuk menguji makromolekul seperti lipoprotein, protein, protein
spesifik, enzim, dan marker diabetes, serta ion-ion penting seperti mineral dan garam. 
Kimia klinis juga dikenal sebagai kimia patologi, biokimia klinis atau medis
biokimia, adalah bagian dari patologi klinis yang umumnya berkaitan dengan analisis
cairan tubuh. Pengujian ini berasal dari akhir abad ke-19 dengan penggunaan tes kimia
sederhana untuk berbagai komponen darah dan urin. Namun saat ini, teknik lain yang
diterapkan termasuk penggunaan dan pengukuran aktivitas enzim, spektrofotometri,
elektroforesis, dan immunoassay. Seiring berkembangnya waktu, laboratorium modern
sekarang benar-benar dibuat semaksimal mungkin dengan beban kerja yang tinggi.
Pengujian dilakukan dengan pepantauan dan kontrol kualitas. Semua tes biokimia selalu
dibawah patologi kimia. Ini dilakukan pada setiap jenis cairan tubuh, tapi kebanyakan
pada serum atau plasma. Serum adalah bagian darah yang berwarna kuning muda yang
tersisa setelah darah dibuat membeku dan semua sel darah dapat dihilangkan. Hal ini
paling mudah dilakukan dengan sentrifugasi, sel-sel darah dan trombosit padat ke bagian
bawah tabung centrifuge, meninggalkan fraksi cairan serum yang dikemas dan berhenti di
atas sel-sel. Ini langkah awal sebelum analisis baru-baru ini telah dimasukkan dalam
instrumen yang prinsipnya beroperasi pada "sistem yang terintegrasi".

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari HPLC - Detektor Thermo UV?
2. Apa fungsi dari HPLC – Detektor Thermo UV?
3. Apa saja jenis-jenis dari HPLC – Detektor Thermo UV?
4. Bagaimana prinsi kerja dari HPLC – Detektor Thermo UV?
5. Jelaskan fungsi dari

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari HPLC - Detektor Thermo UV.
2. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari HPLC - Detektor Thermo UV.
3. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis dari HPLC - Detektor Thermo UV.
4. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja dari HPLC - Detektor Thermo UV.
5. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari

1.4 Manfaat
1. Mahasiswa dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai HPLC - Detektor Thermo
UV.
2. Mahasiswa dapat memahami karakteristik dari HPLC - Detektor Thermo UV.
3. Mahasiswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian HPLC


HPLC adalah kepanjangan High-performance liquid chromatography atau kadang
disebut High-pressure liquid chromatography (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi/KCKT)
adalah sebuah teknik analisis untuk identifikasi zat/senyawa dan memisahkan serta
mengukur jumlahnya dalam suatu larutan campuran. HPLC ini sering digunakan
pada laboratorium kimia (quality control), makanan, limbah, biologi maupun farmasi. Di
industri farmasi sendiri hampir pasti ada unit HPLC yang digunakan untuk menguji kadar
bahan baku, bahan antara maupun produk jadi. HPLC merupakan tipe kromatografi
kolom yang secara luas digunakan di farmasi. HPLC ini sangat berguna untuk
menentukan kadar dan kadar zat terkait pada obat. Secara umum HPLC digunakan untuk
memisahkan komponen zat dalam obat.
HPLC mempunyai kelebihan yaitu dapat untuk analisis zat yang tidak menguap
(volatile) sedangkan pada gas kromatografi zat yang tidak menguap harus dibuat
menguap dahulu baru bisa analisis. Mengubah zat tidak menguap menjadi menguap ini
membutuhkan usaha yang tidak mudah agar berhasil. Keuntungan menggunakan HPLC
untuk analisis adalah membutuhkan ukuran sampel yang kecil, pengujian dapat
dimodifikasi tergantung pada tingkat kuantifikasi yang diperlukan, dan menghasilkan
hasil yang andal. Kekurangan HPLC adalah membutuhkan analis/SDM khusus untuk
mengoperasikan dikarenakan pengoperasian membutuhkan skill kompetensi khusus. Hal-
hal berhubungan dengan HPLC juga mahal-mahal seperti reagen, sparepart dan kolom.
Harga kolom HPLC bisa sampai puluhan juta rupiah.

2.2 Prinsip Kerja HPLC


Secara sederhana HPLC bekerja mengacu pada metode fase gerak (mobile phase)
dan fase diam (stationery phase), namun secara detailnya tentu ada banyak hal yang
dilakukan pengukuran. Berikut adalah gambaran sketsa alat hplc denngan bagiannya
masing-masing.
Zat pelarut atau yang dikenal dengan istilah solvent akan disimpan pada solvent
organizer dan terhubung dengan inlet maupun outlet dari modul lainnya, begitu pula
dengan sample yang terhubung dengan auto sampler.
Module pompa akan memberikan tekanan yang besar(berkisar antara 6000-
9000psi) untuk mendistribusikan solvent maupun sample dengan tekanan yang tinggi ke
module-module lainnya. Selama proses recording base line, sample belum dimasukan
kedalam solvent, namun ketika base line dirasa sudah stabil maka auto sampler mulai
menjalankan algoritma injeksi sample.
Kolom oven akan mengkondisikan suhu supaya temperatur solvent maupun sample
berada pada range yang sesuai. Di lain module, detector UV-Vis melakukan recording
ketika base line maupun ketika sample sudah injeksikan dan melewati kolom. Berbagai
pengaturan maupun setting pada instrument HPLC biasanya dikendalikan oleh pengguna
melewati software atau antar muka gui. Output dari hasil pemeriksaan yang ditangkap
oleh detector akan ditampilkan dalam bentuk grafik di komputer.

Prinsip kerja HPLC adalah pemisahan komponen analit berdasarkan kepolarannya,

setiap campuran yang keluar akan terdeteksi dengan detektor dan direkam dalam bentuk

kromatogram. Dimana jumlah peak menyatakan jumlah komponen, sedangkan luas peak

menyatakan konsentrasi komponen dalam campuran.