Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

RUKUN IMAN 1 – IMAN KEPADA ALLAH


BAGIAN SATU

Dosen Pembimbing : Dr. Miftah Wangsadanureja, S.Pd.I, M.Pd.I

Disusun oleh KEL 3 :


Arimbi Hafsari Putri Buchori (352110006)
Farid Awaludin Hamdani (352110009)
Mulyadi Ardianto (352110026)
Risna Wahyudi (352110037)
Alex Saputra (352110235)

.........
Prodi : Teknik Industri/Kelas IE.21.C.1.

PROGRAM STUDI TEKIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PELITA BANGSA
2021
i
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kepada sumber dari suara hati yang bersifat
mulia,sumber Ilmu pengetahuan,sumber segala kebenaran dan kebaikan
terindah, sang kekasih tercinta yang tiada batas pencahayaan cinta Nya bagi
seluruh umat Nya yaitu, Allah SWT.

Shalawat dan salam selalu tercurah untuk nabi Muhammad SAW.yang


telah memberikan kepada kita semua ajaran-ajaran yang murni yang telah
terbukti kebenarannya dan akan semakin terus terbukti kebenarannya.

Penyusun telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan


tugas ini namun penyusun menyadari adanya kekurangan karena itu
penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan penyusunan tugas di masa mendatang.Tugas Makalah
ini semoga bermanfaat bagi penyusun dan pembaca.

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................i

KATA PENGANTAR.................................................................................ii

DAFTAR ISI...............................................................................................iii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar belakang......................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................1
C. Tujuan...................................................................................1
BAB II : PEMBAHASAN

A. Mengimani keberadaan allah...............................................2


B. Mengimani rububiyah nya....................................................4
C. Mengimani uluhiyah nya……………………………………... 5

BAB III : PENUTUP

A. Kesimpulan...........................................................................5
B. Daftar pustaka......................................................................6

iii
A. Latar Belakang
Keimanan adalah salah satu masalah yang tidak jarang muncul dikalangan
muda mudi milenial sekarang ini. Tidak sedikit pemuda yang keimanannya
semakin lama semakin tipis dikarenakan melihat atau mendengar berita yang
salah atau bahkan penurunan kualitas keimanan nya berasal dari perbuatan
atau perilakunya sendiri.

Menurunnya kualitas keimanan muda mudi milenial saat ini akan


mengakibatkan kehancuran di masa yang akan datang.

Untuk itu, solusinya adalah kita selaku pada generasi penerus bangsa harus
lebih giat lagi dalam belajar agar tidak di bodoh bodohi dan kita juga harus
bisa memilih dan memilah berita yang masuk untuk diri kita, agar kita
terhindar dari isu yang tidak benar dan menyesatkan untuk diri sendiri. Serta
kita juga harus mengenal lebih jauh tentang agama dan tuhan kita.

B. Rumusan Masalah
Banyaknya para generasi penerus bangsa yang melenceng dari ajaran
agama dan lebih mempercayai hal lain yang bersifat negative daripada
mempercayai tuhannya sendiri

C. Tujuan
Membuat kita semua lebih mengenal tuhan kita agar bisa meningkatkan
kualitas keimanan diri dan tidak mudah terjerumus ke dalam hal yang salah.

1
A. Mengimani keberadaan Allah

Beriman kepada Allah merupakan salah satu rukun iman yang harus
kita percaya. Dalam rukun iman, beriman kepada allah berada di
urutan paling pertama, itu artinya kita sebagai seorang muslim wajib
mempercayai adanya Allah SWT.

Sebelum kita melanjutkan membahas tema mengimani keberadaan


allah, sedikit kita pelajari tentang apa itu rukun iman terlebih dahulu.

Rukun adalah sesuatu yang harus dimulai sebelum melakukan sesuatu,


disebut juga sebagai dasar atau pondasi. Dalam ajaran islam rukun adalah
pokok yang tidak boleh ditinggalkan agar mencapai kesempurnaan.
Contohnya saja pada saat solat terdapat rukun membaca al-fatihah, mebaca
al-fatihah dalam solat adalah yang yang wajib dilakukan dan tidak boleh
ditinggalkan, karena jika ditinggalkan, dalam artian rukun tidak dijalankan
maka solatnya tidak akan sah.

Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara


istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan
dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan
berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk
unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang,
sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi
menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin
Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya. Dengan
demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan,
dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.

Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa
bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan
berkurang dengan sebab kemaksiatan.”
Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia
bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab
meninggalkan amal.”
Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu
orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka
berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa
bertambah dan berkurang.”
Murid Al Imam Syafi’i yang bernama Ar-Rabi’ berkata: “Aku mendengar Al-
Imam Asy-Syafi’i berkata: “Iman adalah ucapan dan amalan, bertambah dan
berkurang.”

Makna bertambah dan berkurangnya iman seperti yang ditanyakan oleh


putra Imam Ahmad yaitu Shalih rahimahullahu. Shalih rahimahullahu berkata:

2
“Aku bertanya kepada ayahku, apa itu makna bertambah dan berkurangnya
iman?”. Beliau menjawab: “Bertambahnya iman adalah dengan adanya
amalan, berkurangnya adalah dengan meninggalkan amalan, seperti
meninggalkan shalat, zakat, dan haji.”

Setelah kita mengetahui apa itu rukun dan apa itu iman, lantas apakah yang
dimaksud dengan rukun iman?
Jika dilihat dari penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa rukun
artinya adalah dasar atau pondasi yang harus ada dan tidak boleh dilewatkan
ataupun terlewatkan, sedangkan iman artinya adalah percaya atau yakin.

Jadi, rukun iman adalah dasar seorang muslim untuk percaya dan yakin
terhadap tuhan dan agamanya
Rukun iman sebagai pilar-pilar keimanan dalam Islam yang harus dimiliki
seorang muslim. Jumlahnya ada enam. Enam rukun iman ini didasarkan dari
ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits yang terdapat dalam kitab Shahih
Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab.
Setelah mengetahui apa itu rukun iman, sekarang kita akan membahas
mengenai tema mempercayai keberadaan Allah SWT.
Sebagai seorang muslim kita wajib mengimani atau mempercayai
keberadaan allah, meyakini bahwa allah itu esa, meyakini bahwa allah maha
pencipta, maha pengasih dan penyayang.
Mengapa kita wajib mengimani allah? Mengapa harus yakin bahwa allah itu
ada?
Karena iman kepada allah adalah rukun iman yang pertama, yang memiliki
kedudukan tertinggi dan wajib kita yakini dan percayai pertama kali sebelum
meyakini rukun rukun yang lainnya.
Dengan cara apa kita mengimani keberadaan allah?
Cukup dengan cara melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala
larangannya, kita sudah bisa dibillang beriman kepada allah, karena kita
yakin dan percaya dengan keberadaannya maka kita akan patuh dan taat
kepada apa yang ia perintahkan kepada kita.
Mengimani keberadaan allah termasuk dalam ilmu tauhid, yang dapat kita
pelajari secara garis besar terdapat dua aspek, yaitu mengimani allah dari
rububiyah dan mengimani dari uluhiyah nya.
Apa itu rububiyah dan uluhiyah? Mari kita bahas.

Sebelum kita mempelajari cara mengimani allah dari rububiyah nya, sedikit
kami ingin menyinggung tentang tauhid, dalam islam banyak sekali ilmu yang
wajib dipelajari oleh umatnya, dari banyaknya ilmu yang wajib dipelajari, ada
ilmu yang sangat penting yang harus dipahami oleh setiap muslim, yaitu ilu
aqidah. Dengan mempelajari ilmu aqidah, akan bisa membuka wawasan kita
sebagai umat Muslim untuk bagaimana caranya meningkatkan keimanan dan
taqwa dalam beragama. Salah satu ilmu aqidah paling penting untuk
dipelajari adalah ilmu tauhid.
Ilmu tauhid adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat keesaan Allah. Di
mana Allah itu satu, Dzat yang memiliki segala kesempurnaan dan tidak ada

3
satupun yang bisa menggantikannya. Menurut Ibnu Taimiyah dalam ilmu
tauhid terdapat tiga bagian yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan
asma wa shifat.

B. Mengimani dari hububiyah nya


Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah sebagai satu-satunya pencipta
dan pengatur segala hal yang ada di dunia maupun di akhirat. Maksud dari
tauhid rububiyah juga tertera di dalam Alquran, tepatnya pada surat Al A’raaf
ayat 54.

“Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah.


Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” (QS. Al A’raaf:54).

Allah maha pencipta maksudnya adalah kita harus meyakini bahwa segala
yang ada di langit dan dibumi beserta dengan segala isinya ada yang
menciptakan, yaitu Allah SWT.
Allah maha pengatur segala yang ada di dunia maupun di akhirat, artinya
segala yang ada dan terjadi di dunia ini dan di akhirat nanti tidak ada yang
kebetulan melainkan sudah tertulis sudah terencana dengan baik oleh Allah
SWT di lauhul mahfudz.

Jadi kita wajib meyakini bahwa semua yang tercipta dan terjadi di dunia ini
adalah berkat kehendak Allah SWT.

“tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi melainkan (terdapat)
dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)” al naml 27:75.

C. Mengimani dari uluhiyah nya

Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala wujud peribadatan untuk Allah,


seperti berdo’a, menginginkan, tawakal, takut, meminta, menyembelih,
bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang sudah diajarkan
Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu
jenis ibadah untuk selain Allah termasuk afal dzalim yang agung di sisi-Nya
yang sering diistilahkan dengan syirik untuk Allah.

4
Dalam artian, segala sesuatu yang kita inginkan segala sesuatu yang kita
harapkan memohonlah dan berdoalah kepada Allah SWT, karena tempat
yang paling benar untuk memohon, meminta, dan mengadu adalah hanya
kepada Allah SWT. Sangat di haramkan apabila seorang hamba meminta
dan memohon bukan kepada tuhannya dan bisa di golongkan kepada orang-
orang yang syirik.

Ibnu qoyyim mengatakan “ kesyirikan adalah penghancur tauhid rububiyah


dan pelecehan terhadap tauhid uluhiyah.dan berburuk sangka kepada Allah.”

A. kesimpulan

Setelah kita mempelajari tentang tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah, dapat
kita ambil kesimpulan bahwa tauhid rububiyah adalah cara untuk mengimani
atau meyakini adanya Allah SWT dari apa yang ada di langit dan di bumi
adalah ciptaannya dan segala hal yang terjadi untuk diri kita ataupun untuk
alam semesta ini adalah kehendak yang terbaik dari nya.

Sedangkan tauhid uluhiyah adalah cara untuk meyakini adanya Allah SWT
dari cara kita beribadah, meyakini bahwa Allah adalah yang paling benar
untuk di sembah, uluhiyah tercermin dari kalimat syahadat “ lailaha ilallah “
yang berarti tidak ada yang pantas di sembah kecuali Allah SWT.

B. Daftar Pustaka

Kumparan.com, (2020, 5 Januari), Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah Apa


Perbedaannya?, Diakses pada 27 September 2021, dari
https://kumparan.com/berita-terkini/tauhid-uluhiyah-dan-rububiyah-apa-
perbedaannya-1uuyPp09KmP/full

5
Merdeka.com, (2020, 7 Desember), Apa itu Tauhid dan Manfaat
Mempelajarinya dalam Agama Islam, Perkuat Iman, Diakses pada 27
September 2021, dari https://www.merdeka.com/jatim/apa-itu-tauhid-dan-
manfaat-mempelajarinya-dalam-agama-islam-perkuat-iman-kln.html

P2k.unkris, TAUHID ULUHIYAH, Diakses pada 27 September 2021, dari


http://p2k.unkris.ac.id/id3/1-3065-2962/Tauhid-
Uluhiyah_169028_sttmcileungsi_p2k-unkris.html

Wikipedia.com, (2021, 26 Agustus), Tauhid Rububiyah, Diakses pada 27


September 2021, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Tauhid_Rububiyah

Youtube.com, (2017, 16 Januari), Tauhid Uluhiyyah Allah |Ustadz Adi


Hidayat Lc MA, Diakses pada 28 September 2021, dari
https://youtu.be/DIrrjaRpKSQ

Anda mungkin juga menyukai