Anda di halaman 1dari 11

NIM : 180503104

NAMA : CHERRY
MATA KULIAH : AKUNTASI SYARIAH
Tanggal 12 Oktober 2021
BAB VIII
AKUNTASI MUSYARAKAH
1. Perusahaan A menandatangani akad musyarakah dengan bank syariah jabar maju untunk
mengembangkan divisi manufaktur yang menghasilkan raket bulu tangkis. Pada akad
tersebutdisepakati perusahaan A menyetorkan asset berupa mesin dengan harga perolehan
Rp.100.000.000dan akumulasi penyusutan Rp.30.000.000, harga pasar saat penyerahan
Rp.75.000.000. sedangkan bank syariah menyerahkan dana sebesar Rp. 75.000.000. akad yang
ditandatangani adalah akad musyarakah permanen. Dimana A sebagai pengelola dan penanggung
jawab pengelolaan dana. Akad tersebut berlangsung 3 tahun, pendapatan dan beban yang diperoleh
adalah:
Tahun 1 : Rp.40.000.000 dan Rp.20.000.000
Tahun 2 : Rp.50.000.000 dan Rp.27.500.000
Tahun 3 : Rp.60.000.000 dan Rp.35.000.000
Pembagian bagi hasil adalah 70:30
Buatlah: jurna terkait dengan transaksi diatas dan buatlah penyajian setiap akhir tahun!
Jawab:

Transaksi Perusahaan A Bank Syariah Jabar Maju


Perusahaan A Investasi Musyarakah- Investasi musyarakah
nenyerahkan asset Asset non kas Rp.75.000.000 Rp.75.000.000
sejumlah mesin dengan Akm.penyusutan Rp. 30.000.000 Kas Rp. 75.000.000
harga perolehan Selisih penilaian asset-
Rp.100.000.000 dan Musyarakah Rp. 5.000.000
akumulasi penyusutan Asset non kas Rp.100.000.000
Rp. 30.000.000. harga
pasar saat penyerahan
Rp. 75.000.000.
sedangkan bank syariah
menyerahkan dana
sebesar Rp.75.000.000.
Tahun 1 Rp.40.000.000 Kas/piutang Rp. 40.000.000
dan Rp. 20.000.000 Pendapatan Rp. 40.000.000

Beban Rp.20.000.000
Kas Rp 20.000.000

Pendapatan Rp. 40.000.000


Beban Rp. 20.000.000
Pendapatan yang belum
dibagikan (kewajiban)
Rp. 20.000.000
Laba Rp.20.000.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp.6.000.000
Membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp. 6.000.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 70% x Kas Rp. 6.000.000 Rp. 6.000.000
20.000.000= 14.000.000.
Bank Syariah Jabar
Maju:30% x 20.000.000
= 6.000.000
Penyajian laporan Asset: Asset:
keuangan Investasi musyarakah Investasi musyarakah
Rp.75.000.000 Rp.75.000.000
Penyisihan kerugian Rp.0 Penyisihan kerugian Rp.0
Investasi (net) Rp.75.000.000 Investasi (net)
Rp.75.000.000
Tahun 2: Rp.50.000.000 Kas/piutang Rp.50.000.000
dan Rp. 27.500.000 Pendapatan Rp.50.000.000

Beban Rp. 27.500.000


Kas Rp. 27.500.000

Pendapatan Rp.50.000.000
Beban Rp. 27.500.000
Pendapatan yang belum
Dibagikan (kewajiban)
Rp. 22.500.000
Laba Rp.22.500.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp.6.750.000
Membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp. 6.750.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 70% x Kas Rp. 6.750.000 Rp. 6.750.000
22.500.000= 15.750.000
Bank Syariah Jabar
Maju: 30% x 22.500.000
= 6.750.000
Penyajian laporan Asset: Asset:
keuangan Investasi musyarakah Investasi musyarakah
Rp.75.000.000 Rp.75.000.000
Penyisihan kerugian Rp.0 Penyisihan kerugian Rp.0
Investasi (net) Rp.75.000.000 Investasi (net)
Rp.75.000.000
Tahun 3: 60.000.000 dan Kas/piutang Rp 60.000.000
35.000.000 Pendapatan Rp. 60.000.000
Beban Rp 35.000.000
Kas Rp 35.000.000

Pendapatan Rp 60.000.000
Beban Rp. 35.000.000
Pendapatan yang belum
Dibagikan (kewajiban)
Rp 25.000.000
Laba 25.000.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp 7.500.000
Membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp 7.500.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 70% x 25.000.000 Kas Rp 7.500.000 Rp 7.500.000
= 17.500.000
Bank Syariah Jabar
Maju: 30% x 25.000.000
= Rp.7.500.000
Penyajian laporan Asset: Asset:
keuangan Investasi musyarakah Investasi musyarakah
Rp.75.000.000 Rp.75.000.000
Penyisihan kerugian Rp.0 Penyisihan kerugian Rp.0
Investasi (net) Rp.75.000.000 Investasi (net)
Rp.75.000.000

2. Lihat soal 1, jika akad yang dilakukan adalah akad musyarakah menurun,dimana setiap tahun
perusahaan A membayar Rp.25.000.000 kepada bank syariah jabar maju dan proporsi bagi hasil
bagi bank syariah akan terus menurun sebesar 10% setiap pembayaran. Buatlah jurnal terkait
dengan transaksi diatas dan buatlah penyajian di setiap akhir tahun!
Jawab:
Transaksi Perusahaan A Bank Syariah Jabar Maju
Perusahaan A Investasi musyarakah-Aset Non Investasi Musyarakah
menyerahkan asset kas Rp. 75.000.000 Rp.75.000.000
sejumlah mesin dengan Akm penyusutan Rp.30.000.000 Kas Rp.75.000.000
harga perolehan Rp. Selisih penilaian asset
100.000.000 dan Musyarakah Rp.5.000.000
akumulasi penyusutan Asset non kas Rp.100.000.000
Rp. 30.000.000. harga
pasar saat penyerahan
Rp. 75.000.000,
sedangkan Bank Syariah
menyerahkan dana
sebesar Rp. 75.000.000.
Tahun 1, Rp.40.000.000 Kas /piutang Rp.40.000.000
dan Rp.20.000.000 Pendapatan Rp.40.000.000
Beban Rp. 20.000.000
Kas Rp. 20.000.000

Pendapatan Rp. 40.000.000


Beban Rp. 20.000.000
Pendapatan yang belum
dibagikan (kewajiban)
Rp. 20.000.000
Laba Rp. 20.000.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp. 6.000.000
membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp.6.000.000 Pendapatan bagi
PT A: 70% x 20.000.000 Kas Rp. 6.000.000 Hasil Rp.6.000.000
= 14.000.000
Bank Syariah Jabar Investasi Musyarakah Kas Rp.25.000.000
Maju: 30% x 20.000.000 Rp.25.000.000 Investasi Musyarakah
= 6.000.000 Kas Rp.25.000.000 Rp.25.000.000
Penyajian laporan Asset: Asset:
keuangan neraca Investasi musyarakah Investasi musyarakah
Rp.100.000.000 Rp.50.000.000
Penyisihan kerugian Rp.0 Penyisihan kerugian Rp.0
Investasi (net) Rp.100.000.000 Investasi (net)
Rp.50.000.000
Tahun 2, Rp.50.000.000 Kas/piutang Rp.50.000.000
dan Rp.27.500.000 Pendapatan Rp.50.000.000

Beban Rp.27.500.000
Kas Rp.27.500.000

Pendapatan Rp.50.000.000
Beban Rp. 27.500.000
Pendapatan yang belum
Dibagikan (kewajiban)
Rp. 22.500.000
Laba Rp. 22.500.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp. 4.500.000
membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp. 18.000.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 80% x 22.500.000 Kas Rp. 18.000.000 Rp. 4.500.000
= 18.000.000
Bank Syariah Jabar Investasi musyarakah Kas Rp.25.000.000
Maju: 20% x 22.500.000 Rp.25.000.000 Investasi musyarakah
= 4.500.000 Kas Rp.25.000.000 Rp.25.000.000
Penyajian laporan Asset: Asset:
keuangan neraca Investasi Musyarakah Investasi Musyarakah
Rp.125.000.000 Rp.25.000.000
Penyisihan kerugian Rp.0 Penyisihan kerugian Rp.0
Investasi (net) RP.105.000.000 Investasi (net)
Rp.25.000.000
Tahun 3: Rp.60.000.000 Kas/piutang Rp.60.000.000
dan Rp.35.000.000 Pendapatan Rp.60.000.000

Beban Rp.35.000.000
Kas Rp.35.000.000

Pendapatan Rp.60.000.000
Beban Rp.35.000.000
Pendapatan yang belum
dibagikan (kewajiban)
Rp.25.000.000
Laba Rp.25.000.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp.2.500.000
Membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp.2.500.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 90% x 25.000.000 Kas Rp.2.500.000 Rp.2.500.000
= 22.500.000
Bank Syariah Jabar Investasi musyarakah Kas Rp.25.000.000
Maju: 10% x 25.000.000 Rp.25.000.000 Investasi musyarakah
= 2.500.000 Kas Rp.25.000.000 Rp.25.000.000
Penyajian laporan Asset: Asset:
keuangan neraca Investasi musyarakah Investasi musyarakah Rp.0
Rp.150.000.000 Penyisihan kerugian Rp.0
Penyisihan kerugian Rp.0 Investasi (net) Rp.0
Investasi (net) Rp.150.000.000

3. Lihat soal 1, jika perusahaan A menyetorkan dana sebesar Rp75.000.000 dan bank syariah
menyerahkan mesin baru dengan harga perolehan Rp.75.000.000 dan mesin tersebut harus
dikembalikan pada akhir akad.
Jawab:

Transaksi PT A Bank Syariah Jabar Maju


Perusahaan A Investasi musyarakah Investasi musyarakah
menyetorkan dana Rp.75.000.000 Rp.75.000.000
sebesar Rp.75.000.000 Kas Rp.75.000.000 Asset non kas
dan bank syariah Rp.75.000.000
menyerahkan mesin baru
dengan harga perolehan
Rp.75.000.000 dan mesin
tersebut harus
dikembalikan pada akhir
akad.
Tahun 1, Rp. 40.000.000 Kas /piutang Rp.40.000.000
dan Rp. 20.000.000 Pendapatan Rp.40.000.000

Beban Rp.20.000.000
Kas Rp.20.000.000
Pendapatan Rp.40.000.000
Beban Rp.20.000.000
Pendapatan yang belum
Dibagikan (kewajiban)
Rp.20.000.000
Laba: Rp.20.000.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp.6.000.000
membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp.6.000.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 70% x 20.000.000 Kas Rp.6.000.000 Rp.6.000.000
= 14.000.000
Bank syariah jabar maju:
30% x 20.000.000 =
6.000.000
Tahun 2, Rp.50.000.000 Kas/piutang Rp.50.000.000
dan Rp. 27.500.000 Pendapatan Rp.50.000.000

Beban Rp.27.500.000
Kas Rp.27.500.000

Pendapatan Rp.50.000.000
Beban Rp.27.500.000
Pendapatan yang belum
Dibagikan (kewajiban)
Rp.22.500.000
Laba Rp.22.500.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp.6.750.000
Membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp.6.750.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 70% x 22.500.000 Kas Rp.6.750.000 Rp.6.750.000
= 13.750.000
Bank syariah jabar maju:
30% x 22.500.000 =
6.750.000
Tahun 3, Rp.60.000.000 Kas /piutang Rp.60.000.000
dan Rp.35.000.000 Pendapatan Rp.60.000.000

Beban Rp.35.000.000
Kas Rp.35.000.000

Pendapatan Rp.60.000.000
Beban Rp.35.000.000
Pendapatan yang belum
Dibagikan (kewajiban)
Rp.25.000.000
Laba Rp.25.000.000 Pendapatan yang belum dibagikan Kas Rp.7.500.000
Membagi sesuai nisbah (kewajiban) Rp.7.500.000 Pendapatan bagi hasil
PT A: 70% x 25.000.000 Kas Rp.7.500.000 Rp.7.500.000
= 17.500.000
Bank syariah jabar maju:
30% x 25.000.000 =
7.500.000
Penyajian laporan Asset: Asset:
keuangan neraca Investasi musyarakah Investasi musyarakah
Rp.75.000.000 Rp.75.000.000
Penyisihan kerugian Rp.0 Penyisihan kerugian Rp.0
Investasi (net) Rp.75.000.000 Investasi (net)
Rp.75.000.000
Pengembalian asset: Asset non kas
Rp.75.000.000
Investasi musyarakah
Rp.75.000.000

SOAL KOMPREHENSIF

1. Jelaskan perbedaan Antara akad mudharabah dengan musyarakah berdasarkan hal-hal di


bawah ini.
a. Pihak yang menyetorkan modal.
b. Pembagian keuntungan dan kerugian.
c. Pembagian kerja.

Jawab:
a. Pihak menyetorkan modal
Mudarabah = pihak yang menyetorkan modalnya yaitu dari shahibul maal secara
keseluruhan
Musyarakah = pihak yang menyetorkan modalnya yaitu X% mudharib dan (100-X)%
dari shahibul maal

b. Pembagian keuntungan dan kerugian

Karena persamaan mudharabah dan musyarakah adalah kerugian ditanggung oleh


pihak pemberi modal. Maka tentu berbeda tingkat resiko investasi usaha sebesar Rp.
1 milyar, yang dilakukan dengan skema akad musyarakah dan mudharabah.

Risiko kehilangan 100% modalnya senilai Rp. 1 milyar, menjadikan porsi bagi hasil
investor pada contoh akad mudharabah layak dihargai lebih besar dibandingkan saat
kerjasama mengunakan akad musyarakah. Sebab kerugian investor musyarakah pasti
kurang dari Rp. 1 milyar, jika porsi modal musyarakah 50%:50%, maka risiko
kerugian investor hanya setengah dari risiko kerugian mudhar

Namun, Dengan Ikut andilnya investor sebagai shahibul maal dan pengelola,
maka penetapan pembagian keuntungan dilakukan dengan mempertimbangkan porsi
modal dan tingkat keterlibatan para pihak dalam mengelola usaha.

c. Pembagian kerja
Pada akad mudharabah, terjadi pemisahan tugas dan tanggung jawab. Yaitu, satu
pihak bertanggung jawab menjalankan usaha agar mampu meraih keuntungan
(mudharib). Dan satu pihak lagi bertugas menyediakan keseluruhan modal untuk
menjalankan usaha (shahibul maal).
Berbeda dengan akad mudharabah, kerjasama usaha sistem bagi hasil dengan skema
musyarakah menyediakan peluang bagi investor untuk ikut serta mengelola usaha
bersama-sama.

2. Mengapa dalam mudharabah dan musyarakah pembagian keuntungannya berdasarkan


persentase(nisbah) tidak memberikan dalam jumlah rupiah tertentu?
Jawab :
Nisbah keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk persentase Antara kedua belah pihak
misalnya 50:50 atau 99:1 sesuai kesepakatan, bukan dinyatakan dalam nominal mata uang
tertentu, dikarenakan keuntungan dalam musyarakah dan mudharabah tidak selalu stabil,
apabila dibagikan berdasarkan jumalh nominal rupiah tertentu maka akan ada pihak yang
merasa tidak adil dalam pembagian keuntungan. Namun lain halnya dengan kerugian,
pembagian kerugian bukan berdasarkan atas nisbah melainkan berdasarkan porsi modal
masing-masing pihak.
3. Bp Dunia dan Bank Syariah Murni sepakat untuk melakukan transaksi musyarakah. Bapak
Dunia memiliki mesin dan mesin tsb diserahkan sbg investasi musyarakah, sedangkan bank
syariah Murni menyerahkan uang tunai. Bp Dunia juga aka bertindak sebagai mitra aktif.
Mesin Bp Duni diperoleh dengan harga Rp 100.000.000 dengan akumulasi penyusutan Rp
25.000.000 (masa manfaat 4 tahun), nilai mesin yang disepakati adalah Rp 80.000.000, dan
mesin pada akhir akad (1 tahun) akan dikembalikan kpd Bp Dunia. Bank syariah Murni
menyerahkan dana sebesar Rp 50.000.000. Nisbah bagi hasil yang disepakati adalah 75
untuk Bp Dunia dan 25 untuk Bank Syariah Murni dan perhitungan bagi hasil didasarkan
atas pendapatan tunai yang diterima dikurangi biaya tenaga kerja yang sudah dibayarkan.
Pembagian bagi hasil keuntungan akan dilakukan setiap akhir bulan. Berikut ini adalah
data selama 3 bulan terakhir.

1. Buatlah jurnal saat kesepakatan dan penyerahan investasi musyarakah baik untuk Bp
Dunia dan Bank Syariah Murni.
2. Buatlah jurnal atas pembagian laba dan rugi pada bulan 10, 11, 12.
3. Buatlah jurnal akhir tahun baik untuk depresiasi, maupun pengembalian investasi
musyarakah.
Buatlah Jurnal Akuntansinya
Akuntansi Musyarakah:
Soal:
Pada tanggal 01 Februari Bank Syariah memberikan fasilitas pembiayaan musyarakah
kepada Tuan Hasan dalam usaha pabrik pengolahan kerupuk ikan dan telah disepakati
dengan data-data sebagai berikut:
1. Tanggal 05 Februari dibayar beban pra akad, seperti pembuatan studi kelayakan proyek,
penelitian kelayakan proyek sebesar Rp.500.000,-
2. Modal syirkah keseluruhan sebesar Rp.200.000.000,- dimana bank syariah mendapatkan
porsi modal sebesar Rp, 90.000.000,- dan porsi modal untuk Tuan Hasan sebesar
Rp.100.000.000,- dengan nisbah keuntungan, untuk bank sebesar 40 dan untuk Tuan Hasan
sebesar 60.
3. Modal syirkah yang menjadi porsi bank syariah sebesar Rp.90.000.000,- dibayar dengan
tahapan sebagai berikut:
a. Tanggal 15 Februari, dibayarkan modal syirkah dalam bentuk kas sebesar
Rp.30.000.000,-
b. Tanggal 20 Februari diserahkan modal non kas, berupa dua buah mesin pabrik yang
telah dimiliki oleh bank syariah, mesin pertama sebesar Rp.30.000.000,- yang dibeli
dengan harga Rp.32.500.000,- dan mesin yang kedua sebesar Rp. 20.000.000,- yang
dibeli dengan harga Rp.15.000.000,-

Jawab:

1. Uang muka Rp500.000


Kas Rp500.000

2. Jurnal komitmen administrative


Kontra komitmen pembiayaan musyarkah Rp90.000.000
Komitmen pembiayaan musyarakah Rp90.000.000

3. Bagian a
Investasi musyarakah Rp30.000.000
Kas Rp30.000.000
Bagian b
Jika nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih rendah atas nilai buku/harga perolehan. Mesin
pertama diserahkan dengan harga pasar/wajar sebesar Rp. 30.000.000,- mesin tersebut di
beli dengan harga perolehan sebesar Rp. 32.500.000,-
Jurnal atas penyerahan modal non kas adalah
Investasi musyarakah Rp. 30.000.000
Kerugian penyerahan aktiva Rp. 2.500.000
Aktiva non kas Rp. 32.500.000

Dr. Komitmen Pembiayaan Musyarakah Rp. 30.000.000


Kr. Kontra komitmen Pembiayaan Musyarakah Rp. 30.000.000

Jika nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih tinggi atas nilai buku/harga perolehan. Mesin
kedua di beli dengan harga pasar/wajar sebesar Rp. 15.000.000,- dan diserahkan dengan
harga jual/wajar Rp. 20.000.000,-
Investasi Musyarakah Rp. 20.000.000,-
Kr Aktiva non Kas Rp. 15.000.000,-
Kr. Keuntungan penyerahan Aktiva Rp. 5.000.000,-

Anda mungkin juga menyukai