Anda di halaman 1dari 5

Learning Journal

Pelatihan Pembekalan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual


di Puskesmas pada Masa Pandemi Covid-19 Gelombang 7 Tahun 2021

Nama Peserta : Dewa Gede Eka Yudistira


Nomor Daftar Hadir : 07
: Pelayanan PKM pada Masa Pandemi Covid 19
Materi
(Kesehatan Keluarga)

1. Pokok pikiran:
Kesehatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan
jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan
kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak
hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan
juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya.

Kesehatan keluarga merupakan pengembangan dari kunjungan rumah oleh


Puskesmas dan perluasan dari upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
(Perkesmas), yang meliputi kegiatan-kegiatan: 1) kunjungan keluarga untuk
pendataan/pengumpulan data kesehatan keluarga, 2) kunjungan keluarga
dalam rangka promosi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif, 3)
kunjungan keluarga untuk menidaklanjuti pelayanan kesehatan dalam gedung,
dan 4) pemanfaatan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga untuk
pengorganisasian/ pemberdayaan masyarakat dan manajemen Puskesmas.

Kegiatan pengumpulan data merupakan faktor penentu dan bagian penting dari
rangkaian kegiatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga,
dimana kegiatan pendataan ini yang menentukan diperolehnya data yang akurat
dan valid sehingga diperoleh data kesehatan yang dapat
dipertanggungjawabkan.

Keberhasilan pengumpulan data di lapangan sangat ditentukan oleh pelatihan,


pengorganisasian, persiapan, penyelenggaraan kegiatan, dan kegiatan paska
lapangan.

Teknik pengumpulan data pada survei ini dilakukan dengan cara wawancara
dan observasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pengumpulan data
adalah faktor pewawancara, responden, materi pertanyaan, dan situasi
wawancara.

Pendataan ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi keluarga sehat, dimana


aplikasi ini didesain dan ditujukan untuk memudahkan para pengumpul data
dilapangan dalam melakukan pendataan keluarga sehat dilapangan.

 Manajemen pendekatan keluarga dapat dilakukan melalui proses:


- Pendataan : Proses pengumpulan data dalam pendataan keluarga sehat
merupakan salah satu kegiatan yang sangat berperan terhadap kualitas
hasil pendataan yang dihasilkan. Pengumpulan data dapat dilakukan
dengan berbagai cara, observasi atau sering dikenal dengan
pengamatan, partisipasi, pengukuran dan juga wawancara. Faktor
keberhasilan wawancara ditentukan oleh situasi, responden, isian
pertanyaan, dan pewawancara
- Analisis
- Intervensi
- Maintenance
 Aplikasi keluarga Sehat
- Penggunaan aplikasi
- Penyajian data dan perhitungan indeks keluarga sehat

2. Penerapan
Diisi dengan gagasan pribadi tentang penerapannya untuk pengembangan
peran peserta di tempat kerja.
Penerapan manajemen pendekatan keluarga dilakukan dengan cara:
- Pendataan yang dilakukan melalui wawancara
 Pendataan keluarga sehat dapat menggunakan dua jenis isian yaitu map
keluarga dan form keluarga. Pendetaan ini dilakukan di keluarga dan
ditanyakan ke semua anggota keluarga. Map keluarga terdiri dari
pengenalan tempat dan data keluarga, dan form keluarga terdiri dari lima
blok/tahapan pendataan yaitu Blok I Pengenalan Tempat, Blok II Data
Rumah Tangga, Blok III Keterangan Pengumpul Data, Blok IV Keterngan
Anggota Rumah Tangga, Blok V Survei Individu.
 Contoh Kasus: Di Provinsi Bali Kabupaten Badung Kecamatan
Abiansemal terdapat wilayah administrasi setingkat RW dengan istilah
‘Lingkungan1, Lingkungan 2, Lingkungan 3, dan seterusnya’. Sedangkan
wilayah administrasi di bawah RW tidak ada (tidak ada RT).
- Analisis : Perhitungan indeks keluarga sehat:
 Perhitungan Indeks Keluarga Sehat bertujuan untuk menentukan
tingkatan keluarga menurut status kesehatan yang dimiliki keluarga
tersebut. Pada perhitungan ini akan didapatkan 2 IKS, yaitu IKS keluarga
inti dan IKS keluarga besar.
 Perhitungan indeks IKS ini dapat dilakukan secara manual maupun
perhitungan langsung melalui program entry.
 Dalam merancang program entry, termasuk didalamnya adalah
membuat kesimpulan hasil rekapitulasi semua anggota keluarga menjadi
kesimpulan keluarga
 Hasil pengisian kuesioner dari lapangan kemudian dipindahkan ke
matriks untuk dlakukan rekapitulasi dengan isian N, Y, atau T sesuai
jawaban yang tercantum dalam kuesioner, contoh matriks perhitungan
Indeks Keluarga Sehat (IKS):

.
 Dari analisis pada level RW diperoleh hasil bahwa jumlah keluarga sehat
di RT 5 sama dengan jumlah keluarga sehat di RT 6 (25%). Selanjutnya
untuk menentukan prioritas intervensi, Puskesmas dapat menentukan
identifikasi masalah kesehatan yang ada di RT 5 dan di RT 6. Identifikasi
masalah di kedua RT dilakukan seperti contoh di atas, yaitu dengan
menentukan cakupan masing-masing indikator di kedua RT dan
mengurutkan dari nilai cakupan indikator yang paling kecil
- Intervensi : Data yang diperoleh dari pembina keluarga dari masing-masing
desa selanjutnya diolah pada tingkat puskesmas. Hasil IKS pada tingkat
puskesmas ini dapat membantu kepala Puskesmas untuk menentukan
prioritas permasalahan dan wilayah desa mana yang akan menjadi prioritas
intervensi sesuai dengan hasil rekapitulasi tersebut. Analisis lain juga dapat
dilakukan untuk mendapatkan cakupan masalah menurut indikator atau
program
 Contohnya missal ada Puskesmas X terdiri dari 2 desa. Dianalisis untuk
status IKS Puskesmas X
 Dianalisis untuk enentukan prioritas indicator yang akan diintervensi
pada level Puskesmas “X”

Untuk menentukan rumusan Intervensi melalui beberapa alternatif, missal:


 Alternatif 1: Intervensi bisa dilakukan menyeluruh, artinya seluruh desa
dilakukan intervensi sesuai masalah utama setempat. Misal, penyuluhan
umum di tingkat Puskesmas dengan topik hipertensi, imunisasi dan ASI
ekslusif, intervensi disetiap desa sesuai dengan masing-masing prioritas
masalahnya.
 Alternatif 2: Intervensi bisa difokuskan pada desa yang paling tertinggal,
yaitu desa dengan IKS terendah.
 Alternatif 3: Masih banyak alternatif yang dipilih, misalnya dilihat dari sisi
pendekatannya (menggunakan tokoh agama, tokoh masyarakat,
organisasi tertentu)
 Alternatif 4: intervensi dilakukan pada wilayah yang lebih kecil, misal RT,
RW atau bahkan intervensi langsung dalam wilayah keluarga dan
individu.
- Maintenance
 Keberlanjutan dari intervensi kegiatan untuk mendukung tercapainya
tujuan progra Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga perlu
dilakukan pembinaan, pemantapan, pelestarian dan perluasan kegiatan.
Termasuk didalamnya adalah pemutakhiran terkait:
1. Kebijakan yang ada di Kementerian Kesehatan
2. Pemutakhiran data kesehatan keluarga
 Pemutakhiran data sebaiknya dilakukan minimal setiap 6 bulan sekali
untuk level keluarga yang nilai IKSnya rendah dan setahun sekali untuk
seluruh wilayah kerja puskesmas. Pemutakhiran data terutama dilakukan
untuk indikator-indikator yang akan mengalami perubahan dalam waktu
singkat, seperti :
1. Keluarga mengikuti KB : Dalam pendataan sebelumnya AK tidak
mengikuti KB
2. Ibu bersalin di Faskes: Adanya perubahan status ibu dari hamil
menjadi WUS
3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap: Adanya perubahan usia
pada balita
4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan: Adanya perubahan usia
pada balita
5. Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes: Keluarga sudah memiliki
JKN/askes
 Pemutakhiran data dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
1. Koordinasi antara penanggungjawab program di puskesmas
dengan Penanggungjawab KS di Puskesmas
2. Pendataan ulang terfokus pada prioritas masalah
3. Pendataan ulang total coverage