Anda di halaman 1dari 5

A.

Apa itu Mekanika Fluida


Adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari mengenai zat fluida
( cair, gas dan plasa ) dan gaya yang bekerja padanya. Mekanika fluida
dapat dibagi menjadi statika fluida, ilmu yang mempelajari keadaan fluida
saat diam ; kinematika fluida, ilmu yang mempelajari fluida yang bergerak
; dan dinamika fluida, ilmu yang mempelajari efek gaya pada fluida yang
bergerak.

B. Jenis jenis aliran


Aliran fluida dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan. Fluida yang
lebih banyak dibahas adalah air (incompressible fluids) dan dibagi menjadi
8 golongan antara lain :
1. Aliran yang tak termampatkan dan termampatkan (incompressible and
compressible flows)
Aliran tak termampatkan adalah kondisi aliran dimana rapat massa
fluidanya tidak berubah. Contohnya adalah air,minyak,dll.
Aliran termampatkan adalah kondisi aliran dimana rapat massa
fluidanya berubah. Contohnya adalah gas. Pada fluida jenis ini berlaku
hukum termodinamika.
2. Aliran tunak dan tak tunak (steady and unsteady flows )
Aliran tunak atau aliran permanen (permanent flow) adalah kondisi
dimana komponen aliran tidak berubah terhadap waktu. Contohnya
adalah aliran di saluran/sungai pada kondisi tidak ada perubahan
aliran (tidak ada hujan, tidak banjir, dll).
Aliran tak tunak atau aliran tidak permanen (impermanent flow)
adalah kondisi dimana komponen aliran berubah terhadap waktu.
3. Aliran seragam dan tak seragam (uniform and non-uniform flows)
Aliran seragam adalah kondisi dimana komponen aliran tidak berubah
terhadap jarak. Contoh aliran di saluran/sungai pada kondisi tidak ada
pengaruh pembendungan/terjunan, tidak ada penyempitan/pelebaran
yang ekstrim.
Aliran tidak seragam (non-uniform flow) adalah kondisi dimana
komponen aliran berubah terhadap jarak. Contoh aliran di
saluran/sungai pada kondisi ada pengaruh pembendungan/terjunan, ada
penyempitan/pelebaran yang ekstrim.
4. Aliran laminer dan turbulen (laminar and turbulent flows)

Fenomena aliran jenis ini dapat dijumpai dalam kehidupan sehari hari,
aliran air pada keran mungkin yang paling sering kita jumpai. Gambar
diatas menunjukkan, Gambar (a) adalah keran air yang dibuka saat
awal (bukaan kecil) sehingga air yang mengalir kecepatannya kecil,
pada kondisi ini terjadi aliran laminer. Kecepata air meningkat pada
Gambar (b) dan Gambar (c) sehingga aliran air berubah menjadi
turbulen.
Dari sudut pandang hidraulik, hal yang paling mudah untuk
membedakannya adalah gerak partikel/distribusi kecepatannya
seragam, lurus, dan sejajar untuk aliran laminer dan sebaliknya untuk
aliran turbulen. Perubahan dari laminer menuju turbulen atau zona
transisi terjadi pada jarak tertentu dan zona transisi akan berakhir
hingga terjadi kondisi ‘fully developed turbulence’. Gambar dibawah
ini mendeskripsikan perubahan distribusi kecepatan pada saluran
terbuka, Gambar (a) dan saluran tertutup, Gambar (b).
5. Aliran yang dipengaruhi kekentalan dan tidak (viscous and inviscid
flows).
Aliran viskous atau aliran fluida nyata adalah aliran yang dipengaruhi
oleh viskositas. Adanya viskositas menyebabkan adanya tegangan
geser dan kehilangan energy. Pada aliran ini terjadi gesekan antarai
fluida dengan dasar/dinding saluran atau pipa. Gambar (a) dibawah ini
menampilkan percobaan aliran viskous melalui sebuah pilar berbentuk
tabung.
Aliran invisid atau aliran fluida ideal adalah aliran yang tidak
dipengaruhi viskositas/kekentalan sehingga aliran ini tidak memiliki
tegangan geser dan kehilangan energi. Dalam kenyataannya aliran
fluida ideal tidak ada. Konsep ini digunakan para peneliti terdahulu
untuk membentuk persamaan aliran fluida dan pengaplikasiannya di
lapangan ditambahkan faktor penyesuaian sesuai kondisi nyata.
Gambar (b) dibawah ini mengilustrasikan aliran invisid melalui sebuah
pilar berbentuk tabung.

C. Karakteristik aliran
Aliran fluida dapat diaktegorikan Menjadi:
1. Aliran laminar
Aliran fluida yang bergerak atau berjalan didalam lapisan2/lamina2
dengan 1 lapisan mengalir secara lancar. Didalam aliran laminar,
viskositas berfungsi untuk meredam kecendrungan terjadinya gerakan
relatif antara lapisan.

2. Aliran turbulen
Aliran trubulen yaitu pergerakan dari partikel2 fluida yang tidak bisa
menentu dikarenakan mengalami campuran serta putaran partikel antar
lapisan, dan dapat mengakibatkan saling tukar momentum dari satu
bagian fluida dan kebagian fluida lain-nya dan dalam skala yang begitu
besar.
3. Aliran transisi
Aliran transisi yaitu merupakan salah satu aliran-aliran peralihan dari
aliran laminar ke aliran yang turbulen.

4. Viskositas
Viskositas fluida adalah ukuran yang ketahanan sebuah fluidanya
terhadap yang dideformasi atau dalam perubahan bentuk.

5. Rapat jenis (density)


Density/rapat jenis simbolnya adalah (ρ) density suatu zat adalah suatu
ukuran untuk konsentrasi zat tersebut, yang dinyatakan dalam massa
persatuan volume, sifat ini akan ditentukan dengan cara-cara
menghitung nisbah (ratio), masa zat yang terkandung didalam satu
kesatuan bagian tertentu terhadap volume bagian tersebut.

D. Hukum hukum fluida


1. Hukum Pokok Hidrostatika
Hukum pokok hidrostatika berbunyi: semua titik yang teletak pada
suatu bidang datar di dalam zat cair yang sejenis memiliki tekanan
yang sama. Misalkan sebuah pipa U diisi oleh dua jenis zat cair yang
tidak bercampur maka akan terdapat perbedaan ketinggian zat cair
pada kedua kaki pipa U
2. Hukum Pascal
Apabila kita memompa sebuah ban sepeda, ternyata ban akan
menggelembung secara merata. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan
yang kita berikan melalui pompa akan diteruskan secara merata ke
dalam fluida (gas) di dalam ban. Selain tekanan oleh beratnya sendiri,
pada suatu zat cair (fluida) yang berada di dalam ruang tertutup dapat
diberikan tekanan oleh gaya luar. Jika tekanan udara luar pada
permukaan zat cair berubah, maka tekanan pada setiap titik di dalam
zat cair akan mendapat tambahan tekanan dalam jumlah yang sama.
Peristiwa ini pertama kali dinyatakan oleh seorang ilmuwan Prancis
bernama Blaise Pascal (1623–1662) dan disebut Hukum Pascal. Jadi,
dalam Hukum Pascal dinyatakan berikut ini.
“Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan
diteruskan ke segala arah dengan sama besar”.
3. Hukum Archimedes
Hukum Archimedes mempelajari tentang gaya ke atas yang dialami
oleh benda apabila berada dalam fluida. Benda-benda yang
dimasukkan pada fluida seakan-akan mempunyai berat yang lebih
kecil daripada saat berada di luar fluida. Misalnya, batu terasa lebih
ringan ketika berada di dalam air dibandingkan ketika berada di udara.
Berat di dalam air sesungguhnya tetap, tetapi air melakukan gaya yang
arahnya ke atas. Hal ini menyebabkan berat batu akan berkurang,
sehingga batu terasa lebih ringan.

E. Pemanfaatan dalam kehidupan sehari hari

1. Dongkrak Hidrolik

Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah penerapan dari hukum Paskal


yang berbunyi tekanan yang diberikan pada zat cair di dalam ruang
tertutup diteruskan sama besar ke segala arah. Tekanan yang kita
berikan pada pengisap yang penampangnya kecil diteruskan oleh
minyak (zat cair) melalui pipa menuju ke pengisap yang
penampangnya besar. Pada pengisap besar dihasilkan gaya angkat
yang mampu menggangkat beban.

2. Pompa Hidrolik ban Sepeda


Prinsip dari pompa ini juga menerapkan hukum Paskal, pada pompa
hidrolik ini kita memberi gaya yang kecil pada pengisap kecil sehingga
pada pengisap besar akan dihasilkan gaya yang cukup besar, dengan
demikian pekerjaan memompa akan menjadi lebih ringan, bahkan
dapat dilakukan oleh seorang anak kecil sekalipun.

3. Balon Udara

Hukum Archimedes juga diterapkan pada balon udara. Seperti halnya


zat cair, udara (yang termasuk fluida) juga melakukan gaya keatas
pada benda. Gaya keatas yang dilakukan udara pada benda sama
dengan berat udara yang dipindahkan oleh benda itu. Rumus gaya
keatas yang dilakukan udara tetap seperti persamaan sebelumnya tetapi
?f disini adalah massa jenis udara. Prinsip gaya ke atas yang dikerjakan
udara inilah yang dimanfaatkan pada balon udara.
Mula-mula balon diisi dengan gas panas sehingga balon
menggelembung dan volumnya bertambah. Bertambahnya volume
balon berarti bertambah pula volum udara yang dipindahkan oleh
balon. Ini berarti gaya keatas bertambah besar. Suatu saat gaya keatas
sudah lebih besar daripada berat total balon (berat balon dan muatan),
sehingga balon mulai bergerak naik.
Awak balon udara terus menambah gas panas sampai balon itu
mencapai ketinggian tertentu. Setelah ketinggian yangdiinginkan
tercapai, awak balon mengurangi gas panas sampai tercapai gaya
keatas sama dengan berat balon. Pada saat itulah balon melayang di
udara. Sewaktu awk ingin menurunkan ketinggian maka sebagian isi
gas panas dikeluarkan dari balon. Ini menyebabkan volum balon
berkurang, yang berarti gaya keatas berkurang . akibatnya, gaya keatas
lebih kecil daripada berat balon, dan balon bergerak turun.