Anda di halaman 1dari 54

BAB I

MANAJEMEN PROYEK

1.1 Defenisi Manajemen Proyek

Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu


sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan,
mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang
kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus
menerus seiring dengan berjalannya waktu. Proyek merupakan suatu tugas yang
perlu dirumuskan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara kongkrit serta
harus diselesaikan dalam suatu periode tertentu dengan menggunakan tenaga
manusia dan alat-alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan
pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan.
Manajemen Proyek adalah suatu penerapan ilmu pengetahuan, keahlian
dan juga ketrampilan, cara teknis yang terbaik serta dengan sumber data yang
terbatas untuk mencapai sasaran atau tujuan yang sudah ditentukan agar
mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan
keselamatan kerja. Pengertian manajemen secara umum adalah suatu proses
yang terdiri dari rangkaian kegiatan seperti: perencanaan (planning),
pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang dilakukan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya melalui pemanfaatan
berbagai macam sumberdaya.
Sebelum membangun misal suatu bangunan, diawali dengan beberapa
kriteria yang harus kita ketahui, yang pertama adalah, dalam segi strukturnya
(kekuatan), jika oke selanjutnya masuk pada pemeriksaan lokasi (lokasinya
strategis atau tidak), selanjutnya adalah dari segi hukum (sebelum kita
membangun harus ada IMB, sertifikat, pelepasan adat harus jelas), selanjutnya
dari segi budayanya (misal, kita membangun sebuah mall di koya, apakah
masyarakat di sana sudah bisa menerima adanya mall, biasanya masyarakat di
sana belanja di pasar tradisional), berikutnya dari segi ekonomi (kita ketika
membangun apakah akan mendatangkan keuntungan atau tidak ), ada juga dari
segi lingkungan ( andal ), andal adalah analisa mengenai dampak lingkungan,
jika proyek tersebut di bangun, bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dan
terhadap ekosistem yang ada disekitarnya. Jika keenam aspek ini terpenuhi maka
proyek tersebut bisa dilaksanakan, tetapi jika salah satunya tidak layak maka
perlu ditinjau lagi kelayakannya.
Adapun tahapan manajemen proyek :
1. Kelayakan
2. Perencanaan
3. Lelang
4. Pelaksanaan
5. Pengawasan
6. PHO ( Provisional hand over )
7. FHO ( Final hand over )
Dalam manajemen proyek ada yang namanya BOQ (bill of quantity),
adalah volume awal yang di hitung pada saat direncanakan untuk di lelangkan,
yang berubah itu harga satuannya, volumenya tetap. Ada juga yang disebut RKS (
rencana kerja san syarat-syarat ). BOQ dan RKS beserta gambar, potongan dan
detail itu menjadi pedoman pada saat pelaksaan pekerjaan. RKS berisi tentang
berapa volume yang dikerjakan per item pekerjaan dan bagaimana metode
pengerjannya, apakah menggunakan tenaga manusia atau alat berat, dan pada saat
akan ada pemeriksaan pengawas dari owner yang menjadi pegangannya mereka,
jika ada yang tidak sesuai antara BOQ dan pekerjaan di lapangan maka harus ada
pengembalian uang ke negara. Misal proses pengerjaan suatu proyek yang
awalnya pakai tenaga manusia, tetapi di gunakan alat berat agar mempersingkat
waktu, di situ ada selisih, selisih itulah yang di kembalikan ke negara jika di
dokumentasikan, jika tidak yang tidak apa-apa tidak di kembalikan. Dalam
manajemen proyek juga ada yang di sebut CCO ( contract change order ), CCO
berhubungan dengan perubahan volume pekerjaan, CCO ini biasa disebut tambah
kurang pekerjaan, misal suatu pembangunan rumah harus ada bersih, dan itu
seharusnya ada, kalau si owner tidak punya uang lebih, tidak mampu lagi
penambahan pekerjaan, maka pekerjaan-pekerjaan yang minor ( pekerjaan yang
non struktur ) yang bisa ditambah sulam, kalau si owner mempunyai uang untuk
menambah pekerjaan tersebut ya tidak masalah, pekerjaan tetap dilanjutkan
seperti biasa. Bedanya CCO dan addendum adalah alurnya, walaupun tujuannya
sama untuk tambah kurang pekerjaan, kalau CCO misal adanya penambahan
pekerjaan, yang pertama dilakukan adalah buatkan contract change order dari
pihak kontraktor, pihak kontraktor akan mengajukan CCO ke konsultan
pengawas, konsulatan pengawas ajukan kepada ownernya bahwa ini ada
pekerjaan di lapangan yang harus di tambahkan, kalau misal dari owner sudah
setuju baru dibuatkan addendum, addendum ini adalah kontrak penambahan kerja
yang dimaksud. Ada yang disebut addendum waktu, kalau addendum waktu tidak
bisa dikurangi, bisanya ditambahkan, tidak seperti addendum kerja yang bisa
ditambah dan dikurang. Jadi kontrak baru itu bukan untuk semua pekerjaan, tetapi
hanya item pekerjaan tertentu saja
Ada yang disebut kontrak konstruksi atau suatu perjanjian, kontrak
kontruksi di bagi dalam beberapa macam :
1. Kontrak Harga Satuan ( Unit Price Contract )
Dalam menggunakan kontrak jenis ini, kontraktor hanya menentukan harga
satuan pekerjaan. Kontraktor perlu memperhitungkan semua biaya yang
mungkin dikeluarkan pada item penawarannya, seperti biaya overhead dan
keuntungan. Jenis kontrak ini digunakan jika kuantitas actual masing-masing
item pekerjaan sulit untuk diestimasi secara akurat sebelum proyek dimulai.
Untuk menentukan kuantitas pekerjaan yang sesungguhnya, dilakukan
pengukuran bersama pemilik dan kontraktor terhadap kualitas yang terpasang.
Kelemahan dari penggunaan kontrak jenis ini, yaitu pemilik tidak dapat
mengetahui secara pasti biaya actual proyek hingga proyek itu selesai.

2. Kontrak Biaya Plus Jasa ( Cost Plus Free Contract )


Pada kontrak jenis ini, kontraktor akan menerima pembayaran atas
pengeluarannya, ditambah dengan biaya untuk overhead dan keuntungan.
Besarnya biaya overhead keuntungan, umumnya didasarkan atad persentase
biaya yang dikeluarkan kontraktor.
Kontrak jenis ini umumnya digunakan jika biaya aktual dari proyek belum
bisa diestimasi secara akurat, karena perencanaan belum selesai, proyek tidak
dapat digambarkan secara akurat, proyek harus diselesaikan dalam waktu
singkat, sementara rencana dan spesfikasi belum diselesaikan. Kekurangan
dari kontrak jenis ini, yaitu pemilik tidak dapat mengetahui biaya aktual
proyek yang akan dilaksanakan.

3. Kontrak Biaya Penuh ( Lump Sum Contract )


Kontrak ini menyatakan bahwa kontraktor akan melaksankan proyek sesuai
dengan rancangan biaya tertentu. Jika terjadi perubahan dalam kontrak, perlu
dilakukan negoisasi antara pemilik dan kontraktor untuk menetapkan
besarnya pembayaran ( tambah atau kurang ) yang akan diberikan kepada
kontraktor terhadap perubahan tersebut. Kontrak ini dapat diterapkan jika
perencanaan benar benar selesai, sehingga kontrtaktor dapat melakukan
estimasi kuantitas secara akurat. Pemilik dengan anggaran terbatas akan
memilih jenis kontrak ini, karena merupakan satu-satunya jenis kontrak yang
memberi nilai pasti terhadap biaya yang akan dikeluarkan.
1.2 Fungsi Manajemen Proyek

a) Mengidentifikasi fungsi tanggung jawab, menentukan atau menetapkan


fungsi tanggung jawab.

b) Meminimalkan tuntutan pelaporan rutin, jika manajemen dilakukan


dengan seharusnya atau dapat dikatakan sesuai prosedur, ini dapat
meminimalisirkan tuntutan pelaporan rutin.

c) Mengidentifikasi batas waktu untuk penjadwalan, menentukan atau


menetapkan batas waktu untuk penjadwalan (harus tepat).

d) Mengidentifikasi metode analisa peramalan, menentukan atau menetapkan


metode analisa peramalan.

e) Mengukur prestasi terhadap rencana, mengukur seberapa berhasilnya


upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan dimasa depan
atau masa yang akan datang dan penentuan strategi serta taktik yang tepat
untuk mewujudkan target dan tujuan.

f) Mengidentifikasi masalah dini & tindakan perbaikan, menentukan atau


menetapkan masalah dini & tindakan perbaikan.

g) Meningkatkan kemampuan estimasi untuk rencana.

h) Mengetahui jika sasaran tidak dapat dicapai/terlampaui.

Apabila fungsi-fungsi manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas


dan terstruktur, maka tujuan akhir dari sebuah proyek akan mudah terwujud,
yaitu: tepat waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas, tepat biaya sesuai dengan
biaya rencana, tidak adanya gejolak sosial dengan masyarakat sekitar,
tercapainya K3 dengan baik.

1.3 Ruang Lingkup Proyek

Ruang lingkup proyek adalah suatu tata cara untuk menentukan waktu
proyek dimulai, perencanaan lingkup proyek yang akan di garap, pendefinisian
ruang lingkup proyek, verifikasi proyek serta kontrol atas perubahan yang
mungkin terjadi saat proyek tersebut di mulai.
Dalam Suatu ruang lingkup proyek terdapat bagian-bagian seperti Waktu,
dana, kualitas, resiko, sumber daya manusia, logistik, komunikasi, dan
manajemen integrasi.

 Waktu
Meliputi tata cara mendefinisikan suatu aktifitas, menentukan urutan-
urutan kejadian atas proyek, mendefinisikan durasi/lama waktu dari setiap
pekerjaan, pengembangkan suatu skedul serta merencanakan kontrol atas
skedul tersebut.

 Dana

Meliputi tata cara untuk merencanakan sumber dana proyek,


mengestimasikan harga dan sumber daya, mendefinisikan budget, serta
mengontrol keuangan.

 Kualitas

Meliputi kegiatan perencanaan kualitas, perencanaan jaminan atas suatu


kualitas berdasarkan standar tertentu, serta pengontrolan atas kualitas.

 Resiko

Meliputi perencanaan atas manajemen resiko, mengidentifikasikan resiko


yang timbul dari suatu proyek, menganalisa kuantitatif dan kualitatif suatu
resiko, merencanakan tindakan yang akan diambil dari suatu resiko yang
timbul serta memonitor setiap resiko yang mungkin muncul dari suatu
proyek.

 Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia meliputi kegiatan perencanaan atas


sumber daya manusia yang akan mengerjakan proyek, perekrutan tenaga
kerja, serta pembangunan team.

 Logistik

Manajemen logistik meliputi tahapan perencanaan kebutuhan sumber daya


untuk kegiatan proyek, perencanaan tender, proses tender dan penentuan
pemenang tender, administrasi atas kontrak pembelian, dan tata cara
penutupan kontrak.

 Komunikasi

Meliputi kegiatan perencanaan komunikasi atas level sumber daya,


distribusi informasi, laporan kemajuan proyek dan pembuatan administrasi
akhir proyek sebelum diserah terimakan.
 Manajemen Integrasi

Merupakan kegiatan yang meliputi perencanaan pengembangan,


perencanaan tata pelaksanaan suatu proyek dan kontrol atas perubahan
secara terintegrasi dari suatu proyek.

Work Breakdown Structure (WBS)


WBS adalah proses hierarkis yang membagi pekerjaan proyek menjadi elemen-
elemen pekerjaan yang lebih kecil.Penggunaan WBS membantu meyakinkan
manajer proyek bahwa semua produk dan elemen pekerjaan yang telah
diidentifikasi dan WBS digunakan sebagai basis pengendalian.

Organizational Breakdown Structure (OBS)


OBS adalah proses hierarkis yang melukiskan bagaiamana perusahaan
diorganisasi untuk menentukan tanggung jawab kerja. Tujuan OBS adalah
menyediakan suatu kerangka untuk meringkas kerja unit organisasi,
mengidentifikasi unit organisasi yang bertanggung jawab untuk paket kerja, dan
mengikat unit organisasi kepada akun pengendalian biaya.

1.4 Ruang Lingkup proyek

a. Menentukan waktu dimulai proyek.


b. Perencanaan lingkup dari proyek yang akan dikerjakan.
c. Pendefinisian dari ruang lingkup proyek.
d. Verifikasi proyek dan kontrol atas perubahan yang mungkin saja terjadi
ketika proyek tersebut dimulai.

1.5 Keterkaitan Biaya,Waktu dan Kualitas

Pada kondisi optimal faktor-faktor biaya, waktu, dan kualitas membentuk


tata hubungan yang saling bergantung serta berpengaruh amat kuat dengan
kepekaan tinggi. Pada industri konstruksi, sebagaimana layaknya pelayanan jasa,
ketentuan mengenal biaya, kualitas, dan waktu penyelesaian konstruksi sudah
diikat di dalam kontrak dan ditetapkan sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai.
Apabila muncul hal-hal yang tidak diperhitungkan selama proses produksi,
tidaklah mudah untuk mengubah ketentuan-ketentuan yang sudah merupakan
bentuk kesepakatan tersebut. Apabila di dalam proses konstruksi terjadi
penyimpangan kualitas hasil pekerjaan, baik hal tersebut merupakan akibat
perbuatan yang disengaja maupun tidak, resiko yang harus ditanggung tidaklah
kecil. Cara memperbaiki bagian dan bangunan yang tidak sesuai dengan
spesifikasi haruslah dibongkar kemudian di konstruksi ulang di tempat yang
sama sesuai seperti apa yang dikehendaki di dalam perencanaan. Upaya untuk
menukar dengan bangunan di tempat lain yang nilainya setara atau bahkan Iebih
mahal sekalipun tidak dapat diterima. Sedang di lain pihak, upaya untuk
memperbaiki penyimpangan bagaimanapun tak akan dapat mengubah
kesepakatan pembiayaan dan jangka waktu pelaksanaan konstruksi. Bahkan
segala macam bentuk penyimpangan terhadap kesepakatan tentang kualitas dan
waktu penyelesaian pekerjaan biasanya mengandung resiko sanksi denda, yang
pada ujungnya berdampak pada pudarnya reputasi para pelaksana seluruhnya.
Dengan demikian jelas kiranya bahwa faktor-faktor biaya, waktu, dan kualitas
dalam proses konstruksi merupakan ketentuan kesepakatan mutlak yang tidak
bisa ditawar-tawar lagi dan ketiganya saling tergantung dan berpengaruh secara
ketat.
Dalam penyelenggaraan konstruksi, faktor biaya merupakan bahan
pertimbangan utama karena biasanya menyangkut jumlah investasi besar yang
harus ditanamkan pemberi tugas yang rentan terhadap resiko kegagalan.
Fluktuasi pembiayaan suatu konstruksi bangunan juga tidak terlepas dan
pengaruh situasi ekonomi umum yang mungkin dapat berupa kenaikan harga
material, peralatan dan upah tenaga kerja karena inflasi, kenaikan biaya sebagai
akibat dan pengembangan bunga bank, kesempitan modal kerja, atau penundaan
waktu pelaksanaan kegiatan karena sesuatu keterlambatan. Disamping itu, masih
ada pengaruh yang datang dan masalah produktivitas, kemudian ketersediaan
sarana dan prasarana awal di lokasi proyek atau kejadian khusus seperti sengketa
hukum dan sebagainya.
Sedangkan masalah-masalah yang berpengaruh terhadap waktu
pelaksanaan konstruksi Iebih banyak disebabkan oleh mekanisme
penyelenggaraan, seperti keterlambatan pengadaan peralalan dan material.
Keterlambatan perencanaan. perubahan-perubahan pekerjaan selama
berlangsungnya konstruksi, kelayakan jadwal konstruksi, masalah-masalah
produktivitas, peraturan-peraturan dari pemerinah mengenai keamanan
perencanaan dan metode konstruksi dampak lingkungan, kebijakan di bidang
ketenagakerjaan dan sebagainya.
Kemudian masalah-masalah yang mempengaruhi kuaIitas hasil pekerjaan
Iebih banyak berawal dan didominasi oleh kualitas sumber daya manusia yang
berkaitan dengan kemampuan dan ketrampilan teknis, seperti misalnya dalam
penyusunan kriteria perencanaan dan spesifikasi, pengelolaan segi finansial
sebagai penunjang, tata cara penyediaan material dan peralatan, pengerahan
tenaga terampil, dan kelemahan di bidang pemeriksaan dan pengawasan selama
konstruksi berlangsung. Selanjutnya masih terdapat masalah-masalah tambahan
yang cukup penting yang berpengaruh secara sekaligus terhadap ketiga-tiga
faktor, yaitu upaya analisis rekayasa nilai, pembiayaan tak terduga yang
mengakibatkan ekonomi biaya tinggi, dan program-program pelatihan bagi
pekerja.

1.6 Time Schedule


Time schedule adalah rencana alokasi waktu untuk menyelesaikan masing-
masing item pekerjaan proyek yang secara keseluruhan adalah rentang waktu
yang ditetapkan untuk melaksanakan sebuah proyek. Time schedule pada proyek
konstruksi dapat dibuat dalam bentuk :
a. Kurva s
b. Bar chart
c. Network planning
d. Schedule harian, schedule mingguan, bulanan, tahunan, atau waktu tertentu.
e. Pembuatan time schedule dengan bantuan software seperti ms project.

Tujuan pembuatan time schedule pada sebuah proyek konstruksi antara


lain :
a. Pedoman waktu untuk pengadaan sumber daya manusia yang dibutuhkan.
b. Sebagai tolak ukur pencapaian target waktu pelaksanaan pekerjaan.
c. Sebagai pedoman pencapaian progress pekerjaan setiap waktu tertentu.
d. Sebagai pedoman untuk mengukur nilai suatu investasi.
e. Time schedule juga berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan waktu
pelaksanaan proyek.
Untuk dapat menyusun time schedule yang baik dibutuhkan :
a. Gambar kerja proyek
b. Rencana anggaran biaya pelaksanaan proyek
c. Data lokasi proyek berada
d. Data sumber daya meliputi material, peralatan, sub kontraktor yang
tersedia di sekitar lokasi pekerjaan proyek berlangsung.
e. Data sumber daya material, peralatan, sub kontraktor yang harus
didatangkan ke loksi proyek.
f. Data kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan unutuk menyelesaikan
pekerjaan.
g. Data cuaca atau musim di lokasi pekerjaan proyek.
h. Data jenis transportsi yang dapat digunakan disekitar lokasi proyek.
i. Metode kerja yang digunakan untuk melaksanakan masing-masing item
pekerjaan.
j. Data keuangan proyek meliputi arus kas, cara pembayaran pekerjaan,
tenggang waktu pembayaran progress dll.

1.7 Kurva S

Kurva S adalah sebuah jadwal pelaksanaan pekerjaan yang disajikan


dalam bentuk tabel yang mana bagannya menyerupai huruf S. Kenapa
menyerupai huruf S, karena huruf S yang baik adalah pelan disaat awal
pekerjaan kemudian cepat di tengah dan santai lagi di akhir jadwal, bentuk
grafik ini perlu dibuat sebaik mungkin karena akan mempengaruhi arus
keuangan proyek dan penjadwalan pendatangan material serta hal-hal penting
lainnya. Berikut contoh kurva s :
Manfaat dan kegunaan kurva s :

a. Sebagai informasi kapan waktu yang tepat untuk melakukan owner


ataupun melakukan pembayaran kepada supplier.
b. Sebagai informasi untuk mengontrol pelaksaan suatu proyek dengan cara
membandingkan deviasi antara kurva rencana dengan kurva realisasi.
c. Sebagai informasi untuk pengambilan keputusan berdasarkan perubahan
kurva realisasi terhadap kurva rencana perubahan ini bisa dalam bentuk
presentasi pekerjaan lebih cepat atau lebih lambat dari waktu yang sudah
ditentukan untuk menyelesaikan proyek.

1.8 Network Planning


Salah satu alat (tool) dalam manajemen proyek adalah network planning.
Berikut ada beberapa definisi network planning:

a. Network Planning merupakan sebuah alat manajemen yang


memungkinkan dapat lebih luas dan lengkapnya perencanaan dan
pengawasan suatu proyek. (Soetomo Kajatmo, 1977).
b. Network Planning adalah salah satu model yang digunakan dalam
penyelanggaraan proyek yang produknya adalah informasi mengenai
kegiatan-kegiatan yang ada dalam network diagram proyek yang
bersangkutan. (Tubagus Haedar Ali, 1995).
c. Network Planning pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan
antara bagian-bagian pekerjaan (variabel) yang
digambarkan/divisualisasikan dalam diagram network. (Sofwan Badri,
1997).
Berikut contoh network planning :

Secara umum kegunaan network planning adalah sebagai metode atau teknik
perencanaan dan pengawasan proyek. Berikut poin-poin detail kegunaan tool
network planning :

a. Memberikan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian kegiatan


menyeluruh.
b. Dapat memperkecil waktu, biaya, serta sumberdaya yang diperlukan.
c. Sebagai dokumentasi proyek.
d. Mengetahui kegiatan kritis.
e. Sebagai alat komunikasi data, manusia, dan tujuan proyek.

Untuk membuat Network Planning data-data yang diperlukan adalah:

1. Mengetahui jenis-jenis pekerjaannya, dan prasyarat apa yang diperlukan


untuk memulai pekerjaan atau kegiatan tersebut, dan kegiatan apa yang dapat
dilakukan setelah pekerjaan tersebut selesai.
2. Taksiran waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan masing-masing
pekerjaan. Jika pekerjaan tersebut tergolong baru, maka dapat dilakukan
perkiraan dengan diberikan waktu lebih (slag).
3. Biaya yang diperlukan masing-masing kegiatan dan biaya yang diperlukan
untuk mempercepat pekerjaan tersebut.
4. Sumberdaya yang diperlukan pada masing-masing pekerjaan (Tenaga,
bahan bakar, peralatan dan perlengkapan, dll).
Kemudian setelah didapat data yang diperlukan, kita dapat membuat
diagram Network Planning dengan aturan-aturan sebagai berikut:

a. Setiap kegiatan dinyatakan oleh satu anak panah.


b. Tidak diperbolehkan adanya dua kegiatan dengan peristiwa awal dan akhir
yang sama.
c. Adanya jaminan kebenaran logika ketergantungan kegiatan.
d. Harus dihindari keadaan yang menggantung.
e. Harus dihindari keadaan melingkar.

1.9 Contoh Manajemen Proyek

a) Proyek kontruksi yaitu hasilnya seperti pembangunan gedung, jembatan,


jalan raya, jalan told an lain sebagainya.
b) Proyek penelitian dan pembangunan yaitu melakukan suatu penelitian dan
pengembangan, sampai terciptanya suatu produk tertentu dengan maksud
dan tujuan untuk memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas suatu
produk, layanan dan lain sebagainya.
c) Proyek industri manufaktur yaitu kegiatannya mulai dari merancang
sampai terciptanya suatu produk yang baru.
d) Proyek padat modal yaitu suatu proyek yang membutuhkan modal yang
besar. Seperti pembebasan tanah yang luas, pembelian barang maupun
pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dan
sebagainya.

1.10 Beton

Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari


kombinasi agregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah
beton semen portland, yang terdiri dari agregat mineral ( kerikil dan pasir
biasanya ), semen dan air.
Beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi,
mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti
batu. Beton digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan,
fondasi, jalan jembatan penyebrangan, dan semen dalam bata atau tembok blok.
Nama lama untuk beton adalah batu cair.
Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi,
seperti normal, beton polos, beton pracetak, dan beton ringan. Saat ini beton
merupakan bahan bangunan yang paling banyak dipakai di dunia.
Beton mempunyai beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan bahan
bagunan lain, yaitu antara lain :

 Harga beton relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar yang


umumnya tersedia di dekat lokasi pembangunan, kecuali semen portland.
Harga beton mungkin mahal untuk daerah yang sulit mendapatkan pasir atau
kerikil.
 Beton termasuk bahan yang awet, tahan aus, tahan api (kebakaran), tahan
terhadap pengkaratan atau pembusukan oleh kondisi lingkungan sehingga
biaya perawatannya murah.
 Kuat tekan beton cukup tinggi sehingga bila dikombinasikan dengan baja
tulangan (yang memiliki kuat tarik yang tinggi) dapat dikatakan mampu dibuat
untuk struktur berat.
 Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk dan
ukuran sesuai keinginan. Cetakan beton (bekisting) dapat pula digunakan
beberapa kali sehingga secara ekonomi menjadi murah.
Disamping kelebihan penggunaan beton di atas, terdapat pula beberapa
kekurangan dari bahan beton, yaitu :
 Beton keras mempunyai beberapa kelas kekuatan sehingga harus disesuaikan
dengan bagian bagunan yang dibuat.
 Beton mempunyai kuat tarik yang rendah, sehingga bersifat getas dan mudah
retak.
Adapun langkah-langkah dalam pembuatan beton :
a. Pencampuran dan pengadukan bahan-bahan beton
Pada dasarnya beton dibuat dengan mencampurkan tiga bahan utama yakni
semen, agregat dan air. Untuk agregat, terdapat dua macam agregat yang
umum dipakai yakni kerikil sebagai agregat kasar dan pasir sebagai
agregat halus. Selain ketiga bahan tersebut, ada kalanya dicampurkan pula
zat aditif, contohnya saja zat aditf untuk mewarnai beton, zat aditif agar
beton tahan air, zat aditif agar beton cepat kering dan zat-zat aditif sejenis
lainnya.
Adapun komposisi material adukan beton dalam setiap 1m3 telah diatur
berdasarkan standar SNI 7394: 2008. Contohnya saja beton mutu K 125
komposisi materialnya terdiri dari semen 276 kg, pasir 828 kg, kerikil
1.012 kg, dan air 215 kg. Beton mutu K 125 adalah beton klas E yang
dipakai untuk konstruksi lantai dasar. Dalam jumlah kecil, pengadukan
bahan-bahan beton bisa dilakukan dengan mengandalkan tenaga kerja
yang ada. Tetapi untuk pengadukan dalam jumlah besar, tentunya
dibutuhkan alat bantu. Alat bantu ini membuat hasil adukan material beton
lebih merata, sempurna, dan tentunya lebih cepat. Alat pengaduk beton
atau yang dikenal dengan istilah molen ini ada yang berupa mesin statis,
semi mobile dan full mobile atau mixer truck.

b. Pengangkutan atau pemindahan adukan beton


Bila material-material beton sudah diaduk hingga rata sempurna,
tahapan selanjutnya adalah mengangkut adukan beton tersebut ke tempat
penuangannya. Proses ini harus dilakukan dengan cepat sebelum semen
bereaksi dengan air.
Untuk skala kecil, adukan beton bisa diangkut dengan
menggunakan ember atau gerobak dorong. Sedangkan untuk skala besar,
adukan beton biasanya diangkut dengan menggunakan truk aduk beton,
pompa atau dengan menggunakan ban berjalan. Jika jarak antara lokasi
pengadukan beton dan menuangan cukup jauh, umumnya dipakai alat
bantu berupa truk aduk beton. Sementara itu bila tempat penuangan cukup
tinggi, dapat digunakan pompa. Pada pembangunan gedung bertingkat
banyak, adukan beton biasanya dipindahkan dengan bantuan crane.

c. Penuangan adukan beton


Hasil beton yang baik diperoleh dari cara penuangan adukan beton
yang benar. Proses penuangan harus dilakukan dengan cepat sehingga
adukan beton selalu dalam kondisi plastis dan dapat mengalir dengan
lancar sampai ke rongga antara tulangan. Penuangan ini mulai dari sudut-
sudut bekisting terendah. Adukan beton tak boleh dimasukkan ke bekisting
dengan jarak lebih dari 2 m. Jika melebihi jarak maksimum 2 m, maka
dapat mengakibatkan segregasi. Gunakan tremi atau corong bila jarak
melebihi tinggi maksimum.Bila saat penuangan dalam kondisi hujan yang
deras, sebaiknya hindari menuangkan adukan beton tanpa menggunakan
penutup di bagian atasnya. Sebab air hujan yang masuk bisa membuat
kualitas beton menjadi menurun. Karena itu perlu disiapkan peneduh jika
proses pengerjaan beton berlangsung di musim hujan.Jika proses
penuangan beton sudah dimulai, maka proses ini tidak boleh berhenti
hingga selesai penuangan pada suatu penampang. Permukaan atas harus
terisi penuh dan rata dengan campuran beton untuk mendapatkan kualitas
beton yang benar-benar kokoh.

d. Memadatkan adukan beton


Tahapan berikutnya setelah penuangan adukan beton adalah
memadatkan adonan beton yang sudah dituang. Tahapan ini bertujuan
untuk menghilangkan udara yang terjebak di dalam adukan beton. Jika
dibiarkan, udara yang terjebak tersebut akan menyebabkan beton menjadi
keropos. Pemadatan ini dilakukan segera setelah proses penuangan selesai
dilakukan dan adukan beton masih dalam keadaan plastis. Pemadatan bisa
dilakukan dengan menusuk-nusuk tuangan beton atau dengan penggetaran.
Saat ini sudah tersedia alat bantu yang secara khusus dirancang untuk
mempercepat proses pemadatan beton. Alat bantu yang disebut vibrator
beton atau concrete vibrator ini mampu menghasilkan getaran ke seluruhan
permukaan beton pada radius tertentu sehingga adukan beton benar-benar
padat tanpa ruang udara yang terjebak.

e. Meratakan permukaan beton


Jika proses pemadatan beton telah selesai dilakukan, pekerjaan
dilanjutkan dengan meratakan permukaan beton. Secara sederhana, proses
perataan permukaan beton bisa dilakukan dengan menggunakan cetok dan
juga papan perata. Sementara itu untuk meratakan permukaan lantai cor
dengan cepat, dapat digunakan alat bantu seperti power trowel. Alat bantu
ini berfungsi meratakan permukaan lantai cor dalam kondisi kering 75%.

f. Perawatan beton
Inilah tahapan akhir dalam pengolahan beton yakni perawatan
beton. Perawatan ini perlu dilakukan agar proses reaksi semen dan air
berlangsung dengan baik. Adapun perawatan yang dikerjakan adalah
dengan menjaga supaya permukaan beton tetap lembab hingga proses
reaksi mencapai waktu yang ditentukan yakni kurang lebih 28 hari. Jika
permukaan beton tidak dijaga kelembabannya, maka kandungan air pada
campuran beton akan keluar sehingga pada akhirnya kualitas beton
menjadi menurun atau muncul retak-retak di permukaannya. Kelembaban
bisa dijaga dengan cara menyirami permukaan beton, menggenangi
permukaan beton, atau meletakkan karung basah di permukaan beton.

Berikut gambar bagian dalam beton :


BAB II
ESTIMASI BIAYA DAN WAKTU

2.1 Definisi Estimasi Biaya

Estimasi biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan


untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan
atau kontrak.
Estimasi biaya konstruksi merupakan hal penting dalam dunia industri
konstruksi. Ketidak akuratan estimasi dapat memberikan efek negatif pada
seluruh proses konstruksi dan semua pihak yang terlibat. Estimasi biaya
berdasarkan spesifikasi dan gambar kerja yang disiapkan owner harus menjamin
bahwa pekerjaan akan terlaksana dengan tepat dan kontraktor dapat menerima
keuntungan yang layak Estimasi biaya konstruksi dikerjakan sebelum
pelaksanaan fisik dilakukan dan memerlukan analisis detail dan kompilasi
dokumen penawaran dan lainnya.
Estimasi biaya mempunyai dampak pada kesuksesan proyek dan
perusahaan pada umumnya. Keakuratan dalam estimasi biaya tergantung pada
keahlian dan ketelitian estimator dalam mengikuti seluruh proses pekerjaan dan
sesuai dengan informasi terbaru.
Proses analisis biaya konstruksi adalah suatu proses untuk mengestimasi
biaya langsung yang secara umum digunakan sebagai dasar penawaran. Pada
tahap awal penentuan biaya sangat diperlukan dalam mengambil keputusan
dengan estimator proyek. Pada tahap akhir penentuan biaya diperlukan untuk
mengendalikan besarnya biaya proyek. Penentuan biaya juga berguna untuk
menerbitkan biaya laporan bulanan. Tujuan akhirnya yakni menyelesaikan
proyek sesuai kualitas, pada jadwal yang ditentukan didalam rencana anggaran.
2.2 Jenis-Jenis Estimasi Biaya
Dalam industri kostruksi estimasi biaya adalah istilah yang sering
digunakan untuk menggambarkan perkiraan biaya yang akan digunakanb untuk
merealesasikan suatu proyek konstruksi. Proyek konstruksi dilakukan melalui
beberapa tahapan yang membutuhkan rentang waktu tertentu sehingga estimasi
biaya sangat dibutuhkan. Sehingga dapat didefinisikan, Estimasi biaya adalah
penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu
kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan atau kontrak. Estimasi biaya
proyek dapat dilakukan pada berbagai tahapan proyek. Estimasi ini nilainya akan
semakin mendekati nilai biaya proyek bila estimasi dilakukan pada saat
informasi mengenai proyek tersebut sudah sangat lengkap. Biaya proyek itu
sendiri baru dapat diketahui setelah proyek selesai dikerjakan oleh kontraktor.
Secara umum, estimasi biaya proyek dibagi menjadi dua macam, yaitu:
 Estimasi biaya konseptual, yaitu estimasi biaya berdasarkan konsep
bangunan yang akan dibangun.
 Estimasi biaya detail, adalah estimasi yang didasarkan pada dokumen
rencana pembangunan yang lengkap.
2.2.1 Estimasi Biaya Konseptual
Estimasi biaya berdasarkan konsep bangunan yang akan dibangun.
Estimasi ini dibuat pada tahapan awal suatu proyek. Pihak pemilik pada mulanya
membuat estimasi pendahuluan ini untuk mengetahui apakah suatu proyek yang
direncanakannya secara ekonomis layak untuk dilaksanakan. Dengan
berlangsungnya tahapan-tahapan proyek selanjutnya, yaitu tahap perencanaan
awal dan detail akan dibuat estimasi biaya lagi yang tentunya akan lebih baik
hasilnya. Estimasi-estimasi biaya ini dibuat secara terus -menerus untuk
mengontrol agar biaya proyek tidak lebih besar dari anggaran proyek menurut
hasil estimasi biaya pendahuluan.
Untuk membuat estimasi pendahuluan ini dibutuhkan data-data sebagai berikut
• Produk yang dihasilkan oleh proyek, berikut kapasitas produksi dan
lokasinya.
• Gambaran mengenai fasilitas-fasilitas yang terdapat pada proyek.
• Denah / tata Ietak proyek
• Waktu dibuatnya estimasi biaya proyek
• Daftar peralatan utama yang akan dibeli
• Persetujuan pemilik proyek terhadap gambaran rencana proyek secara
umum.
Estimasi biaya ini dihitung berdasarkan pengalaman pemilik maupun
pihak konsultan. informasi dapat dicari dari proyek-proyek sejenis yang pernah
dibuat sebelumnya. Kita harus mempertimbangkan faktor waktu, kapasitas dan
lokasi proyek. Estimasi pendahuluan ini biasanya mempunyai ketepatan sebesar
20 - 30 dari biaya proyek yang benarnya. Walaupun estimasi ini sangat kasar,
tetapi sangat berguna bagi pihak pemilik untuk mengambil keputusan apakah
proyek yang direncanakannya tersebut akan dilaksanakan atau tidak ataupun
memperkecil lingkup proyek agar anggaran proyek tidak terlampaui. Di samping
itu, proses estimasi biaya ini mudah dan cepat, sehingga keputusan yang balk
dapat diambil sesegera mungkin pada tahapan yang sangat awal dari suatu
proyek.
2.2.2 Estimasi Biaya Detail
Estimasi detail dilakukan untuk mendapatkan perkiraan biaya proyek yang
lebih akurat. Estimasi ini dilakukan setelah estimasi pendahuluan disetujui dan
setelah hampir seluruh perencanaan detail selesai dibuat. Informasi mengenai
proyek sudah mencakup gambar-gambar arsitektur, struktur, mekanikal dan
elektrikal yang sudah detail, serta spesifikasi teknis detail. Untuk membuat
estimasi biaya ini dari informasi yang telah lengkap di atas kita harus
menghitung secara rinci seluruh elemen yang tercakup dalam proyek, kemudian
berbagai elemen proyek tersebut ditabulasikan dan dihitung jumlahnya. Proses
ini disebut perhitungan kuantitas. Berikutnya, jumlah tiap elemen dikalikan
dengan suatu unit harga sehingga hasil penjumlahannya merupakan estimasi
biaya langsung proyek. Dengan menambahkan biayabiaya tak langsung, seperti
overhead, keuntungan, eskalasi harga serta biaya tak terduga, maka didapatkan
estimasi biaya proyek total. Perhitungan kuantitas yang teliti akan sangat
mempengaruhi keakuratan hasil estimasi detail di atas. Estimasi detail dibagi
menjadi dua jenis yaitu :
a. Estimasi Perencana (Engineer's Estimate)
Estimasi biaya ini sebaiknya dibuat berdasarkan dokumen lelang yang juga
dimiliki oleh penawar (calon kontraktor) dan dibuat sebelum lelang.
Estimasi Perencana digunakan oleh pihak pemilik untuk mengevaluasi
penawaran-penawaran talon kontraktor dalam menentukan pemenang
lelang.
b. Estimasi Penawaran Kontraktor
Penawaran Kontraktor dibuat dengan suatu strategi perusahaan,
penawarannya harus cukup rendah agar dapat memenangkan lelang tetapi
juga cukup tinggi agar mendapatkan cukup keuntungan. Dengan kondisi
demikian, maka hasil estimasi yang dibuat oleh masingmasing penawar
akan sangat berbeda antara penawar tertinggi dan terendah. Tetapi dengan
adanya estimasi perencana, maka pihak pemilik mempunyai acuan
mengenai harga proyeknya.
2.2 Metode Estimasi Biaya
Dalam menaksir biaya yang hendak ditawarkan, estimator harus
mempergunakan segenap pengalaman, kelihaian berusaha, serta pengetahuannya
untuk mendapatkan taksiran yang tidak hanya memungkinkannya untuk
memenangkan tender, juga akan mendapatkan keuntungan yang wajar bagi
perusahaannya. Kesulitan mendapatkan taksiran biaya yang tepat berbanding
lurus dengan jumlah pekerjaan dalam perencanaan atau pengembangan yang
dilaksanakan. Syarat utama adalah estimator harus mengetahui apa yang
diperlukan dalam suatu penawaran atau pendekatan rekayasa apa yang akan
dipakai untuk memenuhi persyaratan. Untuk mendapatkan perhitungan yang
cepat maka harus dikembangkan suatu model perhitungan biaya untuk
meningkatkan pemahaman tentang proyek dan untuk mengkomunikasikan
konsep yang komplek. Adapun metode dalam estimasi biaya dalam PMBOK
(Project Management of Body Knowlegde) dapat dilihat pada gambar berikut
ini:
• Perkiraan Analogi atau top-down
Berarti menggunakan biaya yang sebenarnya dari
sebuah proyek sebelumnya yang sama sebagai dasar untuk memperkirakan
biaya proyek ini. Hal ini sering digunakan untuk memperkirakan total biaya
proyek bila dalam jumlah terbatas, informasi rinci tentang proyek (misalnya,
dalam fase awal Perkiraan Manual umumnya lebih murah daripada teknik
yang lain, tetapi umumnya juga kurang akurat. Hal ini paling dapat
diandalkan saat proyek-proyek sebelumnya serupa pada fakta dan bukan
hanya dalam penampilan, dan individu atau kelompok menyiapkan perkiraan
memiliki keahlian yang dibutuhkan.
• Pemodelan parametrik.
Parametrik melibatkan pemodelan menggunakan karakteristik proyek
(Parameter) dalam model matematis untuk memprediksi biaya proyek.
Mungkin model konstruksi rumah sederhana (perumahan akan biaya jumlah
tertentu per kaki persegi ruang hidup) atau kompleks (satu model dari biaya
pengembangan perangkat lunak menggunakan tiga belas faktor penyesuaian
yang terpisah, masing-masing memiliki lima menjadi tujuh poin di atasnya).
Baik biaya dan akurasi model parametrik sangat bervariasi. Metode ini paling
mungkin dapat diandalkan ketika, informasi historis digunakan untuk
mengembangkan model adalah akurat, parameter yang digunakan dalam
model ini adalah mudah diukur, dan
▪ Model scalable
Model scalable, yaitu bekerja dengan baik untuk proyek yang sangat besar
seperti untuk yang sangat kecil satu
• Estimasi Bottom Up.
Teknik perkiraan ini melibatkan biaya individu kegiatan atau pekerjaan paket,
kemudian meringkas atau menghitung perkiraan individu untuk mendapatkan
total proyek. Biaya dan ketepatan estimasi bottom-up didorong oleh ukuran
dan kompleksitas kegiatan kerja individu atau paket kegiatan yang lebih kecil
meningkatkan baik biaya dan keakuratan dari proses estimasi. Tim
manajemen proyek harus mempertimbangkan akurasi tambahan terhadap
biaya tambahan.
• Alat Komputerisasi
Alat Komputerisasi seperti perangkat lunak manajemen proyek spreadsheet
dan simulasi atau tools statistik, banyak digunakan untuk membantu dengan
biaya memperkirakan produk tersebut dapat menyederhanakan penggunaan
alat-alat yang dijelaskan.
• Metode estimasi biaya lainnya. Sebagai contoh, tawaran vendor analisis.

2.4 Komponen Biaya Proyek


Dalam pekerjaan proyek konstruksi biaya total proyek merupakan jumlah
komponen biaya yang meliputi : biaya langsung yang terdiri atas biaya tenaga
kerja, biaya material, biaya peralatan dan biaya tak langsung.
2.4.1 Biaya Langsung (Direct Cost )
Yang dimaksud dengan biaya langsung adalah biaya yang berhubungan
dengan konstruksi / bangunan, diantaranya adalah :
a) Biaya Tenaga Kerja Estimasi
Komponen tenaga kerja merupakan aspek paling sulit dari keseluruhan
analisis biaya konstruksi. Banyak sekali faktor berpengaruh yang harus
diperhitungkan antara lain : kondisi tempat kerja, ketrampilan, lama waktu
kerja, kepadatan penduduk, persaingan, produktivitas, dan indeks biaya
hidup setempat. Dari sekian banyak faktor, yang paling sulit adalah
mengukur dan menetapkan tingkat produktivitas, yaitu prestasi pekerjaan
yang dapat dicapai oleh pekerja atau regu kerja setiap satuan waktu yang
ditentukan. Tingkat produktivitas selain tergantung pada keahlian,
ketrampilan, juga terkait dengan sikap mental pekerja yang sangat
dipengaruhi oleh keadaan setempat dan lingkungannya.

b) Biaya Material Analisis


Biaya Material Analisis meliputi perhitungan seluruh kebutuhan volume dan
biaya material yang digunakan untuk setiap komponen bangunan, material
pekerjaan pokok maupun penunjang. Biaya material diperoleh dengan
menerapkan harga satuan yang berlaku pada saat dibeli. Harga satuan
material merupakan harga di tempat pekerjaan yang di dalamnya sudah
termasuk memperhitungkan biaya pengangkutan, menaikkan dan
menurunkan, pengepakan, asuransi, pengujian, penyusutan, penyimpanan di
gudang, dan sebagainya.

c) Biaya Peralatan
Estimasi biaya peralatan termasuk pembelian atau sewa, mobilisasi,
demobilisasi, memindahkan, transportasi, memasang, membongkar, dan
pengoperasian selama konstruksi berlangsung. Apabila kontraktor tidak
mempunyai alat penting yang diperlukan untuk menangani proyek, maka
harus memutuskan untuk membeli atau menyewanya. Sedangkan jika
kontraktor memiliki alat yang dimaksud biasanya masih harus
mempertimbangkan beberapa hal : apakah alat dalam keadaan menganggur
dan siap pakai, butuh biayaperbaikan dan persiapan, biaya mobilisasi, dan
apakah alatnya layak untuk dioperasikan. Adakalanya, dengan
memperhatikan sederetan permasalahan yang dihadapi mungkin masih akan
lebih ekonomis jika diputuskan untuk membeli alat baru atau menyewa.
2.4.2 Biaya Tak Langsung ( Indirect Cost )
Biaya tak langsung adalah biaya yang tidak secara langsung berhubungan
dengan konstruksi / bangunan tetapi harus ada dan tidak dapat dilepaskan dari
proyek tersebut. Biaya tak langsung dibedakan menjadi dua golongan yaitu
biaya umum (overhead cost) dan biaya proyek. Yang dikelompokkan menjadi
sebagai biaya umum adalah
(1) gaji personil tetap kantor pusat dan lapangan
(2) pengeluaran kantor pusat seperti sewa kantor, telepon, dan sebagainya
(3) perjalanan beserta akomodasi
(4) biaya dokumentasi
(5) bunga bank
(6) biaya notaris
(7) peralatan kecil dan material habis pakai.
Sedangkan yang dapat dikelompokkan sebagai biaya proyek,
pengeluarannya dapat dibebankan pada proyek tetapi tidak dimasukkan pada
biaya upah tenaga kerja, material, atau peralatan, yaitu :
(1) bangunan kantor lapangan beserta perlengkapannya;
(2) biaya telepon kantor lapangan;
(3) kebutuhan akomodasi lapangan seperti listrik, air bersih
(4) jalan kerja dan parkir, batas perlindungan, dan pagar di lapangan;
(5) pengukuran lapangan;
(6) tandatanda untuk pekerjaan dan kebersihan lapangan pada umumnya;
(7) pelayanan keamanan dan keselamatan kerja;
(8) pajak pertambahan nilai;
(9) biaya asuransi;
(10) biaya jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan, dan jaminan
pemeliharaan;
(11) asuransi risiko pembangunan dan asuransi kerugian;
(12) surat ijin dan lisensi;
(13) inspeksi, pengujian, dan pengetesan;
(14) sewa peralatan besar utama
(15) premi pekerjaan bila diperlukan.
2.4.3 Keuntungan
Nilai keuntungan pada umumnya dinyatakan sebagai persentase dari
seluruh jumlah pembiayaan. Secara umum, biasanya untuk proyek kecil
ditetapkan persentase keuntungan yang semakin besar, demikian pula untuk
keadaan yang sebaliknya. Pada prinsipnya penetapan besarnya keuntungan juga
dipengaruhi oleh besarnya risiko atau kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi,
yang seringkali tidak tampak nyat
2.5 RAB ( Rencana Anggaran Biaya )
Rencana anggaran biaya merupakan perhitungan banyaknya biaya yang
diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan
dengan pelaksanaan proyek pembangunan.
RAB = Σ ( Volume x Harga Satuan Pekerjaan )
Dalam aplikasinya dilapangan, rencana anggaran biaya ini merupakan alat
untuk mengendalikan jumlah biaya penyelesaian pekerjaan secara berurutan
sesuai dengan yang telah direncanakan. Rencana anggaran biaya ini berada pada
proposal biaya diluar proposal teknis yang merupakan kelengkapan administrasi
sebuah perusahaan jasa konstruksi. Tujuan pembuatan RAB adalah :
 Agar biaya pembangunan yang dibutuhkan dapat diketahui sebelumnya.
 Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan dalam proses
pembangunan.
 Untuk mencegah terjadinya pemborosan dalam penggunaan sumber daya.
Rencana Anggaran Biaya pelaksanaan proyek dibuat berdasarkan rencana
anggaran penawaran yang digunakan sebagai patokan biaya penyelesaian proyek
yang harus diikuti oleh setiap unit yang dalam kendali seorang manajer proyek.
Susunan RAB disampaikan berupa suatu dokumen yang isinya secara urut
sebagai berikut :
1. Rekapitulasi
2. Rincian RAB (Bill of Quantity/ BoQ)
3. Analisa harga satuan pekerjaan (Unit Cost)
4. Daftar harga satuan bahan dan upah
Estimasi biaya itu hanya memperkirakan saja, mengira-ngira terlebih
dahulu kira kira proyek yang kita mau kerjakan ini sekitar segini biayanya dan
waktunya harus di kerjakan selama waktu yang yang telah ditentukan, dari
proses mengkira-kira ini nanit ada proses ke pelaksanaan.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Perhitungan Volume


Pengetahuan dan pemahaman tentang perhitungan volume
bangunan rumah diperlukan agar kita dapat mengestimasikan anggaran
biaya pembangunan rumah dengan tepat. Perhitungan ini juga diperlukan
agar anda dapat mengefisienkan pengeluaran dalam anggaran membangun
rumah idaman.
Kita tahu bahwa dalam usaha membangun rumah diperlukan
adanya beberapa material pokok semisal kayu, besi, beton, dan lain
sebagainya. Semua material pendukung ini berada diluar perihitungan
program autocad dan hanya bisa dihitung secara manual. Dengan demikan
dalam menghitung jumlah volume bangunan rumah akan lebih rinci dan
efisien.  Karenanya dalam melakukan perhitungan volume bangun rumah
perlu mengacu pada perhitungan volume material yang akan digunakan.
Pada perhitungan bangunan dan masing-masing jenis pekerjaan,
cara perhitungan volumenya berbeda tergantung bentuknya, tetapi rumus
dasar yang digunkan tetaplah sama yaitu menggunakan rumus matematika,
seperti luas, keliling, dan volume. Untuk volume satuan dihitung dengan
buah atau unit yang terdiri dari rangkaian material yang sudah menjadi
satu kesatua, contohnya seperti panel listrik, meja dapur, atau meja cuci.
NO. URAIAN SATUAN HARGA SATUAN
A. UPAH TENAGA KERJA
1 Pekerja Org/Hari Rp. 130,000.00
2 Tukang Org/Hari Rp. 170,000.00
3 Kepala Tukang Org/Hari Rp. 190,000.00
4 Mandor Org/Hari Rp. 210,000.00

B. BAHAN BANGUNAN DAN ALAT


1 Papan Bekisting ( Kayu Putih )
2 Kayu Buah ( Streger )
3 Streger ( Kayu Balok Campuran )
4 Kayu Bakar
5 Papan & Kayu Besi 5/10
6 Kayu Besi 10/10
7 Kayu Besi 6/12
8 Papan & Kayu Matoa 5/10
9 Kayu Matoa 5/5
10 Urugan Tanah Biasa ( Bersih )
11 Urugan Tanah Humus ( Taman )
12 Karang Urug
13 Karang Cor
14 Karang Cor ( Kerikil Kali Pilihan )
15 Batu Kali/Batu Belah (Gunung )
16 Batu Pecah Cor ( Bang. Lt Keatas )
17 Pasir Beton
18 Pasir Pasang
19 Pasir Urug
20 Batu Pecah 5/7
21 Batu Pecah 3/5
22 Batu Pecah 3/5
23 Batu Pecah 1/2 (Screen )
24 Aspal kg Rp. 15,250.00
25 Sirtu Gunung ( Pilihan )
26 Mesin Gilas ( Wals ) - Tampa Mobilisasi jam Rp. 810,000.00
27 Alat Berat Loader - Tampa Mobilisasi jam Rp. 850,000.00
28 Excavator -Tampa Mobilisasi jam Rp. 850,000.00
29 Alat Berat Buldoser jam Rp. 850,000.00
30 Mobilisasi $ Demobilisasi Alat trayek Rp. 8,500,000.00
31 Batu Tela buah Rp. 4,000.00
32 Batu Ringan 60 x 20 x 10 cm buah Rp. 24,000.00
33 Batu Ringan 60 x 20 x 7,5 cm buah Rp. 17,500.00
34 Paving Block - Ukr. Kecil / Ukr. Besar buah Rp. 5,300.00
35 Batu Kerawang / Batu Angin ( Ventilasi ) buah Rp. 10,800.00
36 Portland Semen ( 50 kg ) zak Rp. 105,000.00
37 PC. Semen Warnah ( PC Pilihan ) kg Rp. 23,000.00
38 Besi Beton Polos kg Rp. 20,200.00
39 Besi Beton Ulir kg Rp. 20,500.00
40 Besi Siku 30 x 30 x 4-6 m' batang Rp. 215,000.00
DAFTAR ANALISA HARGA DAN UPAH KERJA

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH TYPE 36


LOKASI : JAYAPURA
TAHUN : 2019

No. Jenis Pekerjaan Satuan Koefisien Daftar Harga ( Rp ) Jumlah Harga ( Rp )


2
1 1 M Pembersihan Lapangan
Pekerja OH 0,10 Rp. 130.000,00 Rp. 13.000,00
Mandor OH 0,05 Rp. 210.000,00 Rp. 10.500,00
Jumlah Rp. 23.500,00
Overhead 15 % Rp. 3.525,00
Total Rp. 27.025,00
2 1 M' Pemasangan Papan Bouwplank
Pekerja OH 0,10 Rp. 130.000,00 Rp. 13.000,00
Tukang Kayu OH 0,10 Rp. 170.000,00 Rp. 17.000,00
Kepala Tukang OH 0,01 Rp. 190.000,00 Rp. 1.900,00
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 1.050,00
Kayu balok 5/7 klas III M3 0,01 Rp. 3.000.000,00 Rp. 36.000,00
Paku 2”-3” KG 0,02 Rp. 27.250,00 Rp. 545,00
Kayu papan 3/20 kl IV M3 0,01 Rp. 3.150.000,00 Rp. 22.050,00
Jumlah Rp. 91.545,00
Overhead 15 % Rp. 13.731,75
Total Rp. 105.276,75
3
3 1 M Galian Tanah
Pekerja OH 0,75 Rp. 130.000,00 Rp. 97.500,00
Mandor OH 0,03 Rp. 210.000,00 Rp. 5.250,00
Jumlah Rp. 102.750,00
Overhead 15 % Rp. 15.412,50
Total Rp. 118.162,50
3
4 1 M Urugan Tanah Kembali
Pekerja OH 0,25 Rp. 130.000,00 Rp. 32.500,00
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 1.750,00
Jumlah Rp. 34.250,00
Overhead 15 % Rp. 5.137,50
Total Rp. 39.387,50
3
5 1 M Urugan Tanah
Tanah Timbunan M3 1,20 Rp. 300.000,00 Rp. 360.000,00
Pekerja OH 0,22 Rp. 130.000,00 Rp. 28.600,00
Mandor OH 0,02 Rp. 210.000,00 Rp. 4.830,00
Jumlah Rp. 393.430,00
Overhead 15 % Rp. 59.014,50
Total Rp. 452.444,50
3
6 1 M Urugan Pasir
Pasir urugan M3 1,20 Rp. 550.000,00 Rp. 660.000,00
Pekerja OH 0,30 Rp. 130.000,00 Rp. 39.000,00
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 2.100,00
Jumlah Rp. 701.100,00
Overhead 15 % Rp. 105.165,00
Total Rp. 806.265,00
3
7 1 M Memasang Pondasi Batu Kali
(campuran 1 pc : 4 psr)
Batu kali M3 1,20 Rp. 555.000,00 Rp. 666.000,00
Semen KG 163,00 Rp. 2.100,00 Rp. 342.300,00
Pasir M3 0,52 Rp. 590.000,00 Rp. 306.800,00
Pekerja OH 1,50 Rp. 130.000,00 Rp. 195.000,00
Tukang batu OH 0,75 Rp. 170.000,00 Rp. 127.500,00
Kepala tukang OH 0,08 Rp. 190.000,00 Rp. 14.250,00
Mandor OH 0,08 Rp. 210.000,00 Rp. 15.750,00
Jumlah Rp. 1.667.600,00
Overhead 15 % Rp. 250.140,00
Total Rp. 1.917.740,00
3
8 1 M Campuran Beton K225
( Beton Kolom, Sloof Praktis )
Semen Pc KG 247,00 Rp. 2.100,00 Rp. 518.700,00
Pasir cor KG 869,00 Rp. 428,57 Rp. 372.428,57
Kerikil KG 999,00 Rp. 414,81 Rp. 414.400,00
Air LTR 215,00 Rp. 50,00 Rp. 10.750,00
Pekerja OH 1,65 Rp. 130.000,00 Rp. 214.500,00
Tukang OH 0,28 Rp. 170.000,00 Rp. 46.750,00
Kepala Tukang OH 0,03 Rp. 190.000,00 Rp. 5.320,00
Mandor OH 0,08 Rp. 210.000,00 Rp. 17.430,00
Jumlah Rp. 1.600.278,57
Overhead 15 % Rp. 240.041,79
Total Rp. 1.840.320,36
3
9 1 M Bekisting Sloof
Kayu Bekisting M3 0,04 Rp. 2.950.000,00 Rp. 123.900,00
Paku 5 cm - 10 cm KG 0,30 Rp. 27.500,00 Rp. 8.250,00
Minyak Bekisting KG 0,10 Rp. 15.000,00 Rp. 1.500,00
Pekerja OH 0,42 Rp. 130.000,00 Rp. 54.600,00
Tukang OH 0,26 Rp. 170.000,00 Rp. 44.200,00
Kepala tukang OH 0,03 Rp. 190.000,00 Rp. 4.940,00
Mandor OH 0,03 Rp. 210.000,00 Rp. 5.460,00
Jumlah Rp. 242.850,00
Overhead 15 % Rp. 36.427,50
Total Rp. 279.277,50
3
10 1 M Bekisting Kolom
Kayu Bekisting M3 0,04 Rp. 2.950.000,00 Rp. 103.250,00
Paku campur KG 0,40 Rp. 27.500,00 Rp. 11.000,00
Minyak Bekisting LTR 0,20 Rp. 15.000,00 Rp. 3.000,00
Balok Kayu Matoa M3 0,02 Rp. 3.150.000,00 Rp. 47.250,00
Tripleks 9 mm LBR 0,33 Rp. 220.000,00 Rp. 72.600,00
Dolken kayu Dia.8 - 10 cm BTG 2,00 Rp. 25.000,00 Rp. 50.000,00
Pekerja OH 0,51 Rp. 130.000,00 Rp. 66.300,00
Tukang OH 0,26 Rp. 170.000,00 Rp. 44.200,00
Kepala tukang OH 0,03 Rp. 190.000,00 Rp. 4.940,00
Mandor OH 0,03 Rp. 210.000,00 Rp. 5.460,00
Jumlah Rp. 408.000,00
Overhead 15 % Rp. 61.200,00
Total Rp. 469.200,00
3
11 1 M Bekisting RingBalok
Kayu Bekisting M3 0,03 Rp. 2.950.000,00 Rp. 97.350,00
Paku 5 cm - 10 cm KG 0,40 Rp. 27.500,00 Rp. 11.000,00
Minyak Bekisting LTR 0,20 Rp. 15.000,00 Rp. 3.000,00
Balok Kayu Matoa M3 0,02 Rp. 3.150.000,00 Rp. 56.700,00
Plywood tebal 9 mm LBR 0,34 Rp. 220.000,00 Rp. 74.800,00
Dolken kayu Dia.8 - 10 cm BTG 2,00 Rp. 25.000,00 Rp. 50.000,00
Pekerja OH 0,66 Rp. 130.000,00 Rp. 85.800,00
Tukang OH 0,33 Rp. 170.000,00 Rp. 56.100,00
Kepala tukang OH 0,03 Rp. 190.000,00 Rp. 6.270,00
Mandor OH 0,03 Rp. 210.000,00 Rp. 6.930,00
Jumlah Rp. 447.950,00
Overhead 15 % Rp. 67.192,50
Total Rp. 515.142,50
3
12 1 M Sloof 15/20
Beton K.100 M3 1,00 Rp. 1.840.320,36 Rp. 1.840.320,36
Besi beton KG 123,00 Rp. 20.200,00 Rp. 2.484.600,00
Bekisting M2 4,65 Rp. 279.277,50 Rp. 1.298.640,38
Jumlah Rp. 5.623.560,73
Overhead 15 % Rp. 843.534,11
Total Rp. 6.467.094,84
3
13 1 M Kolom 12/12
Beton K.100 M3 1,00 Rp. 1.840.320,36 Rp. 1.840.320,36
Besi beton KG 124,00 Rp. 20.200,00 Rp. 2.504.800,00
Bekisting M2 11,33 Rp. 279.277,50 Rp. 3.164.214,08
Jumlah Rp. 7.509.334,43
Overhead 15 % Rp. 1.126.400,16
Total Rp. 8.635.734,60
3
14 1 M Ring Balok 15/20
Beton K.100 M3 1,00 Rp. 1.840.320,36 Rp. 1.840.320,36
Besi beton KG 118,00 Rp. 20.200,00 Rp. 2.383.600,00
Bekisting KG 4,65 Rp. 279.277,50 Rp. 1.298.640,38
Jumlah Rp. 5.522.560,73
Overhead 15 % Rp. 828.384,11
Total Rp. 6.350.944,84
2
15 1 M Pas. Batu Tela SP 1PC : 4PS
Batu Tela BH 20,00 Rp. 4.000,00 Rp. 80.000,00
Semen Portland KG 11,50 Rp. 2.100,00 Rp. 24.150,00
Pasir Pasang M3 0,04 Rp. 590.000,00 Rp. 25.370,00
Pekerja OH 0,30 Rp. 130.000,00 Rp. 39.000,00
Tukang Batu OH 0,10 Rp. 170.000,00 Rp. 17.000,00
Kepala Tukang OH 0,01 Rp. 190.000,00 Rp. 1.900,00
Mandor OH 0,02 Rp. 210.000,00 Rp. 3.150,00
Jumlah Rp. 190.570,00
Overhead 15 % Rp. 28.585,50
Total Rp. 219.155,50
2
16 1 M Plesteran SP 1PC : 4PS Tebal 1,5 cm
Semen Portland KG 6,14 Rp. 2.100,0000 Rp. 12.894,0000
Pasir Pasang M3 0,02 Rp. 590.000,0000 Rp. 14.160,0000
Pekerja OH 0,25 Rp. 130.000,0000 Rp. 32.500,0000
Tukang Batu OH 0,15 Rp. 170.000,0000 Rp. 25.500,0000
Kepala Tukang OH 0,02 Rp. 190.000,0000 Rp. 2.850,0000
Mandor OH 0,02 Rp. 210.000,0000 Rp. 3.150,0000
Jumlah Rp. 91.054,0000
Overhead 15 % Rp. 13.658,10
Total Rp. 104.712,10
3
17 1 M Kuse n Pintu dan Jendela
Pekerja OH 7,00 Rp. 130.000,0000 Rp. 910.000,0000
Tukang kayu OH 21,00 Rp. 170.000,0000 Rp. 3.570.000,0000
Kepala tukang OH 2,10 Rp. 190.000,0000 Rp. 399.000,0000
Mandor OH 0,35 Rp. 210.000,0000 Rp. 73.500,0000
Balok kayu M3 1,20 Rp. 3.000.000,0000 Rp. 3.600.000,0000
Paku 10 cm KG 1,25 Rp. 27.250,0000 Rp. 34.062,5000
Lem kayu KG 1,00 Rp. 38.000,0000 Rp. 38.000,0000
Jumlah Rp. 8.624.562,5000
Overhead 15 % Rp. 1.293.684,38
Total Rp. 9.918.246,88
3
18 1 M Konstruksi Kuda-Kuda Kls.1
Pekerja OH 4,00 Rp. 130.000,0000 Rp. 520.000,00
Tukang kayu OH 12,00 Rp. 170.000,0000 Rp. 2.040.000,00
Kepala tukang OH 1,20 Rp. 190.000,0000 Rp. 228.000,00
Mandor OH 0,20 Rp. 210.000,0000 Rp. 42.000,00
Balok kayu M3 1,10 Rp. 3.000.000,0000 Rp. 3.300.000,00
Paku 12 cm KG 0,56 Rp. 27.250,0000 Rp. 15.260,00
Jumlah Rp. 6.145.260,00
Overhead 15 % Rp. 921.789,00
Total Rp. 7.067.049,00
3
19 1 M Pekerjaan Gording
Kayu matoa M3 1,10 Rp. 3.000.000,0000 Rp. 3.300.000,0000
Paku KG 0,25 Rp. 27.250,0000 Rp. 6.812,5000
Pekerja OH 0,80 Rp. 130.000,0000 Rp. 104.000,0000
Tukang Kayu OH 2,00 Rp. 170.000,0000 Rp. 340.000,0000
Kep. tukang Kayu OH 0,24 Rp. 190.000,0000 Rp. 45.600,0000
Mandor OH 0,04 Rp. 210.000,0000 Rp. 8.400,0000
Jumlah Rp. 3.804.812,5000
Overhead 15 % Rp. 570.721,88
Total Rp. 4.375.534,38
3
20 1 M Lipslank Papan Kayu
Pekerja OH 0,10 Rp. 130.000,0000 Rp. 13.000,0000
Tukang kayu OH 0,20 Rp. 170.000,0000 Rp. 34.000,0000
Kepala tukang OH 0,02 Rp. 190.000,0000 Rp. 3.800,0000
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 1.050,0000
Papan kayu 3/20 M3 0,01 Rp. 3.150.000,0000 Rp. 34.650,0000
Paku 10 cm KG 0,05 Rp. 27.250,0000 Rp. 1.362,5000
Jumlah Rp. 87.862,5000
Overhead 15 % Rp. 13.179,38
Total Rp. 101.041,88
3
21 1 M Pasang Atap Se ng BJSL 0,2 mm
Atap Seng BJSL 0,2 mm LBR 1,50 Rp. 71.500,0000 Rp. 107.250,0000
Paku seng + ring karet KG 0,02 Rp. 33.150,0000 Rp. 663,0000
Pekerja OH 0,15 Rp. 130.000,0000 Rp. 19.500,0000
Tukang Kayu OH 0,07 Rp. 170.000,0000 Rp. 11.900,0000
Kepala Tukang OH 0,08 Rp. 190.000,0000 Rp. 15.200,0000
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 1.260,0000
Jumlah Rp. 155.773,0000
Overhead 15 % Rp. 23.365,95
Total Rp. 179.138,95
22 1 M' Pasang Nok Gente ng
Nok/Nok standar 40 x 18 LBR 1,00 Rp. 75.000,0000 Rp. 75.000,0000
Paku Genteng Metal KG 0,04 Rp. 33.150,0000 Rp. 1.326,0000
Pekerja OH 0,10 Rp. 130.000,0000 Rp. 13.000,0000
Tukang Kayu OH 0,07 Rp. 170.000,0000 Rp. 11.900,0000
Kepala Tukang OH 0,01 Rp. 190.000,0000 Rp. 1.520,0000
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 1.680,0000
Jumlah Rp. 104.426,0000
Overhead 15 % Rp. 15.663,90
Total Rp. 120.089,90
2
23 1 M Pekerjaan Rangka Plafond Kayu
Kayu Matoa 5/5 M3 0,02 Rp. 3.150.000,0000 Rp. 51.345,0000
Paku 7 cm – 10 cm LBR 0,25 Rp. 27.500,0000 Rp. 6.875,0000
Pekerja OH 0,15 Rp. 130.000,0000 Rp. 19.500,0000
Tukang Kayu OH 0,25 Rp. 170.000,0000 Rp. 42.500,0000
Kepala Tukang OH 0,03 Rp. 190.000,0000 Rp. 5.700,0000
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 2.100,0000
Jumlah Rp. 128.020,0000
Overhead 15 % Rp. 19.203,00
Total Rp. 147.223,00
2
24 1 M Langit-Langit Tripleks
Tripleks 3 mm LBR 0,37 Rp. 85.000,0000 Rp. 31.025,0000
Paku Tripleks KG 0,03 Rp. 20.000,0000 Rp. 600,0000
Pekerja OH 0,10 Rp. 130.000,0000 Rp. 13.000,0000
Tukang Kayu OH 0,10 Rp. 170.000,0000 Rp. 17.000,0000
Kepala Tukang OH 0,01 Rp. 190.000,0000 Rp. 1.900,0000
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 1.050,0000
Jumlah Rp. 64.575,0000
Overhead 15 % Rp. 9.686,25
Total Rp. 74.261,25
'
25 1 M List Plafon
Kayu Profil M' 1,05 Rp. 9.500,0000 Rp. 9.975,0000
Paku KG 0,01 Rp. 27.500,0000 Rp. 275,0000
Pekerja OH 0,05 Rp. 130.000,0000 Rp. 6.500,0000
Tukang Kayu OH 0,05 Rp. 170.000,0000 Rp. 8.500,0000
Kepala Tukang OH 0,01 Rp. 190.000,0000 Rp. 950,0000
Mandor OH 0,00 Rp. 210.000,0000 Rp. 630,0000
Jumlah Rp. 26.830,0000
Overhead 15 % Rp. 4.024,5000
Total Rp. 30.854,5000
3
26 1 M Lantai Keramik 30 cm x 30 cm
Pekerja OH 0,70 Rp. 130.000,0000 Rp. 91.000,0000
Tukang Batu OH 0,35 Rp. 170.000,0000 Rp. 59.500,0000
Kepala tukang OH 0,04 Rp. 190.000,0000 Rp. 6.650,0000
Mandor OH 0,04 Rp. 210.000,0000 Rp. 7.350,0000
Ubin keramik M2 1,10 Rp. 120.000,0000 Rp. 132.000,0000
Semen Portland KG 10,00 Rp. 2.100,0000 Rp. 21.000,0000
Pasir pasang M3 0,05 Rp. 590.000,0000 Rp. 26.550,0000
Semen warna KG 1,50 Rp. 23.000,0000 Rp. 34.500,0000
Jumlah Rp. 378.550,0000
Overhead 15 % Rp. 56.782,50
Total Rp. 435.332,50
3
27 1 M Lantai Keramik 20 cm x 25 cm
Pekerja OH 0,70 Rp. 130.000,0000 Rp. 91.000,0000
Tukang Batu OH 0,35 Rp. 170.000,0000 Rp. 59.500,0000
Kepala tukang OH 0,04 Rp. 190.000,0000 Rp. 6.650,0000
Mandor OH 0,04 Rp. 210.000,0000 Rp. 7.350,0000
Ubin keramik 20x20 M2 1,10 Rp. 109.000,0000 Rp. 119.900,0000
Semen Portlan KG 10,40 Rp. 2.100,0000 Rp. 21.840,0000
Pasir pasang M3 0,05 Rp. 590.000,0000 Rp. 26.550,0000
Semen warna KG 1,62 Rp. 23.000,0000 Rp. 37.260,0000
Jumlah 370050
Overhead 15 % Rp. 55.507,50
Total Rp. 425.557,50
3
28 1 M Lantai Keramik 40 cm x 40 cm
Pekerja OH 0,90 Rp. 130.000,0000 Rp. 117.000,0000
Tukang Batu OH 0,45 Rp. 170.000,0000 Rp. 76.500,0000
Kepala tukang OH 0,05 Rp. 190.000,0000 Rp. 8.550,0000
Mandor OH 0,05 Rp. 210.000,0000 Rp. 9.450,0000
Ubin keramik 40x40 M2 1,10 Rp. 127.000,0000 Rp. 139.700,0000
Semen Portlan KG 9,30 Rp. 2.100,0000 Rp. 19.530,0000
Pasir Pasang M3 0,02 Rp. 590.000,0000 Rp. 10.620,0000
Semen warna KG 1,94 Rp. 23.000,0000 Rp. 44.620,0000
Jumlah Rp. 425.970,0000
Overhead 15 % Rp. 63.895,50
Total Rp. 489.865,50
29 1 Buah Pasang Kunci Tanam 2 Slaag
Kunci Tanam 2 Slaag BH 1,00 Rp. 172.500,0000 Rp. 172.500,0000
Pekerja OH 0,01 Rp. 130.000,0000 Rp. 1.300,0000
Tukang Batu OH 0,50 Rp. 170.000,0000 Rp. 85.000,0000
Kepala Tukang OH 0,05 Rp. 190.000,0000 Rp. 9.500,0000
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 1.050,0000
Jumlah Rp. 269.350,0000
Overhead 15 % Rp. 40.402,50
Total Rp. 309.752,50
30 1 Buah Pasang Engsel Jendela
Pekerja OH 0,01 Rp. 130.000,00 Rp. 1.300,00
Tukang kayu OH 0,10 Rp. 170.000,00 Rp. 17.000,00
Kepala tukang OH 0,01 Rp. 190.000,00 Rp. 1.900,00
Mandor OH 0,00 Rp. 210.000,00 Rp. 105,00
Engsel kupu-kupu BH 1,00 Rp. 16.500,00 Rp. 16.500,00
Jumlah Rp. 36.805,00
Overhead 15 % Rp. 5.520,75
Total Rp. 42.325,75
31 1 Buah Pasang Engsel Pintu
Pekerja OH 0,02 Rp. 130.000,00 Rp. 1.950,00
Tukang kayu OH 0,15 Rp. 170.000,00 Rp. 25.500,00
Kepala tukang OH 0,02 Rp. 190.000,00 Rp. 2.850,00
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 1.680,00
Engsel pintu BH 1,00 Rp. 46.000,00 Rp. 46.000,00
Jumlah Rp. 77.980,00
Overhead 15 % Rp. 11.697,00
Total Rp. 89.677,00
32 1 Buah Pasang Grandel Jendela
Grendel Jendela BH 1,00 Rp. 11.300,0000 Rp. 11.300,0000
Pekerja OH 0,02 Rp. 130.000,0000 Rp. 1.950,0000
Tukang Kayu OH 0,15 Rp. 170.000,0000 Rp. 25.500,0000
Kepala Tukang OH 0,02 Rp. 190.000,0000 Rp. 2.850,0000
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 1.680,0000
Jumlah Rp. 43.280,0000
Overhead 15 % Rp. 6.492,0000
Total Rp. 49.772,0000
33 1 Buah Pasang Grandel Pintu
Engsel Pintu BH 1,00 Rp. 17.750,00 Rp. 17.750,00
Pekerja OH 0,02 Rp. 130.000,00 Rp. 1.950,00
Tukang Kayu OH 0,15 Rp. 170.000,00 Rp. 25.500,00
Kepala Tukang OH 0,02 Rp. 190.000,00 Rp. 2.850,00
Mandor OH 0,00 Rp. 210.000,00 Rp. 168,00
Jumlah Rp. 48.218,00
Overhead 15 % Rp. 7.232,70
Total Rp. 55.450,70
34 1 Titik Pasang Lampu 30 Watt
Lampu Philips 30 Watt
Fitting BH 1,00 Rp. 65.000,00 Rp. 65.000,00
Kabel NYM 2x2,5 mm BH 1,00 Rp. 15.000,00 Rp. 15.000,00
Perlengkapan 35% harga Bahan M' 10,00 Rp. 13.700,00 Rp. 137.000,00
Pekerja LS 0,35 Rp. 20.000,00 Rp. 7.000,00
Tukang Listrik OH 0,02 Rp. 130.000,00 Rp. 1.950,00
Kepala Tukang OH 0,15 Rp. 170.000,00 Rp. 25.500,00
Mandor OH 0,02 Rp. 190.000,00 Rp. 2.850,00
OH 0,00 Rp. 210.000,00 Rp. 420,00
Jumlah Rp. 254.720,00
Overhead 15 % Rp. 38.208,00
Total Rp. 292.928,00
35 1 Titik Pasang Lampu 15 Watt
Lampu Philips 15 Watt BH 1,00 Rp. 35.000,0000 Rp. 35.000,0000
Fitting BH 1,00 Rp. 15.000,0000 Rp. 15.000,0000
Kabel NYM 2x2,5 mm M' 10,00 Rp. 13.700,0000 Rp. 137.000,0000
Perlengkapan 35% harga Bahan LS 0,35 Rp. 20.000,0000 Rp. 7.000,0000
Pekerja OH 0,02 Rp. 130.000,0000 Rp. 1.950,0000
Tukang Listrik OH 0,15 Rp. 170.000,0000 Rp. 25.500,0000
Kepala Tukang OH 0,02 Rp. 190.000,0000 Rp. 2.850,0000
Mandor OH 0,00 Rp. 210.000,0000 Rp. 420,0000
Jumlah Rp. 224.720,0000
Overhead 15 % Rp. 33.708,0000
Total Rp. 258.428,0000
36 1 Titik Stopkontak
Stop Kontak BH 1,00 Rp. 36.000,0000 Rp. 36.000,0000
Pipa PVC Ø 1/2" BTG 1,00 Rp. 45.000,0000 Rp. 45.000,0000
Kabel M' 3,00 Rp. 21.700,0000 Rp. 65.100,0000
Pekerja HO 0,20 Rp. 130.000,0000 Rp. 26.000,0000
Tukang Listrik HO 0,25 Rp. 170.000,0000 Rp. 42.500,0000
Kepala Tukang HO 0,06 Rp. 190.000,0000 Rp. 11.400,0000
Mandor HO 0,01 Rp. 210.000,0000 Rp. 1.050,0000
Jumlah Rp. 227.050,0000
Overhead 15 % Rp. 34.057,5000
Total Rp. 261.107,5000
37 1 Titik Pasang Saklar Tunggal
Saklar Tunggal BH 1,00 Rp. 36.500,00 Rp. 36.500,00
Pipa PVC Ø 1/2" BTG 1,00 Rp. 45.000,00 Rp. 45.000,00
Kabel M' 3,00 Rp. 21.700,00 Rp. 65.100,00
Pekerja HO 0,20 Rp. 130.000,00 Rp. 26.000,00
Tukang Listrik HO 0,25 Rp. 170.000,00 Rp. 42.500,00
Kepala Tukang HO 0,06 Rp. 190.000,00 Rp. 11.400,00
Mandor HO 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 1.050,00
Jumlah Rp. 227.550,00
Overhead 15 % Rp. 34.132,50
Total Rp. 261.682,50
38 1 Titik Pasang Saklar Ganda
Saklar Ganda BH 1,00 Rp. 36.500,00 Rp. 36.500,00
Pipa PVC Ø 1/2" BTG 1,00 Rp. 45.000,00 Rp. 45.000,00
Kabel M' 3,00 Rp. 21.700,00 Rp. 65.100,00
Pekerja HO 0,20 Rp. 130.000,00 Rp. 26.000,00
Tukang Listrik HO 0,25 Rp. 170.000,00 Rp. 42.500,00
Kepala Tukang HO 0,06 Rp. 190.000,00 Rp. 11.400,00
Mandor HO 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 1.050,00
Jumlah Rp. 227.550,00
Overhead 15 % Rp. 34.132,50
Total Rp. 261.682,50

39 1 Titik Sekring Box


Pipa PVC Ø 1/2" BTG 1,00 Rp. 45.000,00 Rp. 45.000,00
Kabel M' 8,00 Rp. 21.700,00 Rp. 173.600,00
Pekerja HO 0,25 Rp. 130.000,00 Rp. 32.500,00
Tukang Listrik HO 0,40 Rp. 170.000,00 Rp. 68.000,00
Kepala Tukang HO 0,06 Rp. 190.000,00 Rp. 11.400,00
Mandor HO 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 1.050,00
Jumlah Rp. 331.550,00
Overhead 15 % Rp. 49.732,50
Total Rp. 381.282,50
40 1 Memasang Kran Diame ter 3/4" atau 1/2"
Pekerja OH 0,01 Rp. 130.000,00 Rp. 1.300,00
Tukang batu OH 0,40 Rp. 170.000,00 Rp. 68.000,00
Kepala tukang OH 0,04 Rp. 190.000,00 Rp. 7.600,00
Mandor OH 0,01 Rp. 210.000,00 Rp. 1.050,00
Kran air BH 1,00 Rp. 75.000,00 Rp. 75.000,00
Sealtape BH 0,03 Rp. - Rp. -
Jumlah Rp. 152.950,00
Overhead 15 % Rp. 22.942,50
Total Rp. 175.892,50
41 Memasang Pipa PVC Tipe AW Diameter 1/2"
Pekerja OH 0,05 Rp. 130.000,00 Rp. 7.020,00
Tukang batu OH 0,09 Rp. 170.000,00 Rp. 15.300,00
Kepala tukang OH 0,01 Rp. 190.000,00 Rp. 1.710,00
Mandor OH 0,03 Rp. 210.000,00 Rp. 5.670,00
Pipa Galvanis 1/2” M' 1,20 Rp. 158.000,00 Rp. 189.600,00
Perlengkapan % 0,35 Rp. 66.360,00 Rp. 23.226,00
Jumlah Rp. 242.526,00
Overhead 15 % Rp. 36.378,90
Total Rp. 278.904,90
42 Memasang Pipa PVC Tipe AW Diameter 2"
Pekerja OH 0,05 Rp. 117.000,00 Rp. 6.318,00
Tukang batu OH 0,09 Rp. 155.000,00 Rp. 13.950,00
Kepala tukang OH 0,01 Rp. 170.000,00 Rp. 1.530,00
Mandor OH 0,00 Rp. 193.000,00 Rp. 579,00
Pipa PVC 2” M' 1,20 Rp. 106.000,00 Rp. 127.200,00
Perlengkapan % 0,35 Rp. 127.200,00 Rp. 44.520,00
Jumlah Rp. 194.097,00
Overhead 15 % Rp. 29.114,55
Total Rp. 223.211,55
43 1 Buah Pemasangan Kloset Jongkok
Pekerja OH 1,00 Rp. 130.000,00 Rp. 130.000,00
Tukang batu OH 1,50 Rp. 170.000,00 Rp. 255.000,00
Kepala tukang OH 0,15 Rp. 190.000,00 Rp. 28.500,00
Mandor OH 0,16 Rp. 210.000,00 Rp. 33.600,00
Closet jongkok UNIT 1,00 Rp. 635.000,00 Rp. 635.000,00
Semen Portland KG 6,00 Rp. 2.100,00 Rp. 12.600,00
Pasir pasang M3 0,01 Rp. 590.000,00 Rp. 5.900,00
Jumlah Rp. 1.100.600,00
Overhead 15 % Rp. 165.090,00
Total Rp. 1.265.690,00
2
44 1 M Pengecatan Plafond
Cat Tembok KG 0,26 Rp. 27.500,00 Rp. 7.150,00
Pekerja OH 0,03 Rp. 130.000,00 Rp. 3.640,00
Tukang Cat OH 0,04 Rp. 170.000,00 Rp. 7.140,00
Kepala Tukang OH 0,00 Rp. 190.000,00 Rp. 798,00
Mandor OH 0,00 Rp. 210.000,00 Rp. 630,00
Jumlah Rp. 19.358,00
Overhead 15 % Rp. 2.903,70
Total Rp. 22.261,70
2
45 1 M Pengecatan Bidang Kayu Baru
Meni Kayu KG 0,20 Rp. 32.000,00 Rp. 6.400,00
Plamir kayu KG 0,15 Rp. 45.000,00 Rp. 6.750,00
Cat Dasar (Kayu) KG 0,17 Rp. 65.000,00 Rp. 11.050,00
Cat Penutup (Kayu) KG 0,35 Rp. 65.000,00 Rp. 22.750,00
Pengencer KG 0,35 Rp. 25.000,00 Rp. 8.750,00
Ampelas LBR 0,35 Rp. 7.500,00 Rp. 2.625,00
Pekerja OH 0,07 Rp. 130.000,00 Rp. 9.100,00
Tukang OH 0,11 Rp. 170.000,00 Rp. 17.850,00
Kepala tukang OH 0,00 Rp. 190.000,00 Rp. 760,00
Mandor OH 0,00 Rp. 210.000,00 Rp. 525,00
Jumlah Rp. 86.560,00
Overhead 15 % Rp. 12.984,00
Total Rp. 99.544,00
46 Pembuatan dan Pemasangan Pintu dan Jendela
Pekerja OH 0,80 Rp. 130.000,00 Rp. 104.000,00
Tukang kayu OH 2,40 Rp. 170.000,00 Rp. 408.000,00
Kepala tukang OH 0,24 Rp. 190.000,00 Rp. 45.600,00
Mandor OH 0,04 Rp. 210.000,00 Rp. 8.400,00
Papan kayu M3 0,02 Rp. 5.450.000,00 Rp. 130.800,00
Lem kayu KG 0,30 Rp. 38.000,00 Rp. 11.400,00
Jumlah Rp. 708.200,00
Overhead 15 % Rp. 106.230,00
Total Rp. 814.430,00
Harga 1 Daun Pintu Rp. 1.140.202,000
Harga 1 Daun Jendela Rp. 716.698,400

47 1 Unit Pas. Septitank & Peresapan


Galian Tanah M3 10,07 Rp. 102.750,0000 Rp. 1.034.692,5000
Pasir Urug M3 0,50 Rp. 701.100,0000 Rp. 347.044,5000
Beton Camp. 1 : 3 : 5 M3 0,29 Rp. 1.495.686,0000 Rp. 428.962,7448
Beton Camp. 1 : 1,5 : 2,5 M3 0,30 Rp. 9.216.953,0000 Rp. 2.739.278,4316
Batu Tela 1 : 2 M3 1,04 Rp. - Rp. -
Plesteran 1 : 2 M3 13,02 Rp. 230.155,0000 Rp. 2.997.538,7200
Kerikil M3 2,20 Rp. 560.000,0000 Rp. 1.232.000,0000
Tanah Timbunan M3 1,38 Rp. 434.380,0000 Rp. 597.272,5000
Pipa GIP dia 2" Ventilasi M' 1,50 Rp. 407.144,0000 Rp. 610.716,0000
Ijuk untuk Peresapan LS 0,10 Rp. 200.000,0000 Rp. 20.000,0000
Upah kerja LS 0,10 Rp. 200.000,0000 Rp. 20.000,0000
Jumlah Rp. 10.027.505,3964
Overhead 15 % Rp. 1.504.125,81
Total Rp. 11.531.631,21
RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA TYPE 36


LOKASI : JAYAPURA
T.A : 2019

HARGA SATUAN JUMLAH HARGA


NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME
(Rp.) (Rp.)

I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan Lokasi 72,00 LS Rp 27.025 Rp 1.945.800,00
2 Pemasangan Bowplank 112,0 M' Rp 105.277 Rp 11.790.996,00
Rp 13.736.796,00
II PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
1 Pek. Galian Pondasi Menerus 27,31 M3 Rp 118.163 Rp 3.227.490,53
2 Urugan Kembali Pondasi Titik 12,16 M3 Rp 452.445 Rp 5.501.725,12
3 Urugan Pasir Pondasi Titik 0,04 M3 Rp 806.265 Rp 32.250,60
4 Urugan Tanah Peninggian Lantai 4,49 M3 Rp 374.000 Rp 1.679.260,00
5 Alas Pasir Bawah Lantai 1,20 M3 Rp 806.265 Rp 965.099,21
Rp 11.405.825,45
III PEKERJAAN BATU
1 Pas. Batu Tela 1:4 194,05 M2 Rp 219.156 Rp 42.527.124,78
2 Pas Batu Tela 1:2 - M2 Rp 386.309 Rp -
3 Plesteran 1: 4 388,11 M2 Rp 104.712 Rp 40.639.813,13
4 Plesteran 1 : 2 - M2 Rp 125.040 Rp -
Rp 83.166.937,91
IV PEKERJAAN BETON
1 Lantai Cor Beton 1 : 3 : 5 0,29 M3 Rp 1.840.320 Rp 533.692,90
2 Pek. Pondasi Batu Kali 9,20 M3 Rp 1.917.740 Rp 17.643.208,00
3 Sloof 15/20 1,08 M3 Rp 6.467.095 Rp 6.971.528,24
4 Kolom 12/12 0,72 M3 Rp 8.635.735 Rp 6.217.728,91
5 RingBalk 12/15 0,65 M3 Rp 6.350.945 Rp 4.109.061,31
Rp 35.475.219,37
V PEKERJAAN KAYU
1 Kusen Ky. Besi 6/12 0,47 M3 Rp 9.918.247 Rp 4.661.576,03
2 Daun Pintu Panil 9,46 M2 Rp 1.140.202 Rp 10.786.310,92
3 Daun Jendela Panil 7,05 M2 Rp 716.698 Rp 5.052.723,72
4 Kuda-Kuda Ky. Besi 5/10 0,95 M3 Rp 7.067.049 Rp 6.713.696,55
5 Gording Ky. Matoa 5/10 0,44 M3 Rp 4.375.534 Rp 1.925.235,13
6 Listplank Ky. Besi 2/20 27,44 M2 Rp 101.042 Rp 2.772.589,05
Rp 31.912.131,40
HARGA
JUMLAH HARGA
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN
(Rp.) (Rp.)
VI PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
1 Pemasangan Atap Seng 72,16 M2 Rp 179.139 Rp 12.926.666,63
2 Nok Seng Plat 5,64 M2 Rp 120.090 Rp 677.307,04
3 Rangka Plafond 34,70 M2 Rp 147.223 Rp 5.108.638,10
4 Plafond Tripleks 34,70 M2 Rp 74.261 Rp 2.576.865,38
5 List Pinggir Plafond 50,39 M2 Rp 30.855 Rp 1.554.758,26
Rp 22.844.235,40
VII PEKERJAAN LANTAI
1 Pas. Keramik Lantai 30 x 30 16,50 M2 Rp 435.333 Rp 7.182.986,25
2 Pas. Keramik Lantai 25 x 25 2,37 M2 Rp 425.558 Rp 1.006.869,05
3 Pas. Keramik Dinding 40 x 40 16,17 M2 Rp 489.866 Rp 7.921.125,14
Rp 16.110.980,43
VIII PEKERJAAN ALAT GANTUNG
1 Engsel Pintu 15,00 BH Rp 55.451 Rp 831.760,50
2 Engsel Jendela 14,00 BH Rp 49.772 Rp 696.808,00
3 Grendel Pintu 5,00 B Rp 55.451 Rp 277.253,50
4 Grendel Jendela 7,00 BH Rp 49.772 Rp 348.404,00
5 Kunci Pintu 2 Slaag 4,00 BH Rp 309.753 Rp 1.239.010,00
Rp 5.353.236,00
IX PEKERJAAN PENGECATAN
1 Cat Dinding Luar Dalam 388,11 M2 Rp 34.273 Rp 13.301.577,60
2 Cat Plafond 34,70 M2 Rp 45.815 Rp 1.589.780,50
3 Cat Kusen 14,13 M2 Rp 45.815 Rp 647.365,95
4 Cat Daun Pintu 8,60 M2 Rp 45.815 Rp 394.009,00
5 Cat Daun Jendela 7,10 M2 Rp 45.815 Rp 325.286,50
6 Cat Listplank 27,44 M2 Rp 45.815 Rp 1.257.163,60
Rp 17.515.183,15
X PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Lampu Philips 30 Watt 6,00 BH Rp 203.930 Rp 1.223.580,00
2 Lampu Philips 15 Watt 1,00 BH Rp 203.930 Rp 203.930,00
3 Saklar Tunggal 5,00 BH Rp 227.550 Rp 1.137.750,00
4 Saklar Seri 1,00 BH Rp 227.550 Rp 227.550,00
5 Stop Kontak 3,00 BH Rp 227.050 Rp 681.150,00
6 Sekring Box 1,00 BH Rp 331.550 Rp 331.550,00
Rp 3.805.510,00
XI PEKERJAAN SANITAIR
1 Stop Kran 1,00 BH Rp 175.893 Rp 175.892,50
2 Bak KM/WC 1,00 UNIT Rp 324.508 Rp 324.508,24
3 Closet Jongkok 1,00 BH Rp 1.265.690 Rp 1.265.690,00
4 Pipa GIP 1/2" 6,00 M' Rp 278.905 Rp 1.673.429,40
5 Pipa PVC 2" 6,30 M' Rp 223.212 Rp 1.406.232,77
6 Septictank + Peresapan 1,00 UNIT Rp 10.027.461 Rp 10.027.460,85
Rp 14.873.213,75
XII PEKERJAAN FINISHING
1 Pembersihan Lokasi 72,00 M2 Rp 27.025 Rp 1.945.800,00
HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME
(Rp.) (Rp.)
XIII PEKERJAAN PAGAR
1 Pek. Galian Pondasi 13,93 M3 Rp. 118.163 Rp 1.646.003,63
2 Urugan Kembali Pondasi 6,95 M3 Rp. 452.445 Rp 3.144.489,28
3 Urugan Pasir Pondasi 0,50 M3 Rp. 806.265 Rp 403.132,50
4 Pek. Pondasi Batu Kali 6,95 M3 Rp. 1.917.740 Rp 13.322.539,78
5 Sloof 15/20 0,47 M3 Rp. 6.467.095 Rp 3.039.534,58
6 Kolom 12/12 0,70 M3 Rp. 219.156 Rp 153.408,85
7 Kolom 20/20 0,40 M3 Rp. 219.156 Rp 87.662,20
8 Besi Pagar 70,00 BTG Rp. 60.000 Rp 4.200.000,00
9 Baut 80,00 BH Rp. 12.500 Rp 1.000.000,00
10 Grandle 3,00 BH Rp. 49.772 Rp 149.316,00
11 Engsel 6,00 BH Rp. 55.451 Rp 332.704,20
12 Pas. Batu Tela 1:4 110,35 M2 Rp. 219.156 Rp 24.184.247,74
13 Pagar 2,00 BH Rp. 675.000 Rp 1.350.000,00
Rp 51.421.967,69
REKAPITULASI

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA TYPE 36


LOKASI : JAYAPURA
T.A. : 2017

JUMLAH TOTAL
NO URAIAN PEKERJAAN
( Rp )

I PEKERJAAN PERSIAPAN Rp 13.736.796,00


II PEKERJAAN TANAH DAN PASIR Rp 11.405.825,45
III PEKERJAAN BATU Rp 83.166.937,91
IV PEKERJAAN BETON Rp 35.475.219,37
V PEKERJAAN KAYU Rp 37.020.769,50
VI PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND Rp 17.735.597,30
VII PEKERJAAN LANTAI Rp 16.110.980,43
VIII PEKERJAAN ALAT GANTUNG Rp 3.393.236,00
IX PEKERJAAN PENGECATAN Rp 17.515.183,15
X PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK Rp 3.805.510,00
XI PEKERJAAN SANITAIR Rp 14.873.213,75
XII PEKERJAAN FINISHING Rp 1.945.800,00
XII PEKERJAAN PAGAR Rp 52.772.022,87

REAL COST Rp 308.957.091,71


PPN 10% Rp 30.895.709,17
SUB JUMLAH Rp 339.852.800,88
DIBULATKAN Rp 339.850.000,00

Terbilang : Tiga Ratus Juta Tiga Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Lima
Puluh Ribu Rupiah

Jayapura, Juni 2019


Di Rencana
URAIAN BOBOT PEKERJAAN

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA TYPE 36


LOKASI : JAYAPURA
T.A : 2019

JUMLAH HARGA BOBOT


NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME
(Rp.) (%)

I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan Lokasi 72,00 LS Rp 1.945.800 0,630
2 Pemasangan Bowplank 112,00 M' Rp 11.790.996 3,816
Rp 13.736.796 4,446
II PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
2 Pek. Galian Pondasi Titik 27,31 M3 Rp 3.227.491 1,045
4 Urugan Kembali Pondasi Titik 12,16 M3 Rp 5.501.725 1,781
6 Urugan Pasir Pondasi Titik 0,04 M3 Rp 32.251 0,010
7 Urugan Tanah Peninggian Lantai 4,49 M3 Rp 1.679.260 0,544
8 Alas Pasir Bawah Lantai 1,20 M3 Rp 965.099 0,312
Rp 11.405.825 3,692
III PEKERJAAN BATU
4 Pas. Batu Tela 1 : 4 194,05 M3 Rp 42.527.125 13,765
6 Plesteran 1 : 4 388,11 M2 Rp 40.639.813 13,154
Rp 83.166.938 26,919
IV PEKERJAAN BETON
1 Lantai Cor Beton 1 : 3 : 5 0,29 M3 Rp 533.693 0,173
2 Pek. Pondasi Batu Kali 9,20 M3 Rp 17.643.208 5,711
PAS. BETON BERTULANG 0,000
1 Sloof 15/20 1,1 M3 Rp 6.971.528 2,256
2 RingBalk 12/15 0,65 M3 Rp 4.109.061 1,330
3 Kolom 12/12 0,72 M3 Rp 6.217.729 2,012
Rp 35.475.219 11,482
V PEKERJAAN KAYU
1 Kusen Ky. Besi 5/10 0,47 M3 Rp 4.661.576 1,509
2 Daun Pintu Panil 9,46 M3 Rp 10.786.311 3,491
4 Daun Jendela Panil 7,1 M3 Rp 5.052.724 1,635
5 Gording Ky. Matoa 5/10 0,44 M3 Rp 1.925.235 0,623
6 Listplank Ky. Besi 2/20 27,44 M3 Rp 2.772.589 0,897
7 Kuda-Kuda Ky. Besi 5/10 0,95 M3 Rp 6.713.697 2,173
8 Rangka Plafond 34,70 M3 Rp 5.108.638 1,654
Rp 37.020.769 11,982
JUMLAH HARGA BOBOT
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME
(Rp.) (%)
VI PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
1 Pemasangan Atap Seng 72,16 M2 Rp 12.926.666,63 4,184
2 Nok Seng Plat 5,64 M2 Rp 677.307,04 0,219
3 Plafond Tripleks 34,70 M2 Rp 2.576.865,38 0,834
4 List Pinggir Plafond 50,39 M2 Rp 1.554.758,26 0,503
Rp 17.735.597,30 5,740
VII PEKERJAAN KERAMIK
1 Pas. Keramik Lantai 30 x 30 16,50 M2 Rp 7.182.986,25 2,325
2 Pas. Keramik Lantai 25 x 25 2,37 M2 Rp 1.006.869,05 0,326
3 Pas. Keramik Dinding 40 x 40 16,17 M2 Rp 7.921.125,14 2,564
Rp 16.110.980,43 5,215
VIII PEKERJAAN ALAT GANTUNG
1 Kunci Pintu 2 Slaag 4,00 BH Rp 1.239.010,00 0,401
2 Grendel Pintu 5,00 BH Rp 277.253,50 0,090
3 Grendel Jendela 7,00 BH Rp 348.404,00 0,113
4 Kait Angin - BH Rp - 0,000
5 Engsel Pintu 15,00 BH Rp 831.760,50 0,269
6 Engsel Jendela 14,00 BH Rp 696.808,00 0,226
Rp 3.393.236,00 1,098
IX PEKERJAAN PENGECATAN
1 Cat Dinding Luar Dalam 388,11 M2 Rp 13.301.577,60 4,305
2 Cat Plafond 34,70 M2 Rp 1.589.780,50 0,515
3 Cat Kusen 14,13 M2 Rp 647.365,95 0,210
4 Cat Daun Pintu 8,60 M2 Rp 394.009,00 0,128
5 Cat Daun Jendela 7,10 M2 Rp 325.286,50 0,105
6 Cat Listplank 27,44 M2 Rp 1.257.163,60 0,407
Rp 17.515.183,15 5,669
X PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Lampu Philips 30 Watt 6,00 BH Rp 1.223.580,00 0,396
2 Lampu Philips 15 Watt 1,00 BH Rp 203.930,00 0,066
3 Saklar Tunggal 5,00 BH Rp 1.137.750,00 0,368
4 Saklar Seri 1,00 BH Rp 227.550,00 0,074
5 Stop Kontak 3,00 BH Rp 681.150,00 0,220
6 Sekring Box 1,00 BH Rp 331.550,00 0,107
Rp 3.805.510,00 1,232
XI PEKERJAAN SANITAIR
1 Stop Kran 1,00 BH Rp 175.892,50 0,057
2 Bak KM/WC 1,00 Unit Rp 324.508,24 0,105
3 Closet Jongkok 1,00 bh Rp 1.265.690,00 0,410
4 Pipa GIP 1/2" 6,00 M' Rp 1.673.429,40 0,542
5 Pipa PVC 2" 6,30 M' Rp 1.406.232,77 0,455
6 Septictank + Peresapan 1,00 UNIT Rp 10.027.460,85 3,246
Rp 14.873.213,75 4,814
XII PEKERJAAN AKHIR
1 Finishing 72,00 M2 Rp 1.945.800,00 0,630
Rp 1.945.800,00 0,630
JUMLAH HARGA BOBOT
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME
(Rp.) (%)
XIII PEKERJAAN PAGAR
1 Pek. Galian Pondasi 13,93 M3 Rp 1.646.004 0,532
2 Urugan Kembali Pondasi 6,95 M3 Rp 3.144.489 1,017
3 Urugan Pasir Pondasi 0,50 M3 Rp 403.133 0,130
4 Pek. Pondasi Batu Kali 6,95 M3 Rp 13.322.540 4,309
5 Sloof 15/20 0,47 M3 Rp 3.039.535 0,983
6 Kolom 12/12 0,70 M3 Rp 153.409 0,050
7 'Kolom 20/20 0,40 BH Rp 87.662 0,028
8 'Besi Pagar BTG Rp 4.200.000 1,358
9 'Baut 80,00 BH Rp 1.000.000 0,323
10 'Grandle 3,00 BH Rp 149.316 0,048
11 'Engsel 6,00 M2 Rp 332.704 0,108
12 Pas. Batu Tela 1:4 110,35 BH Rp 24.184.248 7,822
13 Pagar 2,00 M' Rp 1.350.000 0,437
Rp 53.013.038,74 17,145
Rp 309.198.107,59 100,00
ANALISA PRODUKTIFITAS KERJA

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA TYPE 36


LOKASI : JAYAPURA

NO TENAGA KOEF JUMLAH JUMLAH PRODUKTIVITAS

1 2 3 4 5
1 1 M' PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK Volume = 112,000 M'
1 Tim Kerja
Pekerja 0,100 OH 5,000 5,000 Orang
Tukang kayu 0,100 OH 5,000 5,000 Orang 50,000 M'/Hari
Jumlah Tim Kerja = Tim
Pekerja 0,100 OH 5,000 5,000 Orang
Tukang kayu 0,100 OH 5,000 5,000 Orang 50,000 M'/Hari
3
2 1M GALIAN TANAH Volume = 27,314 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,750 OH 30,000 30,000 Orang
3
Mandor 0,025 OH 1,000 1,000 Orang 40,000 M /Hari
3
3 1M URUGAN TANAH KEMBALI Volume = 12,16 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,500 OH 10,000 10,000 Orang
3
Mandor 0,050 OH 1,000 1,000 Orang 20,000 M /Hari
3
4 1M URUGAN PASIR Volume = 0,04 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,300 OH 3,846 4,000 Orang
3
Tukang batu 0,390 OH 5,000 5,000 Orang 12,821 M /Hari
3
5 1 M URUGAN TANAH PENINGGIAN LANTAI Volume = 4,490 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,500 OH 10,000 10,000 Orang
3
Mandor 0,050 OH 1,000 1,000 Orang 20,000 M /Hari
3
6 1 M ALAS PASIR BAWAH LANTAI Volume = 1,197 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,300 OH 3,846 4,000 Orang
3
Tukang batu 0,390 OH 5,000 5,000 Orang 12,821 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 1,200 OH 3,846 4,000 Orang
3
Tukang batu 1,560 OH 5,000 5,000 Orang 3,205 M /Hari
3
7 1 M PASANGAN BATU TELA 1:4 Volume = 388,110 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,650 OH 3,250 4,000 Orang
3
Tukang batu 0,200 OH 1,000 1,000 Orang 5,000 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 1,950 OH 16,250 17,000 Orang
3
Tukang batu 0,600 OH 5,000 5,000 Orang 8,333 M /Hari
8 1 M² PLESTERAN 1:4 Volume = 0,000 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,400 OH 2,000 2,000 Orang
Tukang Batu 0,200 OH 1,000 1,000 Orang 5,000 M²/Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 1,200 OH 10,000 10,000 Orang
Tukang Batu 0,600 OH 5,000 5,000 Orang 8,333 M²/Hari
3
9 1 M LANTAI COR BETON Volume = 0,290 M3
3 Tim Kerja
Pekerja 1,650 OH 33,000 33,000 Orang
3
Tukang Batu 0,250 OH 5,000 5,000 Orang 20,000 M /Hari
3
10 1 M SLOOF 15/20 Volume = 1,078 M3
3 Tim Kerja
Pekerja 2,000 OH 28,571 29,000 Orang
3
Tukang batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
3
11 1 M RING BALOK 12/15 Volume = 0,647 M3
3 Tim Kerja
Pekerja 2,000 OH 28,571 29,000 Orang
3
Tukang batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
3
12 1 M KOLOM 12/12 Volume = 0,720 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 2,000 OH 28,571 29,000 Orang
3
Tukang kayu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
3
13 1 M KUSEN KAYU BESI Volume = 0,470 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 7,000 OH 1,667 2,000 Orang
3
Tukang kayu 21,000 OH 5,000 5,000 Orang 0,238 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = Tim
Pekerja 7,000 OH 1,667 2,000 Orang
3
Tukang kayu 21,000 OH 5,000 5,000 Orang 0,238 M /Hari
2
14 1 M DAUN PINTU PANIL KAYU Volume = 9,460 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,800 OH 0,267 1,000 Orang
2
Tukang kayu 3,000 OH 1,000 1,000 Orang 0,333 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,800 OH 1,333 2,000 Orang
2
Tukang kayu 3,000 OH 5,000 5,000 Orang 1,667 M /Hari
2
15 1 M DAUN JENDELA PANIL KAYU Volume = 7,050 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,015 OH 0,100 1,000 Orang
2
Tukang kayu 0,150 OH 1,000 1,000 Orang 6,667 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,015 OH 0,500 1,000 Orang
2
Tukang kayu 0,150 OH 5,000 5,000 Orang 33,333 M /Hari
3
16 1 M GORDING KAYU MATOA 5/10 Volume = 0,440 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,800 OH 0,400 1,000 Orang
3
Tukang kayu 2,000 OH 1,000 1,000 Orang 0,500 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,800 OH 2,000 2,000 Orang
3
Tukang kayu 2,000 OH 5,000 5,000 Orang 2,500 M /Hari
2
17 1 M LISTPLANK 2/20 Volume = 27,440 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,100 OH 1,000 1,000 Orang
2
Tukang kayu 0,100 OH 1,000 1,000 Orang 10,000 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,100 OH 5,000 5,000 Orang
2
Tukang kayu 0,100 OH 5,000 5,000 Orang 50,000 M /Hari
3
18 1 M KUDA-KUDA KAYU BESI 5/10 Volume = 0,950 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 4,000 OH 0,333 1,000 Orang
3
Tukang kayu 12,000 OH 1,000 1,000 Orang 0,083 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 4,000 OH 1,667 2,000 Orang
3
Tukang kayu 12,000 OH 5,000 5,000 Orang 0,417 M /Hari
2
19 1 M PLAFOND TRIPLEKS + RANGKA Volume = 76,500 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,400 OH 1,600 2,000 Orang
2
Tukang kayu 0,250 OH 1,000 1,000 Orang 4,000 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,400 OH 8,000 8,000 Orang
2
Tukang kayu 0,250 OH 5,000 5,000 Orang 20,000 M /Hari
2
20 1 M ATAP SENG Volume = 72,160 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,150 OH 2,143 3,000 Orang
2
Tukang kayu 0,070 OH 1,000 1,000 Orang 14,286 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,150 OH 10,714 11,000 Orang
2
Tukang kayu 0,070 OH 5,000 5,000 Orang 71,429 M /Hari
21 1 M' PASANG NOK SENG PLAT Volume = 5,640 M'
1 Tim Kerja
Pekerja 0,150 OH 10,714 11,000 Orang
Tukang kayu 0,070 OH 5,000 5,000 Orang 71,429 M'/Hari
22 1 M' LIST PINGGIR PLAFOND Volume = 50,390 M'
1 Tim Kerja
Pekerja 0,400 OH 1,600 2,000 Orang
Tukang kayu 0,250 OH 1,000 1,000 Orang 4,000 M'/Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,400 OH 8,000 8,000 Orang
Tukang kayu 0,250 OH 5,000 5,000 Orang 20,000 M'/Hari
2 2
23 1 M PASANG KERAMIK LANTAI 40 X 40 CM Volume = 16,500 M
1 Tim Kerja
Pekerja 0,620 OH 1,771 2,000 Orang
2
Tukang batu 0,350 OH 1,000 1,000 Orang 2,857 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 0,620 OH 8,857 9,000 Orang
2
Tukang batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
2
24 1 M PASANG KERAMIK 20 X 20 CM ANTI SLIP Volume = 2,366 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,620 OH 8,857 9,000 Orang
2
Tukang batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
25 1 M2 PASANG KERAMIK DINDING 20 X 25 CM Volume = 16,170 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,620 OH 8,857 9,000 Orang
2
Tukang batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 2 Tim
Pekerja 0,620 OH 8,857 9,000 Orang
2
Tukang batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
26 1 BH KUNCI PINTU 2 SLAAG Volume = 4,000 BH
1 Tim Kerja

Tukang kayu 1,100 OH 1,000 1,000 Orang 0,909 Bh/Hari

Jumlah Tim Kerja = 5 Tim

Tukang kayu 1,100 OH 5,000 5,000 Orang 4,545 Bh/Hari

27 1 BH PASANG GRENDEL PINTU/JENDELA Volume = 12,000 BH


1 Tim Kerja
Tukang kayu 0,250 OH 1,000 1,000 Orang 4,000 Bh/Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Tukang kayu 0,250 OH 5,000 5,000 Orang 20,000 Bh/Hari
28 1 BH PASANG ENGSEL PINTU JENDELA Volume = 29,000 BH
1 Tim Kerja
Tukang kayu 0,200 OH 1,000 1,000 Orang 5,000 Bh/Hari

Jumlah Tim Kerja = 5 Tim


Tukang kayu 0,200 OH 5,000 5,000 Orang 25,000 Bh/Hari

2
29 1 M CAT DINDING LUAR DALAM Volume = 388,110 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,020 OH 0,317 1,000 Orang
2
Tukang cat 0,063 OH 1,000 1,000 Orang 15,873 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 4 Tim
Pekerja 0,020 OH 1,270 2,000 Orang
2
Tukang cat 0,063 OH 4,000 4,000 Orang 63,492 M /Hari
2
30 1 M CAT PLAFOND Volume = 34,700 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,080 OH 0,727 1,000 Orang
2
Tukang cat 0,110 OH 1,000 1,000 Orang 9,091 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 4 Tim
Pekerja 0,080 OH 2,909 3,000 Orang
2
Tukang cat 0,110 OH 4,000 4,000 Orang 36,364 M /Hari
2
31 1 M CAT KUSEN Volume = 14,130 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,100 OH 0,008 1,000 Orang
2
Tukang cat 12,000 OH 1,000 1,000 Orang 0,083 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 4 Tim
Pekerja 0,100 OH 0,033 1,000 Orang
2
Tukang cat 12,000 OH 4,000 4,000 Orang 0,333 M /Hari
Pekerja 4,000 OH 80,000 80,000 Orang
2
Tukang cat 0,200 OH 4,000 4,000 Orang 20,000 M /Hari
2
32 1 M CAT DAUN PINTU/JENDELA Volume = 15,700 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,100 OH 0,500 1,000 Orang
2
Tukang cat 0,200 OH 1,000 1,000 Orang 5,000 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = Tim
Pekerja 0,100 OH 2,000 2,000 Orang
2
Tukang cat 0,200 OH 4,000 4,000 Orang 20,000 M /Hari
2
33 1 M CAT LISTPLANK Volume = 27,440 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,100 OH 0,500 1,000 Orang
2
Tukang cat 0,200 OH 1,000 1,000 Orang 5,000 M /Hari
Jumlah Tim Kerja = 12 Tim
Pekerja 0,100 OH 6,000 6,000 Orang
2
Tukang cat 0,200 OH 12,000 12,000 Orang 60,000 M /Hari
34 1 TTK LAMPU PHILIPS 15 WATT Volume = 6,000 Ttk
1 Tim Kerja
Tukang listrik 0,750 OH 1,000 1,000 Orang 1,333 Ttk/Hari
Jumlah Tim Kerja = 2 Tim
Tukang listrik 0,750 OH 2,000 2,000 Orang 2,667 Ttk/Hari
35 1 TTK LAMPU PHILIPS 30 WATT Volume = 1,000 TTK
1 Tim Kerja
Tukang listrik 0,750 OH 1,000 1,000 Orang 1,333 Ttk/Hari
Jumlah Tim Kerja = 2 Tim
Tukang listrik 0,750 OH 2,000 2,000 Orang 2,667 Ttk/Hari
36 1 TTK SAKLAR TUNGGAL Volume = 5,000 TTK
1 Tim Kerja
Tukang listrik 0,250 OH 1,000 1,000 Orang 4,000 Ttk/Hari
37 1 TTK SAKLAR GANDA Volume = 1,000 TTK
1 Tim Kerja
Tukang listrik 0,250 OH 2,000 2,000 Orang 8,000 Ttk/Hari
38 1 TTK STOP KONTAK Volume = 3,000 TTK
1 Tim Kerja
Tukang listrik 0,250 OH 1,000 1,000 Orang 4,000 Ttk/Hari
39 1 UNIT SEKRING BOX Volume = 1,000 Unit
1 Tim Kerja
Tukang listrik 0,400 OH 2,000 2,000 Orang 5,000 Unit/Hari
40 1 BH PASANG STOP KRAN Volume = 1,000 TTK
1 Tim Kerja
Tukang pipa 0,200 OH 2,000 2,000 Orang 10,000 Ttk/Hari
41 1 Unit PASANG BAK KM/WC
Batu Tela 1:2 Volume = 0,635 M3
1 Tim Kerja
3
Pekerja 0,000 OH 0,000 0,000 Orang 0,000 M /Hari
Mandor 0,000 OH 1,000 1,000 Orang
3
Plesteran 1:3 Volume = 1,270 M
1 Tim Kerja
3
Pekerja 0,150 OH 15,000 15,000 Orang 100,000 M /Hari
Mandor 0,010 OH 1,000 1,000 Orang
Acian Volume = 1,270 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 5,000 OH 50,000 50,000 Orang
3
Tukang batu 0,500 OH 5,000 5,000 Orang 10,000 M /Hari
42 1 BH KLOSET JONGKOK Volume = 1,000 BH
1 Tim Kerja
Tukang batu 1,100 OH 5,000 5,000 Orang 4,545 Bh/Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Tukang batu 1,100 OH 5,000 5,000 Orang 4,545 Bh/Hari
43 1 M' PASANG PIPA PVC 2" Volume = 6,300 M'
1 Tim Kerja
Pekerja 0,220 OH 8,148 9,000 Orang
Tukang Pipa 0,054 OH 2,000 2,000 Orang 37,037 M'/Hari
44 1 M' PASANG PIPA GIP1/2" Volume = 6,000 M'
1 Tim Kerja
Pekerja 0,054 OH 1,200 2,000 Orang
Tukang Pipa 0,090 OH 2,000 2,000 Orang 22,222 M'/Hari
45 1 UNIT SEPTICTANK DAN RESAPAN
Galian Tanah Volume = 6,776 M3
1 Tim Kerja
3
Pekerja 0,750 OH 30,000 30,000 Orang 40,000 M /Hari
Mandor 0,025 OH 1,000 1,000 Orang
Pasir Urug Volume = 0,350 M3
1 Tim Kerja
3
Pekerja 0,300 OH 30,000 30,000 Orang 100,000 M /Hari
Mandor 0,010 OH 1,000 1,000 Orang
Beton camp 1:3:5 Volume = 0,231 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 1,650 OH 23,571 24,000 Orang
3
Tukang batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
Beton camp 1:1.5:2.5 Volume = 0,231 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 2,000 OH 28,571 29,000 Orang
3
Tukang Batu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
Batu tela 1:2 Volume = 0,768 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,000 OH 0,000 0,000 Orang
2
Tukang batu 0,000 OH 5,000 5,000 Orang 0,000 M /Hari
Plesteran 1:2 Volume = 1,536 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,300 OH 10,000 10,000 Orang
2
Tukang batu 0,150 OH 5,000 5,000 Orang 33,333 M /Hari
Tanah Timbunan Volume = 0,112 M2
1 Tim Kerja
Pekerja 0,300 OH 150,000 150,000 Orang
2
Tukang batu 0,010 OH 5,000 5,000 Orang 500,000 M /Hari
Pipa PVC dia 2" Ventilasi Volume = 2,200 M1
1 Tim Kerja
Pekerja 0,220 OH 20,370 21,000 Orang
2
Tukang pipa 0,054 OH 5,000 5,000 Orang 92,593 M /Hari
46 Pekerjaan Pagar
Galian Tanah Volume = 13,93 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,750 OH 30 30,000 Orang
2
Mandor 0,025 OH 1 1,000 Orang 40,000 M /Hari
47 1M3 Urugan Kembali Pondasi Volume = 6,95 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,5 OH 10 10 Orang
Mandor 0,05 OH 1 1 Orang 20 M3/Hari
48 1M3 Urugan Pasir Volume = 0,5 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,3 OH 3,85 4 Orang
Tukang batu 0,39 OH 5 5 Orang 12,821 M3/Hari
3
49 1 M KOLOM 12/12 Volume = 0,000 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,300 OH 4,286 5,000 Orang
3
Tukang kayu 0,350 OH 5,000 5,000 Orang 14,286 M /Hari
50 1 M3 PASANGAN BATU TELA 1:4 Volume = 110,352 M3
1 Tim Kerja
Pekerja 0,65 OH 3,25 4 Orang
Tukang batu 0,2 OH 1 1 Orang 5 M3/Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Pekerja 1,95 OH 16,25 17 Orang
Tukang batu 0,6 OH 5 5 Orang 8,33 M3/Hari
51 1 BH PASANG GRENDEL PINTU/JENDELA Volume = 3 BH
1 Tim Kerja
Tukang kayu 0,25 OH 1 1 Orang 4 Bh/Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Tukang kayu 0,25 OH 5 5 Orang 20 Bh/Hari
52 1 BH PASANG ENGSEL PINTU JENDELA Volume = 6 BH
1 Tim Kerja
Tukang kayu 0,2 OH 1 1 Orang 5 Bh/Hari
Jumlah Tim Kerja = 5 Tim
Tukang kayu 0,2 OH 5 5 Orang 25 Bh/Hari
URAIAN DURASI PEERJAAN

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA TYPE 36


LOKASI : JAYAPURA
T.A : 2019

PRODUKTIVITAS
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME PRODUKTIVITAS DURASI
1 Tim Kerja > 1 Tim Kerja

I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan Lokasi 72,000 LS 1,000 1,000 1,000 Hari 1,000 Hari
2 Pemasangan Bowplank 112,000 M' 50,000 50,000 50,000 M'/Hari 3,000 Hari
4,000 Hari
II PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
1 Pek. Galian Pondasi 27,314 M3 40,000 40,000 M³/Hari 1,000 Hari
3 Urugan Pasir Bawah Pondasi 0,040 M3 12,821 12,821 M³/Hari 1,000 Hari
4 Urugan Tanah Peninggian Lantai 4,490 M3 20,000 20,000 M³/Hari 1,000 Hari
5 Alas Pasir Bawah Lantai 1,197 M3 12,821 3,205 3,205 M³/Hari 1,000 Hari
5,000 Hari
III PEKERJAAN BATU
3 Pas. Batu Tela 1 : 4 388,110 M3 5,000 8,333 8,333 M³/Hari 47,000 Hari
5 Plesteran 1 : 4 388,110 M3 5,00 8,333 8,333 M³/Hari 47,000 Hari
30,000 Hari
IV PEKERJAAN BETON
1 Lantai Cor Beton 1 : 3 : 5 0,290 M3 20,000 20,000 M³/Hari 1,000 Hari
PAS. BETON BERTULANG
2 Sloof 12/15 1,078 M3 14,286 14,286 M³/Hari 1,000 Hari
3 RingBalk 12/14 0,647 M3 14,286 14,286 M³/Hari 1,000 Hari
4 Kolom 12/12 0,720 M3 14,286 14,286 M³/Hari 1,000 Hari
4,000 Hari
V PEKERJAAN KAYU
1 Kusen Ky. Besi 5/10 0,470 M3 0,238 0,238 0,238 M³/Hari 2,000 Hari
2 Daun Pintu Panil 9,460 M2 0,333 1,667 1,667 M²/Hari 6,000 Hari
4 Daun Jendela Panil 7,050 M2 6,667 33,333 33,333 M²/Hari 1,000 Hari
5 Gording Ky. Matoa 5/10 7,050 M3 0,500 2,500 2,500 M³/Hari 3,000 Hari
6 Listplank Ky. Besi 2/20 0,440 M2 10,000 50,000 10,000 M²/Hari 1,000 Hari
7 Kuda-Kuda Ky. Besi 5/10 0,950 M3 0,083 0,417 0,417 M³/Hari 3,000 Hari
8 Rangka Plafond 76,500 M2 4,000 20,000 20,000 M²/Hari 4,000 Hari
20,000 Hari
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME PRODUKTIVITAS PRODUKTIVITAS DURASI
1 Tim Kerja > 1 Tim Kerja
VI PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
1 Pemasangan Atap Seng 72,160 M2 14,286 71,429 71,429 M²/Hari 2,000 Hari
2 Nok Seng Plat 5,640 M2 71,429 71,429 M'/Hari 1,000 Hari
3 Plafond Tripleks 34,700 M2 4,000 20,000 20,000 M²/Hari 2,000 Hari
4 List Pinggir Plafond 50,390 M2 4,000 20,000 20,000 M'/Hari 3,000 Hari
8,000 Hari
VII PEKERJAAN KERAMIK
1 Pas. Keramik Lantai 40 x 40 16,500 M2 2,857 14,286 14,286 M²/Hari 2,000 Hari
2 Pas. Keramik Lantai 20 x 20 2,366 M2 14,286 14,286 M²/Hari 1,000 Hari
3 Pas. Keramik Dinding 20 x 20 16,170 M2 14,286 14,286 14,286 M²/Hari 2,000 Hari
5,000 Hari
VIII PEKERJAAN ALAT GANTUNG
1 Kunci Pintu 2 Slaag 4,000 BH 0,909 4,545 4,545 Bh/Hari 1,000 Hari
2 Grendel Pintu/Jendela 12,000 BH 4,000 20,000 20,000 Bh/Hari 1,000 Hari
4 Engsel Pintu/Jendela 29,000 BH 5,000 25,000 25,000 Bh/Hari 2,000 Hari
2,000 Hari
IX PEKERJAAN PENGECATAN
1 Cat Dinding Luar Dalam 388,110 M2 15,873 63,492 63,492 M²/Hari 7,000 Hari
2 Cat Plafond 34,700 M2 9,091 36,364 36,364 M²/Hari 1,000 Hari
3 Cat Kusen 14,130 M2 0,083 0,333 0,333 M²/Hari 2,000 Hari
4 Cat Daun Pintu/Jendela 15,700 M2 5,000 20,000 20,000 M²/Hari 1,000 Hari
5 Cat Listplank 27,440 M2 5,000 60,000 60,000 M²/Hari 1,000 Hari
6 Cat Gording - M2 5,000 60,000 5,000 M²/Hari 0,000 Hari
7 Cat Kuda-Kuda - M2 5,000 20,000 5,000 M²/Hari 0,000 Hari
12,000 Hari
X PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Lampu Philips 8 Watt 6,000 BH 1,333 2,667 2,667 Bh/Hari 3,000 Hari
2 Lampu Philips 5 Watt 1,000 BH 1,333 2,667 2,667 Bh/Hari 1,000 Hari
3 Saklar Tunggal 5,000 BH 4,000 4,000 Bh/Hari 2,000 Hari
4 Saklar Ganda 1,000 BH 8,000 8,000 Bh/Hari 1,000 Hari
5 Stop Kontak 3,000 BH 4,000 4,000 Bh/Hari 1,000 Hari
6 Sekring Box 1,000 BH 5,000 5,000 Bh/Hari 1,000 Hari
2,000 Hari
XI PEKERJAAN SANITAIR
1 Stop Kran 1,000 BH 10,000 10,000 Bh/Hari 1,000 Hari
2 Bak KM/WC 1,000 UNIT 110,000 110,000 Bh/Hari 1,000 Hari
3 Closet Jongkok 1,000 BH 4,545 4,545 4,545 Bh/Hari 1,000 Hari
4 Pipa GIP 1/2" 6,000 M2 22,222 22,222 Bh/Hari 1,000 Hari
5 Pipa PVC 2" 2,000 M2 37,037 37,037 Bh/Hari 1,000 Hari
6 Septictank + Peresapan 1,000 BH 794,497 794,497 Bh/Hari 1,000 Hari
6,000 Hari
XII PEKERJAAN AKHIR
1 Finishing 72,000 M' 1,000 1,000 1,000 Hari 1,000 Hari
1,000 Hari
XII PEKERJAAN PAGAR

1 Pek. Galian Pondasi 13,93 M3 40,000 40,000 1,000 Hari


2 Urugan Kembali Pondasi 6,95 M3 20 20,000 1,000 Hari
3 Urugan Pasir Pondasi 0,5 M3 12,821 12,821 1,000 Hari
4 Kolom 12/12 0,7 M3 14,29 14,286 1,000 Hari
5 1 M3 Pasangan Batu Tela 1:4 110,35 M2 5 8,33 8,333 14,000 Hari
6 1 Buah Pasang Grendel Pintu/Jendela 3 BH 4 20 4,000 1,000 Hari
7 1 Buah Pasang Engsel Pintu/Jendela 6 BH 5 25 25,000 1,000 Hari
20,000 Hari
Total Durasi Pekerjaan 119,000 Hari
TABEL SALING KETERGANTUNGAN PEKERJAAN

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH TYPE 36


LOKASI : JAYAPURA

Pekerjaan Uraian Pekerjaan Jumlah Bobot Durasi

A Pekerjaan Pendahuluan Rp 13.736.796,00 4,44% 4,00 Hari 0,5714 1,00 Minggu

B Pekerjaan Tanah dan Pasir Rp 11.405.825,45 3,69% 5,00 Hari 0,7143 1,00 Minggu

C Pekerjaan Batu Rp 83.166.937,91 26,9% 30,00 Hari 4,2857 5,00 Minggu

D Pekerjaan Beton Rp 35.475.219,37 11,47% 4,00 Hari 0,5714 1,00 Minggu

E Pekerjaan Kayu Rp 37.020.769,50 11,97% 20,00 Hari 2,86 3,00 Minggu

F Pekerjaan Atap dan Plafond Rp 17.735.597,30 5,74% 5,00 Hari 0,7143 1,00 Minggu

G Pekerjaan Keramik Rp 16.110.980,43 5,21% 5,00 Hari 0,7143 1,00 Minggu

H Pekerjaan Alat Gantung Rp 3.393.236,00 1,1% 2,00 Hari 0,2857 1,00 Minggu

I Pekerjaan Pengecatan Rp 17.515.183,15 5,66% 12,00 Hari 1,7143 2,00 Minggu

J Pekerjaan Instalasi Listrik Rp 3.805.510,00 1,23% 2,00 Hari 0,2857 1,00 Minggu

K Pekerjaan Sanitair Rp 14.873.213,75 4,81% 6,00 Hari 0,86 1,00 Minggu

L Pekerjaan Pagar Rp 51.421.967,69 17.08% 20,00 Hari 2,8571 3,00 Minggu

M Finishing Rp 1.945.800,00 0.63% 1,00 Hari 0,1429 1,00 Minggu

Total 22,00 Minggu


Diagram Kurva S
Pekerjaan : Pembangunan Rumah Type 36
Lokasi : Jayapura
Tahun : 2019

Bulan ke 1 Bulan ke 2 Bulan ke 3 Bulan ke 4 Ket.


Kode Uraian Pekerjaan Harga Bobot Durasi
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3
100%
A Pekerjaan Persiapan Rp 13.736.796 4,44 1,00 Minggu 4,44272

B Pekerjaan Tanah dan Pasir Rp 11.405.825 3,69 1,00 Minggu 3,6888

C Pekerjaan Batu Rp 83.166.938 26,90 5,00 Minggu 5,3795 5,37952 5,37952 5,37952 5,37952

D Pekerjaan Beton Rp 35.475.219 11,47 1,00 Minggu 11,473

E Pekerjaan Kayu Rp 37.020.769 11,97 3,00 Minggu 3,9911 3,99105 3,99105

F Pekrjaan Atap dan Plafond Rp 17.735.597 5,74 1,00 Minggu 5,736


50%
G Pekerjaan Lantai Rp 16.110.980 5,21 1,00 Minggu 5,21057

H Pekerjaan Alat Gantung Rp 3.393.236 1,10 1,00 Minggu 1,09743

I Pekerjaan Pengecetan Rp 17.515.183 5,66 2,00 Minggu 2,8324 2,8324

J Pekerjaan Instalasi Listrik Rp 3.805.510 1,23 1,00 Minggu 1,2308

K Pekerjaan Sanitair Rp 14.873.214 4,81 1,00 Minggu 4,81025

L Pekrjaan Pagar Rp 51.421.968 17,15 3,00 Minggu 5,71511 5,71511 5,71511

M Pekerjaan Finishing Rp 1.945.800 0,63 1,00 Minggu 0,62931 0%


RENCANA PROGRESS MINGGUAN 4,44272 3,6888 16,853 15,9049 11,0946 11,0946 5,37952 3,9911 3,99105 3,99105 5,736 6,308 4,0631 2,8324 0,62931

RENCANA PROGRESS MINGGUAN 0 4,44272 8,1316 24,984 40,8893 51,9839 63,0785 68,4581 72,449 76,4402 80,4312 86,167 92,4752 96,538 99,371 100