Anda di halaman 1dari 1

Analisis praktikum 9

Pada praktikum 9 dilakukan 3 percobaan dengan fokus pada SCR dan TRIAC. Pada percobaan 1
menggunakan komponen projectboard, power supply, resistor 1k Ω, resistor 220 Ω, SCR, dan LED hijau.
Pada komponen SCR, yang digunakan sebagai pengatur tegangan adalah kaki gate. Saat kaki gate
diberi input tegangan 5 volt, LED akan menyala. Hal ini karena SCR diberikan tegangan positif atau
forward bias (dari anoda ke katoda) yang menyebabkan SCR bekerja. Sedangkan saat rangkaian
diberikan pada ground, LED akan mati karena tidak ada tegangan yang mengalir pada rangkaian.

Pada percobaan 2 disusun rangkaian menggunakan komponen projectboard, power supply,


resistor 1k Ω, SCR, resistor 220 Ω, relay SPDT, LED hijau, dan LED merah. Terdapat 2 kondisi, yaitu saat
diberi tegangan 5 volt dan diberikan kepada ground. Saat kondisi input 5 volt lampu LED merah akan
mati dan LED hijau akan hidup. Hal ini karena SCR mendapatkan tegangan maju atau forward bias
sehingga bisa bekerja dan mengaktifkan relay. Pada saat diberikan kepada ground LED merah akan
hidup dan LED hijau akan mati karena SCR tidak mendapatkan tegangan yang dibutuhkan untuk bekerja
dan tidak dapat mengalirkan tegangan ke relay untuk mengaktifkannya.

Pada percobaan 3 disusun rangkaian dengan menggunakan projectboard, resistor 220 Ω,


potensiometer, TRIAC, lampu, dan sumber tegangan AC. Kondisi lampu diatur menjadi 3 kondisi, yaitu
terang, redup, dan mati, dengan cara mengatur potensiometer. Tegangan dari sumber AC akan mengalir
melewati potensiometer yang sudah diatur hambatannya kemudian akan diteruskan ke SCR melalui kaki
gate yang nantinya akan membuat kondisi lampu menyala, redup, atau mati. Kemudian diukur nilai
tegangan dari resistor 220 Ω. Tegangan pasa saat kondisi terang ke mati akan semakin besar.

Anda mungkin juga menyukai