Anda di halaman 1dari 1

Analisi Praktikum

Pada praktikum 8 dilakukan 4 percobaan dengan 4 rangkaian berbeda. Komponen-komponen


yang digunakan adalah resistor 220 Ω, resistor 1k Ω, relay SPDT, transistor NPN (BD139), transistor PNP
(BD140), LED hijau, LED merah, dan power supply. Percobaan 1 menggunakan rangkaian yang terdiri
dari power supply, resistor 220 Ω, relay SPDT, LED hijau, dan LED merah. Diberikan tegangan 12 volt
pada rangkaian yang menyebabkan LED hijau menyala sedangkan LED merah mati. Hal ini karena relay
SPDT mendapatkan aliran tegangan yang menyebabkan saklar aktif sehingga mengubah keadaan dari
normally closed (NC) menjadi normally open (NO). Jika para rangkaian diberikan kepada ground,
keadaan relay tidak akan bekerja karena tegangan yang ada kurang dari 12 volt DC (batas minimal
tegangan untuk mengaktifkan relay yang ada pada badan relay tersebut) sehingga LED merah hidup dan
LED hijau mati.

Pada percobaan 2 disusun rangkaian dengan komponen power supply, resistor 1k Ω, resistor 220
Ω, transistor NPN (BD139), dan LED hijau. Pada rangkaian diatur menjadi 2 kondisi, yaitu diberi input 5
volt dan disambungkan kepada ground. Saat rangkaian diberi input 5 volt, LED hijau akan menyala
karena transisitor NPN diberi input lebih dari 0,7 volt yang menyebabkan transistor tersebut bisa bekerja.
Sedangkan, pada saat keadaan ground LED tidak menyala karena tegangan yang ada kurang dari batas
minimal untuk mengaktifkan transistor tersebut. Dapat diukur tegangan pada kaki-kaki transistor pada
keadaan input 5 volt. Sedangkan pada saat kondisi ground, hanya akan ada tegangan pada kaki kolektor
karena langsung tersambung dengan power supply. Pada kaki emitor dan basis tidak memiliki tegangan
karena keadaan transistor mati sehingga tidak bisa mengalirkan arus dari kolektor ke emitor.

Percobaan 3 menggunakan rangkaian yang sama dengan pada percobaan 2 tetapi menggunakan
transistor PNP. Hasil percobaan 3 berkebalikan dengan percobaan 2, yaitu LED menyala saat kondisi
rangkaian diberikan kepada ground dan mati saat kondisi rangkaian diberi input 5 volt. Hal ini karena
prinsip kerja transistor PNP berkebalikan dengan transistor NPN, yang mana akan bekerja saat tegangan
yang diberikan kurang dari 0,7 volt. Saat kondisi rangkaian diberi tegangan 5 volt, transistor tidak bekerja
karena tegangan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan transistor (negatif). Dapat diukur nilai
tegangan pada kaki-kaki transistor dalam kondisi rangkaian diberikan kepada ground. Pada saat kondisi
rangkaian diberi input 5 volt, hanya kaki basis yang memiliki nilai tegangan. Hal ini karena tegangan tidak
mengalir dari emitor ke kolektor.

Pada percobaan 4 disusun rangkaian menggunakan power supply, resistor 1k Ω, LED merah, LED
hijau, transisitor NPN, dan resistor 220 Ω. Terdapat 2 kondisi yaitu saat diberi tegangan 5 volt dan
diberikan kepada ground. Saat rangkaian diberi input tegangan 5 volt, LED merah mati dan LED hijau
hidup. Hal ini karena transitor NPN bekerja (mendapat tegangan lebih dari 0,7 volt) sehingga relay
berubah dari kondisi normally closed (NC) menjadi normally open (NO). Sedangkan pada saat diberikan
kepada ground nyala LED merah dan hijau berkebalikan. Hal ini karena relay tidak bekerja atau transistor
tidak mendapatkan tegangan yang dibtuhkan untuk bisa bekerja.

Anda mungkin juga menyukai