Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK


ELEKTRONIKA DISKRIT
RESISTOR, HUKUM OHM, DAN MULTIMETER

Dosen Pengampu:
Torib Hamzah, S.Pd, M.Pd
NIP 19670910 200604 1 001
Abd. Kholiq, SST, MT
NIP 19750522 200604 1 006

Disusun Oleh :
Tiara Kumala Ratri
P27838021063
1B2

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN TEKNOLOGI ELEKTROMEDIS
TAHUN AJARAN 2021/2022
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rangkaian listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan alat-alat listrik
lainnya yang mempunyai fungsi tertentu. Berdasarkan susunan hubungan alat-alat
listrik, maka rangakaian listrik tersusun sengan tiga cara, yaitu rangkaian seri, paralel,
dan campuran. Rangkaian seri adalah rangkaian yang disusun secara berderet sehingga
arus yang melalui tiap tiap komponen adalah sama. Rangkaian paralel adalah rangkaian
yang disusun secara sejaja, sehingga tegangan atau beda potensial tiap komponen adalah
sama. Rangkaian campuan adalah rangkaian gabungan antara seri dan paralel.
Rangkaian seri dapat berisi banyak beban listrik dalam satu rangkaian. Contohnya
adalah lampu pohon natal. Arus listrik yang mengalir melalui lapus atu kelampu dua,
jika salah satu listrik dilepas atau rusak maka arus lidtrik akan putus. Rangkaian seri
lebih menghemat daya yang dikeluarkan dan tidak memerlukan banyak penghubung 
pada penyambung jalur sehingga hemat kabel dan saklar.
Rangkaian paralel merupakan salah satu yang memiliki lebih dari satu bagian
garis edar untuk mengalirkan arus. Contoh dalam keadaan bermotor, sebagian besar
bbenban listrik dihubungkan secara paralel. Masing masing rangkaaian dapat dihubung 
putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian lain. Jika terjadi salahsatu cabang tahan
paralel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian
cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus
tersebut.
1.2 Batasan Masalah
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari rangkaian seri dan paralel.
2. Mahasiswa dapat merangkai resistor menjadi rangkaian seri dan paralel.
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud rangkaian seri dan paralel.
2. Bagaimana perhitungan dari rangkaian seri dan paralel.
1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
1. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar rangkaian seri dan paralel.
2. Mahasiswa mampu merangkai resistor secara seri dan paralel.
1.4.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu menghitung nilai tegangan dan arus dengan perhitungan
manual.
2. Mahasiswa mampu mengukur nilai pembagian tegangan resistor seri dan
paralel pada titik yang telah di tentukan.
3. Mahasiswa mampu mengukur resistor menggunakan multimeter.
1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Mahasiswa dapat mengerti tentang rangkaian seri dan paralel.
2. Mahasiswa padat memahami cara menghitung nilai resistansi yang ada dapat
rangkaian seri dan paralel.
1.5.2 Manfaat Praktis
1. Mahasiswa dapat memahami cara merangkai rangkaian seri dan paralel.
2. Mahasiswa paham cara menghitung tahanan yang ada pada rangkaian seri dan
paralel.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Rangkaian Seri


Rangkaian seri adalah rangkaian yang disusun secara sejajar (seri). Rangkaian
listrik seri dapat menghemat biaya karena digunakan sedikit kabel penghubung. Namun,
jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tidak akan
berfungsi sebagaimana mestinya.
Sifat Rangkaian Seri, yaitu :
1. Sebagai pembagi tegangan.
V1 : V2 : V3 = R1 : R2 : R3 ……………………………………………………...... (1)
2. Kuat arus yang melalui setiap hambatan adalah sama.
I1 = I2 = I3 …………………………………………..…………………………..… (2)
3. Besar tegangan berbanding lurus dengan hambatannya sesuai dengan hukum ohm.
V=IR ……………………………………………………..……………..………….. (3)
4. Rangkaian seri bertujuan untuk memperbesar hambatan rangkaian. Nilai Rs untuk
susunan seri adalah:
R1 + R2 + R3 = Rs ………………………………………………………………… (4)

2.1.1 Prinsip Rangkaian Seri


1. Hambatan total merupakan hasil penjumlahan tiap-tiap hambatan serinya.
2. Kuat arus dalam tiap-tiap hambatannya tetap dan besar kuat arus setiap
hambatansama dengan kuat arus totalnya.
3. Beda potensial atau tegangan tiap-tiap hambatannya berbeda-beda dan hasil
penjumlahan tegangan tiap-tiap hambatannya sama dengan tegangan totalnya.
2.2 Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet
(paralel). Susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak
karena kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak. Namun, jika salah satu
komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi
sebagaimana mestinya.
Sifat Rangkaian Paralel
1. Sebagai pembagi arus.
2. Tegangan yang melewati tiap hambatan sama dengan hambatan penggantinya.
V1 = V2 = V3 = Vp ………………………………………………………..……… (1)
3. Bertujuan untuk memperkecil hambatan rangkaian, maka nilai Rek untuk susunan
paralel adalah:
1/Rp = 1/R1 + 1/R2 +1/R3+.......................................................................................
(2)
4. Kuat arus yang melalui tiap-tiap resistor berbanding terbalik dengan hambatan
listriknya sesuai dengan hukum ohm.
I=V/R …………………………………………………………………………….. (3)
2.2.1 Prinsip Rangkaian Paralel
1. Seper hambatan paralel merupakan hasil penjumlahan seper tiap-tiap hambatan
paralelnya.
2. Kuat arus dalam percabangannya berbeda-beda dan perbandingan kuat arus tiap
tiap percabangan berbanding terbalik dengan perbandingan hambatan tiap-tiap
percabangannya serta hasil penjumlahan kuat arus tiap-tiap percabangannya sama
dengan kuat arus totalnya.
3. Beda potensial tegangan tiap-tiap percabangannya tetap dan besar tegangan setiap
percabangan sama dengan tegangan totalnya.
BAB III
METODE PENENILITAN

3.1 Alat dan Bahan


a. Multimeter 1 unit
b. Resistor secukupnya
c. PCB 1 unit
d. Solder 1 unit
e. Timah secukupnya
f. Power Supply 1 unit
g. Tempat Solder 1 unit

3.2 Langkah Percobaan


1. Persiapan alat dan bahan.
2. Rangkai resistor seperti pada gambar dan nilai resistor disamakan pada gambar rangkaian.
3. Hitung dan ukur dengan multimeter : V total, VR1, VR2 dan VR3.
4. Lakukan langkah 2-3 dengan nilai resistor yang berbeda.
5. Masukkan data ke dalam tabel hasil pengamatan.
6. Tuliskan analisa dan kesimpulan.
3.3 Tabel Pengamatan
No. Gambar Perhitungan Pengukuran
1. R total = 100+1000+100 Rtotal = 1200Ω
= 1200 Ω

V1 = R ground / R total x Vs V1 = 4,5 V


1000+100
= x 5V
1200
55 V2 = 0,4 V
= = 4,58V
12

V2 = R ground / R total x Vs
I1 = 4,5mA
100
= x 5V = 0,0045A
1200
5
= = 0,417V
12
I2 = 4mA
4,58 = 0,004A
I1= V/R =
1100
= 0,0041A

0,417
I2 = V/R = = 0,00417A
100
222. . VR1 = 5V VR1 = 5V

VR2 = 5V VR2 = 5V

VR3 = 5V VR3 = 5V
BAB IV
ANALISIS DAN KESIMPULAN

4.1 Analisis
Bahwa sebuah rangkaian mempunyai nilai resistansi, tegangan dan arus sendiri
tergantung dari bentuk dan komponen dari sebuah rangkaian. Nilai arus pada rangkaian seri
adalah sama jika diukur dari titik manapun, berbeda dengan nilai tegangannya yang
merupakan hasil dari penjumlahan dari semua tegangan pada resistor. Juga nilai tegangan
pada sebuah rangkaian, yaitu sama pada setiap titik, dan tidak seperti nilai arus pada
rangkaian paralel yang merupakan hasil penjumlahan dari arus pada tiap resistansi.
Sebuah komponen pada rangkaian listrik atau rangkaian elektronik dapat dihubungkan
dengan berbagai cara. Dua tipe yang paling sederhana adalah rangkaian seri dan paralel.
Rangkaian yang disusun secara sejajar disebut rangkaian paralel, sedangkan rangkaian yang
disusun secara berderet dan berurutan disebut rangkaian seri. Komponen yang tersusun seri
akan terhubung melalui satu jalur, sehingga aliran arus listrik akan mengalir ke semua
komponen. Pada rangkaian paralel, tegangan yang melewati tiap komponen adalah sama,
dan total arus adalah jumlahan arus yang melewati tiap komponen. Rangkaian listrik paralel
adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang
sama.Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan
susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel
penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel
memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika
salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi
sebagaimana mestinya.
4.2 Kesimpulan
Rangkaian seri resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih
resistor yang disusun secara sejajar atau berbentuk seri. Rangkaian paralel resistor adalah
sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih resistor yang disusun secara berderet
atau berbentuk paralel dan mengetahui hasil atau nilai dari sebuah rangkaian seri maupun
paralel dengan menggunakan rumus ataupun menggunakan multimeter.
DAFTAR PUSTAKA

[1] Bayu Chandra, "Rangkaian Seri dan Paralel," 29 Oktober 2014. [Online]. Available:
http://pintar.jatengprov.go.id/uploads/users/dakhori/materi/SD_Rangkaian_Seri_dan
_Rangkaian_Paralel_2014-10-29/Rangkaian_Seri_dan_Rangkaian_Paralel.pdf.
[Accessed 23 Oktober 2021].
[2] Kho Dickson, "Rangkaian Seri dan Paralel serta Cara Menghitung Nilainya," [Online].
Available: https://teknikelektronika.com/rangkaian-seri-dan-paralel-resistor-serta-cara-
menghitung-nilai-resistor/. [Accessed 23 Oktober 2021].
[3] Thamaro, "Rangkaian Seri, Rangkaian paralel, Pengertian, kelebihan,
kekurangan," . [Online]. Available: http://thamaro.blogspot.com/2016/0. [Accessed 23
Oktober 2021].
[4] Yusuf, Heranyanti, "Rangkaian Seri dan Paralel," [Online]. Available:
https://www.academia.edu/34745924/RA. [Accessed 23 Oktober 2021].
LAMPIRAN

1. Foto Praktikum
2. Laporan Sementara
FOTO PRAKTIKUM

GAMBAR KETERANGAN
Membuat rangkain seri dan paralel
resistor.

Membuat sambungan rangkain seri


dengan menggunakan solder dan timah.

Mengukur nilai tegangan menggunakan


multimeter.

Anda mungkin juga menyukai