Anda di halaman 1dari 12

1.

Pengertian Regulasi Keprotokolan

Secara umum, pengertian regulasi adalah suatu cara yang digunakan untuk
mengendalikan masyarakat dengan aturan tertentu.

Sedangkan pengertian keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan


dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi tata tempat, tata
upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai
dengan jabatan dan atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan atau masyarakat.

Jadi, pengertian regulasi keprotokolan adalah suatu aturan yang mengatur tata
tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan dalam acara
kenegaraan atau acara resmi.

2. Tujuan Regulasi dalam Bidang Keprotokolan


a) Untuk mengatur jalannya kegiatan keprotokolan agar lebih tertib, teratur, dan
berjalan lancar.
b) Untuk menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan keprotokolan.
c) Untuk menjelaskan lebih detail hal-hal yang berkaitan dengan keprotokolan.
d) Untuk memberi perlindungan kepada petugas protokol.

3. Asas Keprotokolan
a) Asas keprotokolan yang meliputi : asas kebangsaan, asas ketertiban dan kepastian
hukum, asas keseimbangan-kesesuaian-kesetaraan , dan asas timbal balik.
 Asas kebangsaan = mencerminkan suatu watak atau sifat bangsa yang pluralistik
 Asas ketertiban dan kepastian hukum = harus menimbulkan suatu ketertiban di
masyarakat
 Asas keseimbangan-kesesuaian-kesetaraan = diberikan setimpal terhadap
keprotokolan dari negara lain
 Asas timbal balik = diberikan atas balas jasa yang diberikan oleh negara lain
b) Asas keprotokolan dalam kontekstual meliputi : asas kenegaraan, asas kebangsaan,
asas pergaulan, dan asas acara.

4. Sumber Protokol
a) Persetujuan internasional
 Konvensi Wina 1815 ( mengatur Dinas Diplomatik)
 Konvensi Wina Tahun 1961 (tentang Hubungan Diplomatik)
 Konvensi Wina Tahun 1963 (tentang Hubungan Konsuler)
b) Peraturan Perundang-Undangan masing-masing negara (Indonesia) :
 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan
 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah
 Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 1990 tentang Ketentuan Keprotokolan
mengenai Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan
 Keputusan Menteri Agama Nomor 71 tahun 1993 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Keprotokolan di Lingkungan Departemen Agama
 Peraturan Menteri Agama RI Nomor 10 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Agama

5. Peraturan tentang Keprotokolan


a) UU Nomor 8 Tahun 1987 tentang Protokol (sudah tidak berlaku)
b) UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan
c) PP Nomor 62 Tahun 1990 tentang Ketentuan Keprotokolan mengenai Tata Tempat,
Tata Upacara, dan Tata Penghormatan
d) Perkalan Nomor 40 Tahun 2015 tentang Keprotokolan

6. Peraturan terkait Keprotokolan


a) UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian
b) UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah
c) UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
d) UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta
Lagu Kebangsaan
e) PP Nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia
f) PP Nomor 43 Tahun 1958 tentang Penggunaan Lambang Negara Republik Indonesia
g) PP Nomor 44 Tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
h) PP Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah atau Janji PNS
i) PP Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan
dan Anggota DPRD
j) PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan
Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
k) Perpres Nomor 11 Tahun 1959 tentang Pelantikan Jabatan Negeri
l) Kepres Nomor 18 Tahun 1972 tentang Penggunaan Pakaian Ketentuan dari Institusi
atau Lembaga Resmi

7. Aturan Dasar Keprotokolan

Terdapat aturan dasar dalam bidang keprotokolan yang perlu dipahami dan diperhatikan
yaitu sebagai berikut:

a) Aturan Dasar Protokol I


1.) Pengaturan tempat duduk
 Yang menempati posisi paling depan adalah yang paling tinggi
kedudukannya.
 Jika menghadap meja, yang menghadap pintu keluar yang dianggap utama
dan tempat terakhir adalah yang dekat dengan pintu keluar.
 Tempat duduk kanan adalah tempat duduk utama.
 Bila ada dua orang yang berjajar, posisi sebelah kanan adalah utama (2-1),
empat orang, urutannya menjadi 4-2-1-3, enam orang urutannya menjadi 6-
4-2-1-5-3 dan seterusnya.
2.) Urutan saat naik turun kendaraan
 Pesawat, orang yang paling utama adalah orang yang paling akhir menaiki
pesawat dan menjadi orang yang turun paling awal.
 Kapal laut, mobil atau kereta, orang yang paling utama naik dan turun
terlebih dahulu. Orang yang paling utama duduk di sebelah kanan, yang
kedua yang terpenting di paling kiri dan orang ketiga duduk di sebelah
tengah.
3.) Urutan saat datang dan pulang

Orang yang paling utama akan tiba paling akhir dan meninggalkan tempat
paling awal.

4.) Posisi mobil saat menjemput dan mengantarkan tamu kehormatan

Berhentilah pada saat posisi pintu kanan mobil berada di arah pintu keluar
gedung. Dengan demikian, sang tamu dapat langsung berjalan menuju gedung
begitu turun dari mobil dan sebaliknya.

b) Aturan Dasar Protokol II

Berikut aturan dasar protokol II yang biasa diterapkan saat menghadiri hari perayaan
kemerdekaan.

 Berusahalah untuk hadir, merupakan suatu kehormatan bagi seseorang bila


menerima undangan ini. Konfirmasikan kedatangan Anda pada petugas, lakukan
juga hal ini bila Anda tidak datang.
 Patuhi peraturan yang tertera pada undangan.
 Hadirlah 15 menit sebelum acara dimulai.
 Duduklah sesuai nomor atau deretan yang sudah ditentukan.
 Kalau Anda sudah duduk tidak usah mondar mandir untuk menyapa relasi.
 Tahan diri untuk tidak menguap, ngantuk atau melirik kesana kemari.
 Jangang mengobrol saat acara berlangsung.
 Pastikan bahwa Anda cukup sehat dan kuat untuk menghadiri acara tersebut.
c) Aturan Dasar Protokol III
1.) Diterima pejabat tinggi
 Hubungi orang yang berhubungan dan menangani masalah audiensi ini.
 Cek lagi waktu dan tempat Anda akan diterima.
 Persiapkan jumlah rombongan yang akan pergi bersama Anda sesuai
arahan protokol.
 Datalah nama masing-masing anggota rombongan, lengkap alamat dan
jabatan atau kedudukan mereka dalam organisasi.
 Susunlah pokok-pokok materi yang akan dibicarakan secara tertulis di atas
kertas berkop organisasi. Masukan dalam map yang bersih dan beri
amplop. Tunjukan pada pejabat yang bersangkutan.
2.) Saat audiensi
 Datanglah setengah jam lebih awal.
 Isilah buku tamu yang disediakan.
 Bila harus memakai tanda tamu yang ditukar dengan kartu identitas,
patuhilah peraturan tersebut.
 Jangan ribut dan menarik perhatian orang lain saat menunggu.
 Dilarang keras merokok.
 Masuklah ke ruangan dengan dipimpin ketua rombongan.
 Ketua berdiri di dekat pejabat untuk memperkenalkan anggota.
 Saat diajak berbicara, ketua rombongan akan berbicara terlebih dahulu.
 Ketua harus membahas inti pembicaraan dan menutupnya dengan baik dan
jangan lupa memberi kesempatan pada anggota.
3.) Berfoto bersama pejabat

Sebelum audiensi dimulai, mintalah pada petugas protokol yang mengatur


pertemuan. Bila waktu berfoto tiba, mintalah kesediaan pejabat untuk berfoto
bersama. Jangan sampai terkesan memaksa atau menodong.

4.) Usai audiensi


 Bila ada jumpa pers, sediakan materi untuk disampaikan kepada wartawan.
 Segeralah membuat ucapan terima kasih kepada jabatan yang telah menerima
 Serahkan surat tersebut dua hari setelah acara audiensi selesai kepada petugas
protokol.
 Jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu
terlaksananya audiensi.

8. Tata Cara Pengaturan Kegiatan Protokol

Pada dasarnya dalam pengaturan kegiatan protokol terdapat beberapa hal yang
harus diatur, yaitu sebagai berikut:

1.) Tata cara


Dalam hal ini setiap kegiatan atau acara harus dilaksanakan dengan khidmat, tertib,
dan dalam setiap tindakan atau perbuatan yang dilakukan harus sesuai dengan
aturan dan urutan yang telah ditetapkan dalam sebuah kegiatan.
2.) Tata krama
Tata krama adalah suatu etika dalam memberikan suatu penghormatan.
3.) Aplikasi aturan
Aplikasi aturan adalah penerapan dari berbagai ketentuan peraturan perundang-
undangan dalam bidang keprotokolan yang harus dilakukan secara baik dan selaras
sesuai dengan kondisi dan situasi suatu acara atau kegiatan.
SOAL
1. Perhatikan pernyataan berikut!

(1) UU Nomor 5 Tahun 1987

(2) UU Nomor 18 Tahun 1987

(3) UU Nomor 8 Tahun 1987

(4) UU Nomor 17 Tahun 1987

(5) UU Nomor 28 Tahun 1987

Dari pernyataan di atas Undang-Undang yang digantikan oleh UU Nomor 9 Tahun 2010
adalah ...

A. (1)

B. (2)

C. (3)

D. (4)

E. (5)

2. Berikut yang bukan merupakan tujuan dari regulasi dalam bidang keprotokolan adalah ...

A. Memberi perlindungan kepada petugas protokol

B. Menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan keprotokolan

C. Menjelaskan lebih detail hal-hal yang berkaitan dengan keprotokolan

D. Mengatur jalannya kegiatan keprotokolan agar lebih tertib, teratur, dan berjalan lancar

E. Memperlambat jalannya acara keprotokolan

3. Konvensi Wina Tahun 1961 mengatur tentang ...

A. Hubungan Militer Antarnegara

B. Hubungan Internasional

C. Hubungan Diplomatik

D. Hubungan Konsuler

E. Hubungan Kepegawaian
4. Keprotokolan harus menimbulkan suatu ketertiban di masyarakat. Hal ini merupakan
pengertian dari ...

A. Asas keprotokolan timbal balik

B. Asas keprotokolan ketertiban dan kepastian hukum

C. Asas keprotokolan keseimbangan-kesesuaian-kesetaraan

D. Asas keprotokolan kebangsaan

E. Asas keprotokolan perdamaian abadi

5. Keprotokolan harus mencerminkan sifat dan watak bangsa Indonesia yang beraneka

ragam dengantetap menjaga prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini

merupakan pengertian dari …

A. Asas keprotokolan ketertiban dan kepastian hokum

B. Asas keprotokolan keseimbangan, kesesuaian, dan keselarasan

C. Asas keprotokolan timbal balik

D. Asas keprotokolan kebangsaan

E. Asas keprokolan adil dan beradab

6. Salah satu persetujuan internasional yang merupakan sumber keprotokolan, yaitu ...

A. Konvensi Wina Tahun 1983

B. Konvensi Wina Tahun 1973

C. Konvensi Wina Tahun 1916

D. Konvensi Wina Tahun 1963

E. Konvensi Wina Tahun 1964

7. Yang bukan merupakan asas keprotokolan dalam kontekstual adalah ...

A. Asas acara

B. Asas kenegaraan

C. Asas kebangsaan

D. Asas pergaulan

E. Asas kerakyatan
8. Berikut adalah peraturan tentang keprotokolan, kecuali ...

A. UU Nomor 9 Tahun 2010

B. UU Nomor 43 Tahun 2009

C. Perkalan Nomor 40 Tahun 2015

D. UU Nomor 8 Tahun 1987

E. PP Nomor 62 Tahun 1990

9. Peraturan pemerintah yang mengatur ketentuan keprotokolan mengenai tata tempat, tata
upacara, dan tata penghormatan tertera pada ...

A. Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 1990

B. Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1990

C. Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 1990

D. Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 1980

E. Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 1990

10. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 mengatur tentang ….

A. Daerah Otonomi Khusus

B. Otonomi Daerah

C. Dinas Diplomatik

D. Hubungan Diplomatik

E. Hubungan Konsuler

11. Perhatikan pernyataan berikut!

(1) Menteri

(2) Presiden

(3) Ketua DPRD

(4) Duta besar negara

(5) Ketua DPR


Dari pernyataan di atas yang bukan pejabat pusat adalah …

A. (1)

B. (2)

C. (3)

D. (4)

E. (5)

12. Hal apa saja yang diuraikan dalam Aturan Dasar Protokol III, kecuali ...

A. Berfoto bersama pejabat

B. Saat audiensi

C. Diterima pejabat tinggi

D. Usai audiensi

E. Pengaturan tempat duduk

13. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 10 Tahun 2010 mengatur tentang …

A. Petunjuk Pelaksanaan Keprotokolan di Lingkungan Departemen Agama

B. Organisasi dan Tata kerja Kementerian Agama

C. Organisasi Serikat Tenaga Kerja Kementeriaan Agama

D. Upah dan Tunjangan Kepegawaian Kementerian Agama

E. Tata Upacara dan Tata Penghormahatan Kementeriaan Agama

14. Berikut ini hal-hal yang dianjurkan dan dapat dilakukan setelah audiensi adalah ...

A. Datanglah setengah jam sebelum acara dimulai

B. Sediakan materi yang akan disampaikan pada wartawan/pers saat jumpa pers

C. Isilah buku tamu yang telah disediakan

D. Masuklah ke ruangan didahului pimpinan

E. Usahakan jangan membuat gaduh


15. Acara yang diatur dan dilaksanakan secara terpusat, dihadiri oleh presiden dan/atau wakil

presiden serta pejabat negara dan undangan lain dalam melaksanakan acara tertentu

disebut…

A. Acara adat

B. Acara resmi

C. Acara kekeluargaan

D. Acara kenegaraan

E. Acara pertujukan

Uraian

1. Jelaskan pengertian regulasi keprotokolan dengan bahasamu sendiri!


2. Sebutkan tujuan adanya regulasi keprotokolan!
3. Jelaskan mengapa UU Nomor 8 Tahun 1987 tentang Protokol sudah tidak diberlakukan
lagi!
4. Sebutkan hal-hal yang harus dilakukan saat audiensi sedang berlangsung menurut
Aturan Dasar Protokol III!
5. Jelaskan 3 hal yang harus diatur dalam pengaturan kegiatan protokol!

Jawab :

1. Regulasi keprotokolan adalah suatu aturan yang mengatur tata tempat, tata upacara, dan
tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan dalam acara kenegaraan atau acara
resmi.
2. Tujuan regulasi dalam bidang keprotokolan:
a) Untuk mengatur jalannya kegiatan keprotokolan agar lebih tertib, teratur, dan berjalan
lancar.
b) Untuk menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan keprotokolan.
c) Untuk menjelaskan lebih detail hal-hal yang berkaitan dengan keprotokolan.
d) Untuk memberi perlindungan kepada petugas protokol.
3. Keprotokolan di Indonesia sendiri dahulu diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1987. Namun karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan sistem ketatanegaraan
masa kini, sehingga pada tahun 2010 mengalami pergantian menjadi Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan .
4. Hal-hal yang harus dilakukan saat audiensi sedang berlangsung menurut Aturan Dasar
Protokol III adalagh sebagai berikut :
• Datanglah setengah jam lebih awal.
• Isilah buku tamu yang disediakan.
• Bila harus memakai tanda tamu yang ditukar dengan kartu identitas, patuhilah
peraturan tersebut.
• Jangan ribut dan menarik perhatian orang lain saat menunggu.
• Dilarang keras merokok.
• Masuklah ke ruangan dengan dipimpin ketua rombongan.
• Ketua berdiri di dekat pejabat untuk memperkenalkan anggota.
• Saat diajak berbicara, ketua rombongan akan berbicara terlebih dahulu.
• Ketua harus membahas inti pembicaraan dan menutupnya dengan baik dan jangan
lupa memberi kesempatan pada anggota.

5. 1.) Tata cara

Dalam hal ini setiap kegiatan atau acara harus dilaksanakan dengan khidmat, tertib,
dan dalam setiap tindakan atau perbuatan yang dilakukan harus sesuai dengan aturan
dan urutan yang telah ditetapkan dalam sebuah kegiatan.

2.) Tata krama

Tata krama adalah suatu etika dalam memberikan suatu penghormatan.

3.) Aplikasi aturan

Aplikasi aturan adalah penerapan dari berbagai ketentuan peraturan perundang-


undangan dalam bidang keprotokolan yang harus dilakukan secara baik dan selaras
sesuai dengan kondisi dan situasi suatu acara atau kegiatan.
Sumber Referensi:

 Buku Paket Otomatisasi Humas dan Keprotokolan Kelas XII


 https://www.pengertianmenurutparaahli.com/pengertian-regulasi/
 https://gilangeduspot.blogspot.com/p/materi-administrasi-humas-dan.html
 https://rahmadewischool1012.blogspot.com/2019/04/memahami-regulasi-bidang-
keprotokolan.html
 http://jurnalisekolahku.blogspot.com/2016/04/protokol-dan-keprotokolan.html
 http://kpm.unpad.ac.id/keprotokolan-protokoler-dan-mahasiswa/
OTOMATISASI TATA KELOLA HUMAS DAN
KEPROTOKOLAN
( REGULASI KEPROTOKOLAN )

Anda mungkin juga menyukai