Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Listrik sudah menjadi kebutuhan yang mendasar bagi setiap orang dan
hal ini menyebabkan ketersediaan dari listrik sangatlah dibutuhkan. Di masa
sekarang tentu sudah sangat berkembang dan juga semakin banyak alat-alat
elektronik dan alat-alat listrik yang lebih canggih, oleh sebab itu instalasi
listrik sangat dibutuhkan dimana saja. Dalam penggunaan alat elektronik
biasanya dapat melakukan sebuah kesalahan yang bisa membuat sebuah
kejadian yang fatal seperti konsleting listrik. Oleh karena itu, agar tidak
terjadi sebuah kejadian yang tidak diinginkan, kita harus mempelajari istilah-
istilah kelistrikan yang biasanya terdiri dari fasa, nol dan ground. Fasa dan
Nol adalah macam aliran yang terdapat pada instalasi listrik. Sedangkan pada
dasarnya kabel netral adalah kabel acuan atau tegangan 0 dalam instalasi
listrik. Serta aliran terakhir adalah kabel ground, yang biasanya digunakan di
setiap instalasi listrik. Grounding berfungsi untuk menetralkan benda
elektronik jika mengalami kebocoran listrik.
1.2. Batasan Masalah
Mampu membedakan fasa, nol, dan ground serta mengetahui dan
menerapkan jenis isolator.
1.3. Rumusan Masalah
1. Apakah perbedaan fasa dan nol?
2. Mengapa pada saat tubuh diberi tegangan listrik tidak dirasakan adanya
setrum apabila bagian tubuh tubuh tidak menyentuh tanah atau ground.

3. Apa sajakah jenis jenis isolator?


1.4. Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
1. Mahasiswa mampu membedakan tegangan fasa dan nol dengan
menggunakan test pen.
2. Mahasiswa mampu menganalisa mengapa pada saat tubuh diberi
tegangan listrik tidak dirasakan adanya setrum apabila bagian tubuh
tubuh tidak menyentuh lantai
3. Mahasiswa mampu menerapkan dan mengetahui jenis-jenis isolator
listrik.
1.4.2 Tujuan Khusus
Dapat membedakan tegangan fasa dan nol dengan menggunakan
test pen

1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Mahasiswa mampu membedakan dan memahami apa itu fasa, nol.
dan ground.
2. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis dari isolator listrik.
1.5.2 Manfaat Praktis
1. Mahasiswa mampu membedakan dan memahami antara fasa, nol,
dan ground dengan menggunakan test pen.
2. Mahasiswa mampu menerapkan isolator listrik pada fasa untuk
menghindari bahaya oleh fasa saat melakukan instalasi listrik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Fasa dan Nol


Pada ilmu listrik satu fasa, kita sering mendengar istilah kabel fasa,
netral, dan ground. Untuk kabel fasa sudah jelas yaitu kabel yang
mengandung tegangan. Ciri utama dari kabel fasa adalah bila ditestpen akan
menyala. Fasa adalah selisih waktu dua besaran (arus atau voltase) bolak-
balik melewati satu titik dengan arah yang sama, dan dengan menggunakan
nilai yang sama dari bentuk gelombangnya. Bila dua arus atau voltase bolak-
balik yang sama frekuensinya secara serempak pada satu titik mempunyai
nilai nol dengan arah yang sama, maka dikatakan arus itu sefase (in fasa).
Dalam keadaan lain, dikatakan kedua arus itu tidak sefase (out of fasa).
Kabel nol atau netral adalah kabel bermuatan listrik rendah(mendekati
nol) dan dipakai sebagai acuan. Seperti kita ketahui, agar terjadi aliran arus
listrik maka harus ada beda potensial. Untuk itu, apabila kita hanya
menggunakan kabel fasa masuk dalam komponen listrik, misalnya lampu,
maka lampu tidak akan menyala. Apabila kita tambahkan kabel netral maka
akan terjadi beda potensial antara kabel fasa dan netral yang melewati lampu
tadi sehingga lampu menyala. Ciri dari kabel ini adalah apabila di testpen
maka testpen tidak menyala.
Kabel ground berfungsi sebagai proteksi apabila terjadi kebocoran arus.
Kebocoran arus adalah apabila isolasi kabel atau perangkat elektronik rusak,
maka arus listrik bisa mengalir di konduktor yang bersentuhan dengannya.
Misal ada kabel kulkas yang mengelupas, akan berbahaya jika kabel yang
terkelupas ini menempel di badan kulkas yang terbuat dari besi/alumunium
karena menyebabkan body kulkas memiliki arus listrik dan bisa menimbulkan
sengatan listrik apabila terpegang. Namun, saat tubuh diberi tegangan listrik
tidak dirasakan setrum apabila bagian tubuh tidak menyentuh lantai atau
tanah dikarenakan tidak adanya ground dan saat tubuh tidak menyentuh lantai
maka tidak ada media untuk menghantarkan listrik, berbeda jika tubuh
menyentuh lantai akan tersengat listrik karena adanya media berupa lantai
yang memiliki tahanan listrik atau resistansi yang besar. Sesuai namanya,
kabel ground adalah kabel yang terhubung ke tanah/bumi yang akan
membuang arus bocor tadi ke tanah. Karena berfungsi sebagai proteksi, arus
listrik tetap bisa mengalir hanya dengan kabel fasa dan netral.
Pada pengukuran listrik antara fasa dengan netral dan fasa dengan
ground akan diperoleh hasil yang hampir sama. Akan tetapi, kabel netral dan
ground adalah suatu yang berbeda jika kita menggunakan kabel fase dan
ground dalam instalasi bisa dikatakan kita membuang listrik karena langsung
disalurkan ke tanah. Pada sisi pembangkit listrik, kabel netral pada akhirnya
juga ditanahkan(di-ground-kan), tetapi kabel ground tetap diperlukan sebagai
proteksi agar arus bocor segera terbuang dan tidak membahayakan.

Gambar 2.1 Fasa, Nol, dan Ground


(Sumber : panduanteknisi.com)

2.2 Isolator Listrik


Pengertian isolator adalah benda yang tidak dapat dialiri listrik . isolator
merupakan kebalikan dari konduktor yang berguna untuk mengaliri listrik.
Benda isolator memiliki ikatan kovalen yang dapat mencegah electron
kemampuan mencegah electron ini membuat listrik tidak bisa melewati benda
tersebut. Benda yang terhubung dengan aliran listrik tanpa isolator bisa
berbahaya kebakaran dan tersetrum bisa terjadi jika benda tidak dilengkapi
isolator.
Gambar 2.2 Isolator Listrik
(Sumber : http://hisham.id)

2.3 Kabel NYA


Kabel NYA berinti tunggal berlpis bahan isolasi PVC untuk instalasi
luar atau kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah,kuning biru, hitam
sesuai dengan peraturan PUIL. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga
mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah
digigit tikus.
Kepanjangan kabel NYA, yaitu :
N = Kabel inti tembaga
Y = Isolasi PVC
A = Kabel tunggal
Bisa kita diartikan bahwa kabel NYA merupakan kabel tembaga tunggal
dengan isolator terselubung dengan berbahan PVC. Pada umumnya, kabel ini
sering digunakan dalam instalasi listrik rumah dan sistem tenaga.
Ukuran diameter dari kabel NYA ini rata rata sekitar 1,5 mm sampai
2,5 mm. Warna pada isolasi kabel N.Y.A diantaranya yang berwarna merah
(fase), kuning (fase), hitam (fase) serta biru (Netral) dan Hijau Kuning
(Grounding/pentanahan). Kelebihan kabel ini ialah memiliki kabel inti tunggal
yang mudah dan sederhana pada instalasi kabel listrik, sehingga jika ada
tarikan kabel tertentu bisa dengan mudah dilakukan. Harga kabel NYA juga
lebih terjangkau. Sedangkan kekurangannya ialah lapisan isolasi PVC hanya
terdiri dari satu lapis dan tidak tahan terhadap gigitan hewan pengerat seperti
tikus dan mudah cacat terhadap factor cuaca hujan atau panas. Untuk
menghindari kerusakan tersebut, gunakan saluran pipa PVC untuk
melindungi jalur jaringan kabel dan dipasang di udara yang jauh dari
jangkauan.

Gambar 2.4 Kabel NYA


(Sumber : https://www.kaskus.co.id)

2.5 Tespen
Tespen adalah alat yang digunakan untuk mengecek atau mengetahui
ada tidaknya suatu tegangna listrik. Rangkaian tespen berbentuk obeng yang
mempunyai mata minus (-) berukuran kecil pada bagian ujungnya. Tespen
juga memiliki jepitan seperti pulpen sebelumnya dan didalamnya terdapat led
yang mampu menyala sebagai indicator tegangan listrik.
Alat mungil yang bernama test pen ini merupakan perangkat kerja yang
sangat dibutuhkan oleh para teknik listrik. Meski alat mungil dan terkesan
seperti pena ini fungsinya sangat bermanfaat sekali. Tidak jarang kita temui
setiap teknik listrik membawanya baik dibawa didalam tas atau juga
disakunya

Gambar 2.5 Tespen


(Sumber : teknikelektronika.com)

2.6
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


1. Test pen
2. Sumber tegangan PLN (stop kontak)
3. Tang kombinasi
4. Kabel NYA

3.2 Langkah Percobaan


1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Tentukan fasa dan ground pada sumber tegangan dengan menggunakan
testpen, jika pada saat dimasukkan pada salah satu lubang stop kontak test
pen menyala maka bagian tersebut adalah fasa, sedangkan bagian yang
dimasukkankan test pen namun tidak menyala maka bagian tersebut adalah
ground.
3. Pasang ujung kabel NYA yang sudah dikupas pada bagian positif stop
kontak.
4. Siapkan bahan isolator (kardus) sebagai alas bagi tubuh sebelum memulai
memegang kabel yang sudah dikupas.
5. Pegang ujung kabel NYA yang sudah dikupas serta sudah terhubung
dengan stop kontak. Jangan sampai badan memegang lantai, menempel
tembok, atau bersentuhan dengan orang lain.
6. Tempelkan test pen pada bagian tubuh, misalnya tangan atau kaki. Jika
tespen menyala, maka fasa sudah dapat ditentukan.
BAB IV
ANALISIS DAN KESIMPULAN

4.1 Analisis
tidak tersengat listrik memiliki banyak factor yakni dimana salah
satunya yakni adanya isolator ,Pada praktikum kali ini, saat tubuh diberi
tegangan fasa dan anggota tubuh lain menyentuh tanah/ground, maka tubuh
kita akan tersengat listrik. Disebabkan saat tubuh menyentuh tanah/ground
artinya tubuh memberi perantara yang akan menyebabkan arus listrik
mengalir ke tanah melalui tubuh. Sedangkan jika tubuh kita diberi isolator
seperti memakai sandal atau berdiri di atas isolator seperti papan kayu maka
saat diberi tegangan fasa tubuh kita tidak akan tersengat listrik. Oleh karena
itu, saat akan melakukan perbaikan pada suatu instalasi listrik yang masih
terdapat tegangan, maka yang harus dilakukan adalah anggota tubuh tidak
boleh menyentuh tanah atau ground ataupun bisa menggunakan sandal
sebagai isolator
4.2 Kesimpulan
Praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa stop kontak memiliki
fasa nol dan juga ground .Fasa adalah yang digunakan untuk kabel aliran
listrik bertegangan dan bagian dari lubang colokan yang teraliri oleh arus
listrik sehingga memiliki tegangan. Sedangkan nol berarti tidak memiliki
tegangan. Dan untuk menenatukan fasa dan nol bisa juga dilakukan dengan
memasukkan tespen ke lubang stop kontak , jika tespen menyala berarti
terdapat tegangan dan menunjukan fasa dan jika tespen tidak menyala maka
menunjukan netral dan nol. Dan Agar tubuh tidak tersengat listrik maka
hendaknya memakai alas seperti sandal dan papan kayu. Karena itu
termasuk bahan isolator yang membuat tidak tersengat listrik.
4.3 Pertanyaan
1. Mengapa saat test pen di hubungkan pada fasa PLN dan kita menyentuh
tanah/ ground menyala sedangkan jika tidak menyentuh tanah tidak
menyala? Jelaskan
Jawab : Karena pada saat test pen dihubungkan dengan fasa PLN dan kita
menyentuh tanah akan menyebabkan terjadinya perubahan pada tegangan
listrik dan tubuh kita masih berhubungan dengan tanah atau ground yang
akan menyebabkan aliran arus listrik menuju tanah melalui tubuh kita.
Dan sebaliknya, jika kita tidak menyentuh tanah maka test pen tidak akan
menyala karena tidak ada ground.
Karena, isolator berfungsi sebagai bahan yang tidak menghantarkan arus
listrik sehingga dapat digunakan sebagai pelindung ataupun dan apabila
terjadi korsleting bisa digunakan manusia sebagai pengaman atau
pelindungapabila terjadi kosleting pada instalasi

2. Seberapa penting sebuah isolator dalam sambungan kabel? Jelaskan


Jawab : Sangatlah penting karena dimana isolator berfungsi sebagai
bahan yang tidak bisa menghantarkan arus listrik dan apabila terjadi
korsleting bisa digunakan manusia sebagai pengaman atau pelindung
3. Bagaimana usaha kalian sebagai seorang teknisi instalasi listrik jika harus
melakukan sambungan atau perbaikan instalasi listrik dalam keadaan
terdapat tegangan?
Jawab : yang akan saya lakukan yakni dengan menyiapkan isolator listrik
dan menggunakan isolator berbahan karet seperti memakai sandal atau
beralas isolator yakni seperti papan kayu. Jika ingin menyambung kabel
tanpa harus memutus aliran listrik, pastikan menggunakan kaidah 1
tangan dan memakai sepatu karet non-konduktif. Pastikan kita juga
memegang dengan pasti dan percaya karena jika kita ragu, tangan kita
cenderung bergetar yang bisa menyebabkan percikan api. Jika kita masih
ragu-ragu, kita bisa menggunakan bantuan tang berisolasi untuk
menyambungkan. Cara yang lebih amannya kita mencari sumber
tegangan dan mematikannya agar bisa melakukan sambungan dan
perbaikan dengan baik dan setelah melakukan perbaikan, nyalakan
sumber tegangan agar dapat mengecek apakah terdapat aliran listrik pada
sambungan atau perbaikan yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

[1]. Anomim ,“Perbedaan Antara Netral dan Ground” 2016 [online]. Available:
http://www.keretalistrik.com [accesed : 25 Oktober 2021]
[2]. Anomim, “ Pengertian dan Jenis Isolator” 2018 [online]. Available:
https://kumparan.com [accesed : 25 Oktober 2021]
[3]. Dawan Setiawan “9 Jenis Kabel Listrik dan Kegunannya”. 2019 [online]
Available : https://ngertiaja.com/kabel-nyy/ [Accesed : 25 Oktober 2021]
[4]. D.Kho.“PengertianTestPen”.2018 [online] available : https://www.dun
iapembangkitlistrik. [Accessed : 25 Oktober 2021]
LAMPIRAN

Foto Praktikum

GAMBAR KETERANGAN

Anda mungkin juga menyukai