Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK


INSTALASI LISTRIK
FASA DAN NOL

Dosen Pengampu:
Torib Hamzah, S.Pd, M.Pd
NIP 19670910 200604 1 001
Sumber, S.ST, MT
NIP 19720708 200604 1 007

Disusun Oleh :
MUHAMMAD IQBAL ROSYAD
P27838120057
1D12

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
TAHUN AJARAN 2020/2021
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam perkembangan dunia teknologi yang semakin pesat maka tidak
akan jauh dari peralatan listrik yang serba canggih dengan penanganan yang
sangat beragam. Dalam pembelajaran instalasi listrik materi fasa dan nol
termasuk kedalam materi dasar yang diajarkan. Pada saat kita berada di dunia
kerja tentu hal ini akan sangat berguna sebab jika kita tidak memahami akan
timbul dampak yang fatal. Selain dari itu kecelakaan kerja saat berhadapan
langsung dengan suatu instalasi listrik akan sangat mungkin terjadi,
dikarenakan ketidakpahaman mengenai fasa dan nol. Selain itu ilmu ini sangat
dibutuhkan karena dalam keseharian kita akan selalu dihadapkan dengan
peralatan listrik.
Dalam instalasi listrik terdapat 3 jenis aliran yaitu fasa,nol/netral dan
ground. Dari ketiga aliran tersebut ground yang paling jarang digunakan namun
sebenarnya memiliki fungsi yang sangat penting yaitu menetralkan benda
elektronik jika mengalami kebocoran. Sistem grounding yaitu dengan
menghubungkan bagian ground benda elektronik dengan tanah dengan keadaan
tertentu. Maka dari itu pembelajaran mengenai fasa,nol dan ground sangat
diperlukan sebagai bekal dalam praktek dilapangan.

1.2 Batasan Masalah


Dapat memahami dan membedakan apa yang dimaksud dengan fasa dan nol.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan fasa ?

2. Apa yang dimaksud dengan nol ?

1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
1. Mahasiswa mampu membedakan tegangan fasa dan nol dengan
menggunakan test pen.
2. Mahasiswa mampu menganalisa mengapa pada saat tubuh diberi
tegangan listrik tidak dirasakan adanya setrum apabila bagian tubuh
tubuh tidak menyentuh lantai.
3. Mahasiswa mampu menerapkan dan mengetahui jenis-jenis isolator
listrik.

1.4.2 Tujuan Khusus


Dapat membedakan tegangan fasa dan nol dengan baik pada rangkaian.
1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Mahasiswa mampu memahami dan membedakan fasa dan nol
2. Mahasiswa dapat mengetahui jenis jenis isolator listrik
1.5.2 Manfaat Praktis
Mahasiswa mampu menerapkan isolator listrik pada fasa untuk
menghindari bahaya yang akan ditimbulkan oleh fasa saat pembelajaran
instalasi listrik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Fasa, Nol dan Ground


Dalam arus DC kita mengenal kutub positif dan negatif yang tidak boleh
terbolak-balik, nah pada arus AC sebenarnya ada dua juga yaitu bagian fasa dan
netral, makannya colokan di rumah kita ada dua lubangnya, bahkan ada satu lagi
sebenarnya yaitu ground (colokan di luar negeri ada 3 lubang). Fasa adalah
bagian yang berlistrik atau dialiri listrik, sedangkan bagian netral adalah bagian
yang tidak teraliri arus listrik. Listrik bisa mengalir apabila beban dihubungkan
oleh kedua bagian ini sehingga menjadikannya sistem rangkain tertutup. Nah
maka dari itu jika kita hanya memegang bagian fasa saja (tanpa menyentuh netral
dan TANAH, lantai atau alas apapun) maka kita tidak akan kesetrum atau teraliri
listrik, apalagi hanya memegang netral, mau nyentuh tanah juga tidak apa-apa
soalnya tidak teraliri arus listrik di bagian netral itu.Sedangkan ground adalah
bagian untuk mengamankan peralatan listrik dimana bagian ini dihubungkan
langsung ke tanah. Bagian ground ini sangat penting, namun di beberapa instalasi
rumah ground tidak dipasang, hanya dipasang di kWh meter yang ada di depan
rumah saja.

Gambar 2.1 Penerapan fasa,nol dan ground


(Sumber: https://www.musbikhin.com/instalasi-stop-kontak-leona/)
2.2 Isolator Listrik
Isolator dalam fisika adalah bahan yang tidak bisa menghantarkan panas
dengan baik. Dalam ilmu kelistrikan, bahan ini memiliki pengertian berbeda.
Ilmu bahan listrik menjelaskan, pengertian Isolator adalah bahan yang tidak
dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Lawan dari bahan jenis ini adalah 
Konduktor. Bahan ini sulit menghantarkan listrik disebabkan struktur atom dari
bahan tersebut.Struktur bahan ini memiliki atom yang elektronnya terikat kuat
dengan inti atomnya, sehingga sulit untuk menghantarkan arus listrik. Bahan
isolator terdiri dari bahan Padat, Cair dan  Gas. Bahan jenis ini dapat Berfungsi
sebagai konduktor jika bahannya diberi campuran atau doping dari bahan lain.
Bahan isolator biasanya dipakai sebagai Isolasi dari bahan konduktor.
Seperti Pembungkus kabel dan gagang tang listrik. Fungsi Isolator adalah
mencegah bocornya arus lsitrik dari konduktor. Bahan isolator yang sering
digunakan adalah Karet, Plastik, Kaca dan Keramik. Pemilihan bahan Isolator
tidak sembarangan, sebab setiap bahan isolator memiliki batas kemampuan
menahan tegangan. Keramik adalah contoh isolator padat yang memiliki
kemampuan menahan tegangan listrik yang tinggi.

Gambar 2.2 Isolator plastik


(Sumber: https://www.warriornux.com/ayo-kita-mengenal-listrik-2/)

2.3 Kabel NYA


Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk
instalasi luar ataukabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah,
kuning, biru dan hitam sesuai dengan peraturan PUIL. Lapisan isolasinya
hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel
udara) dan mudah digigit tikus. Agar aman memakaikabel tipe ini, kabel harus
dipasang dalam pipa/conduitjenis PVC atau saluran tertutup.Sehingga tidak
mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi
yangterkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.Biasanya digunakan untuk
instalasi rumah dan sistem tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan ukuran 1,5
mm2 dan 2,5 mm2. Berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, dan seringnya
untuk instalasi kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru
dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya
yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak
tahan air dan mudah digigit tikus.Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus
dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak
mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas
tidak tersentuh langsung oleh orang.

Gambar 2.3 Kabel NYA


(Sumber: https://blog.spacestock.com/jenis-kabel-listrik-rumah/)
2.4 Test Pen atau tespen
Tespen atau Test Pen merupakan salah satu alat yang paling sering
digunakan oleh para teknisi listrik dalam melakukan pekerjaannya. Bentuknya
yang relatif kecil dan mirip seperti sebuah Pena membuatnya sangat mudah
untuk dibawa kemana-mana. Ujung test pen yang yang berbentuk “Minus” dapat
dijadikan sebagai obeng untuk melonggarkan atau mengetatkan sekrup (screw).
Jadi test pen pada dasarnya adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk
mengetahui atau mengecek apakah sebuah penghantar listrik memiliki tegangan
listrik atau tidak. Penghantar listrik yang dimaksud disini dapat berupa kabel
listrik, kawat listrik maupun stop kontak listrik.Berbeda dengan multimeter, test
pen tidak dapat digunakan untuk mengukur seberapa tingginya suatu tegangan
listrik di sumber penghantar listrik tersebut, test pen hanya dapat digunakan
untuk mengetahui ada atau tidaknya aliran listrik di suatu penghantar listrik
dengan sebuah indikator lampu. Jika terdapat listrik di stop kontak atau kabel
listrik, maka lampu Indikator akan menyala, jika tidak ada aliran listrik maka
lampu Indikator tidak akan menyala.Dibawah ini adalah gambar bentuk Test Pen
dan bagian-bagiannya.

Gambar 2.4 Bagian tespen


(Sumber: https://teknikelektronika.com/)
Cara Penggunaan Test Pen boleh dikatakan sangat sederhana dan mudah.
Hanya dengan beberapa langkah, kita dapat mengetahui apakah sebuah stop
kontak listrik atau kabel listrik yang bersangkutan dialiri listrik atau tidak.
Tujuan pengetesan ini tentunya adalah untuk menghindari sengatan listrik yang
berbahaya bagi kesehatan dan bahkan terjadinya kematian (apabila anggota
badan kita tersentuh pada suatu penghantar yang bertegangan listrik yang sangat
tinggi).Berikut ini adalah cara penggunaannya :
1. Ambil Test Pen dan pegang Test Pen tersebut dengan ujung-ujung jari tangan.
2. Letakan ujung jari telunjuk pada bagian atas Test Pen (ujung jari telunjuk
harus tersentuh pada bagian besi di atas Test Pen tersebut).
3. Tempelkan bagian ujung Test Pen (bagian bawah yang biasa berbentuk Minus
Obeng) ke sumber listrik yang akan diuji.
4. Perhatikan lampu indikatornya. Jika lampu indikator menyala maka kabel
listrik atau penghantar listrik tersebut sedang dialiri arus listrik (terdapat
tegangan). Jika lampu indikator tidak hidup (OFF) maka kabel listrik atau
penghantar listrik tersebut tidak dialiri arus listrik (tidak terdapat tegangan di
penghantar tersebut).
2.2 Grounding Tester
Earth Tester adalah alat untuk mengukur nilai resistansi dari
grounding,berikut ini adalah cara penggunaan earth tester: Pada switch pilih
mode Ω.· Tekan push button.· Lihat penunjuk voltase tanah apabila jarum
bergerak dengan cepat sampai mentok ke ujung volt meter, check kembali
instalasi kabel.· Adjust ohm meter sampai nilai voltase pada galvanometer " 0
volt " .· Lakukan instalasi earth tester seperti tampak jarak L adalah sebesar 5
meter.· Baca nilai resistansi yang terbaca pada alat tersebut. Itulah nilai resistansi
tanah. Grounding suatu peralatan listrik sangat vital, baik itu untuk peralatan itu
sendiri maupun untuk keselamatan orang. Contoh sederhana di rumah adalah
kulkas (mesin pendingin), kulkas memiliki motor listrik untuk menggerakkan
freon yang dinamakan compressor. Compressor ini pada saat hidup bisa saja
terjadi kebocoran arus listrik. Bila grounding kulkas tidak bagus, maka bisa
membahayakan orang yang menyentuh-nya. Ini adalah contoh sederhana di
rumah. Syarat utama sebuah grounding itu baik adalah tahanan grounding itu
sama dengan 0 Ohm ini adalah tahanan grounding ideal, tetapi
kenyataannyaboleh sampai 5 Ohm. Jadi bila terjadi hubungan pendek atau short
circuit suatu peralatan listrik, maka dengan cepat kebocoran itu dibuang ke bumi
atau grounding. Bila grounding tidak bagus, maka peralatan bisa terbakar dan
bisa membahayakan keselamatan orang penangkal petir tidak akan bekerja /
berfungsi tanpa sistem grounding (pentanahan) yang benar (maksimal nilai
resistansi 5 Ohm). Jadi grounding berfungsi sebagai sarana pengarah arus petir
yang bisa menyebar ke segala arah yang kemudian langsung diarahkan ke dalam
tanah. Yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem pentanahan adalah
tidak timbulnya bahaya tegangan yang mengalir. Namun demikian baikburuknya
sistem pentanahan sangat menentukan rancangan sistem penangkal petir internal,
semakin tinggi nilai resistansi suatu pentanahan, akan menyebabkan semakin
tinggi pula tegangan yang terdapat pada penyama potensial (Potensial
Equalizing Bonding), sehingga upaya proteksi internalnya akan akan kurang
efektif. Dengan demikian kita harus menyadari bahwa betapa perlunya sistem
pentanahan untuk menghindari resiko kerugian yang lebih besar dari bahaya
sambaran petir
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan


1. Test pen
2. Sumber tegangan PLN (stop kontak)
3. Tang kombinasi
4. Kabel NYA
3.2 Langkah Percobaan
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Tentukan fasa dan ground pada sumber tegangan dengan menggunakan
testpen, jika pada saat dimasukkan pada salah satu lubang stop kontak
test pen menyala maka bagian tersebut adalah fasa, sedangkan bagian
yang dimasukkankan test pen namun tidak menyala maka bagian tersebut
adalah ground.
3. Pasang ujung kabel NYA yang sudah dikupas pada bagian positif stop
kontak.
4. Siapkan bahan isolator (kardus) sebagai alas bagi tubuh sebelum memulai
memegang kabel yang sudah dikupas.
5. Pegang ujung kabel NYA yang sudah dikupas serta sudah terhubung
dengan stop kontak. Jangan sampai badan memegang lantai, menempel
tembok, atau bersentuhan dengan orang lain.
6. Tempelkan test pen pada bagian tubuh, misalnya tangan atau kaki. Jika
tespen menyala, maka fasa sudah dapat ditentukan.
BAB IV
ANALISIS DAN KESIMPULAN

4.1 Analisis
Dalam praktikum ini dapat diketahui bahwa ketika tubuh diberi tegangan oleh
fasa dan anggota tubuh lain menyentuh tanah sebagai ground, maka tubuh kita
akan tersengat listrik. Berbeda ketika tubuh kita berdiri di atas isolator (sandal
atau triplek kayu), ketika diberi tegangan fasa tubuh kita tidak akan tersengat
listrik. Oleh karena itu, apabila kita akan melakukan perbaikan pada suatu
instalasi listrik yang masih terdapat tegangan, hal pertama yang harus dilakukan
adalah memastikan anggota tubuh agar tidak menyentuh tanah.

4.2 Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa stop kontak terdapat jalur fasa,
nol, ground. Fasa adalah bagian dari kabel/batang colokan/lubang yang
memiliki tegangan. Untuk menentukan jalur fasa dan nol dapat menggunakan
toolset tespen. Yaitu tespen dimasukkan ke salah satu lubang stop kontak. Jika
tespen menyala, berarti menunjukkan jalur fasa. Jika tespen tidak menyala,
maka menunjukkan jalur nol (netral).

4.3 Pertanyaan
1. Mengapa saat test pen di hubungkan pada fasa PLN dan kita menyentuh
tanah/ ground menyala sedangkan jika tidak menyentuh tanah tidak
menyala? Jelaskan!
Hal tersebut terjadi karena pada saat tespen dihubungkan dengan fasa PLN
dan kita menyentuh akan menyebabkan aliran arus listrik menuju tanah
melalui tubuh kita. Ketika ditambahkan isolator yang di kaki , maka nyala
lampu indikator pada test pen akan semakin redup pula. Dan sebaliknya,
jika kita tidak menyentuh tanah tespen tidak akan menyala karena tidak ada
ground.
2. Seberapa penting sebuah isolator dalam sambungan kabel? Jelaskan!
Sangat penting, karena isolator berfungsi sebagai pengaman atau pelindung
dan untuk mengisolasi penghantar agar tidak terjadi konslet pada
sambungan.
3. Bagaimana usaha kalian sebagai seorang teknisi instalasi listrik jika harus
melakukan sambungan atau perbaikan instalasi listrik dalam keadaan
terdapat tegangan?
Hal pertama yang dilakukan saat memperbaiki instalasi listrik yang terdapat
tegangan adalah menyiapkan isolator listrik pada bagian-bagian yang
bermuatan ground. Akan lebih baik menggunakan isolator yang berbahan
karet. Menggunakan sarung tangan dalam menyambungkan atau melakukan
perbaikan instalasi.
DAFTAR PUSTAKA

[1] E. Andalan, “Bahan isolator,” 7 September 2018 . [Online]. Available:


https://www.andalanelektro.id/2018/09/bahan-isolator-pengertian-dan-
jenisnya.html. [Accessed 20 November 2020].
[2] F. Ramdan, “Ayo kita,” 8 Agustus 2020. [Online]. Available:
https://www.warriornux.com/ayo-kita-mengenal-listrik-2/. [Accessed 20
November 2020].
[3] Musbikhin, “Instalasi stop kontak,” 2 Maret 2019. [Online]. Available:
https://www.musbikhin.com/instalasi-stop-kontak-leona/. [Accessed 20
November 2020].
[4] H. Adi, “Perbedaan kabel,” 19 Mei 2013. [Online]. Available:
http://tahukahkmu.blogspot.com/2013/05/perbedaan-kabel-listrik-nya-nym-dan-
nyy.html. [Accessed 20 November 2020].
[5] D. Kho, “Pengertian tespen,” Juni 2019. [Online]. Available:
https://teknikelektronika.com/pengertian-tespen-test-pen-dan-cara-menggunakan-
test-pen/. [Accessed 20 November 2020].
[6] Z. Juventhini, “Earth tester,” Juli 2018. [Online]. Available:
https://www.academia.edu/27950175/Earth_Tester_adalah_alat_untuk_menguku
r_nilai_resistansi_dari_grounding. [Accessed 20 November 2020].
LAMPIRAN

1. Foto Praktikum
2. Laporan Sementara
FOTO PRAKTIKUM

GAMBAR KETERANGAN

Pembuktian bahwa manusia dapat


menghantarkan arus listrik.

Pembuktian Nol

Pembuktian Fasa

Anda mungkin juga menyukai