Anda di halaman 1dari 34

TUGAS INDIVIDU

MODUL 2

LATIHAN 2.17

NAMA : DEDE ASRIA

NIM : 855762185

KELAS :Bi

MATA KULIAH : EVALUASI PEMBELAJARAN

LATIHAN 2.17

1. Bagaimana komentar anda terhadap pernyataan yang menyatakan bahwa tes objektif tidak dapat mengukur hasil belajar siswa
dengan baik?
Jawaban :
Menurut saya pernyataan yang menyatakan tes objektif tidak dapat mengukur hasil belajar siswa dengan baik itu kurang tepat,
karena setiap tes mempunyai keunggulan dan keterbatasan, asalkan kita dapat memanfaatkan keunggulan tes objektif dan berhasil menekan
kelemahannya maka tes tersebut akan dapat mengukur hasil belajar siswa dengan tepat. Dilihat dari sistem penskorannya, tes objektif akan
menghasilkan skor yang sama. Sebagaimana nama yang digunakannya , soal objektif adalah soal yang tingkat kebenarannya objektif. Oleh
karena itu tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaanya dapat dilakukan secara objektif ( Arikunto, 1995: 165).
Karena sifatnya yang objektif maka penskorannya dapat dilakukan dengan bantuan mesin. Soal ini tidak memberikan penilaian yang
bergradasi karena ia hanya mengenal benar dan salah. Apabila respon siswa sesuai dengan jawaban yang dikehendaki maka respon tersebut
benar dan biasa diberi skor 1. Apabila kondisi yang terjadi sebaliknya, maka respon siswa adalah dan biasa diberi skor 0. Jawaban siswa
mengarah pada satu jawaban yang benar (convergence).
Merujuk kepada berbagai pendapat tentang tes objektif dapat di ambil kesimpulan bahwa tes objektif adalah tes yang semua
informasi yang diperlukan peserta tes untuk membrikan respon telah disediakan oleh penyusun tes, sehingga peserta tes tinggal memilihnya.
Jawaban yang berupa pilihan bersifat deterministik, sehingga hanya ada dua kemungkinan kebenaran jawaban benar atau salah.
2. Jelaskan keunggulan tes objektif jika dibandingkan dengan tes uraian?
Jawaban:
Keunggulan tes objektif dapat anda lihat pada objektivitas hasil pemeriksaan, jumlah sampel yang di ujikan, kecepatan pemeriksaan
hasil ujian dan lain sebagainya.
Nah sekarang mari kita bahas tentang keunggulan tes objektif.
a) Tes objektif tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir rendah sampai dengan sedang. Bukannya tes objektif tidak dapat
digunakan untuk mengukur proses berpikir tinggkat tinggi seperti analisis, evaluasi, dan kreasi tetapi untuk menulis future sosial yang
seperti itu memerlukan keterampilan tersendiri
b) Dengan menggunakan tes objektif mata semua atau sebagian besar materi telah diajarkan dapat ditanyakan saat ujian.
c) Dengan mengunakan tes objektif maka pemberian skor pada setiap siswa dapat dilakukan dengan cepat tepat dan konsisten karena
jawaban yang benar untuk setiap butir soal sudah jelas dan pasti. Kita juga dapat menggunakan fasilitas komputer untuk memproses
hasil ujian sehingga kecepatan, ketepatan, dan kekonsistenannya dapat terjamin.
d) Dengan tes objektif khusus pilihan ganda, akan memungkinkan untuk dilakukan analisis butir soal. Dari hasil analisis butir soal maka
akan dapat diperoleh informsi tentang karakteristik setiap butir soal seperti tingkat kesukaran, daya beda, efektivutas pengecoh, serta
reliabilitasnya.
e) Tingkat kesukaran butir soal dapat dikendalikan. Dengan menggunakan tes objektif khususnya pilihan ganda maka dapat
mengendalikan tingkat kesukaran butir soal hanya dengan mengubah homogenitas alternatif jawaban.
f) Informasi yang diperoleh dari tes objektiflebih kaya. Jika tes objektif dikonstruksi dengan baik maka kita akan memperoleh informasi
yang banyak dari respon yang diberikan oleh siswa. Setiap respon siswa terhadap setiap alternatif jawaban akan memberikan informasi
kepada kita tentang penguasaan kognitif siswa terhadap materi yang di ujikan. Dengan demikian kita dapat mengetahui kemampuan dan
kelemahan siswa.

3. jelaskan kelemahan tes objektif jika dibandingkan dengan tes uraian?


Jawaban:
Sebaliknya kelemahan tes objektif terletak pada sulitnya membuat butir soal, adanya unsur tebakan, tidak memberi kesempatan kepada
siswa untuk mengemukakan ide atau pendapat, dan kurang tepat untuk mengukur proses berpikir tinggi.
Disamping mempunyai keunggulan, tes objektif juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan antara lain:
a) kebanyakan tes objektif hanya bisa menukur proses berpikir rendah.
b) Membuat pertanyaan tes objektif yang baik lebih sukar dari pada membuat pertanyaan tes uraian.
c) Kemampuan anak dapat terganggu oleh kemampuannya dalam membaca dan menerka.
d) Siswa tidak dapat mengorganisasikan idenya sendiri karena semua alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh
penulis soal.
4. Jika anda mempunyai tujuan pembelajaran sebagai berikut: mahasiswa dapat menjelaskan keunggulan tes objektif dari tes uraian.
Bentuk tes mana yang tepat digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan tersebut?
Jawaban:
Bentuk tes yang tepat digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan tersebut adalah tes objektif karena tes objektif dapat
digunakan untuk mengukur proses berpikir rendah sampai sedang. Semua atau sebagaian besar materi yang telah di ajarkan dapat
ditanyakan saat ujian. Pemberian skor pada setiap siswa dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan konsisten. Memungkinkan untuk dilakukan
analisis butir soal. Tingkat kesukaran butir soal dapat dikendalikan, dan informasi yang diperoleh dari tes objektif lebih kaya.

5. Tepatkah jika tes objektif digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran sebagai berikut: mahasiswa dapat menganalisis
kelemahan satuan pelajaran (SP) dengan tepat.
Jawaban:
Sangat tepat sekali jika tes objektif digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran karena tes objektif karena dapat membantu
siswa mengukur kemampuan serta dapat menyelesaikan masalah. Salah satu evaluasi yang dapat membantu meningkatkan mental belajar
siswa yaitu dengan evaluasi tes objektif.

MODUL 2

LATIHAN 2.53

1) Mengapa tes B – S dan tes menjodohkan jarang digunakan dalam tes sumatif khususnya di SLTP dan SMU? Jelaskan!
Jawaban:
Tes B – S dan tes menjodohkan kenapa jarang sekali digunakan dalam tes sumatif khususnya di SLTP dan SMU, berhubung tes
sumatif adalah tes akhir sekolah atau ujian akhir sekolah maka jarang sekali sekolah atau guru yang menggunakan tes tersebut karena apa?
Tes B-S jarang digunakan karena hanya dapat mengungkap daya ingatan dan pengenalan kembali kemudian sering membingungkan anak-
anak. Ada masalah atau bahan yang tidak selalu dapat dinyatakan hanya dengan alternatif benar atau salah atau pilihan ganda.sedangkan
Tes menjodohkan juga jarang digunakan pada saat ujian akhir sekolah itu karena cenderung lebih banyak mengungkap aspek hafalan
atau daya ingat saja. Karena mudah disusun, maka tes jenis ini dijadikan pelarian bagi pengajar, yaitu di pergunakan kalau pengajar tidak
sempat lagi untuk membuat tes bentuk lain. Karena jawaban yang pendek-pendek, maka tes jenis ini kurang baikuntuk mengevaluasi
pengertian dan kemampuan mmbuat tafsiran. Tanpa disengaja, dalam tes jenis ini sering menyelinap atau msuk hal-hal yang sebenarnya
kurang perlu untuk di ujikan.
2) Tuliskanlah masing-masing dua contoh tes B – S dan tes menjodohkan yang mengukur proses berpikir lebih tinggi dari ingatan!
Jawaban:
Contoh tes B – S

Ibu kota propinsi Sumatera Selatan adalah Benar/salah


pekan baru.
Kerajaan islam pertama di pulau jawa ialah Benar/salah
Demak.

Contoh tes menjodohkan

pertanyaan jawaban
1) Malaikat yang bertugas a. beribadah
menyampaikan wahyu adalah.............
2) Laa haula wala quwwata illabillah b. izroil
merupakan kaliamat........
3) Malaiakat yang bertugas mencabut c. jibril
nyawa manusia adalah malaikat.......
4) jin dan manusia di ciptakan d. sodaqoh
untuk......kepada Allah.
5) memberi sebagian harta kita kepada e. hauqolah
orang miskin di sebut.

3) coba ambilah contoh tes sumatif yang telah anda gunakan di kelas. Kemudian analisislah, apakah butir soal tersebut dapat
mengukur tujuan pembelajaran yang telah anda tetapkan?
Jawaban:

Tes sumatif adalah test yang diberikan setelah sekumpulan program pembelajaran selesai diberikan.
Contoh tes sumatif
Bunyi sila ke tiga pancasila adalah...
Analisis:
Tuliskan
4) Tuliskan satu contoh uraian terbuka dan satu contoh tes uraian terbatas (sesuai dengan bidang anda)!
Jawaban:

Contoh soal uraian terbuka:


Apa yang kamu ketahui tentang 4 sehat 5 sempurna?
Contoh soal uraian terbatas
Apa yang terjadi jika kita makan tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh kita? Jelaskan menurut anda dampak dari tidak terpenuhinya nutrisi
yang cukup dalam tubuh terutama dalam bidang kesehatan!
5) jika anda ingin mengetahui kemampuan siswa dalam mendesain sebuah eksperimen, tes uraian mana yang akan anda gunakan?
Jelaskan!
Jawaban:
Apabila ingin mengetahui kemampuan siswa dalam mendesain sebuah eksperimen maka tes yang akan saya gunakan adalah tes uraian
terbuka, karena siswa dapat berpikir lebih tinggi, siswa dapat mengorganisasikan, menghubungkan, dan menyatukan idenya sendiri
sehingga hasilnya lebih baik.

LATIHAN 2.67
1. Jelaskan fungsi perencanaan dalam pengembangan tes hasil belajar!
Jawaban:
Fungsi perencanaan dalam pengembangan tes hasil belajar adalah untuk menguasai materi mana yang telah diajarkan dalam proses
pembelajaran.
2. Apa yang akan terjadi jika tes akhir tahun dikembangkan tanpa menggunakan kisi-kisi? Jelaskan!
Jawaban:
Yang akan terjadi jika tes akhir tahun dikembangkan tanpa menggunakan kisi-kisi adalah siswa dalam menghadapi tes atau ujian akhir tidak
sungguh-sungguh dan hasilnya tidak memuaskan.
3. Jelaskan langkah-langkah yang akan diperhatikan dalam penyusunan kisi-kisi!
Jawaban:
Langkah-langkah yang akan diperhatikan dalam penyusunan kisi-kisi:
a. Menentukan kompetensi dasar yang akan diukur;
b. Memilih materi yang esensial sesuai dengan lingkup materi dan materi yang terkait dengan KD yan akan diuji;
c. Meremuskan indikator yang mengacu pada KD dengan mempehatikan materi dan level kognitif; dan
d. Menentukan nomor soal.
4. Buatlah kisi-kisi tes objektif untuk tes akhir semester dengan mata pelajaran yang anda ajarkan!
Kisi-kisi Tes Akhir Semester
Mata Pelajaran : Tema 7
Kelas : III (Tiga)
Waktu Ujian : 90 menit
Penulis : Eka Winarti
JumlahSoal :PilihanGanda:25

. Isian 15

Uraian 10

Soal
No No.KD Kompetensi Materi IndikatorSoal BentukSoal Nomor Skor
Dasar PPKn
1 3.1. Menjelaskanmakn Perkembangan Disajikangambarlambangpancasila, PG 1 C1
a tehnologiproduk pesertadidikdapatmenyebutkansila
keberagamankara si
kteristik tersebut.
pangan Peserta didik dapat menyebutkan PG 2 C3
individudi lingkungan salahsatumakanankhas Indonesia.
sekitar.
Peserta didik dapat menyebutkan PG 3 C1
bunyipancasilasilake3.

Perkembangan Peserta didik dapat menyebutkan PG 4 C3


tehnologiproduk pakaiannasionalIndonesia.
si
Perkembangan Pesertadidikdapatmenyebutkanal PG 5 C2
tehnologitransporta at transportasiantarpulau.
si.
Perkembangan Peserta didik dapat Isian 6 C2
tehnologikomunikas menyebutkan
i. contohsikapyangmenunjukkansila

Pesertadidikdapatmenyebutkanart Isian 7 C3
i

Pesertadidikdapatmenyebutkansil Isian 8 C1
a ke4dari pancasila.
Perkembangan Peserta didik dapat menyebutkan Uraian 9 C3
2
tehnologitransportasi
halyangtidakbolehdilakukanagar
. kitatetaprukundalam
keberagaman.
Perkembangan Peserta didik dapat menyebutkan Uraian 10 C2
tehnologiproduk 2
si contohsikapyangsesuaidengansila

B.Indonesia
2 3.6. Mencermatiisi Perkembangan Disajikan pengertian PG 11 C3
teks informasi tehnologip;roduk tehnologi pangan, peserta
tentang si didik dapat
Disajikan sebuah gambar PG 12 C3
perkembangan pangan. bahanpangan,peserta didik
tehnologi menyebutkan bahan
produksi,komunikasi, dasarpengolahan pangan
dan tersebut.
Perkembangan Disajikanteksyangberkaitandengan PG 13 C3
transportasisetempat tehnologip;roduk
si “MengolahBahanDasarPakaian“,
peserta didik dapat
sandang. menyebutkan

Perkembangan Peserta didik dapat PG 14 C1


menyebutkan
tehnologiproduk
si transportasi.
Perkembangan salah satu alat transportasi
Pesertadidikdapatmenentukanala PG 15 C2
tehnologikomunikas t komunikasimasakini.
i.
Perkembangan Disajikan gambar pakaian profesi ,
tehnologiproduk peserta didik dapat
si menentukanpakaianprofesi
tersebut
Perkembangan Peserta didik dapatmenyebutkan
tehnologikomunika salah satu alat
si komunikasitradisional.
Perkembangan Peserta didik dapat
tehnologiproduk melengkapi kalimat rumpang
si
Perkembangan Peserta didik dapat
membuatkalimat yang berkaitan
tehnologiproduk dengan komunikasi.
si komunikasi.
Perkembangan Peserta didik dapat
tehnologitransporta menyebutkan kelebihan dan
si. kekurangan alat

Matematika
3 3.8 Menjelaskandan Perkembangan Peserta didik dapat
tehnologiproduk menyebutkan
menentukan si salahsatucontohsatuantidakbaku.
luasdanvolume dalam .
satuantidakbaku pangan. Disajikangambarberpetak–petak,
peserta didik dapat
denganmenggunakanband menentukanluasnya.
a
3.9 Menjelaskansimetrilipatda Perkembangan Peserta didik dapat
n simetriputarpadabangun tehnologiproduk menentukan gambar yang
si memiliki 4 simerti
datarmenggunakanbenda
Pesertadidikdapatmengidentifikas
konkret. i
sifatbangundatarpadasimetrilipat.
3.10 Menjelaskandan Perkembangan Peserta didik dapat
menentukankelilingbangu tehnologiproduk menghitung
n si kelilingbangundatarpersegi
datar. komunikasi Disajikan gambar bangun
datar
persegipanjang,pesertadidikdapat
Perkembangan Disajikansoalceritatentangbangun
tehnologiproduk datar persegi, peserta didik dapat
si

Disajikan gambar bangun segitiga


sama kaki , peserta didik dapat
menghitungkelilingnya.
Perkembangan Disajikan gambargelas berisi air,
tehnologiproduk peserat didik dapat
si mengurutkanvolumenya.
sandang
Disajiakansoalceritatentangbangu
n datar persegi, peserta didik
dapatmenghitungkelilingnya.

SBdP
4 3.2 Mengetahuibentukd Perkembangan Disajikan pengertian alat
an variasi tehnologiproduk musik ritmis, peserta didik
si dapatmengidentifikasinya..
polairamadalam lagu
pangan
Disajikan pengertian pola irama,
peserta didik
dapatmengidentifikasinya.
3.3 Mengetahuidinamikager Perkembangan Peserta didik dapat
ak tari. tehnologiproduk menyebutkan
si namagerakmemintal
danmenenun.
sandang.
3.4 Mengetahuitehnikpotong, Perkembangan Pesertadidikdapatmenyebutkanala
t
lipat, dansambung tehnologiproduk
si transportasi. yangdigunakan untuk
membuat mobildapat
Peserta didik kardus.
menentukan
bahanuntukbanpadamobilkardus.
.
3.3 Mengetahuidinamikager Perkembangan Peserta didik dapat
ak tari. tehnologiproduk menyebutkan posisi
si gerakmenenunyangke2.

Perkembangan Peserta didik dapat


tehnologiproduk menyebutkan peralatan untuk
si membuat telepon
komunikasi. kaleng
Peserta didik dapat
menyebutkan bahan untuk
membuat telepon

3.1 Mengetahuiunsur–unsur Perkembangan Peserta didik dapat


menjelaskan
senirupadalamkarya tehnologiproduksi
alasankaryakerajinanperludihias.
dekoratif. transportasi. Pesera didik dapat
menyebutkan
bahandanalatuntukmembuatmob
il
PJOK
5 3.7. Memahami Perkembangan Peserta didik dapat
prosedurgerak tehnologiproduk menyebutkan gerakan kaki saat
mengambang(Water si belajar berenang
Trappen) pangan Pesertadidikdapatmenyebutkanala
danmeluncur t
diatasairsertamenjag
a bantuyangdigunakansaat
keselamatandiri / berenang.
Peserta didik dapat
oranglain dalam menyebutkan
aktifitasair. bahanbanpelampung.
Perkembangan Peserta didik dapat
tehnologiproduk menyebutkan salah satu
si peraturan yang dilarang
transportasi saat berenangdi pantai.
Peserta didik dapat
menyebutkan
salahsatuperalatanyangdigunakan

Perkembangan Pesertadidikdapatmengidentifikasi
tehnologiproduk manfatkacamatarenang.
si komunikasi
Pesertadidikmenyebutkansalahsat
uupayauntukmenjagakeselamatan
diri dikolam renang.
Pesertadidikdapatmengidentifikas
i manfaatberenang

Perkembangan Peserta didikdapat


tehnologiproduk mennyebutkan fungsi pelampung.
si
Disajikan gambar tanda aturan di
sandang. kolam renang, peserta didik dapat

Latihan 3.13

1. Beberapa ahli menyamakan antara pengertian asesmen kinerja asesmen otentik.


Mengapa?
Jawaban:
Asesmen kinerja merupakan salah satu bentuk asesmen otentik yang meninta peserta
didik untuk mendemonstrasikandan mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai
konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Penilian kinerja/performance/unjuk
kerja dapat didefisinikan sebagai penilaian dengan mengamati saat peserta didik
melakuakan aktifitas dikelas atau menciptakan suatu hasil karya sesuai dengan tujuan
pembelajarannya. Proses penilaiannya dilakukan mulai persiapan, melaksanakan
tugas sampai dengan hasil akhir yang dicapainya.
2. Apa keunggulan asesmen Alternatif dari asesmen Tradisional?
Jawaban:
Asesmen tradisional (tes) Asesmen alternatif

1. Penilaian dilakukan untuk menilai 1. Penilaian dilakukan untuk menilai kualitas


kemampuan siswa dalam memberikan produk dan unjuk kerja siswa.
jawaban yang benar.
2. Tugas yang diberikan berhubungan dengan
2. Tes yang diberikan tidak realitas kehidupan siswa.
berhubungan dengan realitas
3. Ada integrasi antara pengetahuan dengan
kehidupan siswa.
kinerja atau produk yang dihasilkan.
3. Tes terpisah dari pembelajaran yang
4.  Sulit diskor dengan reliabilitas tinggi.
dilakukan siswa.
5.  Hasil asesmen alternatif diberikan dengan
4. Dapat diskor dengan reliabilitas
bukti kinerja.
tinggi.

5. Hasil tes diberikan dalam bentuk


skor.

3. Dimana letak perbedaan antara asesmen tradisional dengan asesmen alternatif?


Jawaban:
1. Tradisional assessment
Tradisional asesmen mengacu pada tes tertulis.maksudnya tradisional assessment
hanya mengukur hasil belajar siswa dengan menggunakan satu jenis alat ukur
yaitu tes tertulis.padahal kita ketahui bersama tes tertulis mempunyai kelemahan
diantaranya hanya mampu mengukur aspek kognitif dan ketrampilan sederhana,
sebagian kecil dari hasil belajar siswa, dan tes sering kali menimbulkan
kecemasan.
2. Performance assessment ( asesmen kinerja)
Asesmen kinerja merupakan asesmen yang menghendaki siswa untuk
mendemonstrasikan kemampuannya baik pengetahuan atau ketrampilan dalam
bentuk kinerja nyata yang ditunjukan dalam bentuk penyelesaian suatu tugas,
bukan hanya menjawab atau memilih jawaban yang sudah tersedia. Asesmen
kinerja menilai hasil belajar siswa dan proses belajarnya.

4. Bagaimana cara melaksanakan asesmen alternatif khususnya asesmen kinerja


jika jumlah siswa anda 40 anak?
Jawaban:
Ada 4 siklus dalam melaksanakannya
1. Siklus 1
Setiap anak membawa buku sejarah
2. Siklus 2
Guru menginstruksikan untuk membaca buku sejarah tersebut sesuai bab yang
guru intruksikan
3. Siklus 3
Setelah membaca kemudian guru menginstruksikan siswa untuk mengerjakan
tugas yg diberikan guru tersebut.
4. Siklus 4
Kemudian guru mengoreksi hasil jawaban tersebut. Dari jawaban yang paling
abanyak benar dari situlah kita dapat melihat kemampuan siswa.

5. Bagaimana cara mengatasi kelemahan asesmen alternatif khususnya dalam hal


adanya unsur subjektivitas penilaian?
Jawaban:
Cara menangani kelemahan tes subjektif
1. Upaya menangani Pemberian skor subyektif, adalah dengan menyusun sistem
pemberian skor yang objektif dan menjelaskannya kepada para sisiwa pesrta tes,
juga menjelaskaan kepada mereka seberapa besar nilai setiap pertanyaan.
2. Upaya menangani Materi tes terbatas, hendaknya soal- soal tes dapat meliputi ide-
ide pokok yang mewakili materi pembelajaran yang akan di teskan, dan kalau
mungkin disusun soal yang sifatnya komperehensif.
3. Upaya untuk mengatasi jawaban panjang yaitu dengan menyeimbangkan anatara
jumlah pertanyaan esay yang memerlukan jawaban panjang dengan pertanyaan
yang memerlukan jawaban pendek. Sedangkan untuk mengatasi waktu lama yaitu
dengan memberikan waktu yang cukup kepada siswa. Berikan pilihan pertanyaan
kepada para siswa, misalnya siswa menjawab hanya tiga pertanyaan dari lima
pertanyaan yang disediakan, sesuai pilihan dan kemampuan mereka.
4. Mengatasi dalam mengoreksi sukar bisa dengan saat menyusun soal, hendaknya
soal- soal itu sudah dilengkapi dengan kuncinjawaban serta pedoman
penilaiannya. Dan hendaknya ditegaskan model jawaban apa yang dikehendaki
oleh penyusun tes. Untuk itu pertanyaan tidak boleh terlalu umum, tetap spesifik.
5. Upaya mengatasi kadar validitas dan reliabilitas rendah bisa dengan cara,
Pada tahap pertama soal yang telah dibuat diberikan kepada ahli evaluasi dan
penilaian pembelajaran untuk di review, ditelaah dan dianaliasis. Validator dan
Reliabilitator ahli yang baik, tentu akan berusaha mereview secara optimal dan
memberi masukan perbaikan. Tahap kedua merevisi soal yang telah di validasi
ahli termasuk mengakomodasi masukan atau saran demi perbaikan soal. Tahap
ketiga, melakukan uji coba lapangan dalam evaluasi pembelajaran di kelas,
perangkat yang telah direvisi digunakan untuk mengevaluasi dan menilai
pembelajaran sehingga diketahui nilai dan proses hasil pembelajaran di kelas
tempat uji coba. Data nilai (hasil) belajar dianalisis. Tahap
keempat mengembangkan soal yang telah di revisi berdasarkan hasil uji coba
lapangan sehingga menghasilkan soal final yang bagus dan siap digunakan untuk
melakukan tes.
6. Untuk menghaindari kemungkinan ini pengetes harus dapat menyusun tesnya
dengan teliti dan baik sehingga tes atau pertanyaan- pertanyaan itu benar- benar
dapat merangsang berpikir anak- anak.
Latihan 3.28-3.29

1. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan untuk membuat tugas (task) dan rubik!
Jawaban:
Langkah-langkah dalam membuat task
a. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang akan dimiliki siswa
setelah mereka mengerjakan tugas.
b. Merancang tugas yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan
kemampuannya dalam berfikir dan beraktifitas.
c. Menetapkan keriteria keberhasilan.
Langkah dalam membuat rubrik: 

a. Mengidentifikasi apa yang kita ingin siswa tahu dan dapat melakukan – standar
kita
b. Bertanya bagaimana siswa bisa menunjukkan bahwa mereka telah memenuhi
standar kita. Akibatnya, kita mengembangkan tugas-tugas otentik agar mereka
bisa tampil.
c. Mengidentifikasi karakteristik kinerja yang baik pada tugas otentik – kriteria
d. Menyelesaikan pembuatan penilaian otentik dengan membangun sebuah rubrik
untuk mengukur kinerja siswa pada tugas.
e. Setelah mengidentifikasi kriteria sebagai indikator kinerja yang baik, selanjutnya
memutuskan apakah akan mempertimbangkan kriteria analitis atau holistik.

2. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan untuk mengevaluasi tugas dan rubik yang
telah dibuat!
Jawaban:
9 hal yang harus diperhatikan untuk mengevaluasi tugas
a. Apakah tugas yang diberikan kepada siswa sudah sesuai dengan kinerja yang
akan diukur.
b. Apakah tugas yang diberikan sudah meminta siswa untuk berfikir kritis dan
mengunakan keterampilannya.
c. Apakah tugas tersebut sudah layak diberikan pada pembelajaran itu.
d. Apakah tugas asesmen dilakukan dengan mengunakan tugas yang sesuai
dengan realitas kehidupan siswa.
e. Dapatkah tugas tersebut digunakan untuk menilai beberapa kinerja sehingga
asesmen menjadi efektif.
f. Apakah tugas yang diberikan adil.
g. Apakah tugas yang diberikan sudah bebas dari bias.
h. Apakah tugas tersebut dapat dipertanggungjawabkan
i. Apakah tugas tersebut dapat diselesaikan siswa.

9 hal yang harus diperhatikan untuk mengevaluasi rubik


a. Seberapa jauh rubik tersebut berhubungan langsung dengan kinerja yang akan
dinilai.
b. Seberapa jauh rubrik tersebut mencakup keseluruhan dimensi atau aspek
kinerja yang dinilai.
c. Apakah kriteria yang digunakan sudah menggunakan standar.
d. Sejauh mana ketepatan definisi dari dimensi dan skala yang dibuat.
e. Jika menggunakan skala numerik, sejauh mana angka-angka tersebut mampu
menggambarkan perbedaan dari setiap kategori kinerja.
f. Pada saat rubrik digunakan oleh lebih dari satu penilai, seberapa jauh
perbedaan skor yang diberikan oleh kedua penilai.
g. Apakah rubrik yang digunakan dapat dipahami oleh siswa dengan baik.
h. Apakah rubrik tersebut cukup adil dan bebas dari bias.
i. Apakah rubrik tersebut cukup praktiks dan mudah digunakan.

3. Jelaskan perbedaan antara rubik dengan pedoman penskoran tes uraian


terbatas!
Jawaban:
Rubrik merupakan alat evaluasi yang menjelaskan kualitas pekerjaan pada
skala kontinum dari sangat baik ke sangat tidak baik atau sebaliknya. Rubrik
merupakan seperangkat kriteria dan skala penskoran yang digunakan untuk
menilai dan mengevaluasi hasil kerja peserta didik. Sering rubrik dipakai untuk
mengidentifikasi level atau peringkat masing-masing kriteria untuk semua
level.
Sedangkan Pedoman penskoran adalah pedoman yang digunakan untuk menentukan skor hasil
penyelesaian pekerjaan siswa

4. Anda meninta siswa untuk melakukan pengamatan tentang aktivitas jual beli di
pasar tradisional. Buatlah tugas (task) dan rubik yang baik untuk menilai kinerja
tersebut.
Jawaban :
Pada tingkatan SD, laporan pengamatan masih dalam bentuk yang sangat sederhana. Adapun
hal-hal yang perlu untuk dihimpun dalam pengamatan tersebut adalah hal yang diamati,
waktu pengamatan, tempat, tujuan, hasil pengamatan dan terakhir kesimpulan. Berikut adalah
contoh hasil pengamatan pasar tradisional.

LAPORAN PENGAMATAN PASAR TRADISIONAL

Hal Yang Diamati       : Lingkungan dan Aktifitas Penjual Pembeli di Pasar


Waktu Pengamatan   : Jumat, 1 Juni 2018
Tempat Pengamatan : Pasar Tradisonal Beringharjo Jogjakarta
Tujuan Pengamatan  : Untuk mengetahui kondisi lingkungan dan proses jual-beli
Hasil Pengamatan     :  

Kondisi lingkungan di Pasar Tradisional Beringharjo cukup bersih dibandingkan


pasar tradisional lainnya. Pada area depan gerbang didominasi penjual makanan dan kudapan.
Sementara pada area dalam pasar, di bagian depan didominasi penjual batik. Sementara pada
bagian belakang pasar banyak dijumpai penjual beragam barang dari souvenir pernikahan
hingga rempah-rempah untuk jamu. 

Pasar Tradisional Beringharjo terdiri atas sejumah lantai. Meski demikian, pada lantai
pertama dan seterusnya dikategorikan sebagai pasar modern Beringharjo. Aktifitas di pasar
ini selalu ramai utamanya di hari libur. Sistem pembayaran masih cenderung manual seperti
pembayaran pada pasar tradisional lainnya.

Kesimpulan:
Pasar Beringharjo termasuk pasar yang teratur dan terjaga kebersihannya. Karena itu,
pasar ini selalu ramai karena menawarkan kenyamanan dan kemudahan.
Latihan 3.40

1. Bedakan antara portofolio sebagai hasil karya dan portofolio sebagai model
asesmen?
Jawaban :
Portofolio merupakan koleksi hasil karya yang ditempatkan dalam suatu folder,
sedangkan penilaian atau asesmen portofolio lebih merupakan suatu model untuk
memantau dan meningkatkan hasil kerja atau hasil belajar pebelajar biasanya dalam
suatu sistem persekolahan.

2. Semua hasil karya siswa yang dikumpulkan dalam satu folder tidak mesti
portofolio Bagaimana anda menjelaskan tersebut?
Jawaban :
Secara umum portofolio merupakan kumpulan dokumen seseorang , kelompok,
lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk
mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Portofolio dapat digunakan untuk mendokumentasikan perkembangan
siswa. Karena menyadari proses belajar sangat penting untuk keberhasilan hidup,
portofolio dapat digunakan oleh siswa untuk melihat kemajuan mereka sendiri
terutama dalam hal perkembangan, sikap keterampilan dan ekspresinya terhadap
sesuatu.

3. Ambil kumpulkan hasil karya siswa yang ada setiap folder di sekolah Anda.
Tunjukkan mana hasil karya yang dapat dikategorikan sebagai portofolio!
Jawaban :
Jenis dokumen portofolio

Portofolio peserta didik untuk penilaian merupakan kumpulan produksi siswa, yang
berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:

a. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa, yang disajikan secara


tertulis atau dengan penjelasan tertulis. T
b. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka
melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan
c. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang
bersangkutan
d. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, pada mata pelajaran
yang bersangkutan
e. Laporan hasil penyelidikan tentang. hubungan antara konsep-konsep
dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran
f. Penyelesaian soal-soal terbuka
g. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang
berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah atau dengan cara yang
berbeda dari cara pilihan ternan-teman sekelasnya.
h. Laporan kerja kelompok
i. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video,
alat rekam audio, dan komputer.
j. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh
siswa yang bersangkutan.        .
k. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak
ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri tetapi relevan dengan
mata pelajaran yang bersangkutan)
l. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata
pelajaran yang bersangkutan
m. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis,
atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang
bersangkutan.

4. Bagaimana anda menilai portofolio sisawa?


Jawaban :
Langkah-langkah Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 

a. Jelaskan kepada peserta didik maksud penugasan portofolio.


b. Jelaskan sampel-sampel portofolio yang dapat digunakan. 
c. Peserta didik diharuskan mengumpulkan dan mengarsipkan portofolio. 
d. Cantumkan tanggal pembuatan pada setiap evidence (bukti-bukti hasil
belajar) 
e. Tentukan kriteria penilaian sampel-sampel portofolio.
f. Lakukan perbaikan terhadap portofolio yang belum sesuai dengan
kriteria. 
Latihan 3.55
1. Pembelajaran Yang terjadi pada saat ini kurang memperhatikan
pengembangan ranah efektif. Analisa dampak yang terjadi dari
pembelajaran tersebut?
Jawaban :
Menurut Popham (1995), ranah afektif menentukan keberhasilan belajar
seseorang. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk
mencapai keberhasilan belajar secara optimal. Seseorang yang berminat dalam
suatu mata pelajaran diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal.
Oleh karena itu semua pendidik harus mampu membangkitkan minat semua
peserta didik untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Selain itu ikatan
emosional sering diperlukan untuk membangun semangat kebersamaan, semangat
persatuan, semangat nasionalisme, rasa sosial, dan sebagainya. Untuk itu semua
dalam merancang program pembelajaran, satuan pendidikan harus memperhatikan
ranah afektif.

2. Kembangkanlah alat ukur untuk mengukur sikat siswa terhadap anda


sebagai gurunya?
Jawaban:
Menurut Azwar (2005:87-104) terdapat beberapa metode pengungkapan
(mengukur) Sikap, diantaranya:  
a. Observasi perilaku
Untuk mengetahui Sikap seseorang terhadap sesuatu dapat diperhatikan melalui
perilakunya, sebab perilaku merupakan salah satu indikator  Sikap individu.
b. Pertanyaan langsung
Ada dua asumsi yang mendasari penggunaan metode pertanyaan langsung guna
mengungkapkan Sikap. Pertama, asumsi bahwa individu merupakan orang yang
paling tahu mengenai dirinya sendiri. Kedua, asumsi keterusterangan bahwa
manusia akan mengemukakan secara terbuka apa yang dirasakannya. Oleh karena
itu dalam metode ini, jawaban yang diberikan oleh mereka yang ditanyai
dijadikan indikator Sikap mereka. Akan tetapi, metode ini akan menghasilkan
ukuran yang valid hanya apabila situasi dan kondisinya memungkinkan
kabebasan berpendapat tanpa tekanan psikologis maupun fisik.
c. Pengungkapan langsung 
Pengungkapan langsung (directh assessment) secara tertulis dapat dilakukan
dengan menggunakan item tunggal maupun dengan menggunakan item ganda.
d. Skala Sikap
Skala Sikap (attitude scales) berupa kumpulan pernyataan-pernyataan mengenai
suatu objek Sikap. Salah satu sifat skala Sikap adalah isi pernyataannya yang
dapat berupa pernyataan langsung yang jelas tujuan pengukurannya akan tetapi
dapat pula berupa pernyataan tidak langsung yang tampak kurang jelas tujuan
pengukurannya bagi responden.
e. Pengukuran terselubung 
Dalam metode pengukuran terselubung (covert measures), objek pengamatan
bukan lagi perilaku yang tampak didasari atau sengaja dilakukan  oleh seseorang
melainkan reaksi-reaksi fisiologis yangterjadi di luar kendali orang yang
bersangkutan.
Latihan 4.18-4.19
1. Mengapa jawaban siswa tes uraian tidak dapat diperiksa atau di skor dengan
menggunakan mesin scanner?
Jawaban :
karena uraian itu menjawabnya menurut pendapat masing masing. tidak seperti pilihan
berganda yang jawabannya pasti dan dapat langsung di koreksi dengan mesin.

2. Bagaimana cara meminimalkan pengaruh unsur subjektivitas dalam pemeriksaan


tes uraian?
Jawaban :
upaya yang dilakukan adalah dengan memeriksa hasil ujian tanpa nama. jika hasil tes
siswa ada namanya maka namanya harus ditutup, dengan cara ini maka penguji tidak akan
mengetahui hasil tes siapa yang diperiksa, entah itu peserta tes dikenal penguji, ataukah
peserta tes pintar ataupun tidak, maka penguji akan memberi perlakuan yang sama kepada
semua peserta tes.
Upaya untuk mengatasi kesulitan dalam memeriksa hasil tes siswa adalah :
- Gunakan tes uraian terbatas
- Gunakan 2 pemeriksa untuk memeriksa setiap hasil tes siswa
- Sepakat tentang cara pemberian skor dengan pemeriksa kedua
- Lakukan uji coba pemeriksaan

3. Jika dalam memeriksa jawaban tes uraian ternyata pemeriksa I dan II memberikan
skor yang berbeda cukup jauh, bagaimana cara memutuskan untuk memberikan
skor akhir?
Jawaban :
Dengan cara penyamaan persepsi antar pemeriksa I dan II

4. Dini telah mengumpulkan anyaman kepada Pak Adi di sekolah. dengan


menggunakan Rubrik yang telah dibuat, Dini memperoleh skor sebagai berikut.

N Indikator Pendkoran Skor


o
1 Kerapian 5 4 3 2 1
2 Komposisi Warna 5 4 3 2 1
3 Tampilan 5 4 3 3 1
4 Keserasian 5 4 3 2 1
5 Model 5 4 3 2 1

5. Berdasarkan data tersebut berapa persen tingkat keterampilan Dini dalam membuat
anyaman?
Jawaban:

Persentase keterampilan Dini = 25 : 19 x 100% = 131,57894737%


Latihan 4.42-4.43

1. Perhatikan data berikut :

23 60 79 32 57 74 52 70 82 36
80 77 81 95 41 65 92 85 55 76
52 10 64 75 78 25 80 98 81 67
41 71 83 54 64 72 88 62 74 43
Pertanyaan

a. Susunlah data tersebut dalam tabel frekuensi


b. Distribusi.
c. Hitung Rata-rata.
d. Hitung simpang baku.
2. Mengapa pendekatan penilaian acuan kriteria lebih tepat digunakan dalam penilaian
berbasisi kompetensi daripada pendekatan penialian acuan Norma? Jelaskan
Jawaban :
Penlaian Acuan Kriteria (PAK)
Dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi atau KBK (2006)  yang
memuat seperangkat target pencapaian yang harus dimiliki setiap anak sesuai dengan
jenjang/kelasnya. Target tersebut lebih di kenal dengan istilah SK  (standar
kompetensi ), Standar kompetensi ini kemudian diurai kembali menjadi target-target
yang lebh ternci dalam bentukKD atau kompetensi dasar . SK dan KD inilah yang
membedakan kurikulum sebelumnya dengan kurikulum terbaru (2006) yang
sebelumnya diuji cobakan pada tahun 2004 yang lalu.Perbedaan mendasar ini,
kemudian memicu kita para guru untuk melakukan penilaian yang mengacu pada
kriteria yang telah ditetapkan oleh kurikulum melalui SK dan KD tadi dalam penilaian
acuan kriteria, setiap anak hanya dapat dibandingkan dengan SK atau KD. Jika dalam
KD menyatakan bahwa seorang siswa harus mampu menafsirka apabla hambatan
dperbesar maka arus lstrik yang mengalir akan semakin kecil, maka siapun yang telah
mampu memenuhi kriteria tersebut dinyatakan kompeten atau lulus mencapai KD
yang dimaksud, tanpa harus membanding-bandingkan bagus-tidaknya tulisan tiap-tiap
anak. Penilaian acuan kriteria (PAK) adalah penilaian yang dilakukan untuk
mennnngetahui kemampuan siswa dibandingkan dengan kriteria yang sudah dibuat
terlebih dahulu didalam . penlaian acuan kriteria berasumsi bahwa hampir semua
orang bisa belajar apa saja namun waktunya yang berbeda. Konsekwensi acuan ini
adalah adanya program remedi. Penafsiran SK , KD dan indikator skor hasil ujian
selalu dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan lebih dahulu. Hasil ujian ini
dinilai lulus atau tidak. Lulus berarti bisa melakukan, tidak lulus berarti tidak bisa
melakukan. Acuan ini banyak digunakan untuk bidang sains dan teknologi serta mata
pelajaran praktik. Tujuan penggunaan acuan kriteria untuk menyeleksi (secara pasti)
status individual mengenai domain perilaku yang ditetapkan/dirumuskan dengan baik.
Hal itu dimaksudkan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang kinerja peserta
ujian tanpa memperhatikan bagaimana kinerja tersebut dibandingkan dengan kinerja
yang lain.

Penlaian Acuan Norma (PAN)

Penlaian acuan norma (PAN) adalah penlaian yang dilakukan untuk mengetahui


posisi kemampuan seseorang dibandingkan dengan temannya dikelas tersebut. PAN
ini berasumsi bahwa kemampuan orang itu berbeda beda dan dapat digambarkan
menurut distribusi norma. Perbedaan ini harus ditunjukan oleh hasil pengukuran,
misalnya setelah mengikuti pendidikan selama satu semester peserta didik diadakan
penilaian. Hasil ujian seseorang dibandingkan dengan kelompoknya, sehingga dapat
diketahui posisi seseorang. Acuan ini biasanya digunakan pada ujian untuk seleksi,
karena sesuai dengan tujuannya ujian seleksi adalah untuk membedakan kemampuan
seseorang dan untuk mengetahui hasil belajar seseorang. Tujuan penggunaan tes
acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi
dan tugas belajar yang besar. Pada pendekatan acuan norma, standar kinerja yang
digunakan bersifat relatif, artinya tingkat kinerja seorang siswa ditetapkan
berdasarkan pada posisi relatif dalam kelompoknya. Artinya seorang yang
memperoleh nilai di atas rata-rata kelompoknya maka siswa tersebut memperoleh
skor yang tinggi, begitu juga sebaliknya. Salah satu keuntungan dari standar relatif ini
adalah penempatan skor (kinerja) siswa dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu
tes secara teliti. Kekurangan dari penggunaan standar relatif diantaranya adalah:

3. Berikan contoh penerapan pendekatan penilaian acuan norma dalam kehidupan


sehari-hari?
Jawaban :
Contoh “A” acuan norma dalam menentukan nilai siswa:
Dalam satu kelas, peserta ujian terdiri dari 9 orang dengan skor mentah 50, 45, 45, 40,
40, 40, 35, 35, dan 30. Jika menggunakan pendekatan penilaian acuan normal (PAN),
maka peserta tes yang mendapat skor tertinggi (50) akan mendapat nilai tertinggi,
misalnya 10. sedangkan mereka yang mendapat skor di bawahnya akan mendapat nilai
secara proporsional, yaitu 9, 9, 8, 8, 8, 7, 7, 6.
Penentuan nilai dengan skor di atas dapat juga dihitung terlebih dahulu persentase
jawaban benar. Kemudian, yang memperoleh persentase tertinggi diberikan nilai
tertinggi.
N Tugas Tutorial Sumber Tugas
o Tutorial
1 a. Buatlah rancangan perencanaan portofolio! Modul 3 KB 3
Jawaban :
Rancangan pembuatan Portofolio
1. Daftar isi
2. Data Diri
3. Pencapaian dan Tujuan
4. Pengalaman dan Keterampilan
5. Contoh Karya
b. Susunlahsebuahportofolio!
Jawaban :
Contoh Sebuah Portofolio

c. Buatlahrubrikpenilaianportofolio!
Jawaban :
2 a. Buatlah rancangan perencanaan penilaian afektif! Modul 3 KB 4
Jawaban :
1. Pengamatan Langsung
2. Wawancara
3. Angket atau Kuesioner
4. Teknik Proyektil
5. Pengukuran Terselubung
b. Susunlah sebuah penilaian afektif!
Jawaban :
c. Buatlahrubrikpenilaianafektif!
Jawaban :
a.
No Tugas Tutorial Sumber Tugas
Tutorial
1 Ambil salah satu Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti 3 beberapa muatan Modul 2 KB 1 dan
pelajaran yang ada di sebuah tema. Kembangkan KD-KD yang telah Anda KB 2
pilih tersebut kedalam kisi-kisi penilaian.
Jawaban:
PKn KD 1.4
Mensyukuri makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha Esa
2.4
Menampilkan sikap kerja sama sebagai wujud bersatu dalam keberagaman di
lingkungan sekitar
2 Berdasarkisi-kisi di atas, susunlahmasing-masing 5 soalobjektifdaribentuk: Modul 2 KB 1 dan
a. Benar-Salah KB 2
Pernyataan B/S
Tradisi kenduren berasal dari Pulau
Jawa
Tradisi motoni adalah upacara untuk
pengantin
Rendang adlah makanan yang berasal dari
Padang
Joglo adalah rumah adat dari Jawa Barat
Dadiah adalah makanan yang berasal dari
Pulau Bali

b. Menjodohkan
 Tiga per lima a. 1/7
 Lima per delapan b. 4/9
 Empat per sembilan c. 3/5
 Dua per enam d. 5/8
 Satu per tujuh e. 2/6
c. Pilihan Ganda
1. Pohon beringin adalah lambang dari sila ke…
1. satu
2. dua
3. tiga
4. empat
2. Ketika matahari bersinar terang, berarti cuaca…
1. Hujan
2. Mendung
3. Cerah
4. berawan
3. Pada saat musim hujan udara akan terasa…
1. Panas
2. Hangat
3. Dingin
4. Tidak menentu
4. Pecahan 1/3 dibaca…
1. Satu per tiga
2. Dua per tiga
3. Tiga per tiga
4. Empat per empat
5. Kedua tangan direntangkan untuk menjaga…
1. Kebugaran
2. Melatih otot kaki
3. Keseimbangan
4. Kekuatan
3 Berdasarkisi-kisi yang telahAndabuat, susunlahmasing-masing 5 Modul 2 KB 1 dan
soaluraiandarijenis: KB 2
a. UraianTerbatas
 Berikan 3 contoh toleransi di dalam kehidupan bermasyarakat antar
sesama umat beragama!
 Jelaskan 3 contoh cara membuat pupuk organik
 Jelaskan menurut anda cara hidup rukun di masyarakat
 Coba jelaskan sebab-sebab terjadinya pertumbuhan penduduk yang
cepat!
 mengapa pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap kualitas hidup
manusia?
b. Uraian Terbuka
 Tuliskan fungsi dari jarum dan meteran pada saat menjahit
 Apa yang terjadi jika kita memakan gizi yang tidak seimbang?
 Tuliskan fungsi jarum dan meteran pada saat menjahit!
 Apa yang anda ketahui tentang keberagaan yang ada di Indonesia!
 Uratikan arti dari semboyan “Bhinika Tunggal Ika”!

Anda mungkin juga menyukai