0 penilaian0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 665 tayangan2 halamanSeacom Circular No. 9-PK-DK
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda,
ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT
GEDUNG KARYALANTAI 12 S.0 17
JL MEDAN MERDEKA BARAT No tt | TEL 3891908 S508008 sunsmea. suaratr | TL ; seadene.s4sess9
aera
JAKARTA. 10110 PST 421, 4227, 4200, 4195 FAO 6117, 3845430, 9507578
s Tr AN
Nomar tg
TENTANG
KAPAL LAYAR MOTOR (KLM) PENGANGKUT WISATAWAN.
1. Osis rangka mendorong perekonomisn di daerah yang berbasis pada wisata bahar
dengan pelibatan masyarakat dalam pemanfaatan akar budaya Kapal Layar Molar
(KLM) tradisional sebagai days tarik kapal wisata tradisional (Traditional Cruise),
Direktoral Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, betteked untuk
mewujudkan peningkaian kualtas pelayanan, integritas dan keselamatan transportasi
laut
2. Berdasarkan Undang-undang No. 17 tahun 2008 pasal 1 ayat § (lima) yang menyatakan
bahwe, Angkutan Leut Pelayaran Rakyat adalah usaha rakyai yang bersifat tradisional
dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan
dengan menggunakan kapal layar, kapal layar bermotor, danlatau kapal motor
sederhana berbendera indonesia dengan ukuran lertentu,
3. Menunjuk butir 2 (dua) oH atas, disampaikan Kembali hal-hal sebagai berikut
a. Terhadiap kapal layar moter (KLM) pengangkut wisatawan dapat beroperasi dengan
‘manggunakan ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.
103:2/8/D/P1.-17 tentang Petunjuk Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang
b Ketentuan pengawakan Kapal Layar Motor (KLM) pengangkut wisatawan yang
bertayar ke laut horus diawaki dengen peralatan secukupnya minimal ijazah perwira
yang distur sebagai berikut
1) Kapel dengan ukuran sid GT 25
a) Pemimpin kapal yang memiliki Surat Kelerangan Kecakapan (SKK);
b) Kepala Kamar Mesin (KKM) yang meriliki Surat Kelerangan Kecakapan
Mesin (SKK).
2) Kepal dengan ukuran GT 25 sfd GT 100
a) Pemimpin kapal yang memiliki Ijazah Mualim Pelayaran Rakyat || (MPR Il):
b) KKM yang memilik Jury Motor Pelayaran Rakyat (JMPR I),
3) Kapal dengan ukuran GT 100 sid GT 200
a) Pemimpin kapel dan Mualim, yang memiliki jazah Mualim Pelayaran Rakyat
(MPR II)
b) KKM dan Masinis, yang memiliki Juru Motor Pelayaran Rakyat Il (JMPR I}.
4) Kapal dengan ukuran distas GT 200 sid GT 215
‘a) Pemimpin kapal, yang memiliki jazsh Mualim Pelayaran Rakyat | (MPR. I}:
'b) Mualim, yang memilki jazeh Mualim Felayaran Rakyat ll (MPR Ii);
¢) KKM, yang memiliki Juru Motor Petayaran Rakyat | (JMPR 1)
4) Masinis, yang memilki Juru Motor Petayaran Rakyat |i (JMPR Il),
5) Kapal dengan ukuran diatas GT 315 std GT 500
a) Pemimpin kapal yang memiliki |jazah Mualim Pelayaran Rakyat | (MPR 1)
’ Jb) Mua.
[eae] “Mle raterus Rlasyaran Serer Merdakung Tere. Meteors Berlayar*
ffb) Mualim, yang memiliki jazah Mualim Pelayaran Rakyat | (MPR I);
c) KKM, yang memiliki jjazah Juru Motor Pelayaran Rakyat | (MPR 1);
d) Masinis,yang memiliki Ijazah Juru Motor Pelayaran Rakyat | (JMPR 1),
Kapal Layar Motor (KLM) pengangkut wisalawan dapat bertayar pada malam hari
dengan memenuhi ketentuan alat-alat keselamatan sesuai dengan persyaratan
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 65 Tahun 2009 tentang Standar Kapal
Non Konvensi Berbendera Indonesia, khususnya persyaratan kapal pengangkut
Penumpang.
d. Apabila terdapat kapal yang tidak dilengkapi dengan dokumen dimaksud pada saat
pelaksanaan pemeriksaan dan penerbtan sertifikat keselamatan, Pejabat
Pemeriksa Kesolamatan Kapal (PPKK) tidek memberikan pelayanan penerbitan
sertifikat keselamatan kapal
© Direktorat Perkapaian dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
‘sedang menyusun peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut tentang Petunjuk
Kapa! Layar Motor (KLM) Pengangkut Wisatawan.
Bagi Para Kepala Syahbandar UtamalKSOP Khusus Batam/KSOPIUPP, Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut agar melakukan pengawasan terhadap penerapan Undang-
undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran secara kansisten,
‘Surat Edaran ini mulai berlaku efektif sejak tanggal ditetapken.
|. Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya
Ditetapkan dit TA
Pada tanagal mi 2019
An, DIREKI NDERAL PERHUBUNGAN LAUT
”ALAN DAN KEPELAUTAN
‘Pembina (tema Muda (Vie)
NIP 1002
yh Spee ves Q
Anda mungkin juga menyukai
n8c, Olah Gerak, 4, Interaksi Kapal Dengan Tepian Sungai, Terusan, Kapal, Dan Tunda
n8c, Olah Gerak, 4, Interaksi Kapal Dengan Tepian Sungai, Terusan, Kapal, Dan Tunda
32 halaman