Anda di halaman 1dari 19

Anggaran Biaya Operasional

Kelompok 8

Ni Made Kristanti Dewi Satria 117111325


Putu Ayu Yulia Santhi 117111330

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Jurusan Manajemen
Universitas Pendidikan Nasional
Tahun Ajaran 2019
KATA PENGANTAR

Atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha
Esa, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini “Anggaran Biaya
Operasional” tepat pada waktunya.

Adapun tujuan kami menyusun tugas ini adalah bertujuan sebagai pelengkap dan
penunjang proses belajar mengajar untuk mata kuliah “Penganggaran Perusahaan”.
Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan
kami dalam hal pengetahuan, pengalaman dan kemampuan kami.

Meskipun kami menyadari masih banyak terdapat kesalahan didalamnya. Tidak lupa
pula kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami. Oleh
karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca
untuk kesempurnaan tugas ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, Semoga tugas ini dapat bermanfaat dan berguna
bagi kita semua.

Denpasar, 10 April 2019


Penyusun

Kelompok 8

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................1
DAFTAR ISI..................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................3
      1.1  Latar Belakang.........................................................................................3
      1.2  Rumusan Masalah....................................................................................4
      1.3  Tujuan Penulisan......................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN................................................................................5
      2.1  Pengertian Anggaran Biaya Operasional.................................................5
2.2 Anggaran Biaya Operasional
sebagai Perencanaan dan Pengendalian Manajemen................................6
2.3  Fakor-Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Biaya Operasional...........7
2.3.1 Anggaran Penjualan ......................................................................8
2.3.2 Anggaran Biaya Administrasi dan Umum ..................................9

2.4   Prosedur Penyusunan Anggaran Biaya Operasional ..............................9


2.5  Aplikasi Anggaran Biaya Operasional ....................................................10
2.5.1 Bentuk Anggaran Biaya Operasional ...........................................10
2.5.2 Contoh Kasus Biaya Operasional .................................................11

BAB III PENUTUP .....................................................................................17


      3.1  Kesimpulan..............................................................................................17
      3.2  Saran .......................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................18

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan sektor perekonimian Indonesia kian berkembang pesat. Hal ini


Nampak dari semakin banyak bertambahnya jumlah pelaku kegiatan usaha.
Berbagai upaya dilakukan oleh setiap pelaku usaha bisnis guna memenangkan
persaingan. Mulai dari melakukan kegiatan pemasaran hingga pengelolaan
keuangan yang baik. Perusahaan dalam melakukan kegiatan operasionalnya tidak
terlepas dari masalah biaya. Perencanaan biaya dilakukan se-efektif dan se-efisien
mungkin guna memperkecil resiko kerugian serta memaksimalkan profit. Untuk
perusahaan yang mempunyai kegian operasional yang luas, manajemen tidak dapat
lagi mengawasi jalannya perusahaan secara langsung, oleh karena itu diperlukan
suatu alat yang dapat membantu manajemen untuk mengendalikan perusahaan,
yaitu melalui penyusunan anggaran. Anggaran merupakan rencana tertulis
manajemen menegenai kegiatan-kegiatan yang akan datang.

Penyusunan anggaran harus berjalan seiring dengan wewenang dan fungsi


operasional di dalam organisasi perusahaan Anggaran juga membantu pihak
manajemen untuk mengetahui penyimpangan – penyimpangan yang terjadi,
sehingga perusahaan dapat melakukan perbaikan serta pencegahan terjadinya
penyimpangan di masa yang akan datang.

Anggaran Operasional sangat membantu pihak manajemen dalam


mengendalikan biaya operasional atau pengeluaran – pengeluaran yang terkait
dengan kegiatan usaha, sehingga pengeluaran dapat dibatasi dan diarahkan ke
bagian yang paling berpotensi menghasilkan laba. Anggaran biaya operasional
merupakan factor controllable yang pada praktiknya dapat disesuiakan dengan
keinginan atau kebutuhan untuk periode yang akan datang. Penerapan serta
penyusunan anggaran biaya operasional tidak hanya diterapkan pada suatu jenis
perusahaan tentu yang prifit oriented saja, akan tetapi dapat juga diterapkan
berbagai jenis usaha.

Dari uraian diatas diperoleh gambaran bahwa anggaran biaya operasional sangat
mendukung perusahaan dalam mengendalikan fungsi – fungsi manajemen
khususnya fungsi perencanaan biaya operasional yang sejalan dengan tujuan
perusahaan guna memaksimalkan pencapaian laba.

3
1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, masalah yang dibahas adalah


sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan anggaran biaya operasional ?
2. Bagaiman penyusunan anggaran biaya operasional ?
3. Apa saja factor - faktor yang mempengruhi anggaran biaya operasional ?
4. Berikan contoh kasus anggaran biaya operasional ?

1.3  Tujuan Penyusunan

Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan, maka tujuan


penyusunan adalah :
1. Untuk mengetahui prosedur penyusunan anggaran biaya operasioanl
2. Untuk mengetahui pelaksanaan anggaran biaya operasional
3. Untuk mengetahui perbandingan realisasi anggaran biaya operasional

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Anggaran Biaya Operasional


Agar perencanaan dan pengendalian dapat berjalan dengan baik, maka
diperlukan suatu alat yakni anggaran. Untuk mendukung agar terciptanya
peningkatan pendapatan, maka diperlukan efisiensi yang menyangkut biaya
operasional perusahaan atau organisasi, sehingga dipandang perlu untuk dibuat
anggaran biaya operasional. Pendapat dari Herlianto (2011), anggaran biaya
operasional bersangkutan dengan aktivitas untuk menghasilkan laba perusahaan.
Hasil akhir proses penyusunan anggaran operasional adalah laba rugi yang
diproyeksikan. Pendapat ini dilengkapi oleh Rudianto yang dikutip dalam
Sorongan (2018), bahwa anggaran biaya operasional adalah semua rencana
pengeluaran yang berkaitan dengan distribusi dan penjualan produk perusahaan
serta pengeluaran untuk menjalankan roda organisasi.
Anggaran biaya operasional merupakan alat pengendalian untuk
menghindari terjadinya pemborosan biaya, dengan kata lain agar menciptakan
efisiensi biaya. Anggaran biaya operasional dapat mencegah biaya yang
sesungguhnya agar tidak melebihi jumlah yang dianggarkan. Tujuan anggaran
biaya operasional adalah mengarahkan kegiatan perusahaan atau organisasi yang
menyangkut operasi dapat tercapai. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh
Fauzi (2017) bahwa anggaran biaya operasional adalah anggaran atau taksiran
semua biaya yang dikleuarkan dan pada hakekatnya dianggap habis dalam masa
tahun buku. Pengukuran efisiensi anggaran biaya operasional, secara sederhana
dapat dilakukan dengan mengkalikan realisasi (output) dengan 100% anggaran
(input).
Anggaran biaya operasional merupakan pernyataan yang disusun secara
tertulis mengenai rencana biaya operasional perusahaan mendatang, guna
mencapai tujuan perusahaan memperoleh laba yang maksimal. Penyusunan
anggaran biaya operasional sangat diperlukan karena memiliki tujuan dan manfaat
bagi kegiatan perusahaan atau organisasi.

5
Menurut Nafarin, yang dikutip dari Anggereni (2009), terdapat tujuan dan
manfaat penyusunan anggaran biaya operasional, yaitu:
1. Anggaran biaya operasional digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam
memilih sumber dan investasi dana.
2. Anggaran biaya operasional dapat memberi batasan atas jumlah dana yang
akan dicari dan digunakan.
3. Dapat merinci sumber dana yang akan dicari.
4. Merasionalkan sumber dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang
maksimal.
5. Penyusunan anggaran biaya operasional dapat menyempurnakan rencana yang
telah disusun, karena dengan anggaran maka akan memperjelas dan
memberikan secara lebih nyata.
6. Menampung dan menganalisa, serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan
dengan keuangan.

Pendapat Munandar yang dikutip dari Agustini (2015), bahwa penyusunan


anggaran biaya operasional yang umumnya terjadi pada perusahaan mencakup
anggaran:
1. Anggaran Biaya Tetap (Fixed Cost Budgeting)
2. Anggaran Biaya Variabel (Variable Cost Budgeting)
3. Anggaran Biaya Semi-Variabel

2.2 Anggaran Biaya Operasional sebagai Perencanaan dan Pengendalian Manajemen


Anggaran biaya operasional dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan
pengendalian bagi manajemen. Pengendalian manajemen yang dimaksudkan
memiliki ruang lingkup kegiatan, sesuai dengan pendapat Anthony dan
Govindarajan yang dikutip dalam Anggereni (2009), meliputi:
1. Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan organisasi.
2. Mengkoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
3. Mengkomunikasikan informasi.
4. Mengevaluasi informasi.
5. Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika diperlukan.
6. Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.

6
Sesuai dengan penjabaran mengenai ruang lingkup pengendalian diatas,
maka jika dihubungkan dengan fungsi dari penyusunan anggaran biaya
operasional sebagai alat bantu perencanaan dan pengendalian manajemen, maka
perusahaan atau organisasi, seharusnya:
1. Perusahaan dapat merencanakan tindakan yang tepat, agar perencanaan
anggaran biaya operasional dapat berjalan dengan baik.
2. Manajemen perusahaan dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari
beberapa bagian organisasi yang mendukung perencanaan anggaran biaya
operasional.
3. Mengkomunikasikan dan mengevaluasi informasi yang diperlukan dalam
perencanaan anggaran biaya operasional.
4. Manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan berupa tindakan apa yang
seharusnya diambil jika terdapat penyimpangan anggaran biaya operasional.
5. Perusahaa dapat mengubah tindakan dan manajemen termasuk perilaku
organisasi ke arah yang lebih baik, sehingga permasalahan yang terjadi tidak
terulang kembali.
Anggaran biaya operasional memerlukan komitmen sumber daya untuk
tahun mendatang, maka manajemen perlu membuat komitemen sumber daya
semacam itu dengan ide yang jelas mengenai kearah mana organisasi akan
ditujukan pada masa mendapatng. Dengan dilaksanakannya fungsi perencanaan
dan pengendalian, maka perusahaan dapat lebih mudah melakukan tindakan,
pengawasan, dan pengambilan keputusan, seperti halnya yang berkaitan dengan
jumlah dana yang akan dicari dan digunakan untuk anggaran biaya operasional,
merinci jenis sumber dana dan jenis investasi dana, sehingga akan memudahkan
pengawasan anggaran biaya operasional. Selain itu akan dengan anggaran biaya
operasional, akan merealisasikan sumber dan investasi dana dengan tepat untuk
mencapai hasil maksimal, yang berkaitan dengan analisis usulan yang diajukan
berkaitan dengan keuangan.

2.3 Fakor-Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Biaya Operasional


Penenuan besar kecilnya anggaran biaya operasional akan didasarkan pada
kebijakan manajemen perusahaan. Perusahaan akan berusaha mengurangi atau
menghapuskan beban usaha dimaksudkan untuk meningkatkan laba operasi pada

7
periode penganggaran. Sebagai contoh, untuk meningkatkan laba operasional
perusahaan dan menunjukan pengendalian yang baik atas biaya-biaya operasional
(biaya penjualan dan biaya adminisrasi & umum), manajer perusahaan dapat
memotong pengeluaran untuk layanan pelanggan. Walaupun pengurangan layanan
pelanggan dapat menurunkan penjualan dan memiliki konsekuensi negaif pada
reputasi perusahaan serta penjualan masa mendatang. Dalam penyusunan
anggaran beban usaha ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Menurut
Herlianto (2011), faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran biaya
operasional, sebagai berikut:
2.3.1 Anggaran Penjualan
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran penjualan, antara
lain:
1. Rencana tentang kualitas dan kuantitas barang yang akan dijual selama
periode mendatang. Walaupun secara tidak langsung anggaran
penjualan mempengaruhi besar jecilnya biaya penjualan. Jumlah
penjualan yang besar akan meningkatkan aktivitas-aktivitas di bagian
penjualan, yang secara tidak langsung akan mengakibatkan
peningkatan biaya penjualan. Sebaliknya, jika jumlah penjualan yang
kecil akan mengurangi aktivitas-aktivitas di bagian penjualan, yang
secara tidak langsung akan mengakibatkan penurunan biaya penjualan.
2. Berbagai standar biaya yang telah ditetapkan oleh perusahaan, yang
berkaitan dengan biaya penjualan.
3. Sistem pembayaran upah atau gaji yang digunakan oleh perusahaan,
khususnya yang dibayarkan kepada karyawan bagian penjualan.
4. Metode depresiasi yang digunakan oleh perusahaan, khususnya
terhadap aktiva tetap yang ada dilingkungan bagian penjualan.
5. Metode alokasi biaya yang digunakan oleh perusahaan untuk membagi
biaya-biaya yang semula merupakan satu kesatuan (biaya bersama),
menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tempat dimana biaya
tersebut terjadi.

8
2.3.2 Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penyusuanan anggaran biaya
adiministrasi dan umum, antara lain:
1. Jumlah penjualan yang besar akan meningkatkan aktivitas-aktivitas
dibagian penjualan, yang secara tidak langsung akan mengakibatkan
peningkatan aktivitas bagian administrasi dan umum, pada akhirnya
akan meningkatkan biaya administrasi dan umum. Sebaliknya, jika
jumlah penjualan kecil maka akan mengurangi aktivitas-aktivitas di
bagian penjualan, yang secara tidak langsung akan mengakibatkan
penurunan aktivitas bagian administrasi dan umum, pada akhirnya
akan menurunkan pula biaya bagian administrasi dan umum.
2. Anggaran unit yang diproduksi. Jumlah unit produksi yang besar akan
meningkatkan aktivitas di bagian administrasi dan umum, yang secara
tidak langsung akan mengakibatkan peningkatan aktivitas bagian
administrasi dan umum, pada akhirnya akan meningkatkan biaya
administrasi dan umum, begitu pula sebaliknya.
3. berbagai standar yang ditetapkan perusahaan berkaitan dengan biaya
bagian administrasi dan umum.
4. Sistem pembayaran upah atau gaji yang digunakan perusahaan yang
berkaitan dengan biaya administrasi dan umum.
5. Metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan, khususnya terhadap
aktiva tetap yang ada dilingkungan bagian administrasi dan umum.
6. Metode alokasi biaya yang digunakan oleh perusahaan untuk membagi
biaya yang semula merupakan biaya bersama, menjadi beberapa
kelompok sesuai dengan tempat dimana biaya tersebut terjadi.

2.4 Prosedur Penyusunan Anggaran Biaya Operasional


Prosedur penyusunan anggaran biaya opersional pada dasarnya tidak jauh
berbeda dengan prosedur penyusnan anggaran secara umum dalam suatu
perusahaan, namun yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat pengeluaran operasional dalam proses penyusunan
anggaran biaya operasional. Pendapat dari Herlianto (2011), bahwa prosedur
penyusunan anggaran biaya operasional secara umum, yaitu:

9
1. Mengenali informasi masa lalu dan lingkungan eksternal yang diantisipasi
untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kesimpulan, dan tantangan yang
dihadapi oleh perusahaan.
2. Menyusun perencanaan yang strategis dan program-program untuk
menentukan tujuan perusahaan.
3. Mengkomunikasikan tujuan organisasi jangka panjang khususnya dalam hal
biaya operasional, strategi, dan program-program kerja.
4. Memilih taktik mengkoordinasikan kegiatan, mengawasi kegiatan, artinya
memilih cara yang akan digunakan untuk mencapai tujuan.
5. Menyerahkan revisi usulan anggaran kepada komite anggaran untuk
dievaluasi.
6. Menyetujui revisi usulan anggaran dan menjadi anggaran biaya operasional
perusahaan.
7. Pengesahan revisi anggaran biaya operasional perusahaan.

2.5 Aplikasi Anggaran Biaya Operasional


2.5.1 Bentuk Anggaran Biaya Operasional
Menurut pendapat Herlianto (2011), sebagaimana halnya dengan
anggaran-anggaran lain, anggaran biaya operasional juga tidak memiliki
bentuk standar baku yang harus dipergunakan. Artinya setiap perusahaan
memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk serta formatnya, sesuai
kondisi masing-masing perusahaan. Contoh bentuk anggaran biaya
operasional, dapat dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 2.1 Bentuk Anggaran Biaya Operasional


PT.X
ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL
PERIODE XXX
Biaya Penjualan:
Biaya Penjualan: xxx
Biaya gaji tenaga penjualan xxx
Biaya iklan xxx
Biaya perjalanan xxx
Total Biaya Penjualan xxxx

Biaya Administrasi dan Umum:

10
Biaya gaji pejabat kantor xxx
Biaya gaji pegawai kantor xxx
Biaya sewa kantor xxx
Biaya perlengkapan kantor xxx
Biaya administrasi rupa-rupa xxx
Total Biaya Administrasi dan
xxxx
Umum

Total Biaya Penjualan dan


xxxxxxxx
Administrasi & Umum

Terkait dengan pembebanan biaya, beban usaha (biaya penjualan dan


biaya administrasi & umum) harus pula dibebankan kepada produk yang
dihasilkan perusahaan, sebagaimana halnya dengan biaya-biaya produksi.
Hal ini dikarenakan produk-produk yang dihasilkan perusahaan itulah
yang pada akhirnya menanggung semua biaya perusahaan, baik biaya
produksi maupun biaya operasional. Jika perusahaan memproduksi lebih
dari satu produk, maka biaya operasional harus dibebankan pada setiap
jenis produk yang bersangkutan.

2.5.2 Contoh Kasus Biaya Operasional


PT. ABC adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi pelumas
kendaraan. Sejak awal didirikannya, perusahaan mengalami hambatan
dalam penjualan, karena rendahnya daya beli konsumen dan kurang
dikenalnya profil perusahaan oleh masyarakat. Hal tersebut diatasi oleh
manajemen perusahaan dengan cara melakukan serangkaian kegiatan dan
strategi promosi menari untuk membangun kepercayaan pelanggan dan
memperkenalkan mutu pelumas kendaraan yang diproduksi.
Penyusunan anggaran biaya operasional perusahaan dilakukan selama
setahun sekali, dengan merincikan jumlah pengeluaran biaya operasional
melalui kebijakan manajer keuangan. Dalam proses penyusunan anggaran,
manajemen perusahaan dapat melihat realisasi biaya operasional yang
terjadi pada tahun sebelumnya sebagai acuan. Berikut akan disajikan data
anggaran biaya operasional perusahaan pada tahun 2018:

11
Tabel 2.2 Data Anggaran Biaya Operasional

PT. ABC
DATA ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL
TAHUN 2018
(dalam Rupiah)

Biaya Penjualan
Biaya Packaging 135.000.000
EMKL 88.100.000
Biaya Iklan 150.000
Biaya Ekspor 1.800.000
Biaya Pengangkutan 15.000.000
Biaya Negosiasi Dokumen Ekspor 26.000.000
Total Biaya Penjualan 266.050.000

Biaya Administrasi dan Umum


Biaya Gaji 63.000.000
Biaya Administrasi Lain 4.200.000
Biaya Pemeliharaan Kendaraan Kantor 320.000
Biaya Penyusutan Kendaraan Kantor 5.500.000
Biaya Bahan Bakar dan Pelumas 14.500.000
Biaya Umum Lain 4.000.000
Biaya Penyusutan Peralatan Kantor 580.000
Biaya Alat-alat Kantor 5.100.000
Biaya Listrik dan Air 3.500.000
Biaya Telepon, Telex, dan Fax 1.800.000
Biaya ADM Bank 8.500.000
Iuran 4.000.000
Biaya Asuransi Kebakaran 10.000.000
Biaya Izin 3.100.000
Biaya Dapur Kantor 3.600.000
Biaya Pemeliharaan Kantor 220.000.000
Total Biaya Administrasi dan Umum 351.700.000

Total Anggaran Biaya Operasional 617.750.000

Dari data diatas, dapat diketahui bahwa anggaran biaya operasional


perusahaan dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yakni biaya penjualan dan
biaya administrasi dan umum. Perincian yang dilakukan dalam tabel diatas

12
memiliki sisi baik, yakni perusahaan dapat mengawasi setiap pengeluaran
biaya operasional yang terjadi. Total anggaran biaya operasional tahun
2018 sebesar Rp 617.750.000.
Setelah anggaran biaya operasional disetujui, maka anggaran tersebut
akan menjadi patokan saat proses realisasi anggaran pada periode
berikutnya. Anggaran ini dapat menjadi dasar bagi pemakai anggaran
dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
Sebelum dilakukan analisa anggaran biaya operasional perusahaan,
untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah anggaran tersebut dapat
berperan sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen, maka
perlu diketahui laporan laba rugi perusahaan tahun 2018, laporan laba rugi
dapat mengetahui realisasi pengeluaran biaya operasional perusahaan.
Tabel 2.3 Laporan Laba Rugi Perusahaan
PT.ABC
LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN
TAHUN 2018
(dalam Rupiah)

Penjualan 3.544.605.600
Retur Penjualan 3.840.200
Total Penjualan Bersih 3.540.765.400
 
HPP:  
Persedian Awal 1.806.554.600
Pembelian 2.004.883.000
Barang yang Tersedia untuk Dijual 3.811.437.600
Persediaan Akhir 2.069.058.400
Harga Pokok Penjualan 1.742.379.200
Laba Kotor 1.798.386.200
 
Biaya Penjualan:
Biaya Packaging 141.005.700
EMKL 109.990.200
Biaya Iklan 125.500
Biaya Ekspor 1.966.500
Biaya Pengangkutan 17.505.200
Biaya Negosiasi Dokumen Ekspor 28.067.000
Total Biaya Penjualan 298.660.100
 

13
Biaya Administrasi dan Umum
Biaya Gaji 67.900.200
Biaya Administrasi Lain 4.935.700
Biaya Pemeliharaan Kendaraan
Kantor 440.250
Biaya Penyusutan Kendaraan Kantor 5.726.000
Biaya Bahan Bakar dan Pelumas 14.900.500
Biaya Umum Lain 5.226.400
Biaya Penyusutan Peralatan Kantor 612.000
Biaya Alat-alat Kantor 5.345.800
Biaya Listrik dan Air 3.665.800
Biaya Telepon, Telex, dan Fax 2.000.800
Biaya ADM Bank 8.895.600
Iuran 600.000
Biaya Asuransi Kebakaran 12.500.100
Biaya Izin 3.064.700
Biaya Dapur Kantor 3.872.000
Biaya Pemeliharaan Kantor 269.662.100
Total Biaya Administrasi dan
Umum 409.347.950
 
Total Biaya 708.008.050
Laba Operasi 1.090.378.150
Pendapatan Lain-lain 13.435.000
Laba Bersih Sebelum Pajak 1.103.813.150
Pajak 347.353.100
Laba Bersih Setelah Pajak 756.460.050

Pada laporan laba rugi diatas, dapat terlihat bahwa laba bersih yang
diterima perusahaan pada tahun 2018 adalah Rp 756.460.050. Agar
mempermudah perbandingan antara anggaran biaya operasional dengan
realisasinya, maka berikut akan disajikan tabel perbandingan, yaitu:

14
Tabel 2.4 Perbandingan Anggaran Biaya Operasional dengan
Realisasinya

PERBANDINGAN ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL DENGAN


REALISASI
(dalam rupiah)

Biaya Penjualan
Anggaran Realisasi Selisih
Biaya Packaging 135.000.000 141.005.700 (6.005.700)
EMKL 88.100.000 109.990.200 (21.890.200)
Biaya Iklan 150.000 125.500 24.500
Biaya Ekspor 1.800.000 1.966.500 (166.500)
Biaya Pengangkutan 15.000.000 17.505.200 (2.505.200)
Biaya Negosiasi Dokumen Ekspor 26.000.000 28.067.000 (2.067.000)
Total Biaya Penjualan 266.050.000 298.660.100 (32.610.100)

Biaya Administrasi dan Umum


Anggaran Realisasi Selisih
Biaya Gaji 63.000.000 67.900.200 (4.900.200)
Biaya Administrasi Lain 4.200.000 4.935.700 (735.700)
Biaya Pemeliharaan Kendaraan Kantor 320.000 440.250 (120.250)
Biaya Penyusutan Kendaraan Kantor 5.500.000 5.726.000 (226.000)
Biaya Bahan Bakar dan Pelumas 14.500.000 14.900.500 (400.500)
Biaya Umum Lain 4.000.000 5.226.400 (1.226.400)
Biaya Penyusutan Peralatan Kantor 580.000 612.000 (32.000)
Biaya Alat-alat Kantor 5.100.000 5.345.800 (245.800)
Biaya Listrik dan Air 3.500.000 3.665.800 (165.800)
Biaya Telepon, Telex, dan Fax 1.800.000 2.000.800 (200.800)
Biaya ADM Bank 8.500.000 8.895.600 (395.600)
Iuran 4.000.000 600.000 3.400.000
Biaya Asuransi Kebakaran 10.000.000 12.500.100 (2.500.100)
Biaya Izin 3.100.000 3.064.700 35.300
Biaya Dapur Kantor 3.600.000 3.872.000 (272.000)
Biaya Pemeliharaan Kantor 220.000.000 269.662.100 (49.662.100)
Total Biaya Administrasi dan Umum 351.700.000 409.347.950 (57.647.950)

Total Anggaran Biaya Operasional 617.750.000 708.008.050 (90.258.050)

Laporan laba rugi yang tersedia diatas menunjukan perbandingan


antara anggaran dan realisasinya. Realisasi pengeluaran biaya operasional
lebih besar Rp 90.258.050 dibandingkan dengan anggarannya. Selisih
yang sangat menonjol dapat terlihat dari biaya pemeliharan kantor, dengan
selisih sebesar Rp. 49.662.100. Selisih dengan jumlah yang cukup besar

15
tersebut dapat disebabkan karena tidak diperhitungkannya biaya yang akan
timbul sehubungan dengan perbaikan dan perluasan ruangan kantor atau
semacamnya. Selisih yang terjadi antara anggaran biaya operasional
dengan realisasi pengeluarannya berdampak pada perolehan laba
perusahaan.
Adapun hal yang perlu dijelaskan dari abel perbandingan diatas,
adalah jika terjadi penyimpangan antara anggaran biaya operasional
dengan realisasinya, maka akan berdampak pada perolehan laba
perusahaan.

16
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Anggaran biaya operasional merupakan alat pengendalian untuk
menghindari terjadinya pemborosan biaya, dengan kata lain agar menciptakan
efisiensi biaya. Anggaran biaya operasional dapat mencegah biaya yang
sesungguhnya agar tidak melebihi jumlah yang dianggarkan. Tujuan anggaran
biaya operasional adalah mengarahkan kegiatan perusahaan atau organisasi yang
menyangkut operasi dapat tercapai. Anggaran biaya operasional merupakan
pernyataan yang disusun secara tertulis mengenai rencana biaya operasional
perusahaan mendatang, guna mencapai tujuan perusahaan memperoleh laba yang
maksimal. Penyusunan anggaran biaya operasional sangat diperlukan karena
memiliki tujuan dan manfaat bagi kegiatan perusahaan atau organisasi.

Prosedur penyusunan anggaran biaya opersional pada dasarnya tidak


jauh berbeda dengan prosedur penyusnan anggaran secara umum dalam suatu
perusahaan, namun yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat pengeluaran operasional dalam proses penyusunan
anggaran biaya operasional.

3.2 Saran
Makalah ini sangat bermanfaat untuk diterapkan pada kegiatan keuangan
perusahaan karena cara perhitungan yang bagus untuk pengambilan keputusan
tentunya terhadap suatu anggaran biaya operasioanl pada perusahaan.
Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari kata sempurna,
tentunya msih terdapat kekurangan. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik
dan saran dari pembaca terhadap segala sesuatu yang kurang pada makalah ini.
Agar menjadi pembelajaran bagi kami supaya kedepan kami dapat
menyelesaikan makalah dalam bentuk lebih baik lagi.

17
DAFTAR PUSTAKA

Agustini, Nyayu, dkk. 2015. Pengaruh Anggaran Biaya Operasional Terhadap Kinerja
Keuangan Perusahaan pada PT. Mura Dua Palembang. Skripsi Jurusan
Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi MDP, Palembang.

Anggereni, Titien. 2009. Peranan Anggaran Biaya Operasional Sebagai Alat


Perencanaan dan Pengendalian Manajemen pada PT. Putra Bangga Kirana.
Skripsi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara.

Fauzi, Achmad. 2017. Analisis Pengaruh Tingkat Hunian Pasien (BOR), Anggaran
Biaya Operasional dan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerja Keuangan
Berdasarakan Kemampuan Pendapatan PNBP Menutupi Biaya Operasional
Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Ilmiah
Wahana Akuntansi. Vol 12, No. 01.

Herlianto, Didit. 2011. Teknik Penyusunan Anggaran Operasional Perusahaan. Gosyen


Publishing: Yogyakarta.

Setiawan, Hendra. 2015. Analisis Anggaran Biaya Operasional Sebagai Alat Bantu
Manajemen dalam Mengukur Efisiensi Biaya Operasional (Studi Kasus pada PT.
Suryaraya Rubberindo Industries). Jurnal Jurusan, Akuntansi Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi Kesatuan Bogor.

Sorongan, Mayangsari, dkk. 2018. Analisis Perbandingan Anggaran Biaya Operasional


dan Anggaran Pendapatan dalam Menilai Kinerja Keuangan pada PT. Air
Manado. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 6, No. 4.

18