Anda di halaman 1dari 26

Kompetensi Guru

Materi Kompetensi Pedagogik


Biodata Narasumber

Nama : WIJI, M. Pd.


TTL : Pati, 01 Desember 1974
Pendidikan : S2 Manajemen Pendidikan
Unit Kerja : SDN Gulangpongge 01 Gunungwungkal Pati
Alamat : RT 03 RW III Karangwage Trangkil Pati Jawa Tengah
Lolos CPNS : Tahun 2008
Kompetensi Guru

Kompetensi guru meliputi:


Pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10
ayat 1 disebutkan bahwa, “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.”

Apa yang diteskan dalam Kompetensi Teknis PPPK?

❑ Kompetensi pedagogik

❑ Kompetensi Profesional
Desain Pembelajaran
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 22.TAHUN 2016

TENTANG

STANDAR PROSES PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH


Desain Pembelajaran
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang
digunakan:

1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka
sumber belajar;
3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan
ilmiah;
4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan
jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
Desain Pembelajaran
7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental
(softskills);
9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai
pembelajar sepanjang hayat;
10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo),
membangun kemauan (ing madyo mangunkarso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik
dalam prosespembelajaran (tut wuri handayani);
11. pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta
didik, dan di mana saja adalah kelas;
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pembelajaran; dan
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Desain Pembelajaran
Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut
Desain Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada
Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan
rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan
sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario
pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan
pendekatan pembelajaran yang digunakan.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka
untuk satu pertemuan atau lebih. dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
pembelajarapeserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan
sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan
ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat,
dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau
subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat,
potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2. Partisipasi aktif peserta didik.
3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas,
inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan
kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk
tulisan.
5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan
balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu
keutuhan pengalaman belajar.
7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek
belajar, dan keragaman budaya.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1. Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat,
potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2. Partisipasi aktif peserta didik.
3. Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas,
inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan
kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk
tulisan.
5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian
umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu
keutuhan pengalaman belajar.
7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas
aspek belajar, dan keragaman budaya.
8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis,
dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Model, Metode, Strategi, Teknik Pembelajaran

Contoh-contoh
model pembelajaran
inovatif dan efektif
lihat file
Model, Metode, Strategi, Teknik Pembelajaran

Penilaian proses pembelajaran Hasil penilaian otentik digunakan guru


menggunakan pendekatan penilaian untuk merencanakan program perbaikan
otentik (authentic assesment) yang (remedial) pembelajaran, pengayaan
(enrichment), atau pelayanan konseling. Selain
menilai kesiapan peserta didik, proses,
itu, hasil penilaian otentik digunakan
dan hasil belajar secara utuh.
sebagai bahan untuk memperbaiki proses
Keterpaduan penilaian ketiga komponen pembelajaran sesuai dengan Standar
tersebut akan menggambarkan Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses
kapasitas, gaya, dan perolehan belajar pembelajaran dilakukan saat proses
peserta didik yang mampu menghasilkan pembelajaran dengan menggunakan alat:
dampak instruksional (instructional lembar pengamatan, angket sebaya,
effect) pada aspek pengetahuan dan rekaman, catatan anekdot, dan refleksi.
dampak pengiring (nurturant effect) pada Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan saat
proses pembelajaran dan di akhir satuan
aspek sikap.
pelajaran dengan menggunakan metode dan
alat: tes lisan/perbuatan, dan tes tulis. Hasil
evaluasi akhir diperoleh dari gabungan
evaluasi proses dan evaluasi hasil
pembelajaran.
Media Pembelajaran

Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau
informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk
belajar.
Ada macam-macam media pembelajaran sederhana yang dapat Anda coba untuk dipraktekkan :
1. Media Audio
Macam-macam media pembelajaran audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan
ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indera pendengaran. Dilihat dari sifat pesan yang
diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal (bahasa lisan atau kata-kata) maupun non
verbal (bunyi-bunyian dan vokalisasi). Contoh media seperti radio, tape recorder, telepon, laboratorium
bahasa, dan lain-lain.
2. Media Visual
Macam-macam media pembelajaran visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan.
Jenis media pembelajaran visual menampilan materialnya dengan menggunakan alat proyeksi atau
proyektor. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam bentuk-bentuk visual. Selain itu fungsi
media visual juga berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan fakta yang
mungkin dapat mudah untuk dicerna dan diingat jika disajikan dalam bentuk visual.
Macam-macam media pembelajaran visual ini dibedakan menjadi dua yaitu media visual diam dan media
visual gerak. Berikut penjelasannya :
a. Media visual diam
Berupa foto, ilustrasi, flashcard, gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rngkai, OHP,
grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain.
b. Media visual gerak
Berupa gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
3. Media Audio Visual
Macam-macam media pembelajaran audio visual merupakan media yang mampu menampilkan suara
dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu madia audio
visual diam, dan media audio visual gerak. Berikut penjelasannya :
a. Media audiovisual diam
Berupa TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
b. Media audio visual gerak
Berupa film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dan lain-lain.
4. Media Serbaneka
Macam-macam media pembelajaran serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan
dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang
dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh macam-macam media pembelajaran
serbaneka di antaranya adalah papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar
pada masyarakat. Berikut penjelasannya :
a. Papan (board) yang termasuk dalam media ini di antaranya papan tulis, papan buletin,
papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b. Media tiga dimensi di antaranya model, mock up, dan diorama.
c. Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contoh pemanfaatan
realit misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya
langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d. Sumber belajar pada masyarakat di antaranya dengan karya wisata dan berkemah.
5. Gambar fotografi
Gambar fotografi diperoleh dari beberapa sumber, misalnya dari surat kabar, lukisan, kartun, ilustrasi, foto
yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut dapat digunakan oleh guru secara efektif dalam kegiatan
belajar mengajar dengan tujuan tertentu. Terdapat lima macam gambar fotografi yang harus diperhatikan
antara lain:
a. Gambar fotografi itu harus cukup memadai.
b. Gambar-gambar harus memenuhi persyaratan artistik yang bermutu.
c. Gambar fotografi untuk tujuan pengajaran harus cukup besar dan jelas.
d. Validitas gambar, yaitu apakah gambar itu benar atau tidak.
e. Memikat perhatian anak, ini cenderung kepada hal-hal yang diamatinya, misalnya, binatang, kereta api,
kapal terbang dan sebagainya.
6. Peta dan Globe
Macam-macam media pembelajaran berikutnya adalah peta dan globe ini berfungsi untuk menyajikan
data-data lokasi. Seperti keadaan permukaan (bumi, daratan, sungai sungai, gunung-gunung), dan tempat-
tempat serta arah dan jarak.
Moda Pembelajaran

Sinkron daring= tatap muka lewat zoom, Google meet


Sinkron luring = tatap muka dikelas

Asinkron Luring = Pemberian tugas, Pekerjaan Rumah


Asinkron daring = Whatsapp, video, podcase, simpkb, moodle, schoology, edmodo, g-classroom, dll
Moda Pembelajaran
Moda Pembelajaran
Moda Pembelajaran
Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas menggunakan suatu
tindakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar agar diperoleh hasil yang lebih baik
dari sebelumnya. Penelitian tindakan kelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena
Bapak/Ibu harus bisa mengimplementasikan tindakan beserta variabel yang sudah dirancang untuk
mencapai hasil yang dikehendaki. Stephen Kemmis & Mc. Taggart memikirkan bagaimana konsep
Penelitian Tindakan ini diterapkan pada bidang pendidikan (Kemmis,1982).
Penelitian Tindakan Kelas mempunyai tahapan berupa siklus yang terdiri dari Perencanaan,
Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi.

Desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bisa menerapkan Metode, Model, Strategi, atau
penggunaan Media Pembelajaran yang Inovatif

Inti dari PTK bukan Remedial Teaching namun sebuah skenario reflektif yang bertujuan untuk
memperbaiki proses dan hasil pembelajaran.

Cakupan Kompetensi dasar dalam PTK merupakan KD berjalan, artinya setiap siklus
melanjutkan KD sejenis dalam satu Kompetensi Inti.
Sukses untuk kita semua….