Anda di halaman 1dari 13

TUGAS RESUME

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)

Oleh :

Pebronela Maria Mince Balok P27825119055

Rizkiana Fahmi P27825119050

Tazkya Nafs El Hawwa


P27825119051

Vian Isnaini Anggranita P27825119052

Vinna Nuranisyah P27825119053

Yeni Farida P27825119054

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
D4 ALIH JENJANG
SEMESTER 3
TAHUN AJARAN 2020/2021
A. Siapa Saja yang Disebut Anak Berkebutuhan Khusus

Menurut Heward, anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik


khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan
pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Klasifikasi anak berkebutuhan
khusus, yaitu :

1. Tunanetra
Anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan
menyeluruh atau sebagian.
2. Tunarungu
Anak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya
sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal.
3. Tunagrahita
Anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan
perkembangan mental intelektual jauh dibawah rata-rata. Tingkat
kecerdasan seseorang diukur melalui tes inteligensi yang hasilnya disebut
dengan IQ (intelligence quotient). Tingkat kecerdasan biasa
dikelompokkan ke dalam tingkatan sebagai berikut:
a. Tunagrahita ringan memiliki IQ 70-55
b. Tunagrahita sedang memiliki IQ 55-40
c. Tunagrahita berat memiliki IQ 40-25
d. Tunagrahita berat sekali memiliki IQ <25
4. Tunadaksa
Anak yang mengalami kelainan fisik atau cacat tubuh. Jika mereka
mengalami gangguan gerakan karena kelayuan pada fungsi syaraf
otak,mereka disebut Cerebral Palsy (CP).
5. Anak Lamban Belajar
Anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi
belum termasuk tunagrahita, biasanya memiliki IQ sekitar 90 ke bawah.
6. Anak Berkesulitan Belajar
Anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik
khusus (terutama dalam hal kemampuan membaca,menulis dan berhitung
atau matematika).Anak berkesulitan belajar dapat berupa kesulitan belajar
membaca(disleksia), kesulitan belajar menulis (disgrafia), atau kesulitan
belajar berhitung(diskalkulia), sedangkan mata pelajaran lain mereka tidak
mengalami kesulitan yang signifikan.
7. Anak Berbakat
Anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa , anak yang
memiliki potensi kecerdasan (intelegensi), kreatifitas, dan tanggung jawab
terhadap tugas (task commitment) diatas anak-anak seusianya(anak
normal). Anak berbakat sering juga disebut sebagai gifted & talented.
8. Tunalaras
Anak yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dan bertingkah
laku tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan
kelompok usia maupun masyarakat pada umumnya,sehingga merugikan
dirinya maupun orang lain, dan karenanya memerlukan pelayanan
pendidikan khusu demi kesejahteraan dirinya maupun lingkungan.
9. Tunawicara
Anak yang mengalami kelainan suara, artikulasi (pengucapan), atau
kelancaran bicara, yang mengakibatkan terjadi penyimpangan bentuk
bahasa, isi bahasa, atau fungsi bahasa. Anak yang mengalami gangguan
komunikasi ini tidak selalu disebabkan karena faktor ketunarunguan.
10. Autisme
Gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan anak
dalam komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain serta terhambat
dalam berbahasa dan mempunyai keterbatasan dalam pola perilakunya.
11. Hiperaktif/ADHD
ADHD atau attention deficit hyperactivity disoder adalah gangguan
mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta
memiliki prilaku impulsif dan hiperaktif sehingga berdampak pada prestasi
anak di sekolah.
12. Indigo
Indigo adalah manusia yang sejak lahir mempunyai kelebihan khusus yang
tidak dimiliki manusia pada umumnya
B. Cara Mengetahui Anak Berkebutuhan Khusus :

1) Sulit Komunikasi
2) Kesulitan Belajar
3) Kelainan Fisik
4) Bersikap Membangkang
5) Emosional
6) Sulit Menulis atau Membaca
7) Tidak Mengerti Arah
8) Bersikap Sesuai Kebiasaan
9) Senang meniru
10) Berbicara Tanpa Henti
11) Bertindak Gugup
12) Iri pada Orang Lain
13) Sensitifitas Tinggi
14) Trigered Tanpa Alasan
15) Introvert

C. KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS :

1. Karakteristik Tunanetra :
A. Karakteristik tunanetra (low vision) :
a. Mata tampak merah.
b. Bola mata tampak keruh (putih-putih ditengah), dan kadang-kadang
seperti mata kucing (bersinar).
c. Bola mata bergerak sangat cepat.
d. Penglihatan hanya mampu merespon terhadap cahaya, benda ukuran
besar dengan warna mencolok.
e. Memicingkan mata pada saat terkena sinar matahari.
f. Melihat obyek, menonton televisi, membaca buku atau melihat gambar
di buku sangat dekat.
g. Menonton televisi sangat dekat.
h. Bila berjalan ditempat yang belum dikenal sering tersandung dan
menabrak.
i. Pada saat matahari tenggelam tidak bisa melihat jelas (rabun senja).
j. Sering membentur-benturkan kepala ke tembok.

B. Karakteristik tunanetra (buta total) :

a. Tidak mampu melihat cahaya.


b. Kerusakan nyata pada kedua bola mata.
c. Sering meraba-raba bila mencari sesuatu benda dan jika berjalan
d. sering menabrak dan tersandung.
e. Bagian bola mata tampak jernih tetapi tidak bisa melihat cahaya
f. maupun benda.
g. Sering menekan bola mata dengan jari.

2. Karakteristik Tunarungu :
a. Tidak menunjukkan reaksi terkejut terhadap bunyi-bunyian atau
tepukan tangan yang keras pada jarak satu meter.
b. Tidak bisa dibuat tenang dengan suara ibunya atau pengasuh.
c. Tidak bereaksi bila dipanggil namanya atau acuh tak acuh terhadap
suara sekitarnya.
d. Tidak mampu menangkap maksud orang saat berbicara bila tidak
bertatap muka.
e. Tidak mampu mengetahui arah bunyi.
f. Kemampuan bicara tidak berkembang.
g. Perbendaharaan kata tidak berkembang.
h. Sering mengalami infeksi di telinga.
i. Kalau bicara sukar dimengerti.
j. Tidak bisa memperhatikan sesuatu untuk jangka waktu tertentu.
k. Kelihatan seperti anak yang kurang menurut atau pembangkang.
l. Kelihatan seperti lamban atau sukar mengerti.
3. Karakteristik Tunagrahita :
a. Ada tiga jenis anak dengan disabilitas intelektual yaitu ringan (mampu
didik), sedang (mampu latih), dan berat (mampu rawat).
b. Wajah ceper, jarak kedua mata jauh, hidung pesek, mulut terbuka, lidah
besar.
c. Kepala kecil/besar/datar.
d. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usianya atau semua harus
dibantu orang lain.
e. Perkembangan bicara/bahasa terlambat atau tidak dapat bicara.
f. Kurang atau tidak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
g. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut.

4. Karakteristik Tunadaksa :
a. Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh.
b. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali).
c. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih
kecil dari biasa.
d. Terdapat cacat pada alat gerak.
e. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam.
f. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk, dan menunjukkan sikap
tubuh tidak normal.

5. Karakteristik Anak Lamban Belajar :


a. Fungsi pada kemampuan dibawah rata-rata kelas.
b. Rata-rata prestasi belajar selalu rendah.
c. Dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik sering terlambat
dibandingkan teman-teman seusianya.
d. Daya tangkap terhadap pelajaran lambat.
e. Butuh waktu lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan
tugas-tugas akademik dan non akademik.
f. Lebih suka berteman dengan anak yang berusia signifikan di bawahnya.
6. Karakteristik Anak Berkesulitan Belajar :
Ada tiga jenis anak dengan kesulitan belajar khusus:
1. Anak yang mengalami kesulitan belajar membaca (disleksia) :
a. Perkembangan kemampuan membaca lambat dan sering terjadi
kesalahan dalam membaca.
b. Kemampuan memahami isi bacaan rendah.
c. Dalam menulis sering terjadi huruf yang hilang dalam satu kata pada
awal, tengah atau akhir kata, atau sulit membedakan bentuk huruf
atau angka yang hampir sama seperti menulis huruf d menjadi b,
begitu sebaliknya.
d. Tidak mengindahkan tanda baca.

2. Anak yang mengalami kesulitan belajar menulis (disgrafia) :


a. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai.
b. Sering salah menulis huruf b dengan p, v dengan u, p dengan q,
c. angka 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya.
d. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca.
e. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang.
f. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.

3. Anak yang mengalami kesulitan belajar berhitung (diskalkulia)


a. Sulit membedakan tanda-tanda +, -, x, :, =, <, >
b. Sulit mengoperasikan hitungan/bilangan.
c. Sering salah membilang dengan urut.
d. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6, 17 dengan 71, 2
dengan 5, 3 dengan 8, dan sebagainya.
e. Sulit membedakan bangun-bangun geometri.

7. Karakteristik Anak Berbakat :


a. Memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata, kreatif, dan berkomitmen
terhadap tugas sangat tinggi.
b. Memiliki kepekaan yang tinggi.
c. Suka mendapat jawaban dari pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”
tentang suatu hal.
d. Mampu bekerja mandiri sejak kecil.
e. Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang
diberikan.
f. Mempunyai minat yang luas, bervariasi, dan mendalam.
g. Mempunyai daya ingat yang kuat dan rasa keingintahuan yang tinggi
terhadap sesuatu hal.
h. Mempunyai energi yang tinggi dalam berhubungan dan member respon
baik terhadap orangtua, guru, dan orang dewasa
i. Suka berteman dengan anak yang berusia diatasnya.
j. Suka mempelajari sesuatu yang baru dan mengerjakan tugas-tugas
dengan baik dan efisien.
k. Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam
waktu yang bersamaan, dan cepat mengaitkan satu hal dengan hal yang
lain.
l. Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap
tugas atau bidang yang diminati.

8. Karakteristik Tunalaras :
a. Bersikap membangkang dan suka berbohong.
b. Mudah terangsang emosinya/emosional/mudah marah.
c. Sering melakukan tindakan agresif, merusak, dan mengganggu.
d. Sering bertindak melanggar norma sosial/norma susila/norma hukum.
e. Kurang/tidak mampu menjalin hubungan dengan orang lain.
f. Mempunyai perasaan yang tertekan dan selalu merasa tidak bahagia.

9. Karakteristik Tunawicara :
a. Anak tidak langsung menangis sesaat setelah dilahirkan,
b. Tidak bereaksi ketika mendengar bunyi yang terjadi di sekitarnya.
c. Tidak pernah atau sangat jarang menangis.
d. Tidak suka menatap wajah atau membalas tatapan ibunya ketika
disusui.
e. Kesulitan dalam mengisap, mengunyah, dan menelan saat makan dan
minum.
f. Belum mulai berbicara di usia sekitar 12 bulan.
g. Perbendaharaan kata atau kalimat minim.
h. Tidak mampu menyusun kalimat sederhana dan terkadang hanya
menyebutkan suku kata akhirnya saja.
i. Ada kelainan organ wicara, misalnya celah pada bibir atau sumbing,
dan kelainan bentuk lidah.
j. Suka menyendiri atau tidak bergaul.
k. Bicaranya sulit dimengerti.
l. Menujukkan gejala terpaku pada sesuatu yang sulit untuk dialihkan
(perseverasi)

10. Autisme
a. Ciri atau tanda anak spektrum autis bervariasi yang meliputi 3 bidang
yaitu: gangguan komunikasi/wicara, interaksi sosial, dan gerakan
berulang-ulang (stereotipi) dengan derajat ringan sampai berat.
b. Usia 0 – 2 tahun: anak jarang menangis atau sering menangis tanpa
sebab (iritable), sulit bila digendong karena gerakan tangan dan kaki
berlebihan, tidak ada kontak mata, tidak ditemukan senyum sosial
(merespon/membalas senyum orang lain disekitarnya), terkadang ada
fase perkembangan motorik yang terlewati seperti anak tidak melewati
fase merangkak tapi langsung berdiri/lari, menggigit tangan dan
anggota orang lain secara berlebihan.
c. Usia 2 – 3 tahun: anak tidak tertarik bersosialisasi dengan anak lain,
melihat orang sebagai benda, kontak mata terbatas, tertarik pada benda
tertentu, tidak menyukai sentuhan/dipeluk, marah bila rutinitas yang
biasa dikerjakan diubah, menyakiti diri sendiri, dan agresif.
d. Anak sangat lambat bicara atau tidak bisa sama sekali , mengeluarkan
suara yang aneh tanpa makna, mengulang-ulang ucapan lawan bicara,
berbicara tapi tidak untuk berkomunikasi.
e. Ditanya tidak bisa menjawab, bahkan mengulang pertanyaannya.
f. Tidak bisa berkomunikasi dua arah dan tidak menatap mata lawan
bicaranya.
g. Kalau dipanggil tidak mau menengok.
h. Merasa tidak nyaman dalam keramaian, misalnya pesta ulang tahun,
perkawinan, dan lain sebagainya.
i. Merasa lebih nyaman bila main sendiri
j. Berperilaku aneh seperti jalan berjinjit-jinjit, berputar-putar,
lompatlompat, mondar-mandir tak bertujuan.
k. Sering melihat dengan mata yang miring.
l. Kelekatan dengan benda tertentu, sehingga kemana-mana harus
membawa benda tersebut.
m. Mengamuk hebat kalau tidak mendapatkan keinginannya.
n. Tertawa/menangis/marah tanpa sebab yang jelas.
o. Tidak ada rasa empati.
p. Ada kebutuhan untuk mencium-cium sesuatu dan memasukan segala
benda yang dipegangnya ke dalam mulut atau digigit-gigit..

11. Hiperaktif/ADHD
a. Inatensi atau kesulitan memusatkan perhatian, seperti tidak mau
mendengar, gagal menuntaskan tugas-tugas, sering menghilangkan
benda-benda, tidak dapat berkonsentrasi, perhatiannya mudah
terganggu, suka melamun, pendiam, harus diingatkan dan diarahkan
terus-menerus.
b. Impulsif atau kesulitan menahan keinginan, seperti terburu-buru saat
mendekati sesuatu, tidak teliti, berani mengambil risiko, mengambil
kesempatan tanpa pikir panjang, sering mengalami celaka atau luka,
tidak sabar, dan suka interupsi.
c. Hiperaktif atau kesulitan mengendalikan gerakan, seperti sangat sulit
istirahat, tidak dapat duduk lama, bicara berlebihan, menggerakkan jari-
jari tak bertujuan (usil), selalu bergerak ingin pergi atau meninggalkan
tempat, mudah terpancing, dan banyak berganti-ganti posisi/gerakan.

12. Karakteristik Indigo :


a. Mempunyai kesadaran diri yang tinggi.
b. Mempunyai pengertian yang jelas mengenai dirinya.
c. Tidak nyaman dengan disiplin yang jelas.
d. Tidak nyaman dengan cara otoriter tanpa alasan yang jelas.
e. Menolak mengikuti aturan.
f. Tidak sabaran.
g. Tidak menyukai sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
h. Mempunyai cara yang baik untuk menyelesaikan masalah.
i. Selalu ingin mendapat alasan jelas untuk semua yang ia kerjakan.
DAFTAR PUSTAKA

Roihah, A. I. H. 2015. Efektifitas Pelatihan Incrediblemom Terhadap


Peningkatan Sikap Penerimaan Orang Tua Dengan Kondisi Anak
Berkebutuhan Khusus. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Skripsi.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. 2013.
Panduan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Pendamping (Orang
Tua, Keluarga, Dan Masyarakat.Jakarta.