Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH PATOFISIOLOGI

Tahapan Perkembangan Mental dan Perubahan Kesehatan


(Perkembangan anak, dewasa, orang tua/lansia)

Tingkat : 1A

Dosen Pengampu : Sri Martini., S.Kp., M.Kes.

Disusun oleh : Kelompok 3

Julie Puspita Sari

Lisa Rahmatul Husna

Maya Permata Sari

Melinda Wulandari

Miranti Junika Parona

Nadya Liza Kasinger

JURUSAN DIII KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG
TAHUN PELAJARAN 2014-205
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Tahapan
Perkembangan Mental dan Perubahan Kesehatan (Perkembangan Reproduksi)”
tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini bertujuan sebagai penunjang mata
kuliah Patofisiologi yang nantinya dapat digunakan mahasiswa untuk menambah
wawasan dan pengetahuannya.

Penulis menyadari bahwa dalam proses Penyusunan makalah ini masih


jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penyusunannya. Namun
demikian, penulis telah berupaya dengan kemampuan dan pengetahuan yang
dimiliki sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, masukan,
saran, kritik yang sifatnya untuk perbaikan dari berbagai pihak khususnya
Bapak/Ibu sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Palembang, April 2015

Penulis

i
Daftar Isi

halaman

Halaman Judul

Kata Pengantar .............................................................................................. i

Daftar Isi ........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang..................................................................... 1

1.2.  Rumusan Masalah................................................................ 1

1.3.  Tujuan Penulisan.................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Tahapan Perkembangan Mental........................................... 2

2.2.................................................................................. Perubahan
Kesehatan Perkembangan Anak, Dewasa ..............
Orang Tua/Lansia ............................................................... 5

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan ......................................................................... 15

3.2. Saran.................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam setiap tahap perkembangan manusia terdapat kriteria sehat mental,
kesehatan mental pada anak berbea dengan sehat mental pada remaja, begitu pula
berbeda dengan dewasa. Dimana kesehatan mental yang normal pada setiap tahap
perkembangan. Sedangkan yang dimaksud Kesehatan mental adalah terhindarnya
seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis
(penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial).
Kesehatan mental merupakan keinginan wajar bagi setiap manusia seutuhnya,
tapi tidaklah mudah mendapatkan kesehatan jiwa seperti itu. Perlu pembelajaran
tingkah laku, pencegahan yang dimulai secara dini untuk mendapatkan hasil yang
dituju oleh manusia. Untuk menelusurinya diperlukan keterbukaan psikis manusia
ataupun suatu penelitian secara langsung atau tidak langsung pada manusia yang
menderita gangguan jiwa. Pada dasarnya untuk mencapai manusia dalam segala hal
diperlukan psikis yang sehat. Sehingga dapat berjalan menurut tujuan manusia itu
diciptakan secara normal.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana tahapan perkembangan mental ?
2. Bagaimana Perubahan Kesehatan Perkembangan Anak, Dewasa
Orang Tua/Lansia reproduksi ?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui tahapan perkembangan mental.
2. Untuk mengetahui Perubahan Kesehatan Perkembangan Anak, Dewasa
Orang Tua/Lansia.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Tahapan Perkembangan Mental


A.      Perkembangan Mental pada Anak
Pada usia 5-7 tahun, Usia ini adalah usia sekolah awal. Anak mulai masuk
Taman Kanak-kanak. Ia memulai untuk berusaha berdiri sendiri di dunia luarnya. Ia
tidak lagi berada di sisi ibunya terus-menerus. Di TK ia akan mulai berlatih berbagai
keterampilan. Kemampuan melihat, menerima pengertian, berpikir, berbahasa, yang
masih sederhana akan dikembangkan dengan berhadapan langsung dengan dunia luar.
Hal-hal yang dialaminya secara langsung akan semakin banyak dan semakin
bervariasi.

Dalam proses mengasah ketrampilan ini, setiap anak memiliki kecepatan yang
berbeda-beda, walaupun anak itu sebenarnya normal. Di sinilah peran ibu / orang tua
cukup besar. Kadang kala ibu merasa cemas melihat anaknya kurang cepat dibanding
anak lain, dan akhirnya menyuruh anak untuk lebih cepat. Ini kadang malah berakibat
anak menjadi semakin tegang dan bertentangan dengan ibunya.

Pada usia 7-11 tahun, keseimbangan antara ketergantungan dan mampu


berdiri sendiri mulai tampak, selain itu, anak juga akan mulai banyak bergaul dengan
teman sebayanya. Mulanya ia akan tetap berbaur dengan laki-laki dan perempuan,
tapi lama-kelamaan mereka akan berkelompok sejenis. Anak laki-laki akan banyak
melakukan aktifitas yang dilarang, misalnya bermain di tempat yang dilarang. Hal ini
mereka lakukan karena mau menunjukkan sikap jantannya. Hal ini tidak perlu
menjadi kekuatiran yang berlebihan selama kenakalan mereka tidak keterlaluan dan
tidak membahayakan. Akan tetapi tentunya juga tidak berarti orang tua bisa melepas
begitu saja.

B. Perkembangan Mental pada Remaja

2
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja
manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak.
Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja
merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara
umur 12 tahun sampai 21 tahun.

Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak
anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun
dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada
perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis,
perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran
buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada
perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran
semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di
luar keluarga.

Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan
fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk
badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah
matang. Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja
(adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan
masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21
tahun.

Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu :

 12 – 15 tahun
 masa remaja awal, 15 – 18 tahun
 masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun
 masa remaja akhir.

3
Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan
hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi
remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis.
Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang
akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang
baru.

Ada dua faktor yang mempengaruhi mental remaja, yaitu :

A. Faktor Internal
Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti sifat,
bakat, keturunan dan sebagainya. Contoh sifat yaitu seperti sifat jahat, baik, pemarah,
dengki, iri, pemalu,pemberani, dan lain sebagainya. Contoh bakat yakni misalnya
bakat melukis, bermain musik, menciptakan lagu, akting, dan lain-lain. Sedangkan
aspek keturunan seperti turunan emosi, intelektualitas, potensi diri, dan sebagainya.
B. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berada di luar diri seseorang yang
dapat mempengaruhi mental seseorang. Lingkungan eksternal yang paling dekat
dengan seorang manusia adalah keluarga seperti orang tua, anak, istri, kakak, adik,
kakek-nenek, dan masih banyak lagi lainnya.Faktor luar lain yang berpengaruh yaitu
seperti hukum, politik, sosial budaya, agama, pemerintah, pendidikan, pekerjaan,
masyarakat, dan sebagainya. Faktor eksternal yang baik dapat menjaga mental
seseorang, namun faktor external yang buruk / tidak baik dapat berpotensi
menimbulkan mental tidak sehat.

C. Perkembangan Mental pada Dewasa dan Usia lanjut

Orang dewasa merupakan kelompok usia yang perlu memperoleh perhatian


dari berbagai bidang keilmuan. Namun demikian, problem-problem kesehatan,
khususnya kesehatan mental dikalangan mereka juga makin kompleks. Orang dewasa
dan lanjut usia termasuk kelompok yang memiliki masalah dengan kesehatan mental.
Orang dewasa, yaitu yang usianya di bawah 55 tahun, banyak mengalami masalah

4
sehubungan dengan problem keluarga dan pekerjaan. Yang sangat banyak dihadapi
oeleh mereka adalah konflik-konflik keluarga, peran sosial keluarganya, pengasuhan
anak, pertanggung jawaban sosial ekonomi keluarga dan dunia kerja.
Dikalangan orang lanjut usia, problem kesehatan mental juga perlu
memperoleh perhatian. Problem yang umum terjadi adalah depresi. Karena terjadinya
penurunan relasi sosial dan peran-peran sosial, dan kemungkinan adanya fakto
genetik, depresi di kalangan lansia sering terjadi. Demikian jugademensia, yaitu
penurunan kemampuan kognitif secaraprogresif, di kalangan lansia ini banyak di
jumpai. Gangguan mental lain yang di alami banyak lansia adalah obsesif,
kecemasan, hilangnya relasi sosial dan pekerjaan. Pencegahan itu menghindari
terjadinya resiko lebih buruk bagi kalangan orang dewasa dan lansia sehubungan
dengan kesehatan mentalnya. Pecegahan, di lakukan dengan melibatkan banyak
pihak, termasuk keluarganya sendiri.

2.2. Perubahan Kesehatan Perkembangan anak, dewasa, orang tua/lansia

1. Bayi dan anak :

 Bayi
Perubahan pada bayi lahir cukup bulan :

a. Pembentukan genitalia interna telah sempurna


b. Folikel pada kedua ovarium telah lengkap
c. Genitalia eksterna telah terbentuk
d. Minggu pertama dan kedua setelah lahir, bayi masih membawa pengaruh
estrogen yang didapat saat dlm kandungan. Pengaruh ini seperti :
1) Epitel vagina relative tebal dan pH vagina 5
2) 1/3 bayi perempuan endoserviksnya tidak terhenti pada ostium uteri
eksternum tetapi menutupi juga sebagian dari portio servisis uteri
(pseudoerosio kongenitalis)
 Kanak-kanak

5
Yang khas pada kanak-kanak adalah perangsangan oleh hormon kelamin
sangat kecil. Pada masa ini alat-alat genetalianya tidak menunjukkan
pertumbuhan pada permulaan pubertas tetapi pengaruh pada hipofisis yang
sangat terlihat pada pertumbuhan badannya. Pada masa ini sudah nampak
perbedaan antara perempuan dan laki-laki terutama pada tingkah lakunya
yang juga ditentukan oleh lingkungan dan pendidikan.

2. Remaja
Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa dewasa.
Antara kedua masa ini tidak ada batasan yang terlihat, hanya saja pada masa pubertas
diawali dengan berfungsinya ovarium dan berakhir pada saat ovarium berfungsi
dengan mantap dan teratur. Pada masa ini terjadi perubahan organ-organ fisik secara
cepat dan perubahan tersebut tidak seimbang dengan perubahan kejiwaannya dan
terjadi kematangan seksual atau alat-alat reproduksi.

a. Tahapan pubertas/remaja
1) Masa remaja awal (10-12 tahun)
 Merasa lebih dekat dengan teman sebaya
 Merasa ingin bebas
 Lebih banyak memperhatikan keadan tubuhnya dan mulai suka berkhayal
2) Masa remaja tengah (13-15 tahun)
 Ingin mencari identitas diri
 Ada keinginan untuk berkencan atau mulai tertarik dengan lawan jenis
 Timbul perasaan cinta yang mendalam
 Kemampuan berpikir abstrak makin berkembang
 Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual
3) Masa remaja akhir (16-19 tahun)
 Menampakkan pengungkapan kebebasan diri
 Dalam mencari teman sebaya lebih selektif
 Memiliki citra terhadap dirinya
 Dapat mewujudkan perasaan cinta
 Memiliki kemampuan berpikir abstrak

6
b. Tanda-tanda perubahan yang terjadi pada remaja wanita

1) Perubahan fisik
 Tanda-tanda primer
Adanya perubahan kematangan organ-organ reproduksinya yang
ditandai dengan datangnya haid.Ovarium mulai berfungsi dengan matang
dibawah pengaruh hormone gonadotropin dan hipofisis, folikel mulai
tumbuh meski belum matang tetapi sudah dapat mengeluarkan estrogen.
Korteks kelenjar suprarenal membentuk androgen yang berperan pada
pertumbuhan badan. Selain pengaruh hormone somatotropin diduga
kecepatan pertumbuhan wanita dipengaruhi juga oleh estrogen.

      Tanda-tanda sekunder

a) Rambut
Tumbuhnya rambut pada kemaluan ini terjadi setelah pinggul dan
payudara mulai berkambang. Bulu ketiak dan bulu pada wajah mulai
tampak setelah datang haid. Rambut yang mula-mula berwarna terang
berubah menjadi lebih subur, gelap, kasar, keriting.

b) Pinggul
Pinggul berubah menjadi lebih memebesar dan membulat. Hal ini
disebabkan karena membesranya tulang pinggul dan lemak dibawah
kulit.

c) Payudara
Bersamaan dengan membesarnya pinggul maka payudara juga
membaesar dan puting susu ikut menonjol. Disini makin membesarnya
kelenjar susu maka payudara semakin besar dan bulat.

d) Kulit

7
Kulit menjadi semakin kasar, lebih tebal dan pori-pori lebih
membesar. Tetapi kulit wanita lebih lembut daripada kulit pria.

e) Kelenjar lemak dan kelenjar keringat


Kelenjar lemak dan keringat menjadi lebih aktif. Pada masa ini
sering timbul masalah jerawat karena adanya sumbatan kelenjar
keringat dan baunya menusuk pada saat sebelum dan sesudah haid.

f) Otot
Menjelang akhir masa puber, otot menjadi semakin membesar dan
kuat. Akibat akan terbentuk bahu, lengan dan tungkai kaki.

g) Suara
Suara berubah menjadi merdu.

h) Kelenjar lemak dan kelenjar keringat


Kelenjar lemak dan keringat menjadi lebih aktif. Pada masa ini
sering timbul masalah jerawat karena adanya sumbatan kelenjar
keringat dan baunya menusuk pada saat sebelum dan sesudah haid.

2) Perubahan kejiwaan
 Perubahan emosi
Remaja lebih peka atau sensitif sehingga lebih mudah menangis,
cemas, frustasi, bisa tertawa tanpa alasan yang jelas. Selain itu, mudah
bereaksi bahkan agresif terhadap gangguanatau rangsangan luar yang
mempengaruhinya. Pada masa ini ada kecenderungan tidak patuh pada
orang tua, lebih suka pergi sama teman, tidak betah tinggal dirumah.

 Perkembangan intelrgensia
Pada perkembangan ini remaja cenderung mengembangkan cara
berpikir abstrak dan ingin mengetahui hal-hal baru yang mendorong
perilaku ingin coba-coba.

8
3) Reproduksi
Masa ini terpenting bagi wanita dan kira-kira berlangsung 33 tahun.
Haid pada masa ini paling teratur dan memungkinkan untuk kehamilan. Tetapi
setelah usia 40 tahun keatas akan mulai terjadi penurunan kesuburan atau
fertilitas.

4) Klimakterium
Klimakterium bukan suatu keadaan patologik melainkan suatu masa
peralihan yang normal yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah
menopause. Fase klimakterium berlangsung bertahap yaitu :

a. Sebelum menopause
Pada masa ini klimakterium kira-kira dimulai 6 tahun sebelum masa
menopause. Disini, fungsi organ reproduksinya mulai turun, kadar
estrogen mulai turun dan kadar hormon gonadotropin mulai meningkat
sampai timbulnya keluhan tanda-tanda menopause.

b. Selama menopause
Terjadi selama berlangsungnya menopause, rentangan 1-2 tahun
sebelum sampai 1 tahun sesudah menopause. Pada periode ini wanita
mengalami keluhan memuncak.

c. Sesudah menopause
Masa ini berlangsung mulai 6-7 tahun ssesudah menopause. Pada saat 
ini kadar estrogen sudah pada titik rendah sesuai dengan keadaan senium
dan disertai dengan mulai memburuknya kondisi badan.

 Perubahan yang terjadi :


a) Terjadi penurunan kadar estrogen dan kadar gonadotropin mulai
meningkat
b) Organ reproduksi mulai mengalami penurunan fungsi : ovarium
mengecil, uterus mengecil, epitel vagina menipis.

9
c) Jumlah folikel menjadi hanya beberapa ribu buah saja dan lebih
resisten terhadap rangsanngan gonadotropin
d) Pada usia 40 tahun lebih siklus haid mulai tidak disertai dengan
ovulasi
e) Terjadi perubahan kesuburan seorang wanita muali menurun pada
awal klimakterium
f) Perubahan perdarahan pada premenopause
g) Pasca menopause terjadi gangguan vegetatif, psikis, organis.

5) Menopause
Menopause adalah periode berhentinya haid secara alamiah atau suatu
masa dimana seorang wanita mengalami perdarahan haid terakhir dan tidak
pernah mendapatkan haid lagi. Menopause menyebabkan beberapa perubahan
fisik yang dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang wanita. Ini semua
merupakan akibat dari berkurangnya kadar estrogen dan progesteron.
Perubahan yang terjadi pada masa ini yaitu :

a. Perubahan psikis
Perubahan psikis pada masa menopause sangat bergantung pada
masing-masing individu. Pengetahuan yang cukup akan membantu
seorang wanita memahami dan mempersiapkan dirinya menjalani masa ini
dengan lebih baik. Perubahan yang terjadi :

 Rasa khawatir : perasaan merasa tua, tidak menarik lagi, takut tidak
bisa memenuhi kebutuhan seksual suami
 Rasa tertekan karena takut menjadi tua
 Lebih sensitif dan emosi (marah, cemas, depresi )
b. Perubahan fisik
Perubahan yang terjadi meliputi :

 Kulit menjadi kendor


 Kulit menjadi kering dan keriput

10
 Kulit manjadi mudah terbakar sinar matahari
 Timbul pigmentasi pada kulit
 Payudara mulai lembek
 Vagina menjadi kering
 Epitel vagina menipis
 Dispareunia
 Perasaan panas dan berkeringat pada malam hari (hot fluse)
 Tidak dapat menahan air seni
 Hilangnya jaringan penunjang
 Penambahan berat badan
 Gangguan mata
 Nyeri tulang dan sendi

6) Senium
Pada masa ini telah terjadi kesimbangan hormonal yang baru. Pada masa
ini perubahan yang terjadi ialah kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan
fisik sebagai proses menjadi tua. Dalam masa ini cenderung terjadi
osteoporosis yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid dan
osteotrofoblas yang berkurang.

Asuhan yang diberikan

a. Gizi seimbang
b. Informasi tentang kesehatan reproduksi
c. Pencegahan kekerasan termasuk seksual
d. Pencegahan terhadap ketergantungan napza
e. Perkawinan pada usia wajar         
f. Pendidikan, peningkatan keterampilan
g. Peningkatan penghargaan diri
h. Peningkatan pertahanan terhadap godaan dan ancaman
i. Masalah yang ditemui meliputi : seks komersial, pelecehan seksual,
penyalahgunaan obat

11
3. Usia Subur
Usia dewasa muda, yaitu antara 18 sampai 40 tahun, sering dihubungkan dengan
masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Inilah usia
produktif dalam menapak karir yang penuh kesibukan di luar rumah. Di usia ini
wanita harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima,
sehingga jika terjadi kehamilan dapat berjalan dengan lancar, dan bayi yang
dilahirkan pun sehat.

Pada periode ini masalah kesehatan berganti dengan gangguan kehamilan,


kelelahan kronis akibat merawat anak, dan tuntutan karir. Kanker, kegemukan,
depresi, dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti tubuhnya. Gangguan yang
sering muncul pada usia ini, adalah endometritis yang ditandai dengan gejala nyeri
haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar atau
air kecil. Penderita kadang mengalami nyeri hebat, tetapi ada juga yang tidak
mengalami gejala apa-apa.

a. Kehamilan dan persalinan yang aman
b. Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi
c. Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan menggunakan alat
kontrasepsi
d. Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS
e. Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas
f. Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi secara rasional
g. Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim
h. Pencegahan dan managemen infertilitas

12
i. Masalah yang mungkin ditemui: kesakitan dan kematian ibu yang disebabkan
berbagai kondisi, malnutrisi, anemia, kemandulan, pelcehan/kekerasan
seksual, komplikasi aborsi, ISR/IMS/HIV/AIDS dan pengaturan kesuburan
j. Pendekatan yang dapat dilakukan: pendidikan kesehatan, suplemen,
konseling, pencegahan primer, pengobatan KB, pendidikan tentang perilaku
seksual yang bertanggung jawab, pencegahan dan pengobatan IMS,
pelayanan antenatal, persalinan, post partum pelayanan kebidanan darurat,
imunisasi dan informasi-informasi.
Asuhan yang diberikan

k. Kehamilan dan persalinan yang aman
l. Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi
m. Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan menggunakan alat
kontrasepsi
n. Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS                                
o. Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas
p. Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi secara rasional
q. Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim
r. Pencegahan dan managemen infertilitas

4. Usia Lanjut
Yang dianggap lanjut usia (lansia) adalah setelah mencapai usia 60 tahun. Inilah
masa yang paling rentan diserang berbagai penyakit degeneratif dan penyakit berat
lainnya. Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya
secara teratur. Prioritas utamanya adalah menjaga agar tubuh tetap sehat dengan
mengatur pola makan yang benar, dan minum suplemen yang dibutuhkan tubuh.
Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual.

a. Perhatian pada problem menapouse


b. Perhatian pada penyakit utama degeneratif, termasuk rabun, gangguan mobilitas
dan osteoporosis
c. Deteksi dini kanker rahim

13
d. Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini: penyakit sistem sirkulasi,
kekerasan, prolaps/osteoporosis, kanker saluran reproduksi, kanker payudara,
ISR/IMS/HIV/AIDS
e. Pendekatan yang dapat dilakukan: dipengaruhi oleh pengalaman reproduksi
sebelumnya, diagnosis, informasi dan pengobatan dini.

Asuhan apa yang diberikan

a. Perhatian pada problem menapouse


b. Penyakit jantung koroner
c. Kadar estrogen yang cukup, mampu melindungi wanita dari penyakit jantung
koroner, berkurangnya hormone estrogen dapat menurunkan kadar kolesterol
baik (HDL) dan meningkatnya kadar kolesterol tidak baik (LDL) yang
meningkatkan kejadian jantung koroner
d. Osteoporosis                                                                                  
Adalah berkurangnya kepadatan tulang pada wanita akibat penurunan kadar
hormone estrogen sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah
e. Gangguan mata
Mata terasa kering dan kadang terasa gatal karena produksi air mata berkurang
f. Kepikunan
Kekurangan hormone estrogen juga mempengaruhi susunan saraf pusat dan
otak. Penurunan hormone estrogen menyebabkan kesulitan berkonsentrasi,
sukar tidur, gelisah, depresi sampai pada kepikunan tipe Alzeimer dapat terjadi
bilamana kekurangan estrogen sudah berlangsung cukup lama dan berat, yang
dipengaruhi factor keturunan
g. Deteksi dini kanker rahim.

14
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Kesehatan mental merupakan faktor terpenting untuk menjalankan kehidupan
manusia secara normal. Psikis manusia jika tidak dijaga akan menimbulkan suatu
gangguan jiwa yang lambat laun dibiarkan akan menjadi suatu beban yang berat bagi
penderitanya.

3.2. Saran

Diharapkan setelah membaca makalah ini mahasiswa/i dapat memahami dan


mempelajari lebih dalam tentang “Tahapan Perkembangan Mental dan Perubahan
Kesehatan (Perkembangan anak, dewasa, orang tua/ lansia)”

15
Daftar Pustaka

http://hamsahpk4.blogspot.com/2013/10/makalah-gangguan-sistem reproduksi.html
( di unduh tanggal 16 April 2015)w

http://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/05/konsep-dasar-kesehatan-reproduksi.html
( di unduh tanggal 16 April 2015)

16