Anda di halaman 1dari 15

SOSIALISASI

PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN (RK) DAK


BIDANG KESEHATAN TA 2022

Plt. Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran


Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan

28 Oktober 2021
DASAR HUKUM

DAK FISIK
1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.07/2019 tentang
pengelolaan DAK Fisik.
2. Peraturan Menteri PPPN/Kepala Bappenas Nomor 4 Tahun 2019 tentang
Perencanaan Dana Transfer Khusus.

DAK NONFISIK
1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.07/2021 tentang
Pengelolaan DAK Nonfisik.
2. Peraturan Menteri PPPN/Kepala Bappenas Nomor 4 Tahun 2019 tentang
Perencanaan Dana Transfer Khusus.

2
Tahapan Perencanaan dan Penganggaran DAK TA 2022

Penyusunan Sosialisasi dan Verifikasi Usulan Sinkronisasi Penganggaran Penyusunan


Arah Kebijakan Pengusulan dan Penilaian dan dan Rencana
DAK Tahun 2022 Daerah Awal Usulan Harmonisasi Pengalokasian Kegiatan (RK)

Multilateral Meeting Sosialisasi Kebijakan Verifikasi Usulan DAK Sinkronisasi dan Pembahasan Pagu Penyusunan
DAK Bidang Kesehatan dan Menu DAK Bidang oleh Kemendagri dan Harmonisasi Usulan DAK per bidang Rencana Kegiatan
(31 Maret – 1 April Kesehatan Provinsi DAK bersama DPR (Okt – Des 2021)
2021) (24 – 25 Mei 2021) (14 Juni – 7 Juli 2021) (4 Agustus– 3 (September 2021)
September 2021)

Penetapan Rencana
Pengusulan DAK oleh Penetapan UU APBN Kegiatan
Daerah Penilaian Awal Usulan dan Alokasi Anggaran (Desember 2021)
(21 Mei – 30 Juni 2021) DAK oleh K/L dan (Oktober 2021)
Bappenas
(1 - 23 Juli 2021)

Usulan Pagu Indikatif


(23 Juli 2021)
Pelaksanaan Penyusunan RK

Tempat Pelaksanaan Aplikasi dan Pendukung


• Pembahasan melalui daring (zoom) • Fisik  Krisna
• Pastikan jaringan internet yang • Non Fisik  e-renggar
memadai • Link Upload & Pedoman dakung daerah:
https://bit.ly/dakungDAKKes22

Penyusunan RK
Waktu Pelaksanaan Tim Penilai/Pembahas/Pengendali
• Gelombang I 1-6 November 2021 • Biro Perencanaan dan Anggaran
• Gelombang II 8-13 November 2021 • Inspektorat Jenderal
• Gelombang III 15-20 November 2021 • Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat
• Gelombang IV 22-27 November 2021 • Jenderal Pelayanan Kesehatan
• Gelombang V 29 Nov-4 Desember 2021 • Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
• Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit
• Badan PPSDM Kesehatan

4
Pagu DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2022
DAK FISIK (Subbidang) PAGU PERPRES 2022
Penguatan Penurunan Angka Kematian Ibu 2.626.362.927.000
Penguatan Percepatan Penurunan Stunting 750.388.932.000
Pengendalian Penyakit 1.448.345.586.000
Penguatan Sistem Kesehatan 8.075.255.435.000
Kefarmasian 2.275.556.675.000
Total Bidang Kesehatan 15.175.909.555.000

DAK Nonfisik (Menu) PAGU PERPRES 2022


BOK Provinsi ((UKM Tersier, Akreditasi Labkesda & Kefarmasian) ) 100.000.000.000
BOK Kab/Kota ((UKM Sekunder, Akreditasi Puskesmas dan Labkesda, & Kefarmasian) 1.028.000.000.000
BOK Puskesmas 8.217.879.184.000
BOK Stunting 238.999.206.000
Jaminan Persalinan 200.000.000.000
Pelayanan Kesehatan Bergerak 36.458.512.000
Pengawasan Obat dan Makanan 111.793.098.000

Total Bidang Kesehatan 9.933.130.000.000

5
Tata Tertib Bagi Peserta Daerah (1/3)
A. Peserta daerah Penyusunan RK DAK TA 2022 :
1. Dinas Kesehatan Provinsi;
2. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota;
3. RS Provinsi/Kabupaten/Kota;
4. Labkesda Provinsi/Kabupaten/Kota;
5. Memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pembahasan terkait data teknis dan usulan
kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2022;
6. Sudah menginput laporan triwulan III tahun 2021 ke dalam e-monev (e-renggar) DAK dan
membawa bukti inputnya pada saat melakukan pembahasan dengan petugas.
B. Regisrasi Peserta
Setiap peserta harus sudah melakukan registrasi daring secara lengkap dengan mengunggah
foto dan Surat Tugas melalui link: https://bit.ly/3AUOyLC paling lambat sehari sebelum
pembahasan; 6
Tata Tertib Bagi Peserta Daerah (2/3)

C. Waktu Pelaksanaan
1. Pembahasan RK dilakukan pada tanggal 1 November – 4 Desember 2021
2. Biro Perencanaan dan Anggaran tidak menerima konsultasi pada masa pembahasan RK
3. Peserta desk hadir tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan (sudah join
zoom meeting 10 menit sebelum jadwal pembahasan)
4. Tidak ada waktu pembahasan tambahan di luar jadwal yang telah ditetapkan

D. Berita Acara RK
Penandatangan Berita Acara RK DAK dari daerah untuk semua subbidang/jenis DAK Bidang
Kesehatan adalah Kepala Dinas Kesehatan/Kepala Bappeda.

7
Tata Tertib Bagi Peserta Daerah (3/3)

E. Mekanisme Pelaksanaan
1. Pembahasan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting.
2. Peserta daerah yang mengikuti pembahasan RK DAK Bidang Kesehatan TA 2022 sesuai
surat tugas agar menggunakan nama identitas peserta dengan format sebagai berikut:
nama daerah _ nama instansi _ nama peserta
3. Peserta daerah mempersiapkan data dukung usulan DAK Bidang Kesehatan TA 2022
4. Satker daerah mempersiapkan tim yang akan melakukan pembahasan dari segi jumlah
personil maupun penguasaan materi pembahasan

8
PROSES BISNIS PENYUSUNAN
RK DAK BIDANG KESEHATAN
TA 2022

9
Bagan Alur Penyusunan Rencana Kegiatan DAK Fisik
Kode
Nama Proses Keterangan
Proses
1.1 Usulan dan Daerah mengajukan usulan RK DAK Fisik dengan
konfirmasi daerah terlebih dahulu melakukan konfirmasi daerah
pada setiap rincian kegiatan yang diusulkan dan
melakukan lock data di level subbidang untuk
dilakukan pembahasan dengan unit utama
1.2 Pembahasan RK Unit utama dan Roren melakukan pembahasan
dengan daerah selama proses pembahasan RK,
Inspektur Jenderal melakukan pendampingan
1.3 Melakukan edit Unit utama dan Daerah menyesuaikan stock
usulan program atau menyesuikan hasil pembahasan
1.3.1 Menyesuaikan Unit utama menyesuaikan usulan daerah dengan
hasil hasil pembasan
pembahasan
1.3.2 Menyesuaikan Roren merubah stock program menjadi approved
stock program dan/atau menambahkan usulan baru sesuai
dengan hasil dokumen pembahasan unit utama
dengan daerah
1.4 Konfirmasi ulang Proses konfirmasi ulang ini dilakukan atas :

- penyesuaian kegiatan stock program

- penyesuaian kegiatan hasil pembahasan


1.5 Melakukan lock Setelah usulan RK disetujui pada setiap rincian
approval usulan menu kegiatan, maka unit melakukan lock
RK approval di level subbidang
1.6 Memproses Setelah unit utama melakukan lock approval,
tanda tangan Daerah menginput tanda tangan Kepala Dinas
Daerah Kesehatan pada berita acara RK
1.7 Memproses Roren menginput tanda tangan Kepala Biro
tanda tangan Perencanaan dan Anggaran / Koordinator
Pusat Substansi PSP pada berita acara RK
Kebijakan Penyusunan RK DAK Fisik (1/2)

1. Penyusunan usulan RK DAK Fisik Bidang Kesehatan, rincian kegiatan mengacu pada hasil
penilaian sinkronisasi dan harmonisasi
2. Penyesuaian usulan RK bagi daerah yang mendapatkan selisih kurang/lebih antara pagu
hasil penilaian sinkronisasi dan harmonisasi pada aplikasi krisna dengan pagu alokasi yang
diinformasikan resmi melalui website Kementerian Keuangan, diperbolehkan untuk
melakukan:
a. Selisih kurang: pengurangan volume kegiatan atau detail rincian
b. Selisih lebih: penambahan volume kegiatan/perubahan status stock program menjadi
approved dan/atau penambahan usulan baru jika selisih lebih namun tidak memiliki stock
program/ stock program lebih kecil dari selisih dengan catatan termasuk lokpri.
3. Untuk rincian kegiatan yang memiliki komponen, jenis komponen tidak keluar dari usulan
awal dan/atau hasil sinkronisasi kecuali mendapatkan selisih lebih setelah seluruh usulan
awal komponennya dipenuhi atau yang merupakan kegiatan advokasi.

11
Kebijakan Penyusunan RK DAK Fisik (2/2)

4. Terkait poin 2, daerah dapat menentukan pembagian pagu hasil selisih kurang/lebih antar
OPD sesuai dengan prioritas masing-masing yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. Surat
penetapan Kepala Daerah ditunjukkan pada saat pembahasan RK (daftar daerah
sebagaimana terlampir di bit.ly/dakungDAKKes22).
5. Perubahan status stock program pada menu/rincian menu/detail rincian diusulkan secara
tertulis pada saat pembahasan dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan
6. Penambahan usulan baru pada menu/rincian menu/detail rincian diusulkan secara tertulis
pada saat pembahasan dan ditandatangani oleh Kepala Daerah.
7. Penambahan usulan baru sesuai dengan referensi lokasi prioritas sebagaimana terlampir
di bit.ly/dakungDAKKes22.
8. Usulan rincian kegiatan yang sudah ditolak (reject) pada fase sebelumnya tidak dapat
diusulkan perubahan statusnya menjadi approved.
9. Penyesuaian usulan rencana kegiatan, juga dapat dilakukan untuk pengalihan alokasi
kegiatan penunjang dengan maksimal nilai 5% dari RK yang disetujui.

12
Bagan Alur Penyusunan Rencana Kegiatan DAK Nonfisik
Kode Nama
Keterangan
Proses Proses
2.1 Mengusulkan Daerah mengajukan usulan RK DAK Nonfisik
RK pada e-renggar
2.2 Membahas Unit utama melakukan pembahasan dengan
RK level daerah di level komponen, dan didampingi oleh
komponen Roren dan Itjen
2.3 Melakukan Jika hasil pembahasan diperlukan perbaikan,
edit usulan maka unit utama melakukan melakukan edit
usulan perbaikan
2.4 Mengkonfirm Proses konfirmasi ulang ini dilakukan atas
asi penyesuaian kegiatan hasil pembahasan

2.5 Melakukan Setelah usulan RK disetujui pada setiap


lock approval komponen menu kegiatan, maka unit
rincian menu melakukan lock approval di level rincian menu

2.6 Memproses Setelah usulan disetujui, Daerah menginput


tanda tangan tanda tangan Kepala Dinas Kesehatan pada
Daerah berita acara RK
2.7 Memproses Roren menginput tanda tangan Kepala Biro
tanda tangan Perencanaan dan Anggaran / Koordinator
Pusat Substansi PSP pada berita acara RK

13
Kebijakan Penyusunan RK DAK Nonfisik

a. Usulan Rencana Kegiatan DAK Nonfisik TA 2022 sesuai menu kegiatan dan pagu
alokasi per daerah.
b. Pemerintah Daerah agar menentukan peruntukan alokasi per rincian menu
kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) sesuai prioritas dan kebutuhan
daerah khususnya untuk BOK Provinsi, BOK Kab./Kota dan BOK Puskesmas
dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi membagi alokasi UKM tersier pada BOK
Provinsi per rincian kegiatan.
2) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota membagi alokasi UKM sekunder
pada BOK Kabupaten/Kota dan UKM primer pada BOK Puskesmas per rincian
kegiatan.
3) Pembagian alokasi per rincian menu kegiatan sebagaimana dimaksud pada
huruf a dan b ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
atau Kabupaten/Kota.

14