Anda di halaman 1dari 4

ROLEPLAY KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PASIEN KECEMASAN

Untuk memenuhi tugas keperawatan jiwa I

Disusun oleh :
1. Muhamad Arif Efendi
2. Muhammad Rezal

UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA


PURWOKERTO
2020/2021
Sp. 1-P : Bina hubungan saling percaya dengan pasien, kaji faktor penyebab gangguan
spiritual pada pasien, bantu pasien mengungkapkan perasaan dan pikiran akan terhadap
spiritual yang diyakininya, bantu klien mengembangkan skill untuk mengatasi perubahan
spiritual dalam kehidupan.

a. Orientasi
Perawat : Assalamualaikum pak, nama saya perawat Muhammad Reza saya
dipanggil Rezal, Nama bapak siapa?
Pasien : Iya perawat, nama saya Arif.
Perawat : Bapak suka dipanggil apa?
Pasien : Panggil saja saya Arif.
Perawat : Oh, baik. Saya dari Politeknik Kesehatan Depkes Tasikmalaya
Program Studi Keperawatan Cirebon yang akan merawat
bapak selama 2 minggu di sini. Bagaimana perasaan bapak pagi ini.
Pasien : Saya sedang sedih perawat.
Perawat : Bagaimana kalau kita berbicara tentang masalah - masalah yang
 bapak alami, kita ngobrol selama 30 menit ya? Dimana menurut
 bapak tempat yang cocok untuk kita ngobrol?
Pasien : Di bawah pohon rindang saja
perawat. Perawat : Oh disana? Mari pak kalau
begitu.
 b. Kerja

Perawat : Apa masalah yang bapak rasakan saat ini?


Pasien : Saya marah sama tuhan, saya tidak mau shalat dan tidak
mau mengaji lagi. Saya merasa tidak berguna lagi.
Perawat : Coba bapak sampaikan apa yang menyebabkan bapak tidak
sholat dan mengaji seperti dulu?
Pasien : Semenjak musibah tsunami itu saya kehilangan pekerjaan dan
harta saya perawat.
Perawat : Oh, ya! selain itu faKtor apa lagi yang menyebabkan bapak
tidak sholat dan mengaji.
Pasien : Sekarang saya merasa sudah tidak berguna lagi.
Perawat : Coba bapak sampaikan pendapat bapak tentang agama atau
keyakinan yang bapak anut selama ini?
Pasien : Agama yang saya anut adalah agama yang membawa kedamaian.
Perawat : Menurut bapak, apakah agama yang bapak anut bisa membawa
kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan bapak saat ini?
Pasien : Saya merasa ini tidak seperti yang saya yakini.
Perawat : Apakah hal tersebut yang mempengaruhi bapak sehingga
kurang aktif melakukan sholat dan mengaji?
Pasien : Iya perawat.
Perawat : Apa saja kegiatan ibadah yang bapak
jalankan? Pasien : Shalat, shalawat dan zikir, perawat.
Perawat : Yang mana kira-kira yang ingin bapak
jalankan? Pasien : Shalawat dan zikir, perawat.
Perawat : Mari bapak coba misalnya sholawat atau zikir.
Pasien : Shalatullah salaamullah ‘alatoha rasulillah, salaatullah salamullah ‘alaa yasiin
habibillah.
Perawat : Bagus sekali! Bagaimana perasaan bapak setelah mencoba? Pasien :
Saya merasa tenang, perawat.
Perawat : Apa keuntungan giat beribadah yang pernah bapak rasakan? Pasien :
Saya merasa tenang, perawat.
Perawat : Betul sekali, setelah beribadah kita merasa tenang.
c. Terminasi
Perawat : Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang – bincang? Pasien : Saya
merasa lebih lega, perawat.
Perawat : Tampaknya bapak semangat menjawab pertanyaan perawat ya? Pasien : Iya
perawat.
Perawat : Coba bapak ulangi apa yang sudah kita diskusikan bersama - sama hari ini!
Pasien : Saya merasa tidak maksimal beribadah dan tadi saya sudah mencoba bershalawat,
perawat.
Perawat : Bagus sekali, jadi bapak sudah tahu penyebab masalah bapak ya? Selain itu bapak
juga telah mengungkapkan perasaan dan pikiran
 bapak tentang agama dan tahu kegiatan yang bapak bisa lakukan.
Pasien : Iya perawat.
Perawat : Nah sekarang ibadah mana yang bapak coba lakukan? Jangan lupa ya pak!
Pasien : Iya perawat.
Perawat : Besok lagi kita bertemu untuk mengetahui manfaat kegiatan ibadah yang bapak
lakukan serta belajar cara ibadah lain.
Pasien : Iya perawat.
Perawat : Sampai jumpa bapak, Assalamualaikum! Pasien:
Waalaikumsalam.

Anda mungkin juga menyukai