Anda di halaman 1dari 166

BA OAL

GIZIPEDIA INDONESIA
BankSoalUjiKompetensi-GizipediaIndonesia |2

Daftar Isi

Daftar Isi..............................................................................................................................................2
PENDAHULUAN.....................................................................................................................................3
Definisi Uji Kompetensi......................................................................................................................3

Tujuan Uji Kompetensi Gizi................................................................................................................3

Struktur Materi Uji Kompetensi Gizi..................................................................................................3

Pengadaan Uji Kompetensi Gizi.........................................................................................................3

Remedial Uji Kompetensi Gizi............................................................................................................4

Tripe Soal Uji Kompetensi Gizi...........................................................................................................4

Komponen Soal Uji Kompetensi Gizi..................................................................................................4

Nilai Batas Lulus.................................................................................................................................4

Blue Print...........................................................................................................................................5

BANK SOAL UJI KOMPETENSI.................................................................................................................6


Bagian 1.............................................................................................................................................6

Bagian 2...........................................................................................................................................50

Bagian 3...........................................................................................................................................99

GIZI KLINIK...................................................................................................................................99
ETIKA PROFESI...........................................................................................................................108
LANDASAN ILMIAH....................................................................................................................123
GIZI MASYARAKAT.....................................................................................................................133
BONUS: 40 Soal pilihan dari kumpulan soal uji kompetensi gizi....................................................147

PENUTUPAN......................................................................................................................................165
PENDAHULUAN

Definisi Uji Kompetensi


Uji kompetensi (UKOM) adalah proses penilaian (assessment) baik teknis maupun non teknis
melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang telah kompeten atau
belum kompeten pada suatu unit kompetensi atau kualifikasi pekerjaan tertentu.

Tujuan Uji Kompetensi Gizi


Uji kompetensi gizi dibutuhkan untuk menilai sejauh mana kompetensi standar suatu keahlian
telah dicapai oleh peserta uji. Setiap peserta diuji sesuai jenjang pendidikannya dan perlu melakukan
uji kompetensi ulang bila melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, karena sertifikat
kompetensi yang didapatkan berbeda untuk setiap jenjang.
Kompetensi yang dimaksud bersifat multi dimensi dan terintegrasi, yang meliputi aspek :
pengetahuan (kognitif), sikap (konatif) dan keterampilan (skill) yang diperlukan untuk menghadapi
situasi riil dalam menerapkan keahlian seperti yang akan dijalani oleh peserta uji.

Struktur Materi Uji Kompetensi Gizi


 Indikator kerja (bukti-bukti spesifik), sebagai penjabaran yang terukur dari unit kompetensi,
yang mencakup aspek-aspek Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap kerja, serta persyaratan
dan standar yang diterapkan di industri;
 Format dan materi yang harus mampu mengarahkan peserta uji dalam hal mengukur kesiapan
dan kompetensi yang dimilikinya secara objektif terhadap unit kompetensi yang akan
diujikan.
 Metode Uji Kompetens harus mampu mengumpulkan bukti-bukti yang memenuhi kriteria
Validitas, Terkini, Memadai, serta Otentik. Metode yang digunakan harus terdiri atas
beberapa metode atau mengkombinasikan beberapa metode sekaligus;
 Soal-soal Uji harus mempertimbangkan ketercakupan dimensi kompetensi (task skill, task
management skill, contingency skill, environment management skill and transfer skill) serta
standar dan persyaratan kerja yang berlaku di industri/perusahaan;
 Sumber Daya Uji, dapat mencakup fasilitas, mesin-mesin, peralatan serta bahan yang
dibutuhkan, yang harus mampu mendukung keberhasilan uji kompetensi, baik terhadap asesor
maupun peserta uji;
 Kegiatan Uji yang dilaksanakan harus mampu mendorong peserta agar dapat menampilkan
seluruh potensi dan kemampuan yang dimilikinya, agar asesor dapat mengumpulkan bukti-
bukti untuk menyimpulkan apakah peserta K atau BK.

Pengadaan Uji Kompetensi Gizi


Uji kompetensi gizi dilakukan oleh perguruan tinggi bekerjasama dengan organisasi profesi,
dan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi. Uji Kompetensi ini dilaksanakan oleh Panitia Nasional
yang disepakati oleh AIPGI dan PERSAGI mulai tahun 2018. Untuk pelaksanaan tahun 2019-2020
ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama Nomor 001/SK/AIPGI/IV/2019 dan 3973/SK/DPP-
PERSAGI/IV/2019.
Gizipedia Indonesia bukan merupakan bagian dari lembaga resmi penyelenggara uji
kompetensi gizi. Simulasi maupun try out yang diadakan murni merupakan inisiatif pengurus untuk
membantu mahasiswa mempersiapkan uji kompetensi gizi berbasis CBT (Computer Based Test) yang
diadaptasi dari ujian nasional tenaga kesehatan lain. Simulasi uji komptensi Gizipedia Indonesia
mengikuti alur pra uji kompetensi panitia nasional, yaitu: Penjaminan Mutu (Pembuatan Soal) dari
praktisi dan dosen yang memiliki pengalaman sebagai panitia pengawas, review, Pemilihan dan
Pengacakan Soal, lalu pengadaan try out.
Untuk pendaftaran uji kompetensi gizi yang dilaksanakan oleh Panitia Nasional yang
disepakati oleh AIPGI dan PERSAGI silahkan melalui website berikut:
 D3 dan D4: http://uknakes.ristekdikti.go.id/
 S1 dan Profesi: www.ukomgizi.aipgi.org
Atau dapat langsung melalui sekertariat Panitia Nasional:
 Lantai 3 Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian
Bogor, Telp/Fax: (0251) 8628304.

Remedial Uji Kompetensi Gizi


Tidak ada remedial UKOM bagi peserta yang tidak lulus UKOM Nasional. Peserta yang tidak
lulus ukom diizinkan untuk mengikuti UKOM pada periode selanjutnya (retaker) dengan mengikuti
prosedur pendaftaran seperti pendaftar baru.

Tripe Soal Uji Kompetensi Gizi


Sistem uji yang dilakukan merupakan ujian tulis menggunakan 180 soal berbasis kasus yang
harus dikerjakan dalam waktu maksimal 180 menit. Format pertanyaan soal adalah pilihan berganda
dengan satu jawaban yang benar

Komponen Soal Uji Kompetensi Gizi


Soal uji kompetensi gizi terdiri dari komponen pokok: 1.Vignette, Skenario atau Stem; 2.
Lead-in; 3.Pilihan ganda jawaban (4 distraktor dan 1 jawaban benar). Contoh:
[vignette]
Tn A, 20 tahun dengan diagnosis medis DM tipe 1 dan mempunyai
diagnosis gizi perubahan data laboratorium (glukosa darah, HbA1c) yang
disebabkan karena gangguan fungsi endokrin ditandai oleh glukosa darah
puasa 200 mg/dl dan HbA1c 8%. Ahli gizi melakukan monitoring dan
evaluasi 1 minggu kemudian.

[lead-in]
Tanda dan gejala apakah yang harus diperhatikan dan dicatat oleh ahli gizi
pada dokumen rekam medis Tn A?

[pilihan jawaban]
A. HbA1c
B. Tinggi badan
C. Aktivitas fisik
D. Riwayat keluarga
E. Glukosa darah puasa

Nilai Batas Lulus


Belum ditetapkan status kelulusan peserta ukom dengan Nilai Batas Lulus (NBL) oleh
panitia nasional. Pada simulasi yang diadakan Gizipedia Indonesia, NBL yang ditetapkan adalah bisa
menjawab 60% dari keseluruhan soal dengan benar.
Blue Print
Kisi-Kisi Soal Uji Sesuai Standar Kompetensi AIPGI

Tinjauan 1 - Area Kompetensi


No Penilaian D3 % D4 % S1 % RD %
1 Landasan Ilmiah Ilmu Gizi dan Pangan 5-10 5-10 20-30 5-10
2 Asuhan Gizi Individu dan Kelompok (Gizi Klinik) 30-40 35-40 20-30 40-45
3 Manajemen Program Pelayanan Pangan dan Gizi 15-20 10-15 10-15 10-15
(Gizi Masyarakat)
4 Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan 15-20 15-20 10-15 10-15
5 Etika Moral dan profesional Gizi 5-10 5-10 5-10 5-10
6 Komunikasi Efektif 5-10 5-10 5-10 5-10
7 Penelitian Terapan/saintifik 5-10 5-10 5-10 5-10

Tinjauan 2 - Domian Perilaku


1 Kognitif 20-30 20-30 45-55 20-30
2 Prosedural 45-60 45-60 25-35 40-60
3 Konatif 15-30 15-30 15-30 20-30

Tinjauan 3 - Kemampuan Penalaran


1 Recall 10-30 10-30 10-20 10-30
2 Reasoning 70-90 70-90 70-90 70-90

Tinjauan 4 - Proses
No Penilaian D3 % D4 % S1 % RD %
1 Pengkajian 10-20 10-20 10-20 10-20
2 Analisis atau diagnosis 5-10 5-10 15-20 25-30
3 Perencanaan 10-15 10-15 10-15 10-15
4 Implementasi 35-40 35-40 25-30 25-35
5 Monev 15-25 15-25 15-25 5-10
6 Dokumentasi 5-10 5-10 5-10 5-10
Tinjauan 5 - Sasaran
1 Individu (Gizi Klinik) 40-60 35-50 35-50 40-60
2 Masyarakat, keluarga dan 30-40 35-50 35-50 30-40
kelompok (Gizi Masyarakat)
3 Institusi Komersial dan Non Komersial 10-20 10-20 10-20 10-20
Tinjauan 6 – Upaya Pelayanan Gizi
No Penilaian D3 % D4 % S1 % RD %
1 Promotif 0 30-40 30-40 5-10
2 Preventif 0 40-60 40-60 5-10
3 Kuratif 0 5-10 5-10 40-60
4 Rehabilitatif 0 5-10 5-10 30-40
BANK SOAL UJI KOMPETENSI
Soal-soal berikut disusun oleh Gizipedia Indonesia yang bekerjasama dengan beberapa
dosen dan praktisi gizi yang memiliki pengalaman sebagai panitia pengawas uji kompetensi
2018/2019 sebagai pembahas soal. Dilarang memperjual-belikan soal dengan maksud untuk
mendapatkan keuntungan pribadi, pelanggar akan dikenai sanksi pelanggaran Undang-Undang
No.19 Tahun 2002.

Bagian 1

1. Tn A umur 38 tahun, TB 167 cm dan BB 60 kg datang ke poli konsultasi gizi. Pasien mengeluh
sering BAK dan lemas. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan GD puasa 180 mg% dan GD 2 jam
pp 270 mg%. Pasien suka mengkonsumsi camilan manis dan minum teh manis 3 kali/hari.
Asupan energi 110% dari kebutuhan, dan asupan serat pasien 10 gram/hari. Pasien mempunyai
riwayat obesitas sebelumnya. Ahli gizi akan membuat diagnosis gizi
Apa diagnosis gizi yang tepat untuk kasus di atas?
a. diabetes melitus berkaitan dengan suka mengkonsumsi cake,bolu dan minum teh manis
ditandai dengan gd puasa 180 mg% dan gd 2 jam pp 270 mg%
b. perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan dengan suka mengkonsumsi camilan manis
ditandai dengan asupan energi 110% dari kebutuhan
c. asupan energi berlebih berkaitan dengan suka mengkonsumsi camilan manis ditandai dengan
gd puasa 180 mg% dan gd 2 jam pp 270 mg%
d. pola makan yang salah berkaitan dengan suka mengkonsumsi camilan manis ditandai dengan
asupan energi 110%
e. riwayat obesitas berkaitan dengan suka makan camilan manis ditandai dengan bb 60
kg Jawaban; B
Pembahasan;
Diagnose gizi harus mencakup PES, dan pada soal dijelaskan detail tentang hasil Tes darah sehingga
jawaban B lebih tepat

2. Seorang anak usia 2 tahun dirawat di RS karena dehidrasi berat sebagai akibat diare yang
dideritanya. Hasil pemeriksaan antropometri, ternyata pasien mempunyai status gizi buruk. Ahli
gizi merencanakan dietnya
Apa preskripsi diet yang tepat untuk kasus di atas?
a. diet fase transisi
b. diet tinggi energi
c. diet fase stabilisas
d. diet fase rehabilitasi
e. diet untuk tumbuh kejar
Jawaban; C
Pembahasan;
Tahapan dalam tata laksana Gizi buruk ada 4 yaitu Fase Stabilisasi, Transisi, Rehabilitasi dan Tumbuh
kejar
Pada soal dijelaskan bahwa anak mengalami dehidrasi akibat diare, pada masa stabilisasi semua unsur
elektrolit diperbaiki terlebih atau distabilkan terlebih dahulu

3. Tn A mengalami luka bakar grade 2 sebesar 30% karena api. Pasien sudah 1minggu dirawat di
RS. Luka terbukanya kelihatan basah dan mengeluarkan air. Hasil pemeriksaan fisik terdapat
oedema di kaki dan tangan. Ahli gizi melakukan monev terhadap penyebab oedema.
Apa hasil pemeriksaan yang terkait dengan kasus di atas?
a. trombosit darah
b. leukosit darah
c. protein darah
d. lemak darah
e. gula darah
jawaban; C
pembahasan;
Kekurangan protein dalam darah dapat menyebabkan cairan didalam pembuluh darah keluar dan
menumpuk sehingga terjadinya Oedema.

4. Seorang anak dirawat di RS karena demam berdarah dengan IgG dan IgM untuk dengue positif.
Ahli gizi melakukan monev hasil pemeriksaan laboratorium selain trombosit
Hasil pemeriksaan apa yang dimaksud?
a. natrium darah
b. hemoglobin
c. gula darah
d. kolesterol
e. SGOT
Jawaban; B
Pembahasan;
Pemeriksaan penunjang DBD adalah mencakup pemeriksaan darah yang termasuk didalamnya
trombosit, hematocrit dan hemoglobin.

5. Seorang anak dirawat di RS karena demam berdarah dengan IgG dan IgM untuk dengue positif.
Hasil pemeriksaan trombosit di bawah normal. Ahli gizi melakukan monev asupan zat dietnya
Asupan zat gizi apa yang perlu diperhatikan pada kasus di atas?
a. karbohidrat
b. protein
c. cairan
d. lemak
e. serat
Jawaban; B
Pembasahan;
Prinsip diet DBD adalah TKTP atau Tinggi kalori tinggi protein

6. Tn B menderita diabetes dan dirawat di RS. Ahli gizi merencanakan diet untuk memenuhi
kebutuhan serat bagi pasien.
Bahan makanan apa yang sebaiknya diberikan pada kasus di atas?
a. daun singkong
b. daging ayam
c. labu siam
d. apel
e. nasi
Jawaban; A
Pembasahan;
Daun singkong memiliki kandungan serat yang cukup tinggi dengan kandungan serat 1,9 gram per 100
gram daun singkong dengan berat bersih.

7. Tn C dirawat di RS karena penyakit hepatitis A. Seorang ahli gizi melakukan monev warna urine,
bilirubin darah
Apa hasil laboratorium lain yang perlu dimonev?
a. SGPT
b. Albumin
c. kolesterol
d. gula darah
e. Hemoglobin
Jawaban; A
Pembahasan;
Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sehingga menimbulkan peradangan pada hati.
Pemeriksaan laboratorium lain sebagai penunjang untuk fungsi hati adalah terjadinya peningkatan
kadar SGOT dan SGPT
8. Kepala Instalasi gizi rumah sakit Abdoel moelok provinsi lampung sedang menjelaskan beberapa
pelayanan gizi yang diberikan kepada pasien,salah satu yg dijelaskan adalah tentang kegiatan
komunikasi dua arah yang dilaksanakan oleh ahli gizi/dietisien untuk menanamkan dan
meningkatkan sikap dan perilaku pasien dalam mengenali dan mengatasi masalah gizi sehingga
pasien dapat memutuskan apa yang akan dilakukannya.
Kegiatan pelayanan apakah yang dijelaskan oleh Kepala instalasi Gizi tersebut
a. Terapi Gizi
b. Asuhan Gizi
c. Konseling Gizi
d. PenyuluhanGizi
e. Asuhan Gizi Terstandar
Jawaban; C
Pembahasan;
Konseling gizi merupakan kegiatan yang diharapkan dapat memberi informasi persuasive kepada
pasien dan memicu pola pikir mandiri sehingga pasien dapat mengetahui secara mandiri tindakan apa
yang akan dilakukannya.

9. Kasus gizi buruk/kurang yang muncul di suatu komunitas, pada dasarnya merupakan gambaran
situasi yang tidak sebenarnya, karena masih banyak kejadian kejadian yang sama yang tidak
terungkap kepermukaan. Kondisi ini merupakan sebuah fenomena yang yang akhirnya
memunculkan sebuah theori, bahwa kondisi yang teridentifikasi jauh lebih besar dari kondisi
sebetulnya.Contoh, data kejadian anak stunted yang terjadi di Puskesmas Pulau Pisang mencapai
18,9%, maka sesungguhnya kondisi real anak stunted di lokasi tersebut jauh lebih besar dari data
tersebut, karena berbagai kesalahan dan pengumpulan data.
Apa theory yang dimaksudkan?
a. the iceberg theory of diseases
b. the natural history of diseases
c. the green theory of diseases
d. bloom theory of diseases
e. backer theory of diseases
Jawaban; A
Pembahasan;
Teori gunung es / iceberg theory diambil dari istilah gunung es yang terlihat sangat besar namun pada
kenyataannya hanya 10 persennya saja yang terapung kepermukaan, sementara pada bagian yang
tidak terlihat bongkahannya ternyata lebih besar.
Teori inilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi pada soal.

10. Seorang ahli gizi Puskesmas Pulau Pisang ingin melakukan penyuluhan dengan harapan materi
yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat
Apa yang menjadi Pertimbangan utama menentukan materi penyuluhn?
a. disesuaikan dengan potensi wilayah
b. kebutuhan masyarakat
c. tujuan penyuluhan
d. sasaran penyuluhan
e. pesan tidak bertele-tele
Jawaban; A
Pembahasan;
Hal pertama yang menjadi pertimbangan dalam melakukan penyuluhan adalah sasaran, dengan melihat
siapa sasaran yang akan diberikan sehingga dapat memberi informasi yang tepat dan akurat.

11. Seorang petugas puskesmas x yang tergabung Tim Perencanaan Tingkat Puskesmas melakukan
penyusunan POA dengan mengumpulkan data berupa peta wilayah, ketersediaan sumberdaya
(sarana prasarana, ketenagaan, pembiayaan) data peran serta masyarakat dan data sasaran.
Dalam penyusunan Perencanaan Puskesmas kegiatan tersebut masuk dalam tahap apa?
a. penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan
b. rencana usulan kegiatan
c. perumusan masalah
d. tahap persiapan
e. analisis situasi
Jawaban; E
Pembahasan;
Tahapan dalam penyusunan perencaan Puskesmas dibagi menjadi 4, yaitu
1. tahap persiapan; pada tahap ini dilakukan pembentukan tim penyusun dan pengarahan dari
kepala puskesmas.
2. Analisis situasi; ditujukan untuk memperoleh informasi mengenai keadaan dan permasalahan
yang dihadapi puskesmas melalui tahapan analisis data puskesmas.
3. Penyusunan RUK; memiliki serangkaian kegiatan berupa identifikasi masalah, penetapan
urutan masalah, rumusan masalah, mencari akar penyebab masalah, menetapkan cara
penyelesaian masalah. Semua proses dilakukan dengan diskusi curah pendapat.
4. Penyusunan RPK.

12. Seorang ahli gizi puskesmas pulau pisang melakukan skrining pada ibu hamil, Hasil skrining gizi
ibu hamil di Puskesmas Pulau Pisang terdapat 61% ibu hamil dengan LILA <23,5 cm
Apa arti data hasil skrining tersebut?
a. 61 % ibu hamil di Puskesmas Pulau Pisang kurus
b. 61 % ibu hamil di Puskesmas Pulau Pisang mengalami KEK
c. 61% ibu hamil di Puskesmas Pulau Pisang beresiko KEK
d. 61 % ibu hamil di Puskesmas Pulau Pisang beresiko tinggi
e. 61% ibu hamil di Pulau Pisang beresiko kurus
Jawaban; B
Pembahasan;
Hasil ukur LiLA <23,5 cm menunjukkan hasil bahwa ibu hamil tersebut mengalami KEK atau Kurang
Energi Kronis.

13. Seorang petugas kesehatan di puskesmas pulau pisang melakukan identifikasi masalah dengan
melakukan penilaian hasil kinerja puskesmas, hasil laporan standar pelayanan minimal, atau dari
laporan tahunan puskesmas
Apa yang dimaksud masalah dalam tahapan identifikasi?
a. kesenjangan antara target dan capaian
b. hasil scoring dalam penentuan prioritas
c. kecenderungan penilaian identifikasi
d. banyaknya kasus klb
e. ketidaksesuain data
Jawaban; A
Pembahasan;
Dalam melakukan penilaian hasil kinerja puskesmas, tahapan identifikasi masalah jika terjadi
kesenjangan atau ketidakseimbangan antara target dan capaian akan timbul suatu permasalah,
permasalah inilah yang perlu dilakukan identifikasi dalam pelaksanaan di lapangan.

14. Seorang ahli gizi puskemas pulau pisang akan melakukan penyuluhan Gizi dengan materi praktek
Pembuatan Abon Lele, sasaran ibu balita di posyandu Sukadana.
Langkah awal apa yang harus dipersiapkan?
a. menyusun rencana
b. menyiapkan media
c. menentukan metodelogi
d. menyiapkan contoh mp-asi
e. menyiapkan formulir evaluasi
Jawaban; C
Pembahasan;
Langkah awal dalam melakukan penyuluhan adalah menentukan terlebih dahulu metode apa yang
diperlukan untuk efektivitas hasil penyuluhan. Macam-macam metode penyuluhan antara lain;
ceramah, demonstrasi cara, demonstrasi hasil, diskusi, perlombaan.
Setelah ditemukan metodelogi yang tepat, bentuk susunan acara atau SOP penyuluhan.
15. Di wilayah kerja Puskesmas Pulau Pisang ASI Ekslusif tidak mencapai target (90%) karena
ditemukan lebih dari 70 % Ibu Menyusui tidak menerapkan pola pemberian ASI secara Eklusif.
Program Gizi Masyarakat dilakukan dalam rangka mewujudkan perubahan prilaku gizi mayarakat
kearah prilaku gizi yang positif. Didalam merencanakan program gizi seorang ahli gizi
diharapkan mengetahui tahapan atau langkah-langkah perencanaan yang diawali dengan
identifikasi masalah sampai pada evaluasi program gizi.
Apa langkah strategis tahap akhir yang sangat penting dan harus disiapkan oleh ahli gizi sebelum
masuk pada pelaksanaan program tersebut ?
a. Prioritas masalah gizi yang akan ditanggulangi
b. Alternatif proram gizi
c. Hipopoc table
d. POA program gizi
e. Instrumen evaluasi program gizi
Jawaban; D
Pembahasan;
Dalam melaksanakan atau membentuk suatu program diperlukan planning of actions agar program
tersebut dalam diterima dengan baik sehingga dapat mendatangkan hasil yang positif di masyarakat.

16. Di Puskesmas Pulau Pisang, berdasarkan hasil analisa data survailance gizi di wilayah Puskesmas
merupakan wilayah miskin, didapat masalah gizi yang dominan adalah masalah Anemia Gizi pada
Ibu Hamil (60%). Berdasarkan analisis penyebab yang merupakan penyebab munculnya masalah
Anemia adalah kurang asupan Protein dan Fe .
Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh ahli gizi dalam menanggulangi masalah tersebut diatas
adalah ?
a. Menentukan alternatif program penanggulangan masalah
b. Membuat POA
c. Melakukan Penyuluhan
d. Memanfaatan lahan untuk meningkatkan
pendapatan Jawaban; A
Pembahasan;
Setelah ditemukan penyebab masalah, kemudian perlu dilakukan penentuan alternative program apa
yang akan dibuat sebagai intervensi dari masalah tersebut.

17. Seorang ahli gizi Puskesmas Pulau Pisang ingin melakukan penyuluhan dengan materi yang
diberikan dapat mengubah pengetahuan dan pemahaman saja
Metode penyuluhan apa yang digunakan?
a. diskusi kelompok, bermain peran dan konsultasi
b. studi kasus dan learning by doing
c. demonstrasi dan bermain peran
d. diskusi kelompok dan studi kasus
e. studi kasus dan demonstrasi
jawaban; A
Pembahasan;
Dalam mengubah pengetahuan dan pemahaman sasaran, diperlukan komunikasi persuasive sehingga
menyebabkan masyarakat menjadi tahu, mau dan mampu untuk menerapkan ilmu sesuai dengan
materi yang telah disampaikan.

18. Seorang ahli gizi Puskesmas Pulau Pisang ingin melakukan penyuluhan dengan materi yang
diberikan dapat mengubah keterampilan ibu balita yang datang ke posyandu
Metode penyuluhan apa yang digunakan?
a. Diskusi kelompok, bermain peran dan konsultasi
b. Studi kasus, learning by doing dan demonstrasi
c. Demonstrasi dan bermain peran
d. Diskusi kelompok dan studi kasus
e. Studi kasus dan demonstasi dan konsultasi
jawaban; C
pembahasan;
Metode demonstrasi dan bermain peran merupakan metode dengan praktek secara langsung disertai
penjelasan secara detail

19. Seorang ibu hamil sangat rentan kekurangan kalsium oleh karena itu bagi ibu hamil disamping
mengikuti diet untuk ibu hamil juga mulai trimester pertama mendapat suplemen tablet kalsium
yang dikonsumsi tiap hari.
Apa dampak jika kekurangan mineral tersebut ?
a. Gangguan buang air besar
b. Gangguan pencernaan
c. Gangguan koagulasi
d. Gangguan menelan
e. Gangguan tidur
Jawaban; C
Pembahasan;
Calcium selain diperuntukkan bagi kesehatan tulang dan gigi dan untuk mencegah terjadinya
osteoporosis, juga berhubungan dengan dengan koagulasi atau pembekuan darah bersama dengan
sejumlah protein dan vitamin K. Jika terjadi kekurangan kalsium maka akan berpengaruh pada proses
pembekuan darah ibu hamil
20. Seorang laki-laki usia 50 tahun, BB 60 kg, telah 7 hari dirawat di RS karena menderita luka bakar
derajat III pada daerah kepala, leher dan tubuh bagian depan. Diberikan makanan lunak, namun
daya terima makan hanya 45% sehingga BB turun menjadi 57,6 kg.
Evaluasi apakah yang harus dilakukan agar daya terima makan pasien menjadi baik ?
a. Rute pemberian makanan
b. Kebutuhan zat gizi
c. Bentuk Makanan
d. Variasi makanan
e. Jenis makanan
Jawaban; A
Pembahasan;
Pada kejadian luka bakar derajat III dengan adanya luka dibagian kepala, leher menyebabkan pasien
mengalami kesulitan dalam mengkonsumsi makanan, sehingga rute atau jalur pemberian makanan
bisa dilakukan secara enteral.

21. Seorang anak laki-laki berumur 10 tahun dengan tinggi badan 140 dan berat badan 27 kg dirawat
di ruang anak dengan diagnosa dokter menderita pnemonia, hasil assessment gizi menunjukkan
pasien mengeluh mual, napsu makan menurun, batuk-batuk dan resiko kemungkinan terjadi
aspirasi.
Apa bentuk makanan yang tepat untuk kasus tersebut ?
a. cair jernih
b. cair penuh
c. cair kental
d. saring
e. biasa
Jawaban; D
Pembahasan;
Makanan dengan bentuk ini dapat meminimalisir tersedaknya pasien saat mengkonsumsi makanan,
sehingga makanan tidak habis terbuang atau intake makanan diharapkan bisa mencapai 80% kebutuhan.

22. Seorang laki-laki umur 50 tahun berat badan 45 kg dan tinggi badan 165 cm dirawatdi rumah
sakit dengan diagnosa TBC, keluhan yang dirasakan demam, mual dan penurunan nafsu
makan.Hasil pemeriksaan fisik/klinis : suhu 37 O C, tekanan darah 115/80 mmHg. Data
laboratorium meliputi gula darah sewaktu 110 mg/dl, kadar Hb 11,5 gr/dl dan albumin 2,5 gr/dl.
asupan energi 56 % dari kebutuhan, protein 60 % dari kebutuhan.
Data apa saja yang harus dimonitor setiap hari ?
a. Asupan energi dan zat gizi
b. Kadar gula darah
c. Tekanan darah
d. Kadar albumin
e. Berat badan
Jawaban; A
Pembahasan;
Diet yang diberikan pada penderita TBC adalah TKTP, sehingga monitor asupan energi perlu
dilakukan setiap hari agar pemenuhan kebutuhan gizi dapat tercapai dan dapat berpengaruh pada nilai-
nilai laboratorium

23. Seorang perempuan umur 45 tahun berat badan 55 kg dan tinggi badan 165 cm dirawatdi rumah
sakit dengan diagnosa Pnemonia,berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi gizi ditemukan pada
hari keempat perawatan mengalami penurunan asupan makan dari 90 % menjadi 60 % dari hari
sebelumnya.
Apa tindak lanjut yang harus dilakukan untuk kasus diatas ?
a. Mengulang Assesment gizi
b. Merubah diagnosa gizi
c. Melanjutkan intervensi gizi
d. Merubah intervensi gizi
e. Merujuk ke petugas lain
Jawaban; A
Pembahasan;
Dalam kasus ini perlu dilakukan pengkajian ulang atau asesmen ulang untuk mendapatkan diagnosis
yang tepat sehingga dapat dilakukan perubahan intervensi dalam melaksanakan tatalaksana diet.

24. Seorang wanita umur 45 tahun, tinggi badan 160 cm dan berat badan 54 kg, pasien di diagnosa
menderita Penyakit Ginjal Kronis dengan terapi hemodialisa.
Berapa gram protein yang harus diberikan untuk kasus
diatas ? a. 32,4 – 37,8 gr
b. 43,2 – 54,0 gr
c. 59,4 – 64,8 gr
d. 75,6 – 81,0 gr
e. 86,4 - 91,8 gr
Jawaban; B
Pembahasan;
Protein yang diberikan pada pasien GGK dengan Hemodialisa menggunakan perhitunga
(0,8 – 1,2) X BB Aktual

25. Pasien perempuan berusia 45 th masuk rumah sakit dengan data kajian gizi IMT 27 kg/m2,
tekanan darah 145 / 90 mmHg , Na 134 mg/dl, kolesterol total 360 mg/dl. Pasien tidak sayur dan
jarang konsumsi buah serta suka makan makanan yang berlemak (gorengan dan masakan
bersantan).
Apa prioritas masalah gizi yang harus ditangani pada kasus tersebut ?
a. Pola makan makan yang salah
b. Kelebihan asupan natrium
c. Kelebihan berat badan
d. Dislipidemia
e. Hipertensi
Jawaban; D
Pembahasan;
Kelebihan lemak darah terutama kolesterol dapat berisiko menimbulkan penyakit-penyakit
degenerative lainnya, untuk itu kadar lemak darah yang normal menjadi prioritas penyelesaian
masalah dalam kasus ini.

26. Seorang laki-laki berusia 60 tahun, masuk RS dengan keluhan mual, lemas, punggung dan perut
terasa nyeri, berat badan 6 bulan terakhir mengalami penurunan sebesar 10 % dari berat badan
sebelumnya, sering mengkonsumsi makanan bersantan, dan di goreng. Hasil USG ada sumbatan
pada saluran empedu.
Elemen skrining gizi apakah yang menentukan bahwa klien di atas berisiko malnutrisi?
a. Diet Khusus
b. Perut terasa nyeri
c. Pola makan yang salah
d. Perubahan berat badan
e. Penurunan nafsu makan
Jawaban; E
Pembahasan;
Dari data diatas disebutkan bahwa perut pasien terasa nyeri, perut yang terasa nyeri itu menjadi pemicu
nafsu makan yang menurun sehingga terjadi penurunan berat badan sebesar 10%

27. Kompetensi ahli gizi di bidang penyelenggaraan makanan dan roduksi makanan terdiri dari dua
yaitu kompetensi utama dan konpetensi pendukung.
Kompetensi pendukung Ahli Gizi yang berkaitan dengan moral adalah ...
A. Berpartisipasi dalam penetapan biaya pelayanan gizi
B. Berpartisipasi dalam pengembangan dan pengukuran kinerja dalam pelayanan gizi
C. Berpenampilan / unjuk kerja sesuai dengan kode etik profesi gizi
D. Menyusun menu untuk kelompok sasaran
E. Menyusun standar makanan untuk kelompok sasaran
Jawaban; C
Pembahasan;
Kompetensi pendukung sebagai seorang ahli gizi adalah memahami kode etik profesi gizi yang
berkaitan dengan moral

28. Kompetensi ahli gizi di bidang penyelenggaraan makanan dan roduksi makanan terdiri dari dua
yaitu kompetensi utama dan konpetensi pendukung.
Kompetensi pendukung Ahli Gizi yang berkaitan dengan moral adalah ...
A. Berpartisipasi dalam penetapan biaya pelayanan gizi
B. Berpartisipasi dalam pengembangan dan pengukuran kinerja dalam pelayanan gizi
C. Berpenampilan / unjuk kerja sesuai dengan kode etik profesi gizi
D. Menyusun menu untuk kelompok sasaran
E. Menyusun standar makanan untuk kelompok sasaran
Jawaban; C
Pembahasan;
Kompetensi pendukung sebagai seorang ahli gizi adalah memahami kode etik profesi gizi yang
berkaitan dengan moral

29. Bidang kompetensi dan unjuk kerja Ahli Gizi adalah sebagai dibagi dalam 3 (tiga) bidang materi
yaitu Clinical nutrition, Food Service & Food Production dan Community Dietetics.
Seorang ahli gizi yang bekerja di Puskesmas bidang kompetensi dan unjuk kerja Ahli Gizi termasuk
dalam ...
A. Community dietetics
B. Clinical nutrition
C. Fod service
D. Food production
E. Food service and food production
Jawaban; A
Pembahasan;
Kompetensi yang harus dimiliki oleh ahli gizi yang bekerja di Puskesmas adalah pengetahuan tentang
gizi masyarakat yang mencapai banyak aspek tatalaksana dietetik

30. Laporan kegiatan penimbangan balita pada sebuah posyandu di bulan November.
S K D N
100 90 80 60

Setelah dilakukan pendataan dan wawancara oleh tenaga gizi kepada semua ibu yang memiliki balita
di wilayah kerja, sebagian besar bayi yang tidak memiliki KMS dikarenakan ibu tidak tahu cara
mendapatkannya. Sebagian besar yang tidak datang ke posyandu dikarenakan letak dusun yang jauh.
Berdasarkan hasil wawancara tenaga gizi kepada ibu yang datang ke posyandu, sebagian besar bayi
yang tidak mengalami kenaikan BB dikarenakan demam.
Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga gizi untuk meningkatkan angka Kedatangan (D)
balita pada kasus di atas?
a. Datang ke rumah balita
b. Pengadaan kegiatan sosialisasi
c. Permintaan bantuan kepada kader
d. Pengusulan pendirian posyandu baru
e. Peningkatan frekuensi kegiatan
penimbangan Jawaban; C
Pembahasan;
Ahli gizi puskesmas dapat melakukan kerjasama dengan lintas sektor dalam hal ini adalah kader-kader
untuk melakukan sweeping pada balita yang tidak hadir saat penimbangan.

31. Seorang tenaga gizi di RS X sedang memberikan pelayanan kepada beberapa pasien di ruang
konseling dietetik. Pada saat bersamaan diminta untuk menghadiri rapat sementara masih ada satu
orang pasien rawat jalan yang belum konsultasi.
Tindakan apa yang dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Melanjutkan pelayanan konsultasi
b. Reschedule / jadwal ulang konsultasi
c. Melimpahkan tugas konseling kepada yang lain
d. Memberikan konsultasi melalui media komunikasi
e. Meminta untuk menunggu sampai selesai rapat
Jawaban; D
Pembahasan;
Konsultasi dapat diberikan melalui media komunikasi, kepada pasien dapat diminta nomor telpon
pribadi untuk melakukan konseling sehingga kedua kewajiban tersebut dapat terlaksana dengan baik.

32. Seorang tenaga gizi di sebuah rumah sakit X sedang membantu distribusi makan siang kepada
pasien rawat inap. Secara bersamaan, seorang pasien memintanya untuk memasangkan selang
infus yang terlepas.
Tindakan apa yang dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Melaporkan kepada perawat
b. Meneruskan distribusi makanan
c. Membawa pasien ke nurse station
d. Memperbaiki selang infus yang terlepas
e. Meminta keluarga pasien untuk
melapor Jawaban; A
Pembahasan;
Setiap tenaga kesehatan memiliki tupoksi masing-masing, dalam kasus medis terlepasnya selang infus
merupakan wewenang tenaga medis pula dalam pemasangannya.

33. Seorang tenaga gizi di rumah sakit X sedang melakukan evaluasi sistem penyelenggaraan
makanan di ruang inslatasi gizi. Pada saat bersamaan, terlihat satu meja pengolahan yang kosong
dikarenakan seorang juru masak tidak masuk kerja karena sakit.
Tindakan apa yang dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Mengambil alih pekerjaan
b. Melimpahkan kepada juru masak lain
c. Melimpahkan kepada tenaga gizi lain
d. Melaporkan kepada kepala instalasi gizi
e. Mencari pekerja lain di luar juru masak dan tenaga
gizi Jawaban; B
Pembahasan;
Dalam proses pengolahan makanan merupakan tugas juru masak dalam prakteknya, sementara tugas
ahli gizi berperan dalam evaluasi sistem yang merupakan satu kesatuan rangkaian dalam pelaksanaan
pengolahan makanan di ruang instalasi gizi. Sehingga, pekerjaan serupa bisa dilimpahkan kepada juru
masak yang lain.

34. Seorang tenaga gizi di rumah sakit X sedang melakukan Assessment gizi pada pasien rawat inap
yang baru masuk basal. Pada saat melihat status pasien, tertulis jenis diet yang ditentukan oleh
dokter yang bertugas.
Tindakan apa yang dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Berkonsultasi kepada dokter
b. Meneruskan kegiatan pengkajian
c. Menggantikan jenis diet dengan cepat
d. Meneruskan diet yang sudah ditentukan
e. Berkonsultasi kepada kepala Instalasi Gizi
Jawaban; A
Pembahasan;
Dalam pengkajian gizi dan intervensi gizi merupakan kolaborasi dari banyak ilmu, sehingga diperlukan
konsultasi dalam kesatuan penyembuhan pasien melalui terapi makanan.

35. Kepala Puskesmas X mengamanahkan kepada seorang tenaga gizi untuk melakukan kegiatan
penyuluhan tentang ASI Eksklusif di balai desa X. Demi kelancaran kegiatan, sebuah perusahaan
produk susu formula memberi dana sponsor dengan perjanjian bahwa penyuluh harus
mempromosikan produk tersebut. Materi penyuluhan yang sudah disusun cukup sulit
dihubungkan dengan klaim produk.
Tindakan apa yang dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Membatalkan kerja sama
b. Membatalkan menjadi penyuluh
c. Mengubah isi perjanjian kerjasama
d. Menyesuaikan materi dengan klaim produk
e. Mengalokasikan waktu promosi di luar penyuluhan
Jawaban; C
Pembahasan;
Suatu kewajiban dari seorang ahli gizi dalam tercapainya program ASI Eksklusif, sehingga dapat
dilakukan perubahan isi perjanjian dengan produsen susu untuk mengubah sasaran produk.

36. Seorang wanita berumur 50 tahun yang mengalami diabetes melitus melakukan konsultasi gizi
secara rutin setiap bulan. Tenaga gizi yang bertanggung jawab kepada klien melihat glukosa darah
tidak mengalami penurunan dan cenderung meningkat selamat tiga bulan terakhir. Berdasarkan
hasil recall, riwayat diet klien yang belum berubah.
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Memberi motivasi kepada klien
b. Merujuk ke dokter spesialis gizi
c. Mengalihkan kepada tenaga gizi lainnya
d. Memberi pengertian kepada anggota keluarga
e. Menambah frekuensi waktu konsultasi setiap bulannya
Jawaban; D
Pembahasan;
Dalam proses diet pasien diabetes mellitus tidak hanya pasien yang bertanggungjawab atas
penyakitnya namun adanya dukungan dari keluarga, sehingga keluarga pasien juga harus diberi
pengertian dan pemahaman lebih lanjut untuk mensupport proses diet pasien.

37. Seorang laki-laki berumur 56 tahun datang ke poli gizi untuk melakukan konsultasi gizi atas
rujukam dokter. Keluhan utama klien adalah sering merasakan pusing di malam hari sejak 1
minggu lalu. Hasil pemeriksaan klinis TD 135/90 mmHg. Pada saat melakukan konsultasi gizi,
tenaga gizi
tidak menemukan media leaflet yang berisi tentang diet dan segala informasi tentang hipertensi di
meja konsultasi gizi.
Apa Tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga gizi dalam menghadapi situasi di atas?
a. Mengganti dengan media lain
b. Melimpahkan ke tenaga gizi lain
c. Meneruskan kegiatan konsultasi
d. Merujuk ke dokter spesialis gizi
e. Reschedule / jadwal ulang konsultasi
Jawaban; A
Pembahasan;
Konsultasi tetap bisa dilanjutkan dengan menggunakan media lain, dengan memberikan pengertian
kepada pasien melalui lembar balik ataupun poster yang tertera diruangan ahli gizi, dan pengaturan
diet dapat diberikan dengan catatan kecil kepada pasien, lalu meminta pasien untuk melakukan
konsultasi ulang untuk dilakukan monev dari diet yang sebelumnya diberikan tanpa leaflet. Karena
hakikatnya seorang ahli gizi harus memiliki kemampuan yang unik dan inovatif dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat

38. Seorang tenaga gizi sebuah Puskesmas melihat rekan kerjanya di ruang konsultasi gizi pergi
keluar ruangan ketika jam aktif kerja tanpa seizin atasan.
Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga gizi berdasarkan kasus di atas?
a. Membiarkannya saja
b. Menggantikan pekerjaannya
c. Melapor kepada Kepala Instalasi Gizi
d. Menegur dan menasehati tenaga gizi tersebut
e. Menelponnya untuk segera kembali ke
puskesmas Jawaban; E
Pembahasan;
Tidak pernah diketahui dengan alasan apa ahli gizi tersebut meninggalkan ruangan, untuk itu sebagai
teman sejawat tidak diperkenankan untuk berlaku merendahkan sesamanya. Sehingga cara yang
paling efektif untuk kasus diatas adalah dengan menghubungi langsung yang bersangkutan.

39. Seorang tenaga gizi di rumah sakit X sedang melakukan Assessment gizi pada pasien rawat inap
yang baru masuk basal. Pada saat melihat status pasien, tertulis jenis diet yang ditentukan oleh
dokter yang bertugas.
Tindakan apa yang dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Berkonsultasi kepada dokter
b. Meneruskan kegiatan pengkajian
c. Menggantikan jenis diet dengan cepat
d. Meneruskan diet yang sudah ditentukan
e. Berkonsultasi kepada kepala Instalasi Gizi
Jawaban; A
Pembahasan;
Dalam pengkajian gizi dan intervensi gizi merupakan kolaborasi dari banyak ilmu, sehingga diperlukan
konsultasi dalam kesatuan penyembuhan pasien melalui terapi makanan.

40. Kepala Puskesmas X mengamanahkan kepada seorang tenaga gizi untuk melakukan kegiatan
penyuluhan tentang ASI Eksklusif di balai desa X. Demi kelancaran kegiatan, sebuah perusahaan
produk susu formula memberi dana sponsor dengan perjanjian bahwa penyuluh harus
mempromosikan produk tersebut. Materi penyuluhan yang sudah disusun cukup sulit
dihubungkan dengan klaim produk.
Tindakan apa yang dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Membatalkan kerja sama
b. Membatalkan menjadi penyuluh
c. Mengubah isi perjanjian kerjasama
d. Menyesuaikan materi dengan klaim produk
e. Mengalokasikan waktu promosi di luar penyuluhan
Jawaban; C
Pembahasan;
Suatu kewajiban dari seorang ahli gizi dalam tercapainya program ASI Eksklusif, sehingga dapat
dilakukan perubahan isi perjanjian dengan produsen susu untuk mengubah sasaran produk.

41. Seorang wanita berumur 50 tahun yang mengalami diabetes melitus melakukan konsultasi gizi
secara rutin setiap bulan. Tenaga gizi yang bertanggung jawab kepada klien melihat glukosa darah
tidak mengalami penurunan dan cenderung meningkat selamat tiga bulan terakhir. Berdasarkan
hasil recall, riwayat diet klien yang belum berubah. Seorang wanita berumur 50 tahun yang
mengalami diabetes melitus melakukan konsultasi gizi secara rutin setiap bulan. Tenaga gizi yang
bertanggung jawab kepada klien melihat glukosa darah tidak mengalami penurunan dan
cenderung meningkat selamat tiga bulan terakhir. Berdasarkan hasil recall, riwayat diet klien
yang belum berubah.
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh tenaga gizi tersebut?
a. Memberi motivasi kepada klien
b. Merujuk ke dokter spesialis gizi
c. Mengalihkan kepada tenaga gizi lainnya
d. Memberi pengertian kepada anggota keluarga
e. Menambah frekuensi waktu konsultasi setiap bulannya
Jawaban; D
Pembahasan;
Dalam proses diet pasien diabetes mellitus tidak hanya pasien yang bertanggungjawab atas
penyakitnya namun adanya dukungan dari keluarga, sehingga keluarga pasien juga harus diberi
pengertian dan pemahaman lebih lanjut untuk mensupport proses diet pasien.

42. Sebagai seorang TRD, pada saat anda memberikan asuhan diet kepada klien penderita DM, anda
mengganti obat insulin oral yang digunakan pasien dengan obet lain yang sejenis tanpa
berkonsultasi dengan dokter pemberi obat.
Aturan apakah yang sudah saudara langgar, pada kasus diatas?
A. Etika Profesi Gizi
B. Standar Pelayanan Gizi
C. Standar Kompetensi Giz
D. UU No.29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran
E. UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
Jawaban; C
Pembahasan;
Standar kompetensi dibuat untuk mencegah terjadinya tumpang tindih kewenangan berbagai profesi,
dan dalam kasus diatas terdapat pelanggaran terhadap standar kompetensi karena seorang ahli gizi
tidak memiliki kompetensi dalam pemberian obat-obatan medis.

43. Seorang TRD, yang menjadi anggota Tim Asuhan Medis dan Keperawatan RS “Enggal
Senggang” baru saja selesai pelatihan dan mendapatkan tehnik asuhan diet yang baru terhadap
beberapa penyakit (yang paling sering diderita pasien RS).
Apakah yang paling tepat dilakukan TRD kepada Timnya, terkait dengan pengetahuan/terampilan baru
yang diperoleh dari pelatihan tersebut?
A. Disimpan sendiri dan tak diterapkan untuk meningkatkan kinerja TM
B. Semua anggota tim dilatih tehnologi gizi yang telah anda peroleh
C. Di sosialisasikan kepada Tim agar kinerja tim makin meningkat
D. Karena tehnologi yang baru terkait gizi maka dipakai sendiri
E. Digunakan sendiri untuk menyelesaikan tugas dari Tim
Jawaban; C
Pembahasan;
Kerja tim adalah bentuk satu kesatuan yang berkesinambungan, untuk itu diperlukan keterbukaan dan
diskusi curah pendapat atas setiap kasus yang dihadapi, serta dilakukan sosialisasi dalam tim terhadap
ilmu-ilmu baru yang didapatkan untuk memaksimalkan pelayanan.

44. Sebagai TRD, anda sedang memberikan konsultasi diet kepada klien/pasien. Ditengah
melaksanakan tugas tersebut datang pejabat daerah (pak Walikota) dan memanggil anda melalui
utusannya untuk mrnghadap sekarang.
Apakah yang paling tepat anda lakukan ?
A. Tidak melaksanakan panggilan tersebut
B. Melalui utusan menyampaikan maaf belum dapat menghadap
C. Selesaikan 1 klien yang sedang ditangani dan kemudian menghadap
D. Minta ijin kepada seluruh klien untuk menghadap pak Walikota sebentar
E. Melalui utusan minta maaf akan menghadap kemudian ke kantor pak Wali
Jawaban; E
Pembahasan;
Sebagai tenaga kesehatan sudah menjadi tugas utama dalam melayani masyarakat untuk meningkatkan
derajat kesehatan.
Dalam kasus diatas, melalui utusan Walikota menyampaikan permintaan maaf dan akan menemui
beliau setelah menyelesaikan 1 pasien tersebut. Karena urusan pasien menjadi hal utama dalam dunia
kesehatan.

45. Sebagai TRD, anda menjadi ketua seminar tentang gizi dan diet yang dilakukan untuk masyarakat
umum.Anda mendapat tawaran sponsor dari “produk susu formula” untuk membiayai 50 % biaya
penyelenggaraan seminar.
Apakah yang anda putuskan terkait penawaran tersebut ?
A. Menerima tawaran tersebut dengan senang hati
B. Menolak begitu saja penawaran sponsor tersebut
C. Dengan alasan yang jelas, menolak secara halus tawaran tersebut
D. Menerima tawaran dengan imbalan kesempatan promosi kepada sponsor
E. Menerima tawaran tapi tidak memberikan imbalan apapun kepada
sponsor Jawaban; E
Pembahasan;
Sebelum dilakukan kesepakatan, agar tidak merugikan pihak sponsor sebaiknya dilakukan pembicaraan
kritis terlebih dahulu dan jelaskan secara mendetail tentang imbalan promosi kepada pihak sponsor.

46. Sebagai TRD yang bertugas di RS Anggrek, anda mempunyai tanggung jawab untuk memberikan
asuhan gizi/diet kepada pasien/klien .
Apakah asuhan gizi/diet kepada pasien tersebut perlu didokumentasikan?
A. Perlu didokumentasikan secara khusus dan terpisah
B. Perlu didokumentasikan terintegrasi kedalam rekam medik
C. Cukup didokumentasikan atau dicatat sebagai catata pribadi anda
D. Tidak perlu sebab asuhan gizi/diet hanya penunjang pengobatan pasien
E. Tidak perlu didokumentasikan kareba asuhan gizi/diet bisa berubah-ubah
Jawaban; B
Pembahasan;
Asuhan gizi atau diet yang diberikan perlu didokumentasikan di rekam medik agar dapat dilihat
dengan saksama intervensi yang diberikan sehingga memudahkan dalam melakukan monitoring dan
evaluasi dalam tim asuhan gizi yang juga terdiri dari profesi-profesi lain.

47. Standar kompetensi TRD dan Ahli Madya Gizi yang baru telah ditetapkan melalui Perenkes yang
baru dan diberlakukan secara nasional mulai tahun 2017.
Sebagai ketua program studi D3 Gizi, tindakan apakah yang menurut anda perlu segera dilakukan.
A. Menyesuaian kurikulum D3 Gizi agar sesuai standar kompetensi yang baru
B. Tidak melakukan perubahan kurikulum sebab menganggap tidak perlu
C. Menambah dosen yang sesuai dengan standar kompetensi yang baru
D. Menunggu penetapan kurikulum D3 Gizi yang baru dari AIPGI
E. Menyesuaikan visi, misi dan tujuan prodi D3 Gizi
anda Jawaban; A
Pembahasan;
Kurikulum D3 gizi yang terupdate diperlukan dalam pemenuhan standar kompetensi gizi karena hal
itu yang menjadi penunjang dalam terciptanya lulusan gizi yang berkompeten dan siap kerja.

48. Standar kompetensi TRD dan Ahli Madya Gizi telah ditetapkan melalui Permenkes No.374 tahun
2007.
Apakah salah satu tujuan ditetapkannya standar kompetensi tersebut?
A. Meningkatkan daya saing TRD/AMG terhadap profesi kesehatan yang lain
B. Menghasikan TRD/AMD yang mampu melakukan asuhan/pelayanan gizi
C. Adar TRD/AMG lebih mudah mendapatkan pekerjaan
D. Melindungi TRD/AMG dari tindakan mal praktek
E. Mencegah TRD/AMG melakukan mal praktek
Jawaban; E
Pembahasan;
Disusunnya standar kompetensi tiap profesi adalah untuk mencegah terjadinya tmpangtindih dalam
menjalankan tupoksi setiap profesi.

49. Seorang TRD atau Ahli Madya Gizi harus memiliki etika dan moral yang baik dalam
mengabdikan diri kepada masyarakat di bidang gizi.
Apakah salah satu ciri TRD/AMG yang bermoral baik ?
A. Bakti kepada orang tua
B. Selalu sholat wajib atau beribadah tepat waktu
C. Selalu menolong orang yang sedang mengalami masalah gizi
D. Selalu melaksanakan pelayanan gizi selalu dengan sopan santun
E. Selalu menyesuaikan tindakan pelayanan gizi dengan norma yang
berlaku Jawaban; E
Pembahasan;
Moral selalu berjalan berbarengan dengan tingkah laku, untuk itu penting bagi seorang ahli gizi untuk
memperhatikan cara bertindak dan normal-norma yang berlaku di masyarakat.

50. Sebagai TRD atau Ahli Madya Gizi, suatu saat anda merasa tidak memiliki kompetensi yang
cukup untuk memberikan asuhan diet kepada pasien DM yang sudah mengalami komplikasi.
Apakah yang paling tepat harus anda lakukan?
A. Merujuk pasien ke rumah sakit terdekat
B. Berkonsultasi kepada dokter yang menangani pasien itu
C. Berkonsultasi kepada ahli gizi yang lebih senior/lebih mampu
D. Merujuk pasien kepada Register Dietesien yang lebih senior/mampu
E. Mempersilahkan paisen mencari pertolongan tenaga kesehatan
lainnya Jawaban; C
Pembahasan;
Cara berkonsultasi atau diskusi dengan ahli gizi yang lebih berpengalaman dapat menambah wawasan
dan ilmu yang dapat digunakan untuk membuat asuhan diet, merupakan pilihan yang tepat karena ahli
gizi yang lebih senior telah memiliki pengalaman yang banyak dan telah menghadapi kasus-kasus
yang banyak pula.

51. Seorang anak perempuan umur 16 bulan, berat badan 7,5Kg , BB/PB dibawah -3SD saat ini
sedang menjalani perawatan di klinik pemulihan gizi Puskesmas Mekar Sari dalam tahapan fase
rehabilitasi diberikan formula 135/modisco III dan ditambah makanan anak
Berapa pemberian energi yang dianjurkan?
A. 150-200 kkal/Kg BB
B. 150-220 kkal /Kg BB
C. 100-150 kkal /Kg BB
D. 50-100 kkal /Kg BB
E. 40-50 kkal /Kg BB
Jawaban; B
Pembahasan;
4 fase tatalaksana gizi buruk;
1. Fase stabilisasi (E = 80-100 kkal/kgBB/hari, P = 1-1,5 gr/kgBB/hari, Air= 100-130
ml/kgBB/hari)
2. Fase transisi (E = 100-150 kkal/kgBB/hari, P = 2-3 gr/kgBB/hari, Air= 150 ml/kgBB/hari)
3. Fase rehabilitasi (E = 200-220 kkal/kgBB/hari, P = 3-4 gr/kgBB/hari, Air= 150-200
ml/kgBB/hari)
4. Fase tumbuh kejar (E = 250 kkal/kgBB/hari, P = 3-4 gr/kgBB/hari, Air= 200 ml/kgBB/hari)

52. Sosiologi dan Antropologi gizi mempelajari sudut pandang proses-proses sosial yang sedang
berlangsung dan variasi manusia atau kebudayaannya dalam kebiasaan-kebiasaan makan yang
baik
Apakah yang dimaksud ?
A. Kesehatan
B. Individu
C. Masyarakat
D. Lingkungan
E. Institusi
Jawaban; A
Pembahasan;
Masalah kesehatan dipandang dari segi sosio-antro gizi berkaitan dengan kebudayaan individu atau
kelompok yang berkaitan dengan kebiasan makan serta nilai-nilai social, budaya yang terkandung
didalamnya.

53. Memahami secara mendalam kebiasaan2 makan masyarakat bahwa makanan didalamnya tidak
hanya sebagai sumber asupan gizi
Apakah yang dimaksud?
A. Makna kesehatan
B. Makna simbolis
C. Makna budaya
D. Makna makanan
E. Makna social
Jawaban; D
Pembahasan;
Makna makanan dalam dunia sosio-antro tidak hanya sebagai pemenuhan asupan dan kebutuhan saja
akan tetapi lebih dari itu makanan punya hubungan erat dengan kebudayaan dan kehidupan social di
masyarakat, dari makanan dapat pula diketahui asal usul individu di suatu masyarakat tersebut.

54. Makanan sebagai ungkapan ikatan sosial, kesetiakawanan kelompok, stress dan simbolisme
makanan dalam bahasa
Apakah konteksnya?
A. Budaya
B. Sosial
C. Teknologi
D. Ideologi
E. Kesehatan
Jawaban; A
Pembahasan;
Makanan sebagai ungkapan ikatan social, kesetiakawanan, stress dan simbolisme makanan merupakan
konteks makanan sebagai identitas etnik atau yang biasa disebut dengan identitas budaya suatu daerah.

55. Mengonsumsi makanan yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan
seseorang dalam nilai budaya makanan
Apakah yang dimaksud?

A. Makanan sebagai keunggulan etnik


B. Makanan sebagai kebutuhan medis
C. Makanan sebagai kebutuhan fisiologis
D. Makanan sebagai nilai sakral
E. Makanan sebagai magis
Jawaban; C
Pembahasan;
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, menunjang
pertumbuhan dan perkembangan seseorang.

56. Cara individu atau kelompok individu memilih pangan dan mengonsumsinya sebagai reaksi
terhadap pengaruh fisiologik, psikologik, sosial dan budaya
Apakah yang dimaksud ?

A. Pola makan
B. Kebutuhan makan
C. Budaya makan
D. Kebiasaan makan
E. Cara pandang makan
Jawaban; D
Pembahasan;
Kebiasaan makan adalah cara individu atau kelompok dalam memilih pangan dan mengkonsumsinya
sebagai reaksi terhadap pengaruh fisiologi, psikologis, social dan budaya
57. Teknologi tidak terlepas dari aspek budaya karena budaya merupakan cara hidup manusia
bagaimana bertingkah laku dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan dasar
Apakah yang dimaksud?
A. Sosiologik
B. Antropologik
C. Biologik
D. Ekonomik
E. Patologik
Jawaban; D
Pembahasan;
Cara manusia dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya merupakan yang tertera dalam ilmu
ekonomi.

58. Diasumsikan sikap seseorang terhadap makanan suka atau tidak suka akan berpengaruh terhadap
konsumsi pangan
Apakah yang dimaksud?
A. Ideologi pangan
B. Sosial budaya pangan
C. Preferensi pangan
D. Tabu pangan
E. Pola pangan
Jawaban; D
Pembahasan;
Cara seseorang bersikap terhadap makanan dengan pernyataan suka atau tidak suka merupakan suatu
TABU dalam pangan.
Adanya tabu makanan ini akan membuat seseorang menjauhkan diri dari mengkonsumsi makanan dan
minuman tersebut sehingga menimbulkan rasa suka dan tidak suka terhadap suatu makanan.

59. Jenis pangan yang biasa dikonsumsi komunitas tertentu dapat dijadikan indikator asal budaya
mereka. Kebiasaan, kepercayaan, tabu terhadap makanan merupakan fenomena
Apakah fenomena yang dimaksud?
A. Sosiologi
B. Antropologi
C. Biologi
D. Ideologi
E. Religi
Jawaban; B
Pembahasan;
Fenomena yang mempelajari tentang manusia dan cara manusia itu bertingkah laku merupakan bagian
dari ilmu antropologi, ilmu antropologi mencakup banyak aspek termasuk mempelajari karakter tiap
bangsa dan memahami kebudayaan manusia.

60. Jenis pangan yang biasa dikonsumsi komunitas tertentu dapat dijadikan indikator asal budaya
mereka atau pangan tradisional merupakan pangan yang diolah dengan cara, resep, atau cita rasa
yang khas berkaitan dengan nilai-nilai yang berkembang dalam etnis tertentu tanpa
memperhatikan asal bahan bakunya, misalnya rendang padang dan coto makasar.
Apakah yang dimaksud tersebut?
A. Gastronomic
B. Religi dan magis
C. Komunikasi
D. Simbol
E. Identitas budaya
Jawaban; E
Pembahasan;
Studi yang mempelajari hubungan antara komponen budaya dan makanan sebagai pusatnya sehingga
dapat ditelusuri asal-usul dari lingkungan tempatnya berasal diartikan sebagai gastronomi atau ilmu
seni tata boga
Sedangkan dalam kasus diatas, tidak diperhatikan asal usul bahan bakunya merupakan pengertian
makanan sebagai identitas budaya.

61. Konsumsi makanan suatu keluarga, kelompok masyarakat dipengaruhi oleh pandangan serta
nilai2 yang berlaku di masyarakat seperti keputusan apa yang harus dibuat bila nilai yang satu
lebih tinggi dari yang lain seperti mementingkan benda2 materi dari makanan, distribusi makanan
yang tidak proporsional serta makanan mempunyai status yang berbeda
Fenomena apakah yang terjadi?
A. Kepuasan sosial
B. Peranan sosial
C. Perubahan sosial
D. Kebutuhan social
E. Gengsi social
Jawaban; E
Pembahasan;
Gengsi social adalah sesuatu yang membuat kita berbuat sesuatu yang tidak ingin kita lakukan namun
kita tetap melakukannya hanya untuk mendapat pengakuan dan sebaliknya.
Dalam kasus diatas disebutkan bahwa keputusan yang diambil dipengaruhi oleh pandangan serta nilai-
nilai yang berlaku di masyarakat, hal ini menyebabkan individu atau keluarga tersebut menumbuhkan
gengsi social dalam pemilihan makanan.

62. Di suatu pasar tradisional dijual bahan makanan secara terpisah berdasarkan klasifikasinya.
Gedung A menjual : ikan asin, cumi kering, ikan air tawar dan beberapa jenis ikan laut. Gedung B
menjual :: ayam pedaging, bebek, telur ayam, Gulai ayam dan Dendeng sapi. Gedung C menjual
:berbagai jenis dodol buah, berbagai jenis manisan, berbagai jenis buah kering. Gedung D menjual
: berbagai jenis sayur masak, berbagai jenis lauk nabati, lauk hewani dan kue-kue basah. Gedung
E menjual : sirup, teh, madu, coklat bubuk dan kopi.
Manakah gedung dalam pasar tersebut yang hanya menjual jenis masakan atau pangan siap saji?
A. Gedung A
B. Gedung B
C. Gedung C
D. Gedung D
E. Gedung E
Jawaban; D
Pembahasan;
Pangan siap saji merupakan makanan yang telah diolah dan disajikan secara cepat sehingga dapat
langsung dikonsumsi.
Sudah tercantum dengan jelas di soal bahwa gedung D menjual berbagai jenis lauk masak dan kue-kue
basah yang jelas telah mengalami pengolahan sehingga dapat langsung dikonsumsi.

63. Di suatu pasar tradisional dijual bahan makanan secara terpisah berdasarkan klasifikasinya.
Gedung A menjual : ikan asin, cumi kering, ikan air tawar dan beberapa jenis ikan laut. Gedung B
menjual :: ayam pedaging, bebek, telur ayam, Gulai ayam dan Dendeng sapi. Gedung C menjual
:berbagai jenis dodol buah, berbagai jenis manisan, berbagai jenis buah kering. Gedung D menjual
: berbagai jenis sayur masak, berbagai jenis lauk nabati, lauk hewani dan kue-kue basah. Gedung
E menjual : teh, madu, coklat bubuk dan kopi.
Manakah gedung dalam pasar tersebut yang hanya menjual produk konfeksioneri sesuai klasifikasi
dalam Tabel Komposisi Pangan?
A. Gedung A
B. Gedung B
C. Gedung C
D. Gedung D
E. Gedung E
Jawaban; C
Pembahasan;
Produk konfeksioneri adalah suatu produk bahan makanan semi basah yang memiliki kadar gula tinggi.
Dari soal di atas dapat diketahui bahwa gedung C menjual aneka ragam dodol buah, manisan, dan
buah- buahan kering yang menggunakan gula sebagai bahan tambahannya.

64. Perhatikan tabel hasil pengukuran berat mentah dan berat masak pada beberapa bahan makanan
beserta hasil olahannya di bawah ini :
NO PANGAN MASAKAN BERAT BERAT BERAT
SEGAR KOTOR (gr) BERSIH (gr) MASAK (gr)
1 Jagung mentah Jagung rebus 175 125 190
2 Ikan Ikan rebus 150 100 80
3 Tempe Tempe goreng 50 50 75
4 Nangka sayur lodeh 125 90 80
5 Beras Lontong 100 100 300

Manakah jenis masakan pada tabel di atas yang memiliki faktor konversi yang paling besar?
A. Jagung rebus
B. Ikan rebus
C. Tempe goreng
D. Sayur lodeh
E. Lontong
Jawaban; B
Pembahasan;
Cara menghitung faktor konversi atau F = B.mentah/B.masak
Jagung mentah – jagung rebus = 125/190 = 0,65
Ikan – ikan rebus = 100/80 = 1,25
Tempe – tempe goreng = 50/75 = 0,67
Nangka – sayur lodeh = 90/80 = 1,125
Beras – lontong = 100/300 = 0,33

65. Perhatikan tabel hasil pengukuran berat mentah dan berat masak pada beberapa bahan makanan
beserta hasil olahannya di bawah ini :
NO PANGAN MASAKAN BERAT BERAT BERAT
SEGAR KOTOR (gr) BERSIH (gr) MASAK (gr)
1 Jagung mentah Jagung rebus 175 125 190
2 Ikan Ikan rebus 150 100 80
3 Tempe Tempe goreng 50 50 75
4 Nangka sayur lodeh 125 90 80
5 Beras Lontong 100 100 300
Manakah jenis masakan pada tabel di atas yang memiliki faktor konversi yang paling kecil?
A. Jagung rebus
B. Ikan rebus
C. Tempe goreng
D. Sayur lodeh
E. Lontong
Jawaban; E
Pembahasan;
Cara menghitung faktor konversi atau F = B.mentah/B.masak
Jagung mentah – jagung rebus = 125/190 = 0,65
Ikan – ikan rebus = 100/80 = 1,25
Tempe – tempe goreng = 50/75 = 0,67
Nangka – sayur lodeh = 90/80 = 1,125
Beras – lontong = 100/300 = 0,33

66. Terdapat produk pangan lokal di daerah X yang akan dianalisis kandungan zat gizi makronya.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh kandungan zat gizi (100gr bahan) sebagai berikut : protein =
3,1 gr; lemak = 5,8 gr, abu = 0,7 gr dan air = 66,7%.
Berapakah kandungan karbohidrat dalam produk pangan lokal tersebut?
A. 23,6
B. 23,7
C. 23,8
D. 23,9
E. 24,0
Jawaban;
Pembahasan;

67. PT X yang bergerak di bidang industri pangan berupa produk siap saji dengan bahan dasar dari
ikan dan hasil perikanan lainnya bermaksud melaunching kerupuk rumput laut fortifikasi vitamin
A untuk pertama kalinya. Perusahaan bermaksud melakukan uj organoleptik untuk melihat minat
konsumen terhadap produk tersebut.
Apakah jenis uji organoleptik yang paling tepat yang dapat dilakukan oleh PT X tersebut?
A. Uji pasangan
B. Uji duo trio
C. Uji segitiga
D. Uji hedonic
E. Uji rangking
Jawaban; D
Pembahasan;
Uji pasangan adalah uji pembeda untuk menilai produk karena adanya perubahan dalam proses atau
penggunaan bahan baku
Uji duo trio adalah pengujian yang dilakukan pada 3 contoh yang beda dengan tujuan memilih 2 contoh
yang sama dengan pembanding baku
Uji segitiga adalah pengujian untuk membedakan 2 contoh yang sama dari 3 contoh yang disediakan
Uji hedonic adalah uji kesukaan dengan menggunakan skala untuk melihat tingkat kesukaan panelis
terhadap produk
Uji organoleptik yang tepat dilakukan untuk melihat minat konsumen adalah uji hedonic.

68. Suatu industri pangan skala rumah tangga yang memproduksi keripik pisang, melakukan promosi
produk melalui kegiatan pameran yang dilaksanakan pemda setempat. Perusahaan tersebut
mempromosikan bahwa produk keripik pisang yang mereka jual memiliki keunggulan
diantaranya mengandung kadar air 10%, kadar asam lemak bebas = 0%, kadar lemak total
0,5%,bebas pengawet dan bebas penyedap rasa.
Apakah sistem mutu yang dijalankan oleh industri pangan tersebut?
A. Mensosialisasikan karakteristik mutu produk pada calon pelanggan
B. Menerapkan kebijakan mutu kepada karyawan perusahaan
C. Melakukan manajemen mutu secara berkesinambungan
D. Melakukan pengendalian mutu untuk memenuhi persyaratan mutu
E. Meyakinkan pada calon pelanggan bahwa perusahaan telah mencapai jaminan mutu
Jawaban; A
Pembahasan;
Kadar-kadar dalam makanan olahan merupakan suatu karakter atau ciri khas dari makanan tersebut
yang menjadi pembeda antara produknya dengan produk lain sehingga menciptakan nilai unggul di
masyarakat.

69. Di desa Y masyarakat baru saja panen ubi jalar, namun ubi tidak dapat dijual di pasar karena hari
pasar di desa tersebut menunggu waktu selama tiga hari lagi. Oleh karena itu ubi segera disimpan
dengan teknik tertentu untuk mencegah kerusakan sebelum dijual di pasar.
Bagaimana teknik penyimpanan ubi jalar untuk mencegah kerusakan tersebut?
A. Dimasukkan dalam lemari pendingin
B. Dimasukkan dalam karung goni dan disimpan dalam gudang kedap udara
C. Ditutup dengan pasir kering/abu setebal 20 – 30 cm.
D. Direndam dalam air selama semalam
E. Diangin-anginkan dengan cara digantung
Jawaban; C
Pembahasan;
Setelah dibersihkan dan diangin-anginkan sebentar cara efektif dalam penyimpaan ubi jalar adalah
dengan menimbun ubi menggunakan pasir kering atau abu setebal 20-30 cm, cara ini membuat ubi
tidak busuk karena lembab dan tidak bertunas karena ubi saling menempel.

70. Perhatikan bahan dasar pembuatan martabak telur berikut ini :Terigu, garam, minyak sayur, telur,
daun bawang, dan lada Resep tersebut menghasilkan martabak 10 porsi (untuk 10 orang).
Apakah alat ukur yang paling tepat digunakan untuk megukur tepung terigu dalam pembuatan
martabak telur tersebut?
A. Gelas ukur
B. Cup
C. Sendok makan
D. Sendok sayur
E. Cangkir
Jawaban; B
Pembahasan;
Karena terigu dalam keadaan kering dan diperuntukkan sebagai kulit martabak, alat yang tepat
digunakan adalah CUP. 1 cup terigu setara dengan 140 gram terigu sehingga lebih efisien dalam
waktu persiapan bahan.

71. Mahasiswagiziyang berkunjung di PantiWerdadimintauntukmemberikan saran tentang menu


bagiwanita yang sudah menopause.
Bagaimanakah saran yang tepatuntukkasus di atas?

A. Nasi, ikanbumbubali, tempebacem, pecelsayuran, mix jus susukedelaibuahnaga


B. Nasi, ikanbumbubali, perkedeltahu, sayurbeningbayam, jus jambubiji
C. Nasi, peyekteri,tempebacem, pecelsayuran, jus buahnaga
D. Nasi, ikanbumbubali, perkedeltahu, sayurbeningbayam, jus jambubiji
E. Nasi, ikanbumburujak, perkedeltahu, sayurbeningbayam, jus jambubiji
Jawaban; E
Pembahasan;
Menu yang tepat untuk konsumsi wanita yang sudah menopause adalah makanan dengan sumber
kalsium, vitamin D, zat besi yang bisa didapat dari sayur dan buah, kedelai dan biji-bijian utuh.
Pada wanita yang mengalami menopause, biasanya akan sulit dalam mengendalikan berat badannya.
72. Berdasarkan pendekatan sistem ditetapkan tujuan organisasi lebih penting daripada tujuan
masing- masing unsur/komponen. Sistem Penyelenggaraan makanan di rumah sakit merupakan
sub sistem pelayanan rumah sakit menetapkan tujuan memberikan pelayanan makanan yang
memuaskan.
Apakah unsur yang disebut butir vocal kritis dalam sistem tersebut ?
A. Perencanaan menu
B. Dana/anggaran
C. Design alat
D. Ketenagaan
E. Pengadaan bahan makanan
Jawaban; D
Pembahasan;
Dalam suatu organisasi diperlukan tenaga-tenaga yang handal dalam bidangnya untuk menciptakan
essence yang menarik mulai dari input, proses hingga output suatu sistem.
Jadi vocal kritis dalam hal ini adalah ketenagaan.

73. Perencanaan menu adalah serangkaian kegiatan menyusun dan memadukan hidangan dalam
variasi yang serasi, harmonis yang memenuhi kecukupan gizi, cita rasa, selera konsumen dan
kebijakan institusi.
Apakah prasyarat yang harus dipertimbangkan dalam kegiatan tersebut?
A. Ketenagaan yang ada di rumah sakit
B. Bentuk penyelenggaraan makanan
C. Peraturan pemberian makanan rumah sakit
D. Standarisasi pelayanan minimal rumah sakit
E. Tujuan organisasi dalam suatu system
Jawaban; B
Pembahasan;
Untuk menghasilkan output hidangan yang bergizi, bercita rasa maka harus diperhatikan sistem
penyelenggaraan makanannya yang dimulai dari penyusunan menu hingga distribusi makanan yang
dalam satu kesatuannya akan mempengaruhi output tersebut.
Bentuk penyelenggaraan bagaimana yang dipilih oleh suatu institusi

74. Bagian penerimaan bahan makanan RS Bahagia hasil pengujian dengan tes kit pada teri kering
hasilnya menunjukkan warna violet. Diduga teri kering tersebut mengandung bahan kimia
berbahaya.
Apakah jenis bahan kimia yang ada pada teri kering tersebut ?
A. Boraks
B. Rodamin
C. Formalin
D. Metanil Yellow
E. Asam asetil salisilat
Jawaban; D
Pembahasan;
Saat dilakukan uji dengan tes kis kemudian menghasilkan warna ungu/violet, dipastikan bahwa
makanan tersebut mengandung metanhil yellow.

75. Indonesi adalah salah satu negara yang masih menghadapi masalah gizi baik gizi makro maupun
mikro. Saat ini telah dilaksanakan upaya preventif diantaranya adalah dengan pemberian kapsul
vitamin A pada anak balita.
Berapa dosis yang diberikan ?
A. 100.000 IU pada usia 3 bulan
B. 100.000 IU pada usia 6 bulan
C. 100.000 IU pada usia 1 tahun
D. 100.000 IU pada usia 3 tahun
E. 100.000 IU pada usia 5 tahun
Jawaban; B
Pembahasan;
Dosis Vitamin A kapsul biru = 100.000 IU untuk 6-11 bulan
Dosis vitamin A kapsul merah = 200.000 IU untuk 12-59 bulan

76. Ny.N, umur 58 tahun, BB 60 kg, TB 155 cm, datang berobat ke RS. Dari diagnose dokter pasien
menderita DM TiPe II. Hasil pemeriksaan Lab. Glucosa darah puasa 185 mg/dl, 2 jam pp 260
mg/dl.
Apa yang harus saudara lakukan sebagai seorang ahli gizi?
A. Menggali dan menganalisa data riwayat penyakit pasien
B. Menggali dan menganalisa data status gizi pasien
C. Menggali dan menganalisa data laboratorium pasien
D. Menggali dan menganalisa data clinis dan fisik pasien
E. Menggali dan menganalisa data riwayat gizi pasien
Jawaban; E
Pembahasan;
Penyakit degenerative seperti diabetes mellitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kondisi
memburuknya suatu jaringan atau organ seiring berjalannya waktu.
Perlu dilakukan analisa terhadap riwayat gizi untuk mengetahui pola makan yang bagaimana yang
selama ini dijalankan pasien dari waktu ke waktu

77. Tuan. A umur 60 tahun, TB 166 cm, BB 59 kg, dirawat diruang penyakit dalam, pekerjaan
seorang karyawan swasta, dengan keluhan waktu masuk RS mual. Hasil pemeriksaan Lab.
Cholesterol total 280 mg/dl, HDL 31 mg/dl, LDL 145 mg/dl , Trigliserida 600 mg/dl. Hasil
anamnesa gizi pasien suka makan gorengan, jeroan dan gulai otak di restoran padang, suka pakai
bumbu penyebab dan suka makan sayur bersantan.
Apakah masalah utama dari Tuan. A ?
A. Status gizi lebih
B. Profil lipid yang abnormal
C. Asupan lemak yang berlebih
D. Gangguan gastro intestinal
E. Pemilihan bahan makanan yang salah
Jawaban; C
Pembahasan;
Fakta bahwa asupan ataupun pola makan yang buruk dapat mempengaruhi sistem-sistem dalam tubuh
manusia, sehingga berdasarkan kasus diatas dapat diambil kesimpulan bahwa masalah utama pasien
adalah konsumsi lemak yang berlebih terutama lemak jenuh dan lemak trans yang banyak terdapat
dalam contoh makanan yang disebutkan pada kasus diatas dapat mempengaruhi kadar lemak dalam
darah.

78. Tuan A umur 55 tahun, BB 53 kg, TB 160 cm dirawat di ruang penyakit dalam sejak 2 hari yang
lalu. Keluhan waktu masuk RS mual sesak nafas, BAK sedikit, nyeri ulu hati, lemas, oedema pada
kaki dan wajah. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 7,0 gr/dl, Hematokrit 18 % (rendah), GFR 33
ml/menit, ureum 83 mg/dl, Kreatinin 8,0 mg/dl, Kalium 7,5 (tinggi), Urin warna kuning
kejernihannya keruh, Protein +, Epitel +, Eritrosit 1-2 /lpb, TD 140/100 mmHg. Hasil anamnesa
gizi pola makan tidak teratur, nafsu makan kurang asupan E 63 %, Protein 110 %, lemak 60 %
Apa diagnosa gizi yang tepat untuk tuan Y ?
A. Kurangnya asupan energi berkaitan dengan mual ditandai dengan asupan energi 65 %,
B. Kelebihan asupan protein berkaitan dengan ganguan fungsi ginjal ditandai dengan GFR
33 ml/menit, ureum 83 mg/dl, Kreatinin 8,0 mg/dl
C. Kelebihan asupan kalium berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal ditandai dengan
minum jus wortel setiap hari
D. Kelebihan asupan natrium berkaitan dengan penyakitnya ditandai deng TD 140/100
mmHg.
E. Kelebihan asupan cairan berkaitan dengan penyakitnya ditandai dengan oedema pada
tungkai dan kaki.
Jawaban; B
Pembahasan;
Nilai GFR (Glomerular Filtration Rate) normal adalah 90 atau lebih, dan jika nilainya dibawah 60
merupakan pertanda bahwa ginjal tidak bekerja dengan semestinya.
Jika angka GFR kurang dari 15 menunjukkan bahwa perlunya dilakukan hemodialisa pada penderita.
Pada kasus disebutkan bahwa nilai GFR 33, dan pasien tidak menjalani HD. Sementara asupan
protein 110%. Pada kasus GGK tanpa HD asupan protein hanya sedikit, karena terjadi kelainan dalam
proses penyerapan sehingga asupan protein yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya Oedema atau
penumpukkan cairan.

79. Seorang anak laki-laki R umur 10 tahun, TB = 143 cm, BB = 36 kg. Anak ke 2 dari 3 bersaudara,
siswa kelas 4 di sebuah SDN di Banda Aceh. 4 hari yang lalu masuk RS dengan keluhan lesu,
pucat, nyeri dan anoreksia, demam dan tubuh menjadi sangat lemah, mual, dan muntah.Dari hasil
pemeriksaan laboratorium diketahui : Widal +, Hb : 9,6 g/dl, Albumin : 2,5 mg/dl. Pemeriksaan
klinis: Kesadaran : CM, TD : 110/190 mmHg, Nadi 85 x/menit, Suhu : 38,5 ͦ C
Bentuk makanan untuk kasus di atas adalah :
A. Makanan biasa
B. Makanan saring
C. Makanan lunak
D. Makanan cair
E. Makanan cair jernih
Jawaban; C
Pembahasan;
Makanan lunak dapat diberikan kepada pasien karena pasien memiliki kesadaran Compos Mentis atau
kesadaran normal, adanya mual juga menjadi indikasi pemberian dengan bentuk makanan lunak.

80. Seorang ibu memeriksakan anaknya berusia 3 tahun ke puskesmas dengan gejala klinis yang
tampak bintik-bintik pada konjungtiva mata yang kering dan tidak dapat dibasahi, seperti
segundukan pasir pada air pasang yang kembali surut.
Tanda klinis tersubut merupakan kekurangan vitamin A, dengan klasifikasi?
A. Cornea Xirosis
B. Ulserasi Kornea
C. Bercak Bitot
D. Cornea Scar
E. Xerosis conjunctiva
Jawaban; C
Pembahasan;
Xerophthalmia atau yang biasa disebut dengan defisiensi vitamin A parah yang terjadi kekeringan
patologis pada konjungtiva dan kornea.
Klasifikasi menurut WHO;
1. Buta senja
2. Xerosis congjungtiva atau terjadi kekeringan pada selaput lender mata
3. Xerosis congjungtiva disertai bercak bitot atau terbentuk bercak-bercak putih pada
konjungtiva mata
4. Xerosis cornea, kekeringan berlanjut ke bagian hitam mata dan terlihat nampak kasar
5. Keratomalasia / ulserasi kornea yaitu kornea mata menjadi lunak seperti bubur dan terjadi
borok/luka
6. Xeropthalmia scars, kornea mata nampak putih atas bola mata nampak mengempis
7. Fundus xeropthalmia, keadaan mata yang seperti ‘cendol’

81. Seorang balita umur 24 bulan tinggal di desa X, tampak kurus (tulang berbungkus kulit), wajah
seperti orang tua, cengeng, rewel, kulit kriput, tekanan darah, detak jantung dan pernafasan
berkurang, disertai diare kronik.
Tanda klinis sebagaimana diatas disebut?
A. Marasmus
B. Kwashiorkor
C. Marasmus-kwasiorkor
D. Crazy pavement
E. Kurang Energi Protein (KEP)
Jawaban; A
Pembahasan;
Ciri-ciri yang disebutkan pada soal merupakan tanda klinis dari Marasmus.
Sedangkan jika terjadi oedema pada balita serta pembengkakan hati, maka dapat dikatakan balita
tersebut termasuk Kwashiorkor.

82. Seorang Anak laki-laki umur 15 bulan ditimbang di posyandu Cempaka , berat badan 7,4 Kg
Tinggi Badan 74,1 cm, dengan ploting Z-score BB/U (-3 SD), TB/U (-2SD) dan BB/TB (-3SD s.d
-2SD)
Apakah status gizi anak tersebut menurut indeks TB/U?
A. Pendek
B. Normal
C. Tinggi
D. Sangat Pendek
E. Sangat Tinggi
Jawaban; A
Pembahasan;
Indeks TB/U adalah indeks yang digunakan untuk mengetahui status gizi jangka panjang atau
berhubungan dengan tinggi badan.

83. Ibu hamil umur 32 tahun dengan umur kehamilan 28 minggu datang ke Puskesmas A, hasil
pengukuran antropometri menunjukan berat badan 70Kg, tinggi badan 150cm dan LLA 24,2 cm
Untuk penetuan status gizi yang tepat, menggunakan indeks antropometri?
A. BB/U
B. TB/U
C. BB/TB
D. LLA/U
E. IMT/U
Jawaban; D
Pembahasan;
Indikator yang tepat untuk mengetahui status gizi pada ibu hamil atau WUS adalah dengan melihat nilai
LiLA atau lingkar lengan atas dengan indikator pembanding usia

84. Seorang Petugas Puskesmas X akan melakukan penilaian atau pengukuran status gizi 500 balita
disuatu wilayah kerjanya, dimana jumlah tenaga terbatas, biaya terbatas tapi hasilnya diharapkan
dapat memberikan gambaran status gizi balita masa lalu dan masa kini.
Metode apakah yang sebaiknya diambil?
A. Klinis
B. Biofidik
C. Biokimia
D. Antropometri
E. Survei Konsumsi
Jawaban; D
Pembahasan;
Metode pengukuran dengan antropometri memiliki biaya yang lebih minim dibandingkan dengan cara
pengukuran lain, data antropometri bisa di dapatkan dari hasil pengukuran di posyandu tiap desa dari
para kader sehingga lebih praktis dan tidak berpengaruh terhadap tenaga yang terbatas.

85. Petugas puskesmas X melaksanakan survei konsumsi, setelah mendapatkan data intake gizi
makanan sehari responden, tahap selanjutnya petugas akan menganalisis tingkat kecukupan gizi
responden
Pada tahapan ini data yang diperlukan petugas puskesmas adalah?
A. Bahan Penukar (BP)
B. Angka Kecukupan Gizi (AKG)
C. Ukuran Rumah Tangga (URT)
D. Konversi Berat Mentah Masak
E. Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
Jawaban; B
Pembahasan;
AKG atau angka kecukupan gizi berisi tabel-tabel kebutuhan gizi yang dibedakan berdasarkan usia dan
jenis kelamin. Dengan menggunakan perbandingan, dapat diketahui tingkat kecukupan gizi responden.

86. Seorang mahasiswa gizi ingin mengetahui status anemia gizi besi pada 250 Remaja Putri di desa
X, dengan salah satu metode penilaian status gizi (PSG), sedangkan biaya dan waktu pelaksanaan
yang terbatas danlokasi desa cukup jauh.
Apakah metode penetuan status anemia yang paling tepat?
A. Riwayat medis
B. Faktor ekologi
C. Statistik vital
D. Antropometri
E. Pemeriksaan Klinis
Jawaban; C
Pembahasan;
Statistik vital merupakan pengukuran status gizi secara tidak langsung dengan menganalisis data
statistic kesehatan seperti angka kematian menurut umur, angka kesakitan dan data-data lain yang
berkaitan dengan gizi. Data-data bisa didapatkan melalui fasilitas pelayanan kesehatan setempat
Pengukuran status gizi dengan cara ini dapat digunakan untuk keterbatasan dalam waktu dan ruang

87. Seorang ibu menimbangkan balitanya yang berusia 12 bulan di posyandu A, data KMSnya
menunjukan bahwa bulan lalu balita tersebut tidak di timbang, bulan ini berat badanya 10,2 kg
dan bulan sebelumnya lagi beratnya 10,0Kg.
Apakah kode penimbangan yang tepat yang harus diisikan pada buku Sistem Informasi Posyandu
(SIP)?
A. B
B. O
C. T
D. N
E. T
Jawaban; A
Pembahasan;
NTOB = Naik, Tidak naik, 2x Tidak Naik, Baru
Karena pada bulan lalu balita tidak melakukan penimbangan, tidak dapat diketahui apakah balita
mengalami peningkatan BB atau tidak, untuk itu symbol yang tepat ditulis dalam SIP adalah B atau
baru.

88. Seorang ibu membawabalita umur 23 bulan datang menimbang di posyandu Mawar setelah 6
bulan tidak menimbang.hasil penimbangan bulan ini berat badannya 12,5Kg. petugasgizi
puskesmas bermaksud ingin mengetahui status gizi masa lalu balita tersebut
Apakah indeks antropometri yang tepat digunakan?
A. BB/U
B. TB/U
C. BB/TB
D. LLA/U
E. IMT/U
Jawaban; E
Pembahasan;
IMT/U merupakan indeks yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi masa lalu karena selain
indikator berat badan dilakukan juga pengukuran indikator tinggi badan yang merupakan gambaran
gizi jangka panjang dan dibandingkan dengan usia balita.

89. 300 siswa SDN X dilakukan pemeriksaan kelenjar gondok dengan teknik palpasi, pada salah satu
siswa yaitu Yono didapat hasil pembeesaran kelnjar gondok teraba lebih besar dari ibu jari kiri
penderita dan terlihat pada posisi kepala tengadah.
Pembesaran kelenjar gondok tersebut termasuk klasifikasi?
A. Grade O
B. Grade 1
C. Grade 1A
D. Grade 2
E. Grade 3
Jawaban; B
Pembahasan;
Menurut klasifikasi Perez;
Grade 0 = tidak teraba
Grade 1 = teraba dan terlihat hanya dengan kepala ditengadahkan
Grade 2 = mudah dilihat, kepala posisi biasa
Grade 3 = terlihat dari jarak tertentu
90. Seorang ibu usia 65 tahun datang ke puskesmas B untuk memeriksakan gula darahnya, sekaligus
ingin konsultasi gizi dengan petugas gizi puskesmas di pojok gizi, untuk dapat memberikan
konsultasi gizi petugas perlu melakukan penilaian status gizi pasien dengan metode antropometri
Apakah parameter antropometri yang tepat digunakan?
A. BB/U
B. TB/U
C. BB/TB
D. Tilut/U
E. IMT/U
Jawaban; A
Pembahasan;
Pengukuran BB sudah cukup dilakukan untuk melakukan penilaian antropometri, karena pasien juga
tidak mengalami kelupaan terhadap usianya sendiri.

91. Di Kecamatan Batu terjadi masalah gizi berupa balita gizi buruk, sebagian besar mata
pencaharian penduduknya adalah petani sawah tadah hujan, kecamatan ini hanya memiliki satu
puskesmas pembantu pada penerapan konsep riwayat alamiah terjadinya penyakit di masyarakat
mencakup 3 (tiga) faktor yaitu penyakit (agens), penjamu (host) dan faktor lingkungan
(environment)
Yang menjadi Agens pada masalah gizi tersebut adalah?
A. Puskesmas Pembantu
B. Zat gizi yang kurang
C. Kecamatan Batu
D. Keluarga balita
E. Balita
Jawaban; B
Pembahasan;
Agens berkaitan dengan penyakit atau penyebab terjadinya penyakit
Host berkaitan dengan pelaku atau organisme hidup baik secara individu maupun kelompok
Environment berkaitan dengan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik, sosisal, ekonomi dan biologis.

92. Seorang Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Cimol, akan menilai status gizi bulanan di wilayah
kerja puskesmasnya, setelah melakukan pengumpulan data antropometri, langkah selanjutnya
adalah melakukan penilaian dan memilah status gizi balita menggunakan standar antropometri
penilaian status gizi anak KEPMENKES 1995/KEPMEN/SK/XII/2010 dengan 4 (empat) kategori
yaitu sangat kurus/kurus/normal/gemuk
Apakah indeks antropometri yang digunakan oleh petugas gizi tersebut?
A. BB/U
B. TB/U
C. BB/TB
D. LLA/U
E. IMT/U
Jawaban; C
Pembahasan;
Berdasarkan KEPMENKES 1995/KEPMEN/SK/XII/2010, indek BB/TB terbagi menjadi 4 kategori,
yaitu;
1. < -3SD ; sangat kurus
2. -3SD sampai < -2SD ; Kurus
3. -2SD sampai 2SD ; normal
4. > 2SD ; gemuk

93. Seorang Anak laki-laki umur 15 bulan ditimbang di posyandu Cempaka , berat badan 7,4 Kg
Tinggi Badan 74,1 cm, dengan ploting Z-score BB/U (-3 SD), TB/U (-2SD) dan BB/TB (-3SD s.d
-2SD)
Apakah status gizi anak tersebut menurut indeks BB/U?
A. Baik
B. Buruk
C. Lebih
D. Gemuk
E. Kurang
Jawaban; B
Pembahasan;
Berdasarkan KEPMENKES 1995/KEPMEN/SK/XII/2010, indek BB/TB terbagi menjadi 4 kategori,
yaitu;
1. < -3SD ; gizi buruk
2. -3SD sampai < -2SD ; gizi kurang
3. -2SD sampai 2SD ; gizi baik
4. > 2SD ; gizi lebih

94. Keluarga pak AA memiliki bayi usia 8 bulan yang menjadi responden dalam pelaksanaan survei
konsumsi yang dilakukan oleh petugas puskesmas x, bayi tersebut telah mendapatkan makanan
pendaping ASI (MP-ASI) dari usia 6 bulan, namun ASI masih terus diberikan
Berapa perhitungan konsumsi ASI dalam sehari bayi tersebut?
A. <200 ml
B. 200-400 ml
C. 400-700 ml
D. 750-1000 ml
E. >1.000 ml
Jawaban; C
Pembahasan;
Pemberian ASI ;
Tahun pertama ; 400 – 700 ml/24 jam
Tahun kedua ; 200 – 400 ml/24 jam
Tahun ketiga ; 200 ml/24 jam

95. Seorang perempuan umur 55 tahun berkunjung ke Puskesmas A , hasil pengukuran anropometri
menunjukan berat badan 65 Kg, Tinggi Badan 145 cm, mengeluh nyeri dada, sering sesak, minta
disusunkan menu diet untuk menurunkan berat badan, dari dokter dirujuk ke klinik terpadu untuk
mendapat konseling dari petugas gizi puskesmas dengan perhitungan IMT 30,9 .
A. Tinggi
B. Rendah
C. Sedang
D. Sangat Tinggi
E. Sangat Rendah
Jawaban; D
Pembahasan;
Klasifikasi IMT
< 17,0 = kekurangan BB tingkat berat
17,0 – 18,4 = kekurangan BB tingkat ringan
18,5 – 25,0 = normal
25,1 – 27,0 = kelebihan BB tingkat ringan
>27,0 = kelebihan BB tingkat berat

96. 200 balita disuatu desa menunjukan gejala kekurangan vitamin A dengan banyaknya laporan anak
balita pada menjelang malam (sore hari) anak menunjukan gejala buta senja, petugas dengan
peralatan dan sumberdaya yang terbatas akan melalukan penapisan untuk memilih balita yang
akan dirujuk ke rumah sakit dengan melakukan tes adaptasi terang gelap dengan menggunakan
satu ruang yang gelap.
Metode penilaian status gizi (PSG) yang dilakukan petugas tersebut adalah ?
A. Biofisik
B. Biokimia
C. Statistik vital
D. Faktor ekologi
E. Pemeriksaan Klinis
Jawaban; E
Pembahasan;
Pemeriksaan klinis adalah salah satu penilaian status gizi secara langsung yang dinilai lebih cocok
untuk melakukan penapisan sebagai penentuan balita yang akan dirujuk ke rumah sakit dalam kasus
KVA diatas, pemeriksaan klinis ini hanya melihat tanda dan gejala pada balita sehingga cukup efektif
dalam keterbatasan alat dan sumber daya.

97. 300 siswa SDN Desa X dilakukan pemeriksaan kelenjar gondok dengan teknik palpasi, dan
hasilnya menunjukan angka Total Goiter Rate (TGR) mencapai 18%
Desa X masuk edemik gondok kategori?
A. Berat
B. Ringan
C. Sedang
D. Sangat Berat
E. Tidak Endemik
Jawaban; B
Pembahasan;
STATUS ENDEMISITAS PREVALENSI TGR
Non endemic < 5,0%
Endemic ringan 5,0 – 19,9%
Endemic sedang 20,0 – 29,9%
Endemic berat >30,0%

98. Seorang petugas gizi puskesmas X , ingin mendapatkan data konsumsi gizi individu di wilayah
kerjannya dengan tidak membebani pada responden, biaya relatif murah, cepat, responden yang
buta huruf dapat digunakan sehingga dapat diketahui intake nyata gizinya
Metode survei konsumsi apa yang seharusnya dipilih?
A. Recall 24 jam
B. Dietary history
C. Estimated food records
D. Frekuensi makan (food frekuensi)
E. Penimbangan makanan (food weighing)
Jawaban; A
Pembahasan;
Survey konsumsi makanan dibagi menjadi 2 metode, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif
1. Metode kualitatif, biasa diperuntukkan untuk mengetahui frekuensi makanan/konsumsi
menurut jenis makanan dan menggali informasi tentang kebiasaan makan
Termasuk; FFQ, Dietary history, food list
2. Metode kuantitatif, digunakan untuk mengetahui jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga
dapat dihitung konsumsi zat gizinya
Termasuk; food recall 24 jam, estimated food records, food weighing, food account, inventory method,
dan house hold records

3. Metode gabungan, data yang dihasilkan berupa gabungan kualitatif dan kuantitatif
Termasuk; food recall 24 jam dan dietary history

Metode yang tepat digunakan berdasarkan kasus diatas untuk mengetahui gizi yang dikonsumsi
adalah dengan kuantitatif, sedangkan permasalah mengenai responden yang buta huruf dan cara cepat
untuk mendapatkan hasil serta menghemat biaya adalah dengan menggunakan food recall melalui
metode wawancara dengan cara mengingat makanan yang telah dikonsumsi 24 jam sebelumnya.

99. Seorang anak balita perempuan umur 48 bulan, datang di klinik tumbuh kembang puskesmas B,
hasil deteksi ditemukan penyimpangan pada perkembangan, berat badan dibawah normal, hasil
pemeriksaan laboratorium TSH di atas normal, FT4 turun, hasil skor GAKY menunjukan angka
diatas
Diagnosa gizi balita tersebut adalah?
A. Euthyroid
B. Hypothyroid
C. Hyperthyroid
D. Hypothyroid Sub-klinis
E. Hyperthyroid Sub-klinis
Jawaban; B
Pembahasan;
Hypertiroid adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid menghasilkan hormone T4 danTt3 berlebihan,
sedangkan TSH mengalami penurunan.
Sedangkan hypotiroid adalah kondisi kebalikan dari hypertiroid.

100. Seorang Anak laki-laki umur 15 bulan ditimbang di posyandu Cempaka , berat badan 7,4 Kg
Tinggi Badan 74,1 cm, dengan ploting Z-score BB/U (-3 SD), TB/U (-2SD) dan BB/TB (-3SD s.d
-2SD)
Apakah status gizi anak tersebut menurut indeks BB/TB?
A. Kurus
B. Normal
C. Gemuk
D. Sangat Kurus
E. Sangat Gemuk
Jawaban; A
Pembahasan;
Berdasarkan KEPMENKES 1995/KEPMEN/SK/XII/2010, indek BB/TB terbagi menjadi 4 kategori,
yaitu;
1. < -3SD ; sangat kurus
2. -3SD sampai < -2SD ; Kurus
3. -2SD sampai 2SD ; normal
4. > 2SD ; gemuk

- Selamat! kamu telah selesai mempelajari bagian 1 dari bank soal -


Bagian 2

1. Seorang anak perempuan usia 15 bulan datang bersama Ibunya ke poli MTBS karena
batuk pilek. Saat pemeriksaan antropometri didapatkan panjang badan 73,5 cm dan berat
badan 6,8 kg, LiLA 10,9 cm, dan tidak ada edema. Hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik
tidak ditemukan tanda-tanda bahaya. Apa status gizi anak tersebut?
A. Gizi baik menurut pengukuran LiLA
B. Gizi kurang menurut pengukuran LiLA
C. Gizi kurang menurut pengukuran BB/PB
D. Gizi buruk menurut pengukuran BB/U
E. Gizi buruk menurut pengukuran BB/PB
Jawaban : E
Pembahasan:
Gizi buruk tanpa komplikasi, yang ditandai:
a. lingkar lengan atas (LiLA) < 11,5 cm untuk balita berusia 6-59 bulan;
b. BB/PB (atau BB/TB) kurang dari -3 SD;
c. adanya edema bilateral dengan derajat +1 atau +2

2. Ahli Gizi melakukan pengukuran antropometri terhadap seorang Anak balita usia 24 bulan
dengan hasil z skor BB/U -3,3 SD; z-skor BB/TB -3,2 SD; LiLA 11,6 cm dan tidak ada
edema bilateral. Apa masalah gizi pada anak tersebut?
A. Gizi buruk berdasarkan indikator LiLA
B. Gizi buruk berdasarkan edema bilateral
C. Gizi buruk berdasarkan indikator BB/U
D. Gizi buruk berdasarkan indikator BB/TB
E. Gizi kurang berdasarkan indikator BB/TB

Jawaban: D
Pembahasan:
Gizi buruk tanpa komplikasi, yang ditandai:
a. lingkar lengan atas (LiLA) < 11,5 cm untuk balita berusia 6-59 bulan;
b. BB/PB (atau BB/TB) kurang dari -3 SD;
c. adanya edema bilateral dengan derajat +1 atau +2
Gizi buruk dengan komplikasi, yang ditandai oleh hal tersebut di atas dan adanya satu
atau lebih komplikasi berikut (sama dengan tanda bahaya pada MTBS):
a. anoreksia;
b. dehidrasi berat (muntah terus-menerus, diare);
c. letargi atau penurunan kesadaran;
d. demam tinggi;
e. pneumonia berat (sulit bernafas atau bernafas cepat);
f. anemia berat.

3. Seorang anak balita gizi buruk bersama ibunya datang ke Puskesmas untuk di layanan
rawat jalan, balita tersebut mendapatkan RUTF. Apa Obat-obatan rutin yang diberikan
pada balita tersebut?
A. Amoksisilin dan obat cacing
B. Kotrimoksazol dan obat cacing
C. Multivitamin, Amoksisilin dan obat cacing
D. Multivitamin, Kotrimoksazol dan obat cacing
E. Vitamin A dosis tinggi, Kotrimoksazol dan obat cacing

Jawaban: A
Pembahasan:
Pemberian obat balita gizi buruk sesuai hasil pemeriksaan:
- Antibiotika berspektrum luas diberikan saat pertama kali balita masuk rawat jalan,
walaupun tidak ada gejala klinis infeksi: Amoksisilin (15 mg/kg per oral setiap 8 jam)
selama 5 hari.
- Parasetamol hanya diberikan pada demam lebih dari 38°C. Pantau suhu tubuh balita
dan bila demam > 39°C, rujuk balita ke rawat inap. Pengasuh harus mendapatkan
penjelasan cara menurunkan suhu tubuh anak di rumah.
- Vitamin A: Bila tidak ditemukan tanda defisiensi vitamin A atau tidak ada riwayat
campak 3 bulan terakhir, maka vitamin A dosis tinggi diberikan di hari ke-1 sesuai
umur. Bila ditemukan tanda defisiensi vitamin A, seperti rabun senja atau ada riwayat
campak dalam 3 bulan terakhir, maka vitamin A diberikan dalam dosis tinggi sesuai
umur, pada hari ke-1, hari ke-2 dan hari ke-15.
- Suplemen zat gizi mikro diberikan setiap hari paling sedikit selama 2 minggu:
• Asam folat (5 mg pada hari pertama, dan selanjutnya 1 mg/hari).
• Multivitamin (vitamin C dan vitamin B kompleks).
• Zat besi (3 mg/kgBB/hari) setelah berat badan mengalami kenaikan
Balita gizi buruk yang mendapatkan RUTF tidak perlu diberikan lagi tambahan suplementasi
zat gizi mikro (seperti vitamin A, asam folat, zat besi, seng dan tembaga) karena telah
terkandung dalam RUTF.
- obat-obatan rutin dan layanan kesehatan lainnya misalnya imunisasin dan obat cacing

4. Seorang ibu hamil, umur 37 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan kepala, cepat
lelah, dan mudah mengantuk. Hasil anamnesis diketahui perempuan tersebut seorang
pemetik daun teh dan biasa mengonsumsi teh kental, termasuk pada saat minum tablet
tambah darah juga minum teh. Apa nama senyawa anti gizi tersebut?
a. Serat.
b. Tanin
c. Antitripsin.
d. Asam oksalat.
e. Asam pitat
Jawaban: b
Pembahasan:
Teh merupakan minuman yang banyak bermanfaat sebagi antioksidan, tetapi juga
mempunyai zat anti gizi bernama tanin yang dapat menghambat penyerapan besi apabila
dikonsumsi dalam waktu yang tidak tepat. Tanin diketahui memiliki efek mengikat zat besi,
sehingga zat besi sulit dicerna dan pada akhirnya ikut terbuang melalui keringat atau urin.
Selain tanin, asam fitat juga merupakan salah satu senyawa yang dapat menghambat
penyerapan zat besi.

5. Seorang perempuan, umur 30 tahun, sedang mengandung anak yang kedua sejak 1 bulan
lalu. Pada tahap awal kehamilan ibu hamil perlu mendapat perhatian asupan zat gizi untuk
perkembangan janin yang optimal dan mencegah terjadinya kelainan pada janin (Neural
Tube Defect). Apa zat gizi yang perlu diperhatikan pada kasus tersebut ?
a. Biotin
b. Tiamin
c. Kobalamin
d. Asam folat
e. Asam pantotenat
Jawaban: d
Pembahasan:
Salah satu zat gizi yang penting pada masa kehamilan adalah asam folat. Kebutuhan folat
meningkat pasa saat kehamilan. ekurangan asam folat dapat menyebabkan pertumbuhan
susunan saraf pusat janin tidak terbentuk sempurna. Kelainan ini secara umum disebut neural
tube defect (NTD) diantaranya, anenchepaly (otak bayi tidak terbentuk), meningochele, dan
spina bifida.

6. Pada suatu desa, dilakukan pemeriksaan kadar iodium dalam urine pada semua anak SD.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa median urinary iodine level = 40 µg/l. Maka
termasuk dalam kategori apakah desa tersebut?
a. Bebas GAKY
b. Kreatinin endemic
c. Gaky endemic berat
d. Gaky endemic sedang
e. Gaky endemic ringan
Jawaban: d
Pembahasan:
Kriteria epidemiologi untuk menilai suatu daerah telah mendapatkan cukup ataupun masih
kekurangan iodium berdasarkan EIU pada Anak Usia Sekolah (AUS) yaitu kekurangan
iodium tingkat ringan apabila nilai median EIU 50–99 µg/L, kekurangan iodium tingkat
sedang apabila nilai median EIU 20–49 µg/L, dan kekurangan iodium tingkat berat, apabila
nilai median EIU
< 20 µg/L.

7. Seorang laki-laki, umur 61 tahun, datang ke RS dengan keluhan sakit pada persendian
sejak dua minggu yang lalu. Hasil anamnesis: suka mengonsumsi emping dan jeroan.
Hasil pemeriksaan: BB 75 kg, TB 163 cm, dan kadar asam urat 7,2 mg/dL. Apakah
formulir skrining gizi yang paling tepat untuk kasus tersebut?
a. MNA-SF
b. MST
c. MNA
d. STAMP
e. MUST
Jawaban: a
Pembahasan:
- Penerapan metode NRS menggunakan sistem pemberian skor, yang meliputi skor
untuk nafsu makan, kemampuan untuk makan, faktor stres dan persentil berat
badan.
- Formulir PYMS adalah salah satu alat skrining gizi yang digunakan bagi anak-
anak. Dalam Formulir PYMS ini terdapat 4 komponen untuk mengevaluasi, yaitu
riwayat penurunan asupan makan dalam 1 minggu sebelumnya, BMI, Riwayat
penurunan berat badan serta kaitan antara penyakit dengan kebutuhan gizi pasien.
- Formulir STAMP adalah salah satu alat skrining yang fungsinya untuk
mengidentifikasi secara dini dan tepat kondisi malnutrisi dan risiko malnutrisi pada
anak.
- Formulir STRONG Kids dalam pemakaiannya mampu menunjukkan hubungan
yang baik antara status gizi sekarang dan lama rawat inap di populasi anak-anak.
- Formulir SGNA adalah form yang salah satu fungsinya untuk menilai status gizi
pasien sebelum masuk rumah sakit dan selama dirawat di rumah sakit sehingga
lebih menggambarkan adanya perubahan status gizi.
- Formulir MUST didesain untuk membantu mengidentifikasi pasien dewasa yang
underweight dan berisiko malnutrisi dan obesitas
- Formulir MST digunakan untuk mengidentifikasi pasien yang mempunyai risiko
kurang gizi untuk dewasa.
- Metode skrining menggunakan formulir MNA terdiri atas 2 bagian yaitu, skrining
gizi dan assessment gizi untuk Usia Lanjut. Mini Nutritional Assesment Short
Form (MNA-SF) adalah bagian skrining yang terdiri dari 6 pertanyaan. Indikator
yang digunakan MNA adalah pengukuran antropometri, komorbiditas, kebiasaan
makan, dan penilaian gizi subyektif.

8. Seorang laki-laki, umur 40 tahun, dibawa ke RS karena mengalami luka bakar. Hasil
pemeriksaan: kedua tungkai kaki tampak memerah dan melepuh, kesadaran
composmentis, tekanan darah 150/85 mmHg. Berapakah luas luka bakar yang dialami
pasien tersebut ?
a. 72%
b. 36%
c. 18%
d. 9%
e. 1%
Jawaban: c
Pembahasan:
Seorang tenaga medis profesional harus terlatih dalam menentukan derajat dan menangani
suatu luka bakar. Ada pedoman yang biasa digunakan untuk memperkirakan luas daerah yang
terbakar yang disebut dengan Hukum Sembilan (rule of nine), yaitu membagi daerah tubuh
dengan persentase Sembilan (9%) per daerah tubuh. Secara singkat, penjelasan Hukum
Sembilan adalah sebagai berikut:
 Kepala (Nilai Total = 9%), terdiri dari: bagian depan = 4,5% dan bagian belakang = 4,5%
 Tubuh (Nilai Total = 36%), terdiri dari: dada dan perut = 18% serta punggung = 18%
 Lengan (Nilai Total = 18%), terdiri dari: lengan atas depan-belakang = 9% dan lengan
bawah depan-belakang = 9%
 Kaki (Nilai Total =36%), terdiri dari: tungkai atas depan-belakang = 18% dan tungkai
bawah depan-belakang =18%
 Alat kelamin (Nilai Total =1%)

9. Seorang anak laki-laki dengan status gizi obesitas, anak tersebut berumur 10 tahun.
Berapa pengurangan energi dari makanan untuk kasus obesitas tersebut?
a. 100 – 200 kkal/hari
b. 100 – 400 kkal/hari
c. 200 – 400 kkal/hari
d. 300 – 500 kkal/hari
e. 200 – 500 kkal/hari
Jawaban: e
Pembahasan: Adapun jenis diet untuk pasien obesita anak dengan indikasi pemberiannya
harus memperhatikan usia anak dan dilakukan secara bertahap. Untuk anak obesitas usia 0-5
tahun, diberikan diet atau makanan bergizi seimbang. Sedangkan untuk anak obesitas usia 5-
15 tahun diberikan diet energi rendah dengan cara mengurangi asupan energi sebesar 200-500
kkal dari total kebutuhan energi sehari.

10. Seorang anak laki-laki anak ke-2 dari 4 bersaudara, berumur 12 tahun 4 bulan diantar
orang tuanya ke RS dengan keluhan mudah lemas. Hasil anamnesis: terlihat lemas, dan
tidak ingin makan, hanya bisa menghabiskan ½ porsi makanan RS. Hasil pemeriksaan:
BB aktual 33 Kg, BBI 42, Hb 11,7 g/dL, albumin 2,39 g/dL, LDL 302 mg/dl dan TG 550
mg/dl. Manakah jenis diet yang paling tepat untuk tersebut?
a. Diet Nefrotik Sindrom Tinggi Serat
b. Diet Nefrotik Sindrom Tinggi Protein
c. Diet Nefrotik Sindrom Rendah Lemak
d. Diet Nefrotik Sindrom Tinggi Zat Besi
e. Diet Nefrotik Sindrom Rendah Natrium
Jawaban: c
Pembahasan: Terlihat dari kadar LDL dan TG yang tinggi. Trigliserida adalah salah satu jenis
lemak yang banyak ditemukan di dalam darah. Trigliserida dihasilkan oleh organ hati, namun
sebagian besar berasal dari makanan, seperti daging, keju, susu, nasi, minyak goreng, dan
mentega. Asupan lemak yang berlebihan menyebabkan tingginya trigliserida dalam darah.
Sehingga pasien dengan TG tinggi diberikan diet rendah lemak.

11. Seorang anak perempuan, berusia 8 tahun 9 bulan dirawat di RS. Hasil anamnesis:
didiagnosa nefrotik sindrom sejak usia 1 tahun, nafsu makan pasien menurun sejak 3
bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik klinis: edema ++, suhu 38 derajat celcius. Saat
ini BB aktual 31 kg, BBI 27 kg, BB koreksi 25, BMI 14,7. Manakah domain diagnosa
gizi yang sesuai dengan kondisi pasien saat ini?
a. NI-5.2 Malnutrisi
b. NI-5.10 Kelebihan asupan mineral
c. NI-2.1 Asupan makan per oral inadekuat
d. NC-3.2 Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan
e. NC-3.4 Kenaikan berta badan yang tidak
diharapkan Jawaban: a
Pembahasan : edema ++, BMI 14,7 menunjukan pasien malnutrisi

12. Seorang perempuan umur 40 tahun, pendiidkan S1, bekerja di bagian administrasi suatu
perusahaan makanan ringan. Berat badan saat ini 74 Kg dan tinggi badan 155 cm. Ia
sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak yang sudah remaja. Suaminya bekerja
sebagai akuntan di suatu bank. Kegiatan fisik Ny A termasuk ringan karena lebih banyak
duduk di depan komputer dengan 8 jam kerja/hari. Akhir-akhir ini ia sering mengeluh
sesak napas setelah beraktivitas. diketahui ia tidak mempunyai riwayat penyakit
sebelumnya. Hasil pemeriksaan tekanan darah 120/80 mmHg dan kadar kolesterol total
189 mg/dl. Berapa kebutuhan REE (Resting Energy Expenditure) jika menggunakan
rumus Harris Benedict untuk perempuan?
a. 1262,09 kkal
b. 1362,09 kkal
c. 1462,09 kkal
d. 1562,09 kkal
e. 1662,09 kkal
Jawaban: c
Pembahasan: mari kita hitung REE menggunakan rumus Harris Benedict untuk perempuan.
REE = 655,1 + 9,56 W + 1,85 H – 4,68 A = 655,1 + 9,56 (74) + 1,85 (155) – 4,68 (40) =
1462,09 kkal

13. Berdasarkan kasus nomor 15. Bagaimana diagnosis gizi yang tepat pada domain klinis?
a. Kelebihan asupan energi berkaitan dengan konsumsi makanan mengandung energi
tinggi ditandai dengan asupan energi 126,11%
b. Kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan asupan energi berlebih dan
aktivitas fisik kurang ditandai dengan IMT = 30,83 dan tampak gemuk
c. Pemilihan makanan yang salah berkaitan dengan kurang terpaparnya informasi gizi
dan makanan ditandai dengan konsumsi makanan siap saji, jenis makanan selingan
yang manis-manis, kurang konsumsi sayur & buah.
d. Kelebihan asupan lemak berkaitan dengan konsumsi makanan siap saji, jenis
makanan selingan yang manis-manis tinggi ditandai jarang konsumsi sayur & buah.
e. Gangguan pola makan berkaitan dengan kurang terpaparnya informasi gizi dan
makanan ditandai dengan konsumsi makanan siap saji, jenis makanan selingan yang
manis-manis, kurang konsumsi sayur & buah

Jawaban: b
Pembahasan:
Diagnosis gizi: Domain asupan: NI.1.3. Kelebihan asupan energi berkaitan dengan konsumsi
makanan mengandung energi tinggi ditandai dengan asupan energi 126,11%. Domain klinis:
NC.3.3. Kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan asupan energi berlebih dan
aktivitas fisik kurang ditandai dengan IMT = 30,83 Domain perilaku: NB.1.7. Pemilihan
makanan yang salah berkaitan dengan kurang terpaparnya informasi gizi dan makanan
ditandai dengan konsumsi makanan siap saji, jenis makanan selingan yang manis-manis,
kurang konsumsi sayur & buah.
14. Seorang laki-laki masuk RS dengan diagnosis gout arthritis. Ahli Gizi melakukan
pengkajian gizi antropometri untuk penderita gout arthritis, apabila pengukuran tinggi
badan tidak bisa dilakukan dikarenakan pasien tidak bisa berdiri. Maka bisa diganti
dengan pengukurana?
a. Berat badan
b. Tebal lemak
c. Tinggi Lutut
d. Lingkar kepala
e. Indeks Massa Tubuh (IMT)
Jawaban: c
Pembahasan: Penatalaksanaan asuhan gizi bagi penderita gout arthritis di mulai dari skrining
gizi, pengkajian gizi, penentuan diagnosis gizi, intervensi gizi, konseling gizi serta
monitoring dan evaluasi gizi. Formulir skrining gizi yang bisa dipakai untuk menentukan ada
tidaknya risiko malnutrisi pada penderita gout arthritis antara lain Short Form Mini
Nutritional Assesment (MNA-SF), Nutrition Risk Index (NRI), Geriatric Nutrition Risk
Index (GNRI), Nutrition Screening Initiative (NSI) serta Canadian Nutrition Screening Tool.
Pengkajian gizi pada pasien ini meliputi pengkajian antropometri, biokimia, fisik klinis,
dietary dan data lain yang menunjang. Antropometri meliputi berat badan (BB), tinggi badan
(TB), IMT, dan pengukuran lain seperti panjang depa, lingkar lengan atas (LLA) atau tinggi
lutut apabila pasien tidak dapat diukur BB dan TBnya.

15. Seorang perempuan masuk rumah sakit dengan keluhan lemas, mengalami gangguan
menelan, tetapi saluaran cerna masih berfungsi baik. Saat ini pasien diberikan makanan
parenteral yang terdiri dari 200 ml 50% dextrose, 800 ml 10% asam amino, dan 300 ml
10
% lipid. Berapa sumbangan energi dari makanan parenteral tersebut?
a. 790 kkal
b. 890 kkal
c. 990 kkal
d. 1090 kkal
e. 1190 kkal
Jawaban: c
Pembahasan: Makanan parenteral adalah makanan dalam bentuk cair yang diberikan melalui
intravena, dikarenakan tubuh tidak bisa menerima secara oral atau enteral. Patokan yang
digunakan dalam menghitung kandungan energi dalam makanan parenteral adalah
 Dextrose = 3.4 kkal/g
 20 % lipid = 2.0 kkal/ml
 10 % lipid = 1.1 kkal/ml
 Protein = 4 kkal/g
 1 g nitrogen= 6.25 g protein.
Soal: 200 ml 50% dextrose, 800 ml 10% asam amino, dan 300 ml 10 % lipid
 Dextrose (CHO)  % konsentrasi X avolume = 50/100 x 200 = 100 g dextrose ( 1 g
dextrose=3.4 kkal)
 Jadi kandungan energi dari sumber CHO = 100 x 3.4 kkal = 340 kkal
 Asam amino (ptn)  % konsentrasi x volume= 10/100 x 800 ml = 80 g protein (1 g
ptn=4 kkal) Jadi kandungan energi dari asam amino(ptn) = 80 x4 kkal = 320 kkal
 Lemak (L)  kkal/ml x volume dalam ml= 1.1 kkal/ml x 300 ml = 330 kkal
Jadi total kandungan energi = 340 kkal + 320 kkal + 330 kkal= 990 kkal

16. Seorang laki-laki dirawat di RS karena kondisi hepatitisnya, nilai SGOT dan SGPT
meningkat, bilirubin meningkat, pasien tampak kuning. Apa diagnosis gizi yang dapat
ditetapkan?
a. Asupan lemak berlebih berkaitan dengan hepatitis ditandai dengan SGOT, SGPT dan
bilirubin melebihi normal dan pasien tampak kuning
b. Perubahan gastrointestinal berkaitan dengan hepatitis ditandai dengan SGOT, SGPT
dan bilirubin melebihi normal dan pasien tampak kuning
c. Interaksi obat dan makanan berkaitan dengan hepatitis ditandai dengan SGOT, SGPT
dan bilirubin melebihi normal dan pasien tampak kuning
d. Gangguan utilisasi zat gizi lemak berkaitan dengan hepatitis ditandai dengan SGOT,
SGPT dan bilirubin melebihi normal dan pasien tampak kuning
e. Perubahan nilai laboratorium terkait lemak berkaitan dengan hepatitis ditandai
dengan SGOT, SGPT dan bilirubin melebihi normal dan pasien tampak kuning

Jawaban: d
Pembahasan:
Beberapa kemungkinan masalah gizi pada pasien penyakit hepatitis adalah: inadekuat asupan
oral; inadekuat asupan protein dan energi; interaksi obat dan makanan; gangguan utiliasi zat
gizi (perubahan kemampuan memetabolisme zat gizi dan substansi bioaktif); dan penurunan
berat badan yang tidak diharapkan. Beberapa contoh diagnosa gizi pada pasien dengan
hepatitis
:
a. Gangguan utilisasi zat gizi (P atau Problem) berkaitan dengan hepatitis (E atau
Etiologi) ditandai/dibuktikan dengan SGOT dan SGPT abnormal, bilirubin tinggi,
tampak kuning (SS atau Signs dan Symtomps).
b. Asupan oral tidak adekuat (P atau Problem) berkaitan dengan mual, muntah (E atau
Etiologi) ditandai/dibuktikan dengan asupan energi kurang dari kebutuhan, penurunan
berat badan, dan tampak kurus (SS atau Signs dan Symtomps).

17. Seoang perempuan usia 35 tahun masuk ke RS dengan keluhan pusing, mual dan
muntahm, demam tinggi pada sore menjelang malam dan agak turun waktu pagi hari,
sudah berlangsung selama 1 minggu. Dokter mendiagnosa pasien dengan Hepatitis A dan
pasien dianjurkan untuk rawat inap. Hasil laboratorium : SGOT 500 U/l dan SGPT 650
U/l, Hb 13 g/dl, Total serum Bilirubin 22 umol/L. Pasien tampak lemah, pucat dan
kuning. Total serum bilirubin yang meningkat melebihi nilai normal pada kondisi
hepatitis menunjukkan?
a. Kerusakan sel hati
b. Defisiensi vitamin dan mineral
c. Adanya jaundice hiperbilirubinemia
d. Dampak asupan E & P tidak sesuai dengan kebutuhan
e. Hati tidak dapat membuang hasil destruksi sel darah merah

Jawaban: e
Pembahasan:
18. Seorang pasien di diagnose gizi oleh ahli gizi mengalami berat badan kurang berkaitan
dengan asupan makan yang kurang dalam jangka waktu yang lama dan adanya
peningkatan kebutuhan ditandai dengan penurunan berat badan 10% dalam 2 bulan serta
IMT 18. Apa sign dan symptom pada kasus tersebut ?
a. Asupan makan kurang dalam waktu lama
b. Asupan makan dan peningkatan kebutuhan
c. Penurunan berat badan 10% 2 bulan, IMT 18
d. Berat badan kurang karena asupan makan kurang
e. Berat badan kurang karena status gizi underweight IMT 18

Jawaban: c
Pembahasan:
Diagnosa gizi: Berat badan kurang (Problem) berkaitan dengan asupan makan yang kurang
dalam jangka waktu yang lama dan adanya peningkatan kebutuhan (etiologi) ditandai dengan
penurunan berat badan 10% dalam 2 bulan serta IMT 18 (sign dan symptom).

19. Seorang laki-laki punya bisnis travel terdiganosa terinfeksi HIV sejak 10 tahun yang lalu.
NIlai beban virus tidak terindikasi, tapi nilai CD4 adalah 643 sel/mcl. Pada saat ini
pasien masih minum obat antiretroviral, atorvastatin (Lipitor), dan ranitidine (zantac).
Tinggi badan adalah 172 cm, BB; 85 kg. Profil lipid puasa adalah kadar total kolesterol
184 mg/dl; trigliserida 304 mg/dl, HDL 25 mg/dl, dan LDL 96 mg/dl. Berapa kebutuhan
Energi (perhitungan menggunakan Harris Benedict ) dengan aktifitas 1,2, faktor stress
1,2?
a. 2150 kkal
b. 2250 kkal
c. 2350 kkal
d. 2450 kkal
e. 2550 kkal

Jawaban: c
Pembahasan:
( BBI 72 kg), aktifitas 1,2, faktor stress 1,2)
BMR= 66.47+13.75(BBI) + 5.0 X (TB) – 6.75 x (Umur)
BMR=66.47+13.75x (72) +5.0X (172) -6.75X (42)
BMR =1056 + 860 – 283.5 = 1633, maka kebutuhan energi = 1633 x 1,2x1,2=2350 kkal

20. Seorang lansia laki-laki rutin mengikuti posyandu lansia yang diselenggarakan
berdekatan dengan rumahnya. Ahli gizi memberikan konsultasi berkaitan dengan
kebutuhan vitamin dan mineralnya. Bagaimana kebutuhan vitamin dan mineral yang
direkomendasikan?
a. Tetap sesuai kebutuhan usia dewasa
b. Kebutuhan secara bertahap menurun
c. Kebutuhannya bertambah sangat besar
d. Bertambah mengikuti pertambahan usia
e. Banyak berkurang karena faktor ketuaan

Jawaban: d
Pembahasan: Kebutuhan gizi lansia berbeda dengan kebutuhan gizi orang dewasa. Pada
umumnya kebutuhan akan energi semakin berkurang, sedangkan beberapa vitamin dan
mineral yang dibutuhkan lebih banyak bertambah mengikuti pertambahan usia. Kebutuhan
gizi lansia laki-laki berbeda dengan lansia perempuan. Semakin bertambah usianya,
kebutuhan gizi lansia semakin berkurang. Oleh karena itu kebutuhan gizinya dikelompokkan
berdasarkan usia (50— 64 dan 65 ke atas), dan jenis kelamin.

21. Seorang ibu sedang menyusui bayi yang sudah berusia 3 bulan. Berapa rata-rata
penambahan energi untuk ibu tersebut dalam rangka memproduksi ASI yang optimal?
a. 300 Kkal
b. 330 Kkal
c. 350 Kkal
d. 400 Kkal
e. 430 KkaL

Jawaban: b
Pembahasan: bisa melihat table Angka Kecukupan Gizi tahun 2019 untuk menyusui 6 bulan
pertama

saat ini berusia 35 tahun,mempunyai BB : 60 kg dan TB : 155 cm, aktifitas sehari-hari selain ibu rumah tangga juga mengajar
g harus diperhatikan untuk kesehatan tulangnya?

tein

d. Fe, asam folat dan protein


e. Karbohidrat, lemak dan protein

Jawaban: b
Pembahasan: Kebutuhan kalsium meningkat selama menyusui karena digunakan untuk
memproduksi ASI yang mengandung kalsium tinggi. Fungsi utama vitamin D pada ibu
menyusui adalah membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vitamin A dan
C. Vitamin D diperoleh tubuh melalui sinar matahari dan makanan. Apabila asupan kalsium
tidak
mencukupi maka ibu akan mengalami pengeroposan tulang dan gigi karena cadangan kalsium
dalam tubuh ibu di gunakan untuk produksi asi.

23. Seorang remaja usia 14 th, dari hasil recall konsumsi sehari diperoleh asupan energi 1900
Kkal, Protein 66 g, lemak 80 g. Berapa proporsi konsumsi protein dari total energinya?
a. 14%
b. 38%
c. 48 %
d. 60%
e. 75%

Jawaban: a
Pembahasan:
(14 : 100) x 100 = 266 kkal
266 kkal : 4 = 66 gram (Protein)

24. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun 2 bulan, saat ini sudah duduk di TK A. Anak
tersebut terlihat sehat dan aktif bergerak dengan berat badan 23 Kg dan tinggi badan
112.2 cm. Berapa berat badan ideal anak tersebut?
a. 14,2 kg
b. 15,2 kg
c. 16,2 kg
d. 17,2 kg
e. 18,2 kg
Jawaban: c
Pembahasan: BBI = (2 x umur (thn)) + 8 = ( 2 x 4,1 ) + 8 = 16,2 Kg

25. Seorang laki-laki memiliki usaha makanan kaleng, makanan kaleng tersebut dapat awet
karena dilakukan proses pemanasan yang dapat membunuh mikroba dan penutupan botol
secara rapat sehingga dapat mencegah masuknya mikroba ke dalam makanan. Penemu
teknologi pengalengan tersebut adalah?
a. Peter Durand
b. Louis Pasteur
c. Nicholas Appert
d. Louis Gay-Lussac
e. William Lyman Underwood

Jawaban: c
Pembahasan:
Penerapan teknologi pangan sederhana telah dimulai sejak masa primitif dengan cara
penyimpanan hasil pertanian di lumbung-lumbung sampai mengeringkan bahan pangan agar
menjadi lebih awet dan tahan lama. Kemudian penerapan teknologi pangan modern dimulai
ketika Nicolas Appert (1804) mengalengkan bahan pangan dengan cara pemanasan sterilisasi
dan Louis Pasteur menemukan cara pemanasan pasteurisasi yaitu cara pemanasan di bawah
suhu sterilisasi untuk membunuh mikroba yang ada di dalam susu dengan perubahan sifat
dari susu yang minimal.

26. Sebuah perusahaan minuman sari buah ingin menghasilkan produk yang berkualitas.
Upaya yang dilakukan perusahaan tersebut adalah menambahkan zat gizi yaitu vitamin
C, yang kemungkinan hilang saat pengolahan. Apa istilah yang dimaksud dengan upaya
di tersebut?
a. Restorasi
b. Fortifikasi
c. Enrichment
d. Suplementasi
e. Komplementasi

Jawaban: b
Pembahasan: Fortifikasi pangan adalah penambahan satu atau lebih zat gizi (nutrien) ke
dalam pangan. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan tingkat konsumsi dari zat gizi yang
ditambahkan untuk meningkatkan status gizi populasi. Harus diperhatikan bahwa peran
pokok dari fortifikasi pangan adalah pencegahan defisiensi, dengan demikian menghindari
terjadinya gangguan yang membawa kepada penderitaan manusia dan kerugian sosio
ekonomis. Namun demikian, fortitkasi pangan juga digunakan untuk menghapus dan
mengendalikan defisiensi zat gizi dan gangguan yang diakibatkannya.

27. Seorang pengusaha Pisang, mengangkut pisang yang telah matang menggunakan truk,
ditempatkan dalam kemasan rak kayu sampai penuh sehingga bagian bawahnya akan
tertindih dan tertekan dari bagian atas dan sampingnya, kemudian truk berjalan sehingga
terjadi guncangan yang kuat. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada buah pisang.
Jenis kerusakan apakah yang terjadi?
a. Fisik
b. Kimia
c. Biologis
d. Mekanis
e. Mikrobiologis

Jawaban: d
Pembahasan:
 Kerusakan mikrobiologis Mikroba seperti kapang, bakteri, dan ragi/khamir mempunyai
daya perusak terhadap bahan hasil pertanian. Cara perusakannya dengan
menghidrolisa atau mendegradasi makromolekul-makromolekul menjadi fraksi-fraksi
yang lebih kecil.
 Kerusakan mekanis disebabkan adanya benturan-benturan mekanis, misalnya benturan
antara bahan itu sendiri atau karena benturan alat dengan bahan tersebut.
 Kerusakan fisik disebabkan karena perlakuan-perlakuan fisik, misalnya dalam
pengeringan terjadi case hardening, dalam pendinginan terjadi chilling injuries atau
freezing injuries dan freezer burn pada bahan yang dibekukan, pada penggorengan
atau pembakaran yang terlalu lama sehingga gosong
 Kerusakan biologis adalah kerusakan yang disebabkan kerusakan fisiologis, serangga,
dan binatang pengerat (rodentia).
28. Sebuah perusahaan mengeluarkan produk kalengan baru menggunakan teknologi pangan
terbaru, salah satunya menggunakan teknologi penggulaan. Perusahaan ini memproduksi
jelly rasa terbaru tahun 2016. Namun, pada percobaan pertama terjadi sineresis pada jelly
yang mereka buat. Apa yang terjadi pada jelly tersebut?
a. Larutan gula yang menerobos keluar
b. Pengurangan keefektifan asam pada jelly
c. Pengeluaran air dari gel karena terlalu asam
d. Kekurangan pektin yang tidak cukup sehingga jel menjadi padat
e. Kecairan jel yang menyebabkan timbulnya bakteri patogen dan menyebabkan diare
Jawaban: c
Pembahasan:
Sineresis yaitu keluarnya cairan dari gel, sehingga gel menjadi mudah hancur dan
kehilangan sifat kenyalnya. Gel yang mengandung asam atau alkali tinggi akan menyebabkan
terjadinya syneresis

29. Seorang anak lahir pada tanggal 19 bulan Mei tahun 2018, datang Bersama Ibunya ke
puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya pada tanggal 8 September 2020. Berapa
umur anak dengan cara perhitungan pembulatan adalah ?
a. 25 bulan
b. 26 bulan
c. 27 bulan
d. 28 bulan
e. 29 bulan

Jawaban: d
Pembahasan:
Cara menghitung dengan pembulatan adalah: a) Bila umur kelebihan atau kekurangan
sebanyak 16-30 hari, maka dibulatkan menjadi 1 bulan. b) Bila umur kelebihan atau
kekurangan sebanyak 0 – 15 hari, maka diabaikan dianggap 0.
Tanggal ditimbang 8 09 2020
Tanggal lahir 19 05 2018
11 (hari) 4 (bulan) 2 (tahun) = (-0 bulan) (4 bulan) (24 bulan)
Umur berdasarkan pembulatan menjadi -0 bulan + 4 bulan + 24 bulan = 28 bulan.

30. Seorang ibu, umur 35 tahun datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya.
Hasil pemeriksaan klinis menunjukan wajah dan telapak tangan pucat dan hasil
pemeriksaan laboratorium Hb 10 gr/dl serta status gizi normal. Apakah masalah gizi
pada kasus diatas?
a. Anemia
b. Obesitas
c. Hipertensi
d. Asam urat
e. Diabetes Melitus
Jawaban: a
Pembahasan: Dari pernyataan soal dapat dilihat yang menjadi masalah adalah pemeriksaan
klinis menunjukan wajah dan telapak tangan pucat dan hasil pemeriksaan laboratorium Hb 10
gr/dl. Pernyataan ini merupakan gejala dari anemia dan kadar Hb Perempuan dewasa tidak
hamil: 12-15.8 gr/dl

31. Seorang ahli gizi melakukan uji keamanan pangan di sebuah instansi penyelenggaraan
makanan. Salah satu menu yang diperiksa adalah bubur ayam dengan tambahan telur
dadar dan garnish yang terdiri dari tomat dan daun selada. Hasil pemeriksaan
menemukan adanya lalat di dalam bubur ayam tersebut. Kontaminasi apa yang terdapat
pada bubur ayam tersebut?
a. Fisik
b. Kimia
c. Biologis
d. Mekanik
e. Biokimia

Jawaban: c
Pembahasan:
Kontaminan fisik : Kontaminan fisik adalah benda-benda asing yang bukan bagian dari bahan
makanan, yang terdapat dalam makanan.
Kontaminasi biologis: organisme yang hidup dan menimbulkan kontaminan makanan.
Organisme hidup yang sering menjadi kontaminan atau pencemar bervariasi mulai yang
berukuran besar seperti serangga, sampai yang amat kecil seperti mikroorganisme.

32. Seorang balita, dibawa ibunya ke Puskesmas sesuai rujukan petugas kesehatan,
sebelumnya ibu balita mengeluhkan 2 kali penimbangan di Posyandu berat badan tidak
naik. Hasil anamnesis balita terindikasi malnutrisi, sering menderita diare, pekerjaan
orang tua serabutan, rewel, cengeng dan apatis. Hasil pemeriksaan kurus, lemah. Apakah
penyebab langsung terjadinya kasus tersebut?
a. Konsumsi rumah tangga
b. Pelayanan kesehatan
c. Social ekonomi
d. Infeksi penyakit
e. Pola asuh

Jawaban: d
Pembahasan:
Kasus yang digambarkan pada soal tentang ibu balita mengeluhkan 2 kali penimbangan di
Posyandu berat badan tidak naik. Penyebab langsung ststus gizi adalah penyakit infeksi dan
asupan makan. Penyakit infeksi yang terjadi di sini adalah Diare.

33. Seorang ahli gizi Puskesmas, melakukan kegiatan survey penilaian status gizi di suatu
kecamatan. Hasil survey disampaikan pada pertemuan tingkat kecamatan, dimana
didapatkan prevalensi gizi buruk dikecamatan tersebut mencapai 2%. Apakah arti
pernyataan diatas?
a. Ada 2 balita gizi buruk di kecamatan tersebut
b. Ada 2 balita yang meninggal karena gizi buruk di kecamatan tersebut
c. Dari 100 balita di kecamatan tersebut ada 2 balita yang gizi buruk
d. Dari 100 orang penduduk di kecamatan tersebut ada 2 balita yang gizi buruk
e. Dari 100 orang penduduk di kecamatan tersebut, ada 2balita yang meninggal

Jawaban: c
Pembahasan: Jika diketahui jumlah populasi maka dapat dihitung berapa besar angka yang
didapat dari 2 persen tersebut. Dari kasus dapat diketahui beberapa point penting yaitu
pertemuan tingkat kecamatan, prevalensi gizi buruk. Sehingga jawaban yang tepat adalah
Dari 100 balita di kecamatan tersebut ada 2 balita yang gizi buruk.

34. Seorang Ahli gizi menunjukan usaha untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang
meliputi usaha-usaha peningkatan gizi, pemeliharaan kesehatan perorangan,
pemeliharaan kesehatan lingkungan, olah raga secara teratur, istirahat yang cukup dan
rekreasi sehingga seseorang dapat mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Termasuk
dalam ruang lingkup kesehatan masyarakat apa yang dilakukan Ahli gizi tersebut?
a. Promotif
b. Preventif
c. Kuratif
d. Rehabilitatif
e. Intervensi

Jawaban: a
Pembahasan:
Ruang lingkup kesehatan masyarakat meliputi usaha-usaha:
 Promotif (peningkatan kesehatan) Peningkatan kesehatan adalah usaha yang ditujukan
untuk meningkatkan kesehatan yang meliputi usaha-usaha, peningkatan gizi,
pemeliharaan kesehatan perorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olah raga
secara teratur, istirahat yang cukup dan rekreasi sehingga seseorang dapat mencapai
tingkat kesehatan yang optimal.
 Preventif (pencegahan penyakit) Pencegahan penyakit adalah usaha yang ditujukan
untuk mencegah terjadinya penyakit melalui usaha-usaha pemberian imunisasi pada
bayi dan anak, ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi
penyakit secara dini.
 Kuratif ( pengobatan) Pengobatan adalah usaha yang ditujukan terhadap orang sakit
untuk dapat diobati secara tepat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulikan
kesehatannya.
 Rehabilitatif (pemeliharaan kesehatan) Pemeliharaan kesehatan adalah usaha yang
ditujukan terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya.

35. Seorang tenaga kesehatan melakukan usaha yang ditujukan untuk mencegah terjadinya
penyakit melalui usaha-usaha pemberian imunisasi pada payi dan anak, ibu hamil,
pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi penyakit secara dini. Termasuk
dalam ruang lingkup kesehatan masyarakat apa yang dilakukan tenaga kesehatan
tersebut?
a. Promotif
b. Preventif
c. Kuratif
d. Rehabilitatif
e. Intervensi

Jawaban: b
Pembahasan:
Ruang lingkup kesehatan masyarakat meliputi usaha-usaha:
 Promotif (peningkatan kesehatan) Peningkatan kesehatan adalah usaha yang ditujukan
untuk meningkatkan kesehatan yang meliputi usaha-usaha, peningkatan gizi,
pemeliharaan kesehatan perorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olah raga
secara teratur, istirahat yang cukup dan rekreasi sehingga seseorang dapat mencapai
tingkat kesehatan yang optimal.
 Preventif (pencegahan penyakit) Pencegahan penyakit adalah usaha yang ditujukan
untuk mencegah terjadinya penyakit melalui usaha-usaha pemberian imunisasi pada
bayi dan anak, ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi
penyakit secara dini.
 Kuratif ( pengobatan) Pengobatan adalah usaha yang ditujukan terhadap orang sakit
untuk dapat diobati secara tepat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulikan
kesehatannya.
 Rehabilitatif (pemeliharaan kesehatan) Pemeliharaan kesehatan adalah usaha yang
ditujukan terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya.

36. Seorang Dokter memberikan ketepatan diagnosis terhadap pasien untuk dapat diobati
secara tepat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulihkan kesehatannya. Termasuk
dalam ruang lingkup kesehatan masyarakat apa yang dilakukan Dokter tersebut?
a. Promotif
b. Preventif
c. Kuratif
d. Rehabilitatif
e. Intervensi

Jawaban: c
Pembahasan:
Ruang lingkup kesehatan masyarakat meliputi usaha-usaha:
 Promotif (peningkatan kesehatan) Peningkatan kesehatan adalah usaha yang ditujukan
untuk meningkatkan kesehatan yang meliputi usaha-usaha, peningkatan gizi,
pemeliharaan kesehatan perorangan, pemeliharaan kesehatan lingkungan, olah raga
secara teratur, istirahat yang cukup dan rekreasi sehingga seseorang dapat mencapai
tingkat kesehatan yang optimal.
 Preventif (pencegahan penyakit) Pencegahan penyakit adalah usaha yang ditujukan
untuk mencegah terjadinya penyakit melalui usaha-usaha pemberian imunisasi pada
bayi dan anak, ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi
penyakit secara dini.
 Kuratif ( pengobatan) Pengobatan adalah usaha yang ditujukan terhadap orang sakit
untuk dapat diobati secara tepat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulikan
kesehatannya.
 Rehabilitatif (pemeliharaan kesehatan) Pemeliharaan kesehatan adalah usaha yang
ditujukan terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya.

37. Seorang Ibu datang ke RS bersama anaknya untuk melakukan pemeriksaan lanjutan
terhadap anaknya yang menderita penyakit diabetes melitus sejak lahir. Faktor apa yang
menyebabkan penyakit pada kasus tersebut?
a. Perilaku
b. Keturunan
c. Lingkungan
d. Asupan makan
e. Pelayanan kesehatan

Jawaban: b
Pembahasan:
Faktor keturunan/genetik ini juga sangat berpengaruh pada derajat kesehatan. Hal ini karena
ada beberapa penyakit yang diturunkan lewat genetik atau faktor yang telah ada pada diri
manusia yang dibawa sejak lahir, misalnya: dari golongan penyakit keturunan, diantaranya:
diabetes melitus, asma bronkia, epilepsy, retardasi mental hipertensi dan buta warna. Faktor
keturunan ini sulit untuk di intervensi dikarenakan hal ini merupakan bawaan dari lahir dan
jika di intervensi maka harga yang dibayar cukup mahal. Berikut ini contoh faktor keturunan
dapat mempengaruhi kesehatan: a. Perkawinan antar golongan darah tertentu akan
mengakibatkan leukemia. b. Adanya kretinisme yang diakibatkan mutasi genetik.

38. Seorang laki-laki mengutarakan kekecewaannya terhadap masyarakat yang melayat


kerumahnya. Diketahui bahwa saat istrinya akan melahirkan tidak dapat ditolong
nyawanya oleh tenaga kesehatan karena lokasi RS yang jauh. Keberadaan fasilitas
kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan dan pencegahan
terhadap penyakit. Faktor apa yang terjadi pada kasus tersebut?
a. Perilaku
b. Keturunan
c. Lingkungan
d. Asupan makan
e. Pelayanan kesehatan

Jawaban: b
Pembahasan : Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat, karena keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam
pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan
serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan
fasilitas sangat berpengaruh oleh lokasi, apakah dapat dijangkau oleh masyarakat atau tidak,
tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan, informasi dan motivasi masyarakat untuk
mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan, serta program pelayanan kesehatan itu
sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Semakin mudah akses
individu atau masyarakat terhadap pelayanan kesehatan maka derajat kesehatan masyarakat
semakin baik. Adapun faktor pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi kesehatan, dapat
terlihat sebagai berikut: a. Adanya upaya promotif terhadap penularan HIV/AIDS akan
menurunkan prevalensi HIV/AIDS. b. Tersedianya sarana dan prasaran kesehatan yang baik
akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
berkualitas. c. Adanya asuransi kesehatan akan memudahkan individu/masyarakat untuk
mengakses pelayanan kesehatan.

39. Seorang peneliti melakukan analisis pada keseluruhan proses penelitiannya yang
bertujuan untuk mengetahui kegunaan dan hasil yang diperoleh berdasarkan besarnya
biaya yang dikeluarkan. Apa ruang lingkup epidemiologi pada kasus tersebut?
a. Efikasi
b. Efektivitas
c. Efisiensi
d. Evaluasi
e. Edukasi
Jawaban: c
Pembahasan:
- Efikasi (untuk melihat efek atau daya optimal yang dapat diperoleh dari adanya
intervensi kesehatan ex. Vaksinasi),
- Efektivitas (untuk mengetahui efek intervensi dalam berbagai kondisi lapangan yang
berbeda),
- Efisiensi (untuk mengetahui kegunaan dan hasil yang diperoleh berdasarkan besarnya
biaya yang dikeluarkan),
- Evaluasi (melihat dan memberikan nilai keberhasilan suatu program),
- Edukasi (salah satu bentuk intervensi berupa upaya peningkatan pengetahuan
kesehatan)

40. Seorang Dokter menjelaskan kepada pasiennya tentang diagnosa dini dan beberapa
pencegahan agar penyakit tidak menjadi lebih parah, di mana proses penyakit sudah
mulai memasuki fase ‘patogenesis’ tapi masih dalam tahap ringan dan belum nyata. Apa
istilah yang tepat menggambarkan keadaan pasien tersebut?
a. primary prevention
b. secondary prevention
c. tertiary prevention
d. rahebilytation prevention
e. hygiene prevention

Jawaban: b
Pembahasan:
Tahap secondary prevention Upaya pencegahan pada tahap ini berbentuk ‘Diagnosis Dini dan
Pengobatan Langsung’ (Early Diagnosis & Prompt Treatment). Tahap ini sudah dalam fase
‘patogenesis’ tapi masih pada awal dari proses penyakit yang bersangkutan (dalam masa
inkubasi dan mulai terjadi perubahan anatomis dan fungsi faaliah, tapi belum menimbulkan
keluhan-keluhan, gejala-gejala atau tanda-tanda yang secara klinis dapat diamati oleh dokter
atau penderita sendiri; fase sub-klinis yang masih berada di bawah ‘clinical horizon’) Tujuan
utama pencegahan pada tahap ini adalah : 1) Mencegah tersebarnya penyakit ke orang lain
dalam masyarakat, terutama pada penyakit menular 2) Untuk bisa mengobati dan
menghentikan berkembangnya penyakit menjadi lebih berat, atau membatasi ‘disability’ dan
agar tidak timbul komplikasi, cacat berubah jadi menahun 3) Membatasi atau mengehentikan
perjalanan / proses penyakit dalam fase dini.

41. Seorang Ahli Gizi memberikan penyuluhan kepada Ibu Hamil sebagai salah satu upaya
pencegahan kejadian stunting. Ahli Gizi tersebut menjelaskan tentang lingkungan dan
rumah yang sehat. Berapa Luas bangunan yang dikategorikan sehat?
a. 1,5 – 2,5 m2/orang, tiap anggota keluarga
b. 2,0 – 3 m2/orang, tiap anggota keluarga
c. 2,5 – 3 m2/orang, tiap anggota keluarga
d. 2,5 – 4 m2/orang, tiap anggota keluarga
e. >4 m2/orang, tiap anggota keluarga

Jawaban: c
Pembahasan:
Luas bangunan yang baik apabila dapat menyediakan 2,5 – 3 m2 /orang (tiap anggota
keluarga). Luas lantai kamar tidur diperlukan minimum 3 m2 per orang untuk mencegah
penularan penyakit. Jarak antara tepi tempat tidur yang satu dengan yang lain minimum 90
cm. Apabila ada anggota yang menderita penyakit pernafasan sebaiknya tidak tidur satu
kamar dengan anggota keluarga lain

42. Seorang Ahli Gizi memberikan penyuluhan kepada Ibu Hamil sebagai salah satu upaya
pencegahan kejadian stunting. Ahli Gizi tersebut menjelaskan tentang lingkungan dan
rumah yang sehat. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat
kesehatan merupakan faktor risiko sumber penularan berbagi jenis penyakit. Ventilasi
adalah tempat pergantian udara, luas lobang ventilasi agar pergantian udara lancar
diperlukan minimum?
a. 5% dari luas lantai
b. 10% dari luas lantai
c. 15% dari luas lantai
d. 20% dari luas lantai
e. 25% dari luas lantai

Jawaban: a
Pembahasan
Jendela rumah berfungsi sebagai lobang angin, jalan udara segar dan sinar matahari serta
sirkulasi. Letak lobang angin yang baik adalah searah dengan tiupan angin. Pergantian udara
agar lancar diperlukan minimum luas lobang ventilasi tetap 5% dari luas lantai dan jika di
tambah dengan lobang yang dapat memasukan udara lainnya (celah, pintu, jendela, lobang
anyaman bambu dan sebagainya menjadi berjumlah > 10-20%, luas lantai). Udara yang
masuk sebaiknya udara bersih dan bukan udara yang mengandung debu atau bau.

43. Seorang laki-laki dirujuk ke RS akibat keracunan zat kimia Trikloroetilen. Apa dampak
buruk terhadap manusia ?
a. BBLR
b. Gangguan menstruasi
c. Penurunan kesuburan
d. Penyakit jantung bawaan
e. Abortus spontan

Jawaban: d
Pembahasan:
Merkuri : Penurunan kesuburan
Hidrokarbon aromatik polisiklik : Persalinan kurang bulan, BBLR,
Polychlorinated byphenil : penurunan lingkar kepala, defisiensi pertumbuhan
Trikloroetilen: Penyakit jantung bawaan
44. Seorang peneliti sedang mengunjungi suatu daerah, terlihat banyak nyamuk, air
tergenang, kaleng-kaleng bekas tidak dikubur dan jentik nyamuk pada tempat
penampungan air di wilayah tersebut. Faktor resiko penyakit apa yang dapat terjadi pada
kasus tersebut?
a. TBC
b. diare
c. campak
d. DHF dan malaria
e. ISPA/pneumonia

Jawaban: d
Pembahasan:
45. Seorang laki-laki datang kepuskesmas untuk berkonsultasi dengan Ahli gizi berkaitan
berat badan yang terus bertambah banyak. Sebelum melakukan diagnosa gizi terhadap
pasien tersebut, langkah apa yang tepat dilakukan ahli gizi?
a. Assesmen gizi
b. Antropometri
c. Biokimia gizi
d. Riwayat makan
e. Pemeriksaan fisik

Jawaban: a
Pembahasan:
Assesmen gizi adalah langkah awal dari proses asuhan gizi terstandar (PAGT) dan sangat
menentukan ketepatan dalam langkah asuhan gizi berikutnya yaitu penetapan diagnosis gizi,
intervensi gizi dan monitoring evaluasi hasil asuhan gizi pada pasien. Dalam melaksanakan
asesmen gizi, digunakan bahasa standar/terminologi asesmen gizi untuk memudahkan
dietisien dalam mengumpulkan data yang mungkin mengarah pada masalah gizi pasien.
Domain
asesmen terdiri dari : riwayat terkait gizi dan makanan, antropometri, data biokimia, tes medis
dan prosedur, pemeriksaan fisik fokus gizi, riwayat klien dan standar pembanding.

46. Seorang pasien dirawat dirumah sakit dengan keluhan gangguan menelan. Hasil evaluasi
asupan makanannya hanya mencapai 15% dari kebutuhan, maka untuk meningkatkan
asupan makanan paling tidak mencapai 60% dari kebutuhan. sebaiknya modifikasi diet
apa yang perlu dilakukan untuk pasien tersebut?
a. Konsistensi
b. Nilai gizi
c. Pemberian
d. Konsistensi dan nilai gizi
e. Konsistensi dan cara pemberian

Jawaban: e
Pembahasan:
Ada 3 jenis modifikasi diet yaitu:
a. Modifikasi berdasarkan konsistensi seperti makanan biasa, lunak, saring, cair;
b. modifikasi berdasarkan nilai gizi seperti diet tinggi energi dan tinggi protein, diet rendah
garam; c. Modifikasi diet berdasarkan pemberian yaitu makanan oral, enteral dan parenteral.

47. Seorang perempuan berusia 80 tahun dirawat di RS dengan keluhan mengalami


gangguan menelan, tetapi saluaran cerna masih berfungsi baik. Saat ini perempuan
tersebut diberikan makanan enteral 6 x 200 cc makanan enteral komersial jenis
polimerik. Apa produk komersial yang termasuk jenis polimerik?
a. Enteral
b. Parenteral
c. Diabetasol
d. Cernevit
e. minofusin paed

Jawaban: c
Pembahasan:
Formula polimerik, yaitu formula dengan komposisi zat gizi makro (protein, lemak,
karbohidrat) dalam bentuk utuh. Kandungan energi 1-2 kkal/ml, dan pada umumnya bebas
laktosa. Formula enteral dengan densitas energi yang tinggi (1,5 – 2 kkal/ml) diperlukan bagi
pasien yang membutuhkan pembatasan cairan. Yang termasuk Formula polimerik adalah
diabetasol, ensure, nutren

48. Seorang laki-laki usia 50 tahun, baru saja didiagnosa hipertensi. Hasil diskusi dengan
ahli gizi ditetapkan dengan diet garam rendah II. Berapa jumlah garam yang boleh
ditambahkan dalam makanan?
a. Tanpa penambahan sama sekali
b. Satu setengah sendok teh
c. Satu sendok teh
d. Setengah sendok teh
e. Dua sendok teh

Jawaban: d
Pembahasan:
Diet garam rendah adalah diet yang mempunyai kandungan natrium rendah yaitu antara 200-
1300 mg per hari. Perlu diketahui bahwa garam tidak semata mata garam dapur (NaCL),
tetapi juga soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoate, dan vetsin (monosodium
glutamate). Kebutuhan normal natrium yang dianjurkan adalah 2300 mg perhari yang setara
dengan 5 gram garam dapur (WHO 2015). Dalam standar makanan rumah sakit ada tiga jenis
diet garam rendah yaitu DGR I,II, dan III. Diet rendah garam I mempunyai kandungan
natrium sekitar 200-400 mg, yang dipenuhi dari bahan makanan saja, tidak ada penambahan
garam dapur atau bahan bahan makanan tinggi natrium dihindari. Diet ini diberikan pada
pasien dengan keadaan edeme atau ascites dan atau hipertensi yang berat. Bahan natrium
tinggi seperti garam dapur, bumbu penyedap, ikan asin, roti dan sejenisnya. Diet Garam
rendah II atau DGR II biasanya diberikan pada pasien dengan keadaan edema, ascites dan
atau hipertensi tidak terlalu berat. Pemberian makanan sehari sama dengan diet garam rendah
I, hanya pada pengolahan makananannya boleh menggunakan garam ½ sdt garam dapur (2
g).

49. Seorang bayi berumur 7 bulan, di berikan kapsul vitamin A secara gratis oleh petugas
gizi puskesmas. Apa jenis vitamin A yang diberikan?
a. 1 Kapsul Biru dengan dosis 100.000 IU
b. ½ Kapsul Biru dengan dosis 100.000 IU
c. 1 kapsul biru dengan dodis 200.000 IU
d. 1 Kapsul Merah dengan dosis 200.000 IU
e. ½ Kapsul Merah dengan dosis 200.000 IU

Jawaban: a
Pembahasan:
Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Di kedua bulan ini anak bisa
mendapatkan berupa suplementasi vitamin A Kapsul Biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi
umur 6-11 bulan dan Kapsul Merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan.
Vitamin A dalam bentuk kapsul merah juga diberikan kepada ibu nifas.

50. Seorang laki-laki, umur 65 tahun,dirawat di RS dengan diagnose medis kanker paru yang
telah dialaminya selama 3 bulan terakhir, akan menjalani kemoterapi yang ke 3. Hasil
anamnesis gizi: BB 48 kg, TB 170 cm, BB sebelum sakit 68 kg, perokok berat, konsumsi
makanan cenderung tidak seimbang, jarang konsumsi sayur dan buah, tidak nafsu makan,
makanan terasa hambar. Pemeriksaan klinis: KU lemah, suhu tubuh 38°C, tekanan darah
140/95 mmhg. Hasil Lab Hb 9,5 mg/dl.
Berapa persen penurunan BB pada kasus tersebut?
A. 13,6 %
B. 10,3 %
C. 16,3 %
D. 24,9%
E. 29,4%

Jawaban: e
Pembahasan:
BB sebelum sakit (68 kg) – BB saat ini (48 kg) = 20
% penurunan BB= (20 : 68) x 100 = 29,4 %

51. Seorang ibu, umur 42 tahun dirawat di RS, BB = 62 kg, TB = 160 cm, TD = 190/110
mmHg. Hasil recall 24 jam E = 2500 kcal, P=83 gram, Lemak = 80 gram, KH = 335
gram, Na = 2800 mg. Makan di RS selalu dihabiskan. Riwayat pola makan: makan 3 x
sehari selingan 4-5 x sehari. Camilan: bakwan, keripik, kerupuk dan biskuit. Pasien
selalu menambahkan penyedap rasa saat memasak. Pasien ikut senam 2x/ minggu.
Apakah kesimpulan Dietary story untuk kasus tersebut?
a. Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Natrium
b. Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Kalori
c. Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Protein
d. Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Lemak
e. Pasien suka mengkonsumsi makanan tinggi Karbohidrat
Jawaban: a
Pembahasan:
Dietary story untuk kasus tersebut :Riwayat pola makan: makan 3 x sehari selingan 4-5 x
sehari. Camilan: bakwan, keripik, kerupuk dan biskuit. Pasien selalu menambahkan penyedap
rasa saat memasak. Penyedap rasa behubungan dengan natrium tinggi.

52. Seorang Pasien perempuan berumur 35 tahun, dirujuk ke RS oleh dokter praktek swasta
dengan keluhan perut nyeri jika minum kopi dan terlambat makan. Hasil pengukuran:
antropometri BB 47 kg, TB 160 cm. Hasil USG terdapat lesi pada lambung bagian
bawah. Berapakah Indeks Masa Tubuh Pasien tersebut?
a. 16,4 kg/ m²
b. 17,4 kg/ m²
c. 18,4 kg/m²
d. 20,4 kg/m²
e. 21,4 kg/m²

Pembahasan: c
Indeks massa tubuh (IMT) = berat badan (kg) : tinggi badan
(m)² IMT= 47 : 1,6² = 18,39 = 18,4 kg/m²
53. Seorang perempuan umur 55 tahun, datang ke Poli Gizi sebuah RSUD dengan membawa
rujuan dari dokter untuk berkonsultasi gizi sehubungan dengan penyakit yang
dideritanya. Hasil pemeriksaan dokter pasien menderita DM, tekanan darah 120/90, hasil
Lab : Gula darah sewaktu 300 mg/dl, trigliserida 330 mg/dl. Keluhan : mudah lapar,
kencing 6x
/malam, berat badan turun 12 kg dalam 2 bulan terakhir tanpa direncanakan. Hasil
anamnesis gizi : BB 56 kg dan TB 160 cm, konsumsi sehari 2500 kkal, Protein 50 gram.
Ahli gizi menghitung kebutuhan energi dengan rumus cepat 30 kkal/kg BB.
Berapa gram protein yang diberikan jika 15% dari total energi
sehari? a. 56,7 g
b. 57,6 g
c. 63,0 g
d. 67,5 g
e. 75,6 g

Jawaban: c
Pembahasan:
kebutuhan energi dengan rumus cepat 30 kkal/kg BB = 30 x 56 = 1680
jika 15% dari total energi = (15:100) x 1680=252 kkal : 4 = 63 g

54. Seorang perempuan umur 57 tahun dirawat di RS dengan diagnosis DM tipe 2. Hasil
anamnesis: pola makan tidak teratur, senang makanan manis dan jarang melakukan
olahraga. Hasil pemeriksaan berat badan 73 kg dan tinggi badan 155 cm. Hasil
pemeriksaan gula darah sewaktu diperoleh 275 mg/dl, gula darah 2 Jam PP 256 mg/dl,
dan HbA1C 10,5. Hasil pemeriksaan tekanan darah 150/90 mmHg. Apakah interpretasi
data HbA1C pada kasus tersebut ?
a. Normal
b. Rendah
c. Sedang
d. Cukup
e. Tinggi

Jawaban: e
Pembahasan:
Tes HbA1c adalah pemeriksaan untuk mengukur rata-rata kadar HbA1c (hemoglobin A1c)
atau hemoglobin terglikosilasi selama 3 bulan. Pemeriksaan ini juga disebut dengan tes
glikohemoglobin dan biasa dilakukan untuk memeriksa diabetes melitus. Menurut American
Diabetes Association, berikut adalah kategori hasil pemeriksaan HbA1c:
 HbA1c normal: < 6,0%
 HbA1c prediabetes: 6,0 – 6,4%
 HbA1c diabetes: ≥ 6,5%
Semakin tinggi jumlah HbA1c berarti semakin banyak hemoglobin yang berikatan dengan
glukosa, dan ini menandakan bahwa gula darah tinggi. Jika jumlah HbA1c melebihi
8%, kemungkinan Anda mengalami diabetes yang tidak terkontrol dan berisiko
mengalami komplikasi.
55. Seorang balita umur 36 bulan oleh ibunya dibawa ke Puskesmas. Hasil anamesis : sering
sakit, konsumsi makannya hampir setiap hari diberikan nasi dan kerupuk kadang-kadang
tempe atau tahu, jarang ditimbang di Posyandu. Hasil pemeriksaan: berat badan 10,5 kg,
tampak kurus, wajah kelihatan lebih tua, kulit keriput, rambut kusam, rewel. Masalah
gizi apa yang diderita kasus tersebut?
a. Kwashiorkor
b. Marasmus
c. Malnutrisi
d. Gizi kurang
e. Marasmus - kwashiorkor

Jawaban: b
Pembahasan:
Marasmus dan kwashiorkor, keduanya memang berawal dari kejadian KEP (Kekurangan
Energi Protein). Pada penderita kwashiorkor, tubuh mengalami kekurangan protein. Kondisi
ini ditandai dengan pembengkakan di bagian bawah kulit (edema), penderitanya juga ditandai
perut yang membesar. Sebaliknya, penderita marasmus mengalami penyusutan massa otot
dan memiliki perut yang cekung ke dalam sehingga nampak sangat kurus dikarenakan tubuh
kekurangan berbagai macam gizi dengan tingkat yang parah. Berikut masing-masing gejala
dari marasmus dan kwashiorkor.
 Gejala marasmus: Tampak sangat kurus, Wajah seperti orang tua, Cengeng, Kulit
keriput, Perut cekung, Tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan berkurang
(melemah)
 Gejala kwashiorkor: Adanya edema di seluruh tubuh, terutama kaki, tangan, atau
anggota badan lain, Wajah membulat dan sembab, Pandangan mata sayu,
Pembesaran hati dan pengecilan otot, Rambut tipis dan kemerahan, serta kelainan
kulit.

56. Hasil laporan kegiatan di sebuah Posyandu bulan Februari 2019: jumlah seluruh balita
yang ada didalam wilayah Posyandu yaitu 100 balita; yang telah mempunyai KMS 90
balita: 80 balita telah ditimbang berat badannya, balita yang naik berat badannya 70
anak. Berapa persenkah tingkat pencapaian program pada kasus tersebut?
a. 90%
b. 87,5%
c. 80%
d. 77,8%
e. 70%

Jawaban: e
Pembahasan:
Indikator Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN, yaitu; S : Jumlah
seluruh balita yang ada di wilayah kerja Posyandu. K : Jumlah balita yang terdaftar dan
memiliki KMS. D : Jumlah balita yang datang dan ditimbang. N : Jumlah balita yang naik
berat badannya. Indikator Tingkat Pencapaian Program ( N/S ) ini diartikan sebagai
keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai program posyandu. Tingkat pencapaian
program dapat di klasifikasikan menjadi dua kategori Posyandu berhasil bila N/S lebih dari
atau sama dengan 40% dan Posyandu kurang berhasil bilai nilai N/S kurang dari 40%.
Persen tingkat pencapaian program pada kasus= balita yang naik berat badannya= 70 anak
dari total 100 balita = 70%

57. Seorang ahli gizi mengadakan kegiatan penimbangan BB balita di satu desa. Sebanyak
75 orang ditimbang dari 100 orang balita yang ada di desa tersebut. Hasil penimbangan:
50 orang balita dengan berat badan naik. dibandingkan bulan lalu. Berapakah persentase
cakupan anak yang datang ke posyandu pada bulan tersebut?
a. 100%
b. 80%
c. 75%
d. 50%
e. 25%

Jawaban: c
Pembahasan:
Partisipasi masyarakat ( D/S ) Indikator ini menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat
dalam program kegiatan posyandu, yaitu dengan menghitung perbandingan antara jumlah
balita yang datang dan ditimbang dengan jumlah seluruh balita yang ada diwilayah kerja
Posyandu. Partisipasi masyarakat = D/S X 100% = 75 / 100 x 100% = 75 %
58. Seorang ahli gizi bertugas melakukan pengukuran antropometri di daerah endemis
gondok. Seorang wanita berumur 25 tahun diketahui mengalami pembesaran kelenjar
gondok ketika dilakukan palpasi pada posisi kepala ditengadahkan. Berapakah grade
pembesaran kelenjar gondok pada wanita tersebut?
a. 0
b. 1
c. 2
d. 3
e. 4

Jawaban: b
Pembahasan:
Grade 0 : tidak teraba
Grade 1 : teraba dan terlihat hanya dengan kepala ditengadahkan
Grade 2 : mudah dilihat, kepala posisi biasa
Grade 3 : terlihat dari jarak tertentu

59. Seorang perempuan, umur 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mudah lelah.
Hasil anamnesis: jarang melakukan olahraga, senang goreng-gorengan. Hasil
pemeriksaan: berat badan 73 kg, tinggi badan 154 cm, tekanan darah 140/90 mmHg, dan
kadar kolesterol total 255 mg/dl. Apakah interpretasi status gizi pada kasus tersebut?
a. Berat badan normal
b. Underweight
c. Overweight
d. Obesitas
e. Obesitas II

Jawaban: e
Pembahasan:
Indeks massa tubuh (IMT) = berat badan (kg) : tinggi badan (m)²
IMT=73 : (1,54) ² = 30,7 (berdasarkan klasifikasi kemenkes, hasil IMT 25 – 29,9 (obesitas),
>30 (obesitas II)
60. Seorang pasien laki-laki, umur 30 tahun datang untuk kontrol ke Puskesmas. Hasil
anamnesis: pola makan tidak teratur, perokok aktif dan jarang berolahrga. Hasil
pemeriksaan: Tekanan darah pasien yaitu 135/85 mmHg. Berdasarkan klasifikasi tekanan
darah menurut JNC 7, maka tekanan darah pasien tergolong?
a. hipertensi stage 3
b. hipertensi stage 1
hipertensi stage 2
pre-hipertensi
normal

masih mengacu pada kriteria hipertensi dari Joint National Committee (JNC) VII. Berdasarkan pedoman hipertensi JNC VII ta
ormal, prehipertensi, hipertensi stadium 1 dan 2.

61. Seorang pasien hipertiroid mendapatkan diagnosa gizi penurunan berat badan yang tidak
diharapkan berkaitan dengan penyakit hipertiroid dengan adanya peningkatan kebutuhan

zat gizi ditandai dengan berat badan menurun > 10 % dalam 6 bulan, IMT : 17,2. Berapa
pemberian energi untuk pasien tersebut dengan adanya peningkatan metabolisme?
a. 20 kkal/kg BB/hari
b. 25 kkal/kg BB/hari
c. 30 kkal/kg BB/hari
d. 40 kkal/kg BB/hari
e. 50 kkal/kg BB/hari

Jawaban: d
Pembahasan:
Syarat diet untuk pasien Hipertiroid yaitu:
1) Energi diberikan tinggi, yaitu 40 kkal/kg berat badan, karena ada peningkatan BMR
2) Protein diberikan tinggi, yaitu 1-1,75 g/kg berat badan
3) Lemak sekitar 20-25% dari total energi sehari
4) Karbohidrat diberikan sisa dari hasil perhitungan persentase protein dan lemak
5) Vitamin diberikan cukup, terutama vitamin A, B kompleks dan C dapat dberikan
dalam bentuk suplemen.
6) Mineral kalsium, phosphor, vitamin D harus cukup
7) Serat diberikan cukup
8) Air diberikan minimal 3 liter
9) Pemberian makanan dengan porsi kecil dan sering, untuk membantu pasien yang
nafsu makannya menurun atau untuk mencegah rasa lapar. (Escott-Stump, Sylvia, 2008)

62. Seorang bapak usia 45 tahun TB 175 cm BB 75 kg masuk RS dengan keluhan terasa
ngilu pada persendian pangkal ibu jari kaki terlihat bengkak dan warna memerah di
sekitarnya Hasil lab di dapatkan data : Asam Urat 8 mg/dl, Cholesterol Total 300 mg/dl,
Trigliserid 208 mg/dl, HDL 50,9 mg/dl, LDL 75,9 mg/dl. Hb 13 mg/dl, tekanan darah
120/80 mmHg, nadi 80x/menit. Berapakah kebutuhan energi pasien di atas?
A. 2371 kkal
B. 2471 kkal
C. 2571 kkal
D. 2671 kkal
E. 2771 kkal

Jawaban: c
Pembahasan:
Kebutuhan energi total
AMB = 66,5 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)
= 66,5 + (13,7 x 75) + (5 x 175) – (6,8 x 45)
= 66,5 + 1.012,5 + 875 – 306
= 1.648 kkal
Energi = AMB x Fa Fs
= 1.648 x 1,2 x 1,3
= 2.571 kkal

63. Seorang perempuan datang ke Puskesmas untuk berkonsultasi dengan Ahli Gizi
berkaitan berat badan yang semakin berlebih. Ahli gizi melakukan assessment dan
didapatkan hasil recall > 150% kebutuhan dan IMT >30, seringnya mengkonsumsi
minuman manis bersoda dan makanan instan makanan kaleng. Bagaimana diagnosis gizi
domain intake yang tepat untuk kasus tersebut?
a. Kelebihan asupan zat gizi berkaitan dengan kebiasaan makan dalam porsi besar
ditandai oleh hasil recall > 150% kebutuhan dan IMT >30
b. Overweight berkaitan dengan kelebihan asupan energi ditandai oleh IMT 30
c. Gangguan pola makan berkaitan dengan pengetahuan yang kurang ditandai oleh
seringnya mengkonsumsi makanan kaleng dan minuman bersoda
d. Ketidaksiapan melakukan diet atau perubahan pola makan berkaitan dengan
kurangnya motivasi ditandai oleh ketidakpatuhan terhadap anjuran diet dan masih
mengkonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam.
e. Gangguan utilitas zat gizi berkaitan dengan kegagalan fungsi ginjal ditandai oleh
tekanan sistolik/diastolik 165/95 mm Hg

Jawaban: a
Pembahasan:
- NI 5 = Kelebihan asupan zat gizi berkaitan dengan kebiasaan makan dalam porsi
besar ditandai oleh hasil recall > 150% kebutuhan dan IMT >30
- NC 3.3 = Overweight berkaitan dengan kelebihan asupan energi ditandai oleh
IMT 30
- NC 2.1 = Gangguan pola makan berkaitan dengan pengetahuan yang kurang
ditandai oleh seringnya mengkonsumsi makanan kaleng dan minuman bersoda
- NB 1.3 = Ketidaksiapan melakukan diet atau perubahan pola makan berkaitan
dengan kurangnya motivasi ditandai oleh ketidakpatuhan terhadap anjuran diet
dan masih mengkonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam.
- NC 2.1 = Gangguan utilitas zat gizi berkaitan dengan kegagalan fungsi ginjal
ditandai oleh tekanan sistolik/diastolik 165/95 mm Hg

64. Seorang laki-laki usia 55 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kepala pusing dan
badan terasa lemas. Pada saat di ukur tekanan darahnya didapatkan hasil 150/95 mmHg.
Dokter merujuk ke ruangan gizi untuk diberikan penjelasan tentang pengaturan
makanannya. Ahli gizi menjelaskan tentang Diet DASH (Dietary Approaches to Stop
Hipertension). Berapa anjuran untuk konsumsi sayuran dan buah berdasarkan diet
tersbut?
a. 8 – 10 porsi /hari
b. 7 – 8 porsi/hari
c. 6 – 7 porsi/hari
d. 4 – 5 porsi/hari
e. 2 – 3 porsi/hari

Jawaban: d
Pembahasan:
Menjalankan diet DASH sekaligus mengurangi konsumsi garam dapat membantu
menurunkan tekanan darah tinggi. Diet DASH yang mengandung 1500 mg natrium (4 gram
atau 2/3 sendok the garam) per hari selama satu bulan dapat menurunkan tekanan darah pada
penderita hipertensi ataupun prahipertensi.

65. Seorang perempuan berumur 54 tahun tinggi badan 158,6 cm, berat badan 60,7 kg
dirawat Rumah Sakit karena terjatuh dikantornya. Pasien didiagnosa hipertensi, keadaan
umum pasien: pasien tidak pernah menderita penyakit ini sebelumnya, pasien biasanya
hanya mengeluh pusing atau sakit perut. Saat dibawa ke rumah sakit, pasien mengalami
kesadaran menurun, kepala pusing dan merasa mual. Hasil pemeriksaan fisik dan klinis :
kesadaran menurun, tapi masih bisa berkomunikasi, kepala pusing, mata sedikit kabur,
mual, mau muntah, kaki kesemutan dan terasa sakit ketika lama berdiri maupun lama
berjalan. Tekanan darah saat masuk rumah sakit 160/95 mmHg, respirasi 18x/menit. Ahli
gizi memberikan diet garam rendah III (1000-1200 Na). Apa diagnosis gizi yang tepat
pada kasus tersebut?
a. Penurunan kebutuhan natrium yang berkaitan dengan tingginya tekanan darah
(160/95) ditandai dengan pemberian diet garam rendah III (1000-1200 Na).
b. Tidak siap untuk diet/merubah perilaku yang berkaitan dengan pembatasan konsumsi
natrium ditandai dengan tidak berselera untuk mengkonsumsi makanan rendah garam
dan memasak selalu menggunakan vetsin dan penyedap rasa.
c. Kekurangan asupan karbohidrat berkaitan dengan seringnya bekerja berlebihan
ditandai pusing dan sakit perut
d. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan pasien mengalami mual dan rasa ingin muntah,
kepala pusing dan tekanan darah tinggi
e. Asupan oral tidak adekuat berkaitan dengan rasa mual yang ditimbulkan karena
hipertensi ditandai dengan asupan energi 62,49% dari kebutuhan

Jawaban: a
Pembahasan:
Adapun diagnosa gizi pada kasus ini adalah :
- Penurunan kebutuhan natrium yang berkaitan dengan tingginya tekanan darah
(160/95) ditandai dengan pemberian diet garam rendah III (1000-1200 Na).
- Perubahan fungsi gastrointestinal yang berkaitan dengan gejala hipertensi
yang ditandai dengan mual dan rasa ingin muntah.
- Tidak siap untuk diet/merubah perilaku yang berkaitan dengan pembatasan konsumsi
natrium ditandai dengan tidak berselera untuk mengkonsumsi makanan rendah
garam dan memasak selalu menggunakan vetsin dan penyedap rasa.

66. Seorang laki-laki berumur 58 tahun, TB 172cm BB 70 kg sedang dirawat di RS pasien


mengalami sesak nafas, dada terasa berat, kepala pusing, mual dan muntah. Berapa
Angka Metabolisme Basal yang bisa diberikan untuk pasien tersebut dengan rumus
Harris Benedict?
a. 1390,6 kkal
b. 1490,6 kkal
c. 1590,6 kkal
d. 1690,6 kkal
e. 1790,6 kkal

Jawaban: b
Pembahasan
Angka Metabolisme Basal = 66 + (13,7 x BBA) + (5 x TB) – (6,8 x U)
= 66 + (13,7 x 70) + (5 x 172) – (6,8 x 58)
= 66 + 959,00 + 860 – 394,4
= 1885 – 394,4 = 1490,6 kkal
67. Sebuah hotel di kota ini menawarkan menu secara tetap setiap saat atau setiap hari
dengan variasi menu yang banyak. Apa jenis menu yang tepat pada hotel tersbut ?
a. Static menu
b. Single use menu
c. Full selective menu
d. Non selective menu
e. Ala Carte menu

Jawaban: a
Pembahasan:
Jenis Menu Berdasarkan Tingkat Pilihan
1) Menu non pilihan (Non selective menu) adalah susunan menu dimana klien tidak
dapat memilih menu yang disajikan. Untuk klien yang tidak terlalu memperhatikan
pelayanan makanan dengan waktu yang terbatas menu ini sangat sesuai digunakan.
Kebaikan menu non pilihan adalah pengelola tidak perlu berulangkali menyusun
menu, sehingga menghemat waktu dan dana. Kekurangannya mungkin klien tidak
puas karena terdapat hidangan yang tidak disukai sehingga tidak dikonsumsi klien.
2) Menu pilihan terbatas (Semi Selective Menu), adalah klien hanya dapat memilih
sebagian kelompok hidangan. Pada menu pilihan terbatas pilihan hanya diperbolehkan
pada golongan hidangan tertentu dan tidak boleh untuk golongan hidangan yang
ditentukan. Contoh konsumen diperbolehkan memilih minuman dan sayuran tapi
tidak untuk buah-buahan.
3) Menu pilihan (Selective Menu), adalah menu dimana klien diminta salah satu paket
atau salah satu dari setiap golongan hidangan yang ditawarkan. Setiap golongan
hidangan yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan pola menu yang berlaku di
institusi. Banyaknya pilihan juga ditetapkan 2 atau 3 macam. Keuntungan dari
menggunakan menu ini yaitu menawarkan banyak pilihan ke biasanya lebih
bervariasi, namun menggunakan menu statis.

Jenis Menu Berdasarkan Pemberian Harga


a) Ala Carte menu, adalah menu yang menyediakan berbagai hidangan dengan harga
yang berbeda setiap hidangan. Klien menetapkan hidangan pilihnnya sesuai kemauan
dan kemampuannya. Jenis menu ini biasanya digunakan pada fast food restoran,
penyelenggaraan makanan komersial dan institusi lain.
b) Table d’hote menu, atau fixed price menu atau set menu adalah jenis menu pilihan
dengan cara menawarkan paket rangkaian hidangan atau makanan lengkap yang
terdiri dari beberapa menu mulai dari makanan pokok sampai dengan sayuran dengan
harga tertentu dalam satu paket.

Jenis Menu berdasarkan tipe


Menu Statis (Static Menu), atau menu ditetapkan (fixed menu) atau basic menu adalah
menu/hidangan yang ditawarkan secara tetap setiap saat atau setiap hari. Jenis menu ini
biasanya digunakan pada institusi yang bersifat komersial khususnya apabila menu tersebut
menjadi ciri khas dari institusi tersebut.
Menu Sekali Pakai (Single Use Menu), atau Special menu adalah menu yang direncanakan
hanya untuk sekali saja, digunakan untuk hari tertentu atau pada harispesial atau istimewa.
Menu Siklus (Cycle Menu), adalah satu seri menu (pengulangan suatu set menu) yang
ditawarkan dari hari per hari dalam kurun waktu tertentu berdasarkan waktu 5 harian,
mingguan, dua mingguan, sepuluh harian, bulanan dengan dasar lain dimana setelah itu menu
akan dirotasi sesuai lamanya siklus.

68. Seorang laki-laki datang makan siang ke restoran yang menyediakan pilihan menu, menu
yang menyediakan berbagai hidangan dengan harga yang berbeda setiap hidangan. Laki-
laki tersebut dapat memilih hidangan sesuai kemauan dan kemampuannya. Apa jenis
menu yang tepat untuk kasus tersebut?
a. Single use menu
b. Full selective menu
c. Non selective menu
d. Table d’hote menu
e. Ala Carte menu

Jawaban: e
Pembahasan:
Jenis Menu Berdasarkan Pemberian Harga
a) Ala Carte menu, adalah menu yang menyediakan berbagai hidangan dengan harga
yang berbeda setiap hidangan. Klien menetapkan hidangan pilihnnya sesuai kemauan
dan kemampuannya. Jenis menu ini biasanya digunakan pada fast food restoran,
penyelenggaraan makanan komersial dan institusi lain.
b) Table d’hote menu, atau fixed price menu atau set menu adalah jenis menu pilihan
dengan cara menawarkan paket rangkaian hidangan atau makanan lengkap yang
terdiri dari beberapa menu mulai dari makanan pokok sampai dengan sayuran dengan
harga tertentu dalam satu paket.

69. Suatu restoran siap saji menyediakan menu andalan ayam goreng. Berat kotor daging
ayam untuk setiap orang/hari adalah 90 gr, dan harga satuan ayam adalah Rp. 30.000/kg.
Berapa indeks harga daging ayam/orang tersebut?
a. 2.500,-
b. 2.600,-
c. 2.700,-
d. 2.800,-
e. 2.900,-

Jawaban: c
Pembahasan:
bila diketahui: Berat kotor daging ayam untuk setiap orang/hari adalah 90 gr, dan harga
satuan ayam adalah Rp. 30.000/kg. Maka indeks harga daging ayam/orang adalah:
90 gr x Rp. 30.000- = Rp. 2.700,-
1000 gr
70. Seorang anak laki-laki, umur 10 tahun, dirawat di RS dengan diagnosis malaria sejak 2
hari yang lalu. Hasil anamnesis: sakit kepala, nyeri otot, muntah dan diare. Hasil
pemeriksaan: KU sangat lemah, S 39 ºC. BB 30 kg, TB 146 cm. Ahli gizi akan melihat
kondisi status gizi pasien. Apa formulir skrining yang digunakan untuk kasus tersebut?
a. MST
b. SNST
c. SNAQ
d. NRS- 2002
e. STRONG KIDS
Jawaban: e
Pembahasan:
- Penerapan metode NRS menggunakan sistem pemberian skor, yang meliputi skor
untuk nafsu makan, kemampuan untuk makan, faktor stres dan persentil berat
badan.
- Formulir PYMS adalah salah satu alat skrining gizi yang digunakan bagi anak-
anak. Dalam Formulir PYMS ini terdapat 4 komponen untuk mengevaluasi, yaitu
riwayat penurunan asupan makan dalam 1 minggu sebelumnya, BMI, Riwayat
penurunan berat badan serta kaitan antara penyakit dengan kebutuhan gizi pasien.
- Formulir STAMP adalah salah satu alat skrining yang fungsinya untuk
mengidentifikasi secara dini dan tepat kondisi malnutrisi dan risiko malnutrisi pada
anak.
- Formulir STRONG Kids dalam pemakaiannya mampu menunjukkan hubungan
yang baik antara status gizi sekarang dan lama rawat inap di populasi anak-anak.
- Formulir SGNA adalah form yang salah satu fungsinya untuk menilai status gizi
pasien sebelum masuk rumah sakit dan selama dirawat di rumah sakit sehingga
lebih menggambarkan adanya perubahan status gizi.
- Formulir MUST didesain untuk membantu mengidentifikasi pasien dewasa yang
underweight dan berisiko malnutrisi dan obesitas
- Formulir MST digunakan untuk mengidentifikasi pasien yang mempunyai risiko
kurang gizi untuk dewasa.
- Metode skrining menggunakan formulir MNA terdiri atas 2 bagian yaitu, skrining
gizi dan assessment gizi untuk Usia Lanjut. Mini Nutritional Assesment Short
Form (MNA-SF) adalah bagian skrining yang terdiri dari 6 pertanyaan. Indikator
yang digunakan MNA adalah pengukuran antropometri, komorbiditas, kebiasaan
makan, dan penilaian gizi subyektif.
71. Seorang laki-laki, umur 44 tahun, BB 55 kg, TB 155cm, dirawat dengan diagnosa medis
DHF. Hasil anamnesis mual, badan terasa nyeri jika dipegang, makan minum tidak
adekuat. Hasil pemeriksaan suhu tubuh 39°C. Ahli Gizi menghitung kebutuhan energi
yang akan diberikan. Berapa persen penambahan energi yang dibutuhkan pada kasus
tersebut?
a. 10 %
b. 13 %
c. 15 %
d. 20 %
e. 26 %

Jawaban: e
Pembahasan:
Suhu tubuh normal 37°C, pada kasus suhu tubuh pasien 39°C, sehingga mengalami kelebihan
2°C. Setiap kenaikan suhu tubuh 1 °C ditambahkan energi sebesar 13 kkal. Pasien mengalami
kelebihan 2°C x 13 kkal = 26 kkal.

72. Masyarakat di suatu desa mempunyai kebiasaan membuang sampah sembarangan.


Diasumsikan mereka mempunyai tingkat pengetahuan yang rendah tentang pengelolaan
Sampah dan mempunyai sikap yang negatif tentang sampah. Setelah dilakukan survei
ternyata menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mereka baik dan sikap yang positif,
namun tidak tersedia sarana pembuangan sampah. Apa yang harus dilakukan untuk
membuat masyarakat mampu membuang sampah pada tempatnya?
a. Memberi Sanksi
b. Membuat TPA Sampah
c. Menyiapkan wadah sampah
d. Membantu mengumpulkan sampah
e. Penyuluhan pengelolaan sampah

Jawaban: c
Pembahasan:
Pada kasus ini kunci masalahnya tidak tersedia sarana pembuangan sampah, karena Setelah
dilakukan survei ternyata menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mereka baik dan sikap
yang positif, namun tidak tersedia sarana pembuangan sampah. Sehingga solusi yang terbaik
adalah menyiapkan wadah sampah.

73. Seorang petugas gizi melakukan pengukuran tinggi badan pada 10 orang anak laki-laki
5- 8 tahun dengan menggunakan Microtoa. Dari pengukuran diperoleh hasil sebagai
berikut: 98 cm, 99 cm, 99,2 cm,100 cm,110,3 cm, 116 cm,122 cm,125 cm,133 cm dan
133 cm. Apa jenis skala data pengukuran tersebut ?
a. Data rasio
b. Data Interval
c. Data Ordinal
d. Data nominal
e. Data campuran

Jawaban: a
Pembahasan:
Data berskala rasio adalah data yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak dua titik
pada skala sudah diketahui, dan mempunyai titik nol yang absolut.

74. Seorang petugas gizi yang bekerja pada Dinas Kesehatan, diminta melakukan
pembuktian hubungan antara tingginya kejadian diare pada balita dengan kejadian
pendek. Dipilih satu desa dengan kejadian diare dan pendek yang paling tinggi, semua
balita yang ada di desa tersebut ditanyakan apakah pernah mengalami kejadian diare
dalam 1 bulan terakhir, dan pada saat yang sama juga dilakukan pengukuran TB dan BB
serta mengetahui umur anak. Desain penelitian apakah yang paling tepat diterapkan?
a. Studi surveilans
b. Studi epidemiologi
c. cross-sectional
d. kasus kontrol
e. kohort

Jawaban: c
Pembahasan:
Cross sectional adalah studi epidemiologi yang mempelajari prevalensi, distribusi, maupun
hubungan penyakit dan paparan dengan mengamati status paparan, penyakit atau outcome lain
secara serentak pada individu-individu dari suatu populasi pada suatu saat. Dengan demikian
studi cross sectional tidak mengenal adanya dimensi waktu, sehingga mempunyai kelemahan
dalam menjamin bahwa paparan mendahului efek (disease) atau sebaliknya. Kata kunci pada
kasus ini adalah :
- hubungan antara tingginya kejadian diare pada balita dengan kejadian pendek.
- dilakukan pengukuran TB dan BB serta mengetahui umur anak
tepat untuk jawaban studi cross sectional : tidak mengenal adanya dimensi / jarak perbedaan
waktu antar variabel atau pengukuran dilakukan dalam satu waktu yang sama.

75. Seorang ahli gizi rumah sakit melakukan kunjungan ke rumah pasien diabetes mellitus.
Pengkajian data menunjukkan status gizi lebih, kadar gula tinggi, sering ngemil dan
sering kesemutan. Mempertimbangkan kondisi pasien ini maka ahli gizi merencanakan
intervensinya. Apakah metode pendidikan yang tepat untuk kasus tersebut ?
a. Diskusi Kelompok
b. Bermain Peran
c. Wawancara
d. Konseling
e. Ceramah

Jawaban: d
Pembahasan: Kata kuncinya adalah: ahli gizi rumah sakit melakukan kunjungan ke rumah
pasien diabetes mellitus, Pengkajian data menunjukkan status gizi lebih, kadar gula tinggi,
sering ngemil dan sering kesemutan. Yang mana sifatnya adalah individu, maka metode yang
tepat adalah konseling.

76. Seorang laki-laki umur 30 tahun dirawat di Rumah Sakit dengan diagnosis kanker lidah
dan direncanakan untuk operasi. Berdasarkan hasil anamnesa diketahui ia menderita
gejala-gejala susah menelan dan terdapat sariawan sudah 5 bulan yang lalu. Apa bentuk
makanan yang baik diberikan kepada pasien tersebut untuk mempertahankan asupan
gizinya?
a. Formula
b. Lunak
c. Cincang
d. Saring
e. Cair

Jawaban: a
Pembahasan: Makanan dalam bentuk lunak, cincang, saring dan cair merupakan bentuk
makanan dengan kandungan zat gizi yang lebih sedikit. Sedangkan makanan formula disusun
untuk memperoleh susunan campuran bahan makanan yang mengandung zat gizi baik dan
dalam jumlah banyak. Penyusunan formula dilakukan untuk mendapatkan komposisi bahan
yang secara perhitungan nilai gizi memenuhi kriteria.

77. Data asupan energi seorang pria diperoleh 120% dari kebutuhan. Pola makan yang
dijalani yaitu frekuensi makan utama 3 kali dan makanan selingan 4-5 kali. Konsumsi
sayur dan buah tidak setiap hari. Konsumsi makanan kasus tersebut termasuk dalam
kelompok data apa?
a. Clinical data
b. Antropometri
c. Biokimia Data
d. Dietary history
e. Personal history

Jawaban: d
Pembahasan:
Anamnesis riwayat gizi (dietary history) adalah data meliputi asupan / konsumsi makanan
termasuk komposisi, pola makan, diet saat ini dan data lain yang terkait

- Selamat! kamu telah selesai mempelajari bagian 2 dari bank soal -


Bagian 3
GIZI KLINIK
1. Di Provinsi X terjadi peningkatan kejadian obesitas pada anak sekolah, yang diduga karena
tingginya asupan makanan cepat saji. Maka petugas gizi akan melakukan survey
konsumsi untuk mengetahui rata- rata tingkat kecukupan energi yang diperoleh dari
makanan cepat saji di kalangan anak sekolah.
Apa metode survey konsumsi yang tepat dilakukan?
a. Food Recall 24 h
b. Food weighing
c. Food frequency
d. Food record
e. Food account
Jawaban : C
Pembahasan : metode frekuensi makanan (Food Frequency Questionnaire) adalah
metode untuk mengetahui atau memperoleh data tentang pola dan kebiasaan
makan individu pada kurun waktu tertentu, biasanya satu bulan, tetapi dapat juga
6 bulan atau satu tahun terakhir.
Metode ini tergolong metode kualitatif karena pengukurannya menekankan
pada frekuensi makan. Informasi yang diperoleh merupakan pola dan kebiasaan
makan (habitual intakes). Konsumsi makanan yang ditanyakan adalah yang
spesifik untuk gizi tertentu, makanan tertentu, atau kelompok makanan tertentu

2. Data posyandu sebulan terakhir mencakup 100 anak, 80 anak memiliki KMS, namun
dari jumlah yang ditimbang yaitu 75 anak hanya 45 anak yang mengalami kenaikan
berat badan
Berapakah keberhasilan program pada Posyandu tersebut?
a. 40%
b. 50%
c. 60%
d. 70%
e. 75 %
Jawaban : E
Pembahasan : Keberhasilan Posyandu dilihat dari data posyandu sebulan terakhir .
Jumlah yang ditimbang : data posyandu sebulan terkahir = 75: 100 = 75%
Tingkat keberhasilan kegiatan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN
S : semua balita diwilayah kerja posyandu
K : semua balita yang memiliki KMS
D : balita yang ditimbang
N : balita yang naik berat badannya.

3. Seorang anak usia 1 tahun 7 bulan diukur tinggi badan nya oleh ahli gizi Puskesmas.
Diperoleh hasil ukur 85,2 cm. Karena teknik pengukuran tidak sesuai dengan umur
maka hasil harus dilakukan koreksi
Berapa tinggi badan anak tersebut?
a. 84,5 cm
b. 85,5 cm
c. 85,9 cm
d. 86,5 cm
e. 86,9 cm
Jawaban : C
Pembahasan : Indeks Panjang badan (PB) digunakan pada anak umur 0-24 bulan
yang diukur dengan posisi terlentang. Bila anak umur 0-24 bulan diukur dengan
posisi berdiri, maka hasil pengukurannya dikoreksi dengan menambahkan 0,7 cm.
Sementara untuk indeks tinggi badan (TB) digunakan pada anak umur diatas 24
bulan yang diukur dengan posisi berdiri. Bila anak umur diatas 24 bulan diukur
dengan posisi terlentang, maka hasil pengukurannya dokoreksi dengan
mengurangkan 0,7 cm.

4. Di Posyandu X, Ibu balita ingin mengetahui apakah anaknya yang berumur 1 tahun 3
bulan termasuk kategori pendek atau tidak. Sebagai petugas gizi tentunya akan
melakukan pengukuran antropometri dalam menjawab pertanyaan ibu tersebut.
Indeks yang paling tepat dipakai oleh ahli gizi?
a. BB/U
b. BB/TB
c. TB/U
d. PB/U
e. IMT/U
Jawaban : D
Pembahasan : Indeks Panjang Badan (PB) digunakan pada anak umur 0-24 bulan.
Klasifikasi Status Gizi berdasarkan Keputusan Kementrian Kesehatan Ri Tahun
2010, indikator PB/U masuk kategori Status Gizi Tinggi, Normal, Pendek dan
sangat pendek.

5. Pada saat kegiatan PSG di Kabupaten X ditemukan seorang anak balita memiliki
tanda klinis sangat kurus, Perut cekung, Iga gambang, Kulit keriput, baggy paint, dan
wajah seperti orang tua sehingga langsung dirujuk ke Rumah Sakit Daerah
Apakah masalah yang diderita balita tersebut?
a. Marasmus
b. Kwarsiorkor
c. Marasmic-Kwarsiorkor
d. Anemia
e. KVA
Jawaban : A
Pembahasan : Marasmus disebabkan karena asupan makanan kekurangan energy
yang parah.Gejala klinis yang umum terjadi pada penderita Marasmus mencakup
penampilan muka anak terlihat seperti orang tua, sangat kurus, karena hilangnya
sebagian besar lemak.

6. Seorang bayi laki-laki usia 2 bulan melakukan penimbangan di Posyandu, setelah


ditimbang oleh kader, bayi tersebut dinyatakan tidak naik berat badannya
Berapa kenaikan Berat Badan minimal untuk bayi tersebut
a. 500 g
b. 600 g
c. 700 g
d. 800 g
e. 900 g
Jawaban : E
Pembahasan : Kenaikan berat badan minimal (KBM) setiap bulan akan dapat
diketahui di dalam KMS. Kenaikan berat badan minimal anak laki-laki usia 1 bulan
ke 2 bulan adalah 900 gr.

7. Meningkatnya kejadian obesitas pada anak sekolah diduga karena seringnya


mengkonsumsi makanan cepat saji. Untuk membuktikan dugaan tersebut petugas gizi
akan melakukan survey penilaian konsumsi.
Apakah metode yang tepat ?
a. Food frequency
b. Food weighing
c. Food account
d. Food record
e. Food recall
Jawaban : A
Pembahasan : Metode ini tergolong metode kualitatif karena pengukurannya
menekankan pada frekuensi makan. Informasi yang diperoleh merupakan pola dan
kebiasaan makan (habitual intakes). Konsumsi makanan yang ditanyakan adalah
yang spesifik untuk gizi tertentu, makanan tertentu, atau kelompok makanan
tertentu

8. Seorang Ibu ingin mengetahui apakah anaknya yang berumur 23 bulan termasuk
kategori pendek atau tidak. Untuk menjawab keingintahuan ibu tersebut petugas gizi
melakukan pengukuran antropometri dan menentukan indeks yang digunakan.
Apakah indeks yang paling tepat ?
a. BB/TB
b. BB/U
c. TB/U
d. PB/U
e. IMT/U
Jawaban : D
Pembahasan : Indeks Panjang Badan (PB) digunakan pada anak umur 0-24 bulan.
Klasifikasi Status Gizi berdasarkan Keputusan Kementrian Kesehatan RI Tahun
2010, indikator PB/U masuk kategori Status Gizi Tinggi, Normal, Pendek dan
sangat pendek.

9. Petugas gizi Puskesmas X melakukan skrining gizi kelompok remaja putri di sebuah
SMA. Hasilnya terdapat 64% siswi dengan nilai IMT antara >17,0 – 18,4
Apakah arti data tersebut?
a. 64% remaja putri kekurangan BB tingkat ringan
b. 64% remaja putri kekurangan BB tingkat berat
c. 64% remaja putri kelebihan BB tingkat berat
d. 64% remaja putri kelebihan BB tingkat berat
e. 64% remaja putri kekurangan BB normal
Jawaban : A
Pembahasan : Kategori batas ambang IMT 17,0-18,4 masuk kategori Kekurangan
berat badan tingkat ringan.

10. Petugas gizi melakukan penilaian konsumsi dengan metode food recall. Wawancara
dilakukan dengan cemat sesuai dengan langkah-langkah yang sistematis. Pada akhir
wawancara petugas gizi memastikan bahwa tidak ada lagi makanan yang dikonsumsi
responden tapi terlupakan.
Apakah langkah yang dimaksud?
a. Review kembali semua jawaban responden
b. Review kembali kelengkapan daftar ringkas bersama responden
c. Review daftar ringkas bahan makanan yang dikonsumsi sehari kemarin
d. Review hidangan yang dikonsumsi dikaitkan dengan waktu makan dan aktifitas
e. Review rincian hidangan menurut jenis, jumlah, berat bahan makanan yang
dikonsumsi sehari kemarin
Jawaban : A
Pembahasan : Langkah-langkah yang dilakukan dalam wawancara metode recall
24 jam adalah :
1. Menyiapkan formulir recall
2. Petugas memperkenalkan diri pada responden dan menjelaskan tujuan
wawancara.
3. Menanyakan dan mencatat jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi pada
pagi hari kemarin.
4. Menanyakan dan mencatat jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi antara
waktu makan pagi dan makan siang
5. Menanyakan dan mencatat jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi antara
makan siang.
6. Menanyakan dan mencatat jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi antara
makan siang dan makan malam.
7. Menanyakan dan mencatat jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi antara
makan malam.
8. Mengulangi kembali menanyakan apa yang dimakan mulai dari makan pagi
sampai sebelum tidur malam.
9. Memberikan ucapan terima kasih kepada responden.

11. Seorang pria berumur 30 tahun datang ke petugas gizi untuk mengetahui apakah
dirinya berisiko terhadap obesitas. Petugas gizi melakukan pengukuran lingkar
pinggang dan lingkar pingulnya. Setelah dihitung rasio lingkar pinggang pinggul
(RLPP) adalah 0,95. Berapa tingkat risiko kasus tersebut ?
a. tidak beresiko
b. ringan
c. sedang.
d. tinggi
e. sangat tinggi
Jawaban : A
Pembahasan : Batas normal rasio lingkar pinggang panggul pada laki-laki dewasa
adalah 1. Sedangkan pada perempuan sebesar 0,8. Pada laki-laki ukuran panjang
lingkar pinggang sama dengan ukuran panjang lingkar panggul. Sedangkan pada
perempuan lingkar panggul harus lebih besar dibandingkan lingkar pinggang.
Ukuran lingkar pinggang noemal laki-laki adalah 90 cm, sedangkan pada
perempuan 80 cm.

12. Pasien dengan diagnosis GERD (gastro esophagial reflux disease) datang ke poli
konsultasi gizi. Pasien mengeluh sering merasa mau muntah akibat adanya refluks
esofagus, baik dari lambung maupun duodenum bagian atas. Ahli gizi merencanakan
diet untuk mengurangi refluks yang terjadi dengan memberikan zat gizi yang dapat
meningkatkan tekanan pada low eshophagial spincter.
Zat gizi apa yang dimaksud?
a. karbohidrat
b. protein
c. lemak
d. vitamin
e. mineral
Jawaban : C
Pembahasan : Gastroesophageal reflux disease (GERD) disebut penyakit
lambung. Makanan berlemak dianggap memperburuk gejala GERD dengan
merelaksasi sfingter esophagus bawah (lower esophageal sphincter atau LES),
yaitu cincin otot yang memisahkan perut dari esophagus. Selain itu, alasan
penderita GERD harus menghindari cokelat adalah karena kadar lemak yang
tinggi serta kafein.
Makanan yang juga merupakan pantangan penderita GERD yang sering
menyebabkan keluhan adalah makanan berlemak, seperti olahan susu berlemak
tinggi, daging berlemak, serta daging olahan seperti burger atau hot dog.

13. Seorang ahli gizi akan memberikan makanan untuk pasien di rumak sakit. Makanan
tersebut memenuhi semua kebutuhan zat gizi, tidak membutuhkan proses mengunyah,
osmolaritas makanan < 400 mosmol.
Bentuk makanan apa yang sesuai dengan pernyataan di atas?
a. bubur biasa
b. saring
c. cair kental
d. cair penuh
e. cair jernih
Jawaban : D
Pembahasan : Makanan cair penuh diberikan kepada pasien yang mempunyai
masalh untuk mengunyah, menelan atau mencernakan makanan padat, misalnya
pada operasi mulut atau pada kesadaran menurun. Syarat diet makanan cair penuh
bila diberikan lebih dari 3 hari harus dapat memenuhi kebutuhan energy dan
protein. Sebaiknya Osmolaritas <400 Mosmol

14. Seorang pasien di rumah sakit mengalami diare setelah diberikan makanan lewat pipa
buatan rumah sakit. Penyebab diare diduga berkaitan dengan osmolaritas makanan
yang tinggi.
Bahan makanan apa yang dapat menyebabkan kasus di atas?
a. susu
b. telur
c. minyak
d. gula pasir
e. tepung maizena
Jawaban : A
Pembahasn : Susunan makanan yang baik berupa susu maupun makanan padat yang
memberikan Osmolaritas yang tinggi sehingga menimbulkan diare misalnya NEC
( Neonatal Entero Colitis)

15. Tn A menjalani rawat inap di rumah sakit karena stroke. Sebelumnya pasien
mendapat makanan lewat pipa (NGT) karena tidak bisa menelan. Pasien mengeluh
ingin makan lewat oral karena merasa reflek menelannya sudah lebih membaik. Ahli
gizi merencanakan bentuk makanannya
Bentuk makanan apa yang sebaiknya diberikan kepada pasien?
b. makanan biasa
c. makanan lunak
d. makanan saring
e. makanan cair kental
f. makanan cair jernih
Jawaban : D
Pembahasan: Fase pemulihan adalah fase dimana pasien sudah sadar dan tidak
mengalami gangguan fungsi menelan (disfagia). Makanan diberikan per oral
secara bertahap dalam bentuk Makanan Cair kental.

16. Tn A usia 67 tahun dengan TB 160 cm dan BB 80 kg dirawat di rumah sakit karena
stroke. Pasien mendapat makanan saring karena kesulitan pada saat menelan.
Sebelumnya pasien mempunyai kebiasaan makan dalam porsi besar dan kurang olah
raga. Hasil recall di rumah sakit menunjukkan asupan energi 30% dari kebutuhan.
Ahli gizi akan menentukan diagnosisnya
Diagnosis gizi apa yang tepat untuk kasus di atas?
a. stroke berkaitan dengan kesulitan menelan ditandai asupan energi 30%
b. stroke berkaitan dengan obesitas ditandai dengan tidak bisa menelan dan asupan
energi 30% dari kebutuhan
c. asupan oral inadekuat berkaitan dengan kesulitan menelan ditandai dengan
asupan energi sebesar 30% dari kebutuhan
d. obesitas berkaitan dengan kebiasaan makan dalam porsi besar dan kurang olah
raga ditandai dengan bb 80 kg
e. obesitas berkaitan dengan stroke ditandai dengan imt 31,25
Jawaban : C
Pembahasan : Domain Riwayat terkait gizi dan makanan- Food History (FH)
FH. 1.2.2.Asupan makanan berkaitan dengan inadekuat asupan oral ditandai
dengan inadekuat asupan energy.

17. Tn A dirawat di RS karena demam. Hasil pemeriksaan suhu tubuh 390C. Kebutuhan
energi tanpa koreksi suhu sebesar 2000 kkal/hari. Ahli gizi merencanakan kebutuhan
energi dengan memperhatikan kenaikan suhu tubuh
Berapa kebutuhan energi/harinya? (Suhu normal 380C)
a. 2000 kkal/hari
b. 2100 kkal/hari
c. 2200 kkal/hari
d. 2260 kkal/hari
e. 2300 kkal/hari
Jawaban : D
Pembahasan : Suhu tubuh kenaikan 10 C meningkat BMR 13%.
Kebutuhan energy x 13%
2000 kkal x 13% = 260 kkal
Jadi, 2000 kkal + 260 kkal = 2260 kkal/hari

18. Tn A, dengan pendidikan tamat SD dirawat di RS karena mengalami perdarahan


disebabkan ulkus peptikum. BAB dan NGT tube berwarna hitam. Pasien mempunyai
riwayat penyakit artitis dan mengkonsumsi obat analgesik yang dibeli di warung.
Kebiasaan makan pasien tidak teratur, suka ngemil, kurang beraktivitas fisik. Pasien
belum pernah mendapat konseling gizi. Ahli gizi akan menentukan diagnosis gizinya.
Diagnosis apa yang tepat untuk kasus di atas?
a. pola makan yang salah berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi
untuk penyakit ditandai dengan pasien makan tidak teratur, suka ngemil,
b. pola makan yang salah berkaitan dengan makan tidak teratur, suka ngemil
ditandai dengan sakit di bagian lambung, bab berwarna hitam, ngt tube berwarna
hitam
c. pola makan yang salah berkaitan dengan penyakit ulkus peptikum ditandai makan
tidak teratur, suka ngemil
d. ulkus peptikum berkaitan dengan makan tidak teratur dan suka ngemil, konsumsi
obat analgesik ditandai dengan sakit bagian lambung, bab berwarna hitam, ngt
tube berwarna hitam
e. kurang pengetahuan terkait gizi berkaitan belum pernah konseling gizi ditandai
dengan tidak tamat sd
Jawaban : A behavior
Pembahasan: Domain Riwayat terkait gizi dan makanan- Food History (FH)
FH.4.1 Pengetahuan terkait makanan dan zat gizi berkaitan dengan kurang
pengetahuan terkait makanan dan zat gizi ditandai dengan belum pernah mendapat
konseling gizi.
19. Tn A, pendidikan tamat SD dirawat di RS karena mengalami perdarahan akibat ulkus
peptikum. BAB dan NGT tube berwarna hitam. Pasien mempunyai riwayat penyakit
artitis dan mengkonsumsi obat analgesik yang dibeli di warung. Kebiasaan makan
pasien tidak teratur, suka ngemil, kurang beraktivitas fisik. Asupan energi 120%,
lemak 115% dari kebutuhan. Ahli gizi akan membuat preskripsi dietnya.
Preskripsi diet apa yang tepat untuk kasus di atas?
a. puasa dari makanan oral
b. bentuk makanan cair jernih
c. bentuk makanan cair penuh
d. bentuk makanan cair kental
e. bentuk makanan cair saring
Jawaban : A
Pembahasan : syarat diet adalah mudah dicerna, porsi makanan kecil, dan sering
diberikan. Bentuk makanan bergantung pada kemampuan menelan. Diberikan
secara bertahap.

20. Tn A dirawat di RS. Pasien menderita ulkus peptikum dan baru berhenti dari
perdarahan yang dialami. Ahli gizi akan merencanakan pemberian dietnya
Bentuk makanan apa yang tepat untuk kasus di atas?
a. makanan cair jernih
b. makanan cair penuh
c. makanan cair kental
d. makanan saring
e. makanan lunak
Jawaban : D
Pembahasan : Makanan diberikan dalam bentuk saring. Makanan saring adalah
makanan semipadat yang mempunyai tekstur lebih halus daripada Makanan
Lunak, sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna. dan merupakan perpindahan
dari Diet Pasca perdarahan atau setelah fase akut teratasi. Makanan diberikan
setiap 3 jam selama 1-2 hari saja karena kurang energy, zat besi, tiamin dan
vitamin C.

21. Seorang wanita usia 35 tahun dengan TB 150 cm, BB 68 kg dirawat di RS dengan
diagnosis batu empedu. Pasien mengeluh sering kesakitan terutama setelah makan.
Kebiasaan makan pasien adalah suka makan gorengan & kuning telur, kurang serat,
kurang minum. Ahli gizi membuat perencanaan diet untuk mengurangi rasa sakit
pasien.
Diet apa yang tepat untuk kasus di atas?
a. diet tinggi serat
b. diet rendah energi
c. diet rendah lemak
d. diet rendah protein
e. diet rendah kolesterol
Jawaban : C
Pembahasan : Diet Rendah Lemak. Konsumsi lemak sekitar 20-40 gram/hari
dianjurkan bagi penderita batu empedu. Jumlah ini dianggap sudah memadai
untuk mengurangi stimulasi kandung empedu dan meredakan keluhan sakit. Diet
tanpa lemak tidak dianjurkan karena akan mengurangi kontraksi batu empedu
sehingga jumlah timbunan getah empedu akan meningkat yang selanjutnya
membawa resiko peningkatan batu empedu.

22. Tn A umur 38 tahun, TB 167 cm dan BB 60 kg datang ke poli konsultasi gizi. Pasien
menjalani hemodialisa karena penyakit CKD (cronic kidney disease). Ahli gizi
merencanakan kebutuhan zat gizi proteinnya.
Berapa kebutuhan protein/hari pada kasus tersebut?
a. 36 gram/hari
b. 48 gram/hari
c. 60 gram/hari
d. 72 gram/hari
e. 84 gram/hari
Jawaban :
Pembahasan : Menggunakan rumus Konsensus Parkeni.
Kebutuhan protein jika Hemodialisa atau CAPD
1,2 x BB actual
1,2x 60= 72 gr/hari
23. Tn A umur 38 tahun, TB 167 cm dan BB 60 kg datang ke poli konsultasi gizi. Pasien
menjalani hemodialisa karena penyakit CKD (cronic kidney disease). Ahli gizi
merencanakan kebutuhan energinya
Berapa kebutuhan yang dimaksud?
a. 1500 kkal/hari
b. 1800 kkal/hari
c. 2100 kkal/hari
d. 2400 kkal/hari
e. 2700 kkal/hari
Jawaban : C
Pembahasan : Menggunakan Rumus CKD
Kebutuhan energi, jika usianya <60 tahun
35x BB actual
35 x 60 = 2.100 kkal/hari

24. Tn A umur 38 tahun, TB 167 cm dan BB 60 kg datang ke poli konsultasi gizi. Pasien
menjalani hemodialisa karena penyakit CKD (cronic kidney disease). Jumlah urine
yang keluar 400 cc/hari. Ahli gizi merencanakan kebutuhan cairannya.
Berapa kebutuhan cairan pada kasus di atas?
a. 400 cc/hari
b. 500 cc/hari
c. 600 cc/hari
d. 800 cc/hari
e. 900 cc/hari
Jawaban : E
Pembahasan
:
Kebutuhan cairan = cairan yang keluar dalam urin + 500 ml
= 400cc/hari + 500
= 900 cc/hari

25. Tn A umur 38 tahun, TB 167 cm dan BB 60 kg datang ke poli konsultasi gizi. Pasien
mengeluh sering BAK dan lemas. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan GD puasa
180 mg% dan GD 2 jam pp 270 mg%. Pasien suka mengkonsumsi camilan manis dan
minum teh manis 3 kali/hari. Asupan energi 110% dari kebutuhan, dan asupan serat
pasien 10 gram/hari. Pasien mempunyai riwayat obesitas sebelumnya. Ahli gizi akan
membuat diagnosis gizi
Apa diagnosis gizi yang tepat untuk kasus di atas?
f. diabetes melitus berkaitan dengan suka mengkonsumsi cake,bolu dan minum teh
manis ditandai dengan gd puasa 180 mg% dan gd 2 jam pp 270 mg%
g. perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan dengan suka mengkonsumsi
camilan manis ditandai dengan asupan energi 110% dari kebutuhan
h. asupan energi berlebih berkaitan dengan suka mengkonsumsi camilan manis
ditandai dengan gd puasa 180 mg% dan gd 2 jam pp 270 mg%
i. pola makan yang salah berkaitan dengan suka mengkonsumsi camilan manis
ditandai dengan asupan energi 110%
j. riwayat obesitas berkaitan dengan suka makan camilan manis ditandai dengan bb
60 kg
Jawaban : C
Pembahasan : Domain Riwayat terkait gizi dan makanan- Food History (FH)
FH. 1.2.2. Asupan Makanan berkaitan dengan pemilihan makanan yang salah
ditandai dengan tidak mampu mengelola diri sehingga hasil pemeriksaan darah
menunjukkan GD Puasa dan GD 2 jam pp Tinggi.

ETIKA PROFESI
26. Martin adalah seorang anak laki-laki yang nakal, setiap hari dia tidak pernah berlaku
sopan kepada orang yang lebih tua. Saat ada keperluan, dia ingin meminta uang kepada
orang tuanya dan dia berlaku baik untuk bisa mendapatkan simpati kedua orang tuanya.
Saat mau berangkat ke sekolah dia mencium tangan kedua orang tua padahal setiap hari
jarang sekali dia melakukannya.
Merupakan contoh apakah cerita tersebut ?
a. Etika
b. Hak
c. Etiket
d. Kewajiban
e. Adat
Jawaban : C
Pembasan : Etiket, menurut Kasmir adalah tata cara berhubungan dengan manusia
lainnya. Etiket berasal dari Bahasa Perancis “etiket”.
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur
hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

27. Pada hari Jum’at, mahasiswa Jurusan Gizi berpakaian bebas. Pada suatu waktu terdapat
mahasiswi yang menggunakan pakaian ketat dan ada yang berpakaian tipis sehingga
menjadi pergunjingan di kalangan mahasiswa lainnya.
Melanggar kaidah apakah mahasiswi tersebut ?
a. Etika
b. Hak
c. Etiket
d. Kewajiban
e. Adat
Jawaban : A
Pembahasan : didalam kamus Bahasa Indonesia (KBBI) dituliskan bahwa arti etika
adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban
moral (akhlak). Etika brasal dari yunani kuno “ethikos” artinya timbul dari kebiasaan.
Menurut DR. James J. Spillane SJ, bahwa etika adalah mempertimbangkan atau
memperhatikan suatu tingkah laku manusia di dalam mengambil keputusan yang
berhubungan dengan moral. Etika lebih mengarah ke penggunaan akal budi dengan
objetif guna menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang terhadap
lainnya.

28. Ibu Dani mengadakan acara makan bersama di rumahnya dengan kerabat dekat, ketika
sedang makan, Dani bersendawa dengan keras dan makan berdecap, semua orang yang
hadir pada acara tersebut merasa terganggu.
Kaidah apakah yang tidak dilakukan oleh Dani ?
a. Etika
b. Hak
c. Etiket
d. Kewajiban
e. Adat
Jawaban : C
Pembahasan : Etiket bersifat relatif. Mungkin bisa sopan, salah satu kebudayaan tapi
sopan pada kebudayaan lain. Misalnya menggunakan tangan atau bersendawa waktu
makan.

29. Orang Medan berdialek dengan suara cepat dan nyaring sedangkan orang Solo
sebaliknya. Jika orang tersebut berada di lingkungannya sendiri maka cara berbicara
demikian dianggap baik tetapi jika berada di lingkungan yang berbeda kemungkinan
dianggap kurang baik.
Termasuk contoh apakah cerita di atas ?
a. Etika D. Norma kesusilaan
b. Etiket E. Norma kesopanan
c. Norma agama
Jawaban : E
Pembahasan : Norma kesopanaan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan
segolongan manusia didalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan
sehari-hari dalam masyarakat tertentu. Norma ini timbul dan diadakan oleh
masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan, sehingga masing-masing setiap
anggota masyarakat bisa saling menghormati satu sama lain. Didalam masyarakat
tertentu, kesopanan ditetapkan sebagai peraturan yang mengatur apa yang boleh
dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang anggota masyarakat.
Sanksi yang didapatkan oleh pelanggar ialah bisa dicela oleh sesamanya,
sanksi ini bersifat tidak tegas, akan tetapi bisa diberikan dari dalam masyarakat itu
sendiri yang bisa berupa cemoohan, bahkan dikucilkan dalam pergaulan masyarakat.

30. Ketika kita melakukan perbuatan yang melanggar norma atau mau melakukan perbuatan
yang kita tahu bahwa perbuatan itu tidak baik, ada semacam pertentangan batin yang
sejujurnya telah memberikan rambu-rambu pada diri kita bahwa perbuatan itu salah.
Hal ini membuktikan bahwa
a. Adanya suara hati yang bersifat mutlak
b. Adanya suara hati bersifat relatif
c. Suara hati tidak selalu benar
d. Setiap orang harus mengikuti suara hati
e. Suara hati bersifat rasional
Jawaban : A
Pembahasan : Suara hati adalah mutlak. Kemutlakan suara hati merupakan tuntutan
untuk tidak pernah menyeleweng dari apa yang kita sadari sebagai kewajiban kita.
Suara hati pun hanya berdasarkan penilaian-penilaian kita dan penilaian manusia tidak
pernah seratus persen pasti. Yang mutlak dalam suara hati adalah tuntutan untuk tidak
pernah menyeleweng dari apa yang kita sadari sebagai kewajiban kita. Suara hati itu
mutlak dalam arti bahwa tuntutannya tidak dapat kembali ke pertimbangan-
pertimbangan untung rugi, senang tidak senang, oleh pendapat orang lain dn berbagai
otoritas, oleh tuntutan ideology atau perasaan kita sendiri.

31. Ahong seorang pemilik toko elektronik di sebuah pusat pertokoan. Setiap pagi saat
membuka tokonya, dia kesal dengan adanya seorang “gepeng” yang selalu tidur di depan
tokonya dan Ahong selalu mengusirnya dengan kasar. Hingga suatu pagi Ahong tidak
mendapatkan lagi “gepeng” tersebut di depan tokonya. Beberapa hari berlalu. Rasa
penasaran pada diri Ahong membuatnya ingin melihat apa yang terjadi pada si “gepeng”
melalui CCTV di depan toko. Dari CCTV tersebut diketahui ternyata di “gepeng” sudah
meninggal karena melindungi toko Ahong dari perampok dan orang jahat lainnya.
Perasaan sangat bersalah dan menyesal dirasakan oleh Ahong sekarang.
Cerita di atas merupakan fakta adanya
a. Suara hati bersifat prosfektif
b. Suara hati bersifat retrospektif
c. Suara hati bersifat tertutup
d. Suara hati bersifat menyalahkan
e. Suara hati bersifat terbuka
Jawaban : B
Pemnahasan : Hati nurani Retrospektif adalah hati nurani yang menilai perbuataan
yang telah dilakukan. Contoh : ketika seseorang anak mencuri uang ayahnya. Ia akan
dihantui oleh perasaan merasa bersalah.

32. Seorang ahli gizi bekerja di sebuah institusi kesehatan. Ia secara aktif melakukan
penatalaksanaan diet kepada klien/pasien mulai dari mengkaji status gizi, merencanakan
diet, memesan diet, memantau asupan dan status gizi.
Apakah penguasaan kompetensi yang dijalankan oleh ahli gizi tersebut ?
a. Umum
b. Khusus
c. Gizi masyarakat
d. Gizi klinik
e. Penyelenggaraan makanan institusi
Jawaban : D
Pembahasan : Pelayanan asuhan gizi klinik meliputi : penapisan, pengkajian, penetapan
masalah/ diagnosa gizi, penyusunan rencana diet (orang sehat, sakit tanpa dan dengan
komplikasi), koordinasi tim medis, implementasi diet, konseling gizi, monitoring dan
evaluasi, penyusunan laporan dan rencana tindak lanjut.

33. Seorang ahli gizi bekerja di sebuah instansi swasta. Salah satu kompetensi yang
dilakukan adalah mengembangkan dan atau memodifikasi resep/formula
(mengembangkan dan meningkat-kan mutu resep makanan formula).
Apakah penguasaan kompetensi yang dijalankan oleh ahli gizi tersebut ?
a. Umum
b. Khusus
c. Gizi masyarakat
d. Gizi klinik
e. Penyelenggaraan makanan institusi
Jawaban : E
Pembahsan : standar kompetensi manajemen sistem pelayanan makanan
1. Mengelola pengembangan dan modifikasi resep atau formula
2. Mengelola pengembangan menu untuk populasi sasaran.
3. Mengelola penilaian organoleptik.
4. Mengelola produksi makanan yang sesuai dengan pedoman, biaya dan daya terima
konsumen.
5. Mengelola sistem pengadaan, distribusi dan pelayanan.
6. Mengelola sumberdaya manusia, keuangan, peralatan dan fasilitas lainnya secara
terpadu.
7. Mengawasi sistem pelayanan dan praktek kegizian untuk kepuasan konsumen.
8. Mengawasi fungsi pemasaran.
9. Mengawasi fungsi sumberdaya manusia.
10. Melakukan analisis kegiatan.

34. Seorang ahli gizi bekerja di sebuah puskesmas. Salah satu kegiatan yang dilakukan di
lapangan yaitu melaksanakan penapisan gizi/screening status gizi pada anak sekolah
dasar di kelurahan X.
Apakah penguasaan kompetensi yang dijalankan oleh ahli gizi tersebut ?
a. Umum
b. Khusus
c. Gizi masyarakat
d. Penyelenggaraan makanan institusi
e. Gizi klinik
Jawaban : C
Pembahasan : pelayanan gizi masyarakat meliputi pelaksanaan, perencanaan program,
surveillance gizi, pemantauan pertumbuhan balita, intervensi gizi, monitoring dan
evaluasi, KIE gizi, koordinasi lintas program dan lintas sektor, pelatihan bidang gizi,
advokasi, dan perencana kebijakan gizi.
35. Seorang ahli gizi bekerja di Instalasi Gizi sebuah rumah sakit. Salah satu unit kompetensi
yang dijalankan yaitu berpartisipasi dalam menetapkan biaya dalam pelayanan gizi
rumah sakit. Dalam menetapkan biaya tersebut ahli gizi membutuhkan beberapa elemen
kompetensi.
Apa salah satu elemen yang diperlukan/digunakan untuk mencapai unit kompetensi
tersebut ?
a. Menentukan standar makanan klien rumah sakit
b. Melakukan anamnesa riwayat gizi
c. Melakukan pengukuran antropometri gizi
d. Melakukan pengukuran fisik
e. Melakukan pengukuran klinis pasien
Jawaban : A
Pembahasan : Perencanaan kebutuhan bahan makanan adalah kegiatan penyusunan
atau perhitungan kebutuhan makanan yang diperlukan untuk pengadaan makanan
institusi dengan memperhatikan peraturan pemberian makanan pada setiap institusi.
LAngkah perencanaan kebutuhan bahan makanan :
1. Menentukan jumlah pasien
2. Menetntukan standar porsi tiap bahan makanan dan berat kotor
3. Menghitung frekuensi pemakaian bahan makanan setiap siklus menu.

36. Seorang ahli gizi melakukan palpasi pada sekelompok murid sekolah dasar, melakukan
pengukuran antropometri gizi pada sekelompok anak balita, melakukan survey konsumsi
makanan pada anggota rumah tangga dikelompok rumah tangga.
Ini merupakan elemen-elemen yang diperlukan pada unit kompetensi apa ?
a. Melakukan penapisan gizi (nutrition screening) pada klien/pasien secara individu
b. Melakukan penapisan gizi (nutrition screening) pada populasi dan atau kelompok
masyarakat
c. Berpartisipasi dalam pengembangan dan evaluasi program pangan dan gizi di
masyarakat
d. Membantu dalam pengkajian gizi pasien tanpa komplikasi
e. Membantu dalam pengkajian gizi pasien dengan komplikasi
Jawaban : C
Pembahasan : Tujuan yang diharapkan dari pengembangan dan evaluasi program
pangan dan gizi masyarakat ini diantaranya untuk meningkatkan status gizi
sekelompok anak balita dan sekelompok masyarakat.

37. Seorang ahli gizi bekerja di poliklinik gizi sebuah rumah sakit. Ia menggunakan food
model dalam memberikan layanan konsultasi gizi pada seorang pasien/klien.
Ini merupakan elemen yang digunakan untuk unit kompetensi apa ?
a. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan untuk kelompok sasaran
b. Mendidik pasien/klien dalam rangka terapi gizi untuk pasien/klien
c. Berpartisipasi dalam pengembangan dan evaluasi program pangan dan gizi di
masyarakat
d. Melakukan monitoring dan evaluasi asupan gizi/makanan pasien
e. Melakukan penapisan gizi (nutrition screening) pada klien/pasien secara individu
Jawaban : B
Pembahasan : Konseling gizi adalah serangkaian kegiatan sebagai proses
komunikasi 2 (dua) arah untuk menanamkan dan perilaju sehingga membantu
pasien/ klien mengenali dan mengatasi masalah gizi melalui pengaturan makanan
dan minuman. Konseling gizi dilakukan oleh seorang ahli gizi. Dalam melakukan
konseling biasanya ahli gizi dibantu dengan menggunakan Food model sebagai
contoh bahan makanan yang terbuat dari bahan sintesis dengan ukuran dan satuan
tertentu sesuai dengan satuan penukar agar pasien/ klien lebih mengerti dan paham.

38. Seorang ahli gizi bekerja di ruang rawat inap sebagai ahli gizi ruangan. Salah satu tugas
yang ia jalankan mengukur/menimbang sisa makanan pasien sesudah makan pagi, siang
dan malam (satu hari).
Ini merupakan elemen yang digunakan untuk unit kompetensi apa ?
a. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan untuk kelompok sasaran
b. Mendidik pasien/klien dalam rangka terapi gizi untuk pasien/klien
c. Berpartisipasi dalam pengembangan dan evaluasi program pangan dan gizi di
masyarakat
d. Melakukan monitoring dan evaluasi asupan gizi/makanan pasien
e. Melakukan penapisan gizi (nutrition screening) pada klien/pasien secara individu
Jawaban : D
Pembahasan :
Monitoring gizi adalah mengkaji ulang dan mengukur secara terjadwal indikator
asuhan gizi dari status gizi pasien/klien sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan,
diagnosa gizi, intervensi dan outcome.
Evaluasi Gizi adalah membandingkan secara sistematis data-data saat ini dengan
status sebelumnya, tuhuan intervensi gizi, efektifitas asuhan gizi secara umum dan
rujukan standar.
39. Seorang ahli gizi bekerja di ruang rawat inap sebagai ahli gizi ruangan. Dalam
menjalankan tugasnya sehari-hari ahli gizi tersebut senantiasa berusaha menjaga
kerahasiaan klien atau masyarakat yang dilayani.
Kepada siapa kewajiban yang telah dijalankan ahli gizi tersebut berdasarkan kode etik
ahli gizi ?
a. Kewajiban terhadap klien
b. Kewajiban terhadap teman seprofesi
c. Kewajiban terhadap mitrakerja
d. Kewajiban terhadap profesi
e. Kewajiban terhadap diri sendiri
Jawaban : A
Pembahasan : Saat ini masyarakat menuntut pelayanan yang terbaik kepada seluruh
tenaga kesehatan, termasuk kepada ahli gizi. Kualitas pelayanan kesehatan saat ini
difokuskan kepada klien (client centre care), jadi kepentingan dan kepuasan klien yang
utama.
Seorang ahki gizi berkewajiban untuk menilai, memperbaiki, meningkatkan keadaan
gizi klien melalui suatu proses asesmen, diagnosa, intervensi serta monitoring evaluasi
menggunakan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Hal penting yang harus dijaga
dengan teguh adalah kerahasiaan klien, memberi pelayanan prima, menghormati dan
menghargai kebutuhan klien, memberi informasi secara baik dan benar, memberikan
pelayanan dengan adil tidak membedakan status sosial klien.

40. Seorang ahli gizi bekerja di sebuah instansi kesehatan milik pemerintah. Dalam
menjalankan tugasnya sehari-hari ahli gizi tersebut senantiasa berusaha memelihara
hubungan persahabatan yang harmonis dengan semua organisasi atau profesional terkait.
Kepada siapa kewajiban yang telah dijalankan ahli gizi tersebut berdasarkan kode etik
ahli gizi ?
a. Kewajiban terhadap klien
b. Kewajiban terhadap teman seprofesi
c. Kewajiban terhadap profesi dan diri sendiri
d. Kewajiban terhadap teman seprofesi dan mitra kerja
e. Kewajiban terhadap masyarakat
Jawaban : D
Pembahasan : Kekuatan profesi juga terletak pada kesatuan anggota profesinya, oleh
karena itu sesama ahli gizi harus saling bekerja sama dalam melakukan tugas
pengabdian kepada klien ataupun kepada masyarakat agar terwujud status gizi yang
baik. Bekerja sama, saling mendukung, saling berbagi ilmu pengetahuan dan
ketrampilan yang baru kepada teman yang lain akan berdampak sangat besar kepada
kemajuan profesi dan pada akhirnya kepada masyarakat.
Kewajiban yang terkait dengan teman seprofesi dan mitra kerja adalah Ahli
gizi berkewajiban senantiasa memelihara hubungan persahabatan yang harmonis
dengan semua organisasi atau disiplin ilmu/ profesional yang terkait dalam upaya
meningkatkan status gizi, kesehatan, kecerdasan dan kesejahteraan rakyat.

41. Seorang ahli madya gizi bekerja di sebuah rumah sakit. Dalam menjalankan tugasnya
sehari-hari ahli gizi tersebut telah berfungsi mengkaji data dan mencirikan masalah gizi
klinik pasien/klien dan memberikan masukan kepada dokter tentang preskripsi diet.
Sebagai apa peran yang telah dijalankan oleh ahlimadya gizi tersebut ?
a. Pelaksana pelayanan gizi masyarakat
b. Penyelia sistem penyelenggaraan makanan institusi
c. Pendidik/penyuluh/pelatih/konsultan gizi
d. Pelaku pemasaran produk gizi & kegiatan kewirausahaan
e. Pelaku tatalaksana/asuhan/pelayanan gizi klinik
Jawaban : E
Pembahasan : Jabatan Fungsional Nutrisionis Trampil adalah tenaga kesehatan yang
melakukan pelayanan kesehatan di bidang gizi masyarakat, pelayanan asuhan gizi
dan dietetik, dan penyelenggaran makanan. Pelayanan gizi masyarakat meliputi
pelaksanaan: perencanaan program, survailance gizi, pemantauan petumbuhan
balita, intervensi gizi, monitoring dan evaluasi, KIE gizi, koordinasi lintas program
dan lintas sektor, pelatihan bidang gizi, advokasi, dan perencana kebijakan gizi.
Pelayanan asuhan gizi klinik meliputi : penapisan, pengkajian, penetapan
masalah/diagnosa gizi, penyusunan rencana diet ( orang sehat, sakit tanpa dan
dengan
komplikasi), koordinasi tim medis, implementasi diet, konseling gizi, monitoring dan
evaluasi, penyusunan laporan dan rencana tindak lanjut.

42. Seorang ahli gizi yang baru bekerja, di tempatkan dibagian penerimaan bahan makanan .
Pada saat bertugas dia menerima bahan makanan yang tidak sesuai dengan spesifikasinya
dari supplier “H”. Sebelum bertugas dia diberi pengarahan oleh atasannya untuk
menerima bahan makanan apapun kondisinya dan dijanjikan akan diberi fee.
Bagaimanakah sikap yang seharusnya dilakukan oleh TRD tersebut ?
A. Menolak dengan tegas setiap bahan makanan yang tidak sesuai spesifikasi dan
supplier disuruh mengganti bahan makanan tersebut, dan menolak fee
B. Menolak secara halus dan mengingatkan supplier untuk mengirim bahan makanan
sesuai spesifikasi.
C. Menurut kepada atasan karena sebagai pegawai baru harus pandai membawa diri
D. Menerima fee yang diberikan dan kemudian melapor kepada Direktur
E. Menerima fee yang diberikan dan menyumbangkan kepada orang yang
membutuhkan Jawaban : A
Pembahasan : sebagai seorang professional dan sesuai dengan amanah undang-undang
1945, bahwa seorang ahli gizi mempunyai kewajiban berperan aktif dalam
meningkatkan kesejahteraan, kecerdasaan melalui peningkatan keadaan gizi.
Tentunya selain ilmu pengetahuan yang harus ditingkatkan juga perilaku yang
baik, jujur, tulus dan adil sesuai etika dan standar profesi yang telah ditetapkan. Selain
itu juga harus menjunjung nama baik profesi. Bahwa seorang professional , bila
melakukan kesalahan maka akan memberikan dampak yang kurang baik bagi
perkumpulan profesinya. Namun sebaliknya bila seorang ahli gizi dapat melaksanakan
kewajiban dengan baik, jujur, adil nama perkumpulan profesinya akan mendapatkan
dampak positif. Seorang professional akan menjunjung tinggi dan mengutamakan
kepentingan masyarakat diats kepentingan pribadinya.

43. Seorang ahli gizi praktek mandiri di suatu Klinik Gizi dan dia ditawari dari sales produk
susu bercalsium tinggi untuk mempromosikan produknya, kalau produk tersebut terjual
sesuai target ada hadiah untuk umroh.
Sikap bagaimanakah yang seharusnya dilakukan oleh TRD tersebut ketika bertugas?
A. Mengambil kesempatan tersebut
B. Mengambil kesempatan tersebutakan tetapi tetap menganjurkan kepada pasien bahan
makanan alami yang bias menggantikan produk susu tersebut
C. Menolak dengan tegas kesempatan tersebut
D. Mengambil kesempatan tersebut dan menawarkannya hanya kepada pasien yang
mampu saja.
E. Mengambil kesempatan tersebut dan menawarkannya kepada semua
pasien Jawaban : C
Pembahasan : Tentunya selain ilmu pengetahuan yang harus ditingkatkan juga
perilaku yang baik, jujur, tulus dan adil sesuai etika dan standar profesi yang telah
ditetapkan. Selain itu juga harus menjunjung nama baik profesi.

44. Petugas yang bertugas dibagian pemotongan daging akan memotong daging sebanyak
200 potong, selain itu petugas tersebut juga akan memotong tempe dan wortel.
Apakah hal terpenting yang harus diperhatikan petugas tersebut ?
A. Celemeknya harus bersih
B. Celemeknya harus diganti setiap hari
C. Alat pemotongnya harus berbeda untuk setiap bahan
D. Alat pemotongnya harus dicuci bersih sebelum digunakan
E. Talenannya harus diberi warna berbeda untuk setiap jenis bahan
Jawaban : D
Pembahasan: Hazard Analysis Critical Point (HACCP) adalah system jaringan mutu
keamanan pangan atau produk yang mendasarkan pada kesadaran bahwa bahaya dapat
timbul pada setiap titik tahapan produk, namun dapat dilakukan pencegahan melalui
pengendalian titik-titik kritis.
Pada saat pengolahan bahan makanan Peralatan memasak yang digunakan harus
bersih dan kering.

45. Petugas Gizi RS menemukan karyawan yang bekerja pada bagian pengolahan menderita
luka pada jari tangannya dan bernanah. Lalu memindahkannya pada bagian administrasi.
Mengapa karyawan tersebut harus dipindahkan ?
A. menjijikkan
B. Menularkan penyakit
C. Staphylococcus aureus luka mengkontaminasi makanan
D. Tidak higienis
E. E. Coli luka menyebabkan diare
Jawaban : C
Pembahasan : Makanan dapat menimbulkan penyakit (foodbone diseases) apabila
terkontaminasi oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang sering ditemukan dalam
makanan diantaranya adalah bakteri. Bakteri dapat merusak makanan dengan berbagai
cara dan hal itu tidak selalu dapat diketahui atau dikenal dari wujudnya oleh pandangan
mata, baunya atau rasanya.
Kontaminasi makanan adalah terdapatnya bahan atau organisme berbahaya dalam
makanan secara tidak sengaja. Terdapatnya kontaminasi dalam makanan dapat
berlangsung melalui kontaminasi silang yaitu kontaminasi pada makanan mentah
maupun makanan masak melalui perantara. Bahan kontaminasi dapat berada dalam
makanan melalui berbagai pembawa antara lain serangga, tikus, peralatan ataupun
manusia yang menangani makanan tersebut yang biasanya merupakan perantara umum.
Sumber bakteri Staphlococcus aureus dapat berasal dari tangan, kulit, rongga hidung,
mulut dan tenggorokan pekerja. Staphlococcus aereus dapat memproduksi racun yang
disebut enterotoksin. Toksin ini dapat menyerang saluran pencernaan, jika manusia
mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri ini. Jika makanan yang
mengandung bakteri ini masuk kedalam tubuh, kemudian masuk di dalam saluran
pencernaan, dapat menimbulkan gejala sakit perut, mual, muntah dan diare. Waktu
inkubasi Staphlacoccus aereus 1-8 jam, paling sering antara 2-4 jam. hal ini menjadi
kritis
jika pekerja yang sedang sakit kulit dibiarkan bekerja.

46. Unjuk kerja kompetensi nutrisionis dibedakan berdasarkan kata kerja dari 4(empat)
tingkatan yang disusun secara berurutan dan mulai dari tingkatan unjuk kerja paling
rendah, yaitu mulai dari membantu, melaksanakan / melakukan, mendidik dan
mengelola. Unjuk kerja nutrisionis yang menyatakan mampu merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan suatu organisasi, disebut ...
A. membantu
B. mengelola
C. mendidik
D. melaksanakan
E. memantau
Jawaban : B
Pembahasan : Unjuk kerja kompetensi nutritionis dibedakan berdasarkan 4 (empat)
tingkatan yang disusun secara berurutan dan dimulai dari tingkatan unjuk kerja paling
rendah:
1. Membantu : melakukan kegiatan secara independent dibawah pengawasan atau
berpartisipasi (berperan serta) : mengambil bagian kerja tim
2. Melaksanakan : mampu memulai kegiatan tanpa pengawasan langsung, atau
melakukan : mampu melakukan kegiatan secara mandiri
3. Mendidik : mampu melaksanakan fungsi-fungsi khusus yang nyata, bertujuan
untuk memperbaiki keadaan atau pekerjaan. Memantau : mampu mengamati
kegiatan sehari-hari satu unit termasuk SDM, penggunaan sumber daya, masalah-
masalah lingkungan atau mampu mengkoordinasi dan mengarahkan kegiatan dan
pekerjaan tim.
4. Mengelola : mampu merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan suatu
organisasi.

47. Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan self control, karena segala sesuatunya
dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Berikut ini pendapat dari Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat bahwa etika yaitu...
A. Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan
nilai yang baik.
B. Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dioandang dari segi baik
dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
C. Salam etika adalah cabang gilsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral
yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
D. Etika didefinisikan sebagai "the dusciplune which can act as the performance index or
reference for our control system".
E. Etika adalah usaha untuk mengerti tata aturan sosial yang menentukan dan membatasi
tingkah laku manusia.

Jawaban : B

48. Tidak memaksa, tidak berjanji, dan tidak mengiba merupakan hal – hal pokok yang
dilakukan dan dipegang oleh seorang profesional.
Yang merupakan contoh dari tindakan tidak berjanji adalah ...
A. Ikhlas menghadapi kegagalan
B. Sabar dalam menghadapi hambatan
C. Dapat menekan pihak lain
D. Tidak memaksa pihak lain
E. Menerjang hambatan apapun caranya

Jawaban : A
Pembahsan : Ada tiga hal pokok yang mesti dilakukan dan dipegang oleh seorang
pekerja professional ;
1. Tidak memaksa
Seorang berjiwa dan bermoral professional tentunya akan memiliki keahlian
teknis yang khusus yang mendukung keprofesiannya. Dengan demikian dia akan
mempunyai kekuatan (power). Sehingga dengan ‘power’ yang dia miliki, dia
dapat melakukan tindakan untuk menekan pihak lain.
2. Tidak berjanji
Satu sikap moral professional dalam menghadapi apapun yang telah, sedang dan
bakal terjadi juga hal yang harus diperhatikan. Sikap ikhlas dalam menghadapi
keberhasilan maupun kegagalan merupakan sikap professional yang ketiga.
3. Tidak mengiba
Pada saat-saat tertentu kesulitan atau hambatan muncul baik dipihak pekerja
maupun perusahaan. Krisis ekonomi salah satu banyak mengakibatkan kesulitan
dikedua pihak.

49. Seorang ahli gizi melakukan konseling kepada pasien, dalam konseling tersebut pasien
banyak bertanya mengenai penyakit yang diderita, cara penanggulangannya serta pasien
ingin dapat tetap mengkonsumsi makanan yang disukai walaupun menjadi pantangan.
Selama konseling berjalan, ahli gizi mampu untuk memberikan info yang dibutuhkan
pasien serta dapat memberikan alternarif makanan yang dikonsumsi pasien sehingga
pasien merasa tidak terbebani dengan diet yang diberikan oleh ahli gizi tersebut.
Pernyataan tersebut diatas merupakan sikap dasar professional yaitu ...
A. Skill
B. Knowledge
C. Attitude
D. Bertanggung jawab
E. Etos kerja tinggi

Jawaban : A
Pembahasan : adapun tiga hal pokok yang ada pada seseorang professional ialah seorang yang
memiliki di dalamnya yang diantaranya meliputi :
1. Skill, yang artinya orang tersebut harus benar-benar ahli dibidangnya
2. Knowladge, yang artinya orang tersebut harus dapat menguasai, minimalnya
berwawasan mengenai ilmu lain yang berkaitan dengan bidangnya.
3. Attitude, yang artinya bukan hanya pintar, akan tapi harus memiliki etika yang
diterapkan didalam bidangnya.

50. Orang yang profesional tidak hanya diharapkan bekerja sebaik mungkin dengan standar
di atas rata-rata, dengan hasil yang maksimum dan dengan moto yang terbaik. Ia
menjalankan pekerjaannya sebaik mungkin dan dengan hasil yang memuaskan dengan
kata lain dapat mempertanggungjawabkan tugas pekerjaannya itu berdasarkan tuntutan
profesionalitasnya baik terhadap orang lain yang terkait langsung dengan profesinya
maupun yang terhadap dirinya sendiri.
Pernyataan tersebut diatas yang sesuai adalah termasuk prinsip ...
A. Prinsip integritas moral yang tinggi
B. Prinsip otonomi
C. Prinsip keadilan
D. Prinsip tanggung jawab
E. Prinsip etika profesi

Jawaban : E
Pembahsan : Prinsip- prinsip etika profesi, menurut Darmastuti (2007), terdapat tiga
prinsip yang harus dipegang dalam etika profesi, yaitu :
1. Tanggung jawab, yang dimaskud idisni adalah tanggung jawab pelaksanaan (by
fuction) dan tanggung jawab dampak (by pforession).
2. Kebebasan, yang dimaskud adalah kebebasan untuk mengembangkan profesi
tersebut dalam batas-batas aturan yang berlaku dalam sebuah profesi
3. Keadilan, merupakan prinsip yang diinginkan dari setiap profesi. Adil berarti
tidak memihak manapun dan siapapun. Dengan kata lain, prinsip keadilan ini
ingin
membantu satu kondisi yang tidak memihak mananpun yang memnungkinkan
untuk ditanggungi pihak-pihak yang berkempentingan.

LANDASAN ILMIAH
51. Mineral kalsium sangat dibutuhkan bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya
untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. Kebutuhan mineral tersebut selama
kehamilan sekitar 900-1200 mg/hr. Apa bahan makanan sumber mineral tersebut

A. Susu, keju, yoghurt, tempe, sarden


B. Tahu, sayuran berwarna hijau, teri
C. Kentang, mie, bihun, jeruk, mangga.
D. Beras, singkong, kacang panjang, buncis.
E. Daun pepaya, daun beluntas, daun bayam

Jawaban : A
Pembahasan : Kalsium berperan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin,
sekaligus membantu jantung, saraf serta otot janin berkembang dengan baik.
Mencukupi kebutuhan kalsium saat hamil pun mengurangi resiko hipertensi
dan preklampsia.
Kalsium tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga perlu diperoleh lewat
asupan, baik makanan maupun suplemen. Ibu hamil disarankan untuk
memperoleh 1000 mg kalsium per hari.

52. Vitamin B12 sangat penting bagi tubuh karena mampu meningkatkan nafsu
makan dan mencegah terjadinya anemia (kurang darah). Seseorang yang
mengalami defisiensi B12 akan mengalami gangguan pembentukan sel darah
merah sehingga terjadi anemia yang ditandai dengan kelelahan, turunnya nafsu
makan dan diare.
Apa bahan makanan yang kaya akan zat gizi tersebut?

A. Apel, jeruk, jambu biji


B. Daging, ikan, telur, susu
C. Beras, singkong, ubi , kentang
D. Bayam, kangkung, daun singkong
E. Tahu, kacang tanah, kacang merah

Jawaban : B
Pembahasan : Vitamin B12 adalah nutrisi yang membuat pembuluh dan sel
darah tetap sehat. VitaminB12 juga memiliki peran dalam mencegah penyakit
anemia megaloblastic ( penyakit yang membuat pasien merasa lelah dan
lemah). VitaminB12 mampu menjaga kesehatan jaringan saraf, fungsi otak,
dan produksi sel darah merah.
Makanan yang mengandung Vitamin B12 :
1. Daging sapi, mengandung vitamin B12 sekitar 190 gr daging sapi
mengandung 467% nilai harian vitamin B12.
2. Susu, mengandung vitamin B12 misalnya satu cangkir susu berukuran
240 mililiter mengandung 46% nilai harian vitamin B12.
3. Telur, mengandung vitamin B12 dalam dua butir telur ( 100
gram) mengandung 46% nilai harian vitamin B12.
4. Ikan, mengadung vitamin B12 dalam 100 gr ikan mengandung 22% nilai
harian vitamin B12.

53. Pengaruh Olahraga adalah untuk meningkatkan sistem kardiovaskuler dan


conditioning, yaitu sistem kerja sama antara jantung dan paru-paru dalam
mengirimkan oksigen dari udara ke paru-paru kemudian diangkut ke dalam sel untuk
dimanfaatkan. Jika olah raga dilakukan secara berlebih, menghasilkan suatu zat yang
dapat menyebabkan kelelahan.
Apa zat yang diproduksi pada kondisi tersebut?

A. Karbon dioksida.
B. Asam laktat.
C. Nitrogen.
D. Oksigen.
E. Karbon.

Jawaban : B
Pembahasan : Asam laktat merupakan sisa metabolism tubuh yang dapat
menumpuk ketika tubuh kekurangan oksigen. Kadar asam laktat pada tubuh
juga bisa meningkat karena beberapa hal, seperti olahraga yang dilakukan
secara berlebihan. Ketika intensitas olahraga bertambah, produksi asam laktat
akan meningkat dan membuatnya menumpuk di darah dan otot-otot.
Ketika kondisi tubuh terlalu lelah, tubuh akan kesulitan menghilangkan
kadar asam laktat tersebut. Meski tidak berbahaya, akan merasakan
ketidaknyamanan dan nyeri pada otot akibat penumpukan asam laktat. Selain
itu, asam laktat yang menumpuk juga akan meningkatkan detak jantung dan
membuat seseorang seakan-akan kehabisan napas.

54. Hasil recall cairan seorang dewasa pria dengan aktifitas ringan adalah 1800 ml.
Apabila orang tersebut memiliki BB: 60 kg, dan rata-rata cairan yang dibutuhkan
oleh pria tersebut adalah 2400 ml.
Berapakah tingkat konsumsi cairan pria tersebut?

A. 25 %
B. 50 %
C. 75 %
D. 100 %
E. 125 %

Jawaban : C
Pembahasan
Hasil recall cairan disbanding Rata-rata cairan yg dibutuhkan x 100%
1800ml: 2400 ml x 100% = 75%

55. Pada beberapa bahan makanan terdapat zat antigizi. Efek yang tidak diinginkan
akibat konsumsi makanan tersebut sangat variatif, hal ini bergantung dari jenis dan
jumlah zat anti gizi yang terkandung didalamnya. Salah satu efek adalah kerontokan
rambut.
Pada beberapa bahan makanan terdapat zat antigizi. Efek yang tidak diinginkan
akibat konsumsi makanan tersebut sangat variatif, hal ini bergantung dari jenis
dan jumlah zat anti gizi yang terkandung didalamnya. Salah satu efek adalah
kerontokan rambut.

A. Fitat
B. Gosipol
C. Mimosin
D. Goitrogen
E. Asam jengkolat

Jawaban : A
Pembahasan : Zat antigizi adalah suatu senyawa yang apabila diberikan baik
langsung maupun tidak langsung dalam jumlah tertentu dapat mengakibatkan
gangguan kesehatan dan menghambat penyerapan zat gizi lain.
Fitat dapat mengikat zat besi dan mampu mengganggu ketersediaan
kalsium, selenium, tembaha dan zink. Selain mengikat mineral, fitat juga dapat
berkaitan dengan protein sehingga menurunkan nilai cerna protein.
Kerontokan rambut biasanya dipengaruhi karena kekurangan protein.
Sebanyak 97% struktur rambut adalah protein, maka kekurangan asupan
protein akan membuat proses regenaerasi rambut menjadi terhambat.

56. Bahan makanan seperti pada lemak hewani,kulit, otak dll, struktur molekul lemaknya
mayoritastidak ada ikatan ganda antara atom H dan C. Jika konsumsi berlebih sering
menjadi pemicu gangguan jantung dan pembuluh darah.
Apa nama jenis lemak tersebut ?

A. Lemak jenuh
B. Lemak esensial
C. Lemak tak jenuh
D. Lemak tak jenuh ganda
E. Lemak tak jenuh tunggal

Jawaban : A
Pembahasan : Asam lemak Jenuh ( Saturated Fatty Acid/SFA) asam lemak tak
memiliki ikatan rangkap ganda antara atom H dan C. Asam lemak jenuh
berasal dari hewani seperti daging berlemak, keju, mentega dank rim susu)
dan selain mengandung asam lemak jenuh juga mengandung kolesterol.
Konsumsi tinggi lemak jenuh mengakibatkan hati memproduksi
koleterol LDL dalam jumlah besar yang berhubungan dengan kejadian
penyakit jantung dan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
.

57. Granula pati jika dilarutkan dalam air panas dapat membengkak sampai pecah dan
tidak dapat kembali menjadi pati lagi, contohnya pada pembuatan bubur. Hasil
pembengkakan granula ini kemudian dikeringkan dan dapat menyerap air kembali
jika direndam dalam air panas.
Apa nama proses pada pati tersebut ?

A. Retrodegradasi
B. Gelatinisasi
C. Denaturasi
D. Koagulasi
E. Sineresis

Jawaban : B
Pembahasan : Pati merupakan komponen utama pembentuk tekstur pada produk
makanan yang sifatnya thicking (mengentalkan) dan gelling (pembentuk gel). Tepung
dan pati yang umum digunakan berasal dari beras, ketan, terigu, dan singkong.
Gelatinisasi merupakan peristiwa perkembangan granula pati yang mulanya
bersifat balik. Jika dipanaskan terus menerus hingga mencapai suhu tertentu,
pengembangan granula pati akan bersifat tidak dapat balik dan akan terjadi perubahan
struktur granula. Proses gelatinisasi terjadi karena kerusakan ikatan hydrogen yang
berfungsi untuk mempertahankan struktur dan integritas granula pati.

58. Nutraceutical adalah istilah yg dipolpulerkan oleh dr Stephen L De Felice yang


berasal dari kata Nutrition dan Pharmaceutical. Nutraceutical sekarang berkembang
pesat karena berasal dari alam sehingga lebih aman dikonsumsi dibandingkan obat
kimia.
Apa pengertian dari pernyataan tersebut?
A. Bahan makanan yang mengandung senyawa bioaktif khusus yang bermanfaat
untuk kesehatan
B. Suplemen vitamin dan mineral dari bahan-bahan anorganik
C. Makanan yang mempunyai fungsi khusus terhadap kesehatan, dan disajikan
dalam bentuk makanan dan minuman
D. Produk yang diisolasi dari makanan dan disajikan dalam bentuk obat/kapsul
untuk perlindungan terhadap penyakit
E. Produk pangan yang diolah secara inovatif, untuk penyembuhan suatu
penyakit kronis

Jawaban : D
Pembahsan : Istilah nutraceutal diciptakan pada tahun 1990 oleh Dr Stephan
DeFelice ia mendefinisikan sebuah nutraceutal adalah substansi yang
merupakan makanan atau bagian dari makanan dan memberikan manfaat
media atau kesehatan, termasuk pencegahan dan pengobatan penyakit. Produk
tersebut dapat berkisar dari nutrisi terisolasi, suplemen makanan dan diet
khusus untuk makanan desainer rekayasa genetika, produk herbal dan
makanan olahan seperti sereal, sup dan minuman.
Sebuah Nutraceutical adalah produk terisolasi atau dimurnikan dari
makanan, dan umumnya dijual dalam bentuk obat tidak biasanya berhubungan
dengan makanan dan terbukti memiliki manfaat fisiologi atau memberikan
perlindungan terhadap penyakit.
59. Phytoestrogen adalah salah satu contoh komponen fungsional yang ada pada
bahan pangan dan mampu mengurangi gejala pada menopause serta meningkatkan
kesehatan tulang.
Bahan makanan apa yang banyak mengandung komponen tersebut?

A. Sayuran hijau, buah berserat tinggi


B. Gandum, oat dan beras merah
C. Telur , jeruk dan jagung
D. Kedelai , sari kedelai
E. Yoghurt, teh hijau

Jawaban : D
Pembahasan : Zat Phytoestrogen yakni senyawa mirip ekstrogen yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan, terutama dari produk polong-pongan (kedelai),
gandum, kacang-kacangan dan sayur-sayuran.

60. Bahan pangan seperti oat, beras merah, bekatul , daun singkong dan daun pepaya
mengandung senyawa yang tidak bisa dicerna oleh usus, tetapi mampu
menurunkan kejadian kanker kolon dan terjadinya penyakit jantung koroner.
Apa nama komponen pada makanan tersebut?

A. Saponin
B. Probiotik
C. Polyphenols
D. Carotenoid
E. Dietary fiber

Jawaban : C
Pembahsan : Polifenol adalah senyawa alami pada tumbuhan yang memiliki
banyak manfaat untuk kesehatan. Polyphenols yang banyak ditemukan pada
makanan dan minuman terbagi menjadi beberapa jenis :
1. Flavonoid, kelompok pigmen yang ada pada tumbuhan. Sekitar 60 persen
polifenol termasuk dalam kelompok flavonoid, ditemukan dalam buah-
buahan dan sayuran serta makanan tinggi oksidan seperti apel, jeruk,
bawang, talas, bayam,
2. Asam fenolik, stilbene dan lignin yang banyak ditemukan pada buah-
buahan, biji-bijian dan gandum utuh.

Polifenol memiliki manfaat diantara nya :


1. Mencegah penyakit kardiovaskular, polifenol dapat menurunkan tekanan
darah dan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik
(HDL). Efek ini terlihat dapat mencegah pembentukan plak atau sumbatan
pada pembuluh darah, sehingga resiko terkena penyakit jantung dapat
berkurang.
2. Polifenol dapat menekan pembentukan dan perkembangan sel kanker
karena perannya sebagai penangkal radikal bebas dan mengurangi
peradangan di dalam tubuh.

61. Beberapa vitamin mempunyai fungsi khusus diluar fungsinya sebagai zat gizi antara
lain membantu pertumbuhan dan perkembangan, mencegah kanker, meningkatkan
imunitas dan mempercepat penyembuhan masalah kulit. Zat gizi umumnya terdapat
pada buah berwarna kuning, merah dan pada sayuran hijau.
Apa vitamin yang dimaksud pada pernyataan diatas?
A. Vitamin A
B. Vitamin B1
C. Vitamin B2
D. Vitamin C
E. Vitamin E
Jawaban : D
Pembahasan : buah berwarna kuning memiliki kandungan vitamin C yang
tinggi. Vitamin ini berguna untuk antioksidan alami yang dapat mengatasi
berbagai masalah kesehatan, seperti untuk kekebalan tubuh, dapat membentuk
kolagen yang dapat membantu agar kulit tetap sehat.
Buah berwarna merah memiliki kandungan lycopene yang baik. Zat ini
penting untuk menjaga tekanan darah dan menjaga kesehatan hati. Lycopene
dikenal dengan antioksidan yang baik dalam darah dan mencegah penyakit
kanker dan jantung.
Sayuran hijau, kaya akan klorofil dan serat yang baik untuk tubuh.
Manfaatnya untuk proses detoks racun pada tubuh dan meningkatkan imunitas
tubuh.

62. Pada pangan tertentu terdapat senyawa mirip vitamin yang membantu oksidasi asam
lemak, membantu pembakaran dan mencegah terbentuknya lemak dalam tubuh,
senyawa ini banyak ditambahkan pada beberapa produk yang bertujuan menurunkan
berat badan.
Apa nama senyawa yang dimaksud dalam pernyataan tersebut?
A. L-Carnitine
B. Choline
C. Inositol
D. Taurine
E. Iron
Jawaban : D
Pembahasan : Taurin adalah asam amino yang secara akami ada pada tubuh.
Asam amino ini utamanya terdapat di otak, mata, jantung, dan otot. Sebagai
asam amino, taurine menjalankan fungsi penting untuk kesehatan. Beberapa
fungsi yakni menjaga keseimbangan cairan, mengendalikan kadar mineral, dan
menjaga kesehatan imun.
Salah satu manfaat taurine unruk kesehatan yaitu, menurunkan berat
badan. Taurine dapat menguruskan bobot dengan membantu tubuh mengubah
lemak menjadi energy.
63. Mineral tertentu ada yang penting untuk proses reproduksi, perkembangan neonatus,
dan sebagai bahan untuk produksi hormon testosteron.Zat gizi ini banyak terdapat
pada kerang, ikan,daging sapi, jamur, wijen dan bawang putih.
Apa nama mineral yang dimaksud dalam pengertian tersebut?

A. Magnesium
B. Copper
C. Calsium
D. Cobalt
E. Zink
Jawaban : E
Pembahasan : zink adalah mineral yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.
Zink memiliki peran dalam memperkuat system kekebalan tubuh

64. Seorang pasien puskesmas datang ke pojok gizi dengan keluhan sariawan berat.
Pelaksana gizi (TPG) kemudian melakukan pemeriksaan klinis pada pasien, dan
menemukan gejala angular stomatitis dan cheilosis pada bagian mulut pasien.
Gejala defisiensi zat gizi apakah yang ditunjukkan dengan tanda-tanda klinis
tersebut

A. Defisiensi zat besi berat


B. Defisiensi B2, B6 dan niacin
C. Defisiensi vitamin C
D. Defisiensi Yodium
E. Defisiensi vitamin D
Jawaban : B
Pembahsan :
Vitamin B2 (Ribovlavin), gangguan akibat deefisiensi cheilosis, mukosa
membrane mulut dan angular stomatitis.

65. Dalam suatu survey defisiensi zat gizi mikro, ditemukan suatu populasi dengan gejala
penebalan pada kuku jari, dengan warna abu-abu. Peneliti kemudian melakukan
pemeriksaan klinis dengan teliti dengan membandingkan dengan hasil survey
konsumsi
Gejala defisiensi zat gizi apakah yang ditunjukkan oleh tanda-tanda klinis tersebut
?

A. Defisiensi zat besi berat


B. Defisiensi B2, B6 dan niacin
C. Defisiensi vitamin C
D. Defisiensi Yodium
E. Defisiensi vitamin D
Jawaban : D
Pembahsan : perubahan warna pada kuku dapat disebabkan ileh infeksi atau
pendarahan.
66. Salah satu program pemerintah untuk mencegah anemia pada balita dalam rangka
1000 HPK adalah dengan mendistribusikan Taburia, yang merupakan suplemen
vitamin dan mineral mikro
Suplemen multivitamin dan mineral mikro apakah yang terkandung dalam Taburia
?

A. Mengandung vitamin B komplek dan Zn


B. Terdiri dari 4 vitamin dan 12 mineral mikro
C. Mengandung vitamin A dosis tinggi dan Iodium
D. Mengandung Iodium, Fe, Zn, Se dan 12 vitamin
E. Mengandung Iodium, Zat Besi dan vitamin A dosis tinggi
Jawaban : D
Pembahasan : Suplemen Taburia berupa serbuk tabur yang mengalami 12
vitamin dan 4 mineral penting yajni, Iodium, selenium, seng dan zat besi.
Seluruhnya merupakan nutrisi pokok yang dibutuhkan dalam mas tumbuh
kembang anak yang berusia 6-24 bulan.

67. Ny. M (30 tahun) sudah mengandung anak yang kedua sejak 1 bulan lalu. Pada
tahap awal kehamilan ibu hamil perlu mendapat perhatian asupan zat gizi untuk
perkembangan janin yang optimal dan mencegah terjadinya kelainan pada janin.
Apakah zat gizi yang perlu diperhatikan pada Ny.M untuk mencegah terjadinya
NTD (Neural Tube Defect) ?
A. Biotin
B. Tiamin
C. Kobalamin
D. Asam folat
E. Asam pantotenat
Jawaban : D
Pembahasan : zat gizi yang termasuk dalam kelompok vitamin B ini
diperlukan sekali untuk pembentukan system saraf dan sel darah merah.
Kecukupan asam folat dapat mencegah terjadinya anemia dan cacat batang
saraf (Neural Tube Defect/ NTD). Makanan yang terdiri dari asam folat
seperti, sayuran hijau, kacang-kacangan, daging dan telur.

68. Seorang vegetarian murni datang ke ahli gizi untuk meminta nasehat makanan agar
kesehatan tetap terjaga. Ahli gizi memberikan beberapa saran dan petunjuk dalam
memilih bahan makanan yang tepat untuk vegetarian tersebut agar kebutuhan zat gizi
tetap terpenuhi termasuk kecukupan zat gizi mikro seperti vitamin.
Vitamin apakah yang perlu mendapat perhatian pada seorang vegetarian murni?

A. B1
B. B2
C. B5
D. B6
E. B12
Jawaban : E
Pembahasan : vitamin B12 merupakan jenis nutrisi yang mudah ditemukan
pada bahan makanan hewani. Menghindari bahan makanan hewani bukan
berarti tubuh tidak membutuhkan nutrisi dari bahan makanan tersebut.
Berbagai produk hewani mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk daya
tahan tubuh dan mengganti sel tubuh yang rusak setiap harinya.

69. An. R (4 tahun) dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan menderita diare
sehabis mengkonsumsi susu sapi. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata An. R
menderita laktosa intoleran. Ahli gizi menyarankan An. R untuk mengganti jenis susu
yang dikonsumsi.
Apakah susu yang dapat dikonsumsi oleh An. R?
A. Susu cair
B. Susu kedelai
C. Susu kambing
D. Susu tanpa lemak
E. Susu rendah lemak

Jawaban : B
Pembahasan : Laktosa adalah jenis gula yang ditemukan secara alami dalam
susu sebagian besar mamalia. Sebagian yang mengalami itoleransi laktosa
biasanya mengalami gejala seperti sakit perut, kembung, gas dan diare yang
disebabkan oleh malabsorpsi laktosa. Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh
tidak menghasilkan enzim lactase dengan cukup.

70. Ny D (50 tahun), seorang keturunan Melayu bekerja sebagai seorang pegawai bank
swasta. Kegiatan sehari-hari Ny D banyak dihabiskan di depan komputer. Sepulang
kerja Ny D banyak menghabiskan waktu membaca buku atau menonton televisi. Ny
D sangat menyukai minum kopi saat santai membaca buku atau menonton
televisi.Beberapa waktu lalu berdasarkan pemeriksaan DEXA, Ny D didiagnosis
menderita osteoporosis.
Apakah faktor risiko osteoprosis dari Ny D yang dapat dikendalikan?

A. Kafein
B. Nikotin
C. Aktifitas fisik
D. Tempat tinggal
E. Kafein dan aktifitas fisik

Jawaban : E
Pembahasan : Yang dapat dikendalikan dari pasien tersebut yaitu aktifitas fisik
yang harus ditingkatkan dan mengurangi minuman yang bersumber kafein.

71. Seorang ibu mempunyai bayi usia 6 bulan 3 hari. Bayi tersebut mendapat ASI
eksklusif dan baru mulai dikenalkan makanan pendamping ASI yang sesuai
dengan usianya.
Bentuk makanan apakah yang pertama kali dikenalkan :

A. Makanan lumat 1 kali


B. Makanan lumat 2 kali
C. Buah/sari buah 1 kali
D. Buah/sari buah 2 kali
E. Makanan lunak 1 kali

Jawaban : B
Pembahasan : tekstur makanan untuk MPASI anak 6 bulan 3 hari adalah
makanan yang dilumat (mashed) dan disaring (puree).

72. Seorang ibu hamil datang ke Puskesmas untuk mengontrol kandungannya. Saat ini
usia kandungan sudah menginjak minggu ke 30. Setelah pemeriksaan bidan, ibu hamil
di rujuk ke ahli gizi untuk mendapatkan konsultasi gizi. Ahli gizi menyarankan
penambahan kalori untuk perkembangan janin.
Berapakah penambahan kalori yang dianjurkan untuk ibu tersebut sesuai dengan
Angka Kecukupan Gizi 2013?
A. 100 kkal
B. 180 kkal
C. 200 kkal
D. 300 kkal
E. 500 kkal

Jawaban : D
Pembahasan : Angka kecukupan Energi ibu hamil minggu ke 30 (7 bulan)
Trimester 3 penambahan +300 kkal

73. Seorang mahasiswa gizi telah menyusun daftar penukar bahan makanan, dalam satu
menu hidangan terdapat 60 gr kentang sebagai sumber karohidrat dengan nilai kalori
50 kal, bila 100 gram nasi mengandung 160 kal
Berapa gram nasi yang saya butuhkan untuk menggantikan energi kentang pada
menu tersebut?

A. 6 gr
B. 16 gr
C. 3,2 gr
D. 31,3gr
E. 60 gr

Jawaban : D
Pembahasan:
600 gr kentang = 50 kkal
100 gr nasi = 160 kkal
160 =50
100 x
160. x = 50x100
160.x = 5000
x= 5000
160
x= 31,25 gr
74. Mahasiswa gizi membeli ikan segar seberat 200 gram, diketaui angka bjdd ikan 80,
jumlah kandungan protein per 100 gram ikan adalah 17 gram
Berapa jumlah protein ikan segar yang dimakan?

A. 13,6gr
B. 16,3 gr
C. 18, 6 gr
D. 22,7 gr
E. 27.2 gr

Jawaban : E
Pembahasan :
Bdd ikan 80%, berat ikan segar 200gr
Bagian dapat dimakan 80 x 200 gr = 160 gr
100

17 = x
100 160
x. 100 = 17 x 160
x. 100 = 2720
x= 2720
100
x= 27, 2 gr

75. Seorang bayi Perempuan umur 9 bulan dibawa di posyandu Delima, berat badan
bulan Februari 8,5Kg sedangkan bulan Januari 8 Kg, setelah diploting pada grafik
KMS tenyata garis pertumbuhannya mengikuti satu warna grafik, selain imunisasi
campak, bayi tersebut mendapatkan Vitamin A Dosis Tinggi satu kapsul
Berapa Dosis Kapsul Vitamin A yang diberikan ?

A. 75 IU
B. 100IU
C. 125 IU
D. 150 IU
E. 200 IU

Jawaban : B
Pembahasan : Bulan Februasi dan Agustus adalah bulan vitamin A. di kedua
bulan ini anak bisa mendapapatkan berupa suplementasi vitamin A Kapsul
biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan Kapsul Merah (dosis
200.000 IU) untuk anak-anak 12-59 bulan.

GIZI MASYARAKAT

76. Nyonya Z, 53 tahun, telah menderita DM tipe 2 sejak 3 tahun terakhir. Akan tetapi,
sejak 2 tahun lalu dia tidak melakukan konsultasi gizi lagi karena dia hanya
dianjurkan untuk mengurangi berat badan dan mengurangi gula. Hasil pemeriksaan
laboratorium saat ini memperlihatkan kolesterol total 250 mg/dL dan LDL 120
mg/dL.
Apakah prioritas ahli gizi untuk perbaikan hasil pemeriksaan labor kasus di atas?
A. Perbaikan asupan glukosa (karbohidrat)
B. Perbaikan asupan lemak
C. Perbaikan diet
D. Perbaikan latihan fisik
E. Mengurangi asupan natrium

Jawaban : B
Pembahsaan : hasil pemeriksaan labor memperlihatkan kolesterol tinggi,
ditunjukkan batas ambang normal < 200mg/dl.
Sedangkan LDL ditunjukkan ambang normal < 130 mg/dl.

77. W, 17 tahun, dirawat sejak 3 hari dengan demam agak tinggi. Dokter menuliskan
makanan saring untuk dietnya. Hari pertama dan kedua, Wira dapat mengonsumsi
walaupun dengan upaya keras ibunya, itupun tidak habis seluruhnya. Hari ini, test
Widal menunjukkan hasil negatif dan sejak semalam Wira tidak demam lagi, terlihat
ceria, dan BAB-nya normal.
Apakah saran ahli gizi kepada Dokter untuk perubahan makanan kasus

A. Lanjutkan makanan saring


B. Makanan lunak TKTP
C. Makanan cincang
D. Makanan biasa
E. Makanan biasa TKTP

Jawaban : B
Pembahasan : Diet Energi Tinggi Protein Tinggi adalah diet yang
mengandung energy dan protein di atas kebutuhan normal. Diet diberikan
dalam bentuk makanan lunak dapat diberikan langsung kepada pasien atau
sebagai perpindahan dari makanan saring. Diet ini diberikan bila pasien
telah mempunyai cukup nafsu makan dan dapat menerima makanan
lengkap.

78. Seorang pasien datang ke ruangan konsultasi gizi dan petugas pun melakukan
tugasnya untuk mengetahui kondisi si pasien, antara lain dengan menanyakan dan
mengukur berat badannya, asupan zat gizinya, kondisi saluran pencernaannya, fungsi
saluran pencernaan, oedema, kondisi otot, dan kondisi lemak tubuh pasien
Pertanyaannya, rangkaian kegiatan yang dilakukan ahli gizi tersebut merupakan
kegiatan apakah.

A. Subjective global assessment


B. Mini nutritional assessment
C. Nutritional risk screening 2002
D. Malnutrition universal screening tool
E. Food recall

Jawaban : A
Pembahasan : SGA bertujuan untuk masa status gizi berdasarkan riwayat
pasien dan pemeriksaan fisik.
Medical history terdiri dari
1. Weight (Berat badan )
2. Dietary intake ( Asupan zat gizinya)
3. Gastrointestinal symtoms (kondisi saluran pencernaan)
4. Functional capacity ( kondisi otot dan kondisi lemak tubuh)

79. Seorang pasien datang ke ruangan konsultasi gizi dan petugas pun melakukan
tugasnya untuk mengetahui kondisi si pasien, dengan menanyakan dan mengukur
BMI, kehilangan berat badan (weight loss), asupan makanan, kondisi saluran
pencernaannya, fungsi saluran pencernaan, oedema, kondisi otot, dan kondisi lemak
tubuh pasien.
Kegiatan apakah yang dilakukan ahli gizi tersebut ?

A. Subjective global assessment


B. Mini nutritional assessment
C. Nutritional risk screening
D. Malnutrition universal screening tool
E. Food recall

Jawaban : B
Pembahasan : Mini nutritional assessment (MNA) dipakai untuk masa
status gizi sebagai bagian dari pemeriksaan standar untuk lansia di klinik,
panti wreda dan rumah sakit.
Pertanyaan dalam formulir pengkajian nutrisi mini
1. Apakah anda mengalami penurunan asupan makanan selama 3 bulan
terakhir dikarenakan hilangnya selera makan, masalah pencernaan,
kesulitan mengunyah dan menelan?
2. Apakah anda kehilangan berat badan selama 3 bulan terakhir?
3. Bagaimana mobilitas atau pergerakan anda?
4. Bagaimana hasil BMI (Body mass indeks) anda ?

80. Seorang pasien datang ke ruangan konsultasi gizi dan petugas pun melakukan
tugasnya untuk mengetahui kondisi si pasien, dengan menanyakan dan
mengukur BMI, kehilangan berat badan (weight loss), asupan makanan, diseases
severity.
Kegiatan apakah yang dilakukan ahli gizi tersebut ?

A. Subjective global assessment


B. Mini nutritional assessment
C. Nutritional risk screening
D. Malnutrition universal screening tool
E. Food recall

Jawaban : C
Pembahasan : NRS 2020 (Nutrisi Resiko Skrinning) skrinning yang
bertujuan untuk mengembangkan system skrinning yang menggunakan
analisa retrospektif, dengan menggunakan subjek-subjek percobaan yang
dikondisikan/ diatur serta melihat dari huruf gizi dan manifestasi secara
klinis pada subjek-subjek tersebut. Alat skrining ini dikembangkan dengan
asumsi bahwa kebutuhan terhadap pengobatan gizi ditandai oleh tingkat
keparahan malnutrisi dan tingkat peningkatan akan asupan gizi yang
terjadi karena penyakit yang diderita tersebut.
NRS digunakan pada orang-orang yang menajdi pasien tahun di rumah
sakit.
NRS dalam penerapannya yaitu :
- Pengukuran kemungkinan gizi kurang
- Pengukuran tingkat keparahan penyakit ( penyakit
kerasnya) Kriteria dalam penggunaan NRS-2002 :
- Penurunan berat badan > 5% dalam 3 bulan
- Penurunan nilai BMI
- Penurunan asupan gizi
- Tingkat keparahan penyakit
Ada 2 skor yang dihitung
- Kondisi status gizi
- Keparahan penyakit

81. Seorang pasien datang ke ruangan konsultasi gizi dan petugas pun melakukan
tugasnya untuk mengetahui kondisi si pasien, dengan menanyakan dan mengukur
BMI, kehilangan berat badan (weight loss), tidak adanya asupan makanan,
accute diseases
Kegiatan apakah yang dilakukan ahli gizi tersebut ?

A. Subjective global assessment


B. Mini nutritional assessment
C. Nutritional risk screening 2002
D. Malnutrition universal screening tool
E. Food recall

Jawaban : D
Pembahasan : Malnutrisi universal skrining alat adalah alat skrinning yang
bertujuan apakah seseorang malnutrisi atau beresiko untuk malnutrisi. Alat
ini bisa digunakan untuk memprediksi lama seseorang tahun dirumah
sakit, dan dalam penerapannya di masyarakat, bisa digunakan untuk
memperkirakan bagaimanapun juga sering enggota masyarakat berobat ke
rumah sakit ataupun klinik.
Step 1 BMI score (menanyakan dan mengukur BMI)
Step 2 Weight loss score ( kehilangan berat badan )
Step 3 Accute disease effect score ( tidak adanya asupan makanan, acute
disease)

82. Dari hasil analisis data pasien yang dikumpulkan oleh konsultan gizi disebuah
rumah sakit, ditemukan bahwa terjadi penurunan berat badan > 5% dalam 1 bulan
terakhir, BMInya < 18,5 dan asupan makanan berada 25% dibawah asupan normal
dalam 1 minggu terakhir.
impaired nutritional status pasien tersebut sebenarnya Menurut sdr ditingkat
berapakah.
A. Mild
B. Moderate
C. Severe.
D. Normal
E. Mild-secere.

Jawaban : C
Pembahasan : Nutrition Risk Screening 2002 (NRS 2020)
1. Absent : Status gizi normal
2. Mild : penurunan berat badan >5% dalam 3 bulan terakhir, asupan
makanan berada 50-75% dibawah asupan normal dalam 1 minggu
terakhir
3. Moderate : Penurunan berat badan >5% dalam 2 bulan terakhir, BMI
nya 18,5 -20,5 dan asupan makanan berada 25-50% dibawah asupan
normal dalam 1 minggu terakhir.
4. Severe : penurunan berat badan > 5% dalam 1 bulan terakhir, BMInya
< 18,5 dan asupan makanan berada 25% dibawah asupan normal
dalam 1 minggu terakhir.

83. Seorang laki-laki berumur 45 th,BB 113 kg dan TB 183 cm, seorang editor ,pekerja
keras yang bekerja 12 jam sehari selama 6 hari seminggu ,perokok berat, dirawat
karena keluhan sakit kepala dan nyeri dada yang hebat, lemah dan pucat. Hasil
pemeriksaan dokter : KU : lemah, tek darah : 180/140 mmhg. Hasil Lab : kolesterol
total : 280 mg/dl, trigliserida : 400 mg/dl, BUN : 12 mg/dl. Gula darah kausal : 270
mg/dl. Diagnosa dokter : PJK dan hipertensi.

Diet apa yang disusun oleh ahli gizi untuk pasien diatas?
A. Diet Jantung I
B. Diet Jantung II
C. Diet jantung III
D. Diet Dislipidemia Tahap I
E. Diet Dislipidemia Tahap II

Jawaban : B
Pembahasan : Status Gizi Obesitas (IMT 33,8 kg/m2)
Tekanan darah tinggi, ambang normal 120/80 mmhg
Kolesterol total tinggi, ambang normal < 200 mg/dl
Trigliserida tinggi, ambang normal 40-155 mg/dl
Diet jantung II diberikan dalam bentuk makanan saring atau lunak.
Diet diberikan sevagai perpindahan diet jantung 1, atau setelah fase akut
dapat diatasi. Jika disertai hipertensi/ edema, diberikan sebagai Diet
Jantung II Garam Rendah.
84. Seorang laki-laki karyawan suasta, umur 36 th, BB kg 83 TB 170 cm, bekerja 8 jam
atau lebih/hari, tidak pernah berolahraga, makan 3x sehari tidak sesuai dgn gizi
seimbang, sering makanan bersantan dan gorengan.

Bagaimana status gizi pasien di atas berdasarkan IMT?


A. Kurus
B. Sangat kurus
C. Normal
D. Obesitas tingkat ringan
E. Obesitas tingkat berat

Jawaban : E
Pembahasan :
1. Kurus : kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0
Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 -18,5
2. Normal : > 18,5 – 25,0
3. Gemuk : Kelebihan berat badan tingkat ringan >25,0 – 27,0
Kelebihan berat badan tingkat Berat > 27,0

IMT = Berat badan (kg)


Tinggi Badan (m)2
IMT = 83 kg
2,89 m2
= 28,71 kg/m2

85. Seorang wanita berumur 57 tahun, BB 67 TB 150, biasa konsumsi makanan dalam
porsi besar, daging berlemak dan goreng-gorengan, tidak suka ikan serta jarang
konsumsi sayuran, tidak pernah berolahraga. Hasil Lab : kolesterol total : 280 mg/dl,
trigliserida : 400 mg/dl. Dokter merujuk ke ahli gizi untuk diberikan konsultasi gizi.

Advis/nasihat diet apa yang diberikan oleh ahli gizi?


A. konsumsi makanan berlemak dibatasi
B. konsumsi sayur diperbanyak
C. konsumsi makanan tinggi kolesterol dibatasi
D. Konsumsi gizi seimbang dan olahraga teratur
E. Konsumsi makanan dengan porsi kecil

Jawaban : D
Pembahasan : untuk memperoleh gizi seimbang, diperlukan konsumsi dari
berbagai kelompok makanan yang berbeda. Makanan tersebut idealnya
terdiri berbagai jenis nutrisi, termasuk protein, karbohidrat, lemak, serat,
mineral dan vitamin.
IMT wanita tersebut masuk dalam kategori Obesitas ( 29, 7 kg/m2).
Sehingga olahraga teratur bisa membantu.

86. Seorang perempuan berumur 74 th, BB 57 kg dan TB 160 cm, dirawat di RS


karena serangan jantung dengan keluhan : sesak nafas, nyeri dada, lemah, mual dan
kesadaran menurun. tek darah : 160/110 mmhg dan. Pemeriksaan Lab : Hb : 11g/dl,
kolesterol total : 250 mg/dl, trigliserida : 350 mg/dl. Dokter merujuk ke ahli gizi untuk
diberikan diet yang sesuai.

Bentuk makanan apa yang akan saudara berikan untuk pasien di atas?
A. Makanan cair penuh
B. Makanan cair lunak
C. Makanan cair jernih
D. Makanan saring
E. Makanan lunak

Jawaban : A
Pembahasan : makanan cair penuh diberikan kepada pasien yang
mempunyai masalah untuk menelan atau mencernakan makanan padat,
misalnya tenggorokan bermasalah dan pada kesadaran menurun.

87. Seorang laki-laki berumur 64 th, BB 84 kg dan TB 168 cm, dirawat di RS dengan
keluhan mudah lapar, sering haus dan sering BAK, diagnose dokter Diabetes Melitus.
Hasil Lab: gula darah sewaktu 340 mg/dl, tek darah : 120/90 mmhg.

Berapa standar diet yang ditetapkan ahli gizi untuk pasien diatas?
A. 1300 kkal
B. 1500 kkal
C. 1700 kkal
D. 1900 kkal
E. 2100 kkal

Jawaban : B
Pembahasan: Diketahui :
Laki-laki usia = 64 tahun
BB= 84 kg
TB = 168 cm
BBI = (TB- 100) – 10% dari (TB-100)
= 68 – 6,8
= 61,2 kg
IMT = 29,78 kg/m2 (Obesitas)
Faktor Aktivitas (FA) = Bedrest 10% dari BMR
Faktor usia (FU) 60-69 tahun = 10% dari BMR
Koreksi kerangka tubuh Status Gizi Obesitas = -20% dari BMR
Diagnosa = Diabetes militus

Rumus PARKENI ( kebutuhan gizi pasien penderita Diabetes Militus)


BMR laki = 30 x Berat badan ideal (BBI)
= 30 x 61,2
= 1.836 kkal

Energi = (BMR + Faktor Aktifitas )- Faktor usia


= (1.836 + 183,6) – 183,6
= 1.836 kkal – factor stress
= 1.836 kkal – 367,2 kkal
= 1.468, 8 kkal
Mendekati 1500 kkal

88. Seorang perempuan berumur 84 th, BB 52 kg dan TB 165 cm, dirawat di RS karena
stroke dengan keluhan : lemah, agak sulit menelan dan bicara pelo, tek darah :
170/110 mmhg. Pemeriksaan Lab : Hb : 11g/dl, kolesterol total : 270 mg/dl,
trigliserida : 350 mg/dl.

Bagaimana intervensi gizi yang diberikan pada kasus di atas?


A. Diet rendah garam I dengan bentuk makanan cair
B. Diet rendah garam II dengan bentuk makanan cair
C. Diet rendah garam I dengan bentuk makanan lunak
D. Diet rendah garam III dengan bentuk makanan lunak
E. Diet rendah garam II dengan bentukmakanan saring

Jawaban : A
Pembahasan : tujuan diet rendah garam adalah membantu menghilangkan
retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan
darah pada pasien hipertensi.
Diet Garam Rendah 1 (200-400 mg Na) diberika kepada pasien dengan
hipertensi berat ( 170/110 mmhg). Pada pengolahan makanannya tidak
ditambahkan garam dapur. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar
natriumnya.
Makanan cair adalah makanan yang mempunyai konsistensi cair
hingga kental. Makanan ini diberikan kepada pasien yang mengalami
gangguan mengunyah, menelan.

89. Kelebihan intake energy berkaitan dengan kebiasaan konsumsi makanan dalam
porsi besar dan tinggi lemak dibuktikan dengan rata-rata konsumsi energy sehari
sebesar 3200 kkal, 150% lebih besar dari kebutuhan.

Apa yang menjadi etiologi dari kasus di atas bagi seorang ahli gizi?
A. Kebiasaan konsumsi makanan dalam porsi besar
B. Konsumsi makanan tinggi lemak
C. Kebiasaan konsumsi makanan porsi besar dan tinggi lemak
D. Konsumsi energy sehari sebesar 3200 kkal
E. Konsumsi energy yang berlebih

Jawaban : B
Pembahasan : menetapkan kemungkinan masalah gizi (P) yang
dikategorikan pada domain intake, kemungkinan etiologi (E) serta
kemungkinan gejala/ tanda (S) menggunakan data yang berpotensi
bermasalah pada tahap pengkajian gizi.

90. Seorang ibu RT usia 40 thn, TB 155 cm, BB 65 kg, tidak menyukai sayur dan buah,
suka mengonsumsi bakso, ayam goring, sate kambing, gorengan dan jarang
berolahraga. Datang ke dokter praktek karena sudah 3 hari tidak bisa BAB dan perut
terasa kembung. Dokter merujuk ke ahli gizi untuk mendapakan konseling gizi.
Advis/nasehat apa yang sebaiknya diberikan oleh seorang ahli gizi?
A. Konsumsi ayam goreng dibatasi
B. Konsumsi sate kambing dibatasi
C. Konsumsi bakso dibatasi
D. Konsumsi serat dan air ditingkatkan
E. Konsumsi gorengan dibatasi

Jawaban : D
Pembahasan : Ahli gizi berperan penting dalam meningkatkan kesehatan
dan mencegah penyakit pada individu dan masyarakat. Seorang ahli gizi
bertugas untuk memastikan kondisi kesehatan dengan menyarankan pola
makan yang sehat dan bergizi.
Serat merupakan salah satu unsur gizi penting yang dianjurkan oleh
ahli gizi. Serat sangat baik untuk memelihara kesehatan pencernaan
terutama usus. Beberapa jenis serat juga dapat mendukung program
penurunan berat badan, dan memerangi konstipasi.

91. Seorang anak perempuan usia 3 tahun, BB 18 kg masuk ke rumah sakit dengan
keluhan mual, muntah, demam dan kurang nafsu makan. Dari hasil pemeriksaan
terdapat kaput putih yang memenuhi daerah mulut. Oleh dokter dilakukan
trakheatomi untuk membantu pasien.
Apa yang penting anda rencanakan untuk intervensi gizi pasien tersebut:

A. Bentuk dan nilai gizi makanan


B. Perhitungan kebutuhan gizi
C. Konseling gizi
D. Jadual pemberian makan
E. Tujuan dan syarat diet

Jawaban : A
Pembahsan : Intervensi gizi adalah ketiga dari asuhan gizi terstandar
intervensi gizi merupakan suatu tindakan yang terencana yang ditunjukan
untuk memperbaiki status gizi dan kesehatan, merubah perilaku gizi dan
kondisi lingkungan yang mempengaruhi masalah gizi pasien/klien.
Pada kondisi seperti ini intervensi gizi membantu memperbaiki sign
dan symptom dengan memberikan bentuk makanan yang sesuai kondisi
pasien/klien dimodifikasi, membantu mengatur jadwal dan frekuensi
makan agar klien/pasien dapat mengkonsumsi makanannya dan tidak
tersedak saat makan serta dapat memenuhi kebutuhan zat gizi.

92. Seorang ahli gizi menentukan diet yang tepat bagi mahasiswi sebuah perguruan
tinggi dengan IMT 30 kg / M2. Upaya yang telah dilakukan oleh mahasiswa tersebut
adalah diet pantang makan nasi dan hanya sekali makan lengkap pada siang hari
selebihnya makan buah-buahan sekendaknya. Namun diet tersebut tidak berhasil
Apakah jenis diet yang sesuai untuk kasus diatas ?

A. Tinggi energi, rendah lemak


B. Tinggi energi, tinggi protein
C. Rendah energi, rendah lemak
D. Rendah energi, tinggi lemak
E. Rendah energi, rendah protein

Jawaban : C
Pembahasan : diet energy rendah adalah diet yang kandungan energinya
dibawah kebutuhan normal, cukup vitamin dan mineral, serta banyak
mengandung serat yang bermanfaat dalam proses penurunan berat badan.
Diet ini membatasi makanan pada energy, seperti kue-kue yang banyka
mengandung karbohidrat sederhana dan lemak serta goring-gorengan.

93. Seorang pasien laki-laki usia 35 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosa medis
disfagia mekanik karena tumor esofagus. Pasien mendapatkan asupan gizi yang buruk
(< 50% dari makanan yang disajikan). Preskripsi diet sebelumnya adalah makanan
saring 1500 kkal.

Apa yang penting direncanakan untuk intervensi gizi pasien tersebut

A. Bentuk dan nilai gizi makanan


B. Perhitungan kebutuhan gizi
C. Konseling gizi
D. Jadual pemberian makan
E. Tujuan dan syarat diet

Jawaban : B
Pembahasan : merancang preskripsi gizi adalah rekomendasi kebutuhan
zat gizi pasien/klien secara individu mulai dari menetapkan kebutuhan
energy, komposisi zat yang mencakup zat gizi makro dan mikro, jenis diet
secara detail termasuk strategi pamgan makanan seperti bentuk makanan,
frekuensi makan dan rute pemberian makanan serta pemberian edukasi
atau konseling.

94. Bayi laki-laki usia 9 bulan, dirawat karena mengalami diare akut, dehidrasi ringan,
tonsilofaringitis. Berat badan : 8,2 kg. Sebelum dirawat bayi tersebut hanya makan
bubur susu 2 sendok makan dan diberi ASI. Ahli gizi akan melakukan pengkajian
mendalam pada bayi tersebut

Apakah catatan yang harus dimiliki oleh ahli gizi tersebut

A. Antropometri
B. Riwayat makan
C. Pemeriksaan fisik dan klinis
D. Riwayat personal
E. Status gizi

Jawaban : E
Pembahasan : Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan
nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan
anak. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang
dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient.
95. Seorang anak balita yang mengalami obesitas berkunjung ke ruang konseling gizi
untuk pertemuan yang ke 3. Saran praktis ahli gizi adalah memberikan diet seimbang
dengan meningkatkan aktifitas anak. Kemudian ahli gizi membuat catatan mengenai
tingkat keberhasilan pengaturan diet sebagai bahan evaluasi..
Apakah data lain yang harus diverifikasi oleh ahli gizi

A. Umur anak
B. Berat badan anak
C. Waktu kunjungan
D. Kebiasaan makan
E. Status gizi

Jawaban : A
Pembahasan : Indeks antropometri adalah bentuk penyajian parameter
antropometri (berat badan dab tinggi badan) yang dikaitkan dengan
variable Umur atau merupakan kombinasi antara keduanya ( BB/U, TB/U
dan BB/TB).

96. Diagnosis gizi seorang pasien adalah kelebihan intake energi berkaitan dengan
kebiasaan konsumsi makanan dalam porsi besar dan tinggi lemak dibuktikan
dengan rata-rata konsumsi energi sehari sebesar 3200 Kkal 150% lebih besar dari
kebutuhannnya

Apakah etiologi yang tepat dari masalah gizi tersebut

A. Kebiasaan konsumsi makanan porsi besar dan berlebih


B. Kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak
C. Kebiasaan konsumsi makanan porsi besar dan tinggi lemak
D. Kebiasaan konsumsi energi yang melebihi kebutuhan tubuh
E. Kebiasaan konsumsi makanan tinggi energy

Jawaban : C
Pembahasan : Pembahasan : menetapkan kemungkinan masalah gizi (P)
yang dikategorikan pada domain intake, kemungkinan etiologi (E) serta
kemungkinan gejala/ tanda (S) menggunakan data yang berpotensi
bermasalah pada tahap pengkajian gizi

97. Seorang bapak usia 65 thn, BB 57 kg, BB 165 cm. Pekerjaan pegawai swasta, 5 hari
yang lalu masuk rumah sakit dengan keluhan mual, muntah, lemah, dan demam. Pada
bagian hepar terdapat pembengkakan dan kenyal. warna air seni seperti air teh kental.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui :SGOT : 68 U/l, SGPT : 75 U/l, Hb :
10,6 g/d/, Albumin : 2,7 mg/dl, Asam urat 7,8 mg/dl, kesadaran CM
Diet apakah yang tepat untuk pasien diatas?

A. Tinggi lemak, tinggi garam


B. Rendah lemak, rendah garam
C. Rendah protein, tinggi garam
D. Tinggi protein, rendah garam
E. Rendah lemak, tinggi garam

Jawaban : B
Pembahasan:
Pasien didiagnosa penyakit peradangan Kandung empedu ditandai gejala
keluhan mual, muntah, lemah dan demam. Pada bagian hepar terdapat
pembengkakan.
Diet rendah lemak, konsumsi lemak sekitar 20-40 gram/hari dianjurkan
bagi penderita batu empedu. Jumlah ini sudah dianggap memadai untuk
mengurangi stimulasi kandung empedu dan meredakan keluhan sakit
perut. Diet tanpa lemak tidak dianjurkan karena akan mengurangi
kontraksi batau empedu sehingga jumlah timbunan grtah empedu akan
meningkat yang selanjutnya membawa resiko peningkatan batu empedu.
Tujuan diet garam rendah adalah membantu menghilangkan resensi garam
atau air dalam jaringan tubuh.

98. Seorang pria usia 48 tahun, TB 168 cm dan BB 76 kg, Masuk RS dengan keluhan
mual, muntah yang hebat, pusing, sakit kepala, Warna urine seperti teh kental. Dari
hasil pemeriksaan laboratorium diketahui :SGOT : 68 U/l, SGPT : 75 U/l, Hb : 10,6
g/dl, Albumin : 2,7 mg/dl, Asam urat 7,8 mg/dl. Diagnosa medis : hepatitis Akut.
Ahli gizi berencana untuk memberikan diet.
Apakah diet yang tepat untuk pasien diatas

A. Diet rendah protein dengan bentuk makanan saring


B. Diet rendah protein dengan bentuk makanan cair kental
C. Diet bebas protein dengan bentuk makanan cair jernih
D. Diet rendah protein dengan bentuk makanan cair penuh
E. Diet rendah protein dengan bentuk makanan lunak

Jawaban : A
Pembahasan :
Terapi diet bagi penderita hepatitis akut bertujuan untuk meningkatkan
regenerasi jaringan hati dengan memberikan protein dalam jumlah yang
memadai. Protein diperlukan untuk regenerasi sel hati. Namun jika
kerusakan hati sudah sangat luas, pemberian protein dengan jumlah besar
akan memperberat keadaan hati dan memicu koma hepatic.
Tujuan pemberian diet makanan saring adalah makanan semipadat yang
mempunyai tekstur lebih halus daripada makanan lunak, sehingga lebih
mudah ditelan dan dicerna.

99. Seorang bapak usia 52 tahun, TB 167 cm dan BB 73 kg, Masuk RS dengan keluhan
mual, muntah yang hebat, pusing, sakit kepala, Warna urine seperti teh kental. Dari
hasil pemeriksaan laboratorium diketahui :SGOT : 79 U/l, SGPT : 65 U/l, Hb : 9,6
g/dl, Albumin : 2,5 mg/dl, Asam urat 7,9 mg/dl. Diagnosa medis : hepatitis Akut.
Kondisi pasien pre koma. Ahli gizi berencana untuk memberikan diet

Bentuk makanan yang paling tepat diberikan adalah :

A. Makanan biasa
B. Makanan saring
C. Makanan lunak
D. Makanan cair
E. Makanan cair jernih

Jawaban : D
Pembahasan: makanan cair adalah makanan yang mempunyai konsistensi
cair hingga kental. Makanan ini diberikan kepada pasien yang mengalami
rasa mual, muntah dan mencernakan makanan yang disebabkan oleh
menurunnya kesadaran.

100. Seorang anak laki-laki R umur 10 tahun, TB = 143 cm, BB = 36 kg. Anak ke 2
dari 3 bersaudara, siswa kelas 4 di sebuah SDN di Banda Aceh. 4 hari yang lalu
masuk RS dengan keluhan lesu, pucat, nyeri dan anoreksia, demam dan tubuh menjadi
sangat lemah, mual, dan muntah. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui :
Widal +, Hb : 9,6 g/dl, Albumin : 2,5 mg/dl. Pemeriksaan klinis: Kesadaran : CM, TD
: 110/190 mmHg, Nadi 85 x/menit, Suhu : 38,5 ͦ C
Diet apakah yang tepat diberikan kepada kasus diatas ?

A. Diet tinggi energi rendah protein yang diberikan secara bertahap


B. Diet tinggi energi tinggi protein yang diberikan secara bertahap
C. Diet tinggi energi rendah lemak yang diberikan secara bertahap
D. Diet rendah energi rendah protein yang diberikan secara bertahap
E. Diet rendah energy tinggi protein yang diberikan secara bertahap

Jawaban : C
Pembahasan :
Energi dan protein sesuai kemampuan pasien unruk menerimanya. Lemak
rendah yaitu 10-15% dari kebutuhan energy total yang ditingkatkan
secara bertahap hingga sesuai dengan kebutuhan.

101. Seorang pasien berusia 35 tahun, BB actual 40 kg, BB biasa 44 kg TB 155


cm, sejak seminggu yang lalu mengalami mual dan muntah, Hb 12,2 mg%, tekanan
darah 120/70 mgHg. Hasil anamnesa kurang dari kebutuhan, kurang minum air putih.
Apa jenis screning yang dilakukan untuk mengidentifikasi karateristik pasien
tersebut?

A. Prognostic N. Index (PNI)


B. Hospital P.Index (HPI)
C. Nutritional Risk Index (NRI)
D. Subjective Global Assesment (SGA)
E. Mini Nutrition Assesment (MNA)

Jawaban : D
Pembahasan : SGA bertujuan untuk masa status gizi berdasarkan riwayat
pasien dan pemeriksaan fisik. Penilaian berdasarkan 5 kriteria dari riwayat
pasien (perubahan berat badan, perubahan asupan gizi, gejala
gastrointestinal, kemampuan fungsional, penyakit dan perubahannya
dengan kebutuhan gizi) dan 5 kriteria dari pemeriksaan fisik.

- Selamat! kamu telah selesai mempelajari bagian 3 dari bank soal -


BONUS: 40 Soal pilihan dari kumpulan soal uji kompetensi gizi

1. An. Zaky, usia 20 bulan, tidak dapat diukur panjang badan sehingga diukur dengan dengan
metode pengukuran tinggi badan, dengan hasil TB = 85,5 cm.Berikut adalah data yang
sebaiknya dimasukkan ke dalam software WHO Anthro dan hasilnya
a. Data yang dimasukkan: TB=85.5 cm, pengukuran standing. WHO anthro akan
mengkonversi data menjadi data TB senilai 85.5 m
b. Data yang dimasukkan: PB=86.2 cm, pengukuran recumbent. WHO anthro akan
mengkonversi data menjadi data PB senilai 84.8 cm
c. Data yang dimasukkan: TB=85.5 cm, pengukuran standing. WHO anthro akan
mengkonversi data menjadi data PB senilai 86.2 cm
d. Data yang dimasukkan: PB=86.2 cm, pengukuran recumbent. WHO anthro akan
mengkonversi data menjadi data TB senilai 84.8 cm
e. Data yang dimasukkan: PB=86.2 cm, pengukuran recumbent. WHO anthro akan
mengkonversi data menjadi data TB senilai 86.2 cm

2. Masalah kekurangan gizi kurang di wilayah Puskesmas A sangat tinggi pada tahun.
Diduga penyebab langsung dari masalah tersebut adalah kurangnya intake rata-rata
konsumsi energi dan protein balita.Apakah metode yang paling tepat digunakan untuk
mengkaji masalah utama di atas?
a. Single 24 h recall/record
b. FFQ
c. SQ-FFQ
d. Pengulangan recall/record
e. Dietary history

Jawaban : a
Pembahasan
a. Single 24 h recall/record digunakan jika hanya bermaksud melihat rata-rata asupan
zat gizi dalam satu group populasi
b. FFQ dan SQ-FFQ digunakan jika ingin melihat pola asupan seseorang berdasarkan
ranking asupan
c. Pengulangan recall/record digunakan jika ingin melihat berapa proporsi/persen
populasi yang memiliki asupan yang cukup atau tidak.
d. Dietary history digunakan jika ingin melakukan konseling atau analisis korelasi
atau regresi

3. Prevalensi hipertensi pada WUS di wilayah Kecamatan Kedungkandang cukup tinggi.


Diduga karena kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi natrium. Metode dietary
assessment apakah yang sebaiknya digunakan untuk mengidentifikasi masalah di atas?
a. Single WFR / single EFR
b. Single food record / single 24-h recall
c. Pengulangan WFR/EFR pada sub sampel
d. FFQ/SQ-FFQ
e. Pengulangan food record / food recall pada sub sampel

Jawaban : e
Pembahasan
a. Single 24 h recall/record digunakan jika hanya bermaksud melihat rata-rata asupan
zat gizi dalam satu group populasi
b. FFQ dan SQ-FFQ digunakan jika ingin melihat pola asupan seseorang berdasarkan
ranking asupan
c. Pengulangan recall/record digunakan jika ingin melihat berapa proporsi/persen
populasi yang memiliki asupan yang cukup atau tidak.
d. Dietary history digunakan jika ingin melakukan konseling atau analisis korelasi
atau regresi

4. Balita AN, usia 29 bulan, berat badan 14 kg, tinggi badan 89 cm. data antropometri
dimasukkan ke dalam software WHO anthro dengan hasil sebagai berikut:

Apakah interpretasi status gizi balita AN yang paling tepat dari grafik di atas?
a. Status gizi kurang
b. Status gizi ideal
c. Status gizi normal tapi beresiko gizi kurang
d. Status gizi normal tapi beresiko gizi lebih
e. Status gizi lebih

Jawaban : b
Pembahasan
Kategori Z score menurut WHO menunjukan bahwa jika BB / TB
balita jika < -2 SD maka status gizi kurang
jika - 2 SD sampai + 2 SD maka status gizi normal
jika > + 2 SD maka status gizi lebih
Sedangkan pada grafik menunjukkan titik berada pada + 1 SD maka interpretasi status gizi
balita yaitu normal/ideal

5. Ny. LN, usia 27 tahun, TB 160 cm, BB 45 kg. Sudah menikah 3 tahun tetapi belum
memiliki keturunan. Seorang karyawati. Tidak suka sarapan pagi, dan jarang memasak
karena kesibukan di kantornya. Makan siang yang sering dengan pangsit dan bakso,
karena itu yang paling dekat dijual dari ruangan kantornya.Untuk mendapatkan berat
badan ideal, Ny. LN harus meningkatkan berat badannya berapa kg?
a. 7 kg
b. 8 kg
c. 9 kg
d. 10 kg
e. 11 kg

Jawaban : c
Pembahasan
Rumus BBI indeks brocca = 90% (TB-100 cm)
= 90% (160 – 100)
= 90% (60)
= 54 kg, 54 kg – 45 kg = 9 kg

6. Ny. AR, 21 tahun, saat ini mengandung dengan umur kehamilan 20 minggu. Status gizi
sebelum kehamilan adalah gizi kurang. Penambahan BB yang ideal untuk Ny. AR saat ini
adalah:
a. 12 kg
b. 10 kg
c. 8 kg
d. 6 kg
e. 15 kg

Jawaban : e
Pembahasan
Menurut rekomendasi Institute of Medicine (2009) berat badan yang sebaiknya dicapai ibu
hamil dengan status gizi kurang adalah 12,5 – 18 kg

7. Ny NN, sedang hamil 8 minggu dan sering mengalami rasa panas pada ulu hati.Berikut
merupakan pengaturan makan yang sesuai untuk Ny. NN
a. Makan makanan berprotein rendah dan tinggi lemak dalam porsi kecil
b. Minum bersamaan dengan makan
c. Hindari makan dengan bumbu tajam, pedas, makanan yg menimbulkan gas
d. Makanan dengan tinggi serat dan banyak cairan
e. Pilih makanan dalam bentuk kering (biscuit,roti)

Jawaban : d
Pembahasan
Saat masa kehamilan dan mengalami nyeri ulu hati, sebaiknya mengonsumsi makanan
atau minuman cenderung lunak atau cair yang bernutrisi supaya lebih mudah untuk
dicerna oleh lambung. Menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat
memicu naiknya asam lambung, seperti minuman berkarbonasi (minuman soda),
makanan atau minuman yang mengandung kafein (kopi, cokelat dan teh), makanan
pedas, berminyak, asam, dan berlemak tinggi. Untuk mengurangi risiko nyeri ulu hati,
bisa mengganti porsi makan menjadi lebih sedikit, dengan frekuensi yang lebih sering.
8. Data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa nilai median Ekskresi Iodium dalam Urin (EIU)
pada anak usia sekolah di Indonesia sebesar 215 mcg/L.Termasuk kategori apakah
masalah gizi di atas?
a. Bukan masalah kesehatan masyarakat (none)
b. Masalah kesehatan masyarakat ringan (low)
c. Masalah kesehatan masyarakat menengah (intermediate)
d. Masalah kesehatan masyarakat berat (high)
e. Masalah kesehatan masyarakat sangat berat (very high)

Jawaban : b
Pembahasan
Nilai median EIU anak usia sekolah di Indonesia sebesar 215 mcg/L termasuk dalam
kategori lebih dari cukup (200- 299 µg/L) (Kemenkes RI, 2013; WHO, 2007).

9. Seorang ibu mengantar anaknya yang berusia 5 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan mual, muntah, diare. Hasil anamnesa didapatkan data bahwa 3 jam yang lalu,
anak baru mengkonsumsi rawon sisa acara selamatan semalam. Diagnosa sementara
anak menderita keracunan makanan yang berasal dari rawon.Apakah jenis bakteri
yang mungkin ada di dalam rawon tersebut?
a. Escheria coli
b. Lactobacillus bulgarius
c. Saccharomyces cerevisiae
d. Salmonela thypiie
e. Staphylococcus aureus

Jawaban : a
Pembahasan
Seseorang dapat mengalami keracunan makanan (foodborn disease) apabila
mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri E. coli. Paparan
E. Coli ini dapat menimbulkan gejala berupa sakit perut, diare, mual, dan muntah.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. coli ini akan berdampak lebih parah jika
terjadi pada anak-anak dan lansia.

10. Seorang ahli gizi pada saat membersihkan lemari pendingin menemukan ada buah
jeruk yang mengalami perubahan warna, terdapat bintik merah,dan tampak ada
jaringan yang keropos (pitting). Pada saat di cek suhu lemari pendingin menunjukkan
angka 80C.Apakah kerusakan yang terjadi pada buah jeruk tersebut?
a. Chilling injury
b. Cold injury
c. Cooling injury
d. Frezer injury
e. Freezing injury

Jawaban : a
Pembahasan
Chilling injury adalah suatu kondisi bahan dari hasil pertanian (sayur dan buah)
mengalami kerusakan akibat perlakuan pada suhu dingin yakni sekitar 0 – 10 o C. Ciri –
ciri suatu bahan mengalami chiling injury adalah mengalami pencoklatan dan timbul
rasa manis (pada kentang), muncul noda hitam pada permukaan kulit (buah pisang),
tekstur rusak (buah tomat)

11. Seorang ibu X mengeluh mata sering berkunang-kunang dan cepat lelah selama 1
bulan terakhir, ibu X mempunyai kebiasaan minun teh setelah makan (tiga kali sehari)
dan tidak suka mengkonsumsi lauk hewani. Apa penyebab gejala yang dirasakan ibu
X?
a. Asupan zat besi rendah dan penghambatan absorbs zat besi oleh asam fitat
b. Asupan protein rendah dan asupan zat besi yang tidak adekuat
c. Asupan protein rendah dan penghambatan absorbs zat besi oleh tannin
d. Asupan zat besi rendah dan penghambatan absorbs zat besi oleh tannin
e. Asupan protein rendah dan penghambatan absorbs zat besi oleh asam fitat

Jawaban : c
Pembahasan
Lemas dan cepat lelah, sering mengantuk, kulit pucat, detak jantung tidak teratur,
napas pendek, dingin di tangan dan kaki, sulit berkonsentrasi, mata berkunang kunang
dan pusing ketika berdiri merupakan gejala anemia. Anemia bisa disebabkan karena
defisiensi zat besi yang membuat tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb).
Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dalam makanan yang
dibuktikan dengan rendahnya tingkat konsumsi lauk hewani/protein hewani dan
karena tubuh tidak mampu menyerap zat besi dibuktikan dengan tingginya kebiasaan
konsumsi teh yang memiliki kandung zat tanin sebagai sumber makanan yang
mengandung faktor penghambat (inhibitor) penyerapan zat besi

12. Berdasarkan kasus nomor 14.Kekurangan zat gizi mikro apa yang dialami ibu X?
a. Zn
b. Fe
c. Mg
d. Ca
e. Mn

Jawaban : b
Pembahasan
Zat besi (fe)

13. Di daerah pesisir pantai ditemukan prevalensi gondok yang cukup tinggi padahal dari
segi asupan yodium dari garam sudah terpenuhi. Namun, didapatkan fakta bahwa
masyarakat pesisir pantai mempunyai kebiasaan mengkonsumsi singkong dan kubis
dalam jumlah tinggi.Menurut Saudara apakah ada kaitan hal tersebut dengan kejadian
gondok pada masyarakat pesisir?
a. Singkong dan kubis merupakan sumber vitamin yang dapat membantu
penyerapan yodium
b. Singkong dan kubis merupakan sumber mineral yang dapat membantu
penyerapan yodium
c. Singkong dan kubis merupakan zat yang menyebabkan flautulensi yang tidak
berhubungan dengan metabolism yodium
d. Singkong dan kubis merupakan zat goitrogen yang dapat menghambat
penyerapan yodium
e. Singkong dan kubis merupakan sumber antioksidan yang baik sehingga dapat
mencegah oksidasi pada yodium

Jawaban : d
Pembahasan
Zat goitrogenic merupakan zat yang bersifat menghambat dan menghalangi
penyerapan iodium oleh kelenjar tiroid untuk mensintesis hormone tiroksin. Zat
Goitrogenic Tiosianat merupakan hasil detoksifikasi sianida yang menggangu fungsi
tiroid dengan menghambat pengambilan yodium dan mengganggu aktivitas Thyroid
Peroxidase (TPO). Makanan sehari-hari yang sering kita konsumsi dan termasuk ke
dalam makanan goitrogenic, yaitu terung, kecipir/butor, selada air/among, sawi
putih/paksay, sawi hijau, gambas/langker, jagung muda, daun singkong, kangkung,
bayam, kubis, sawi pahit, rebung, dan daun papaya yang masih muda. Menurut WHO
batas aman sianida adalah 10mg/kg bahan kering, sedangkan menurut the breeder
kadar sianida tidak boleh lebih dari 10mg/100gr bahan mentah. Untuk mengatasi
permasalahan ini dapat diatasi dengan cara merebus sayuran karena dapat mengurangi
kadar sianidanya menjadi 5,4 – 52%.

14. Seorang mahasiswa melakukan praktikum food microbiology, dia akan melakukan
pengawaten bahan pangan dengan cara dikalengkan dan penambahan cairan asam.
Menurut saudara, prinsip apakan yang dia terapkan pada percobaannya guna
mencegah pertumbuhan mikroba?
a. Pengendalian suhu dan pH
b. Pengendalian pH dan kadar oksigen
c. Pengendalian kadar air (Aw) dan pH
d. Pengendalian komposisi substrat dan pH
e. Pengendaliah suhu dan kadar air (Aw)

Jawaban : a
Pembahasan
Kedua pengawetan ini memiliki prinsip pengendalian suhu dan pH. Pengawetan
dengan cara dikalengkan, ini dilakukan dengan memanaskannya dalam suhu yang
akan membunuh mikroorganisme dan kemudian menutupinya dalam toples maupun
kaleng. Sedangkan pengawetan dengan penambahan cairan asam (pengasaman) asam
mempunyai dua pengaruh terhadap pertumbuhan mikroba yaitu pengaruh pH dan
daya racunnya.
15. Sebuah industri pangan A membuat suatu terobosan produk baru yaitu membuat
kaldu dari ceker ayam sebagai sumber glukosamin dan kondroitin. Namun ada
beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian terkait keamanan pangan yaitu adanya
Salmonella
sp pada ceker ayam.Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan indutri kaldu untuk
mencegah atau menghilangkan kontaminasi Salmonella sp pada produk kaldu ceker?
a. Penerapan teknologi iradiasi pada bahan baku ceker
b. Melakukan hot water blanching pada bahan baku ceker
c. Melakukan steam blanching pada bahan baku ceker
d. Pemanasan bahan baku ceker pada suhu minimal 45.5oC
e. Merendam bahan baku ceker dalam cairan garam 70%

Jawaban : d
Pembahasan
Salmonella sp merupakan bakteri yang tidak tahan panas. Menurut SNI 7388 (2009)
bahwa Salmonella sp dapat tumbuh pada suhu pertumbuhan optimum 37,5 °C, namun
pada suhu 56 °C dan dalam keadaan kering akan mati. Sehingga pemanasan yang
disarankan untuk mencegah kontaminasi Salmonella sp adalah pada suhu 58°C
selama 30 detik.

16. Selama ini terdapat mitos di masyarakat terkait konsumsi bahan makanan sumber
protein pasca melahirkan, dimana berdasarkan kepercayaan masyarakat seorang ibu
pasca melahirkan dilarang mengkonsumsi lauk hewani agar lukanya cepat
sembuh.Apakah benar hal tersebut? Jelaskan alasannya
a. Salah, karena protein berperan membentuk jaringan baru, memperbaiki
serta mengganti jaringan yang rusak sehingga luka cepat sembuh
b. Salah, karena protein berperan memberikan energy dimana energy digunakan
untuk proses penyembuhan
c. Benar, karena jika mengkonsumsi protein luka ibu pasca melahirkan tidak akan
kering
d. Salah, karena protein berperan memproduksi ASI sehingga pertumbuhan bayi
optimal
e. Salah, karena protein tidak berkaitan dengan proses penyembuhan luka dan
regenerasi jaringan yang rusak

Jawaban : a
Pembahasan
Manfaat dan fungsi protein bagi tubuh yaitu
a. Sebagai salah satu sumber energi.
b. Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, penyembuhan setelah operasi
membutuhkan asam amino untuk memperbaiki dan membentuk jaringan di dalam
tubuh. Protein merupakan sumber nutrisi kaya akan asam amino. Makanan tinggi
protein seperti ikan, putih telur dan ayam. Konsumsi putih telur seringkali dianjurkan
dokter untuk pasien pasca operasi. Sumber asam amino lainnya bisa didapatkan di
daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak dan kacang panjang.
c. Membentuk antibodi, protein dapat meningkatkan kemampuan tubuh melawan
infeksi dan penyakit yang dapat memperlambat penyembuhan.
d. Membentuk enzim dan hormon.
17. Seorang ahli Gizi ingin membuat bahan pangan intermediet dari kacang komak
sebagai sumber protein, dimana kacang komak diolah menjadi konsentrat protein.
Ada satu kelemahan dari konsentrat protein kacang komak tersebut, yaitu beraroma
langu.Senyawa apa yang dapat menyebabkan aroma langu dan tindakan apa yang
harus dilakukan untuk menghilangkan aroma langu tersebut?
a. Enzim lipoksigenase, perlu dilakukan hot water blanching
b. Enzim polifenolase, perlu dilakukan steam blanching
c. Enzim galakturonase, perlu dilakukan hot water blanching
d. Senyawa quinon, perlu dilakukan perebusan pada suhu tinggi
e. Senyawa aldehid, perlu dilakukan hot water blanching

Jawaban : e
Pembahasan
Bau langu disebabkan oleh adanya aktivitas enzim lipoksigenase yang mengkatalisis
reaksi asam lemak tak jenuh terutama asam lemak linoleat dan linolenat kemudian
menghasilkan sejumlah senyawa yang lebih kecil dari bobot molekulnya, terutama
senyawa aldehid dan keton yang mengakibatkan pembentukan asam dan bau langu.
Untuk menghilangkan aroma langu, enzim lipoksigenase dapat dihilangkan dengan
menggunakan air panas pada suhu 80-100oc saat proses penggilingan atau dengan
proses pemanasan diatas suhu 100oc. Proses pemanasan dapat dilakukan dengan cara
merebus kacang sebelum diolah

18. Beberapa tahun terakhir marak sekali iklan susu formula yang menggemborkan
adanya kandungan DHA pada produk mereka. Berkaitan dengan hubungan DHA
sebagai komponen membrane sel.Bagaimana hubungan DHA dengan tingkat
kecerdasan balita?
a. DHA merupakan asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan regiditas membrane sel
b. DHA merupakan asam lemak jenis omega 6 yang dapat meningkatkan fluiditas
membrane sel
c. DHA merupakan asam lemak jenis omega 3 yang dapat meningkatkan rigiditas
membrane sel
d. DHA merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat mengurangi kadar asam lemak trans
e. DHA merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan fluiditas membrane
sel

Jawaban : c
Pembahasan
DHA atau docosahexaenoic acid merupakan asam lemak esensial omega-3 yang tidak
disintesis oleh tubuh dan diperoleh dari sumber makanan atau suplemen. DHA
umumnya menjadi komponen utama dalam suplemen minyak ikan, biasa
dikombinasikan dengan EPA atau eicosapentaenoic acid dan asam lemak omega-3
yang lain. DHA memiliki peran penting dalam perkembangan dan kecerdasan otak,
dapat membantu menguatkan neuron dan meningkatkan fungsi saraf pada bayi.
19. Seorang ibu mengeluh persendian kaku dan nyeri setelah mengkonsumsi sea food dan
bayam. Berkaitan dengan kandungan atau senyawa yang terdapat dalam sea food dan
bayam. Senyawa apa yang dapat menimbulkan keluhan tersebut?
a. Protein
b. Purin
c. Logam berat
d. Kolesterol
e. Lemak

Jawaban : b
Pembahasan
Kelebihan senyawa purin dapat menyebabkan metabolisme abnormal purin yang
ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Hal ini diikuti
terbentuknya kristal berupa garam urat di persendian yang menyebabkan peradangan
sendi pada lutut dan atau jari.
Kelompok makanan yang dihindari (purin tinggi 100-1000 mg purin/100 g BM) :
jeroan, hati, jantung, ginjal, kaldu, bebek, sarden, kerang, makarel
Kelompok makanan yang dibatasi (purin sedang 9-100 mg purin/100 g BM) : daging
sapi, ikan, ayam, udang, kacang kering dan olahannya, bayam, asparagus, daun
singkong, kangkung, daun dan bji melinjo
Kelompok makanan yang bisa dimakan setiap hari (purin rendah) : nasi, ubi,
singkong, jagung, roti, mi, bihun, susu, keju, telur, sayur dan buah selain dalam kel 2

20. Seorang remaja yang menderita anemia disarankan mengkonsumsi makanan yang
mengandung tinggi zat besi. Remaja tersebut mendatangi ahli gizi.Saran apa yang
bisa diberikan ahli gizi?
a. Konsumsi sumber zat besi terutama dari sumber makanan nabati
b. Konsumsi teh bersama makanan untuk membantu penyerapan zat besi
c. Konsumsi sumber zat besi terutama dari sumber makanan hewani
d. Konsumsi tablet zat besi dan vitamin C setiap mengalami menstruasi
e. Konsumsi susu untuk memenuhi kebutuhan protein dan zat besi

Jawaban : c
Pembahasan
Anemia disebabkan karena defisiensi zat besi, terutama pada masa remaja. Ada dua jenis
sumber makanan tinggi zat besi yaitu heme : zat besi dalam sumber makanan hewani
seperti ikan, unggas, daging merah. Dan nonheme : zat besi dalam sumber makanan
nabati seperti kacang-kacangan dan produk olahannya (tempe,tahu). Heme dapat diserap
oleh tubuh dua kali lipat dari pada besi non heme. Oleh karena itu, konsumsi sumber zat
besi dari sumber makanan hewani sangat direkomendasikan. Ketika mengkonsumsi
makanan yang mengandung besi heme dan non heme secara bersama makan akan
meningkatkan penyerapan besi non heme. Bahan makanan seperti daging, ayam dan ikan
mengandung faktor yang membantu penyerapan besi non heme
21. Dahulu orang beranggapan bahwa penyakit malaria disebabkan oleh udara buruk,
berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran/kesehatan
penyakit ini dapat dibasmi dan diupayakan penyembuhannya. Bagaimana cara efektif
pencegahan malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles sp. ?
a. Mencari predator nyamuk Anopheles sp.
b. Memutus perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp.
c. Mengobati penderita malaria sampai tuntas
d. Mengisolasi penderita malaria di ruang khusus
e. Memproduksi obat kimia sebanyak mungkin

Jawaban : b
Pembahasan
Cara efektif pencegahan malaria dilakukan dengan cara memutus perkembangbiakan
nyamuk Anopheles sp. Caranya adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan,
tidak membiarkan air menggenang, menghindari tumpukan sampah, tidak membiarkan
pepohonan terlalu rimbun, rutin melakukan fogging dan lain sebagainya.

22. Seorang Nona bernama Alfi usia 20 tahun datang ke ahli gizi untuk konsultasi gizi pra
hamil. Dia ingin mempersiapkan kehamilannya dengan baik. Alfi mempunyai berat
badan 45 kg dengan tinggi badan 150 cm.Berapa Indeks Masa Tubuh Alfi?
a. 17
b. 20
c. 25
d. 27
e. 30

Jawaban : b
Pembahasan
IMT = BB / Tb (m2) = 45 / 1,52 = 20 (normal)

23. Kita sering mendengar iklan susu tinggi kalsium, dimana iklan tersebut mengklaim
bahwa produk susu tinggi kalsium mampu mencegah osteroporosis.Hal penting apa
yang berkaitan dengan kalsium dan osteoporosis?
a. Asupan kalsium yang cukup sejak dini memampukan seseorang mencapai masa
tulang puncak yang maksimal sehingga dapat menunda terjadinya osteoporosis
b. Asupan kalsium yang cukup sejak dini memampukan seseorang mencapai tinggi
badan yang maksimal sehingga dapat menunda terjadinya osteoporosis
c. Asupan kalsium yang cukup sejak dini dapat meningkatkan aktivitas sel osteoklas
sehingga dapat menunda terjadinya osteoporosis
d. Asupan kalsium yang cukup sejak dini dapat meningkatkan aktivitas sel
osteoblas sehingga dapat menunda terjadinya osteoporosis
e. Asupan kalsium yang cukup sejak dini dapat menggantikan kalsium yang hilang dari
tubuh
Jawaban : d
Pembahasan
Patofisiologi osteoporosis berkaitan dengan perubahan kepadatan dan kekuatan tulang
akibat ketidakseimbangan pembentukan dan resorpsi tulang. Kepadatan dan kekuatan
tulang ini ditentukan oleh aktivitas osteoblas untuk membentuk tulang dan aktivitas
osteoklas untuk resorpsi tulang. Ketidakseimbangan proses berupa peningkatan
resorpsi hingga melebihi pembentukan tulang dalam jangka panjang akan
menyebabkan terjadinya osteoporosis.

24. Ny.D, umur 40 tahun, dating ke rumah sakit dengan keluhan kejang, denyut nadi
cepat namun lemah, hipotensi dan pusing, hasil pemeriksaan laboratorium
menunjukkan kadar natrium dalam serum 165 mEq/L dan kadar natrium dalam urin
225 mEq/L/24 jam, dan diketahui pasien memiliki riwayat penyakit diabetes dan
banyak melakukan aktivitas olahraga yang berlebihan untuk menurunkan berat
badan.Masalah gizi apa yang terjadi pada pasien Ny.D ?
a. Hipernatremia
b. Hiponatremia
c. Hiperkalemia
d. Hipokalemia
e. Hiperkalsemia

Jawaban : a
Pembahasan
Kadar natrium dalam kondisi normal adalah 135 – 145 mEq/L sedangkan pada
pemeriksaan lab pasien menunjukkan kadar natrium dalam serum tinggi yaitu 165
mEq/L dan kadar natrium dalam urin t\juga tinggi yaitu 225 mEq/L

25. Ny. Y umur 47 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan lemah, dan haus.
pada pemeriksaan fisik di dapat tekanan darah 70/65 mmhg, nadi 120 x/m lemah dan
dalam mukosa mulut kering. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar:
kalium: 2,9 mEq/liter , natrium : 127 mEq/ liter.Bagaimana keadaan pasien tersebut?
a. Rehidrasi
b. Overhidrasi
c. Dehidrasi
d. Gangguan pernapasan
e. Shock

Jawaban
Pembahasan
Pemeriksaan fisik dan klinis menunjukkan tekanan darah rendah yaitu 70/65 mmHg
(90/60 - 120/80 mmHg), nadi cepat yaitu 120 x/m (100 x/m), lemah, haus dan dalam
mukosa kering. Pemeriksaan lab menunjukkan kadar kalium rendah yaitu 2,9 mEq/L
(3,5-5 mEq/L), kadar natrium rendah yaitu 127 mEq/L (135-145 mEq/L). Dari hasil
pemeriksaan fisik klinis dan uji lab menunjukkan keadaan pasien yang mengalami
dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan/kehilangan bannyak
cairan yang bisa menyebabkan volume darah berkurang dan memicu penurunan
tekanan darah. Selain itu juga bisa menyebabkan keseimbangan zat gula dan garam
terganggu sehingga tubuh tidak dapat berfungsi secara normal.

26. Jenis beras yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia adalah beras padi dan beras
ketan. Beras mengandung banyak pati, dimana pati tersusun dari rangkaian unit
glukosa yang terdiri dari amilopektin dan amilosa. Seperti yang kita tahu bahwa beras
ketan memiliki sifat yang lebih pulen dibandingkan dengan beras padi.Jenis pati apa
yang menyusun dua jenis beras tersebut?
a. Beras ketan memiliki kandungan amilopektin yang lebih tinggi
b. Beras padi memiliki kandungan amilopektin yang lebih tinggi
c. Kandungan amilosa dan amilopektin dalam beras ketan seimbang
d. Beras ketan memiliki kandungan amilosa yang lebih tinggi
e. Beras padi memiliki kandungan amilosa yang lebih tinggi

Jawaban : a
Pembahasan
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi
yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin
menyebabkan sifat lengket. Semakin tinggi kandungan amilosa (amiopektin rendah),
teksturnya semakin kering dan pera. Semakin tinggi kadar amilopektin (amilosa
rendah), teksturnya semakin pulen dan lengket.

27. Seorang wanita berusia 28 tahun datang ke ahli gizi, memiliki tinggi badan 160 cm
dan berat badan 80 kg. Dari hasil wawancara kebiasaan makan didapatkan data
sebagai berikut: Minum teh 2 kali sehari, suka cemilan kripik dan gorengan. Pola
makan 3 kali sehari dan 2 kali selingan. Wanita ini hanya tinggal sendiri dengan
seorang pembantunya.Wanita ini bermaksud ingin menurunkan berat badannya
dengan cara mengatur pola makannya.Memperhatikan kondisi wanita tersebut,
berapakah pengurangan kalori sehari yang sebaiknya diterapkan?
a. 250 kkal
b. 500 kkal
c. 750 kkal
d. 1000 kkal
e. 1500 kkal

Jawaban : b
Pembahasan
IMT = 80 / 1,62 = 31,25 (kelebihan BB tingkat berat)
Diit Energi Rendah merupakan diit yang ditujukan untuk menurunkan berat badan.
Pengurangan kalori dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebiasaan
makan dari segi kuantitas dan kualitas. Untuk pengurangan kalori tahap awal
sebaiknya diberikan 500 kkal /hari, kemudian meningkat secara bertahap sampai 1000
kkal/hari
28. Seorang wanita menyusui berusia 27 tahun, saat ini bayinya berusia 8 bulan, memiliki
tinggi badan 155 cm dan berat badan 48 kg. Dari hasil wawancara kebiasaan makan
didapatkan data sebagai berikut: Pola makan 3 kali sehari dan 2 kali
selingan.Memperhatikan status gizi wanita tersebut, berapakah penambahan kalori
sehari yang sebaiknya diterapkan?
a. 100 kkal
b. 250 kkal
c. 300 kkal
d. 500 kkal
e. 550 kkal

Jawaban : d
Pembahasan
Menurut Angka Kecukupan Gizi (2013), penambahan kalori sehari yang diberikan
kepada ibu menyusui usia 19-29 tahun adalah 330 kkal untuk menyusui bayi usia 6
bulan pertama dan 400 kkal untuk menyusui bayi usia 6 bulan kedua

29. Laki-laki berusia 50 tahun datang ke ahli gizi di puskesmas, mengeluh kakinya sering
linu dan bengkak terutama jika malam hari. Tekanan darah 130/90 mmHg. Pola
makan 3 x sehari, suka sekali mengkonsumsi jeroan dan cemilan keripik mlinjo.
Berat badan 55 kg dengan tinggi badan 160 cm.Berdasarkan gejala klinis di atas,
bagaimana diagnosa gizi yang tepat?
a. Penurunan kebutuhan natrium
b. Penurunan kebutuhan protein
c. Kelebihan intake zat aditif
d. Kelebihan berat badan tanpa disadari
e. Penurunan kebutuhan purin

Jawaban : e
Pembahasan
Penurunan kebutuhan purin berkaitan dengan riwayat makan pasien yang suka sekali
mengkonsumsi jeroan dan cemilan keripik melinjo dibuktikan dengan adanya keluhan
pasien kaki sering terasa linu dan bengkak terutama jika malam hari

30. Asuhan gizi yang tepat memiliki peranan yang penting dalam menunjang keberhasilan
terapi pasien. Pada pasien anak gizi buruk pemberian terapi diet harus diperhatikan
sesuai dengan kondisi pasien. Terdapat beberapa jenis formula standart bagi anak gizi
buruk diantaranya adalah F75.Apa yang menjadi indikasi pemberian F75 pada pasien
anak gizi buruk ?
a. Pasien berada pada tahap stabilisasi
b. Kondisi pasien telah stabil
c. Pasien berada pada tahap rehabilitasi
d. Dipersiapkan untuk pasien setelah pulang dri RS
e. Diberikan pada minggu ke 2 – 6
Jawaban : a
Pembahasan
1. Fase stabilisasi (hari ke 1-2 pasca ditemukan malnutrisi)
Tujuan : tidak untuk menaikkan berat badan dan agar kondisi anak stabil
Diberikan F75 / Modifikasi F75
Cukup energi ( 80 – 100 kkal/kg BB), cukup protein (1 – 1,5 g/kg BB), cukup cairan
(130 ml/kg BB jika tanpa edema dan 100 ml/kg BB dengan edema) dan cukup
elektrolit
2. Fase transisi (hari ke 3-7)
Tujuan : mempersiapkan anak untuk menerima cairan dan energi lebih besar
Diberikan F100 / Modifikasi F100
Energi 100 – 150 kkal/kg BB, Protein 2-3 g/kg BB, Cairan 150 ml/kg BB
3. Fase rehabilitasi (2-6 minggu)
Tujuan : untuk mengejar pertumbuhan dan diberikan setelah anak bisa makan
Diberikan F100 ditambah makanan bayi/anak
Energi 150 -220 kkal/kg BB, Protein 4-6 g/kg BB, Cairan 150-200 ml/kg BB, Lemak
min 40% total energi

31. Seorang ibu hamil berusia 32 tahun memiliki tinggi badan 155 cm dan berat badan
sebelum hamil 48 kg. Berat badan ibu saat ini di usia kehamilan 36 minggu adalah 58
kg.Memperhatikan status gizi ibu sebelum hamil, berapakah berat badan yang
sebaiknya dicapai ibu pada akhir kehamilan?
a. 53 – 57 kg
b. 55 – 60 kg
c. 60 – 64 kg
d. 61 – 66 kg
e. > 66 kg

Jawaban : c
Pembahasan
IMT pra hamil = 48 / 1,552 = 20 (normal)
Menurut rekomendasi Institute of Medicine (2009) berat badan yang sebaiknya
dicapai ibu hamil dengan status gizi normal adalah 11,5 – 16 kg , jadi total kenaikan
BB yang harus dicapai pada akhir kehamilan adalah 59,5 – 64 kg

32. Penanganan anak gizi buruk memerlukan tindakan yang tepat dengan memperhatikan
kondisi dan kemampuan fisiologis anak serta perlu dipantau secara intensif.
Treatment yang diberikan kepada anak gizi buruk dilakukan secara bertahap,
misalnya dalam tahap stabilisasi, hal yang perlu dilakukan adalah mencegah anak
mengalami hipoglikemi dan dehidrasi.Asupan gizi apakah yang dapat diberikan
kepada anak dalam tahap tersebut?
a. ASI dan makanan pendamping ASI
b. Cukup ASI saja karena mudah dicerna
c. Formula WHO dan rehidrasi malnutrisi
d. Asupan protein tinggi untuk memperbaiki jaringan tubuh anak
e. Makanan lengkap (makanan pokok, sayur, lauk pauk, dan buah)
Jawaban : c
Pembahasan
Fase stabilisasi (hari ke 1-2 pasca ditemukan malnutrisi)
Tujuan : tidak untuk menaikkan berat badan dan agar kondisi anak stabil
Diberikan F75 / Modifikasi F75
Cukup energi ( 80 – 100 kkal/kg BB), cukup protein (1 – 1,5 g/kg BB), cukup cairan
(130 ml/kg BB jika tanpa edema dan 100 ml/kg BB dengan edema) dan cukup
elektrolit

33. Suatu kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah yang rawan
mengalami kekurangan persediaan bahan makanan dikarenakan kondisi geografis
setempat. Seorang peneliti ingin melakukan studi tentang perbedaan keragaman
jenis dan jumlah konsumsi pangan perorangan di daerah tersebut pada saat musim
kemarau dan pada saat musim penghujan.Metode penilaian status gizi apakah yang
sebaiknya digunakan oleh peneliti?
a. Food weighing
b. Dietary history
c. Food frequency
d. 24 hour-food recall
e. Semi Quantitative Food Frequency

Jawaban : e
Pembahasan
a. Single 24 h recall/record digunakan jika hanya bermaksud melihat rata-rata asupan
zat gizi dalam satu group populasi
b. FFQ dan SQ-FFQ digunakan jika ingin melihat pola asupan seseorang
berdasarkan ranking asupan
c. Pengulangan recall/record digunakan jika ingin melihat berapa proporsi/persen
populasi yang memiliki asupan yang cukup atau tidak.
d. Dietary history digunakan jika ingin melakukan konseling atau analisis korelasi
atau regresi

34. Seorang anak usia 3 tahun, dirujuk ke rumah sakit dengan gejala klinis mengalami
edema pada punggung kaki, tangan, dan perut, moonface, rambut kemerahan dan
mudah dicabut, apatis, anoreksia, dan mengalami pengecilan otot
(hipotrofi).Berdasarkan gejala klinis di atas, apakah yang diderita oleh anak tersebut?
a. gizi buruk
b. kurang energi protein
c. Marasmus
d. Kwashiorkor
e. marasmic kwashiorkor

Jawaban : d
Pembahasan
Tanda – tanda klinis kwarshiorkor yaitu
1. Edema terutama pada kaki atau dapat juga pada seluruh tubuh
2. Wajah membulat dan sembab (moonface) karena edema
3. Jaringan lemak otot berkurang
4. Gangguan kulit berupa bercak merah yang meluas dan berubah menjadi hitam
terkelupas
5. Perubahan warna rambut (kusam, kemerahan), jarang, kering, mudah dicabut
6. Apatis dan nampak lesu namun cengeng dan rewel
7. Sering terjadi dehidrasi, hanya saja biasanya tertutupi oleh edema
8. Anoreksia, anemia dan diare

35. Tn.X, usia 60 tahun, didiagnosa nefrotik syndrome dengan dislipidemia. Dari hasil
pemeriksaan didapatkan IMT 19. Hasil pemeriksaan laboratorium : Blood Urea
Nitrogen (BUN) 92 mg/dl (N= 8-20 mg/100 ml), Creatinin 6 mg/dl (N=1,0-1,7
mg/dl), Uric acid 7 mg/dl (N=3-7,5 mg/dl), Cholesterol 300 mg/dl (N=150-280
mg/dl), Trigliseride 275 mg/dl (N=200 mg/dl), Total protein darah 4 mg/dl (N=6-7,
mg/dl), Proteinuri +++ (positif). KU lemas, tekanan darah 120/100 mmHg. Hasil
recall 24 jam menunjukkan pasien hampir selalu menghabiskan makanan yang
diberikan, dahulu pasien suka mengkonsumsi soft drink. Mengapa pada pasien dengan
sindroma nefrotik harus diberikan diet tinggi protein?
a. Karena pasien mengalami hipoalbuminemia akibat protein loss ++
b. Karena pasien cenderung mengalami penurunan status gizi
c. Karena pasien mengalami keseimbangan nitrogen positif
d. Karena pasien mengalami penurunan nafsu makan akibat uremia
e. Karena pasien mengalami odema dan peningkatan berat badan

Jawaban : a
Pembahasan
Pasien dengan nefrotik syndrom harus diberikan diit tinggi protein karena
ketidakmampuan ginjal untuk memelihara keseimbangan nitrogen sebagai akibat
meningkatnya permeabilitas membran kapiler glomelurus. Sehingga menyebabkan
tubuh kehilangan banyak protein melalui urin yang ditandai dengan proteinuria masif
(> 3,5 g protein/24 jam) hal ini menyebabkan terjadinya hipoalbuminemia yang
diikuti dengan edema (retensi air), hipertensi, hiperlipidemia, anoreksia dan rasa
lemah.

36. Berdasarkan kasus nomor 38.Bentuk makanan yang sebaiknya diberikan untuk pasien
tersebut adalah?
a. Makanan biasa
b. Makanan lunak
c. Makanan saring
d. Makanan cair kental
e. Makanan cair jernih

Jawaban : a
Pembahasan
Diberikan makanan biasa karena pasien tidak memiliki masalah fisik seperti mual,
muntah, gigi tanggal, sariawan dsb

37. Berdasarkan kasus nomor 46. Berapa nilai IMT dan menurut standar Kemenkes 2003,
termasuk dalam kategori status gizi apa pasien tersebut?
a. 23.8 termasuk dalam kategori normal
b. 24.8 termasuk dalam kategori normal
c. 25.8 termasuk dalam kategori gemuk tingkat ringan
d. 26.8 termasuk dalam kategori gemuk tingkat ringan
e. 27.8 termasuk dalam kategori gemuk tingkat berat

Jawaban : b
Pembahasan
IMT = BB/TB (m2) = 70/1,682 = 24,8 (normal)

38. Ny. R berusia 25 tahun hamil 2 bulan, BB 39 kg, TB 155 cm, LILA 21,3 cm, masuk
RS dengan keluhan utama mual, muntah lebih dari 6 kali sehari, sebelumnya tidak
pernah mengalami seperti ini, diagnosa dokter hiperemesis berat.Bentuk makanan
seperti apa yang disarankan untuk kasus tersebut?
a. Makanan biasa porsi kecil tapi sering
b. Makanan lunak porsi kecil tapi sering
c. Makanan sering porsi kecil tapi sering
d. Makanan cair kental porsi kecil tapi sering
e. Makanan cair jernih porsi kecil tapi sering

Jawaban : a
Pembahasan
Hiperemesis adalah kondisi yang terjadi pada awal kehamilan (sampai trimester
II) ditandai dengan rasa mual, muntah yang berlebihan dalam waktu relatif lama.
Bila tidak diatasi dapat mengakibatkan dehidrasi dan penurunan bb. Untuk
mengatasinya disarankan untuk konsumsi makanan sumber kh kompleks,
terutama di pagi hari dan makanan diberikan dalam bentuk kering, mudah dicerna,
tidak merangsang saluran cerna dan diberikan sering dalam porsi kecil.
Menghindari makanan berlemak dan goreng –gorengan untuk menekan rasa mual,
pemberian makan dan minum berjarak.

39. Seorang pasien combustio dirawat di RSUD Kanjuruhan dengan keadaan umum
lemah, luka bakar 40%, pusing, nafsu makan minum (-). Hasil pemeriksaan
menunjukkan tekanan darah 100 mm/hg, hasil lab sebagai berikut : albumin 2 g/dl, hb
11.5 g/dl, ht 40%. Hasil pengukuran antropometri menunjukkan hasil IMT 18.
Dilakukan recall 24 jam dengan hasil asupan energi sebesar 70% AKG, dan protein
70%, lemak 50%, dan karbohidrat 55% kebutuhan.Tujuan diit apa yang pertama
dilakukan kepada pasien tersebut?
a. Meningkatkan asupan energy dan protein
b. Mengurangi asupan garam dan lemak
c. Membatasi asupan energy untuk menurunkan berat badan
d. Meningkatkan asupan energy tanpa memperberat kerja jantung
e. Memberikan tinggi karbohidrat untuk mencegah penggunaan protein sebagai
sumber energy

Jawaban : a
Pembahasan
Meningkatkan asupan energy dan protein, hal ini dilakukan untuk penyembuhan
jaringan yang rusak akibat luka bakar, meningkatkan status gizi pasien yang
rendah (underweight) yaitu 18, meningkatkan kadar albumin dan hb,
mengingkatkan asupan yang inadekuat (e, p, l, kh) <80%, dan.
PENUTUPAN
Terima kasih telah mengikuti simulasi uji kompetensi dari Gizipedia Indonesia! Kami serta
para kontributor ebook bank soal sederhana ini, telah berjuang menyediakan media belajar terbaik
untuk memberikan gambaran uji kompetensi sesungguhnya bagi para peserta uji.
Terakhir, kami ucapkan selamat mengikuti uji kompetensi gizi! Sukses dan semoga kompeten!

Narahubung:
Email: admin@gizipedia.org
WhatsApp: +62 831 4567 7090
HADAPi
I P I i I

Anda mungkin juga menyukai