Anda di halaman 1dari 4

LEMBAR KERJA MAHASISWA 4

KELOMPOK 2

Nama Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar


SKS 2 SKS
Prasyarat -
Pembina Mata Kuliah Danan Satriyo Wibowo, S.Sos, M.Si

Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menguraikan konsep keindahan.

Deskripsi Lembar Kerja: Lembar kerja ini berisi tentang permasalahan yang
harus di selesaikan oleh mahasiswa yang terkait
dengan pemahaman konsep keindahan dalam
perspektif budaya.

Langkah-langkah tugas :

1. Mahasiswa diminta mencari hasil karya bernilai keindahan yang ada di


sekitar tempat tinggal (contoh : gua buto di daerah Kec. Cermee
Bondowoso, dimana gua ini memiliki kaitan antara perjalanan kehidupan
manusia dan budaya yang berkembang di masa itu)

2. Mahasiswa membuat kajian sederhana tentang makna yang terkandung


dari karya nilai hasil olah cipta, rasa, dan karsa manusia dalam bentuk
hasil pengamatan observasi dan kajian pustaka (literature review).

3. Di kumpulkan melalui e study, pada hari Jumat, 4 Juni 2021 jam 06.00

4. Review melalui diskusi kelas.


Anggota Kelompok 2

Muhammad Zidan (2010811067)


Rika Triyanti (2010811020)
Januar Sofie (2020811086)
Dinda Sabrina (2010811047)

RAWA BAYU

Budaya sendiri merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi
(pikiran) manusia berupa seperangkat tata aturan dan hasil cipta, rasa, dan karsa
dengan tujuan untuk melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam
lingkungannya.
Di suatu daerah tertentu terkadang mitos menjadi tolak ukur dalam
berperilaku. Seperti hal nya sistem kepercayaan merupakan aspek kebudayaan
yang terjaring luas dalam lingkungan masyarakat. Melalui sistem ini manusia
melakukan hubungan dengan tuhan yang mempunyai pengaruh dalam kehidupan
manusia. Sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia, masyarakat
indonesia mempercayai adanya kekuatan di luar diri mereka, dalam hal ini tidak
terlepas dari kehidupan masyarakat.
Indonesia memiliki keragaman situs budaya dan keprcayaan tersendiri
disetiap daerah salah satunya yaitu Rowo Byu terletak di Kawasan Hutan Petak 8,
Forest Resort Songgon, bagian dari Kesatuan Pemangkuan Hutan Rogojampi,
Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Lokasinya berada di ketinggian kurang lebih
800 meter di atas permukaan laut, sehingga udaranya sangat sejuk. Rowo Bayu
terkenal sebagai tempat pertapaan Prabu Tawang Alun. Sebelum menjadi lokasi
pertapaan, Rawa Bayu merupakan hutan lebat yang angker dan menyimpan kisah
mistis. Karena sangat angker, tak ada yang berani ke hutan tersebut. Sampai
akhirnya Prabu Tawang Alun yang menemukan tempat tersebut. Di salah satu
sudut telaga terdapat sebuah petilasan yang dipercaya sebagai tempat bertapa raja
Tawang Alun, di belakang petilasan tersebut terdapat tiga sumber mata air.
Banyak orang berkunjung ke kawasan Rawa Bayu hanya sekedar untuk
mengambil air dan bersemedi. Begitu juga dengan bangunan candi kokoh berdiri
diatas bukit yang mana menurut juru kunci disebut dengan “Candi Puncak Agung
Macan Putih” yang mana didirikan untuk menghormati roh leluhur yang telah
berjasa dalam mempertahankan tanah Banyuwangi dalam perang Puputan Bayu
pada tahun 1771. Konon, menurut juru kunci area ini digunakan para pejuan
perang puputan Bayu bersembunyi dan mengatur strategi melawan kompeni.
Dalam hal ini masyarakat Bayu memiliki kepercayaan terhadap cerita
Prabu Tawang Alun sebagai pemimpin Bayu pada saat itu, perjuangan Rempeg
Jagapati melawan penjajah serta dilaksanakannya ritual kirab pusaka sebagai
wujud penghargaan terhadap perjuangan kedua tokoh tersebut.
Makna yang terkandung dari karya nilai oleh cipta,rasa dan karsa manusia:
 Cipta adalah kesadaranmanusia untuk menyadari makna hidup itu
sendiri,hal itu merupakan bagian dari jiwa manusia yang bersifat
abstrak.Cipta mengacu pada makna filosofis,ajaran-ajaran agama,rasa
ruang,arah,atau jalan.Dalam situs peninggalan sejarah rawa bayu
merupakan bukti sebagai tanda penghormatan prabu tawang kepada
tempat pemujaanya di sana.
 Rasa merupakan hal yang abstrak dan sulit dilihat.Bagaimana upaya
menstimulasinya adalah dengan cara menstimulasi hal yang
kongkrit.Seperti ukiran relief yang simetris menggambarkan prabu tawang
yang gemar bersmedi disana memiliki kepribadian yang tenang.
 Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008),Karsa dapat
diartikan sebagai : 1) Daya (kekuatan) jiwa yang mendorong makhluk untu
berkehendak: 2)Kehendak atau niat karsa sebagai pendorong dalam cipta
dan rasa,Karsa sebagai motivasi pendorong agar terus melakukan
pelestarian dan turut menjaga situs peninggalan sejarah yang ada.Dan di
rawa bayu segalanya masih dibiarkan secara alami tanpa ada
pembangunan yang merusak keindahannya meski disitu juga dibuat tempat
wisata.
Daftar pustaka

Mulyono, M.Kom. 2018. BUKU AJAR MATAKULIAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
TENTANG KONSEP KEBUDAYAAN Nurdien Harry Kistanto Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro