Anda di halaman 1dari 7

C.

LEMBAR KERJA 4

Isilah tabel berikut :

No. Pengkategorian Uraian / Penjelasan


1. Bagaimana cara menentukan dan
memperoleh Kategorisasi penormaan Klasifikasi Data Data Tidak
menjadi 2 (Tinggi dan Rendah) Berdistribusi Berdistribusi
Normal Normal
Tinggi Data ≥Mean Data ≥Median

Rendah Data <Mean Data < Median

2. Jenis data hasil penelitian yang Data Berdistribusi Normal dan Data Tidak
bagaimana yang bisa di Berdistribusi Normal (Santoso, 2001).
kategorikan Tinggi dan Rendah
3. Apa alasan peneliti menjadikan 2 Lebih mudah membandingkan skor antar
kategori Tinggi dan Rendah subjek

4. Berikan contoh 2 kategori Tinggi contoh


dan Rendah Tinggi: 51-100
Rendah: 0-50

Rendah: ketika dilakukan tes atau


kuesioner, mendapat hasil 30 maka ia
dikategorikan sebagai rendah.

Tinggi: ketika dilakukan tes atau


kuesioner, mendapat hasil 75 maka ia
dikategorikan sebagai tinggi.

5. Jelaskan bagaimana cara membuat Untuk mengkategorikan hasil


Kategorisasi penormaan menjadi 3
(Tinggi, Sedang, dan Rendah) pengukuran menjadi tiga kategori,
pedoman yang bisa digunakan adalah:
Rendah X < M – 1SD
Sedang  M – 1SD < X <
M + 1SD
Tinggi M + 1SD   X

Keterangan:
M = Mean
SD = standar deviasi
*Panduan kategorisasi ini dapat dilihat di
buku Azwar (2012).

Pedoman di atas hanyalah pedoman


yang dibuat oleh salah satu ahli dalam
bidang pengukuran. Meskipun demikian,
peneliti bisa memodifikasi kreteria yang
dibuat sesuai dengan kebutuhannya,
asalkan tetap logis dan proporsional.

6. Berikan alasan mengapa peneliti perlu


menggunakan 3 kategori

7. Penelitian yang seperti apa yang


menggunakan 3 kategori Peneliti yang menggunakan 3 kategori
yakni kualitatif.Dengan menggunakan
data kualitatif.Mengkategorisasikan
menggunakan statistik
hipotetik.Prosedur ini dijelaskan prof.
Aswar dalam bukunya aswar(2012) dan
dalam jurnalnya
Aswar(1993).Penggunaan Statistika
hipotetik menggunakan alat ukur
sebagai acuan.Penggunaan prosedur ini
mensyaratkan alat ukur yang digunakan
adalah alat ukur yang telah
divalidasi.Selain penggunaan statistik
hipotetik,beberapa peniliti juga
menggunakan statistik empirik

8. Bagaimana cara menentukan Menentukan penomoran menjadi 5


Penormaan menjadi 5 kelompok kelompok dapat dengan menggunakan
(Sangat Tinggi, Tinggi, Sedang, Rendah, pedoman:
Sangat Rendah)
Sangat Rendah = X < M – 1,5SD
Rendah = M – 1,5SD < X <  M – 0,5SD
Sedang = M – 05SD < X <  M + 0,5SD
Tinggi = M + 0,5SD < X <  M + 1,5SD
Sangat Tinggi = M + 1,5SD < X
9. Alasan peneliti menggunakan 5 Karena kategori ini kemudian digunakan
kategori dalam peneltian sebagai acuan dalam mengelompokkan
keadaan subjek sewaktu data empiris
telah diperoleh dari lapangan.Atau juga
memodifikasi kriteria yang dibuat sesuai
dengan kebutuhannya,dengan ketentuan
tetap logis dan proporsional.

10. Berdasarkan penjelasan yang sudah Berdasarkan informasi deskriptif yang


diberikan maka dapat disimpulkan diperoleh peneliti terkadang melakukan
tujuan dari pengkategorian yang di buat kategorisasi pada data skor hasil
oleh peneliti pengukuran mereka dengan cara
membagi kategori skor menjadi
rendah,tinggi rendah.Tujuannya
bermacam macam,antara lain untuk
mempresentasikan distributor skor
subjek penelitian secara umum,melihat
kecenderungan skor subjek atau
membandingkan skor antara subjek.

11. Jelaskan kekuatan dan kelemahan dari


pengkategorian yang sudah dijelaskan
sebelumnya
12. Data hasil analisis apa yang bisa
dilakukan pengkategorian

D. LEMBAR KERJA 5

No. Tugas Uraian / Jawaban


1. Jelaskan Pengertian statistika Statistik parametrik adalah  suatu teknik
parametrik dan non parametrik statistik yang dapat digunakan untuk
menguji hipotesis dengan melibatkan
parameter populasi sedangkan statistik
non parametrik tidak melibatkan
pendugaan nilai populasi.

2. Apa perbedaan Statistika  Statistik Parametrik: Memerlukan


parametrik dan Non-Parametrik asumsi distribusi dari data yang
digunakan. Biasanya distribusi
data yang diperlukan adalah
distribusi normal, Memerlukan
jenis data bersifat metrik
(kuantitatif). Bisa dikatakan juga
bahwa data yang digunakan hanya
data dalam bentuk data interval
atau rasio, Biasanya jumlah data
yang digunakan lebih atau sama
dengan 30 (data berukuran besar),
sebab data yang lebih atau sama
dengan 30 diasumsikan mengikuti
teorema limit pusat (central limit
teorema).
 Statistik Non-Parametrik: Tidak
memerlukan asumsi distribusi
sehingga sebaran data bebas,
Memerlukan data metrik
(kuantitaif) dan nonmetrik
(kualitatif). Atau bisa dikatakan
bahwa data yang digunakan bisa
dalam bentuk data nominal,
ordinal, interval atau rasio,
Biasanya jumlah data yang
digunakan kurang dari 30.
3. Kapan analisis parametrik Statistik parametrik dapat digunakan
digunakan apabila kita mengetahui distribusi dari
populasi yang kita amati berdistribusi
normal.
4. Kapan analisis Non Parametrik Statistik Non-Parametrik dapat digunakan
digunakan apabila:

1. Kelompok data tidak berdistribusi


normal
2. Umumnya data yang dimiliki
memiliki skala nominal dan
ordinal
3. Sering ditemukan pada kasus
penelitian ilmu sosial
4. Ukuran sampel kecil dan tidak
berdistribusi normal

5. Sebutkan dan Jelaskan tehnik 1. Uji-t: menguji signifikansi dalam


analisis yang termasuk dalam satu kelompok sampel atau dua
Parametrik kelompok sampel
2. Anova: analisi yang digunakan
untuk menguji signifikansi
perbedaan dua rerata atau lebih
3. Regresi: digunakan untuk uji suatu
pengaruh, lebih ditujukan untuk
mengestimasi variabel bebas
terhadap variabel terikat
4. Korelasi: digunakan untuk
menguji hubungan antar variabel
5. Analisi jalur: digunakan untuk
menguji hubungan sebab-akibat
6. Sebutkan dan jelaskan tehnik
analisa yang termasuk Non- Ada beberapa uji non parametrik,
Parametrik
antara lain sebagai berikut ini:

 Uji –t berpasangan,
digunakan untuk menganalisis
perbedaan data dalam sebuah
kelompok. Dilakukan dengan uji
tanda.
 Uji –t sampel bebas,
umumnya digunakan untuk
membandingkan dua sampel bebas
menggunakan uji Mann-Whitney U
dan uji Wilcoxon jumlah peringkat.
 Uji F atau analisa varian satu
jalur, digunakan ketika ingin
membandingkan tiga kelompok
atau lebih. Uji yang digunakan
adalah analisis varian peringkat
Kruskal-Wallis.
 Analisis varian dua jalur,
digunakan ketika akan
membandingkan lebih dari tiga
kelompok dan menggunakan faktor
yang berbeda. Uji yang digunakan
adalah analisis varian dua jalur
Friedman.
 Koefisien korelasi Pearson, uji
yang digunakan adalah koefisien
korelasi peringkat spearman untuk
menganalisis korelasi linier antara
dua peubah.

7. Uji asumsi apa saja yang  Asumsi Normalitas


mengikuti tehnik analisa  Asumsi Homogenitas dari Variance
Parametrik dan Non Parametrik Asumsi Tentang Interval yang
Kontinum dan Interval Yang Sama
Asumsi Tentang Observasi yang
Independen. Menurut para ahli
pengukuran dan statistik asumsi tentang
observasi yang independen ini penting dan
berlaku untuk kedua metode tes statistik,
parametrik dan nonparametrik. Pada saat
melakukan penelitian diasumsikan bahwa
observasi- obsevasi yang kita lakukan
adalah independen, yaitu satu observasi
tidak akan mempengaruhi observasi
lainnya.

8. Data apa saja yang bisa di analisis Penentuan kedua tipe pengujian ini didasarkan
Parametrik dan Non Parametrik atas tujuan penelitian yang ingin dijawab, jenis
data yang diperoleh maupun ukuran jumlah
sampel yang digunakan dalam penelitian.
Biasanya, seorang peneliti akan menggunakan
salah satu dari kedua uji pengolahan data
statistik ini. Misalnya ketika ingin menggunakan
statistik parametrik berarti peneliti harus
membutuhkan jenis data interval dan rasio.
Sedangkan, penggunaan pengolahan data
statistik non-parametrik memuat data nominal
dan ordinal yang dibutuhkan oleh peneliti.