Anda di halaman 1dari 17

TUGAS KELOMPOK BAHASA INDONESIA

( PARAGRAF DAN PENGEMBANGANNYA)

DOSEN PEMBIMBING
Ibu Tria Putri Mustika, S.Pd., M.Pd.

DIBUAT OLEH KELOMPOK 6 :


Miftahul Jannah 2101111389
Irma Syofia 2101111718
Nur Oktaviani 2101111737
Sofi Sofia 2101112334

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabaarakatuh

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya, makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang berjudul “Paragraf dan
Pengembangannya”.

Dalam kesempatan ini, perkenankan penulis menyampaikan ucapan terima kasih,kepada


seluruh pihak yang telah berjasa dalam penulisan makalah ini, terutama kepada Ibu Tria Putri
Mustika, S.Pd., M.Pd. selaku dosen mata kuliah bahasa Indonesia yang telah memberikan
bimbingan kepada penulis, dan selanjutnya kepada seluruh rekan – rekan yang tidak bisa penulis
sebutkan satu persatu.

Akhir kata penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari
segi isi maupun teknik penulisan, oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis mengharapkan para
pembaca dapat memberikan sumbangan saran atau kritik yang membangun demi kesempurnaan
penulisan makalah ini. Semoga usaha penulisan makalah yang singkat ini diridhai oleh Allah SWT,
dan dapat menjadi berupa sumbangan khususnya bagi dunia pendidikan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pekanbaru, 11 Oktober 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i

DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1

 1.1. Latar Belakang ................................................................................................. 1


 1.2. Rumusan Masalah............................................................................................ 1
 1.3. Tujuan ............................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................... 2

 2.1. Pengertian Paragraf.......................................................................................... 2


 2.2. Unsur – unsur Paragraf ................................................................................... 3
 2.3. Syarat Paragraf ................................................................................................ 4
 2.4. Jenis – jenis Paragraf ...................................................................................... 5
 2.5. Fungsi Paragraf ............................................................................................... 12

BAB III PENUTUP ................................................................................................................ 13

 A. Kesimpulan …… ............................................................................................... 13
 B. Saran ................................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 14

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam membuat sebuah cerita atau karangan tentunya selalu dijumpai susunan dari banyak
kata yang membentuk kalimat. Kalimat-kalimat tersebut harus dihubungkan lagi sehingga
terbentuk sebuah paragraf. Menyusun paragraf berarti menyampaikan suatu gagasan atau
pendapat tertentu yang harus disertai alasan ataupun bukti tertentu.
Menyusun suatu paragraf yang baik harus memperhatikan beberapa aspek. Aspek-aspek
tersebut antara lain adalah ide pokok yang akan dikemukakan harus jelas, semua kalimat yang
mendukung paragraf itu secara bersama-sama mendukung satu ide, terdapat kekompakan
hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea, dan kalimat harus
tersusun secara efektif (kalimat disusun dengan menggunakan kalimat efektif sesuai ide bisa
disampaikan dengan tepat).
Maka dari itu semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu dan menambah
pemahaman kita tentang paragraf dan wacana serta mampu menggunakan paragraf dengan
baik.

1.2 Rumusan Masalah

Penulis sudah menyusun sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini.
Ada pula sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam karya tulis ini antara lain:

1. Apa pengertian paragraf?


2. Apa unsur-unsur paragraf?
3. Apa saja syarat paragraf?
4. Apa saja jenis-jenis paragraf?
5. Apa fungsi dari paragraf?

1.3 Tujuan Masalah

Bersumber pada rumusan permasalahan yang disusun oleh penulis di atas, hingga tujuan
dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa itu paragraf
2. Untuk mengetahui unsur – unsur yang terdapat pada paragraf
3. Untuk mengetahui syarat dalam paragraf
4. Untuk mengetahui jenis – jenis paragraf dan fungsi paragraf

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Paragraf

Menurut KBBI, paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan, yang biasanya
mengandung suatu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru.
Paragraf atau yang biasa juga disebut alenia adalah seperangkat kalimat yang tersusun
secara logis, sistematis dan mengandung satu kesatuan ide pokok yang terdiri atas satu kalimat
utama dan beberapa kalimat penjelas. Disamping itu, secara teknis paragraf merupakan satuan
terkecil dari sebuah karangan.

Pengertian Paragraf Menurut Para Ahli


Untuk lebih memahami arti paragraf, kita bisa merujuk pada pendapat para ahli berikut:

1. Pengertian Paragraf Menurut Akhaidah dkk

Menurut Akhaidah dkk (1999:144), pengertian paragraf adalah inti penuangan buah
pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat
pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup.
Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu
gagasan.

2. Pengertian Paragraf Menurut Arifin dan S. Amran Tasai

Menurut Arifin dan S. Amran Tasai (2006:125), pengertian paragraf adalah seperangkat
kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat dalam paragraf
memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan
atau topik tersebut.

3. Pengertian Paragraf Menurut Ramlan

Menurut Ramlan (2010: 23), pengertian paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang
terdiri atas sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan ide pokok
sebagai pengendalinya.

2
4. Pengertian Paragraf Menurut Gorys Keraf

Menurut Gorys Keraf (1979:62), alinea atau paragraf adalah suatu kesatuan pikiran, suatu
kesatuan yang lebih tinggi atau luas dari kalimat dan merupakan himpunan dari kalimat
yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.

5. Pengertian Paragraf Menurut Lamuddin Finoza

Menurut Lamuddin Finoza (2004:149), pengertian paragraf atau alinea adalah satuan
bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.

2.2 Unsur – Unsur Paragraf

Unsur paragraf merupakan unsur-unsur pembangun di dalam paragraf. Unsur


pembangun paragraf berfungsi membentuk kalimat agar menjadi paragraf yang baik.
Berikut unsur-unsur paragraf yang perlu diketahui:

1) Topik atau gagasan utama


unsur ini adalah fokus atau jantung dari sebuah paragraf. Topik atau gagasan
utama merupakan ide utama yang ingin disampaikan penulis kepada
pembaca. Intinya, gagasan utama laiknya jiwa” yang menghidupkan sebuah
paragraf agar menarik di mata pembaca.

2) Kalimat utama
Kalimat ini adalah kalimat yang mengandung suatu gagasan utama yang diletakan
secara tersirat. kalimat utama adalah sebuah kalimat yang sifatnya umum. Hal ini
dikarenakan supaya dapat dikembangkan kembali dengan kalimat – kalimat
penjelas.

3) Kalimat pendukung
Kalimat pendukung yaitu suatu kalimat yang mengandung gagasan – gagasan
penjelas. Kalimat ini mempunyai fungsi untuk menguatkan atau mendukung
gagasan utama yang ada pada kalimat utama dengan cara memberikan data berupa
fakta, contoh, opini, dan lain – lain.

4) Transisi atau Konjungsi


Supaya menjadi sebuah paragraf yang padu, kalimat – kalimat di dalam paragraf
disusun dengan menggunakan transisi atau konjungsi. Ada dua macam konjungsi
yang biasa dipakai, yakni konjungsi antar kalimat dan konjungsi intra kalimat.

5) Penegas
Unsur yang terakhir yaitu penegas. Unsur ini tidak terlalu penting di dalam sebuah
pargraf karena tidak semua paragraf mempunyai penegas. Fungsi dari penegas ini

3
yaitu untuk menambah daya tarik sebuah paragraf , menghindari kebosanan saat
membacanya, dan sebagai penegas atau pengulang gagasan utama.

2.3. Syarat Paragraf

Paragraf yang baik merupakan paragraf yang dapat menyampaikan pikiran dengan baik
kepada pembaca. Adapun syarat dari paragraf yakni harus mempunyai syarat-syarat sebagai
berikut :

1. Kesatuan

Dalam membuat sebuah paragraf, tentunya harus ada kesatuan. Kesatuan yang
dimaksud di sini adalah, dalam sebuah paragraf hanya boleh mempunyai satu ide
pokok atau gagasan. Jika di dalam sebuah kalimat memiliki gagasan yang lebih dari
satu, tentu saja akan membuat si pembaca kebingungan dan menimbulkan
ketidakjelasan di dalam paragraf itu sendiri.

Tidak hanya itu, hubungan dari kalimat satu ke kalimat yang lainnya pula tidak
akan saling berkesinambungan.

Fungsi mengapa di dalam sebuah paragraf hanya diperbolehkan memiliki satu ide
pokok atau gagasan, supaya kalimat-kalimat yang lainnya dapat tersusun rapi
menjelaskan kalimat utama yang mengandung ide pokok atau gagasan tersebut.

2. Kelengkapan

Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya sudah mengandung unsur-


unsur sebagai berikut:

 Gagasan utama
Pengertian gagasan utama adalah sebuah ide pokok atau tema yang ada di
dalam paragraf itu sendiri sebagai dasar dari berkembangnya sebuah
paragraf.

 Kalimat utama
Sesudah kita menentukan ide atau tema apa yang ingin kita kembangkan
menjadi sebuah paragraf, tentu saja kita mengembangkan ide atau tema
tersebut di dalam kalimat utama. Biasanya kita bisa meletakkan kalimat
utama itu di awal atau akhir paragraf.
Kalimat pertama dan kalimat utama itu berbeda. Kalimat pertama belum
tentu bisa menjadi kalimat utama, begitu pula sebaliknya.

4
 Kalimat penjelas
Sebagaimana yang kita ketahui dari kata ‘kalimat penjelas’. Tentu saja di
sini fungsi dari kalimat itu sendiri ialah menjelaskan ide atau tema yang
sudah kita dapatkan.

3. Kepaduan (koherensi)

Kepaduan terwujud dari hubungan kompak antar kalimat pembentuk paragraf.


Kepaduan yang baik terjadi jika hubungan timbal balik antar kalimat wajar dan
mudah dipahami. Ada beberapa cara supaya paragraf mempunyai kepaduan yang
kompak, yakni dengan memakai kata ganti, kata penghubung, serta perincian dan
urutan pikiran.

2.4. Jenis – jenis Paragraf

Jenis Paragraf Berdasarkan Isi

a) Paragraf Deskripsi
Paragraf yang melukiskan atau menggambar-kan sesuatu dengan tujuan
agar pembaca seakan-akan bisa melihat, mendengar, atau merasakan sendiri semua
yang ditulis oleh penulis.

Contoh kalimat: Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai
Parangtritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti
menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih
lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang
menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan kiri, aku bisa
memandang air laut sejauh mata memandang, pantai dengan bukit berbatu, pesisir
serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai kurasakan dingin membasuh
kakiku karena ombak menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku
terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai di penuhi oleh
pengungjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai,
bermain bola, brmain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang
paling membuatku tertarik kulihat ada beberapa turis mancanegara yang menikmati
keindahan pantai ini dengan naik delman.

b) Paragraf Eksposisi
Paragraf yang bertujuan untuk menjelaskan dan menerangkan sesuatu
permasalahan kepada pembaca agar pembaca mendapat gambaran yang sejelas-
jelasnya tentang sesuatu permasalahan yang dimaksud pengarang.

Contoh kalimat: Parang Tritis adalan nama desa diKretek, Bantul, Daerah
Istimewa Yogyakarta. Didesa ini terdapat pantai samudra hindia yang terletak
kurang lebih 25KM sebelah selatan kota Yogyakarta. Parang tritis merupakan objek

5
wisata yang cukup trkenal diYogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas,
Baron, Ukup, Kerakal, dan Glagah. Parang tritis mempunyai keunikan
pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak
yang besar juga ada gunung-gunung pasir yang tinggi disekitar pantai, gunung
tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda
Bantul dengan cukup baik muali dari fasilitas penginapan maupun pasar yang
menjajahkan suvenir khas Parang Tritis. Selain itu ada pemandian yang disebut
Parang wedang konon air dipemandian dapat menyembuhkan berbagai macam
penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandug
belerang yang berasal dari pegunungan dilokasi tersebut. Air panas dari parang
wedang dialirkan dipantai parang tritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga
mengairi kolam kecil bermain anak-anak. diParang Tritis juga ada ATV, kereta
kuda, dan kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pant dari timur kebarat selain
itu juga Parang Tritis sebagai tempat untuk olahraga udara atau Aeromodeling.

c) Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi merupakan suatu paragraf yang mengutarakan suatu
pendapat atau ide yang mempunyai alasan yang mendukung. Ciri-cirinya
yakni Kalimat utama berupa suatu pendapat atau gagasan yang disampaikan oleh
penulis. Pendapat yang disampaikan biasanya berupa suatu hal yang menarik
pembacanya dan menciptakan kontroversi di dalam masyarakat.
Disertai dengan kalimat-kalimat penjelas berupa alasan yang kuat dan didukung
oleh fakta, contoh, data statistic, grafik untuk lebih meyakinkan pembacanya. Dan
diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang logis dan berlandaskan gagasan utama
yang disampaikan di awal kalimat.
Contoh kalimat: Semakin hari kini semakin mahal harga kebutuhan pokok.
Tentunya menjadi salah satu hal yang menyulitkan bagi kita semua. Belum lagi
masalah BBM yang akan naik dalam waktu dekat ini. Tidak hanya itu saja, biaya
pendidikan yang tidak sedikit juga menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Pada
tahun 2010 saja angka kemiskinan dinegara ini telah melonjak hingga 10% dari
tahun sebelumnya. Alasan-alasan tersebutlah yang menjadikan hidup kita tertutama
rakyat miskin semakin terpuruk pastinya anda semua setuju dengan hal tersebut.
d) Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi yaitu suatu paragraf yang berisi ajakan yang mempunyai
tujuan supaya pembaca melakukan tindakan. Paragraf persuasi mempunyai alasan-
alasan yang kuat disertai dengan data dan fakta. Paragraf ini berusaha meyakinkan
pembacanya untuk melakukan atau mempercayai yang ditulis oleh penulis.
Paragraf persuasi banyak memakai kata-kata ajakan seperti ayo, mari dan
sebagainya. Biasanya mengutamakan kesepakatan pendapat dan menghindari
konflik supaya kepercayaan pembacanya tidak hilang.

6
Contoh kalimat: Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang
membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang
disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa
tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan
meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para
praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah
wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan
kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga
mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali
dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai
Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga
banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan
sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati
tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-
hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah
daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab
bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan
kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.
e) Paragraf Narasi
Paragraf narasi merupakan suatu paragraf yang menceritakan suatu
kejadian atau peristiwa yang di dalamnya terdapat subjek pelaku waktu kejadian
serta alur cerita. Ciri-ciri dari paragraf ini yakni, dirangkai dalam urutan waktu baik
berupa alur maju atau alur mundur. Berisi tentang peristiwa yang meceritakan suatu
perbuatan atau tindakan. Mempunyai unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, konflik
dan sudut pandang pengarang. Pada paragraf ini, ciri yang paling muda ditandai
yakni terdapat cukup banyak kalimat langsung. Serta penulisannya mempunyai
gaya yang kreatif dan berestetika sehingga bisa membuat bacaannya semakin
menarik.
Contoh kalimat: Pada tanggal 26 desember 2004 gempa bumi berkekuatan 9,3 SR
mengguncang Samudra Hindia dengan kedalaman hanya sekitar 10 kilometer saja.
Gempa berasal dari pergerakan lempeng samudera dan berlangsung selama 10
menit tanpa henti. Gempa tersebut menghasilkan pergerakan kolom air yang sangat
bersar menghasilkan gelombang laut dahsyat setinggi 100 kaki yang disebut dengan
Tsunami. Gelombang tsunami tersebut menghantam daerah terdekatnya yaitu Kota
Banda Aceh dengan kecepatan 360 kilometer perjam. Gelombang dahsyat tersebut
menelan 320.000 korban jiwa dengan lebih banyak lagi korban luka-luka. Tsunami
tersebut menghantam kota, menghancurkan segala macam infrastruktur dengan
kerugian ditasir puluhan triliun rupiah. Dahsyatnya gelombang tersebut membuat
tsunami Aceh tercatat sebagai bencana tsunami paling mematikan sepanjang
sejarah manusia.

7
Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat dan Tujuannya
a. Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka merupakan paragraf yang dimaksudkan untuk mengawali
suatu karangan dengan tujuan sebagai pembuka pokok pikiran dalam karangan
tersebut. Paragraf pembuka harus bersifat menarik, serta sanggup menyiapkan
pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan. Paragraf yang pendek jauh lebih
baik, karena paragraf-paragraf yang panjang hanya akan menimbulkan kebosanan
pembaca.

b. Paragraf Penghubung atau Paragraf Isi


Yang dimaksud dengan paragraf penghubung adalah semua paragraf yang
terdapat di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup. Inti persoalan yang akan
dikemukakan penulisan terdapat dalam paragraf-paragraf ini. Sebab itu dalam
membentuk paragraf-paragraf penghubung, harus diperhatikan agar hubungan
antara satu paragraf dengan paragraf yang lain itu bersifat logis dan sistematis.

c. Paragraf Penutup
Paragraf penutup adalah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri
karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain paragraf ini mengandung
kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam paragraf-paragraf
penghubung. Apapun yang menjadi topik atau tema dari sebuah karangan haruslah
tetap diperhatikan agar paragraf penutup tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak
berarti terlalu pendek. Hal yang paling esensial adalah bahwa paragraf itu harus
merupakan suatu kesimpulan yang bulat atau betul-betul mengakhiri uraian itu serta
dapat menimbulkan banyak kesan kepada pembacanya.

Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama


 Paragraf Deduktif (U-K-K)
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terdapat di awal
paragraf. Paragraf dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat
utama. Kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi
menjelaskan kalimat utama. Paragraf ini biasanya dikembangkan dengan metode
berpikir deduktif, dari yang umum ke yang khusus.

Contoh kalimat: Pada masa sekarang ini banyak rumah sakit dibangun, baik itu
rumah sakit negeri maupun swasta. Semarak berdirinya rumah sakit tersebut
diperkirakan karena adanya izin pendirian rumah sakit yang relatif mudah. Rumah
sakit negeri di daerah tertinggal mempunyai jumlah yang jauh lebih banyak
dibandingkan swasta. Hal tersebut dapat dinalar karena ada beberapa faktor yang
mempengaruhi, misalnya faktor finansial, sosial, asal-muasal adanya dokter, dan
masih banyak lagi.

8
 Paragraf Induktif (K-K-U)
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terdapat di akhir
paragraf. Paragraf ini dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan atau
rincian-rincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Paragraf ini
dikembangkan dengan metode berpikir induktif, dari hal-hal yang khusus ke hal
yang umum.

Contoh kalimat: Di sebagian besar daerah pedesaan secara menyebar didirikan


tempat pendidikan yang berupa sekolah dasar. Meningkat, di kota kecamatan,
pemerintah mengusahakan berdirinya sekolah menengah tingkat pertama atau
bahkan sebagian berdiri pula sekolah menengah atas. Pada tingkat kabupaten,
terutama kabupaten yang sudah maju, bermunculan perguruan tinggi, baik swasta
maupun negeri. Selain tempat pendidikan formal yang sudah disebutkan itu,
menjamur pula tempat pendidikan nonformal, misalnya: tempat pelatihan
komputer, kursus menyablon, kursus memasak, potong rambut, bengkel mobil,
pertanian, dan kerajinan. Jadi, anak sekarang seharusnya tidak mengalami kesulitan
lagi memilih tempat pendidikan di negeri ini. Anak tinggal menentukan tempat
berpendidikan dengan menyesuaikan kesenangan dan kemampuannya.

 Paragraf Gabungan atau Campuran


Pada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir
paragraf. Dalam hal ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat
pertama. Pengulangan ini dimaksudkan untuk lebih mempertegas ide pokok karena
penulis merasa perlu untuk itu. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap
memiliki satu pikiran utama, bukan dua.

Contoh kalimat: Buku merupakan sarana utama dalam mencari ilmu. Dengan
buku orang bisa mengetahui ilmu dari berbagai belahan dunia. Dari buku pula kita
bisa mendapat hiburan dan menambah pengalaman. Jelaslah bahwa buku sangat
berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Pengembangan Paragraf
Menulis paragraf berarti mengembangkan paragraf, sebuah paragraf merupakan
hasil pengembangan sebuah pernyataan menjadi sekelompok pernyataan yang berkaitan.
Pernyataan yang dikembangkan itu merupakan ide atau gagasan, sedangkan pernyataan-
pernyataan lain merupakan pernyataan pengembang atau pernyataan penjelas.
Sebab-akibat
Paragraf sebab akibat yaitu paragraf yang pengembangannya
memanfaatkan makna hubungan sebab akibat antar kalimat. Ciri khas paragraf jenis
ini ialah terbinanya hubungan sebab akibat antara kalimat yang satu dengan kalimat

9
yang lain. Jadi hubungan sebab akibat ini merupakan satu rangkaian yang
berkesinambungan.
Contoh kalimat: Ani dan Ina adalah 2 orang yang bersahabat sejak mereka masih
kecil. Suatu hari muncul masalah antara mereka berdua. Ani melaporkan Ina yang
ketahuan sedang mencontek di kelas. Akibatnya Ina dipanggil ke ruang kepala
sekolah dan diberi nasihat di sana. Karena tidak terima dengan perlakuan Ani yang
sudah dianggap sebagai sahabat sejati Ina menjadi benci terhadap Ani dan mereka
menjadi sering beradu mulut. Akibat beradu mulut terus menerus suatu saat mereka
berkelahi dan saling melukai. Mereka seperti sudah lupa akan persahabatan mereka
dulu.
Contoh atau ilustrasi
Sesuai dengan sebutannya, paragraf contoh atau paragraf ilustrasi, paragraf
jenis ini dikembangkan dengan menggunakan contoh atau ilustrasi. Contoh atau
ilustrasi inilah yang memberikan penjelasan akan kebenaran ide atau gagasan
paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya.
Perbandingan dan Pertentangan
Paragraf perbandingan ialah paragraf yang isinya merupakan perbandingan
tentang dua hal yang baik yang menyangkut kesamaan maupun perbedaannya. Jika
lebih banyak menguraikan persamaannya, maka paragraph tersebut dalam
pengembangannya menggunakan metode perbandingan. Sebaliknya, jika lebih
banyak menguraikan perbedaannya, maka pengembangan paragraph tersebut
menggunakan metode pertentangan.
Contoh kalimat: Melakukan investasi di pasar modal bisa diibaratkan seperti
nelayan yang memancing di laut. Keduanya sama-sama beresiko. Bila berinvestasi
di pasar modal dengan hanya menggunakan sedikit modal, maka gain atau
keuntungan yang diperoleh juga akan sedikit. Begitu juga dengan nelayan, bila
hanya memiliki modal sedikit, dalam artian hanya mempunyai perahu kecil dan
peralatan seadanya, maka hasil tangkapan yang didapat juga tidak akan sebanyak
hasil tangkapan kapal besar. Ini disebabkan karena dengan adanya keterbatasan
perlengkapan, nelayan tidak bisa melaut jauh dari bibir pantai. Hal inipun berlaku
di dunia investasi pasar modal. Investor besar akan mendapatkan keuntungan yang
besar karena modal yang ditanamkan juga besar. Bagaimana dengan tingkat resiko?
Di dunia pasar modal terdapat istilah high risk high gain, dimana semakin tinggi
resiko maka keuntungan yang akan didapat juga akan semakin besar. Jika di dunia
nelayan, semakin besar dan komplit peralatan yang dimiliki, akan semakin besar
juga resikonya. Seperti resiko ditangkap bajak laut, resiko tenggelam karena badai.
dll. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menanamkan investasi di pasar
modal, perlu diketahui dan disadari bahwa semua investasi pasti memiliki resiko.

10
Definisi
Sesuai dengan sebutannya, paragraf definisi merupakan paragraf yang
mengembangkan definisi atau pembatasan sebuah istilah. Dalam sebuah paragraf
definisi, sebuah istilah mungkin didefinisikan , mungkin pula dibacakan
pengertiannya.
Contoh kalimat: Kata Enzim berasal dari bahasa Yunani enzymas yang berarti
menyebabkan perubahan. Enzim inilah yang merupakan unsur pembuat apel,
pisang, atau buah lainnya menjadi matang dan sampai akhirnya membusuk. Enzim
terdapat pada semua organisme hidup, termasuk juga berada pada tubuh kita. Setiap
reaksi kimia dan biologi yang terjadi dalam tubuh kita selalu membutuhkan enzim
sebagai katalisator, yaitu zat yang memungkinkan terjadinya reaksi tetapi tidak ikut
bereaksi. Enzim terdiri dari 3 golongan, yaitu enzim metabolik, enzim pencernaan,
dan enzim pangan.
Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan
objek lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan.
Contoh kalimat: Analogi (berdasarkan kesamaan/kemiripan) Sebuah pisau yang
tajam dapat bermanfaat bagi manusia, dapat pula merugikan. Semua itu tergantung
bagaimana menggunakanya. Begitu pula, perkembangan teknologi bisa bermanfaat
bagi penggunanya, bisa juga merugikan. Jika digunakan dengan benar,
perkembangan teknologi akan bermanfaat bagi manusia. Sebaliknya, apabila
disalahgunakan, perkembangn teknologi justru akan merugikan. Dapat dikatakan
bahwa bermanfaattidaknya perkembangan teknologi sama dengan sebuah pisau
yang tajam.
Analogi (berdasarkan kebiasaan) Pada hari Minggu minggu pertama dan terakhir
bulan Desember kemarin saya dan kakak berjalan-jalan di kota Bogor mengendarai
mobil baru kakak. Ketika kami melintasi penjual tanaman, kakak langsung
membeli tanaman bonsai. Pada minggu pertama bulan Januari ini kami berjalan-
jalan lagi ke Bogor dan ketika melewati penjual tanaman kakak juga membeli
tanaman bonsai. Minggu depan kami berencana akan jalan-jalan lagi ke Bogor.
Saya dapat memastikan bahwa kakak akan membeli tanaman bonsai lagi ketika
menemui penjual tanaman.
Alamiah
Dalam teknik pengembangan alamiah, penulis menggunakan pola yang
terdapat pada objek atau kejadian yang di bicarakan. Susunan ini mengenal 2
macam, yakni Urutan Ruang (spasial) dan Urutan Waktu (Kronologis).
Contoh kalimat: penulis menggambarkan urutan terjadinya peristiwa dari bencana
airbah. Dalam pengembangan dengan teknik kronologis, seorang penulis

11
mengemukakan peristiwa itu detik demi edtik, atau menit demi menit, dan
seterusnya.
Penguraian (klasifikasi)
Paragraf jenis ini dikembangkan dengan cara menguraikan atau memilah-
milah (mengklasifikasi) sesuatu. Dengan pernyataan lain, paragraf penguraian atau
pemilahan ialah paragraf yang berisi penjelasan secara terurai atau pemilahan
sesuatu secara rinci.
Contoh kalimat: (a) dalam karangan-mengarang atau tulis-menulis dituntut
beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan
kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. (b) yang termasuk
kemampuan pengembangan ialah kemapuan menata peragraf, kemampuan
membedakan pokok bahasan, subpokok bahasan, dan kemapuan menguraikan
pokok bahsan kedalam urutan yang sistematik.

2.5. Fungsi Paragraf

Paragraf memiliki banyak fungsi, diantara sekian banyak fungsi paragraf diantaranya;

 Paragraf dalam suatu kalimat dapat menjadi pengantar ide, isi kalimat, dan kalimat
penutup dari tulisan penulis.
 Menuangkan perasaan dan pemikiran penulis ke dalam sebuah karya atau kalimat
dalam bentuk tulisan yang dilakukan secara logis dan dapat diterima oleh pembaca.
 Paragraf dapat membantu pembaca memahami segala sesuatu tentang konten dan
topik artikel.
 Memudahkan penulis dalam mengumpulkan ide untuk penulisan yang akan
dikerjakan.
 Dapat membantu mengembangkan ide atau gagasan dari segala sesuatu yang
berhubungan dengan topik untuk dituangkan ke dalam karya tulis.

12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Paragraf adalah sebuah kumpulan dari kalimat-kalimat yang berisi tentang satu ide
pokok atau gagasan utama, yang didalamnya terdapat gagasan pokok dimana metode
penulisannya menggunakan baris baru atau sedikit lekukan. Sebuah paragraf yang baik akan
memberikan bantuan pembaca serta penulis dalam membuat artikel yang baik serta
memperbaikinya. Paragraf memiliki unsur unsur, syarat dan jenis jenisnya. Menulis paragraf
berarti mengembangkan paragraf, sebuah paragraf merupakan hasil pengembangan sebuah
pernyataan menjadi sekelompok pernyataan yang berkaitan. Pernyataan yang dikembangkan
itu merupakan ide atau gagasan, sedangkan pernyataanpernyataan lain merupakan pernyataan
pengembang atau pernyataan penjelas.

B. Saran

Dalam kesempatan ini saya meminta saran beserta keritiknya mengenai makalah ini karna
saya tau masih banyak kekurangan makalah ini mohon saran dan kritiknya agar saya bisa
membuat makalah yang lebih baik dari ini.

13
DARTAR PUSTAKA

Apa itu paragraf. (2020, September). Retrieved from adalah.id: https://adalah.id/2020/09/apa-itu-


paragraf.html

Paragraf. (n.d.). Retrieved from www.gurupendidikan.co.id:


https://www.gurupendidikan.co.id/paragraf/

paragraf dan pengembangannya. (2012, agustus). Retrieved from makulbi.blogspot.com:


http://makulbi.blogspot.com/2012/08/paragraf-dan-pengembangannya.html

Penjelasan lengkap tentang paragraf. (n.d.). Retrieved from www.qubisa.com:


https://www.qubisa.com/article/pengertian-paragraf

(n.d.). Retrieved from haloedukasi.com: https://haloedukasi.com/syarat-syarat-paragraf

14