Anda di halaman 1dari 37

PROPOSAL PENGEMBANGAN

TEACHING FACTORY
BBPPMPV BISNIS & PARIWISATA
KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BOGA

SMK NEGERI 1
INDRAMAYU
Jl. Gatot Subroto No. 47 Telp. (0234) 271180
Fax. (0234) 271180 website : www.smkn1indramayu.sch.id
E-mail : smkn_1_indramayu@yahoo.com.sg
Indramayu - 45321

2021
LEMBAR PERSETUJUAN

Proposal Teaching Factory SMK Negeri 1 Indramayu Kompetensi Keahlian Tata Boga telah
disetujui dan disahkan

Indramayu, 06 Agustus 2021


Kepala Sekolah,

H. Yayat Hidayat, S.Pd, M.M.Pd


NIP. 19690118 199403 1 003

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas limpahan taufik hidayah, rahmat serta
karuniaNya. Kami team pengembang program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu telah
menyusun proposal Program Pelaksanaan Teaching Factory.
Proposal Program Pelaksanaan Teaching Factory. di SMK Negeri 1 Indramayu
merupakan perwujudan harapan kami agar program itu bisa dilaksanakan di sekolah kami,
sehingga harapan kami kepada pihak yang berkompeten dan berwewenang dengan program
tersebut mohon perkenannya dapat menyetujui dan mengabulkan proposal ini.
Patut kiranya Team Pengembang Program Pelaksanaan Teaching Factory di SMK Negeri 1
Indramayu menyampaikan banyak terimakasih atas segala perhatian, bantuan, dan
persetujuannya terhadap SMK Negeri 1 Indramayu untuk dapat melaksanakan program teaching
factory, Ungkapan terimakasih ditujukan kepada yang terhormat:
1. Kepala BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata Depok, Jawa Barat
2. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
3. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat
4. Semua pihak yang telah mendukung kami
Proposal program pelaksanaan teaching factory yang kami susun merupakan informasi
awal, gambaran pelaksanaan program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu, sehingga
dengan harapan dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk mendapat persetujuan dari pihak
yang terkait. Atas perkenannya semoga Allah SWT dapat memberikan kebaikan kepada kita.
Amin.

Indramayu, 06 Agustus 2021

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................................................... 1
B. Maksud dan Tujuan ................................................................................................. 3
C. Rencana Pelaksanaan............................................................................................. 3
D. Tim Pengembang Teaching Factory ....................................................................... 4
BAB II PELAKSANAAN PROGRAM
A. Mekanisme Pelaksanaan......................................................................................... 5
B. Jadwal Pelaksanaan ................................................................................................ 11
BAB III EVALUASI PELAKSANAAN
A. Indikator Keberhasilan ............................................................................................. 12
BAB III PENUTUP...................................................................................................................... 13
LAMPIRAN
A. PROFIL SEKOLAH
B. ANALISIS SWOT
C. KEGIATAN PRAKTIK TATA BOGA
D. PRODUK UNIT PRODUKSI TATA BOGA
E. PRESTASI YANG PERNAH DICAPAI KK. TATA BOGA
F. MOU TATA BOGA DENGAN INDUSTRI
G. RINCIAN ANGGARAN BIAYA
H. SURAT PERNYATAAN

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
SMK merupakan satuan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah
yang bertujuan mempersiapkan peserta didiknya untuk dapat bekerja, baik secara mandiri
atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai
dengan kompetensi yang dimilikinya (UU No. 20/2003). Sebagai konsekuensi dari tujuan
SMK tersebut, maka SMK dituntut mampu membekali lulusannya dengan seperangkat
kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja/industri.
Tantangan masa depan bangsa menghadapi era globalisasi dalam bidang sumber
daya manusia menuntut pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia
dengan 3 (tiga) sasaran pokok yaitu, (1) peningkatan mutu proses dan hasil pendidikan, (2)
peningkatan kemampuan entrepreneurship lulusan, (3) peningkatan kerjasama dengan
pengguna lulusan (industri, perusahan, pemerintah daerah, dan lain-lain) (DPSMK-DJMPM
Diknas, 2009).
Keterampilan yang dimiliki merupakan hasil dari pembelajaran di sekolah maupun
di industri. Dunia industri berperan penting dalam proses pembelajaran di SMK, yaitu
dengan bekerjasama dalam pelaksanaan praktik industri. Praktik industri bagi siswa SMK
merupakan ajang menerapkan ilmu yang pernah diperoleh di bangku sekolah. Siswa juga
akan mendapatkan ilmu baru di industri, karena mereka belajar pada kondisi nyata dengan
suasana kerja yang sebenarnya. Selesai melaksanakan praktik industri siswa akan
disibukkan berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan untuk kelulusannya. Siswa sekolah
menengah kejuruan dinyatakan lulus jika mereka berhasil menyelesaikan Ujian Sekolah,
Ujian Nasional dan Uji Kompetensi siswa.
Berkaitan dengan penyiapan tenaga kerja, secara eksplisit disebutkan dalam
Peraturan Pemerintah Nomor: 29 tahun 1990 pasal 29 ayat 2, bahwa: “Untuk
mempersiapkan siswa SMK menjadi tenaga kerja, pada SMK dapatdidirikan unit produksi
yang beroperasional secara profesional”. Unit produksi merupakan suatu sarana
pembelajaran berwirausaha bagi siswa dan guru serta memberi dukungan operasional
sekolah. Selain itu unit produksi sekolah dapat berperan dalam pembekalan keterampilan
produksi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja pada pasar industri (Handayani,
2009: 226)
Model pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis
produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan
dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factory
menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas

1
hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan
pemerintah,pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan,
implementasi maupun evaluasinya. Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah,
pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan,
implementasi maupun evaluasinya.
Pelaksanaan Model pembelajaran Teaching Factory sesuai Panduan TEFA
Direktorat PMK terbagi atas 4 model, dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK
yang telah melaksanakan TEFA. Adapun model tersebutadalah sebagai berikut:
1. Model pertama, Dual Sistem dalam bentuk praktik kerja lapangan adalah pola
pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai experience based
training atau enterprise based training.
2. Model kedua, Competency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis
kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada
pengembangan dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta didik
sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada model ini, penilaian peserta didik
dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta didik telah mencapai
keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang
ditempuh.
3. Model ketiga,Production Based Education and Training (PBET) merupakan
pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki oleh
peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan
pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan
masyarakat).
4. Model keempat, Teaching Factory adalah konsep pembelajaran berbasis industri
(produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan
yang kompeten dengan kebutuhan pasar.
Pengelolaan TEFA yang professional dapat dilakukan melalui menerapkan prinsip-
prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan prinsip; (1) kemandirian, (2)
akuntabilitas, (3) transparan,(4) kemitraan, (5) partisipasi, (6) efektif dan (7) efesien.
Prinsip-prinsip tersebut merupakan dasar yang digunakan untuk membentuk manajemen
TEFA yang efektif. Prinsip kemandirian, memberikan ruang gerak bagi sekolah untuk
mengelola sumber daya yang dimilikinya untuk suatu tujuan pencapaian mutu layanan
pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Walaupun demikian, dalam pengelolaan
pendidikan di sekolah hendaknya dilakukan secara transparan, secara efektif dan efesien,
melibatkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat, serta menjalin kemitraan dengan
masyarakat sehingga pengelolaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan kepada
stakeholder pendidikan (Depdiknas, 2007).

2
B. Maksud dan Tujuan
Implementasi program TEFA dilaksanakan mengikut sertakan siswa dalam
mengelola unit produksi bidang boga yaitu catering, siswa secara aktif berperan dalam
unit produksi seperti layaknya seorang pegawai. Adapun tujuan program TEFA di SMK
Negeri 1 Indramayu adalah sebagai berikut :

1. Mempersiapkan lulusan SMK untuk siap kerja dan pelaku wirausaha;


2. Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya;
3. Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing;
4. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja;
5. Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK;
6. Membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta
membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual;
7. Memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya
sehingga dapat membuat keputusan tentang karir yang akan dipilih.

C. Rencana Pelaksanaan
Pelaksanaan program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu,
mengaplikasikan kegiatan pembelajaran dan kegiatan produksi secara seimbang
sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan dan skill yang memadai untuk menghadapi
dunia kerja yang semakin ketat persaingannya. Bidang-bidang kegiatan teaching factory
di SMK Negeri 1 Indramayu adalah sebagai berikut:
1. Bidang Produk Boga
Bidang produk boga yang akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Indramayu adalah
memproduksi kue indonesia, cake, pastry, bakery, makanan inddonesia, makanan
kontinental, minuman panas, minuman dingin.
2. Bidang Bisnis Jasa Boga
Bidang bisnis jasa boga yang dilaksanakan di SMK SMK Negeri 1 Indramayu yang
berkaitan dengan Kompetensi keahlian Tata Boga seperti Jasa Catering yang
melayani makanan dalam kemasan (snack box, lunch box) atau catering untuk
keperluan acara-acara tertentu (meeting, wedding party, dll).
3. Bidang Jasa Boga
Bidang jasa yang dikembangkan di SMK SMK Negeri 1 Indramayu adalah layanan
konsultasi penyusunan menun diet dan menu pesta, penyelenggaraan pesta,
pelayanan makan dan minum serta penyelenggaraan table manner.

3
D. Tim Pengembang Teaching Factory
Susunan tim pengembang program teaching factory SMK Negeri 1 Indramayu
adalah sebagai berikut:
1. Pelindung/penasihat : H. Yayat Hidayat, S.Pd.M M.Pd.
(Kepala Sekolah)
2. Penaggung jawab : Anik Andiyani, S.Pd, M.Si
(Waka Bidang Humas dan Hubdin)
3. Ketua : Ella Qodryani, S.Pd
(Ka. Kompetensi Keahlian Tata Boga)
4. Sekretaris : Luwih, S. Pd
(Sk. Kompetensi Keahlian Tata Boga)
5. Bendahara : Ini Warsinih, S.Pd
(Guru Produktif Tata Boga)
6. Bidang Unit Produksi : Yayah Sa”diyah, S.Si
(Guru Produktif Tata Boga )

4
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Mekanisme Pelaksanaan
1. Manajemen
Sebagai tahap awal untuk pelaksanaan program teaching factory di SMK Negeri
1 Indramayu membentuk team pengembang program teaching factory dengan
susunan sebagai berikut:
1. Pelindung/penasihat : H. Yayat Hidayat, S.Pd.M M.Pd.
(Kepala Sekolah)
2. Penaggung jawab : Anik Andiyani, S.Pd, M.Si
(Waka Bidang Humas dan Hubdin)
3. Ketua : Ella Qodryani, S.Pd
(Ka. Kompetensi Keahlian Tata Boga)
4. Sekretaris : Luwih, S. Pd
(Sk. Kompetensi Keahlian Tata Boga)
5. Bendahara : Ini Warsinih, S.Pd
(Guru Produktif Tata Boga)
6. Bidang Unit Produksi : Yayah Sa”diyah, S.Si
(Guru Produktif Tata Boga )
Tahap Pelaksanaannya yaitu:
1). Tahap Persiapan
Tim ini bekerja dari mulai mencari informasi tentang pelaksanaan program
teaching factory melalui kegiatan study literature dan observasi ke beberapa sekolah
yang telah melaksanakan program itu. Setelah mendapatkan beberapa informasi dan
penjelasan tim menyusun proposal permohonan untuk mendapatkan program teaching
factory.
Selanjutnya sebagai langkah persiapan pelaksanaan program teaching factory
tim bekerja mengadakan sosialisasi kepada jajaran dewan guru, para siswa dan
orangtua/wali murid. Melalui tahapan sosialisasi diharapkan semua steakholder
mendapatkan pemahaman tentang pengertian teaching factory, manfaat teaching
factory dan bagaimana sistem pengelolaannya. Diharapkan dengan tahap sosialisasi
ini mereka memiliki motivasi bahwa teaching factory sangat bermanfaat untuk
meningkatkan kualitas lulusan SMK Negeri 1 Indramayu, dengan demikian semua
steak holder secara bersama-sama termotivasi untuk dapat melaksanakan program
teaching factory.

5
2). Tahap Implementasi
Tahapan selanjutnya setelah tim melaksanakan kegiatan sosialisasi langkah
berikutnya tim menyusun perencanaan-perencanaan pelaksanaan program teaching
factory yang menyentuh untuk kepentingan guru dan kepentingan siswa. Hal itu perlu
dilaksanakan karena teaching factory merupakan model pembelajaran yang pada
prinsipnya perpaduan antara competensi based training (CBT) dan production based
training (PBT). Dengan demikian untuk semua guru mata pelajaran diharapkan
mengintegrasikan teaching factory pada perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan
pembelajaran sehingga seluruh mata pelajaran dapat saling mendukung dan
menunjang bahwa teaching factory merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif
untuk meningkatkan kualitas kompetensi siswa khususnya pada kompetensi skill. Bagi
guru-guru produktif penekanan pembelajarannya siswa harus lebih banyak
mendapatkan alokasi waktu untuk kegiatan praktik, karena esensi program teaching
factory berada pada intensitas dan kapasitas siswa melakukan praktek baik di
lingkungan sekolah maupun di lingkungan industri. Dengan demikian siswa betul-betul
dibentuk dan dilatih segi kompetensi skillnya, etos kerjanya, disiplin kerja, budaya
kerja. Secara intensif kegiatan itu dilakukan dan berulang sehingga kualitas lulusan
sesuai dengan harapan dunia industri sehingga lulusannya akan mudah diserap oleh
dunia kerja.
3). Tahap Evaluasi
Selama pelaksanaan program teaching factory agar tidak menyimpang dari
indikator-indikator tujuan kegiatan teaching factory perlu ada pengawasan.
Pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah dan oleh ketua team pengembang untuk
mengukur sudah seberapa banyak pelaksanaan program teaching factory telah
dicapai, dan berapa banyak pula program teaching factory yang belum dilaksanakan.
Evaluasi ini dengan tujuan berapa persen tingkat ketercapaian tujuan program
teaching factory yang telah dilaksanakan, selanjutnya untuk mengetahui kendala-
kendala yang muncul selama kegiatan berlangsung. Sebagai tindak lanjut kegiatan
evaluasi perlu ada kajian prediksi serta solusi terhadap kendala-kendala yang
menghambat terlaksananya program teaching factory sehingga pada beberapa waktu
yang akan datang program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu dapat
dilaksanakan secara utuh sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

6
2. Model Pembelajaran Teaching Factory
Teaching factory merupakan salah satu model pembelajaran sehingga seluruh
guru dan siswa dalam kegiatan pembelajarannya harus merujuk dan mengaju kepada
indikator-indikator teaching factory sebagai model pembelajaran. Intinya bahwa model
pembelajaran teaching factory guru bersama siswa harus bisa memadukan model
pembelajaran secara serasi antara competensi based training (CBT) dan production
based training (PBT). Para siswa setelah mendapat pembekalan dari guru-gurunya
tentang pengetahuan teknis dan lain-lain berikutnya para siswa diharapkan mampu
mempraktekan ilmu yang didapat di ruang kelas melalui kegiatan praktik di tempat-
tempat praktik mitra dunia industri. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung di
sekolah struktur kurikulum dunia industri dipadukan struktur kurikulum sekolah
sehingga tujuan-tujuan pembelajaran akan lebih luas, instruktur dari dunia industri
berkolaborasi dengan para guru untuk menyampaikan dalam pembelajaran tentang
struktur kurikulum industri sehingga para siswa mendapat bekal yang cukup karena
mereka setelah mendapat bimbingan pelatihan dari instruktur dunia industri, yang pada
akhirnya pada saat siswa melaksankan praktik di lapangan mereka tidak lagi merasa
asing dengan dunia industri. Sistem pelaksanaan praktiknya dengan menerapkan
hasil-hasil yang jelas dan konkret artinya setiap siswa secara individu harus bisa
menghasilkan baik berupa barang produksi maupun jasa. Itulah yang menjadi tolok
ukur bahwa teaching factory berhasil ataukah tidak dicapai oleh setiap siswa.

3. Produk/ Jasa
Program teaching factory pada prinsipnya menghasilkan lulusan yang
berkompetensi skill, sehingga para siswa dituntut oleh program itu untuk mampu
membuat salah satu produk atau mampu memberikan jasa pelayanan kepada para
pelanggan sesuai dengan program keahliannya masing-masing. Program teaching
factory di Kompetensi Keahlian Tata Boga SMK Negeri 1 Indramayu lebih diarahkan
kepada usaha bidang industri Catering dan bidang jasa untuk lebih jelasnya seperti
terurai dibawah ini:
1. Jasa Boga meliputi :
a) Penyusunan menu diet
b) Penyusunan menu pesta
c) Penyelenggaraan pesta dan catering
d) Pelayaanan makan dan minum (Food and beverage service)
e) Penyelenggaraan Table Manner

7
2. Produk Boga meliputi
a) Produk cake, pastry dan bakery
b) Produk kue Indonesia
c) Produk makanan
d) Produk minuman

4. Standar Praktik Siswa


Dalam rangka membekali dan meningkatkan kompetensi siswa, maka
terdapat ruang praktik kompetensi keahlian tata boga yang terdiri dari peralatan dan
juga perabot yang berfungsi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan pembelajaran
seperti pembuatan berbagai macam makanan, penyiapan tata hidang, penataan,
penyajian pesanan, produksi makanan dalam jumlah besar dan massal, serta aneka
kue basah dan kering.
Sarana dan prasarana yang digunakan diusahakan sesuai dengan standar
industri Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta skill peserta
didik dibekali dengan pembelajaran pengolahan makanan dengan berbagai bentuk dan
rasa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi, sepanjang proses pembelajaran
berlangsung sikap peserta didik juga digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Dengan menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

5. Dokumen Perangkat Pembelajaran


Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Berikut ini adalah dokumen yang sesuai dengan kurikulum 2013 yang ada di SMK
Negeri 1 Indramayu:
a. Kalender akademik
b. Silabus
c. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
d. Analisis Minggu Efektif
e. Program Tahunan
f. Program Semester

8
g. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dengan mengacu pada silabus dan pedoman mata pelajaran paket keahlian boga
serta memperhatikan kemitraan yang terjalin antara sekolah dengan DUDI, maka guru
mata pelajaran kompetensi keahlian tata boga di SMK Negeri 1 Indramayu dapat
menyusun RPP untuk mata pelajaran yang diampunya.
Guru SMK Program Keahlian Tata Boga SMK Negeri 1 Indramayu menyusun
RPP dengan memuat 10 prinsip yaitu:
a. Memuat secara utuh kompetensi dasar sikap spiritual, sikap sosial,
pengetahuan, dan keterampilan;
b. Dapat dilaksanakan dalam satu atau lebih dari satu kali pertemuan;
c. Memperhatikan perbedaan individual peserta didik;
d. Berpusat pada peserta didik;
e. Berbasis konteks;
f. Berorientasi kekinian;
g. Mengembangkan kemandirian belajar;
h. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran;
i. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau
antarmuatan;
j. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

6. Pemasaran
Sebagai tindak lanjut kegiatan teaching factory, karena siswa menghasilkan
produk barang atau jasa dan produknya itu sudah diupayakan sedemikian rupa untuk
mencapai standar mutu dunia industri yang sesuai dengan harapan konsumen. Hasil
karya siswa berupa barang produk dan kompetensi skill siswa yang telah mereka miliki
perlu dipasarkan agar bisa sampai ke tangan konsumen atau pelanggan dengan cara
sebagai berikut:
a. Brosur
b. Spanduk
c. Website
d. Online shop
e. Door to door ke instansi-instansi lain dan ke masyarakat
f. Bazar
g. Ikut serta dalam suatu event-event keramaian dan akan mendirikan stand

9
7. Sumber Daya Manusia
Program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu dilaksanakan secara
terpadu antara tim pengembang program teaching factory, guru-guru, staf TU dan
instruktur dari dunia industri. SMK Negeri 1 Indramayu terus mengembangkan
kemampuan guru-guru dengan berbagai cara yaitu:
1. Pelatihan/ diklat yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki
2. Guru didorong untuk mengikuti asesmen teknis kompetensi agar dapat
memiliki sertifikat teknis kompetensi keahlian sesuai dengan bidangnya
3. Mengikuti program magang guru untuk meningkatkan kompetensi.
4. Mendatangkan tutor ahli untuk memberikan ilmu dan pengalaman
sebagai praktisi dibidangnya

8. Hubungan Industri
Program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu dalam pelaksanaannya
mutalk harus ada hubungan kerja sama dengan industri-industri. Karena melalui
kurikulum industri yang diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah agar tujuan yang
diharapkan oleh program teaching factory dapat tercapai yaitu lulusan memiliki
kompetensi dan skill secara profesional. Hubungan dengan industri dalam konteks
teaching factory sifatnya mutlak sehingga SMK Negeri 1 Indramayu menjalin kemitraan
dengan dunia industri sebagai sarana dan media pembelajaran.
Kemitraan antara SMK dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) merupakan
suatu keharusan yang harus dijalin untuk menghasilkan siswa SMK terampil sesuai
dengan perkembangan zaman. Peran dan fungsi DUDI tidak hanya sebagai tempat
pelaksanaan praktik dan magang siswa SMK saja, tetapi harus dioptimalkan dalam
memberikan informasi kebutuhan dunia kerja, sehingga sekolah dapat menyusun
perencanaan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk SMK
Program Keahlian Tata Boga, kemitraan DUDI yang selama ini terjalin adalah dengan
pihak hotel, restoran, dan katering. Kerjasama yang terjalin antara lain dalam bentuk
penempatan siswa untuk praktik kerja industri, pelaksanaan table manner siswa, dan
kehadiran pakar dari pihak DUDI sebagai penguji eksternal dalam pembelajaran
praktik. Kemitraan ini perlu dioptimalkan dan dijalin secara berkelanjutan agar
pembelajaran yang dilakukan oleh SMK Program Keahlian Tata Boga memiliki link and
match dengan tuntutan dunia kerja
Sebagai pendukung pelaksanaan program teaching factory di SMK Negeri 1
Indramayu, telah diadakan MoU (Memorandum of Understanding) dengan beberapa
mitra dunia industri sebagai berikut:

10
1. Prama Grand Preanger Hotel Bandung 9. Hotel Santika Cirebon
2. El Royal Hotel Bandung 10. Hotel Prima Cirebon
3. Hotel Horison Bandung 11. Hotel Amaris Cirebon
4. The luxton Hotel Cirebon 12. Hotel Batiqa Cirebon
5. Hotel Aston Cirebon 13. Hotel Tryas
6. Hotel Grage Cirebon 14. Hotel Grand Tryas
7. Hotel Zamrud Cirebon 15. La Rottie Indramayu
8. Hotel Apita Cirebon 16. Erly Bakery Indramayu

9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


Matriks rencana kegiatan dan waktu pelaksanaan kegiatan program teaching
factory

No Kegiatan Bulan
Juli Juni Agst Sept Okt Nov
1 Orientasi Program TEFA
2 Penyusunan Proposal TEFA
3 Sosialisasi program TEFA
4 Kegiatan pelatihan TEFA
5 Pelaksanaan program TEFA
6 Evaluasi program TEFA
7 Pelaporan kegiatan program TEFA

11
BAB III
EVALUASI PELAKSANAAN

A. Indikator Keberhasilan
Pelaksanaan program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu kegiatannya
dimulai dari observasi, penyusunan proposal, sosialisasi, pelaksanaan program, evaluasi
pelaksanaan. Pada kegiatan evaluasi pelaksanaan diperlukan alat ukur yang relevan
sebagai barometer tingkat ketercapaian program. Pada saat melaksanakan evaluasi
diperlukan beberapa indikator yang terdiri dari:
1. Pada saat orientasi dan observasi program sebagai indikatornya berapa banyak
informasi yang didapat tentang pelaksanaan program teaching factory
2. Pada saat penyusunan proposal harus merujuk kepada juknis pembuatan
proposal program teaching factory
3. Pada saat pelaksanaan program teaching factory, kegiatan awal yang
dilakukan penyusunan perencanaan sebagai indikatornya lengkap tidaknya
substansi program pelaksanaan
4. Pada saat implementasi yang berkaitan dengan pembelajaran sebagai
indikatornya diantaranya rencana pelaksanaan pelajaran yang dibuat guru,
lembar observasi kunjungan kelas. Sehingga kesimpulannya apakah guru telah
membuat rencana dan pelaksanaannya sudah ataukah belum
mengintegrasikan program teaching factory
5. Yang berkaitan dengan siswa indikator tingkat keberhasilannya diukur dengan
kompetensi yang mereka capai
6. Yang berkaitan dengan hasil produk apakah secara kuantitas mencapai target
atau tidak. Secara kualitas apakah produknya memenuhi standar kebutuhan
konsumen atau tidak
7. Yang berkaitan dengan produk jasa sebagai indikatornya banyak sedikitnya
konsumen yang menggunakan jasa para siswa sesuai dengan program
keahliannya

12
BAB IV
PENUTUP

Program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu yang dimulai dari


kegiatan orientasi dan observasi pembuatan proposal, penyusunan perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi sesungguhnya ada beberapa harapan yang ingin dicapai
diantaranya:
1. Guru dan siswa memiliki pengetahuan dan wawasan tentang konsep teaching
factory
2. Dengan adanya program teaching factory diharapkan sarana dan prasarana
pendidikan akan lebih lengkap
3. Melalui kegiatan program teaching factory diharapkan kompetensi guru lebih
profesional lagi, kompetensi dan skill para siswa lebih meningkat
4. Diharapkan meningkatnya kualitas para siswa untuk memproduksi barang atau
jasa
5. Sehingga lulusan dari SMK Negeri 1 Indramayu setelah melaksanakan program
teaching factory dapat diserap semaksimal mungkin di dunia kerja
6. Dengan program teaching factory di SMK Negeri 1 Indramayu kemitraan dengan
pihak dunia industri lebih meningkat kembali

13
PROFIL SMK NEGERI 1 INDRAMAYU

A. Profil Sekolah
1. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Indramayu
Jenis Sekolah : Sekolah Kejuruan
Didirikan Pada : 29 Desember 1969
Izin Operasional : 420.32.SIP.076/Kep.26-Sekret
NSS / NPSN : 34.1.02.18.150.01/20216004
Kepala Sekolah : H. Yayat Hidayat, SPd. MMPd
Kompetensi Keahlian :
1.1. Akuntansi dan Keuangan Lembaga
1.2. Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
1.3. Perhotelan
1.4. Multimedia
1.5. Animasi
1.6. Tata Boga
Alamat : Jl. Gatot Subroto No. 47 Indramayu
Telp/Fax : (0234) – 271180
Kode Pos : 45213
Website : www.smkn1indramayu.sch.id
email : smkn_1_indramayu@yahoo.com.sg
Kelurahan : Karanganyar
Kecamatan : Indramayu
Kabupaten : Indramayu
Provinsi : Jawa Barat
RENCANA PEMBIAYAAN
PROGRAM TEACHING FACTORY
KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BOGA
SMK NEGERI 1 INDRAMAYU

Indramayu, 06 Agustus 2021


Mengetahui,
Kepala Sekolah, Ka. Komp. Keahlian Tata Boga

H. YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.M.Pd. ELLA QODRYANI, S.Pd


NIP. 19690118 199403 1 003 NIP. 19710402 200312 2 005
RENCANA PENGAJUAN ALAT
PROGRAM TEACHING FACTORY
KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BOGA
SMK NEGERI 1 INDRAMAYU

Indramayu, 06 Agustus 2021


Mengetahui,
Kepala Sekolah, Ka. Komp. Keahlian Tata Boga

H. YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.M.Pd. ELLA QODRYANI, S.Pd


NIP. 19690118 199403 1 003 NIP. 19710402 200312 2 005
LAMPIRAN
PROFIL SMK NEGERI 1 INDRAMAYU

A. Profil Sekolah
1. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Indramayu
Jenis Sekolah : Sekolah Kejuruan
Didirikan Pada : 29 Desember 1969
Izin Operasional : 420.32.SIP.076/Kep.26-Sekret
NSS / NPSN : 34.1.02.18.150.01/20216004
Kepala Sekolah : H. Yayat Hidayat, SPd. MMPd
Kompetensi Keahlian :
1.1. Akuntansi dan Keuangan Lembaga
1.2. Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
1.3. Perhotelan
1.4. Multimedia
1.5. Animasi
1.6. Tata Boga
Alamat : Jl. Gatot Subroto No. 47 Indramayu
Telp/Fax : (0234) – 271180
Kode Pos : 45213
Website : www.smkn1indramayu.sch.id
email : smkn_1_indramayu@yahoo.com.sg
Kelurahan : Karanganyar
Kecamatan : Indramayu
Kabupaten : Indramayu
Provinsi : Jawa Barat
KEGIATAN PRAKTIK
KK. TATA BOGA
KEGIATAN PRAKTIK
KK. TATA BOGA
PRODUK UNIT PRODUKSI
KK. TATA BOGA

LOKASI TERBACA

DI GOOGLE MAP

LOGO UNIT PRODUKSI


PRODUK UNIT PRODUKSI
KK. TATA BOGA
PRODUK UNIT PRODUKSI
KK. TATA BOGA

RICE BOWL
PRODUK UNIT PRODUKSI
KK. TATA BOGA

CAKE
PRESTASI YANG PERNAH
DICAPAI KK. TATA BOGA
1. JUARA 1 LKS KABUPATEN INDRAMAYU
BIDANG TATA BOGA 2019
PRESTASI YANG PERNAH
DICAPAI KK. TATA BOGA
2. BEST PRACTICE TENTANG UNIT PRODUKSI
YANG MENGANTARKAN KETUA KOMPETENSI
KEAHLIAN TATA BOGA MENJADI FINALIS PNS
BERPRESTASI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2020
PRESTASI YANG PERNAH
DICAPAI KK. TATA BOGA
3. SELALU AKTIF DALAM KEGIATAN PAMERAN
DAN JUGA MENJADI PEMBERITAAN MEDIA
MASSA
MOU KK. TATA BOGA DENGAN
INDUSTRI
RENCANA PEMBIAYAAN
PROGRAM TEACHING FACTORY
KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BOGA
SMK NEGERI 1 INDRAMAYU

Indramayu, 06 Agustus 2021


Mengetahui,
Kepala Sekolah, Ka. Komp. Keahlian Tata Boga

H. YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.M.Pd. ELLA QODRYANI, S.Pd


NIP. 19690118 199403 1 003 NIP. 19710402 200312 2 005
RENCANA PENGAJUAN ALAT
PROGRAM TEACHING FACTORY
KOMPETENSI KEAHLIAN TATA BOGA
SMK NEGERI 1 INDRAMAYU

Indramayu, 06 Agustus 2021


Mengetahui,
Kepala Sekolah, Ka. Komp. Keahlian Tata Boga

H. YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.M.Pd. ELLA QODRYANI, S.Pd


NIP. 19690118 199403 1 003 NIP. 19710402 200312 2 005
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH IX
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1
INDRAMAYU
Jl. Gatot Subroto No. 47 Telp. (0234) 271180
Fax. (0234) 271180 website : www.smkn1indramayu.sch.id E-mail : smkn_1_indramayu@yahoo.com.sg
Indramayu – 45213

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : Anik Andiyani, S.Pd, M.Si
NIP/ NUPTK : 19790812 200701 2 008
Jabatan : Waka Humas dan Hubdin
Sekolah : SMK N 1 Indramayu
Deangan ini menyatakan bahwa Proposal Program Pengembangan Teaching Factory dengan
judul “Program Pengembangan Teaching Factory Tata Boga” yang diusulkan untuk tahun
2021 adalah hasil karya sekolah dan belum pernah dibiayai instansi/ lembaga atau sumber
dana lain.

Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuain dengan persyaratan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bersedia
mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya.

Indramayu, 06 Agustus 2021


Mengetahui, Yang menyatakan
Kepala Sekolah,

H. YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.M.Pd. ANIK ANDIYANI, S.Pd, M.Si


NIP. 19690118 199403 1 003 NIP. 19690118 199403 1 003

Anda mungkin juga menyukai