Anda di halaman 1dari 3

BAB 4

ANALISIS DATA

Analisis data adalah proses mengolah dengan cara mengorganisasikan data dan
mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar.[1]
Tujuan dari analisis data adalah menguji hipotesis penelitian. Dengan data
probabilitas, pengujian hipotesis dilakuakn melalui statistic. Dengan menggunakan sample,
diperlukan statistika inferensial khususnya uji hipotesis.

4.1. Pengumpulan Data


Pada pengunpulan data, pendekatan yang akan digunakan adalah dengan survei
literatur, observasi lapangan, survei wawancara, kuisioner. Studi literatur dilakukan
untuk mengetahui sumber-sumber dan penyebab terjadinya hal yang akan diteliti.
Sedangkan observasi, wawancara, dan kuisioner dilakukan untuk mendapatkan data-data
primer dari lapangan.
Ada dua jenis data yang diperlukan dalam pengumpulan data :
a. Data Primer
Data yang terdiri dari informasi tangan pertama, misalnya dokumen asli.

b. Data Sekunder
Data yang terdiri dari informasi-informasi tangan kedua, seperti buku-buku
referensi (misalnya, enklopedia) ataupun laporan dari orang yang terlibat di
dalamnya.

4.2. Pemeriksaan Data


Pemeriksaan data mencakup perhatian koefisien reliabilitas. Reliabilitas adalah
keterpercayaan ataupun keakuratan hasil ukur. Reliabilitas berhubungan dengan
responden. Pada prinsipnya, untuk mengetahui apakah hasil ukur dapat dipercaya atau
tidak, diadakan pengukuran ulang atau lebih dari sekali. Reliabilitas juga ditentukan
melalui kecocokan diantara hadil ukur. Makin tinggi nilai koefisien reliabilitas, maka
hasil ukur makin dapat dipercaya
4.3. Penyajian Data
Biasanya disajikan dalam bentuk rumus-rumus, antara lain : rerata, proporsi,
simpangan baku, koefisien korelasi linier dari sample. (dilihat yang mana yang cocok)

4.4. Hipotesis Statistika


Hipotesis statistika disusun untuk menguji hipotesis penelitian. Rumusan hipotesis
statistika harus cocok dengan rumusan hipotesis penelitian. Pada umumnya, hipotesis
statistika berkenaan dengan parameter yang dapat dipilih dari penyajian data. Misalnya,
dapat berupa rerata, proporsi, koefisien korelasi, simpangan baku, dan lain-lain.

4.5. Persyaratan Uji Hipotesis Statistika


4.5.1. Skala Data
Pengujian Hipotesisi Statistika parametrik mensyaratkan bahwa data harus
memiliki skala interval atau rasio (perbandingan). Sedangkan yang
nonparametrik dapat menerima data dengan skala normal dan ordinal. Jika
syarat skala data interval atau rasio tidak dipenuhi, maka pengujian hipotesis
dilakuakan melalui statistika nonparametrik.

4.5.2. Distribusi Populasi


Syarat normalisasi populasi tidak terlalu peka. Sedikit penyimpangan dari
distribusi normal masih dapat diterima.

4.6. Pengujian Hipotesis


Pada umumnya, pengujian hipotesis statistika dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
a. Satu populasi atau kaitan dua populasi (parametrik atau non parametrik)
Satu populasi diabndingkan dengan satu standar atau patokan. Jika dua populasi
dalam bentuk selisih dua rerata, selisih dua proporsi, korelasi linier. Uji Hipotesis
satu atau dua populasi ini meliputi enam langkah :
1. Rumusan hipotesis statistika
2. Statistika sample hasil pengukuran
3. Distribusi pensampelan
4. Perhitungan nilai baku
5. Kriteria pengujian
6. Keputusan Pengujian
b. Banyak populasi melalui analisis varians (parametrik atau non parametrik)
c. Banyak populasi melalui statistika multivariat.
Digunakan pada penelitian yang lebih kompleks.[2]