Anda di halaman 1dari 6

IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Senin, 03-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Mengukur toleransi lansia terhadap aktivitas dengan mengatur TTV
S : Tn.M mengatakan ia jarang keluar kamar karena sebelum dan setelah aktivitas S : Tn.M mengatakan ia sering terjatuh beberapa kali
sering merasa lelah, sesak setelah beraktivitas RH : TTV Sebelum aktivitas : TD 90/60 MMHg dikamar mandi
N : 80 x/m
O: P : 22 x/m O:
 Tn.M sesak setelah bejalan kekamar mandi TTV sesudah aktivitas : TD 110/60 MMHg  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
dan kekamarnya N : 92 x/m  Tn.M tampak berhati-hati saat kekamar mandi
 Frekuensi pernafasan 33x/m P : 34 x/m  Tn.M tampak sesak setelah beraktivitas
 Setelah beraktivitas TD 110/90 MMHg  TD 110/60 MMHg
 Aktivitas dilakukan dikamar 2. Menganjurkan Tn.M untuk mempertahankan aktivitas sesuai N : 92 x/m
 Riwayat asma, bronkitis,TB, jantung tolerasni (duduk, berdiri dengan pegangan sholat) P : 34 x/m
 Tn.M memiliki riwayat jatuh RH : Tn.M mengatakan mengerti
A : toleransi aktivitas pada level 3
3. Mengekaji persepsi Tn.M terhadap kelelahan
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 RH : Tn.M mengatakan kelelahan adalah ketidakmampuan P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
beraktivitas perawatan jantung, manajemen energi
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas,
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri 4. Mengkaji aktivitas harian yang biasa dilakukan Tn.m
RH : Tn.M mengatakan ia sering mendengar radio di kamarnya

5. Mengkaji alasan Tn.M jarang keluar kamar dan sering mengunci


pintu kamar
RH : Tn.M mengatakan tidak suka suara berisik dan ribut
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Selasa,04-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Mengukur TTV Tn.M
S : Tn.M mengatakan hari ini belum ke kamar mandi RH : TTV sesudah aktivitas : TD 90/80 MMHg S : Tn.M mengatakan hari ini ia beraktivitas dikamar
dan beraktivitas di dalam kamar N : 81 x/m (duduk ditempat tidur, sholat)
S : 37.1 oc
O: P : 24 x/m O:
 Tn.M mendengarkan radio di dalam kamr  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 24x/m 2. Menganjurkan Tn.M untuk mempertahankan aktivitas  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Setelah beraktivitas TD 90/80 MMHg RH : Tn.M mengatakan mengerti aktif
 Tn.M banyak tidur di tempat tidur  Tn.M sering mengunci pintu dikamar
3. Mengajarkan latihan ROM aktif untuk menjaga kebugaran dan
mempertahankan kemampuan sendi gerak A : toleransi aktivitas pada level 3
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 RH : Tn.M mampu mendemonstrasikan ROM aktif yang di ajarkan
P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas, 4. Memberikan pujian dan dukungan positif kepada Tn.M karena perawatan jantung, manajemen energi
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri telah melakukan ROM aktif
RH : Tn.M terlihat senang dan mengatakan iya terimakasih

5. Menganjurkan Tn.M untuk mengubah pola aktivias dengan makan


dluar kamar
RH : Tn.M mengatakan iya
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Rabu,05-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Mengukur TTV Tn.M
S : Tn.M ia beraktivitas didalam kamar dengan jenis RH : TTV sesudah aktivitas : TD 90/80 MMHg S : Tn.M mengatakan hari ini ia beraktivitas dikamar
kegiatan sholat, duduk di atas tempat tidur makan N : 81 x/m (duduk ditempat tidur, sholat) dan mendengarkan
dan mendengarkan radio S : 37.1 oc radio
P : 24 x/m
O: O:
 Tn.M mendengarkan radio di dalam kamr 2. Mengevaluasi penerapan ROM aktif pada Tn.M  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 24x/m RH : Tn.M mengatakan ia lupa cara melakukan rom aktif yang  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Setelah beraktivitas TD 90/80 MMHg diajarkan aktif
 Tn.M banyak tidur di tempat tidur
 Tn.M belom keluar kamar 3. Mengajarkan ulang latihan ROM aktif untuk menjaga kebugaran A : toleransi aktivitas pada level 3
 Tn.M belom mengaplikasikan terapi rom aktif dan mempertahankan kemampuan sendi gerak
RH : Tn.M mampu mendemonstrasikan ROM aktif yang di ajarkan P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
perawatan jantung, manajemen energi
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 4. Memononitor respon fisik, emosional sosial dan spritual terhadap
aktivitas
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas, RH : Tn.M mengatakan mudah merasa lelah setelah beraktivitas
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri sholat dan berdoa

5. Memberikan pujian dan dukungan positif kepada Tn.M karena


telah melakukan ROM aktif
RH : Tn.M terlihat senang dan mengatakan iya terimakasih
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Kamis,06-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia tidak jatuh dikamar mandi 1. Mengevaluasi penerapan ROM aktif pada Tn.M S : Tn.M mengatakan ia istrirahat bila merasa lelah
RH : Tn.M mengatakan ia lupa cara melakukan rom aktif yang
O: diajarkan O:
 Setelah beraktivitas TD 90/80 MMHg  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 34x/m 2. Mengajarkan ulang latihan ROM aktif untuk menjaga kebugaran  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Tn.M tampak kelelahan dan mempertahankan kemampuan sendi gerak aktif
RH : Tn.M mampu mendemonstrasikan ROM aktif yang di ajarkan  Tn.M tidak sesak setelah melakukan aktivitas
ROM aktif
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 3. Memonitor respon fisik, emosional sosial dan spritual terhadap
aktivitas A : toleransi aktivitas pada level 3
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas, RH : Tn.M mengatakan mudah merasa lelah setelah beraktivitas
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri sholat dan berdoa P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
perawatan jantung, manajemen energi
4. Memberikan pujian dan dukungan positif kepada Tn.M karena
telah melakukan ROM aktif
RH : Tn.M terlihat senang dan mengatakan iya terimakasih

5. Memodifikasi lingkungan dengan meletakan alas kaki kering di


depan pintu kamar mandi
RH : alas kaki di letakan di depan pintu kamar mandi
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Jumat,07-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia menggunakan alas kaki 1. Mengevaluasi penerapan aktivitas latihan ROM aktif pada Tn.M S : Tn.M mengatakan akan mencoba menerapkan
untuk mengelap lantai yang basah RH : Tn.M mampu melakukan rom aktif yang diajarkan informasi yang diberikan

O: 2. Memberikan informasi kepada Tn.M tentang penyakit asam urat O:


 Setelah beraktivitas TD 90/60 MMHg RH : Tn.M menganguk dan banyak bertanya tentang penyakit  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 34x/m asam urat  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Nadi 80x/m aktif
 Tn.M melakukan aktivitas didalam kamar 3. Mengajarkan Tn.M mengkompres jahe untuk mengurangi nyeri  Tn.M mampu mendemonstrasikan kompres jahe
 Riwayat asma, TB, bronkitis, dan jantung asam urat
 Tn.M memiliki riwayat jatuh dari kamar mandi RH : Tn.M mengatakan merasa hangat saat dikompres jahe pada A : toleransi aktivitas pada level 3
persendian
P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 perawatan jantung, manajemen energi

P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas,


perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Sabtu ,08-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia jarang keluar kamar karena 1. Mengukur TTV Tn.M S : Tn.M mengatakan merasa senang berbincang-
merasa lelah RH : TTV sesudah aktivitas : TD 90/80 MMHg bincang
N : 81 x/m
O: S : 37.1 oc O:
 Setelah beraktivitas TD 90/60 MMHg P : 24 x/m  Tn.M merasa senang di luar kamar
 Frekuensi pernafasan 34x/m  Tn.M masih mengunci pintu setelah masuk
 Nadi 80x/m 2. Mengevaluasi penerapan ROM aktif pada Tn.M dan kompres jahe kamar
 Tn.M melakukan aktivitas didalam kamar RH : Tn.M mengatakan ia mempraktikan ROM aktif setelah sholat  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Tn.M membuka pintu saat pintu diketuk dan dan belum mampu mengaplikasikan kompes jahe aktif
kembali mengunci pintu setelah mengobrol  Tn.M mampu mendemonstrasikan kompres jahe
 Tn.M memiliki riwayat jatuh dari kamar mandi 3. Menganjurkan Tn.M untuk keluar kamar dan duduk diruang depan
RH : Tn.M keluar kamar, duduk diruang tamu dan memakan kue A : toleransi aktivitas pada level 3

A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
perawatan jantung, manajemen energi
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas,
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri