Anda di halaman 1dari 11

Daftar Isi Bab 1 Ruang Lingkup Keprotokolan ................................................................................

A. Sejarah Keprotokolan ................................................................................................................

B. Pengertian Keprotokol ...............................................................................................................

C. Ruang Lingkup Keprotokolan......................................................................................................

D. Unsur-Unsur Keprotokolan........................................................................................................

E. Asas-Asas Protokol.....................................................................................................................

F. Tujuan Protokol..........................................................................................................................

G. Kegiatan-Kegiatan Protokol........................................................................................................

Uji Kompetensi...............................................................................................................................

Bab 2 Regulasi Bidang Keprotokolan.............................................................................................

A. Pengertian Regulasi Keprotokolan.............................................................................................

B. Regulasi Keprotokolan Indonesia...............................................................................................

C. Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 Tahun 2010............................................................

Uji Kompetensi ..............................................................................................................................

Bab 3 Kegiatan Keprotokolan.........................................................................................................

A. Jenis - Jenis Kegiatan Protokol....................................................................................................

B. Tahap Kegiatan Keprotokolan...................................................................................................

D. Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan................................................................

E. Tamu Negara, Tamu Pemerintah, dan/atau Tamu Lembaga Lainnya........................................

Uji Kompetensi ..............................................................................................................................

Bab 4 Mempersiapkan Penyelenggaraan Pertemuan atau Rapat .................................................

A. Pengertian Pertemuan atau Rapat............................................................................................

B. Tujuan Pertemuan atau Rapat...................................................................................................

C. Jenis-Jenis dan Syarat-Syarat Pertemuan atau Rapat................................................................

D. Unsur-Unsur Pertemuan atau Rapat..........................................................................................

E. Teknik Mempersiapkan Penyelenggaraan Pertemuan atau Rapat.............................................

Uji Kompetensi ..............................................................................................................................

Bab 5 Menyelenggarakan Pertemuan atau Rapat..........................................................................

A. Agenda Pertemuan atau Rapat.................................................................................................

B. Daftar Hadir Pertemuan atau Rapat...........................................................................................

C. Perlengkapan dan Tata Ruang Pertemuan atau Rapat...............................................................


D. Undangan Pertemuan atau Rapat.............................................................................................

E. Etika Pertemuan atau Rapat.......................................................................................................

F. Teknik Membuka dan Menutup Pertemuan atau Rapat.............................................................

Uji Kompetensi .............................................................................................................................

Bab 6 Notula Pertemuan atau Rapat..............................................................................................

A. Pengertian Notula .....................................................................................................................

B. Macam-Macam Notula ..............................................................................................................

C. Fungsi Notula.............................................................................................................................
Kedudukan keprotokolan sangat penting keberadaannya. Setiap lembaga resmi, baik lembaga swasta,
lembaga pemerintah, maupun lembaga masyarakat, pada tingkat pusat maupun daerah pasti akan
menyelenggarakan acara atau pertemuan. Dalam acara atau pertemuan tersebut, terdapat tata cara baku
yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu keprotokolan. Keprotokolan yang baik akan menciptakan
penyelenggaraan acara yang berjalan tertib dan khidmat. Tugas-tugas protokol tidaklah ringan, karena
menyangkut eksistensi atau harga diri seorang pejabat, serta menjaga kehormatan dan birokrasi di
pemerintahan. Banyak hal yang harus dikuasai oleh protokoler. Hal-hal tersebut diantaranya seputar
kegiatan yang akan diselenggarakan dan dihadiri oleh para pimpinan atau pejabat, serta bagaimana cara
memperlakukan para pejabat dalam aktivitas kedinasan. Semua itu harus benar-benar terencana sesuai
dengan aturan yang telah di tetapkan sehingga hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kekacauan acara bisa
dihindari. Dengan demikian, acara yang diselenggarakan dapat berjalan lacar, tertib, dan khidmat.
Sebenarnya sejak kapan kegiatan keprotokolan itu ada? Apa yang dimaksud dengan protokol? Apa saja
ruang lingkupnya? Kapan kegiatan keprotokolan diperlukan? Apa saja syarat-syarat menjadi protokoler?
Apa sajakah tugas-tugas protokoler? Mari kita mulai materi pembahasan tentang ruang lingkup
keprotokolan!

A. Sejarah Keprotokolan
Sejarah protokol berawal dari tata krama kerajaan pada zaman dahulu. Peranan protokol
kerajaan tersebut adalah untuk mengatur hierarki. Protokol kerajaan merupakan sebuah
kebiasaan yang berkembang menjadi hukum kebiasaan dan harus dipatuhi karena menyangkut
harga diri kerajaan tersebut. Peranan protokol juga untuk menjaga hubungan antar kerajaan,
sebab pada umumnya terdapat perbedaan kebiasaan antara satu kerajaan dengan kerajaan
lainnya. Berhubungan dengan hal ini, jika suatu kerajaan hendak berkunjung ke kerajaan lain,
maka harus mengikuti aturan dan tata krama yang ada di kerajaan yang dikunjunginya. Hal
tersebut dirundingkan sehingga pihak yang bersangkutan merasa nyaman. Masalah protokol
dianggap penting dalam hubungan antar negara. Pada tahun 1815, hal mengenai keprotokolan
tersebut diundangkan melalui Vienna Convention. Perundangan tersebut terus berkembang
hingga melahirkan Vienna Convention of Diplomatic Relation yang berisikan tentang aturan
berkunjung ke suatu negara. Walaupun mempunyai kekebalan diplomatik, kita tidak dapat bebas
bertindak di negara tersebut. Karena hal tersebut telah diatur, maka kita dituntut untuk
menghargai hukum setempat dan orang yang mengatur semua itu adalah protokoler. Secara
etimologis kata protokol berasal dari bahasa Yunani protos yang artinya “yang pertama,” dan
kolla yang artinya “lem atau perekat.’ Berdasarkan asal katanya, protokol dapat didefinisikan
sebagai lembaran perintah atau keputusan raja kepada rakyatnya. Di Indonesia, kata protokol
dibawa dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Belanda. Istilah protokol dalam bahasa
Inggris adalah protocol, bahasa Perancis protocole dan bahasa Latin protocoll(um). Awalnya
istilah protokol berarti “halaman pertama yang dilekatkan pada sebuah manuskrip atau naskah.”
Sejalan dengan perkembangan zaman, Materi Pembelajaran Otomatisasi Tata Kelola Humas dan
Keprotokolan Kelas XII untuk SMK/MAK 4 pengertiannya berkembang semakin luas tidak hanya
sekedar halaman pertama dari suatu naskah, melainkan keseluruhan naskah yang isinya terdiri
dari catatan, dokumen persetujuan, perjanjian, dan lain-lain dalam lingkup secara nasional
maupun internasional. Perkembangan selanjutnya, protokol merupakan kebiasaan-kebiasaan dan
peraturanperaturan yang berkaitan dengan formalitas, tata urutan, dan etiket diplomatik.
Aturanaturan protokoler ini menjadi acuan institusi pemerintahan dan berlaku secara universal.
B. Pengertian Keprotokolan
1. Protokol Menurut Wikipedia
Protokol menurut wikipedia ensiklopedia bebas adalah etiket berdiplomasi dan urusan negara.
Protokol adalah sebuah aturan yang membimbing bagaimana sebuah aktivitas selayaknya
dijalankan terutama dalam bidang diplomasi. Dalam bidang diplomatik dan pemerintahan,
protokol berperan sebagai garis pembimbing yang tidak tertulis. Protokol membahas kebiasaan
yang layak dan diterima umum dalam masalah negara dan diplomasi, seperti menunjukkan rasa
hormat kepada kepala negara, diplomat utama dalam urutan kronologikal pengadilan, dan lain-
lain. Dalam hukum dan hubungan internasional, sebuah protokol adalah sebuah perjanjian atau
persetujuan internasional yang menambah perjanjian atau persetujuan internasional
sebelumnya.

Gambar 1.1: Presiden Melantik 5 Dubes Baru RI


Sumber: https://bit.ly/2OG81Jh

2. Protokol Menurut KKBI Protokol menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) adalah
sebagai berikut:
a. Surat-surat resmi yang memuat hasil perundingan (persetujuan dan sebagainya);
b. Peraturan upacara di istana kepala negara atau berkenaan dengan penyambutan tamu-
tamu negara dan sebagainya;
c. Tata cara (upacara dan sebagainya) yang secara internasional berlaku dalam hubungan
diplomatik;
d. Orang yang bertugas mengatur jalannya upacara.
3. Protokol Menurut An English Indonesia Dictionary Protokol adalah (a) lampiran pada
perjanjian negara dan (b) laporan penelitian tentang rapat politik.
4. Protokol Menurut Pedoman Keprotokolan Negara (2005:3) dan Petunjuk Pelaksanaan
Protokol (1983:2)

Pengertian protokol dapat diartikan sebagai tata cara untuk menyelenggarakan suatu acara
agar berjalan tertib, khidmat, rapi, lancar, dan teratur serta memperhatikan ketentuan dan
kebiasaan yang berlaku baik secara nasional maupun internasional. e. Protokol Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia Di Indonesia, praktik keprotokolan diterbitkan dalam
undang-undang khusus. Pengertian protokol terdapat dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun
2010, pasal 1 ayat 1 yang berbunyi, “Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang
berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi tata
tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada
seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintah, atau
masyarakat.” Dalam perkembangan selanjutnya, kata protokol seolah-olah menunjuk kepada
seseorang yang diserahi tugas untuk mengurus acara-acara kenegaraan atau kepada suatu
lembaga tertentu. Pada saat tertentu, kata tersebut juga dapat diartikan sebagai tata cara
untuk menyelenggarakan suatu acara agar berjalan tertib, khidmat, rapi, lancar, dan teratur
serta memperhatikan ketentuan kebiasaan yang berlaku, baik secara nasional, maupun
internasional. Berdasarkan terminologi dalam keprotokolan di atas, dapat disimpulkan bahwa
definisi atau pengertian protokoler adalah sebagai berikut.

a. Suatu julukan yang bersifat filosofi terhadap seseorang yang menerima hak protokoler
serta melaksanakan ketentuan keprotokolan sebagaimana mestinya; dan

b. Julukan terhadap suatu kegiatan yang mengaplikasikan ketentuan-ketentuan


keprotokolan yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata
penghormatan.

C. Ruang Lingkup Keprotokolan

Mengacu pada Undang-Undang nomor 9 tahun 2010, pasal 4 disebutkan bahwa ruang lingkup
keprotokolan terdiri dari: (1) tata tempat; (2) tata upacara; dan (3) tata penghormatan. Akan tetapi,
dalam undang-undang tersebut memang dikhususkan pada acara-acara yang bersifat kenegaraan
(state/government protocol). Pengaturan tersebut diberlakukan hanya dalam acara kenegaraan atau
acara resmi bagi pejabat negara, pejabat pemerintahan, perwakilan negara asing dan/atau organisasi
internasional, serta tokoh masyarakat tertentu. 1. Tata Tempat Tata tempat berlangsungnya suatu acara
disesuaikan dengan jenis acaranya, misalnya acara resmi, acara semi hiburan, dan lain sebagainya. Tata
penempatan benda berharga dilakukan berdasarkan fungsi dan nilai historis benda tersebut, misalnya
bendera merah putih, lambang-lambang negara, pataka, dan lain sebagainya. Dalam bahasa Perancis, tata
tempat disebut dengan “preseance” yang berarti “didahulukan.” Sementara itu, secara etimologis tata
tempat dapat diartikan sebagai penataan atau pengaturan bagi orang-orang yang layak didahulukan.
Pada hakikatnya tata tempat mengandung unsur:

a. Siapa yang lebih berhak didahulukan.

b. Siapa yang memperoleh hak menerima prioritas dalam urutan.

c. Orang yang berhak memperoleh urutan tempat untuk didahulukan adalah seseorang dikarenakan
jabatan, pangkat, dan status serta kedudukannya di dalam negara, pemerintah atau masyarakat serta
institusi tertentu. Pada acara kenegaraan atau acara resmi, tata tempat dibagi menjadi:

a. Tata tempat dalam acara kenegaraan acara resmi di Ibukota Negara Republik Indonesia.

b. Tata tempat dalam acara resmi di provinsi.

c. Tata tempat dalam acara resmi di kabupaten/kota


Gambar 1.2: Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wagub

Sumber: https://bit.ly/2IagV0v

http://ksp.go.id/wp-content/uploads/2019/02/Presiden-Lantik-Gubernur-dan-Wagub-Jatim-serta-
Gubernur-Jambi-22.2-745x450.jpg

2. Tata Upacara

Mengacu pada Undang-Undang RI nomor 9 tahun 2010 tentang keprotokolan, menjelaskan


bahwa tata upacara adalah aturan untuk melaksanakan upacara dalam acara kenegaraan atau
acara resmi. Tata upacara adalah tata urutan kegiatan, yaitu bagaimana suatu acara harus
disusun sesuai dengan jenis aktivitasnya, terutama jenis kegiatan, bahasa pengantar yang
dipergunakan, dan materi aktivitas.

Secara umum, tata upacara terbagi menjadi dua, yaitu (1) tata upacara bendera; dan (2) tata
upacara bukan bendera.

1. Tata Upacara Bendera

Tata upacara bendera adalah aturan untuk melaksanakan upacara yang di dalamnya terdapat
pengibaran bendera dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Upacara bendera
dilaksanakan dalam rangka acara: a. Peringatan hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia. b. Peringatan hari besar nasional. c. Hari ulang tahun lahirnya lembaga
negara. d. Peringatan hari ulang tahun lahirnya instansi pemerintah. e. Hari ulang tahun
lahirnya provinsi dan kabupaten/kota.

2. Tata Upacara Bukan Bendera

Tata upacara bukan bendera adalah aturan mengenai upacara dalam acara-acara yang tidak
terdapat pengibaran bendera, walaupun harus terdapat bendera, bendera tersebut sudah
dalam keadaan berkibar pada tiang. Acara yang merupakan upacara bukan bendera meliputi:

a. Pelantikan pejabat negara/pemerintah/lembaga instansi.


b. Upacara serah terima jabatan.
c. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
d. Penyambutan tamu asing atau pejabat negara.
e. Upacara pembukaan dan pentupan pertemuan ilmiah, pelantikan, dan konferensi.

3. Tata Penghormatan

Tata penghormatan adalah aturan untuk melaksanakan pemberian hormat bagi pejabat
negara, pejabat pemerintahan, perwakilan negara asing, dan/atau organisasi internasional,
dan tokoh masyarakat tertentu dalam acara kenegaraan atau acara resmi. Penghormatan
yang dimaksud meliputi:

1. Penghormatan dengan bendera negara.


2. Penghormatan dengan lagu kebangsaan.
3. Bentuk penghormatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

D. Unsur - Unsur Keprotokolan

Unsur-unsur dalam kegiatan resmi protokol yang harus diperhatikan yaitu: 1. Tata Cara Tata cara
adalah hal yang menentukan tindakan yang harus dilakukan dalam suatu acara tertentu.
Perbuatan atau tindakan tersebut sesuai menurut aturan atau adat kebiasaan tertentu yang
sudah ditetapkan dan harus ditaati dengan saksama oleh peserta upacara. 2. Tata Krama Tata
krama adalah etiket tertentu yang pada prinsipnya harus diikuti dan mencerminkan tata sopan
santun dalam pergaulan. Oleh karena itu, pada setiap acara dipergunakan kata-kata yang baik,
benar, dan tepat menurut tinggi rendahnya jabatan seseorang atau kedudukan seseorang. 3.
Petugas Petugas protokol merupakan petugas pelaksana yang terlibat dalam penyelenggaraan
acara kenegaraan atau acara resmi. Petugas protokol mempunyai peran yang sangat penting agar
acara bisa berjalan tertib, khidmat, rapi, lancar, dan teratur dengan memperhatikan ketentuan
dan kebiasaan yang berlaku, baik secara nasional maupun internasional.

E. Asas-Asas Protokol

Pada pasal 2 Undang-Undang RI nomor 9 tahun 2010, menyebutkan bahwa keprotokolan diatur
berdasarkan asas, (1) kebangsaan; (2) ketertiban dan kepastian hukum; (3) keseimbangan,
keserasian, dan keselarasan; dan (4) timbal balik.

1. Kebangsaan
Keprotokolan seyogianya memperhatikan azas kebangsaan Indonesia yang berbineka tunggal
ika. Dalam hal ini, keprotokolan harus memperhatikan keragaman penduduk, agama, suku
dan golongan, kondisi khusus daerah, serta budaya dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara dengan tetap menjaga prinsip Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
2. Ketertiban dan Kepastian Hukum
Keprotokolan harus dijalankan dengan cara yang baik dan tepat sehingga mampu
menciptakan suasana yang tertib. Hal tersebut di lengkapi dengan sistem hukum dalam suatu
perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah agar berjalan dengan baik, sehingga
menjadi pedoman dalam keprotokolan dan mendapatkan kepastian hukum.
3. Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan
Keprotokolan harus mencerminkan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antara
kepentingan individu, masyarakat, serta kepentingan bangsa dan negara.
4. Timbal Balik (Reciprocity)
Keprotokolan harus memperhatikan asas timbal balik yang saling menguntungkan antara
beberapa pihak yang mengadakan hubungan baik dalam negeri maupun luar negeri.

F. Tujuan Protokol
Pengaturan keprotokolan menurut pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2010, bertujuan
untuk:
a. Memberikan penghormatan kepada pejabat negara, pejabat pemerintahan, perwakilan
negara asing dan/atau organisasi internasional, serta tokoh masyarakat tertentu, dan/ atau
tamu negara sesuai dengan kedudukan dalam negara, pemerintahan, dan masyarakat.
b. Memberikan pedoman penyelenggaraan suatu acara agar berjalan tertib, rapi, lancar, dan
teratur sesuai dengan kententuan dan kebiasaan yang berlaku, baik secara nasional maupun
internasional.
c. Menciptakan hubungan baik dalam tata pergaulan antarbangsa.

G. Kegiatan-Kegiatan Protokol
Kegiatan-kegiatan protokol dalam pelaksanaanya terdiri dari:
a. Penerimaan tamu atau audiensi.
b. Perjalanan atau peninjauan.
c. Pengaturan rapat atau pertemuan.
d. Penyelenggaraan resepsi, upacara hari besar nasional, dan keagamaan.
e. Apel bendera.
f. Pelantikan, serah terima jabatan, dan pelepasan.
g. Peresmian proyek.

Pelayanan bagi para diplomat antara lain meliputi:


a. Kekebalan dan kelonggaran diplomatik.
b. Fasilitas pelabuhan.
c. Pemberian hak-hak tertentu.
d. Penyusunan daftar diplomatik dan konsulat.
e. Pembuatan pernyataan selamat dan belasungkawa.

RANGKUMAN
Keprotokolan akan menciptakan penyelenggaraan acara yang berjalan tertib dan khidmat. Hal-hal
tersebut di antaranya seputar acara yang akan diselenggarakan dan dihadiri oleh para pimpinan atau
pejabat, serta bagaimana cara memperlakukan para pejabat dalam aktivitas kedinasan. Dalam
perkembangan selanjutnya, protokol seolah-olah menunjuk kepada seseorang yang diserahi tugas untuk
mengurus acara-acara kenegaraan atau kepada suatu lembaga tertentu, sehingga pada saat tertentu
pula, kata tersebut dapat juga diartikan sebagai tata cara untuk menyelenggarakan suatu acara. Pada
Undang-Undang nomor 9 tahun 2010 pasal 4 disebutkan bahwa ruang lingkup keprotokolan terdiri dari:
(1) tata tempat; (2) tata upacara; dan (3) tata penghormatan. Akan tetapi, dalam undang-undang tersebut
dikhususkan pada acara-acara yang bersifat kenegaraan (state/government protocol).

UJI KOMPETENSI

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Secara etimologis kata protokol berasal dari bahasa Yunani yang artinya “yang pertama” dan “lem
atau perekat” terdapat pada kata …
a. a. Kolla dan Sparta d. Kealla dan Protos
b. Protos dan Kealla
c. c. Protos dan Kolla e. Sparta
2. Istilah protokol dalam bahasa latin adalah …
a. Protos d. Protocoll(um)
b. Protocole
c. Protocol e. Protocole(um)
3. Protokol adalah sebuah aturan yang membimbing bagaimana sebuah aktivitas selayaknya dijalankan
terutama dalam bidang diplomasi merupakan pengertian protokol menurut …
a. Wikipedia d. Undang-Undang RI No. 9 Tahun 2010
b. KKBI e. Pedoman Keprotokolan Negara
c. An English Indonesia Dictionary
4. Menurut Undang RI No. 9 Tahun 2010, aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi meliputi …
a. Tata krama, tata tempat, dan tata upacara d. Tata penghormatan, tata upacara, dan
b. Tata tempat, tata upacara, dan tata tata tempat duduk
penghormatan e. Tata penghormatan dan tata acara
c. Tata upacara, tata busana, dan tata
tempat
5. Dalam bahasa Perancis, tata tempat disebut dengan “preseance” yang berarti …
a. Mendahului d. Daftar hadir
b. Didahulukan e. Pembukaan
c. Pendahuluan
6. Penataan atau pengaturan bagi orang-orang yang layak didahulukan merupakan keprotokolan dalam
pengaturan …
a. Tata krama d. Tata kedudukan
b. Tata upacara e. Tata penghormatan
c. Tata tempat
7. Aturan untuk melaksanakan tata urutan kegiatan, yaitu bagaimana suatu acara harus disusun sesuai
dengan jenis aktivitasnya, terutama jenis kegiatan, bahasa pengantar yang dipergunakan dan materi
aktivitas merupakan protokol dalam pengaturan …
a. Tata upacara d. Tata kedudukan
b. Tata krama e. Tata tempat
c. Tata penghormatan
8. Upacara serah terima jabatan, MoU, serta penyambutan tamu asing atau pejabat negara merupakan
contoh dari kegiatan protokol …
a. Tata upacara d. Tata penghormatan bendera
b. Tata penghormatan bukan bendera e. Tata upacara bukan bendera
c. Tata upacara bendera
9. Aturan untuk melaksanakan pemberian hormat bagi pejabat negara, pejabat pemerintahan,
perwakilan negara asing, dan/atau organisasi internasional, dan tokoh masyarakat tertentu dalam
acara kenegaraan atau acara resmi merupakan protokol dalam pengaturan …
a. Tata pengorbanan d. Tata penghormatan
b. Tata tempat e. Tata upacara
c. Tata urutan penghormatan
10. Tindakan tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam suatu acara tertentu menurut aturan atau adat
kebiasaan tertentu yang sudah ditetapkan dan harus ditaati dengan seksama oleh peserta upacara
merupakan unsur protokol …
a. Tata upacara d. Tata laksana
b. Tata krama e. Tata penghormatan
c. Tata cara
11. Etiket tertentu yang pada prinsipnya harus diikuti dan mencerminkan tata sopan santun dalam
pergaulan merupakan unsur protokol …
a. Tata krama c. Tata penghormatan
b. Tata upacara d. Tata cara
e. Tata pergaulan
12. Unsur-unsur dalam kegiatan resmi protokol yang harus diperhatikan adalah…
a. Tata cara, tata krama, petugas d. Petugas upacara, petugas protokol, tata
b. Petugas, tata cara, tata pergaulan tempat
c. Tata penghormatan, tata krama, petugas e. Tata upacara, tata krama, tata
penghormatan
13. Keprotokolan harus memperhatikan asas timbal balik yang saling menguntungkan antara beberapa
pihak yang mengadakan hubungan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini merupakan azas
keprotokolan…
a. Kebangsaan d. Keserasian
b. Reciprocity e. Keselarasan
c. Keseimbangan
14. Memberikan penghormatan kepada pejabat negara, pejabat pemerintahan, perwakilan negara asing
dan/atau organisasi internasional, serta tokoh masyarakat tertentu, dan/ atau tamu negara sesuai
dengan kedudukan dalam negara, pemerintahan, dan masyarakat merupakan … protokol.
a. Azas d. Etika
b. Tujuan e. Penghormatan
c. Tata laksana
15. Pelayanan bagi para diplomat terdiri dari, kecuali …
a. Kekebalan dan kelonggaran diplomatik d. Penyusunan daftar diplomatik dan
b. Fasilitas pelabuhan konsulat
c. Pemberian hak-hak tertentu e. Pembebasan undang-undang

B. Soal Jawaban Singkat Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat!
1. Surat-surat resmi yang memuat hasil perundingan (persetujuan dan sebagainya), peraturan upacara
di istana kepala negara atau berkenaan dengan penyambutan tamutamu negara dan sebagainya
merupakan pengertian protokol menurut …
2. Masalah protokol dianggap penting dalam hubungan antarnegara, maka pada tahun 1815 hal
mengenai keprotokolan tersebut diundangkan melalui …
3. Istilah protokol dalam bahasa latin adalah …
4. Ruang lingkup keprotokolan terdiri dari: (1) tata tempat; (2) tata upacara; dan (3) tata penghormatan.
Hal ini termaktub dalam Undang-Undang …
5. Penataan atau pengaturan bagi orang-orang yang layak didahulukan disebut …
6. Tata urutan kegiatan bagaimana suatu acara harus disusun sesuai dengan jenis aktivitasnya, terutama
jenis kegiatan, bahasa pengantar yang dipergunakan dan materi aktivitas, dinamakan …
7. Etiket tertentu yang pada prinsipnya harus diikuti dan mencerminkan tata sopan santun dalam
pergaulan disebut …
8. Keprotokolan harus memperhatikan keragaman penduduk, agama, suku dan golongan, kondisi
khusus daerah serta budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan
tetap menjaga prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, hal ini sesuai dengan azas keprotokolan …
9. Menciptakan hubungan baik dalam tata pergaulan antarbangsa merupakan … protokol.
10. Pengaturan rapat dan pertemuan merupakan salah satu contoh dari … protokol.

C. Soal Uraian Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan tepat!
1. Kedudukan protokol sangat penting dalam penyelenggaraan acara resmi dan kenegaraan. Uraikan
tujuan protokol menurut Undang-Undang RI nomor 9 tahun 2010!
2. Mengacu pada Undang-Undang nomor 9 tahun 2010, berikan penjelasan tentang ruang lingkup
keprotokolan!
3. Tata penghormatan dilaksakan untuk memberikan hormat bagi pejabat negara, pejabat
pemerintahan, perwakilan negara asing, dan/atau organisasi internasional, dan tokoh masyarakat
tertentu dalam acara kenegaraan atau acara resmi. Sebutkan bentuk penghormatan yang dimaksud
berdasarkan pernyataan tersebut!
4. Dalam melakukan kegiatan keprotokolan terdapat beberapa unsur-unsur protokol yang harus ada.
Sebutkan dan jelaskan masing-masing unsur-unsur keprotokolan tersebut!
5. Kegiatan keprotokolan dilaksanakan dalam acara resmi dan acara kenegaraan. Sebutkan dan jelaskan
lima macam kegiatan-kegiatan protokol!

Anda mungkin juga menyukai