Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 3 – TEORI EKONOMI MIKRO Nama : Asep Nurrafiq Usmanar (030846903)

1. Tiga jenis investasi X, Y dan Z memiliki kemungkinan hasil dan probabilitas yang berbeda,
sebagai berikut :

Probabilitas Probabilitas Probabilitas


Hasil
X Y Z
85 0,2 0,3 0,6
70 0,5 0,7 0,4
60 0,9 0,8 0,5
40 0,1 0,2 0,7

Berdasarkan tabel tersebut, tentukan ekspektasi hasil dari masing-masing investasi !


Ekspektasi dari investasi X
2. (0.2 x 85) + (0.5 x 70) +Jelaskan perbedaan antara permintaan pasar untuk barang pribadi
dan permintaan pasar untuk barang publik !
(0.9 x 60) + (0.1 x 40)
= 17 + 35 + 54 + 4
= 110

Ekspektasi dari investasi Y


(0.3 x 85) + (0.7 x 70) + (0.8 x 60) + (0.2 x 40)
= 25.5 + 49 + 48 + 8
= 130.5

Ekspektasi dari investasi Z


(0.6 x 85) + (0.4 x 70) + (0.5 x 60) + (0.7 x 40)
= 51 + 28 + 30 + 28
= 137

3. Mengapa tingkat pendidikan bisa menjadi salah satu sinyal/isyarat yang kuat dalam pasar
tenaga kerja ? Jelaskan !
Karena pendidikan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator dalam mengukur
produktivitas seseorang. Dengan semakin tingginya pendidikan seseorang, seharusnya
tingkat produktivitasnya akan lebih tinggi. Kalaupun pendidikan tindak meningkatkan
produktivitas, paling tidak pendidikan menjadi tolak ukur bahwa orang tersebut memiliki
produktivitas yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang lain. Karena dengan orang
tersebut dapat menyelesaikan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka dapat
menyelesaikan pendidikannya dengan kepintarannya, motivasi untuk belajar, dan mau
bekerja keras untuk menyelesaikan pendidikannya.

4. Jelaskan 5 tindakan dasar yang dapat digunakan untuk menciptakan internalisasi bagi
eksternalitas !
a. Pemerintah menetapkan dan memberlakukan pajak dan subsidi
Para ahli ekonomi telah menganjurkan penggunaan pajak dan subsidi sebagai
bentuk internalisasi atas eksternalitas yang dihasilkan perusahaan. Pajak dan subsidi
ini akan menciptakan mekanisme kompensasi atas suatu dampak eksternalitas.
Ketika perusahaan harus membayar biaya eksternal social dalam bentuk pajak, maka
perlu dipastikan bahwa pajak untuk per unit output yang dibebankan harus
TUGAS 3 – TEORI EKONOMI MIKRO Nama : Asep Nurrafiq Usmanar (030846903)

sebanding dengan kerugian yang disebabkan oleh output per unit yang diproduksi
oleh perusahaan. Artinya pajak yang dibayarkan harus tepat sebanding dengan
tambahan biaya kerugian yang ditimbulkan. Misalnya produksi untuk satu unit
output menghasilkan eksternalitas yang merugikan bagi masyarakat sebesar Rp. 1,
maka pajak yang dikenakan juga sebesar Rp. 1. Besarnya pajak ini digunakan untuk
mengkompensasi kerugian yang dialami masyarakat.
b. Tawaran dan negosiasi pribadi
Sesuai teori Chaose, teori ini berlaku pada kondisi tertentu ketika eksternalitas
terjadi. Individu bisa mendapatkan solusi secara efisien tanpa campur tangan
pemerintah. Agar teori ini dapat digunakan, ada 3 kondisi yang harus terpenuhi.
Pertama, dasar permasalahan harus bisa dimengerti. Kedua, tidak terdapat
kesukaran dalam menyelesaikan masalah. Kelompok yang bermasalah harus
bersedia mendiskusikan masalah secara terbuka tanpa biaya. Dan ketiga, hanya
beberapa orang yang terlibat. Masalah akan menjadi sulit diselesaikan apabila
kelompok yang terlibat merupakan kelompok besar masyarakat seperti penduduk
kota besar.
c. Peraturan dan prosedur yang berlaku
Agar suatu solusi menghasilkan sesuatu yang efisien, maka perjanjian awal terkait
hak harus jelas untuk kedua belah pihak. Ketika hak tersebut ditetapkan oleh
hukum, sering terjadi mekanisme perlindungan hak tersebut ditetapkan melalui
hukum. Dalam beberapa kasus ketika terjadi kondisi tidak memuaskan bagi kedua
pihak, dimungkinkan adanya perbaikan peraturan. Pada kasus seperti itu, pihak yang
dirugikan bisa mengajukan banding. Perlakuan yang ditimbulkan oleh jaminan aksi
akan membuat masyarakan lebih berhati-hati.
d. Penjualan atau pelelangan hak yang menghasilkan eksternalitas
Semua eksternalitas setidaknya melibatkan dua kelompok dan tidak selalu jelas
mana yang menyebabkan kerugian. Misal A dan B penghuni asrama tinggal 1 kamar.
A menyukai music dan B suka keheningan. Jika A mendengarkan music, dapat
dikatakan A membebankan biaya ke B, begitu pula sebaliknya. Apabila B melarang A
untuk mendengarkan music, maka B membebankan biaya kepada A. Seringkali jalan
keluar terbaik adalah tidak menghentikan secara langsung kegiatan yang
menyebabkan eksternalitas. Misal ada lagi penghuni Asrama C yang sama-sama
menyukai music, maka bisa di atur dengan bertukar kamar antara B dan C. Hal ini
akan menjadi solusi yang baik untuk menghilangkan eksternalitas.
e. Peraturan langsung oleh pemerintah
Pajak, subsidi, aturan huku, dan pelelangan public merupakan salah satu contoh
peraturan langsung oleh pemerintah yang dedesain agar perusahaan dan rumah
tangga mempertimbangkan biaya social dari tindakan mereka dengan
membandingkan keuntungan yang mereka peroleh. Pada kenyataannya
eksternalitas yang muncul sangat beragam sehingga tidak mungkin mengatasinya
hanya dengan aturan tidak langsung dalam bentuk pajak dan subsidi. Terkadang
beberapa jenis eksternalitas harus diatur secara langsung. Misalnya, pabrik yang
mengeluarkan limbah polusi udara mencemari lingkungan penduduk sehingga dapat
menyebabkan penyakit merupakan bentuk tindakan illegal. Dan barangsiapa yang
melakukan pelanggaran ini akan dituntut secara hukum dan dianggap sebagai
tindakan melanggar hukum.
TUGAS 3 – TEORI EKONOMI MIKRO Nama : Asep Nurrafiq Usmanar (030846903)

Permintaan pasar untuk barang pribadi adalah penjumlahan HORIZONTAL dari kurva
permintaan individu, ditambah selisih kuantitas yang dikonsumsi oleh rumah tangga
sebagaimana yang terdapat pada sumbu horizontal. Sedangkan permintaan pasar barang
public adalah penjumlahan VERTIKAL dari kurva permintaan individu, ditambah selisih
jumlah yang rumah tangga bersedia untuk membayarnya untuk mendapat setiap output
yang terdapat pada sumbu vertical.

5. Jelaskan 3 kriteria yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan !


a. Kriteria Pareto
Sebuat kondisi pareto adalah sebuat perubahan social ketika setidaknya satu orang
memperoleh keuntungan dan tidak ada satupun orang yang dirugikan.
b. Kriteria Umum
Banyak kasus di dunia nyata yang menunjukkan kadaan ketika membaiknya kondisi
seseorang diikuti dengan memburuknya kondisi orang lain. Dalam pertandingan
sepak bola ada pihak yang menang dan ada pihak yang kalah. Tidak mungkin kedua-
duanya menang.
c. Kriteria Kaldor
Kriteria kaldor adalah alokasi ulang sumberdaya secara ekonomis, dimana dengan
melakukan alokasi sumber daya ini akan menghasilkan lebih banyak manfaat
dibandingkan dengan biaya.

Anda mungkin juga menyukai