Anda di halaman 1dari 10

MATA KULIAH K3 KONTRUKSI

STUDI BAHAYA DAN OPERASI DI BIDANG KONTRUKSI


A. PENGERTIAN
HAZOP (Hazard and Operability) adalah proses bahaya dan identifikasi masalah yang
dilakukan oleh tim. Pada HAZOP dilakukan identifikasi penyimpangan dari suatu desain,
penyebab terjadinya dan penilaian dari konsekeunsinya. (British Standard,2003).
HAZOP adalah teknik secara sistematis maupun terstruktur dalam manganalisis system
dan manajemen risiko. Tujuan dari HAZOP adalah untuk menganalisa atau meninjau
kemungkinan terdapat potensi bahaya pada suatu proses.

Teknik HAZOP adalah teknik dengan sistem yang sangat terstruktur dan sistematis
sehingga menghasilkan kajian yang komprehensif. Kajian HAZOP bersifat multidisiplin
sehingga hasil kajian lebih mendalam dan rinci karena telah ditinjau dari berbagai latar
belakang disiplin dan keahlian.
Ada beberapa istilah yang biasa digunakan dalam lembar HAZOP, antara lain sebagai
berikut;
1) Titik kajian adalah melakukan penentuan objek yang sedang diamati
2) Parameter adalah acuan yang digunakan untuk melakukan penelitian seperti
temperature, tekanan dan aliran
3) Kata kunci (guideword) digunakan sebagai panduan yang membantu untuk
mengidentifikasi kemungkinan terjadinya bahaya.
4) Penyebab adalah hal – hal yang mempengaruhi adanya kemungkinan potensi
bahaya
5) Akibat adalah hal – hal yang akan terjadi akibat adanya suatu bahaya
Istilah-istilah definisi dari metode HAZOP sebagai berikut (British standard, 2003) :
a. Hazard (bahaya) : bahaya merupakan sumber potensial bahaya yang dapat
menyebabkan banyak kerugian.
b. Harm (kerugian) : kerugian merupakan akibat dari bahaya yang terjadi. Dapat
berupa kerugian asset, kerusakan lingkungan, dan cedera fisik pada manusia.
c. Risk (risiko) : kombinasi dari suatu kejadian dan konsekuesi atau kemungkinan hasil
perkalian dari likelihood dan severity.

Analisis bahaya dengan Metode HAZOP berdasarkan deviasi dari keadaan normal
suatu proses. Selain dengan menidentifikasi dan menanggulangi kecelakaan kerja yang
berkaitan dengan system keamanan sebuah plant, maka diperlukan manajemen risiko
yang bertujuan untuk meminimalisasi kerugian jika bahaya yang diprediksi akan terjadi
menjadi kenyataan. Selain itu, manajemen risiko juga dapat bersifat pencegahan
terhadap terjadinya kerugian tersebut
Studi HAZOP dapat digunakan bersamaan dengan identifikasi risiko dan analisis metode
lain seperti checklist, Fault Tree Analysis, Event Tree analysis, Failure Mode Efect
Analysis, dll yang bertujuan untuk memberikan sebuah "road map" untuk meninjau
lebih jauh. Analisis tersebut menghasilkan kemungkinan penyimpangan dari desain,
konstruksi, modifikasi, dan tujuan operasi yang menentukan konsekuensi potensial.
Konsekuensi ini kemudian dapat dicegah atau dikurangi dengan penerapan pengamanan
yang memadai.
mengidentifikasi variabel risiko konstruksi dengan metode HAZID (Hazard
Identifications), menganalisa dan menilai risiko menggunakan metode HIRA (Hazard
Identification and Risk Assessment) serta memberikan pengendalian dengan metode
HAZOP (Hazard Operability).

B. Tujuan

Tujuan dari penggunaan HAZOP untuk menentukan apakah proses


penyimpangan dapat mendorong ke arah kejadian yang tidak di inginkan. Oleh karena
itu tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah K3, menganalisis potensi
bahaya dan memberikan rekomndasi perbaikan dari masalah K3 yang ada di sebuah
proyek kontruksi

a) Untuk mengidentifikasikan penyebab yang dapat dipercaya, konsekuensi, dan sebagai


tindakan pencegahan sebelum insiden terjadi
b) Untuk menentukan rekomendasi untuk meminimalkan Bahaya dengan menghilangkan
atau mengontrol penyebab
c) Untuk mematuhi persyaratan keselamatan proses perundang-undangan

C. Jenis – jenis dari HAZOP (Hazard and Operability Study)

HAZOP (Hazard and Operability Study) sebagai teknik yang digunakan untuk
mengidentifikasi potensi bahaya mempunyai beberapa jenis dalam
pengidentifikasiannya. Jenis – jenis dari Hazard and Operability Study yaitu :
1) Process hazard and operability study : Process hazard and operability study yaitu
jenis dari hazard and operability study yang pada awalnya digunakan untuk
menilai system proses dan juga perencanaan tetapi beberapa spesialisasinya
sudah dikembangkan.
2) Human hazard and operability study : human hazard and operability study yaitu
salah satu jenis dari hazard and operability study yang digunakan untuk
mengidentifikasi kesalahan dari tenaga kerja ( human error ) dan juga kesalahan
teknis yang ada pada perusahaan.
3) Procedure hazard and operability study : procedure hazard and operability study
yaitu jenis hazard and operability study yang digunakan untuk mengidentifikasi
tinjauan ulang prosedur dan juga urutan operasi yang dilambangakan SAFOP
( Safe Operation Study ) .
4) Software hazard and operability study : software hazard and operability study
merupakan jenis dari hazard and operability study yang digunakan untuk
mengidentifikasi kesalahan yang ada atau yang mungkin ada pada
pengembangan dari perangkat lunak yang digunakan

D. Langkah-langkah dalam mengidentifikasi bahaya dengan menggunakan metode HAZOP


antaralain:
1) Mengetahui urutan proses yang ada pada area penelitian.
2) Mengidentifikasi hazard yang ditemukan pada area penelitian.

Gambar 1.
3) Melengkapi kriteria yang ada pada HAZOP worksheet dengan urutan sebagai berikut:
a. Mengklasifikasikan hazard yang diketemukan (sumber hazard dan frekuensi
temuan hazard).

Gambar 2

b. Mendeskripsikan deviation atau penyimpangan yang terjadi selama proses


operasi.
c. Mendeskripsikan penyebab terjadinya penyimpangan (cause)
d. Mendeskripsikan apa yang dapat ditimbulkan dari penyimpangan tersebut
(consequences).

Gambar 3
e. Menentukan action atau tindakan sementara yang dapat dilakukan.
f. Menilai risiko (risk assessment) yang timbul dengan mendefinisikan kriteria
likelihood dan consequences (severity).

Gambar 4
Gambar 5
g. Kriteria likelihood yang digunakan adalah frekuensi dimana dalam perhitunganya
secara kuantitatif berdasarkan data atau record perusahaan selama kurun waktu
tertentu. Kriteria consequences (severity) yang digunakan adalah akibat apa
yang akan diterima pekerja yang didefinisikan secara kualitatif dan
mempertimbangkan hari kerja yang hilang.
Gambar 6

h. Melakukan perangkingan dari hazard yang telah diidentifikasi menggunakan


worksheet HAZOP dengan memperhitungkan likelihood dan consequence,
kemudian menggunakan risk matrix untuk mengetahui prioritas hazard yang
harus diberi prioritas untuk diperbaiki.

Gambar 7

i. Merancang perbaikan untuk risiko yang memiliki level "Ekstrim", kemudian


melakukan rekomendasi perbaikan untuk proses.

E. Prosedur HAZOP (Hazard and Operability Study)


Dalam melaksanakan HAZOP ada beberapa prosedur yang harus dilakukan agar
hasil yang diharapkan dengan menggunakan HAZOP bisa tercapai. Prosudur – prosedur
itu ada dua macam yaitu prosedur utama dari HAZOP dan juga prosedur dari HAZOP
yang menggunakn tahap – tahap dalam menyelesaikan analisis. Berikut adalah prosedur
utama dari HAZOP :
1) Pengumpulan gambaran yang selengkap-lengkapnya pada setiap proses yang dilakukan
di dalam perusahaan.
2) Pemecahan Proses ( precesses breakdown ) menjadi beberapa sub proses yang lebih
rinci dan detail. Agar sub proses tersebut bisa lebih jelas dibedakan, dan pada setiap sub
proses diberikan pembatas. Dalam melakukan pembatasan dari rentang proses tidak
ada ketentuan khusus yang harus dilakukan.
3) Pencarian kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi penyimpangan pada setiap
proses yang dilakukan pada perusahaan menggunakan pertanyaan – pertanyaan yang
sistematis. Model pertanyaan yang diajukan pada HAZOP dirancang dengan
menggunakan guide word atau keyword ( kata kunci ) agar nantinya dalam proses
analisis menjadi lebih mudah.
4) Melakukan penilaian terhadap setiap efek negative yang diakibatkan dari setiap
penyimpangan ( termasuk dengan kensekuensinya ) yang telah diperkirakan akan
terjadi. Ukuran besar kecilnya efek negative yang diakibatkan oleh penympangan
berdasarkan dari tingkat keamanan dan juga keefesiensinya kondisi operasional
perusahaan saat dalam keadaan normal atau belum ada kejadian yang menyimpang.
5) Menentukan tindakan penanggulangan terhadap settiap penyimpangan yang mungkin
akan terjadi berdasarkan identifikasi penyimpangan itu dan juga penilaian akibat buruk
dari penyimpangan itu.

F. Dokumen HAZOP

1) Diagram P&I
2) Tata letak pabrik atau site area
3) Trip dan informasi pengawasan dan pengendalian
4) Lembar data bahaya bahan
5) Deskripsi proses
6) Instruksi kerja

G. Kelebihan Dan Kekurangan dari Hazard and Operability Study


Sebagai suatu Teknik analisis pasti hazard and operability study mempunyai
kelebihan tersendiri daripada teknik lainya. Berikut merupakan kelebihan dari Hazard
and Operability Study :
a) Teknik dari hazard and operability study disusun secara sistematis dan juga fleksibel dari
sebelum system produksi beroperasi. Oleh karena itu hazard and operability study bisa
memodifikasi suatu peralatan yang sudah ada agara masal pengoparesian dan juga
resiko bisa berkurang
b) Hazard and operability study bisa mengidentifikasi setiap penyimpangan yang terjadi
dan apa yang menyebabkan penyimpangan itu terjadi.
c) Hazard and operability study tidak hanya focus pada keamanan saja, tetapi juga
mencegah adanya keccelakaan dan juga meningkatkan kelancaran suatu proses.
d) Dengan dilakukan berkelompok dan berisikan orang – orang ahli maka pekerjaan
mengidentifikasi bisa lebih mudah dan lebih tepat.
Kekurangan dari Hazard and Operability Study
Selain mempunyai kelebihan dibandingkan teknik lain hazard and operability
study juga mempunyai kekurangan. Dan kekurangan itu adalah :
a. Proses dari hazard and operability study memakan waktu yang lama.
b. Hazard and operability study tidak begitu efektif jika bertemu dengan
penyimpangan ganda, atau ada dua atau lebih penyimpangan pada satu proses
atau peralatan.
c. Cenderung tidak memperhatikan kerusakan dan tingkat keparahan yang
diakibatkan oleh material konstruksi.