Anda di halaman 1dari 2

1.

Jelaskan perbedaan produk dan jasa

Barang dan jasa sering ditawarkan oleh perusahaan kepada pelanggannya untuk memenuhi berbagai
kebutuhan mereka. Saat ini, keberhasilan bisnis terletak pada kombinasi kualitas barang yang terbaik
dengan layanan jasa yang berorientasi pada pelanggan. Barang atau Goods adalah objek fisik
sementara Layanan atau Jasa (Services) adalah kegiatan melakukan pekerjaan untuk orang lain.

Barang adalah komoditas atau produk berwujud yang dapat dikirim atau dijual ke pelanggan
sehingga melibatkan pengalihan kepemilikan dari penjual ke pembeli. Di sisi lain, layanan atau jasa
adalah kegiatan tidak berwujud yang dapat diidentifikasikan secara terpisah dan memberikan
kepuasan dari suatu keinginan. Salah satu perbedaan utama dari Barang dan Jasa adalah Barang
adalah produk yang diproduksi sedangkan Jasa adalah kegiatan yang dilakukan.

2. Jelaskan prinsip manajemen dalam perencanaan dan penentuan operasi industri jasa
Pengertian manajemen operasi sendiri sering kalikacau dengan pengertian penelitian operasi
(operation reseach), sainsmanajemen (management science), dan perancangan industrial (industrial
engineering). Perbedaan penting di antaraistilah-istilah tersebut adalah, manajemen operasi
merupakan bidang manajemen. Penelitian operasi dan sainsmanajemen merupakan penerapan
metode kuantitatifdalam pengambilan keputusan pada semua bidang. Sedangkan perancangan
industrial merupakan disiplin dalam perancangan. Manajer operasi menggunakan alat-alat dalam
penelitian operasi, sainsmanajemen, dan perancangan industrial dalam membantu pengambilan
keputusan.
Manajemen operasi juga berkaitan dengan pengelolaan semua proses individu seefektif mungkin.
Dalam fungsi operasi, keputusan manajemen dapat dibagi ke dalam keputusan strategik (jangka
panjang), keputusan taktik (jangka menengah), dan keputusan perencanaandan pengendalian operasi
(jangka pendek). Keputusan manajemen operasi pada level strategik mempengaruhi keefektifan
perusahaan atau organisasi jangka panjang. Keputusan ini harus seiring dengan strategi korporasi.
Keputusan yang dibuat pada level strategik merupakan kondisi yang tetap atau merupakan patokan
dalam melaksanakan kegiatan operasi jangka menengah dan jangka pendek. Perencanaan jangka
menengah meliputi penjadwalan material dan tenaga kerja untuk mencapai sasaran jangka panjang.
Sedangkan perencanaan dan pengendalian operasi jangka pendek mencakup rencana kerja harian
atau mingguan, prioritas penyelesaian pekerjaan, dan siapa yang melaksanakan kegiatan operasi
tersebut.Selanjutnya, operasi sering kalididefinisikan sebagai proses transformasi. Dalam manajemen
operasi dilakukan proses transformasi yang mengubah inputmenjadi output. Inputdapat meliputi
bahan baku, pelanggan,atau produk yang berasal dari sistem lain. Proses transformasi dapat
dikategorikan sebagai fisikal (dalam perusahaan manufaktur), lokasi (seperti perusahaan transportasi),
pertukaran (seperti pada usaha retail), penyimpanan (seperti penggudangan), fisiologikal (seperti
dalam perawatan kesehatan), dan informasional (seperti dalam perusahaan telekomunikasi). Peran
operasi adalah menciptakan nilai. Proses transformasi dapat dipandang sebagai serangkaiankegiatan
sepanjang rantai nilai (value chain) dari pemasok ke pelanggan.

3. Berikan penjelasan kesulitan menyusun strategi operasi jasa dalam lingkungan ekonomi

a. Hambatan masuk secara keseluruhan rendah  inovasi jasa bukan sesuatu yang dapat dipatenkan
dan dalam banyak kasus, pelayanan bukan organisasi yang padat modal. Oleh karena itu, inovasi
dalam jasa atau pelayanan mudah ditiru. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan keunikan atau
kekhasan terhadap jasa atau pelayanan yang ditawarkan.
b. Kesempatan minimal dalam skala ekonomi  produksi dan konsumen jasa dilakukan secara
simultan, sehingga pelanggan harus mendekati pelayanan atau jasa yang diminati atau sebaliknya
pelayanan harus didekatkan kepada pelanggan.
c. Fluktuasi pelayanan yang tidak menentu  macam dan jenis permintaan pelayanan merupakan
fungsi waktu dalam sehari dan hari dalam seminggu (kadang-kadang musiman) dengan kedatangan
secara acak atau random.
d. Tidak ada keunggulan dalam ukuran yang berkaitan dengan pembeli atau pemasok  Beberapa
perusahaan jasa berukuran kecil namun mempunyai kekuatan yang mampu mengadakan negosiasi
dengan pelanggan atau pemasok.
e. Subsitusi produk  inovasi produk dapat disubstitusi untuk jasa, sehingga perusahaan jasa tidak
hanya melihat jasa pesaing tetapi juga mengantisipasi potensi inovasi produk yang membuat
pelayana pelayanan atau jasa menjadi usang atau ketinggalan.
f. Loyalitas pelanggan  perusahaan yang sudah matang menggunakan sumber daya manusia yang
mampu menciptakan pelanggan yang loyal sehingga mampu mnjadi penghalang nagi masuknya jasa
baru.
g. Hambatan keluar  perusahaan jasa atau pelayanan yang bersifat marginal bisa terus
melaksanakan kegiatan operasionalnya walaupun rendah, atau tidak mendapatkan keuntungan
sama sekali.

Anda mungkin juga menyukai