Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Hasil yang kami dapatkan setelah dilakukan sterilisasi adalah sebagai berikut:

B. Pembahasan
Uji sterilitas merupakan uji yang dilakukan terhadap sediaan steril untuk
mengetahui adanya mikroorganisme pada sediaan. Sebelum uji sterilitas perlu dilakukan
validasi. Validasi adalah suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap
bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan, atau mekanisme yang digunakan
dalam produksi dan pengawasan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan.
Pada percobaan ini, dilakukan validasi terhadap metode sterilisasi menggunakan
autoklaf dan oven serta validasi laminar air flow (LAF). Validasi metode sterilisasi ini
perlu dilakukan untuk mengidentifikasi parameter kritis sterilisasi serta mengetahui batas
toleransinya.
Validasi metode sterilisasi uap panas dengan menggunakan autoklaf pada suhu
121°C dan tekanan 2 atm. Parameter kritis autoklaf adalah suhu, waktu, dan tekanan.
Bedanya pada autoklaf, wadah gelas yang disterilkan diisi dulu dengan aquades baru
dilanjutkan sterilisasi. Air ini lah yang dimasukkan dalam media nutrient agar untuk
kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Hasil yang diperoleh
menunjukkan…
Setelah itu dilakukan validasi terhadap metode sterilisasi menggunakan oven.
Metode sterilisasi panas kering ini dilakukan untuk alat-alat yang terbuat dari gelas. Pada
percobaan, digunakan vial yang dibungkus dengan dua lapis aluminium foil, untuk
mencegah kontaminasi setelah sterilisasi. Parameter kritis pada oven adalah suhu dan
waktu. Suhu yang digunakan ialah 70°C dan 75°C selama 30 menit. Perbedaan suhu
ditujukan untuk mengetahui suhu efektif untuk sterilisasi. Hasil uji sterilitas
membuktikan…
Selanjutnya dilakukan validasi terhadap metode sterilisasi menggunakan laminar
air flow. Metode laminar air flow ini dilakukan di bagian HEPA Filter serta sudut kritis
LAF. Prinsip kerja LAF adalah aliran udara laminar akan membawa kontaminan keluar
sehingga kontaminasi dapat diminimalisir. Parameter kritis LAF adalah efektivitas HEPA
Filter, kecepatan alir udara, dan arah aliran udara. HEPA Filter atau High Eficiency
Particulate Air filter merupakan alat yang berfungsi menyaring partikel dari udara dengan
efisiensi tinggi yaitu 99,97%. Setelah itu, media agar yang telah dibuat dimasukkan ke
dalam LAF dan didiamkan. Hal ini bertujuan untuk mensterilkan media dari mikroba dan
bakteri. Hasil uji mengindikasikan bahwa pensterilisasian menggunakan metode LAF
BAB V

KESIMPULAN

Uji sterilitas merupakan uji yang dilakukan terhadap sediaan steril untuk
mengetahui adanya mikroorganisme pada sediaan. Sebelum uji sterilitas perlu dilakukan
validasi dan monitoring. Pada percobaan ini, dilakukan validasi terhadap metode
sterilisasi menggunakan autoklaf dan oven serta validasi laminar air flow (LAF). Hasil uji
sterilitas membuktikan
DAFTAR PUSTAKA
JAWABAN PERTANYAAN

1. Apa yang dimaksud dengan sterilisaasi dan sebutkan macam-macam uji sterilisasi?
2. Jelaskan mekanisme kerja dari alat-alat sterilisasi autoklaf, autoklaf, Laminar Air Flow
(LAF) dan oven!

Jawaban:

1. Sterilisasi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada
atau didalam suatu benda. Sterilisasi dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pengunaan
panas, penggunaan bahan kimia dan penyaringan atau filtrasi.

2. Mekanisme kerja dari alat-alat sterilisasi tersebut adalah sebagai berikut:


1) Autoklaf
a. Saat sumber panas mulai dinyalakan, air didalam autoklaf akan mulai mendidih
b. Uap airnya kemudian mendesak udara yang mengisi didalam autoklaf
c. Jika udara telah terganti uap air, katup udara atau katup uap akan ditutup sehingga
tekanan didalamnya makin bertambah
d. Saat tekanan telah mencapai suhu sesuai, proses sterilisasi dimulai dan timer akan
mulai menghitung mundur
e. Setelah proses selesai dijalankan, sumber panas akan langsung dimatikan dan tekanan
akan kembali turun secara perlahan hingga suhunya mencapai 0oC
2) Laminar Air Flow (LAF)
a. LAF berfungsi untuk pengerjaan secara aseptis karena mempunyai pola pengaturan
dan penyaringan aliran udara sehingga aseptis
b. Aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan
c. Atur alat dan bahan yang telah dimasukkan ke LAF sedemikian rupa sehingga efektif
dalam bekerja dan tercipta areal yang benar-benar steril
d. Kerja secara aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu oleh aktivitas
kerja
e. Setelah selesai bekerja biarkan 2-3 menit supaya kontaminan tidak keluar dari LAF

3) Oven

a. Hubungkan oven dengan sumber listrik


b. Tekan tombol “ON” dan tunggu beberapa saat hingga display menyala
c. Sesuaikan timer dengan kebutuhan
d. Letakkan sampel atau alat yang ingin diproses dalam oven kemudian tunggulah
hingga proses pengovenan selesai
e. Jika telah selesai digunakan matikan oven dengan cara menekan tombol “OFF” dan
tunggulah hingga display mati