Anda di halaman 1dari 16

BAB 9

KONSEP EVOLUSI

Makhluk hidup ( tumbuhan dan hewan ) telah menghuni bumi jutaan


tahun yang lampau. Jenis – jenis yang hidup pada masa lampau tersebut
berbeda dengan jenis yang hidup pada masa sekarang ini. Bahkan beberapa
jenis hewan dan tumbuhan purba saat ini telah punah, tinggal fosilnya saja
sebagai contoh dinosaurus. Diperkirakan hewan dan tumbuhan pertama kali
hidup di laut. Melalui proses yang memerlukan waktu sangat lama,
tumbuhan dan hewan tersebut menyebar ke darat. Perubahan lingkungan ini
otomatis berpengaruh pada cara hidupnya. Perlahan – lahan makhluk
tersebut mengalami perubahan atau evolusi. Semua kehidupan yang ada
saat ini merupakan hasil perubahan yang berlangsung lama dan perlahan –
lahan. Akankah makhluk hidup yang ada pada saat ini terus mengalami
perubahan?

Bab ini dibagi atas 2 sub bab yaitu :

A. Ciri-ciri Proses Evolusi

B. Arah Evolusi

225
Setelah mahasiswamempelajari bab ini diharapkan dapat :

1. Menguraikan 2 macam evolusi organisme.


2. Menjelaskan 2 jalan / arah evolusi.
3. Menjelaskan 3 ciri dari proses evolusi.
4. Menjelaskan hubungan evolusi dengan genetik
5. Menjelaskan hubungan evolusi dengan lingkungan.

A.CIRI-CIRI PROSES EVOLUSI

Evolusi diartikan secara harfiah sebagai perubahan perlahan-lahan.


Evolusi biologi ( organik ) adalah perubahan perlahan-lahan pada populasi
makhluk hidup dari zaman ke zaman pada kehidupan di muka bumi ini.
Evolusi biologi disebut evolusi filogenetis yaitu mengenai asal usul spesies
berkaitan dengan hubungan kekerabatannya.

Didalam evolusi biologi dikenal istilah mikroevolusi dan


makroevolusi.Mikroevolusi merupakan perubahan secara bertahap pada
tingkat gen yang menimbulkan perubahan fenotip organisme. Mikroevolusi
merupakan bagian dari makroevolusi. Makroevolusi merupakan perubahan
secara bertahap yang menyebabkan terbentuknya suatu kelompok taksonomi
seperti spesies baru. genus dll.

Untuk mendukung adanya evolusi, para ahli mempelajari dan


membandingkan hewan atau tumbuhan pada masa lampau yang sudah
menjadi fosil dengan hewan dan tumbuhan yang hidup pada saat ini. Dari
sinilah diketahui bahwa telah banyak terjadi perubahan pada hewan dan
tumbuhan. Banyak hewan dan tumbuhan yang mempunyai organ tubuh yang
tidak lagi berfungsi. Sebagai contoh, beberapa jenis ular, ikan paus dan

226
lumba – lumba masih mempunyai sisa – sisa tulang kaki di dalam tubihnya,
tetapi pada saat ini tidak satupun dari jenis hewan tersebut berkaki.

Perubahan bagian organ tubuh tersebut berlangsung berjuta – juta


tahun dan meninggalkan sisa – sisa yang tidak berfungsi. Dengan demikian
jelas bahwa dalam perjalanan hidup jenis – jenis organisme yang menghuni
planet bumi ini senantiasa mengalami perubahan. Jadi, semakin jelas bahwa
spesies atau jenis organisme yang ada saat ini bukanlah spesies yang bertama
kali menghuni bumi, tetapi merupakan hasil proses perubahan dari spesies
pada masa lampau.

Saat ini para ilmuan telah memahami bahwa sifat suatu organisme
ditentukan atau diatur oleh substansi kimia yang dikenal dengan ADN.
Substansi ini tersimpan di dalam sel. Perubahan susunan kimia pada ADN
akan menyebabkan perubahan sifat organisme. Perubahan ini biasa terjadi
karena kebetulan. Bila perubahan ini terjadi dalam sel gamet, sifat
turunannya akan berbeda dengan sifat induknya. Umumnya perubahan
tersebut merugikan jenis spesies yang besangkutan, misalnya tidak
mendukung kelangsungan hidup organisme, menghentikan proses reproduksi
( menjadi steril ), atau juga tidak mampu berkompetisi dengan jenis lain.
Namun, demikian, dari sekian banyak spesies hasil perubahan tersebut ada
juga yang menguntungkan.

Dengan demikian mahkluk hidup hasil perubahan tersebut akan


mengalami dua kemungkinan berikut :

a. Makhluk yang mengalami perubahan tersebut mampu menyesuaikan diri


dengan lingkungannya sehingga akan tetap hidup dan berkembang.

227
b. Makhluk yang mengalami perubahan tersebut tidak dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungannya sehingga akan tersingkir atau punah.

Berdasarkan uraian tersebut maka evolusi organisme dapat dibedakan


menjadi dua macam, yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif.

1. Evolusi Progresif, yaitu evolusi yang menghasilkan spesies yang


memungkinkan berlangsungnya kehidupan berikutnya.

2. Evolusi Regresif, yaitu evolusi yang menghasilkan spesies yang tidak


memungkinkan berlanjutnya kehidupan berikutnya.

Bila setiap hasil perubahan secara turun–temurun terus mampu


menyesuaikan diri dengan lingkungannya, suatu ketika akan menghasilkan
suatu turunan yang bervariasi dan mengarah pada bentuknya spesies baru.
Terbentuknya spesies baru akan meningkatkan keanekaragaman hayati di
planet bumi. Evolusi dialami oleh semua organisme hidup. Perubahan
tesebut mungkin jauh menyimpang dari struktur asli sehingga muncul jenis
baru. Organisme sekarang dianggap diturunkan dari bentuk kehidupan
sebelumnya, disebabkan kondisi yang berbeda maka dapat mengalami
mutasi, rekombinasi genetik, isolasi reproduksi dan lain – lain sehingga
berbentuk spesies baru. Dengan demikian evolusi adalah ; Perubahan
komposisi genetik yang mengakibatkan perubahan fenotip atau perubahan
dalam frekuensi gen suatu populasi dalam jangka waktu tertentu.

Apa yang menjadi faktor ciri – ciri proses evolusi ? Ada 3 faktor
yang menjadi ciri- cirinya yaitu :

1. Faktor Perubahan.

228
Tanpa adanya perubahan pada sifat keturunan individu, evolusi
populasi tidak akan terjadi. Faktor perubahan tersebut dapat disebabkan oleh
mutasi gen dan kromosom atau rekombinasi genetik. Mutasi memberikan
bahan mentah untuk evolusi, sedangkan rekombinasi menuangkan kedalam
kombinasi – kombinasi baru. Evolusi makhluk hidup adalah perubahan
genetis atau perubahan pada materi genetiknya.

Peristiwa evolusi adalah perubahan didalam populasi, bukan


perubahan di dalam satu atau beberapa individu. Seabad yang lalu dalam
populasi kupu – kupu Biston betularia hanya terdapat beberapa kupu – kupu
yang berwarna gelap. Perubahan yang terjadi selama seratus tahun
berikutnya adalah perubahan pada evolusi warna gelap didalam populasi.
Bertambahnya jumlah kupu – kupu yang berwarna gelap selama
industrialisasi disebabkan karena kupu – kupu ini lebih baik dapat
menyesuaikan diri dari pada kupu – kupu yang berwarna cerah dengan
keadaan batang – batang pohon yang makin banyak tertutup jelaga.

2. Faktor Pengarah

Evolusi adalah perubahan selektif, dengan faktor – faktor lingkungan


yang mengarahkan seleksi tersebut sekaligus sebagai pembatas. Rata – rata
dalam setiap lingkungan tertentu, individu – individu yang mempunyai sifat
– sifat yang meningkatkan kemampuan untuk tetap hidup akan lebih sering
mencapai umur reproduktif dari pada individu – individu yang tidak
mempunyai sifat – sifat ini. Jadi, dalam tiap – tiap generasi kita dapat
mengharapkan sedikit kenaikan dalam perbandingan individu – individu
yang tinggi viabilitasnya yaitu individu individu yang mempunyai banyak
sifat menguntungkan untuk tinggal hidup, inilah yang disebut Darwin “
Survival of the Fittest ‘ atau individu yang paling sesuai dengan

229
lingkungannya akan tinggal hidup, contohnya kupu – kupu Biston betularia
berwarna gelap lebih sedikit dimakan predator dari pada kupu – kupu yang
berwarna cerah. Warna yang lebih gelap lebih sesuai dengan keadaan
lingkungan baru setelah industialisasi, dengan demikian kupu – kupu
berwarna gelap lebih banyak tinggal hidup untuk mengasilkan keturunan
yang berwarna gelap, dari kupu – kupu berwarna cerah kupu – kupu
berwarna gelap populasinya naik dan yang berwarna cerah jarang terdapat.

Keunggulan daya hidup atau vialibilitas bukanlah satu – satunya


faktor seleksi alam. Sama pentingnya adalah keunggulan fertilitas yaitu
kemampuan untuk menghasilakan keturunan. Individu tersebut diharapkan
mampu menghasilkan Reproduksi Differential yaitu reproduksi yang berbeda
– beda. Jika individu – individu dalam populasi dapat mengasilkan keturunan
terbanyak yang sanggup hidup sampai dewasa, maka populasi itu cendrung
untuk dapat tetap hidup dan bertambah jumlahnya.

3. Faktor Stabilitas

Organisme tetap sama dari generasi ke generasi dipertahankan oleh


mekanisme keturunan dan reproduksi. Kebanyakan struktur dan fungsi yang
khas dalam organisme hidup berkembang menurut susunan gen – gen yang
diwarisinya. Untuk itu diperlukan individu yang fertil dan menghasilkan
keturunan yang fertil pula.

Pada umumnya, perubahan fenotip bukanlah ciri yang terpenting


dalam peristiwa evolusi, tetapi yang lebih penting adalah perubahan pada
frekuensi alel untuk suatu sifat – sifat tertentu.

B. JALAN / ARAH EVOLUSI

230
Beberapa organisme yang ditemukan dibeberapa bagian dunia
tampak serupa dan hidup dilingkungan yang sama, tetapi tidak mempunyai
hubungan kekerabatan yang dekat. Organisme lain terlihat sangat berbeda,
tetapi hubungan kekerabatannya dekat. Persamaan dan perbedaan diantara
organisme - organisme yang ada dihasilkan dari adaptasi spesies terhadap
lingkungannya. Jalan / arah evolusi berhubungan dengan pola perubahan
evolusioner serta pembentukan dan punahnya suatu spesies.

Pada teori evolusi sintetik atau neo Darwinisme dikenal dengan


istilah mikroevolusi dan makroevolusi. Mikro evolusi adalah perubahan pada
skala kecil ditingkat alel yang menimbulkan spesiasi. Biasanya, mikroevolusi
menghasilkan spesies dengan sedikit perbedaan dalam struktur, fisiologi,
perilaku, tetapi terisolasi secar reproduksi. Makro evolusi adalah perubahan
skala besar diatas spesies yang membedakan kelas taksonomi, misalnya
antara ikan dan amfibi.

Proses makroevolusi dapat digambarkan dengan pohon evolusi.


Pohon evolusi adalah sebuah diagram yang meringkas informasi tentang
urutan kekerabatan diantara spesies. Tiap cabang menggambarkan garis
keturunan dari moyangnya, pada titik percabangan menunjukkan waktu
perubahan genetik dan spesiasi yang menyebabkan proses mikroevolusi.
( Gambar 9.1 )

Gambar 9.1.Pohon Evolusi

231
Keterangan gambar pohon evolusi : (a) Setiap garis pada pohon mewakili
spesies, (b) garis yang gagal mencapai puncak grafik mewakili spesies yang
punah, (c) garis yang terus mencapai puncak mewakili spesies yang tetap
bertahan, (d) bentuk garpu pada pohon berarti kejadian spesiasi, (e)
kemiringan setiap garis menunjukkan kecepatan perubahan fenotipe
disepanjang waktu ( garis curam = periode perubahan spesies yang lambat,
garis mendekati periode horizontal = periode yang cepat ), (f) setiap spesies

232
terdiri atas banyak individu, dan (g) setiap pohon evolusi yang dapat ditarik
menjadi satu kelompok (group) merupakan bagian dari pohon kehidupan
yang lebih besar yang menghubungkan seluruh makhluk hidup.

Ada dua jalan atau arah dari makroevolusi yaitu :

1. Evolusi Divergen

Evolusi Divergen adalah spesies yang berbeda dapat berkembang


dari satu moyang bersama. Mekanisme isolasi reproduksi membagi populasi
moyang menjadi dua populasi yang terpisah dan beradaptasi dengan
lingkungan yang berbeda. Para ahli biologi berpendapat bahwa spesies –
spesies burung berkembang dari satu moyang bersama melalui evolusi
divergen. Akibat seleksi alam, masing – masing menjadi adaptif terhadap
suatu lingkungan tertentu. Terkadang evolusi divergen terjadi bersamaan
pada beberapa populasi. Proses evolusi dengan jalan beberapa spesies
berbeda berkembang dari satu moyang bersama dan masing – masing spesies
beradaptasi terhadap seperangkat khusus kondisi – kondisi lingkungan
disebut radiasi adaptif. Petunjuk fosil menunjukkan bahwa radiasi adaptif
terjadi diantara mamalia pada 50 hingga 60 juta tahun yang lalu dan radiasi
adaptif pada burung finch Galapagos. Monyang burung finch dari daratan
utama Amerika Serikat Selatan berkoloni di kepulauan Galapagos.
Pembukaan habitat dan beberapa predator meningkatkan radiasi
( pemancaran ) burung finch menjadi 14 jenis.(Gambar 9.2)

233
Gambar 9.2. Jenis-jenis Burung Finc

2. Evolusi Konvergen

Banyak tumbuh – tumbuhan dan hewan yang tidak mempunyai


hubungan kekerabatan di bagian – bagian dunia ini tampak serupa. Menurut
para ahli biologi, adaptasi organisme – organisme tersebut berkembang
secara bersama – sama karena mempunyai lingkungan yang sama. Proses
evolusi spesies – spesies yang tidak berkerabat mengembangkan sifat – sifat
yang sama disebut evolusi konvergen. Contohnya, di padang rumput
Argentina ada hewan kavi yang perilaku dan penamopakannya seperti kelinci
jack yang ditemukan dipadang rumput Amerika Serikat. Kavi memiliki kaki
belakang yang panjang serta telinga yang besat. Akan tetapi, kavi adalah
rodensia dan berkerabat dengan marmut.

Contoh lain evolusi konvergen dapat kita lihat pada paus dan lumba –
lumba. Organisme – organisme tersebut adalah mamalia yang terlihat seperti
ikan. Para saintis berfikir bahwa mamalia air tersebut melangsungkan
kehidupan dilingkungan yang sama seperti ikan. Mamlia tersebut
mengembangkan organ – organ analog tertentu yang bentuk dan fungsinya
sama, tetapi tidak berasal dari satu moyang yang sama.

234
RANGKUMAN

Evolusi diartikan secara harfiah sebagai perubahan perlahan-lahan.


Evolusi biologi ( organik ) adalah perubahan perlahan-lahan pada populasi
makhluk hidup dari zaman ke zaman pada kehidupan di muka bumi ini.
Evolusi biologi disebut evolusi filogenetis yaitu mengenai asal usul spesies
berkaitan dengan hubungan kekerabatannya. Didalam evolusi biologi
dikenal istilah mikroevolusi dan makroevolusi. Mikroevolusi merupakan
perubahan secara bertahap pada tingkat gen yang menimbulkan perubahan
fenotip organisme. Mikroevolusi merupakan bagian dari makroevolusi.
Makroevolusi merupakan perubahan secara bertahap yang menyebabkan
terbentuknya suatu kelompok taksonomi seperti spesies baru. genus dll.

Mahkluk hidup hasil perubahan akan mengalami dua kemungkinan


berikut : 1.Makhluk yang mengalami perubahan tersebut mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga akan tetap hidup dan
berkembang. 2.Makhluk yang mengalami perubahan tersebut tidak dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga akan tersingkir atau
punah. Dengan demikian evolusi organisme dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif. Evolusi Progresif, yaitu
evolusi yang menghasilkan spesies yang memungkinkan berlangsungnya
kehidupan berikutnya. Evolusi Regresif, yaitu evolusi yang menghasilkan
spesies yang tidak memungkinkan berlanjutnya kehidupan berikutnya. Ada
3 faktor yang menjadi ciri- ciri evolusi yaitu : perubahan , pengarah dan
stabilitas.

Proses makroevolusi dapat digambarkan dengan pohon evolusi. Pohon


evolusi adalah sebuah diagram yang meringkas informasi tentang urutan
kekerabatan diantara spesies. Tiap cabang menggambarkan garis keturunan

235
dari moyangnya, pada titik percabangan menunjukkan waktu perubahan
genetik dan spesiasi yang menyebabkan proses mikroevolusi. Ada dua jalan
atau arah dari makroevolusi yaitu : evolusi divergen adalah spesies yang
berbeda dapat berkembang dari satu moyang bersama, misalnya burung finc.

Proses evolusi spesies – spesies yang tidak berkerabat mengembangkan sifat


– sifat yang sama disebut evolusi konvergen. Contohnya, ikan paus dan
lumba-lumba.

LATIHAN

1. Apakah perbedaan antara :

 Mikro Evolusi dengan Makro Evolusi


 Evolusi Progresif dengan Regresif

2. Jelaskan 3 hal yang terlibat dalam factor pengarah proses evolusi !

3. Sebutkan 3 ciri-ciri proses evolusi !

4. Apakah yang dimaksud dengan faktor stabilitas pada proses evolusi ?

5. Bagaimanakah hubungan evolusi genetik dan lingkungan ?

TES FORMATIF 9

1. Perubahan susunan kimia pada DNA akan menyebabkan perubahan sifat


organisme, bila

perubahan tersebut terjadi pada sel gamet maka sifat turunannya akan
berbeda dengan turunannya. Berdasarkan uraian tersebut maka evolusi
organisme dibedakan menjadi 2 yaitu :

236
a. Evolusi divergen dan evolusi konvergen
b. Evolusi kosmik dan evolusi organik
c. Evolusi progresif dan evolusi regresif
d. Evolusi universal dan evolusi organik

2. Evolusi yang menghasilkan spesies yang memungkinkan berlangsungnya


kehidupan berikutnya disebut :

a. Evolusi progresif
b. Evolusi regresif
c. Evolusi kosmik
d. Evolusi universe

3. Perubahan bagian tubuh organisme berlangsung berjuta-juta tahun dan


meninggalkan sisa-sisa yang tidak berfungsi. Berdasarkan konsep diatas
perubahan tersebut mengakibatkan makhluk hidup tidak dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang pada akhirnya punah hal ini
disebabkan karena :

a. Organisme yang mengalami perubahan dapat menghasilkan keturunan


yang bervariasi
b. Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dapat menyebabkan
proses reproduksi terhenti (streil)
c. Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dapat mendukung
kelangsungan hidup organisme
d. Makhluk hidup yang mengalami perubahan tersebut mampu
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

4. Makhluk yang mengalami perubahan secara turun temurun terus mampu


menyesuaikan diri dengan lingkungannya suatu ketika akan menghasilkan

237
turunan yang bervariasi dan mengarah pada terbentuknya spesies baru dapat
menyebabkan :

a. Meningkatkan keanekaragaman hayati diplanet bumi.


b. Berkurangnya keanekaragaman hayati diplanet bumi.
c. Dapat memperluas habitat dan menurunkan kompetisi
d. Rendahnya hubungan kekerabatan.

5. Pernyataan di bawah ini menjelaskan tentang evolusi organik adalah :

a. Perubahan yang terjadi pada lingkungan yang tidak hidup.


b. Perubahan yang menghasilkan spesies yang memungkinkan
berlangsungnya kehidupan berikutnya.
c. Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang tidak
memungkinkan berlangsungnya kehidupan berikutnya.
d. Perubahan yang terjadi pada makhkluk hidup atau komponen biotic
dari generasi ke generasi.

6. Jalan atau arah evolusi berhubungan dengan pola perubahan evolusioner


serta pembentukan dan punahnya suatu spesies. Evolusi berikut ini yang
mengarah pada makro evolusi adalah :

a. Evolusi Divergen dan evolusi konvergen.


b. Evousi kosmik dan evolusi organic.
c. Evolusi differnsial dan evolusi kosmik.
d. Evolusi konvergen dan evolusi kosmik.

7. Spesies yang berbeda dapat berkembang dari moyang sama disebut :

a. Evolusi konvergen

238
b. Evolusi divergen

c. Makro evolusi

d. Evolusi organic

8. Pada evolusi konvergen spesies-spesies yang tidak berkerabat


mengembangkan sifat-sifat yang sama. Contoh dibawah ini yang termasuk
kedalam evolusi konvergen kecuali :

a. Hewan kavi diargentina yang berperilaku seperti kelinci jack.

b. Paus adalah class mamalia yang terlihat seperti ikan.

c. Lumba-lumba merupakan class mamalia yang hidup dilaut.

d. Moyang burung finch yang berkoloni di kepulauan Galapagos.

9. Faktor-faktor di bawah ini yang menjadi cirri-ciri proses evolusi adalah :

a. Faktor fertilitas dan faktor reproduksi.

b. Faktor viabilitas dan perubahan komposisis genetic.

c. Faktor perubahan, faktor pengarah dan stabilitas.

d. Faktor internal dan eksternal

10. Seabad yang lalu dalam populasi kupu-kupu hanya terdapat beberapa
kupu-kupu yang berwarna gelap dan lebih banyak yang berwarna cerah,
dengan seiring waktu kupu-kupu Biston betularia yang berwarna gelap

239
bertambah jumlahnya. Perubahan warna kupu-kupu tersebut disebabkan
oleh :

a. Mutasi gen dan kromosom tidak dipengaruhi proses evoluasi


b. Perubahan komposisi genetic yang mengakibatkan perubahan fenotip
dalam suatu populasi pada jangka waktu tertentu.
c. Rekombinasi genetik tidak dapat memberikan kombinasi-kombinasi
yang baru.
d. Organisme yang lebih baik dalam beradaptasi dengan lingkungannya.

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF 9:

1. C
2. A
3. B
4. A
5. D
6. A
7. B
8. D
9. C
10. B

240