Anda di halaman 1dari 9

NAMA : KHARISMA ISMI SABILLA

NIM : 20012
MATA KULIAH : ANTROPOLOGI KESEHATAN
TANGGAL PENUGASAN : 30 SEPTEMBER 2020

RESUME MATERI KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL


DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

A. PROSES PEMBENTUKAN KELOMPOK

Seorang ahli filsafat Yunani Aristoteles mengatakan tentang


manusia adalah merupakan Zoon Politicon yaitu bahwa manusia adalah
makhluk sosial. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain
tersebut bisa disebut GREGARIOUSNESS.
Sejak lahir manusia mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok,
yaitu bermasyarakat dan menyatu dengan alam.
Untuk dapat beradaptasi dengan kedua lingkungan itu manusia
menggunakan pikiran, perasaan, tindakan ( cipta, rasa, karsa).
Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan
manusia yang hidup bersama. Berikut ini syarat himpunan manusia dapat
dinamakan kelompok sosial:
1. Setiap anggota kelompok merupakan bagian dari kelompok
yang bersangkutan.
2. Hubungan timbal balik antara anggota satu dengan yang lain.
3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama agar hubungan
bertambah erat.
4. Berstruktur berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
5. Bersistem dan berproses ( berawal dan berakhir).

Teori terjadinya pembentukan kelompok sosial, antara lain:


1. Berens de Haan
Kelompok memperoleh bentuknya dari kesadaran akan
keterkaitan pada anggotanya, para anggotanya punya ikatan
psikologi.
2. Park dan Burgess
Mereka menyebut antara para anggota perlu interaksi dan
faktor utama:
a. Hubungan antara anggotanya.
b. Teman bermain.
c. Gerak sosial.
Faktor- faktor itu menimbulkan sikap kita dan perasaan ikut
memiliki.
3. Dr. P.Y.Bouman
2

Kelompok atau golongan pada umumnya adalah kesatuan-


kesatuan sosial yang dikuasai oleh perasaan persatuan.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANGSUNGAN


HIDUP KELOMPOK
Kelangsungan hidup dari setiap setiap kelompok sosial dipengaruhi
beberapa faktor diantaranya nya:
1. Faktor psikologi, meliputi:
● Tiap-tiap anggota takut dicela oleh anggota lain.
● Bahwa tiap-tiap anggota memerlukan perasaan aman
dan membutuhkan perlindungan dari kelompoknya.
2. Faktor sosial adalah:
● Adanya norma kelompok
● Jumlah atau banyaknya komunikasi antara anggota
kelompok.
● Kelompok sebagai tempat terwujudnya kebutuhan
manusia.

C. MACAM-MACAM KELOMPOK SOSIAL

1. Kelompok kelompok sosial yang teratur


a. In group dan Out Group.
In group adalah kelompok sosial dengan nama individu
mengidentifikasikan dirinya, merupakan in groupnya. Out-
group diartikan oleh individu sebagai kelompok menjadi lawan
in groupnya.
Sikap-sikap in group faktor simpati mempunyai perasaan
dekat dengan anggota-anggota kelompok. Sikap out group (sikap
tidak senang). Perasaan ingroup dan outgroup dalam dan luar
kelompok merupakan dasar sikap “etnosentrisme” yaitu sikap
menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan menggunakan
ukuran-ukuran kebudayaan sendiri.

b. Kelompok primer dan kelompok sekunder.


Kelompok primer adalah kelompok ditandai ciri-ciri kenal
mengenal antara anggota-anggotanya serta kerjasama yang erat
yang bersifat pribadi. Ciri-ciri kelompok primer adalah:
1). Ada keakraban antar anggota-anggotanya.
2). Saling mengenal.
3). Adanya tingkatan kelanggengan.
Dalam kehidupan tidak ada kelompok primer yang
memenuhi syarat secara sempurna karena tidak ada kelompok
yang hidup secara harmonis bahkan ada yang ditandai oleh rasa
permusuhan dan konflik.
3

Kelompok sekunder adalah kelompok yang memiliki ciri-


ciri kebalikan dari kelompok primer yaitu kelompok yang terdiri
dari banyak orang yang tak didasarkan atas kenal mengenal secara
pribadi dan bersifat tidak langgeng.
Kelompok primer adalah merupakan kejengkelan melihat
perkembangan masyarakat modern yang semakin banyak
dipengaruhi untung-rugi makin berkurang pengaruh bentuk
kehidupan bersama berdasarkan kasih sayang sehingga muncul
suatu aliran dinamakan romantisme yaitu suatu perasaan
mengenang masa lampau yang dianggap baik dan menyesali
perkembangan masyarakat modern yang dianggap kurang baik.

c. Paguyuban dan patembayan


Menurut Ferdinand Tonnies hubungan-hubungan positif
antara manusia itu selalu bersifat gemeinschaft dan gesselschaft.
Gemeinschaft (paguyuban) adalah bentuk kehidupan
bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin
yang murni dan bersifat alamiah dan kekal. Paguyuban memiliki
beberapa ciri:
a. Intimate artinya Hubungan yang menyeluruh yang
mesra.
b. Private artinya hubungan yang bersifat pribadi yaitu
khusus untuk beberapa orang saja.
c. Eksklusive Artinya bahwa hubungan tersebut hanyalah
untuk kita saja dan tidak untuk orang lain di luar kita

Menurut Tonnies di dalam setiap masyarakat selalu dapat


dijumpai salah satu diantaranya 3 tipe paguyuban:
a) Gemeinschaft by blood adalah paguyuban
yang didasarkan pada ikatan darah.
b) Gemeinschaft of place adalah paguyuban
karena tempat, yang terdiri dari orang-orang
yang berdekatan tempat tinggal. Seperti: RT,
RW , arisan.
c) Gemeinschaft of mind adalah paguyuban
karena mempunyai jiwa dan pikiran yang
sama, ideologi sama.
Gesselschaft (patembayan) adalah ikatan lahir yang bersifat
pokok. Perikatannya hanya berlangsung dalam waktu yang pendek
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Patembayan memiliki ciri:
a. Terdapat publik life artinya bahwa
hubungannya bersifat untuk semua orang.
b. Batas batas antara kita dengan yang bukan kita
adalah kabur.
Oleh Max Weber buah pikiran Tonnies dinamakan ideal
typus.
4

d. Formal group dan in formal group


Formal group adalah kelompok yang mempunyai
peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh
anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antar anggotanya.
Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai
struktur dan organisasi tertentu atau pasti kelompok ini biasanya
terbentuk karena pertemuan pertemuan yang berulang kali.

e. Membership group dan reference group


Perbedaan antara membership group dan reference group
berasal dari Robert K.Merton. Membership Group adalah
kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota
kelompoknya. Reference group adalah kelompok sosial yang
menjadi acuan bagi seseorang ( bukan anggota kelompok)
untuk membentuk pribadi dan perilakunya.

f. Kelompok okupasional dan volonter


Fungsinya muncul kelompok kelompok okupasional yaitu
kelompok yang terdiri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan
sejenis. Kelompok volonter adalah kelompok yang mencakup
orang-orang yang mempunyai kepentingan sama namun tidak
mendapatkan perhatian masyarakat yang semakin luas daya
jangkauannya

2. Kelompok-kelompok sosial yang tidak teratur.


a. Crowd atau kerumunan orang banyak.
Crowd ini merupakan kelompok sosial yang
bersifat sementara. Crowd ini dianggap sebagai salah
satu gejala sosial yang kurang disukai masyarakat
yang sudah teratur. Crowd akan mati apabila
kerumunan orang-orang tersebut telah bubar. Usaha-
usaha untuk membubarkan Crowd:
a. Mengalihkan pusat perhatian.
b. Dengan cara menakut-nakuti mereka.
c. Dengan cara mau memecah memecah-
belah benda umum, terjadi
pertentangan.
Macam-macam crowd:
1) Kerumunan yang berartikulasi dengan
struktur sosial.
● Khalayak penonton atau
pendengar yang formal.
5

● Kelompok ekspresif yang telah


direncanakan adalah kerumunan
yang pusat perhatiannya tak
begitu penting. Fungsinya
adalah sebagai penyalur
ketegangan-ketegangan yang
dialami orang karena pekerjaan
sehari-hari.
2) Kerumunan yang bersifat sementara
(Casual Crowd).
● Kumpulan kurang
menyenangkan adalah dalam
kerumunan itu ada kehadiran
orang-orang lain merupakan
halangan terhadap tercapainya
maksud seseorang.
● Kerumunan orang-orang yang
sedang berada dalam keadaan
panik.
● Kerumunan yang terjadi karena
kejadian tertentu.
3) Kerumunan yang berlawanan dengan
norma norma hukum.
● Kerumunan yang bertindak
emosional, bertujuan untuk
mencapai suatu tujuan tertentu
dengan menggunakan kekuatan
fisik yang berlawanan dengan
norma-norma yang berlaku
dalam masyarakat.
● Kerumunan yang bersifat
immoral, merupakan
kerumunan yang bertentangan
dengan norma-norma
masyarakat.

b. Khalayak ramai atau publik.


Publik merupakan kelompok yang tidak
merupakan kesatuan titik interaksi terjadi secara tidak
langsung melalui alat-alat komunikasi.

3. Masyarakat setempat.
Community adalah suatu organisasi kumpulan dari unit-unit
sosial untuk pemuasan kebutuhan dari kelompok tersebut dan
letaknya berdekatan satu dengan yang lain. Ciri utama community
adalah adanya interaksi hubungan antara orang dengan orang, orang
6

dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok yang lebih besar


luas diantara anggota-anggotanya dari pada interaksi dengan mereka
yang ada di luar wilayahnya.

a. Pembentukan Community.
Adanya perasaan saling memerlukan diantara para anggota-
anggotanya yang bertempat tinggal berdekatan.
a) Seperasaan.
Adalah akibat bahwa seseorang berusaha
mengidentifikasikan dirinya dengan sebanyak mungkin
orang dalam kelompok tersebut.
b) Sepenanggungan
Setiap individu sadar akan perannya di dalam
kelompoknya dan keadaan masyarakat sendiri
memungkinkan bahwa peranannya tadi dijalankan
sehingga ia mempunyai kedudukan yang pasti dalam
struktur sosial masyarakat.
c) Saling memerlukan
Individu yang tergantung dalam masyarakat
setempat merasakan dirinya tergantung pada
komunitas yang meliputi kebutuhan fisik maupun
kebutuhan psikologisnya.

b. Tipe-tipe masyarakat setempat.


Menurut Kingsley David Untuk mengadakan perbedaan
community itu dapat dipakai 4 kriteria yaitu:
a) Jumlah penduduknya.
b) Luas kekayaan dan kepadatan penduduk daerah
pedalaman.
c) Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat
terhadap seluruh masyarakat.
d) Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan.
Kriteria di atas dapat digunakan untuk membedakan
antara masyarakat yang sederhana dan masyarakat yang sudah
modern.

4. Masyarakat pedesaan.
Walaupun orang desa hidupnya dari pertanian tetapi tidak
setiap petani memiliki tanah pertanian karena padatnya penduduk di
pulau Jawa. Mengenai kepemilikan atas tanah di Jawa dibedakan atas
4 macam:
a) Sistem milik umum atau milik komunal dengan
pemakaian berganti-ganti.
b) Sistem milik komunal dengan pemakaian tanah dan
pemilikan yang beralih alih.
c) Sistem komunal dengan pemakaian tetap.
7

d) Sistem milik individu atau perseorangan.


ciri-ciri masyarakat desa yaitu sistem kekeluargaan
gotong royong and mata pencaharian bertani
pembayaran kerja.
Sifat-sifat masyarakat desa:
a) Hubungan lebih erat.
b) Memiliki sistem kekeluargaan dan kegotongroyongan
yang kuat.
c) Mata pencaharian petani.
d) Pembayaran kerja menurut usia fisik dan jenis
kelamin.
e) Generasi tua memegang peranan yang penting dalam
tradisi disebut pimpinan formal.
f) Konservatif.
g) Curiga kepada orang asing.
h) Hemat dan sederhana.
i) Jujur.
j) Kurang alat komunikasi.
k) Keragaman sangat kuat.

5. Masyarakat perkotaan.
Urban community adalah masyarakat kota yang tidak tertentu
jumlah penduduknya. Pengertian kota ditentukan kepada sifat-sifat
kehidupan serta ciri-ciri kehidupan pedesaan dengan masyarakat kota
terdapat perbedaan-perbedaan yang menyolok pandangan hidupnya
maupun cara cara menilai sesuatu.
Ciri-ciri masyarakat kota:
a) Depan beragama kurang kuat.
b) Orang kota biasanya dapat mengurus dirinya sendiri
tanpa tergantung kepada orang lain atau
individualisme.
c) Adanya pembagian kerja yang tegas Diantara warga
kota yang mempunyai batasan yang nyata.
d) Adanya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan
yang lebih banyak dan lebih mudah sesuai dengan
keahlian masing-masing.
e) Orang kota biasanya menganut jalan pikiran yang
rasional ini menyebabkan terjadinya lebih
mengutamakan kepentingan-kepentingan pribadi.
f) Adanya pembagian pekerjaan dan kehidupan yang
serba cepat di kota menyebabkan orang sangat
menghargai waktu.
g) Di kota bila terjadi perubahan-perubahan sosial mudah
sekali tampak dengan nyata karena kota biasanya lebih
mudah karena pengaruh dari luar.
8

D. URBANISASI
1. Pengertian urbanisasi dari desa ke kota
Yang dimaksud urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya
penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi menyangkut dua macam aspek, yaitu:
a) Berubahnya masyarakat desa menjadi masyarakat kota.
b) Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan mengalirnya orang-
orang dari desa ke kota, karena merasa tertarik oleh keadaan di kota.
Secara umum orang tertarik pada kota, disebabkan:
a) Kota atau daerah tersebut menjadi pusat pemerintahan atau ibu kota
suatu negara.
b) Daerah tersebut letaknya sangat strategis untuk usaha perdagangan.
c) Timbulnya industri daerah tersebut yang memproduksi barang
maupun jasa.

2. Sebab-sebab urbanisasi.
Apabila kita tinjau sebab-sebab urbanisasi maka harus diperhatikan
dua sudut, yaitu:
a) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan
desa atau daerah tempat kediamannya(push factor):
● Di desa pada umumnya lapangan pekerjaan kurang.
● Penduduk desa terutama kaum muda mudi banyak
merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat serta
sistem pengendalian sosial (social control) yang kuat
dan mengakibatkan cara hidup yang monoton.
● Di desa-desa tidak banyak kesempatan untuk
menambah pengetahuan.
● Orang yang memiliki keahlian sulit berkembang.
b) Faktor-faktor yang ada di kota yang menarik penduduk desa untuk
pindah dan menetap di kota-kota (pull factor):
● Adanya anggapan penduduk dari desa, bahwadi kota
banyak penghasilan atau uang.
● Di kota lebih banyak kesempatan untuk mendirikan
industri perusahaan.
● Di kota lebih banyak mendapatkan modal daripada di
desa.
● Pendidikan lebih banyak di kota daripada di desa.
● Kota merupakan suatu tempat yang menguntungkan
bagi perkembangan jiwa maupun pengalaman
pengalaman yang lebih luas daripada di desa.
● Kota dianggap mempunyai kebudayaan yang lebih
tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan
berbagai orang dari segala lapisan.

3. Macam-macam urbanisasi.
Ada tiga macam urbanisasi, yaitu:
a) Tetap: penduduk menetap di kota dan tidak kembali lagi.
9

b) Sementara: tinggal di kota untuk beberapa tahun, kembali ke desa.


c) Musiman: hanya ke kota pada musim tertentu saja.

4. Akibat-akibat urbanisasi.
Urbanisasi yang tidak teratur, menimbulkan akibat-akibat sebagai
berikut:
a) Banyak persaingan tenaga kerja mengakibatkan banyaknya
pengangguran di kota.
b) Meningkatnya kriminalitas.
c) Banyak orang yang tidak mempunyai tempat tinggal atau tuna
wisma.
d) Karena susah mendapatkan pekerjaan, maka banyak yang menjadi
tuna susila.
e) Banyak kenakalan anak-anak yang meningkat ke kejahatan anak-
anak.
f) Kota menjadi tidak teratur atau kekurangan prasarana.
g) Karena penduduk banyak maka cenderung untuk tinggal bersama.

Sebaliknya dengan banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke


kota, maka di desa berakibat:
a) Banyaknya pekerjaan di desa yang terbengkalai, sehingga
hasil pertanian berkurang karena kekurangan tenaga
penggarap.
b) Orang yang dari kota kembali ke desanya, kadang membawa
kebudayaan yang kurang baik.

5. Cara mengatasi urbanisasi.


Karena urbanisasi adalah masalah masyarakat, maka pemerintah
telah mengambil kebijakan-kebijakan antara lain:
a) Memajukan desa atau disebut memodernisasikan desa.
b) Mendirikan tempat-tempat industri di berbagai tempat, tidak
hanya di pusat pemerintahan saja.
c) Menutup urbanisasi, apabila penduduk di kota sudah
dipandang cukup padat.
d) Memberikan pekerjaan hanya kepada penduduk kota saja,
dengan harapan agar peminat atau pelamar dari luar kota
berkurang.
e) Memberi memberi penerangan untuk membangun desa dan
memberi gambaran sulitnya di kota-kota besar.
f) Usaha Untuk menghindarkan adanya kemerosotan sopan
santun, dengan jalan mendirikan rukun rukun tetangga di
kota-kota, sehingga penduduk ingat akan tanggung jawabnya
atas perubahan yang terjadi.

Anda mungkin juga menyukai