Anda di halaman 1dari 9

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : LUVITA FITRIANI

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 042097091

Tanggal Lahir : 26/01/1999

Kode/Nama Mata Kuliah : PUST4312 / PEMASARAN JASA INFORMASI


PERPUSTAKAAN
Kode/Nama Program Studi : 310 / ILMU PERPUSTAKAAN

Kode/Nama UPBJJ : 42 / SEMARANG

Hari/Tanggal UAS THE : SABTU – 10 JULI 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : LUVITA FITRIANI


NIM : 042097091
Kode/Nama Mata Kuliah : PUST4312 / PEMASARAN JASA INFORMASI
PERPUSTAKAAN
Fakultas : FAKULTAS HUKUM, ILMU SOSIAL, DAN ILMU POLITIK
Program Studi : ILMU PERPUSTAKAAN
UPBJJ-UT : 42 / SEMARANG

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran atas
pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
Kudus, 10 JULI 2021

Yang Membuat Pernyataan

Luvita Fitriani
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

1. Taktik Pemasaran

Dalam taktik pemasaran, kita mengenal bauran pemasaran (marketing mix). Taktik ini
diperlukan agar pemasaran dapat dipersiapkan sedemikian rupa sesuai dengan strategi yang
ditentukan sebelumnya. Strategi pemasaran sendiri terdiri dari penentuan segmentasi, targeting
dan posisioning. Berikut adalah bauran pemasaran tersebut dapat dirancang dan disiapkan oleh
perpustakaan agar pemasaran dapat diwujudkan sesuai harapan:
a) Product
Produk inti perpustakaan adalah informasi. Produk aktual perpustakaan adalah semua
koleksi yang ada dalam perpustakaan tersebut, seperti koleksi tercetak maupun noncetak
dan produk tambahan yang dapat disediakan bagi pelanggannya. Produk perpustakaan
merupakan produk yang unik dibandingkan dengan produk lainnya, maka perpustakaan
harus memberikan informasi dan pengetahuan dengan melengkapi dokumen yang ada
dalam perpustakaan tersebut. Sebagai organisme hidup, perpustakaan harus merancang
dirinya sebagai lembaga yang dinamis yang dapat mengikuti kebutuhan pelanggannya.
Untuk itu, perpustakaan tidak hanya menerima layanan yang sudah ada. Kalau perlu,
perpustakaan membuka layanan khas yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

b) Place
Idealnya perpustakaan terletak di lokasi yang strategis. Semakin strategis lokasi
perpustakaan, semakin banyak pula pelanggan yang rela mengunjungi perpustakaan.
Semakin megah gedung perpustakaan, semakin besar perhatian warga kepada
perpustakaan. Tidak ada salahnya perpustakaan menggunakan jasa desainer interior
untuk membuat ruang perpustakaan lebih menarik. Desainer tersebut nantinya akan
merancang ruang berdasar pada fungsi dan estetikanya dengan mempertimbangkan
pencahayaan, warna dinding dan lantai serta perabot yang ada diperpustakan tersebut.

c) Price
Tidak mudah untuk memberi harga pada layanan informasi di perpustakaan maka tidak
berlebihan bila perpustakaan selalu bergantung pada lembaga induknya. Harga layang
yang paling dapat diukur adalah layanan yang berhubungan dengan barang. Dalam
konteks ini, dapat dikatakan perpustakaan tidak menguntungkan karena uang.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Keberadaan perpustakaan diperuntukkan untuk mengembangkan sumber daya manusia


bukan sumber daya ekonomi.

d) Promotion

Promosi perpustakaan ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat, menciptakan


kesan yang baik, membangkitkan minat dan untuk memperoleh tanggapan dari
masyarakat. Beberapa sarana yang digunakan dala promosi yaitu Advertensi, promosi
penjualan, personal selling, publisitas.

e) People
Pada umumnya, orang-orang yang bekerja atau sumber daya manusi di perpustakaan
merupakan partner bagi semua pelanggan perpustakaan. Cara mereka melayani,
berkomunikasi dengan para pelanggan akan sangat berpengaruh pada citra
perpustakaan. Semakin bagus mereka menjalin hubungan dengan peminjam/anggota,
akan semakin bagus kesan yang dibangun di kalangan pengguna, begitu sebaliknya.

f) Process
Proses dalam perpustakaan merupakan pelaya1nan yang disediakan untuk pengguna.
Sesuai dengan tujuan awal pendirian perpustakaan adalah untuk melayani pengguna
makanya sedapat mungkin semua fasilitas yang ada di perpustakaan dimanfaatkan
secara maksimal oleh penggunanya. Perpustakaan akan selalu mengadakan inovasi
untuk memuaskan penggunanya termasuk ketika layanan perpustakaan tidak hanya
sebatas pada peminjaman koleksi tercetak saja. Perpustakaan harus selalu beradaptasi
dengan teknologi sehingga pengguna puas terhadap layanannya.

g) Phisycal Evidence (Faktor Pendukung)


Faktor pendukung pada pemasaran perpustakaan diantaranya adalah ketika membangun
gedung dan penataan koleksi. Perpustakaan dituntut untuk mengindahkan prinsip-
prinsip arsitek dan menggunakan standar penataan koleksi yang baku sehingga
memudahkan temu kembali buku yang dicari.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

2. Strategi Pemasaran STP


Pemasaran adalah Suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Dalam hal ini produk atau penawaran
dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu barang fisik, jasa dan gagasan. Perlunya pemasaran
bagi suatu perpustakaan karena informasi dan jasa dapat dianggap sebagai komoditas yang
dapat diperjualbelikan seperti barangbarang lain. Sedangkan informasi dan jasa apabila
diberikan kepada orang lain maka tidak akan berkurang dari pemiliknya bahkan semakin
banyak yang memanfaatkannya berarti semakin tinggi nilainya.
Segmentation, targeting, dan positioning produk (STP) merupakan salah satu metode strategi
pemasaran yang paling populer dan menjadi salah satu metode yang dianggap paling efektif.
Berikut adalah penjelasan terkait STP:
a) Segmentation
Segmentasi adalah proses mengelompokkan individu-individu berdasarkan perilaku
ataupun kebutuhan kelompok tersebut. Segmentasi biasanya dilakukan dengan
menggunakan metode riset pasar dan juga analisis data pelanggan.
Kegiatan segmentasi merupakan kegiatan organisasi, termasuk di dalamnya
perpustakaan dalam menetapkan kelompok pelanggan mana yang akan dilayani.
Perpustakaan dituntut untuk jeli melihat siapa saja calon penggunanya. Dengan
kemampuan untuk mengidentifikasi pelangganny, perpustakaan akan memiliki
kebijakan khusus dalam mengembangkan pelayanannya, termasuk di dalamnya
pengembangan koleksi. Tanpa melihat calon pengguna, perpustakaan akan
ditingglakan oleh penggunanya sendidi sebab mereka merasa tidak dilayani oleh
perpustakaan.

b) Targeting
Targeting adalah proses menentukan target pasar yang paling potensial berdasarkan
segmentasi yang telah dilakukan sebelumnya dengan menggunakan demand analysis.
Setidaknya harus ada tiga kriteria yang harus dipenuhi oleh perpustakaan pada saat
mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang akan dijadikan target. Pertama,
perpustakaanharus memastikan bahwa pasar yang dibidik itu cukup besar dan akan
cukup menguntungkan bagi perpustakaan tersebut.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Kedua, adalah bahwa strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan
kompetitif perpustakaan yang bersangkutan. Ketiga, adalah bahwa segmen pasar yang
dibidik harus didasarkan pada situasi persaingannya.

c) Positioning
Langkah terakhir dalam metode STP adalah positioning – yang merupakan tindakan
perusahaan atau pun perpustakaan untuk merancang produk dan strategi pemasaran
agar tercipta kesan atau persepsi tertentu di benak konsumen. Melakukan positioning
memerlukan pemetaan perseptual untuk mengetahui persaingan brand yang sudah ada
sebelumnya, dengan harapan kita dapat masuk ke segmen pasar yang belum memiliki
banyak pemain.

3. Promosi Elektronic Word Of Mouth (eWoM)

social media dapat digunakan sebagai alat promosi elektronic word of mouth (eWoM) oleh
pemustaka. Akses-akses informasi yang cepat dan mudah di internet tentu saja mempengaruhi
jumlah kunjungan ke perpustakaan. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
membuat perpustakaan mampu menyediakan akses ke segala hal dan menjembatani
kesenjangan antara pengetahuan lokal dan global. Pelayanan berbasis internet seperti pencarian
secara online, pelayanan berbasis e-mail, dan pelayanan referensi online harus disediakan oleh
perpustakaan, termasuk pemberian pelayanan untuk akses informasi yang berbeda sehingga
pelayanan tidak hanya terbatas pada pelayanan sirkulasi semata.

Pemasaran viral atau disebut juga dengan istilah electronic word of mouth (eWOM) menurut
Kotler (2012:571) adalah pemasaran menggunakan internet untuk menciptakan efek berita dari
mulut ke mulut untuk mendukung usaha dan tujuan pemasaran. Pemasaran viral menular seperti
virus adalah bentuk lain berita dari mulut ke mulut atau berita dari satu klik mouse ke klik
berikutnya, yang mendorong konsumen menceritakan produk dan jasa yang dikembangkan
perusahaan dalam bentuk audio, video, dan tulisan kepada orang lain secara online. Adapun
alasankonsumen memilih E-WoM, selain dapat dipercaya karena lebih independen,
pertimbangan lain yaitu berita yang diperoleh dari E-WoM merupakan refleksi pengalaman dari
pihak yang telah merasakan produk/ jasa yang dikonsumsinya
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Penggunaan media sosial untuk pengembangan layanan perpustakaan cukup efektif namun
terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari pengelolaan perpustakaan. Pertama,
update informasi perlu dilakukan secara rutin. Update informasi secara rutin menunjukkan
pemanfaatan yang baik dalam penggunaan sosial media karena sosial media diperumpamakan
sebagai pintu gerbang perpustakaan dan pemustaka biasanya lebih suka mengecek melalui
media sosial sebelum datang perpustakaan secara langsung.
Kedua, Secara rutin mengunggah informasi yang penting bagi penggunanya, misalnya koleksi
buku baru sebaiknya secara rutin diinformasikan. Dikatakan oleh Collins, bahwa perpustakaan
perlu secara berkala memberikan informasi kepada pengguna. Dalam satu tahun kegiatan,
pastilah perpustakaan memiliki koleksi, kegiatan atau informasi yang dapat dibagi kepada
penggunanya.
Ketiga, respons sesegera mungkin atas tanggapan pengguna, baik berupa pertanyaan maupun
tindakan.
Penggunaan media sosial dalam pelayanan perpustakaan berbasis elektronik ini cukup penting
di era digital ini mengingat perubahan zaman yang semakin dinamis dan semakin kompleks
melalui perkembangan teknologi dewasa ini. Banyak manfaat yang didapatkan perpustakaan
dari adanya penggunaan media sosial ini seperti meningkatkan interaksi dengan masyarakat,
menghemat waktu dan biaya penyebaran informasi, memberikan akses layanan perpustakaan
yang lebih luas dan cepat, dan lain sebagainya.
Namun penggunaan media sosial harus memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku sesuai
hukum seperti HAKI maupun kebijakan privasi lainnya yang saling berhubungan. Untuk itu,
penggunaan media sosial bagi perpustakaan harus dilakukan dengan bijak.

4. Jasa Informasi Yang Dikelola Oleh Perpustakaan Khusus Pada Suatu Lembaga/Instansi
Pemerintah

Dalam memasarkan jasa informasi yang dikelola oleh perpustakaan khusus pada suatu
lembaga/instansi pemerintah, terdapat kendala yang sering ditemui. Diantaranya persoalan yang
berkaitan dengan kemampuan sumber daya manusia, ketersediaan anggaran untuk pemasaran,
penerapan teknologi informasi, serta lokasi dan desain gedung/ruangan perpustakaan.
a. Kemampuan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia di perpustakaan merupakan salah satu faktor atau pilar yang
sangat penting.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Oleh sebab itu harus selalu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang harus
dipenuhi pengembangan sumber daya manusia (human resources) di perpustakaan
harus dilakukan perencanaan yang baik agar perpustakaan memiliki SDM yang
berkualitas. Pengembangan SDM dilakukan sesuai dengan perkembangan dan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pustakawan merupakan ujung tombak bagi
keberhasilan suatu perpustakaan dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Tetapi
profesi ini ternyata belum memperoleh perhatian yang layak dari pemerintah (terutama
pemerintah daerah). Pada setiap rekrutmen CPNS, jarang sekali pemerintah daerah di
Indonesia yang mengajukan formasi CPNS untuk jabatan fungsional pustakawan
untuk para lulusan Sarjana dan Diploma III Perpustakaan. Padahal hingga saat ini
jumlah pustakawan di kabupaten/kota di Indonesia masih sangat sedikit

b. Ketersediaan Anggaran Untuk Pemasaran


Masalah dana merupakan masalah penting yang dihadapi oleh sebuah perpustakaan,
dana merupakan faktor pendukung terutama dalam melaksanakan setiap kegiatan
perpustakaan, baik dana pengadaan, pengolahan koleksi, pengadaan peralatan,
perlengkapan biaya perawatan dan pemeliharaan dan lain-lain. Dana atau anggaran
yang dialokasikan untuk perpustakaan setiap tahunnya sekitar lebih kurang 100 juta
rupiah. Dana tersebut diperuntukkan untuk keperluan keseluruhan dari semua kegiatan
perpustakaan. Begitu pentingnya dana dalam mengembangkan koleksi dan sebuah
perpustakaan, karena di dalam mengembangkan koleksi dan sebuah perpustakaan
perlunya pembenahan, pelestarian, dan perawatan yang akan memerlukan dana yang
mencukupi.
Aspek kelembagaan yang lemah akan membawa dampak berupa minimnya anggaran
yang dialokasikan oleh pemerintah di bidang perpustakaan. Bahkan tidak sedikit
perpustakaan yang didukung dengan anggaran nol rupiah. Meskipun Undang-Unndang
Perpustakaan sudah mewajibkan setiap sekolah untuk mengalokasikan minimal lima
persen dari APBS untuk perpustakaan, realitas di lapangan hampir tidak ada
perubahan.
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

c. Penerapan Teknologi Informasi


Perpustakaan sebagai pilar utama dalam melestarikan dan menyediakan informasi.
Ilmu pengetahuan perlu didukung kebutuhan teknologi informsi seiring dengan
kegiatan menulis, mencetak, mendidik dan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan
informasi yang semakin berkembang dan beragam. Penerapan teknologi informsi di
perpustakaan difungsikan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mengelola
data-data dalam bentuk basis data serta menyediakannya menjadi informasi yang
berguna bagi masyarakat dalam keemasan digital yang fleksibel dan mudah dibagikan.
Penerapan teknologi ini dirasa cukup penting bagi perpustakaan karena tuntutan dari
pemustaka tersebut. Maka dari itu, perpustakaan sedapat mungkin harus mengadaptasi
perkembangan teknologi ke dalam perpustakaan. Penerapan teknologi ini meliputi
penerapan teknologi pada pengolahan informasi atau bahan pustaka, pada layanan
sirkulasi, maupun pada kegiatan rumah tangga perpustakaan lainnya. Dengan
demikian, layanan informasi yang diberikan perpustakaan kepada pemustaka akan
berjalan dengan maksimal karena adanya teknologi informasi tersebut. Pada saat ini
Perpustakaan dianggap tidak begitu penting oleh masyarakat disekelilingnya,
perpustakaan sering dianggap tidak perlu, karena dizaman sekarang berbagai informasi
lebih mudah ditemukan lewat internet.

d. Desain Gedung/Ruangan Perpustakaan


Gedung / ruang perpustakaan belum memperoleh tempat yang terhormat di lingkungan
pemerintah kabupaten, sekolah, maupun desa. Gedung/ruang perpustakaan pada
umumnya berada dalam keadaan yang memprihatinkan dan terletak di tempat yang
“terbelakang”, “tersembunyi”, dan tidak strategis, sehingga tidak mudah dijangkau
pemustaka dari berbagai arah. Alangkah baiknya perpustakaan tersebut memiliki
gedung tersendiri yang terpisah dan mudah untuk di jangkau.

Anda mungkin juga menyukai