Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TEKNOLOGI REFRIGERASI

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ir. Eko Nurcahya Dewi, M. Sc.

Disusun oleh : Afryan Mahendra (26060120140080).


Rasendriya Edra Daniswara (26060120140041).
Kelas : THP B
Produk : Udang Laut Kupas Beku Java Sea
Alat Pembekuan : Menggunakan Alat Contact Plate Freezer (CPF)
1. Jenis-jenis alat pembekuan dan kekurangan kelebihannya
Alat pembekuan memiliki banyak jenis tetapi memiki tujuan yang sama
yaitu untuk membekukan bahan pangan. Masing-masing alat pembekuan
memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri, alat-a;at pembekuan
tersebut antara lain :
a. Air Blast Freezer
Memanfaatkan udara dingin sebagai refrigerant, alat ini dapat berbentuk
ruangan atau terowongan. Kelebihan dari alat ini adalah bersifat
multiguna, suhu udara mendekati suhu pembekuan, dan dapat digunakan
untuk segala macam produk. Sedangkan kelemahan alat ini adalah udara
sebagai bahan pendingin harus menempuh jarak yang besar dalam
melakukan tugasnya, sering mengakibatkan pengeringan daripada produk
yang dibekukan, dan efisiensinya 15-30% lebih rendah daripada contact
freezing.
b. Contact Plate Freezer
Alat ini terdiri dari beberapa plat horizontal yang dapat digerakan secara
vertical. Keuntungan penggunaan alat ini adalah lebih efektif
dibandingkan air blast freezer karena jarak antara bahan pendingin dan
produk pendek serta rendemennya lebih tinggi, sedangkan kelemahan alat
ini adalah alat ini tidak bersifat multi guna. Hanya dipergunakan untuk
produk-produk yang mempunyai bentuk-bentuk tertentu misalnya
berbentuk blok dan tahan akan sedikit tekanan.
c. Immersion Freezer
Jenis freezer ini khusus digunakan untuk pembekuan ikan-ikan utuh
seperti tuna (tongkol besar), udang dengan kepala. Cara pembekuannya
yaitu dengan mencelupkan ikan kedalam larutan garam (NaCl) bersuhu
-17oC atau dengan menyemprotkan ikan memakai brine dingin itu.
d. Cryogenif Freezer
Karakteristik freezer jenis ini adalah perubahan fasa dari refrigerant
(cryogen) nya karena panas yang dipindahkan dari makanan. Cryogen
berkontak langsung dengan makanan sehingga dapat menyerap panas dari
permukaan bahan secara cepat dan memerlukan waktu yang singkat untuk
membekukan bahan makanan. Kelemahan pembekuan ini menggunakan
refrigerant R-12 yang merusak lapisan ozon.
2. Persiapan pembekuan produk
Sebelum proses pembekuan produk terlebih dahulu mengalami proses
pencucan sebanyak 3 tahap, lalu penimbangan sebanyak 3 tahap (2 tahap
penimbangan berat dan ukuran, 1 tahap penimbangan tanpa kepala dan kulit
udang), Sortasi ukuran udang, soaking (pemberian bahan kimia untuk
penambah bobot), dan terakhir masuk ke proses pembekuan

3. Cara kerja Contact Plate Freezer


Udang yang telah disusun dalam pan dimasukkan ke dalam mesin
pembeku CPF. Refrigerant cair dari tangki penampung dimasukkan ke dalam
evaporator melalui sebuah katup ekspansi. Kemudian di evaporator,
refrigerant cair dipaksa menguap dengan cara menurunkan tekanannya dengan
kompresor. Uap refrigerant yang terisap oleh kompressor kemudian
dimampatkan dan dimasukkan ke dalam kondensor untuk diembunkan
(didinginkan dengan udara atau air). Refrigerant yang kembali menjadi cairan
kembali ditampung di dalam tangki penampung untuk kemudian diuapkan
kembali di dalam evaporator. Pembekuan memerlukan waktu 5-6 jam hingga
suhu mencapai -38℃ hingga -40℃.

4. Metode Pembekuan Contact Plate Freezer


Prinsip kerja mesin Contact Plate Freezer (CPF) adalah pembekuan
produk dari ruang produksi lalu dibekuan di CPF dalam bentuk blok tersusun
dalam inner pan atau long pan kemudian diletakkan pada lempengan plat
yang tersusun secara horizontal dalam suatu kabinet lalu lempengan plat
diturunkan sampai pan terjepit diantara kedua lempengan plat. Agar
penggunaan CPF bisa optimal maka sebelum beroperasi kondisi CPF harus
dipastikan baik, plat CPF bebas dari frost atau bunga es, karet pintu CPF
dalam kondisi baik serta setiap sisi atau dinding CPF harus dilapisi dengan
bahan insulasi. Tahap pengoperasian mesin CPF antaralain pemeriksaan,
pemanasan, menjalankan mesin, pengontrolan, pengawasan, dan mematikan
mesin. Setelah memasukkan inner pan ke dalam CPF, jalankan mesin CPF
dan atur proses pembekuan berjalan selama 5-6 jam dengan suhu -40℃.
Setiap 1 jam sekali di cek suhu dan tekanan manometer komponen pada mesin
meliputi kompresor, kondesor, evaporator, dan katup ekspansi karena
komponen ini sangat berpengaruh dalam jalannya proses pendinginan. Mesin
CFC akan mengalirkan bahan pendingin ke dalam lempengan plat melalui
pipa yang berisi refrigerant (freon).

5. Potensi Kerusakan
Potensi kerusakan yang dapat terjadi dari penggunaan CPF berupa
rusaknya kenampakan dan tidak optimalnya pembekuan dalam pan jika
produk tertindih dengan pan. Produk yang tertindih pan karena penyusunan
yang tidak hati-hati menyebabkan produk tersebut lebih berair saat dicairkan
karena pembekuan yang tidak sempurna tersebut.