Anda di halaman 1dari 60

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Teknologi informasi saat ini berkembang begitu pesat. Berbagai sistem
informasi memungkinkan pemrosesan data dan laporan dengan cepat.
Penggunaan teknologi memiliki dampak hampir diseluruh bidang pekerjaan
tak terkecuali instansi pemerintahan. Sistem informasi dapat membuat kinerja
suatu instansi akan terlaksana dengan baik dan dapat menangani berbagai
pengolahan data dengan teknologi informasi. Salah satu kemajuan teknologi
yang bisa dirasakan oleh manusia antara lain perkembangan sistem
komputerisasi.
Komputer adalah mesin perhitungan elektronika yang cepat dan dapat
menerima infornasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan
program yang tersimpan dimemorinya, dan menghasil kan output berupa
informasi”. [6]
Dengan adanya komputer, data dapat disimpan dalam media pengingat
yang disebut harddisk . Dengan menggunakan media ini, kehadiran kertas
yang digunakan untuk menyimpan data dapat dikurangi. Selain itu, data
menjadi lebih cepat diakses terutama dalam bentuk database maka semua
bidang dalam perusahaan atau instansi dapat dikomputerisasikan, karena hal
ini dapat mendukung keberhasilan suatu instansi untuk mencapai tujuannya[2].
Dengan semakin berkembangnya teknologi, khususnya teknologi
informasi dan komputer, maka banyak perusahaan instansi/lembaga yang
sudah menggunakan sistem informasi inventaris barang berbasis komputer
sebagai bagian penting dari kelancaran operasi suatu perusahaan atau instansi.
Dengan sistem informasi inventaris barang, resiko terjadinya kesalahan dan
kekeliruan pencatatan atau perhitungan dapat diminimalisasi sehingga
mengurangi kemungkinan mengalami kerugian serta menghasilkan informasi
inventaris barang yang lebih berkualitas (tepat waktu, akurat dan lengkap).

1
2

Setiap instansi atau lembaga berkepentingan mengetahui secara persis


semua barang yang menjadi harta kekayaan dan sebagainya. Setiap
penambahan dan pengurangan barang berarti penambahan dan pengurangan
harta kekayaan, maka harus diketahui secara cermat. Oleh karena itu, penting
lah menyelenggarakan inventarisasi barang secara terperinci, lengkap dan
teratur. Inventarisasi barang adalah kegiatan dan usaha untuk memperoleh
data mengenai barang-barang perlengkapan yang dimiliki baik sebagai hasil
usaha pembuatan sendiri, pembelian, hadiah maupun hibah.
BKD Kabupaten Sambas merupakan instansi pemerintahan yang
bergerak dalam bidang pelayanan kepegawaian, pemilihan dan penataan.
Inventaris barang diperlukan untuk menyimpan dokumen penting yang akan
dijadikan arsip sebagai data. Pendataan inventaris barang ini diperlukan
untuk membuat laporan inventaris agar lebih mudah untuk melakukan
pemeriksaan terhadap barang-barang di BKD Kabupaten Sambas.
Pengelolaan data barang pada BKD Kabupaten Sambas pendataannya
masih dilakukan secara manual. Dimana dalam pengecekan barang harus
melihat seluruh barang yang ada. Hal ini menyebabkan terjadi berbagai
masalah yang timbul , diantaranya pada saat pelaporan barang yang ada baik
item barang, maupun jumlah barang yang dibutuhkan sehingga sulit untuk
mencari datanya. Sehingga pengelolaan data menjadi kurang efisien,
membutuhkan waktu yang lama untuk mencatat secara manual. Semakin
banyaknya peralatan yang digunakan dalam lingkungan BKD menyebabkan
semakin sulit untuk melakukan pendataan.
Pembuatan aplikasi inventaris barang sangat penting bagi BKD
Kabupaten Sambas. Dengan menggunakan database dapat memberikan
informasi yang secara cepat, tepat, akurat dan lengkap serta dapat
memudahkan orang BKD dalam hal pendataan inventaris barang.
Berdasarkan uraian diatas, maka diperlukan suatu aplikasi komputer
yang dapat membantu dalam pengolahan data inventaris, sehingga dapat
menghasilkan laporan-laporan yang dibutuhkan secara cepat dan lengkap.
3

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas
makadapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “ Bagaimana membuat
suatu aplikasi pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sambas
supaya pengolahan data inventaris barang lebih efektif dan efisien serta dapat
menghasilkan laporan akurat?”.

1.3 Batasan Masalah


Batasan-Batasan masalah dalam membangun aplikasi inventaris barang
ini adalah sebagai berikut :

1) Membangun aplikasi inventaris barang menggunakan bahasa


pemrograman Delphi 7.0.
2) Menggunakan MySQL 5.0 sebagai database nya.
3) Aplikasi ini hanya memfokuskan pada pendataan data atau pencatatan
barang hanya berdasarkan Kartu Inventaris Barang (KIB) dan pencarian
barang berdasarkan data KIB.
4) Laporan Rekapitulasi barang berdasarkan Kartu Inventaris Barang
(KIB).

1.4 Tujuan Tugas Akhir


Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah menghasilkan suatu
sistem informasi inventaris barang berbasis komputer yang sistematis,
terstruktur dan terarah, sehingga dapat mendukung kinerja BKD Kabupaten
Sambas.

1.5 Manfaat Tugas Akhir


1.5.1 Bagi Mahasiswa
Menambah pengetahuan dan dapat mengetahui serta
mempraktekkan semua teori yang telah didapat pada masa perkuliahan
mengenai pemrograman, basis data, pembuatan sistem informasi dan
mengaplikasikannya serta dapat memahami bahasa pemrograman dan
konsep-konsep pemrograman berorientasi objek.
4

1.5.2 Bagi Karyawan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten


Sambas
a. Mempermudah dalam pekerjaan dengan sistem informasi inventaris
barang yang ada pada BKD Kabupaten Sambas sehingga kecepatan
operasional menjadi lebih cepat dan akurat.
b. Pembuatan laporan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi
inventaris barang tersebut karena didalam aplikasi tersebut sudah
terdapat fitur laporan yang menyediakan beberapa pilhan laporan
yang akan dibutuhkan dan dibutuhkan untuk dicetak.

1.6 Metodelogi
Metodelogi yang digunkan dalam malakukan Perancangan Aplikasi
Inventaris Barang Pada BKD Kabupaten Sambas dibagi menjadi beberapa
tahapan, antara lain :
1. Observasi
Mengadakan wawancara dan pengamatan langsung terhadap proses objek
yang diteliti, dalam hal ini tentang data barang pada BKD Kabupaten
Sambas.
2. Studi Literatur
Studi literatur merupakan metode pengumpulan data yang diperoleh dari
buku-buku dan referensi menyangkut aplikasi yang akan dirancang. Serta
membandingkan sistem yang telah ada dengan sistem baru yang akan
dirancang.
3. Analisis dan Perancangan Sistem
Pada tahap ini dilakukan analisis data dan melakukan perancangan sistem
yang nantinya mempermudah proses pengkodean ( coding ), dokumentasi
yang dihasilkan dari tahapan perancangan ini antara lain: Data Flow
Diagram (DFD) dan Entity relationship Diagram (ERD) .

4. Pembuatan Kode
Pada tahap ini dilakukan pengkodean untuk membuat Aplikasi Inventaris
Barang beserta database nya.
5. Pengujian
5

Pengujian aplikasi dilakukan agar aplikasi yang dibuat telah sesuai dengan
kebutuhan yang telah dirancang. Pengujian juga bertujuan agar
fungsionalitas serta logika dari sistem tersebut berjalan dengan baik tanpa
terjadi adanya error.
6. Implementasi
Pada tahap ini akan dilakukan implementasi langsung pada
perusahaan/instansi guna mengoptimalkan sistem pada instansi
pemerintahan tersebut.

1.7 Sistematika Penulisan


Dalam penyusunan tugas akhir terdapat sistematika penulisan yang
digunakan sebagai gambaran singkat mengenai isi dari masing-masing bab
dalam laporan tugas akhir.
a. BAB I
BAB I pada laporan tugas akhir ini berisi mengenai latar
belakangmasalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian,
manfaatpenelitian yang telah didapatkan, metodologi penelitian dan
sistematika penulisan.
b. BAB II
Untuk BAB II berisi tentang landasan teori yang digunakan dalam
mendukung penyusunan tugas akhir. Seluruh teori-teori yang
mendukungdalam tugas akhir disajikan dalam landasan teori.
c. BAB III
Dalam bab ini memuat tentang data-data yang diperlukan dalam
perancangan sistem yang digunakan dalam tugas akhir.

d. BAB IV
Pada bab ini memuat tentang langkah dan hasil analisa serta
pembahasan dari suatu program yang dibuat dalam tugas akhir.
e. BAB V
Bab ini merupakan bab penutup yang hanya berisi kesimpulan dan
saran dari penyusunan laboran dan pembuatan aplikasi.
6

BAB II
LANDASAN TEORI

.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen


Sistem informasi manajemen (SIM) bukan sistem informasi
keseluruhan, karena tidak semua informasi di dalam organisasi
dapatdimasukkan secara lengkap ke dalam sebuah sistem yang otomatis.
Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi pada level
manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian dan
pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-
laporan tertentu.

2.1.1 Inventarisasi[11]
Setiap kantor berkepentingan mengetahui secara persis semua
barang yang menjadi harta kekayaan dan sebagainya. Setiap
penambahan dan pengurangan barang berarti penambahan dan
pengurangan harta kekayaan, maka harus diketahui secara cermat. Oleh
karena itu, pentinglah menyelenggarakan inventarisasi barang secara
terperinci, lengkap dan teratur. Inventarisasi barang adalah kegiatan dan
usaha untuk memperoleh data mengenai barang-barang perlengkapan
yang dimiliki atau dikuasai baik sebagai hasil usaha pembuatan sendiri,
pembeli, hadiah maupun hibah.

2.1.2 Barang[11]
Barang adalah benda berwujud yang dapat dihitung/diukur dan
dinilai, tidak termasuk uang dan surat berharga.
2.1.3 Barang Inventaris[11]
Barang Inventaris adalah barang yang merupakan bagian dari
kekayaan negara baik berupa barang bergerak, barang tidak bergerak,
hewan, ikan dan tanaman serta barang persedian yang berada dalam
penguasaan dan pengurusan Depertemen, yang dapat digunakan lebih
dari satu kali dengan usia pemakaianya lebih dari satu tahun.
7

2.1.4 Sistem[3]
Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan
yang saling berkaitan dan susunan prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan
utama organisasi. Sistem merupakan sekumpulan komponen yang
bekerjasama dalam mencapai tujuan.
Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas
sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi/tugas khusus)
yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk
memenuhi suatu proses atau pekerjaan tertentu (Fatansyah, 1999).
2.1.5 Informasi[8]
Informasi merupakan data yang telah diproses/diolah sehingga
memiliki arti atau manfaat yang berguna. Informasi adalah data yang
telah dibentuk kedalam sustu format yang mempunyai arti dan berguna
bagi manusia.
Informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diorganisasikan
ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang di dalam
suatu organisasi atau perusahaan.

2.1.6 Sistem Informasi [7]


Sistem Informasi dapat didefinisikan secara teknis sebagai
satuankomponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (atau
mendapatkan kembali), memproses, meyimpan dan mendistribusikan
informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali
dalam suatu organisasi (Laudon dan Laudon, 2005).

2.1.7 Sistem Informasi Manajemen[6]


Sistem informasi manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan
data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan
maksudmemberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern)
kepadamanajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. Sistem
informasiManajemen merupakan serangkaian sub sistem informasi
8

yangmenyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang


mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat
serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan
gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Sistem informasi manajemen adalah sistem informasi yang sudah
terkomputerisasi yang bekerja karena adanya interaksi antara manusia
dan komputer.

2.2 Konsep Dasar Database[4]


Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan
yangdisimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa
pengulangan(redundandy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai
kebutuhan .
Database merupakan komponen terpenting dalam pembangunan SI,
karena menjadi tempat untuk menampung dan mengorganisasikan seluruh
data yang ada dalam sistem, sehingga dapat dieksplorasi untuk menyusun
informasi-informasi dalam berbagai bentuk. Data tersebut diorganisasikan
sedemikian rupa agar tidak terjadi duplikasi yang tidak perlu, sehingga
dapat diolah atau dieksplorasi secara tepat dan mudah untuk menghasilkan
informasi.
2.2.1 Sistem Basis Data[3]
Sistem basis data merupakan sistem software yang multiguna,
yang menyediakan fasilitas untuk mendefinisikan, membangun dan
memanipulasi basis data untuk aplikasi yang beraneka ragam.
Sistem basis data adalah sistem yang terdiri atas kumpulan
file(tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah
sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang
memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk
mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut (Fatansyah,
1999).
9

2.2.2 Basis Data[3]


Basis data adalah kumpulan dari item data yang saling
berhubungan satu dengan lainnya, yang diorganisasikan berdasar
sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer
dan dengan software tertentu digunakan untuk melakukan manipulasi
data untuk tujuan tertentu. Suatu basis data adalah koleksi data yang
bisa mencari secara menyeluruh dan sistematis memelihara dan
meretrieve informasi.
Basis data data diartikan sebagai himpunan kelompok data (arsip)
yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar
kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
2.2.3 Data[6]
Data merupakan representasi fakta dunia nyata yang mewakili
suatuobyek/kejadian yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol,
teks, gambar, atau kombinasinya. Data adalah fakta mengenai objek,
orang dan lain-lain.
Jenis – jenis tipe data terdiri dari beberapa macam. Diataranya
adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Tipe Data


Tipe Data Keterangan Ukuran
Varchar Jika diisi kurang dari 10 karakter
misalkan 5karakter, maka yang
diisikan adalah 5 karakter.
Char Jika diisi kurang dari 10 karakter
misalkan 5karakter, maka yang
diisikan adalah 10 karakter
Teks Tipe ini digunakan untuk menyatakan Maksimum terdiri
teks atau data yg bisa mengandung atas 255 karakter
huruf, angka, dan karakter-karakter
lain seperti tanda * dan &.Contoh
pemakaiannya antara lain untuk nama
orang, alamat, dan bahkan untuk
angka yang tidak dimaksudkan untuk
dihitung (mis:no telpon)
Memo Merupakan tipe data teks yang Dapat mencapai
berukuran besar. 65.535 karakter
10

Number Merupakan tipe data untuk suatu nilai 1, 2, 4, 8, atau 16


bilanganyang bisa dihitung. Ada byte tergantung
bermacam-macampilihan lebih lanjut detilnya
untuk nilai ini.
Date / Time Nilai jam dan tanggal dimulai dari 8 byte
tahun 100sampai dengan 9999
Currency Merupakan tipe data untuk nilai uang. 8 byte
Keakuratansampai 15 digit disebelah
kiri tanda pecahan dan4 digit disebelah
kanan tanda pecahan
Yes / No Menyatakan data yang hanya memiliki 1 byte
duakemungkinan saja. Contoh: benar
salah, pria wanita
Lookup Wizard Memungkinkan berhubungan dengan Biasanya 4 byte
nilai pada
table lain melalui fasilitas list box atau
combobox

2.2.4 Perancangan Sistem[10]


Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain
sistem yang baik, isinya adalah langkah-langkah operasi dalam
pengolahan data dan prosedur untuk operasi sistem.
Perancangan sistem informasi inventaris barang, dapat
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
 Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun
menjadi sebuah struktur data sesuai dengan yang dibuat.
 Melakukan evaluasi serta merumuskan masalah.
 Menganalisa kendala yang akan dihadapi dalam
permasalahan yang mungkin timbul dalam proses
perancangan sistem.
Alat-alat yang digunakan untuk mempermudah dalam
perancangan sistem adalah sebagai berikut:
1) DFD (Data Flow Diagram) atau Diagram Aliran Data
DFD menggambarkan penyimpanan data dan proses
yang mentransformasikan data. DFD menunjukkan
hubungan antara data dan proses pada sistem. DFD (Data
Flow Diagram) adalah gambaran keseluruhan kerja sistem
secara garis besar. DFD merupakan peralatan yang
11

berfungsi untuk menggambarkan secara rinci mengenai


sistem sebagai jaringan kerja antar dari dan ke mana data
mengalir serta penyimpanannya.
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu
sistemyang telah ada atau sistem baru yang akan
dibuat/dikembangkan secaralogika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data
tersebutmengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut
disimpan. DFD terdiri dari:
a) Data Flow Diagram Contex Level
DFD Contex Level merupakan bagan bagian dari
DFD yang berfungsi memetakan model lingkungan
yangdirepresentasikan dengan lingkungan tunggal yang
mewakili keseluruhan sistem. DFD Contex Level ini
juga biasa disebut dengan context diagram. Context
Diagram merupakan DFD pertama dalam proses bisnis.
Menunjukkan semua proses bisnis dalam 1 proses
tunggal (proses 0). Context diagram juga menunjukkan
semua entitas luar yang menerima informasi dari atau
memberikan informasi ke sistem.
b) Data Flow Diagram Levelled
DFD Levelled adalah bagan bagian DFD yang
menggambarkan sistem jaringan kerja antara fungsi
yang terhubung satu sama lain dengan aliran dan
penyimpanan data. Pada DFD levelled terdiri dari
beberapa level yaitu:
(1) Level 0 Diagrams
Menunjukkan semua proses utama yang
menyusun keseluruhan sistem. Level ini juga
menunjukkan komponen internal dari proses 0 dan
menunjukkan bagaimana proses proses utama
direlasikan menggunakan data flow. Pada levelini
12

juga ditunjukkan bagaimana proses-proses utama


terhubung dengan entitas eksternal. Pada level ini
juga dilakukan penambahan data store.
(2) Level 1 Diagrams
Umumnya diagram level 1 diciptakan dari
setiap proses utama dari level 0. level ini
menunjukkan proses-proses internal yang menyusun
setiap proses-proses utama dalam level 0. sekaligus
menunjukkan bagaimana informasi berpindah dari
satu proses ke proses yang lainnya. Jika misalnya
proses induk dipecah, katakanlah menjadi 3 proses
anak, maka 3 proses anak ini secara utuh menyusun
proses induk.
(3) Level 2 Diagrams
Menunjukkan semua proses yang menyusun
sebuah proses pada level 1. bisa saja penyusunan
DFD tidak mencapai level 2 ini. Atau mungkin
harus dilanjutkan ke level berikutnya (level 3, level
4 dan seterusnya). Simbol yang digunakan dalam
Data Flow Diagram sebagai berikut:
Simbol Keterangan
Menggambarkan orang atau kelompok
orang yang merupakan asal data atau
tujuan.

Menunjukkan suatu proses

Simbol alir data atau aliran data


13

File basis data atau penyimpanan yang


diimplementasikan dalam komputer.

Gambar 2.1 Simbol DFD (Data Flow Diagram)


2) ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD adalah suatu diagram yang digunakan untuk
memodelkan
struktur data dan hubungan antar data. ERD berfungsi untuk
menggambarkan relasi dari dua file atau dua tabel yang dapat
digolongkan dalam tiga macam bentuk relasi, yaitu satu-satu,
satu-banyak dan banyak-banyak (Oetomo, 2002).
E-R Diagram adalah diagram yang berisi komponen-
komponen entitas dan himpunan relasi yang masing masing
dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan
seluruh fakta yang ditinjau.
Simbol-simbol yang digunakan dalam Entity Relationship
Diagram adalah sebagai berikut:
a) Entity
Entitas (Entity) adalah objek data prinsip tentang
informasi yang dikumpulkan. Suatu obyek yang dapat
didefinisikan dalam lingkungan pemakai dalam konteks
sistem yang telah dibuat. Entity digunakan atau digambarkan
persegi empat.
b) Atribut
Atribut merupakan objek data yang mengidentidikasi
atau menguraikan entitas dimana mereka dihubungkan.
Kejadian dari suatu atribut tertentu adalah suatu nilai (value).
Atribut digambarkan dengan simbol Ellips.
c) Hubungan (Relationship)
Hubungan ini dinamakan relationship atau relasi. Suatu
relationship adalah suatu asaosiasi antara dua tabel atau
14

lebih.Hubungan harus dibedakan antara hubungan bentuk


dengan isi dari hubungan itu sendiri. Hubungan digambarkan
dengan simbol ketupat. Hubungan terdiri dari beberapa jenis,
diantaranya adalah:
(1) Hubungan Satu ke Satu
Hubungan satu-ke-satu (One-to-One Relationship)
memiliki kardinalitas atau derajat satu dan hanya satu di
kedua arahnya. Hubungan ini dinotasikan dengan 1 ke 1
atau 1:1.
(2) Hubungan Banyak ke Satu
Hubungan banyak-ke-satu memiliki kardinalitas
dalam satu arah untuk satu atau lebih dan diarah lain untuk
satu dan hanya satu. Hubungan ini dinotasikan dengan M:1
atau M ke 1.
(3) Hubungan Banyak ke Banyak
Hubungan banyak-ke-banyak adalah salah satu yang
memiliki derajat satu atau lebih yang berlaku ke kedua
arah.
Hubungan ini dinotasikan sebagai M:M (M ke M)
atau M:N (M keN). Lantaran angka aktual disetiap derajat
biasanya tidak sama, maka kita menggunakan notasi M:N.
d) Garis
Digunakan untuk menghubungkan entity dengan entity
maupun entity dengan atribut.

Menunjukkan Entity Menunjukkan Atribut


15

Menunjukkan Menunjukkan Garis


Hubungan/Relasi

Gambar 2.2 Simbol ERD (Entity Relationship


Diagram
3) Kamus Data
Kamus data merupakan hasil referensi data mengenai
data(metadata). Sebagai dokumen, kamus data
mengumpulkan dan mengkoordinasikan istilah-istilah data
tertentu dan menjelaskan apa arti setiap istilah yang ada.
Masukan- masukan kamus data bias dibuat setelah diagram
alir data dilengkapi. Penggunaan notasi aljabar dan record-
record structural memungkinkan penganalisis
mengembangkan kamus data dan diagram alir data dengan
menggunakan pendekatan atas bawah.
Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan
kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi.
Dengan adanya kamus data analisa sistem dapat didefinisikan
data yang mengalir dari sistem lengkap dan dapat digunakan
sebagai alat komunikasi antara sistem dengan pamakai sistem
tentang data yang mengalir di sistem.
Kamus data ikut berperan dalam perancangan dan
pembangunan system informasi karena peralatan ini
berfungsi sebagai untuk :
a) Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam
penggambaran data flow diagram.
b) Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak
melalui aliran,misalnya data alamat diurai menjadi nama
jalan, nomor, kota, Negara dan kode pos.
16

c) Menjelaskan spesifikasi nilai dan satuan yang relevan


terhadap data yang mengalir dalam sistem tersebut. Simbol-
simbol yang digunakan :
Tabel 2.2 Simbol-simbol dalam Kamus Data
Simbol Keterangan
= Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi,
artinya
+ Dan
() Opsional ( boleh atau boleh tidak )
{} Pengulangan
[] Memilih salah satu dari sejumlah alternatif
* * Komentar
@ Identifikasi atribut kunci
| Pemisah sejumlah alternative pilihan antara symbol
[]

2.3 Borland Delphi 7.0 sebagai Bahasa Pemrograman[11]


Delphi adalah suatu bahasa pemrograman yang memberikan berbagai
fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan bahasa pemrograman ini
terletak pada produktivitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak,
kecepatan kompilasi, pola desain yang menarik serta diperkuat dengan
pemrogramannya yang terstruktur.
Delphi merupakan salah satu software Sistem Manajemen Database
yang mempunyai kemampuan dan fasilitas yang lebih lengkap, lebih mudah
memakai dan juga lebih fleksibel. Khusus untuk pemrograman database,
Borland Delphi menyediakan fasilitas objek yang kuat dan lengkap yang
memudahkan programmer dalam membuat program. Format database yang
dimiliki Delphi adalah format database Paradox, dBase, MS. Access, ODBC,
SyBase, Oracle dan lain-lain.
secara umum, kemampuan Delphi adalah menyediakan komponen-
komponen dan bahasa pemprograman yang andal, sehingga memungkinkan
anda untuk membuat program aplikasi sesuai dengan keinginan, dengan
tampilan dan kemampuan yang canggih. Untuk mempermudah pemrogram
dalam membuat program aplikasi, delphi menyediakan fasilitas pemrograman
tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu object dan bahasa pemrograman.
17

Secara ringkas, object adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk fisik
dan biasanya dapat dilihat (visual). Object biasanya dipakai untuk melakukan
tugas terntu san mempunyai batasan-batasan tertentu. Sedangkan bahasa
pemrograman secara singkat dapat disebut sebagai sekumpulan teks yang
mempunyai arti tertentu dan disusun dengan aturan tertentu serta untuk
menjalankan tugas tertentu. Delphi menggunakan struktur bahasa pemrogram
profesional. Gabungan dari object dan bahasa pemrogran in sering disebut
sebagai bahasa pemrogram berorintasi object atau Object Oriented
Programming (OOP).
Delphi 7 merupakan pengembangan dari Delphi 6 dengan
menambahkan fasilitas-fasilitas baru serta khususnya ditujukan untuk
mendukung perkembangan aplikasi internet.
Dalam mempermudah membuat program aplikasi, Delphi
menyediakan fasilitas pemrograman sangat lengkap yang sering disebut
sebagai bahasa pemrograman berorientasi obyek atau Object Oriented
Programming (OOP), yaitu:
1. Objek
Obyek adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk fisik dan
biasanya dapat dilihat (visual). Obyek biasanya dipakai untuk melakukan
tugas tertentu dan mempunyai batasan-batasan tertentu.
2. Bahasa Pemrograman
Bahasa Pemrograman adalah sekumpulan teks yang mempunyai
arti tertentu dan disusun dengan aturan tertentu serta untuk menjalankan
tugas tertentu. Delphi menggunakan struktur bahasa pemrograman Object
Pascal.

Mengenal IDE Delphi


Lingkungan pengembangan terpadu atau Integrated Development
Environment (IDE) merupakan sebuah lingkungan dimana semua tombol
perintah yang diperlukan untuk mendesain aplikasi, menjalankan danmenguji
sebuah aplikasi disajikan dengan baik untuk memudahkan pengembangan
program.
18

a. Main Window
Jendela utama ini adalah bagian dari IDE yang mempunyai fungsi
yang sama dengan semua fungsi utama dari program aplikasi Windows
lainnya. Jendela utama Delphi terbagi menjadi tiga bagian yaitu Main
Menu, Toolbar dan Component Palette.
b. Main Menu
Menu utama pada Delphi memiliki kegunaan yang sama seperti
program aplikasi Windows lainnya. Dengan menggunakan fasilitas menu,
dapat memanggil atau menyimpan program.
c. Toolbar
Delphi memiliki beberapa toolbar yang masing-masing memiliki
perbedaan fungsi dan setiap tombol pada bagian toolbar berfungsi sebagai
pengganti suatu menu perintah yang sering digunakan. Toolbar sering
disebut juga dengan Speedbar. Toolbar terletak pada bagian bawah baris
menu.
d. Component Palette
Component Palette berisi kumpulan ikon yang melambangkan
komponen-komponen yang terdapat pada VCL (Visual
ComponentLibrary).
e. Form Desaigner
Form Desaigner merupakan suatu objek yang dapat dipakai
sebagai tempat untuk merancang program aplikasi. Form berbentuk
sebuah meja kerja yang dapat diisi dengan komponen-komponen yang
diambil dari Component Palette.
f. Object Inspector
Object Inspector digunakan untuk mengubah properti atau
karakteristik dari sebuah komponen. Object Inspector terdiri dari dua tab,
yaitu Properties dan Events.

1) Tab Properties
19

Tab Properties digunakan untuk mengubah properti komponen.Properti


dengan tanda + menunjukkan bahwa properti tersebut mempunyai
subproperti.
2) Tab Events
Tab Events merupakan bagian yang dapat diisi dengan kode program
tertentu yang berfungsi untuk menangani event-event (kejadian-kejadian
yang berupa sebuah procedure) yang dapat direspon oleh sebuah
komponen.
g. Code Editor
Code Editor merupakan tempat dimana dituliskan kode
program.Pada bagian dapat dituliskan pernyataan-pernyataan dalam object
Pascal.
h. Code Explorer
Jendela Code Explorer adalah lembar kerja baru yang terdapat
didalam Delphi 7. Code Explorer digunakan untuk memudahkan pemakai
berpindah antar file unit yang terdapat didalam jendela Code Editor.
i. Object TreeView
Object TreeView menampilkan diagram pohon dari komponen
komponen yang bersifat visual maupun nonvisual yang telah terdapat
dalam form, data module, atau frame.

2.4 SQL (Structured Query Language)[9]


SQL merupakan bahasa query yang paling banyak dipilih oleh DBMS
dan Development Tools (seperti Visual Basic, Delphi, Power Builder,
Java,sll) dalam menyediakan media bagi penggunanya untuk berinteraksi
dengan basis data.
SQL adalah bahasa yang digunakan untuk melakukan operasi-operasi
database, bahasa ini merupakan bahasa standar yang dipakai di dalam
database. SQL merupakan bahasa ANSI (American National Standard
Institute) yang digunakan untuk melakukan query data pada database.
Dengan SQL operasi database seperti manambah data, memodifikasi data,
menghapus data dan sebagainya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
20

Secara umum perintah SQL digolongkan menjadi tiga bagian sesuai


dengan fungsi dan kegunaannya, perintah-perintah tersebut dilakukan
melalui command prompt MySQL seperti gambar di bawah ini.
21

BAB III

DESAIN DAN PERANCANGAN

3.1 Perancangan Sistem


Penulis mencoba untuk membuat suatu sistem informasi inventaris
barang di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sambas. Sebelumnya
penulis mempelajari sistem yang ada dan menemukan beberapa kelemahan
diantaranya sistem yang digunakan masih sangat sederhana, catatan mengenai
barang-barang di tahun-tahun sebelumnya sebagian sudah tidak ada
lagi,apabila ada pihak yang membutuhkan sulit untuk mencari keterangan
dimana dan apa saja data barang yang dibutuhkan serta untuk pembuatan
laporan yang dibutuhkan sangat sulit.
Oleh karena itu penulis ingin membuat suatu aplikasi tentang inventaris
barang yang menggunakan Program Borland Delphi7.0 yang digunakan untuk
membuat aplikasi inventaris barang di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten
Sambas dan SQL untuk membuat database dari aplikasi inventaris barang
tersebut.
Perancangan aplikasi inventaris barang di Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Sambas adalah sebagai berikut:
1. Context Diagram
Diagram konteks aplikasi inventaris barang di Badan Kepegawaian
Daerah Kabupaten Sambas dapat dilihat pada gambar 3.1.
22

Gambar 3.1 Gambar Context Diagram Aplikasi Inventaris Barang


Keterangan:

a. Petugas melakukan pendataan barang inventaris dan memberikan kode


inventaris data berdasarkan Kartu Inventaris Barang (KIB) yaitu KIB A tanah,
KIB B mesin, KIB C gedung atau bangunan, KIB D jaringan, KIB E aset lain.
b. TU memberikan kode inventaris untuk jenis inventaris berdasarkan Kartu
Inventaris Barang(KIB) yang akan diproses oleh sistem. TU akan mendapatkan
laporan mengenai data barang berdasarkan Kartu Inventaris Barang(KIB).
c. Pimpinan akan mendapatkan laporan mengenai datainventaris berdasarkan
Kartu Inventaris Barang (KIB).
23

1. DFD (DATA FLOW DIAGRAM)


Data Flow Diagram aplikasi inventaris barang di Badan
Kepegawaian Daerah Kabupaten Sambas menurut levelnya dapat
digambarkan sebagai berikut:
a. DFD Level 0

Gambar 3.2 Gambar DFD Level 0


Adapun proses-proses dan penyimpanan data yang terjadi pada
aplikasi inventaris barang yang ditunjukkan melalui diagram level 0 diatas
adalah sebagai berikut :
1) Proses 1.0 Input Data
Menggambarkan proses input data yang dilakukan oleh Tata Usaha
dan petugas yang berupa data berdasarkan Kartu Inventaris Barang
(KIB), data ruang dan data kode inventaris. Simpanan data yang
24

digunakan berupa tabel-tabel dari Kartu Inventaris Barang (KIB),


tabel ruang dan tabel inventaris.
2) Proses 2.0 Pembuatan Laporan
Menggambarkan proses pembuatan laporan yang dibutuhkan oleh
pimpinan untuk melihat perkembangan inventarisasi pada Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sambas. Laporan yang dapat
dihasilkan dari aplikasi tersebut yaitu laporan Barang berdasarkan
Kartu Inventaris Barang (KIB), kode ruang dan kode inventris.
b. DFD Level 1

Gambar 3.3 Gambar DFD Level 1


25

Keterangan
1) Proses 1 (Pendataan berdasarkan KIB)
Petugas melakukan pendataan inventaris berdasarkan Kartu
Inventaris Barang(KIB) dan memberikan kode inventaris menurut Kartu
Inventaris Barang apakah itu KIB A, KIB B, KIB C, KIB D, KIB E dan juga
kode ruang dimana Kartu Inventaris Barang (KIB) tersebut disimpan. Dari
proses pendataan data ini mendapatkan database dari masing-masing Kartu
Inventaris Barang yang digunakan sebagai penyimpanan data-data yang
sudah dimasukkan yaitu data KIB A, data KIB B, data KIB C, data KIB D,
data KIB E dan data ruang. Setelah pendataan inventaris maka petugas akan
mendapatkan laporan mengenai data inventaris berdasarkan Kartu Inventaris
Barang(KIB) yang telah diinputkan.
2) Proses 2 (Proses Input Data)
Petugas akan memberikan kode inventaris yang dimiliki.Kemudian
TU akan memberikan data-data berdasarkan Kartu Inventaris Barang (KIB)
yang akan diproses oleh sistem. Dari proses ini akan mendapatkan data-data
Kartu Inventaris Barang (KIB) dari database penyimpanan data berdasarkan
Kartu Inventaris Barang (KIB).
3) Proses 3 (Proses Laporan)
Petugas memberikan data inventaris berdasarkan Kartu Inventaris
Barang kedalam proses laporan yang kemudian akan diberikan kepada
pimpinan sebagai laporan data inventaris untuk setiap bulannya.
3.2 Perancangan Basis Data
Perancangan basis data yang digunakan dalam penyusunan laporan tugas
akhir ini terdiri atas dua hal.
3.2.1 Entity Relationship Model
Entity relationship model ini digunakan untuk memodelkan data
berdasarkan obyek obyek beserta relationship yang ada pada identifikasi
permasalahan yang akan diselesaikan. Pemodelan ini dilakukan sesuai dengan
tahap-tahap berikut ini:
1) Menentukan entity- entity
26

Pada identifikasi masalah di atas maka obyek-obyek yang dapat menjadi


entity-entity adalah tanah, mesin, gedung, jaringan, asset lain, ruang, lokasi
dan inventaris.
2) Menentukan Atribut-Atribut Kunci
Entity-entity tersebut terdapat perubahan dari masing-masing entity
yaitu perubahan tanah menjadi Kartu Inventaris Barang (KIB A), mesin
menjadi Kartu Inventaris Barang (KIB B), gedung menjadi Kartu Inventaris
Barang (KIB C), jaringan menjadi Kartu Inventaris Barang (KIB D), asset
lain menjadi Kartu Inventaris Barang (KIB E),
3.1 Tabel atribut-atribut kunci
Entity Atribut
Inventaris Kd_inventaris, jns_inventaris
KIB A Kd_tanah, kdinventaris, kd_letak, asal, status,
th_pengadaan, luas, harga, penggunaa dan
keterangan.
KIB B Kd_mesin, kd_inventaris, kd_letak, nm_mesin,
asal, merk, th_pembelian, jumlah, harga dan
keterangan.
KIB C Kd_gedung, kd_inventaris, kd_letak, asal, status,
kondisi th_pembuatan, luas, harga, konstruksi dan
keterangan.
KIB D Kd_jaringan, kd_inventaris, kd_letak, luas,
th_peroleh, harga, kondisi dan keterangan.
KIB E Kd_aset, kd_inventaris, kd_letak, jumlah,
th_pembelian asal, harga, keterangan.
Ruang Kd_letak/ruang, nm_letak
Lokasi Kd_letak/ruang, kd_inventaris, kd_tanah,
kd_mesin, kd_gedung, kd_jaringan dan kd_aset.

1) Menentukan relationship antar entity


3.2 Tabel relationship antar entity
Entity Relationship Entity
27

Login - -
Inventaris Memiliki KIB A(Tanah)
Inventaris Memiliki KIB B (Mesin)
Inventaris Memiliki KIB C(Gedung)
Inventaris Memiliki KIB D (Jaringan)
Inventaris Memiliki KIB E (Asetlain)
Ruang Mempunyai Letak/ruang
Lokasi Memiliki Letak/Ruang
2) Menentukan atribut-atribut dari relationship
3.3 Tabel atribut-atribut relationship
Entity Atribut
Memiliki Kd_tanah, kd_mesin, kd_gedung,
kd_jaringan, kd_aset
Mempunyai Kd_letak/ruang, kd_inventatis
3) Menentukan cardinality rasio dari relationship
3.4 Tabel cardinality rasio dari relationship
Entity Relationship Entity Cardinality
Rasio
Login - - -
Inventaris Memiliki KIB A 1: N
Inventaris Memiliki KIB B 1:N
Inventaris Memiliki KIB C 1:N
Inventaris Memiliki KIB D 1:N
Inventaris Memiliki KIB E 1:N
Lokasi Memiliki Kode Letak M:N

4) Menentukan participation constraint dari relationship


1. Setiap Kartu Inventaris Barang (KIB) yaitu KIB A(tanah), KIB B(mesin),
KIB C(gedung), KIB D(jaringan), KIB E(asetlain) harus memiliki kode
inventaris (Total Participation).
2. Setiap masing- masing Kartu Inventaris Barang (KIB) harus memiliki
Kode (Total Participation).
3. Setiap ruang harus mempunyai Kode ruang (Total Participation).
4. Setiap lokasi harus memiliki Kode ruang/letak (Total Participation).
28

3.2.2 Entity Relationship Diagram Aplikasi Inventaris


29

3.2.3 Struktur Data


30

Dalam sistem informasi inventaris barang terdapat 9 tabel diantaranya


adalah sebagai berikut:
a. Tabel Kode Inventaris
Fungsi : Untuk menyimpan data barang-barang yang merupakan
inventaris.
Tabel 3.5 Tabel Kode Inventaris
Field Type Data Keterangan
Kd_Inventaris Varchar(5) Kode Inventaris
Jns_Inventaris Varchar(50) Jenis Inventaris

b. Tabel Tanah
Fungsi : Untuk menyimpan data Kartu Inventaris Barang yaitu tanah.
Tabel 3.6 Tabel Tanah
Field Type Data Keterangan
Kd_tanah Varchar(5) Kode Tanah
Kd_inventaris Varchar(5) Kode Inventaris
Kd_letak Varchar(5) Kode Letak
Asal Varchar(10) Asal
Status Varchar(10) Status
th_pengadaan Year Tahun Pengadaan
Luas Int(11) Luas
Harga Double Harga
Penggunaa Varchar(15) Pengguna
Keterangan Varchar(50) Keterangan

c. Tabel Mesin
Fungsi : Untuk menyimpan data berdasarkan Kartu Inventaris Barang
yaitu mesin
Tabel 3.7 Tabel Mesin
Field Type Data Keterangan
kd_mesin Varchar(5) Kode Mesin
31

kd_inventaris Varchar(5) Kode Inventaris


kd_letak Varchar(5) Kode Letak
nm_mesin Varchar(30) Nama Mesin
Asal Varchar(20) Asal
Merk Varchar(20) Merk
th_pembelian Year Tahun Pembelian
Jumlah Int(11) Jumlah
Harga Double Harga
Keterangan Varchar(50) Keterangan
Tabel 3.3 Tab
d. Tabel Gedung
Fungsi : Untuk menyimpan data berdasarkan Kartu Inventaris Barang
yaitu gedung
Tabel 3.8 Tabel Gedung
Field Type Data Keterangan
kd_gedung Varchar(5) Kode Gedung
kd_inventaris Varchat(5) Kode Inventaris
kd_letak Varchar(5) Kode Letak
Asal Varchar(20) Asal
Status Varchar(20) Status
Kondisi Varchar(20) Kondisi
th_pembuatan Year Tahun Pembuatan
Luas Int(11) Luas
Harga Double Harga
Konstruksi Varchar(20) Konstruksi
Keterangan Varchar(50) Keterangan

e. Tabel Jaringan
Fungsi : Untuk menyimpan data berdasarkan Kartu Inventaris Barang
yaitu jaringan
Tabel 3.9 Tabel Jaringan
Field Type Data Keterangan
kd_jaringan Varchar(5) Kode Jaringan
kd_inventaris Varchar(5) Kode Inventaris
kd_letak Varchar(5) Kode Letak
Luas Int Luas
th_peroleh Year Tahun Peroleh
Harga Double Harga
Kondisi Varchar(20) Kondisi
Keterangan Varchar(50) Keterangan
32

f. Tabel Aset Lain


Fungsi : Untuk menyimpan data berdasarkan Kartu Inventaris Barang
yaitu aset lain
Tabel 3.10 Tabel Aset Lain
Field Type Data Keterangan
kd_aset Varchar(5) Kode Aset
kd_inventaris Varchar(5) Kode Inventaris
kd_letak Varchar(5) Kode Letak
Jumlah Int Jumlah
th_pembelian Year Tahun Pembelian
Asal Varchar() Asal
Harga Double Harga
Keterangan Varchar(50) Keterangan

g. Tabel Barang
Fungsi : Untuk menyimpan data barang
Tabel 3.11 Tabel Barang
Field Type Data Keterangan
Kd_barang Int(20) Kode Barang
Kd_inventaris Varchar (20) Kode Inventaris
Kd_letak Varchar (10) Kode Letak
Nm_barang Varchar (50) Nama Barang
Merk Varchar (50) Merk Barang
Asal Varchar (30) Asal Barang
Status Varchar (30) Status Barang
Keadaan Varchar (20) Keadaan Barang
Tahun Year Tahun Pembelian
Jumlah Int (11) Jumlah Barang
Harga Double Harga Barang
Keterangan Varchar (50) Keterangan

h. Tabel Ruang
Fungsi : Untuk menyimpan data nama ruangan.
Tabel 3.12 Tabel Ruang
Field Type Data Keterangan
kd_letak Varchar(5) Kode Letak
nm_letak Varchar(5) Nama Letak
33

3.2.4 Relasi Tabel

T_Mesin
Kd_mesin* T_Inventaris T_Tanah
Kd_inventaris** Kd_inventaris* Kd_Tanah*
Kd_letak Kd_Inventaris**
Jns_inventaris
Nm_mesin Kd_letak
Asal Asal
Merk Status
Th_pembuatan Th_pengadaan
Jumlah Luas
Harga Harga
Keterangan Penggunaa
Keterangan

T_ruang
T_Gedung Kd_letak * T_Jaringan
Kd_gedung* Nm_letak Kd_jaringan *
Kd_inventaris** Kd_inventaris**
Kd_letak Kd_letak
Asal Luas
Status Th_peroleh
Kondisi Harga
Th_pembuatan Lokasi Kondisi
Luas keterangan
Kd_letak*
Harga
Kd_jaringan
Konstruksi
Kd_tanah
Keterangan
Kd_mesin
Kd_gedung
Kd_aset
Kd_barang
34

T_Barang
T_asetlain
Kd_barang*
Kd_aset*
Kd_inventaris**
Kd_inventaris**
Kd_letak . Kd_letak
Nm_barang
Jumlah
Merk
Th_pembelian
Asal
Asal
Keadaan
Harga
Tgl_masuk
Keterangan
Tahun
Jumlah
Harga
Keterangan

Gambar 3.5 Gambar Relasi Antar Tabel

3.2.5 Kamus Data

Kamus data adalah suatu alat untuk menjelaskan elemen DFD:entitas


eksternal, data tersimpan, dan aliran data, elemen data dan struktur data.
1. DD Aliran Data
a) Aliran Data : Pendataan Inventaris berdasarkan Kartu Inventaris
Barang
Sumber data : entitas eksternal adalah bagian petugas
Tujuan : proses 2 input data
Proses 3 pelaporan
b) Aliran Data : Input Data berdasarkan Kartu Inventaris Barang (KIB)
Sumber data : untuk input data KIB A(data tanah)
untuk input data KIB B (data mesin)
untuk input data KIB C(data gedung)
untuk input data KIB D(data jaringan)
untuk input data KIB E(data aset lain)
untuk input data ruang
Tujuan : Proses 3 pelaporan
c) Aliran Data : Pelaporan
35

Sumber data : data inventaris berdasarkan Kartu Inventaris Barang


(KIB)
Tujuan : Proses 3 pelaporan

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN APLIKASI

Aplikasi Inventaris Barang pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD)


Kabupaten Sambas didesain dengan menggunakan Borland Delphi 7.0.

4.1 Desain Form Program


Desain form dari aplikasi inventaris barang Badan Kepegawaian
Daerah (BKD) Kabupaten Sambas adalah sebagai berikut:
4.1.1 Menu Utama dan Form Login
Pada menu utama terdapat 4 menu yang dapat digunakan, yaitu
file, input data, laporan dan about. Untuk melakukan menu-menu operasi
tersebut user harus login terlebih dahulu dengan memasukkan username
dan password. Desain dari menu utama dapat dilihat dari gambar 4.1 dan
form login dapat dilihat dari gambar 4.2.
a. Form Menu Utama
Tampilan form dari menu utama dapat dilihat pada gambar berikut:
36

Gambar 4.1 Gambar Form Menu Utama


Form utama digunakan untuk masuk atau menggunakan semua
sub menu yang ada dalam program. Pada Form ini terdapat beberapa
pilihan menu yaitu file, input data, laporan dan about.
Setiap menu akan terhubung dengan form-form lain yang
sesuai dengan form yang dipanggil. Menu file terdiri tiga pilihan yaitu
LogIn dan log Out . Menu input data terdiri dari tiga form yaitu
inputdata, input kode inventaris, dan input data ruang. .Menu laporan
terdiri dari tiga form yaitu laporan kode inventaris, laporan ruang dan
laporan berdasarkan Kartu Inventaris Barang (KIB). Dan menu yang
yang terakhir yaitu menu about yang didalamnya terdapat form profil.
b. Form Login
Desain dari form login dapat dilihat pada gambar berikut:
37

Gambar 4.2 Gambar Form Login


Pada form ini komponen-komponen yang digunakan adalah Tlabel
untuk penulisan kata, Tedit untuk meletakkan teks yang akan
diinputkan dan Tbutton untuk proses login.
Form Login digunakan untuk masuk ke dalam aplikasi atau operasi
selanjutnya. Apabila login berhasil, maka akan masuk kedalam form
menu utama, tetapi apabila login tidak berhasil maka akan ada
peringatan bahwa login yang dilakukan salah. Di dalam form login
terdapat 2 pilihan button yaitu ok yang digunakan untuk masuk
kedalam login dan cancel untuk keluar. Seperti dilihat pada gambar
4.2 diatas. Peringatan bahwa login berhasil tersebut dapat dilihat pada
gambar 4.3. dan peringatan bahwa login gagal dapat dilihat pada
gambar 4.4

Gambar 4.3 Gambar Berhasil Login

Gambar 4.4 Gambar Gagal Login


38

4.1.2 Menu Input Data


Menu input data disini terdiri dari tiga sub menu yaitu input data
Kartu Inventaris Barang (KIB), input data ruang dan input kode inventaris.
a. Sub Menu Input Data Kartu Inventaris Barang (KIB)
Form input data Kartu Inventaris Barang (KIB) berfungsi untuk
memasukkan data-data inventaris yang dimiliki oleh Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sambas. Dalam form ini
terdapat enam tab yang digunakan untuk menginput data yaitu tab KIB
A (Tanah), tab KIB B (Mesin), tab KIB C (Gedung), tab KIB D
(Jaringan), tab KIB E (Aset lainnya) dan tab Data Barang.
Sub menu input data KIB A (tanah) dapat dilihat pada gambar 4.5.

5
3

Gambar 4.5 Gambar KIB A (Tanah)

Pada form KIB A (Tanah) ini menggunakan beberapa komponen-


komponen yaitu :
(1) : Komponen DBGrid yang berfungsi untuk menampilkan hasil
data yang telah berhasil diinputkan;
(2) : Komponen Tbutton yang berfungsi untuk memilih pilihan
yang ada dalam aplikasi. Jika mengklik komponen tersebut
maka suatu perintah akan dijalankan;
(3) : Komponen Tlabel yang berfungsi untuk menambahkan teks
didalam form;
39

(4) : Komponen Tedit yang berfungsi untuk menerima satu baris


teks yang merupakan data input pemakai. Komponen ini juga
dapat digunakan untuk menampilkan teks;
(5) : Komponen Tcombobox yang berfungsi untuk membuat
sebuah daftar pilihan dimana hanya ada satu pilihan yang
harus dipilih;

Form menu KIB A (Tanah) terdapat beberapa fasilitas yang dapat


digunakan, diantaranya adalah edit untuk mengedit data apabila
terdapat data yang salah, hapus untuk menghapus data, simpan untuk
menyimpan data yang diinputkan dalam dbgrid,tambah untuk
merefresh data jika ada yang akan ditambahkan datanya kedalam
dbgrib, keluar untuk keluar dari form input data KIB
Sub menu input data KIB B (Mesin) dapat dilihat pada gambar 4.6

Gambar 4.6 Gambar KIB B (Mesin)


Pada form ini menggunakan beberapa komponen yaitu sebagai
berikut:
(1) : Komponen DBGrid ditunjukkan oleh nomor 1 yang berfungsi
untuk menampilkan hasil data yang telah berhasil diinputkan;
(2) : Komponen Tbutton yang berfungsi untuk memilih pilihan
yang ada dalam aplikasi. Jika mengklik komponen tersebut
maka suatu perintah akan dijalankan;
40

(3) : Komponen Tlabel yang berfungsi untuk menambahkan teks


didalam form;
(4) : Komponen Tedit yang berfungsi untuk menerima satu baris
teks yang merupakan data input pemakai. Komponen ini juga
dapat digunakan untuk menampilkan teks;
(5) : Komponen Tcombobox yang berfungsi untuk membuat
sebuah daftar pilihan dimana hanya ada satu pilihan yang
harus dipilih.
untuk relasikan tabel, ADOConnection untuk koneksi ke database
dan datasource.
Form menu KIB B (Mesin) terdapat beberapa fasilitas yang dapat
digunakan, diantaranya adalah edit untuk mengedit data apabila
terdapat data yang salah, hapus untuk menghapus data, simpan untuk
menyimpan data yang diinputkan dalam dbgrid,tambah untuk
merefresh data jika ada yang akan ditambahkan datanya kedalam
dbgrib, keluar untuk keluar dari form input data KIB.
Sub menu input data KIB C (Gedung) dapat dilihat pada gambar
4.7

5
4
3

Gambar 4.7 Gambar KIB C (Gedung)


Pada form KIB A (Tanah) ini menggunakan beberapa komponen-
komponen yaitu :
(1) : Komponen DBGrid ditunjukkan oleh nomor 1 yang berfungsi
untuk menampilkan hasil data yang telah berhasil diinputkan.
41

(2) : Komponen Tbutton yang berfungsi untuk memilih pilihan


yang ada dalam aplikasi. Jika mengklik komponen tersebut
maka suatu perintah akan dijalankan
(3) : Komponen Tlabel yang berfungsi untuk menambahkan teks
didalam form.
(4) : Komponen Tedit yang berfungsi untuk menerima satu baris
teks yang merupakan data input pemakai. Komponen ini juga
dapat digunakan untuk menampilkan teks.
(5) : Komponen Tcombobox yang berfungsi untuk membuat
sebuah daftar pilihan dimana hanya ada satu pilihan yang
harus dipilih.
Form menu KIB C (Gedung) terdapat beberapa fasilitas yang dapat
digunakan, diantaranya adalah edit untuk mengedit data apabila
terdapat data yang salah, hapus untuk menghapus data, simpan untuk
menyimpan data yang diinputkan dalam dbgrid,tambah untuk
merefresh data jika ada yang akan ditambahkan datanya kedalam
dbgrib, keluar untuk keluar dari form input data KIB.
Sub menu input data KIB D(Jaringan) dapat dilihat pada gambar
4.8

4
3

Gambar 4.8 Gambar KIB D (Jaringan)


Pada form KIB A (Tanah) ini menggunakan beberapa komponen-
komponen yaitu :
42

(1) : Komponen DBGrid ditunjukkan oleh nomor 1 yang berfungsi


untuk menampilkan hasil data yang telah berhasil diinputkan.
(2) : Komponen Tbutton yang berfungsi untuk memilih pilihan
yang ada dalam aplikasi. Jika mengklik komponen tersebut
maka suatu perintah akan dijalankan
(3) : Komponen Tlabel yang berfungsi untuk menambahkan teks
didalam form.
(4) : Komponen Tedit yang berfungsi untuk menerima satu baris
teks yang merupakan data input pemakai. Komponen ini juga
dapat digunakan untuk menampilkan teks.
(5) : Komponen Tcombobox yang berfungsi untuk membuat
sebuah daftar pilihan dimana hanya ada satu pilihan yang
harus dipilih.
Form menu KIB C (Gedung) terdapat beberapa fasilitas yang dapat
digunakan, diantaranya adalah edit untuk mengedit data apabila
terdapat data yang salah, hapus untuk menghapus data, simpan untuk
menyimpan data yang diinputkan dalam dbgrid,tambah untuk
merefresh data jika ada yang akan ditambahkan datanya kedalam
dbgrib, keluar untuk keluar dari form input data KIB.
Sub menu input data KIB E(Asetlain) dapat dilihat pada gambar
4.9

4
3

Gambar 4.9 Gambar KIB E (Asetlain)


Pada form KIB A (Tanah) ini menggunakan beberapa komponen-
komponen yaitu :
43

(1) : Komponen DBGrid ditunjukkan oleh nomor 1 yang berfungsi


untuk menampilkan hasil data yang telah berhasil diinputkan.
(2) : Komponen Tbutton yang berfungsi untuk memilih pilihan
yang ada dalam aplikasi. Jika mengklik komponen tersebut
maka suatu perintah akan dijalankan
(3) : Komponen Tlabel yang berfungsi untuk menambahkan teks
didalam form.
(4) : Komponen Tedit yang berfungsi untuk menerima satu baris
teks yang merupakan data input pemakai. Komponen ini juga
dapat digunakan untuk menampilkan teks.
(5) : Komponen Tcombobox yang berfungsi untuk membuat
sebuah daftar pilihan dimana hanya ada satu pilihan yang
harus dipilih.
Disini juga terdapat beberapa fasilitas yang dapat digunakan,
diantaranya adalah edit untuk mengedit data apabila terdapat data yang
salah, hapus untuk menghapus data, tambah untuk merefresh data yang
ada dalam datagrid,tampil data untuk melihat semua data yang ada dalam
datagrid, keluar untuk keluar dari form input data Kartu Inventaris Barang
(KIB), simpan untuk menyimpan data yang telah diinputkan kedalam
datagrid. Data dalam form ini diambil dan disimpan dari tabel barang,
tabel tanah, tabel mesin, tabel gedung, tabel asset lainnya dan tabel
jaringan.
Sub menu input data barang dapat dilihat pada gambar 4.10
44

Gambar 4.10 Gambar Form Input Data Barang


Pada form ini menggunakan beberapa komponen yaitu komponen
Tedit, Tlabel, Dbgrid, Tbutton, ADOQuery untuk relasikan tabel,
ADOConnection untuk koneksi ke database dan datasource.
Disini juga terdapat beberapa fasilitas yang dapat digunakan,
diantaranya adalah edit untuk mengedit data apabila terdapat data yang
salah, hapus untuk menghapus data, tambah untuk merefresh data yang
ada dalam datagrid,tampil data untuk melihat semua data yang ada dalam
datagrid,keluar untuk keluar dari form input data Kartu Inventaris Barang
(KIB), simpan untuk menyimpan data yang telah diinputkan kedalam
datagrid. Data dalam form ini diambil dan disimpan dari tabel barang,
tabel tanah, tabel mesin, tabel gedung, tabel asset lainnya dan tabel
jaringan.
Button cari digunakan untuk mencari data barang yang akan
dibutuhkan. Untuk mencari data barang maka klik tombol cari secara
otomatis akan tampil form pencarian yang dapat digunakan untuk mencari
data barang berdasarkan kata kunci yang diinputkan. Pencarian barang
hanya dapat menggunakan satu pilihan yaitu berdasarkan nama barang dan
dalam form pencarian terdapat satu button yaitu tombol close yang
berfungsi untuk keluar dari form pencarian tersebut. Form pencarian dapat
dilihat pada gambar 4.11.
45

Gambar 4.11 Gambar Form pencarian

b. Sub Menu Input Kode Inventaris


Sub menu input kode inventaris dapat dilihat melalui gambar 4.12.
46

Gambar 4.12 Gambar Form input kode inventaris


Pada form ini menggunakan beberapa komponen yaitu komponen
Tedit, Tlabel, Dbgrid, Tbutton, ADOQuery untuk relasikan tabel,
ADOConnection untuk koneksi ke database dan datasource.
Form input kode inventaris berfungsi untuk memasukkan jenis
inventaris yang dimiliki oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
Kabupaten Sambas. Dalam form ini terdapat lima pilihan button yang
digunakan yaitu simpan untuk menyimpan data yang telah dientry,
tambah untuk menambah data, edit untuk mengedit data yang telah
dientry, hapus untuk menghapus data yang ada dalam datagrid dan
keluar untuk keluar dari form data inventaris dan kembali ke form
menu utama. Form ini mengambil dan meyimpan data dari tabel
inventaris
47

c. Sub Menu Input Data Ruang


Sub menu input kode inventaris dapat dilihat melalui gambar 4.13.

Gambar 4.13 Gambar Form input data ruang


Pada form ini menggunakan beberapa komponen yaitu komponen
Tedit, Tlabel, Dbgrid, Tbutton, ADOQuery untuk relasikan tabel,
ADOConnection untuk koneksi ke database dan datasource.
Form input data ruang digunakan untuk memasukkan data
ruang yang ada pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten
Sambas.Dalam form ini juga terdapat lima pilihan button yaitu
simpan, tambah, edit, hapus dan keluar. Prinsip kerja dari form input
data ruang hampir sama dengan form input kode inventaris karena
sama-sama merupakan form input. Form ini mengambil dan
menyimpan data dari tabel ruang.

4.1.3 Menu Laporan


Menu laporan atau report terdiri dari tiga sub menu yaitu laporan data
Kartu Inventaris Barang (KIB), laporan kode inventaris dan laporan data
ruang ruang.
a. Form laporan data Kartu Inventaris Barang (KIB)
48

Form laporan data Kartu Inventaris Barang (KIB) yang terdiri dari
data KIB A (Tanah), KIB B (Mesin), KIB C (Gedung), KIB D
(Jaringan), KIB E (Asetlain) dan data barang .
Untuk membuat form report ini ada beberapa komponen yang
harus digunakan yaitu komponen QuickReport, QRBand untuk
mengubah untuk mengubah defaultnya, QRLabel, QRDBText untuk
mengubah property DataSet dan ADOQuery.
Contoh dari report data KIB A (Tanah) dapat dilihat pada gambar
4.14

Gambar 4.14 Gambar Form Report Data KIB A (Tanah)


Contoh dari report data KIB B (Mesin) dapat dilihat pada gambar
4.15
49

Gambar 4.15 Gambar Form Report Data KIB B (Mesin)


Contoh dari report data KIB C(Gedung)dapat dilihat pada gambar
4.16

Gambar 4.16 Gambar Form Report Data KIB C (Gedung)


Contoh dari report data KIB D(Jaringan)dapat dilihat pada gambar
4.17
50

Gambar 4.17 Gambar Form Report Data KIB D (Jaringan)


Contoh dari report data KIB E(Asetlain)dapat dilihat pada gambar
4.18

Gambar 4.18 Gambar Form Report Data KIB E (Aset lain)


Form laporan data Kartu Inventaris Barang (KIB) berfungsi untuk
melihat laporan data- data yang telah dientry. Dalam form ini terdapat
lima tab yang digunakan untuk melihat data yang telah dientry yaitu tab
laporan data KIB A(Tanah), tab laporan data KIB B (Mesin), tab laporan
data KIB C (Gedung), tab laporan data KIB D (Jaringan) dan tab laporan
data KIB E (Asetlain).
51

Disini juga terdapat beberapa fasilitas yang dapat


digunakan,diantaranya adalah preview dan close. Tombol preview
digunakan untuk melihat laporan data barang yang telah dientry dan
tombol close berfungsi untuk keluar dari form laporan data Kartu
Inventaris Barang (KIB).
Apabila kita menekan tombol preview maka akan tampil form report
data yang dikehendaki. Berikut ini adalah salah satu contoh report yang
dapat digunakan untuk melihat data yang akan dicetak. Report ini adalah
salah satu laporan data Kartu Inventaris Barang (KIB) yaitu laporan data
Kartu Inventaris Barang (KIB) yaitu KIB B (Mesin) secara keseluruhan.
b. Form laporan data kode inventaris dan data ruang
Form laporan data kode inventaris dapat dilihat pada gambar 4.19 dan
data ruang dapat dilihat pada gambar 4.20

Gambar 4.19 Gambar form laporan data ruang


Form laporan data ruang berfungsi untuk melihat laporan data kode
ruang dimiliki yang telah dientry. Sama halnya dengan form laporan
data inventaris, form laporan inventaris dan ruang terdapat fasilitas
yang dapat digunakan, diantaranya adalah preview. Tombol preview
digunakan untuk melihat laporan data barang yang telah dientry,
apabila kita menekan tombol preview maka akan tampil form report
data yang dikehendaki.
52

Prinsip kerja pada form ini hampir sama dengan prinsip kerja form
laporan data Kartu Inventaris Barang (KIB) karena sama-sama form
report.

Gambar 4.20 Gambar form laporan data kode inventaris


Form laporan data kode inventaris dan berfungsi untuk melihat
laporan data kode inventaris dimiliki yang telah dientry. Sama halnya
dengan form laporan data inventaris, form laporan inventaris dan
ruang terdapat fasilitas yang dapat digunakan, diantaranya adalah
preview.
Tombol preview digunakan untuk melihat laporan data barang
yang telah dientry, apabila kita menekan tombol preview maka akan
tampil form report data yang dikehendaki.
Prinsip kerja pada form ini hampir sama dengan prinsip kerja form
laporan data Kartu Inventaris Barang (KIB) karena sama-sama form
report.
Contoh dari report data ruang dapat dilihat pada gambar 4.21
53

Gambar 4.21 Gambar Form Report Data Ruang


Contoh dari report data kode inventaris dapat dilihat pada gambar
4.22

Gambar 4.22 Gambar Form Report Data Kode Inventaris


54

4.1.4 Menu About


Menu form about dapat dilihat pada gambar 4.23

Gambar 4.23 Gambar Form profil


Form ini berfungsi untuk melihat gambaran mengenai profil
instansi yaitu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sambas
yang didalamnya terdapat Visi BKD, Misi BKD dan Tujuan BKD.

4.1.5 Pengujian Pada Perangkat Lunak


Dalam pengujian perangkat lunak ini dilakukan dengan metode blackbox,
dimana salah satu form yang terdapat pada aplikasi yang telah dibuat.
Sehingga dapat diketahui pada sisi fungsionalitas, khususnya pada input dan
output aplikasi (apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum)
Tahap pengujian atau testing merupakan merupakan salah satu tahap yang
harus ada dalam sebuah siklus pengembangan perangkat lunak (selain tahap
perancangan atau desain).
Untuk dapat melakukan pengujian perangkat lunak terdapat lima tahap yang
harus dilakukan, tahapan-tahapan tersebut seperti dibawah ini:
1. Memasukkan data tidak bernilai (kosong) pada semua semua field di form
isian
55

2. Memasukkan data tidak bernilai (kosing) pada salah satu field di form
isian.
3. Memasukkan data tidak bernilai sesuai/ekstrim
4. Memasukkan data yang benar dan sesuai
5. Memasukkan data yang sama lebih dari satu
Dalam pengujian perangkat lunak ini, yang digunakan untuk melakukan
pengujian adalah form KIB B (Mesin). Berikut ini disajikan contoh tabel
pengujian perangkat lunak berdasarkan pada salah satu form aplikasi yang
telah dibuat yaitu pada input data KIB B (Mesin).
pengujian blackbox pada form data KIB B (Mesin) dengan memasukkan data
tidak bernilai pada semua field
4.1 Tabel Pengujian semua data bernilai null
Input Contoh Data Hasil Keterangan
Semua data Kd_mesin = null Tidak berhasil di Isikan data
Bernilai null Kd_inventaris = null Eksekusi dengan
Kd_letak = null lengkap
Nm_mesin = null
Asal = null
Merk = null
Th_pembelian = null
Jumlah = null
Harga = null
Keterangan = null
pengujian blackbox pada form data KIB B (Mesin) dengan memasukkan data
tidak bernilai pada satu field

4.2 Tabel Pengujian Salah Satu Data Bernilai Null


Input Contoh Data Hasil Keterangan
56

Salah satu Kd_mesin = 20610109 Tidak Data anda


data Kd_inventaris = 0206101 berhasil belum
bernilai null Kd_letak = 300 di lengkap
Nm_mesin = null Eksekusi
Asal = pengadaan
Merk = canon
Th_pembelia = 2014
n =1
Jumlah = 45000
Harga = baik
Keterangan
pengujian blackbox pada form data KIB B (Mesin) dengan memasukkan data
tidak bernilai ekstrim pada salah satu field

4.3 Tabel Pengujian data yang tidak bernilai ekstrim


Input Contoh Data Hasil Keterangan
Semua satu Kd_mesin = dita Tidak Data hanya
data Kd_inventaris = 0206101 berhasil bisa diisi
yang integer Kd_letak = 300 di dengan
di Nm_mesin = mesin diesel eksekusi angka
isi dengan Asal = pengadaan
huruf Merk = canon
Th_pembelia = 2014
n =1
Jumlah = 45000
Harga = baik
Keterangan
pengujian blackbox pada form data KIB B (Mesin) dengan memasukkan data
yang benar dan sesuai
57

4.4 Tabel Pengujian data yang benar


Input Contoh Data Hasil Keterangan
Semuadata Kd_mesin = 20610109 Berhasil Data anda
diisi dengan Kd_inventaris = 0206101 Dieksekusi ber-
nilai yang Kd_letak = 300 hasil
benar Nm_mesin = mesin disimpan
Asal diesel
Merk = pengadaan
Th_pembelia = canon
n = 2014
Jumlah =1
Harga = 45000
Keterangan = baik
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dalam pembahasan ini, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
aplikasi sistem informasi inventaris barang dapat membantu mempermudah
pengolahan data inventaris berbasis komputer yang sistematis dan
terarah,sehingga mampu membantu kinerja pada Badan Kepegawaian Daerah
(BKD) Kabupaten Sambas. Di samping itu dengan adanya aplikasi inventaris
barang dapat merubah sistem inventaris barang dari manual menjadi sistem
inventaris barang yang komputerisasi. Dengan demikian maka pengolahan
dan penyimpanan data barang yang ada menjadi lebih mudah.

5.2 Saran
1. Aplikasi inventaris barang disini masih bersifat Stand alone sehingga
untuk pengerjaan masih kurang efisien, sebaiknya aplikasi inventaris ini
lebih dikembangkan menjadi client-server sehingga pengolahan data
inventaris barang menjadi lebih efektif dan efisien.
2. Kelengkapan modul kurang lengkap sehingga untuk aplikasi pemutasian
barang inventaris kantor belum ada, sebaiknya pada kesempatan ini lebih
dikembangkan mengenai pemutasian barang inventaris kantor.

58
DAFTAR PUSTAKA

[1] Anjasari, Rini. 2009. Sistem Informasi Inventaris Barang di Kantor Arsip
dan Pepustakaan Daerah. Surakarta : Rini
[2] Asrianda dan Fadlisyah. 2008. Pemrograman DataBase Konsep dan
Implementasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.
[3] Fatansyah. 1999. Basis Data. Bandung : Informatika Bandung.
[4] Fatansyah. 2004.Konsep Dasar Database . Bandung : Informatika Bandung.
[5] Hanif AL Fatta. 2007. Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta
:Andi
[6] Kadir, Abdul. 1999. Konsep dan Tuntutan Praktis Basis Data. Yogyakarta.
Andi.
[7] Kendall, Kenneth E dan Julie E. Kendall. 2002. Analisis dan Perancangan
Sistem.Klaten : PT. Intan Sejati.
[8] Laudon, Kenneth C dan Jane P. Laudon. 2005. Sistem Informasi Manajemen:
Mengelola Perusahaan Digital, Edidi kedelapan. Yogyakarta : Andi.
[9] M.agus.j alam. 2005. Belajar Sendiri Pemrograman Database lokal dan
Server menggunakan Borland Delphi. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo,
[10] Oetomo, B. Sutedjo. 2002. Perencanaan dan Pengembangan Sistem
Informasi. Yogyakarta : Andi.
[11] http://www.blogofnurjaya.com/2010/01/definisi-dansejarahmysql.html
Diakses pada tanggal 5 Maret 2015, pukul 17:30:44 WIB
[12] http://www.tarakanita-yogyakarta.org/sarpras/sistem_inventarisasi,pptl
Diakses pada tanggal 1 Juli 2015, pukul 12.15.30

59
57

Anda mungkin juga menyukai