Anda di halaman 1dari 3

Judul : “Domestic violence among antenatal attendees in a Kathmandu

hospital and its associated factors: a cross-sectional study”


Author : Monika Shrestha* , Sumina Shrestha and Binjwala Shrestha
Publish : Shrestha et al. BMC Pregnancy and Childbirth (2016) 16:360
Tahun : 2016
Ringkasan :
Sebuah meta-analisis dari 92 studi independen tentang DV di antara wanita hamil
menunjukkan prevalensi rata-rata pelecehan emosional 28,4%, dan tingkat prevalensi
kekerasan fisik dan pelecehan seksual adalah 13,8 dan 8,0%. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk menilai prevalensi kekerasan dalam rumah tangga pada ibu hamil
yang datang ke klinik antenatal, untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terkait, dan
untuk mengidentifikasi pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian
menggunakan studi deskriptif cross-sectional dilakukan di antara 404 wanita hamil di
trimester ketiga kehamilan mereka. Hubungan antara kekerasan dalam rumah tangga
dan berbagai faktor ditentukan dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square.
Lebih dari seperempat (27,2%) wanita hamil pernah mengalami beberapa bentuk
kekerasan. Bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan seksual
(17,3%), diikuti kekerasan psikis (16,6%) dan kekerasan fisik (3,2%). Suami dalam
kelompok usia 25-34 tahun (AOR = 0,38), wanita yang menikah selama 2-5 tahun
(AOR = 0,42) dan yang memiliki satu atau dua anak (AOR = 0,32) berhubungan
negatif dengan kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan adanya perilaku kontrol
suami (AOR = 1,88) dan pengalaman kekerasan sebelum hamil saat ini (AOR =
24,55) meningkatkan peluang mengalami kekerasan selama kehamilan. Kekerasan
dalam rumah tangga sering terjadi pada wanita hamil yang mengunjungi klinik
antenatal. Hal ini menunjukkan perlunya pemeriksaan rutin selama kunjungan
antenatal untuk mengidentifikasi perempuan yang mengalami kekerasan dan dengan
demikian memberikan layanan dukungan, sehingga mencegah mereka dari
konsekuensi kesehatan yang merugikan
PROBLEM (P) Populasi sebanyak 404 wanita hamil di trimester ketiga kehamilan.
Kekerasan terhadap perempuan memiliki efek yang luar biasa pada
kesehatan seksual dan reproduksi. Kekerasan dalam rumah tangga
selama kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang
melanggar hak asasi manusia dan berdampak buruk bagi kesehatan
ibu dan janin. Dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan arus
pemahaman tentang DV selama kehamilan dan untuk memfasilitasi
perencanaan kebijakan dan program yang tepat dalam menangani DV
selama kehamilan.
INTERVENTIO Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi
N (I) kekerasan dalam rumah tangga pada ibu hamil yang datang ke klinik
antenatal, untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terkait, dan untuk
mengidentifikasi pelaku kekerasan dalam rumah tangga.
 Intervensi :
Pengambilan sampel dengan mewawancarai ibu hamil. Hanya ibu
hamil yang memenuhi syarat dan bersedia untuk berpartisipasi yang
diikutsertakan dalam penelitian. Dengan mempertimbangkan tingkat
non-respons 5%, total ukuran sampel yang diwawancarai adalah 404.
Prevalensi DV di antara wanita hamil di Nepal diasumsikan 50%.
 Alat pengumpulan data terdiri dari :
kuesioner tentang karakteristik sosio-demografis wanita dan
pasangannya, dukungan sosial, dan sikap wanita terhadap kekerasan
dalam rumah tangga, serta pengalaman kekerasan psikologis, fisik,
dan seksual. Kekerasan dalam rumah tangga dinilai menggunakan
kuesioner yang diadaptasi dari studi multi-negara Organisasi
Kesehatan Dunia tentang kesehatan dan pengalaman hidup
perempuan.
COMPARISON -
(C)

OUTCOME (O) Lebih dari seperempat (27,2%) wanita hamil pernah mengalami
beberapa bentuk kekerasan. Bentuk kekerasan yang paling banyak
terjadi adalah kekerasan seksual (17,3%), diikuti kekerasan psikis
(16,6%) dan kekerasan fisik (3,2%). Suami dalam kelompok usia 25-
34 tahun (AOR = 0,38), wanita yang menikah selama 2-5 tahun (AOR
= 0,42) dan yang memiliki satu atau dua anak (AOR = 0,32)
berhubungan negatif dengan kekerasan dalam rumah tangga.
Sedangkan adanya perilaku kontrol suami (AOR = 1,88) dan
pengalaman kekerasan sebelum hamil saat ini (AOR = 24,55)
meningkatkan peluang mengalami kekerasan selama kehamilan.
Suami adalah pelaku utama dalam semua jenis kekerasan.
STUDY DESIGN Sebuah studi deskriptif cross-sectional. Pengambilan sampel
(S) digunakan untuk memilih populasi penelitian. Kemudian di analisis
bivariat menggunakan uji chi-square.