Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

PERCOBAAN SEDERHANA MEDAN MAGNET DENGAN SOLENOIDA

Alfi Khairani

XII MIPA CI 1

A. Tujuan
1. Membuat medan magnet sederhana dengan solenoida
2. Untuk mengamati medan magnet pada sebuah solenoida
B. Landasan Teori
1. Medan Magnet
Medan magnet adalah suatu area medan yang ditimbulkan karena pergerakan suatu
muatan listrik(arus listrik) yang akan menyebabkan munculnya gaya pada muatan listrik
yang bergerak lainnya.Didalam solenoida medan magnet akan jauh lebih kuat jika
dibandingkan dengan medan magnet yang terjadi pada kawat lurus. Sedangkan ujung
solenoida dapat diketahui kutub utara atau selatan dengan cara mengamati suatu arah
arus. Jika arah arus memiliki putaran searah jarum jam maka ujung solenoida yang
dituju merupakan kutub utara. Jika berlawanan arah jarum jam, ujung solenoida yang
dituju merupakan kutub selatan.
2. Solenoida
Solenoida merupakan suatu jenis kumparan yang terbuat dari suatu kawat panjang yang
dibentuk lilitan rapat dan diasumsikan dengan panjangnya lebih besar daripada
diameternya. Suatu solenoida dapat dikatakan ideal jika panjang kumparan tak hingga
dan disusun dengan kawat yang berhimpit didalam lilitannya, dan medan magnet
didalamnya merupakan seragam dan paralel pada sumbu solenoida.
Rumus Kuat Medan Magnet Solenoida bagian Tengah
Keterangan :
B = kuat medan magnetik (T)
L = panjang solenoida (m)
Rumus Kuat Medan Magnet Solenoida bagian Ujung I = kuat arus listrik (A)
N = jumlah lilitan solenoida
µo = 4π x 10-7

3. Gaya Lorentz
Gaya lorentz sebenarnya merupakan pergabungan antara gaya magnetik dan gaya
elektrik yang terjadi pada suatu medan elektromagnetik. Gaya ini dapat ditimbulkan
dengan adanya muatan listrik yang terus bergerak atau dapat ditimbulkan karena adanya
arus listrik di dalam medan magnet. Gaya lorentz memiliki arah yang selalu tegak lurus
dengan arah kuat arus dan induksi magnetik.
C. Alat dan Bahan
1. Paku ukuran 10 cm
2. Kabel (kawat tembaga)
3. Gunting/cutter
4. Paperclip dan peniti
5. 1 Buah Baterai 1,5 Volt (Ukuran D/AA)
D. Langkah Kerja
1. Kupas kulit kabel, lilitkan kawat tembaga kabel pada paku sebanyak 30 lilitan
(usahakan rapat).
2. Tempelkan ujung-ujung tembaga pada baterai dan tunggu beberapa saat.
3. Dekatkan peniti dan paperclip pada paku. Amati apa yang terjadi.
4. Sekarang tambahkan jumlah lilitan pada paku dan amati apa yang terjadi serta
bagaimana pengaruh penambahan lilitan tersebut.
E. Hasil Penelitian
1. Pada paku dengan jumlah 30 lilitan, ketika paku diangkat ke atas udara, peniti dan
paperclip tidak ikut terangkat dan kembali jatuh ke permukaan.
2. Pada paku dengan jumlah 40 lilitan, yang hanya dapat menempel 2 paperclip dan 1
peniti secara bersamaan.
3. Pada paku dengan jumlah 50 lilitan, dapat menempelkan 3 paperclip dan 2 peniti secara
bersamaan.
F. Pembahasan
Solenoida adalah kumparan kawat berbentuk tabung panjang dengan lilitan yang sangat
rapat. Sebuah kawat dibentuk seperti spiral yang selanjutnya disebut kumparan, apabila
dialiri arus listrik maka akan berfungsi seperti magnet batang. Dalam percobaan tersebut
paku dililit kawat sehingga membentuk sebuah solenoida, dan apabila solenoida diberi aliran
listrik yang mana pada percobaan ini berasal dari baterai, solenoida akan mempunyai medan
magnet yang dapat menarik benda tersebut.
G. Kesimpulan
Semakin banyak lilitan kawat tembaga pada paku, semakin kuat medan magnetnya.
Sehingga menghasilkan tarikan yang lebih kuat pula. Hal ini menyebabkan semakin banyak
jumlah peniti dan paperclip yang dapat menempel dan terangkat.
H. Dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai