Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN BPH BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA Gejala Benigne Prostat Hyperplasia

(BPH) Gejala klinis yang ditimbulkan oleh Benigne


Prostat Hyperplasia disebut sebagai Syndroma
Prostatisme. Syndroma Prostatisme dibagi
menjadi dua yaitu :
1. Gejala Obstruktif yaitu :
a. Hesitansi yaitu memulai kencing yang
lama dan seringkali disertai dengan
mengejan
Pengertian Benigne Prostat Hyperplasia b. Intermitency yaitu terputus-putusnya
Benigne Prostat Hyperplasia adalah pembesaran aliran kencing
jinak kelenjar prostat, disebabkan oleh karena c. Terminal dribling yaitu menetesnya
hiperplasia beberapa atau semua komponen urine pada akhir kencing.
prostat yang menyebabkan penyumbatan saluran d. Pancaran lemah
kemih e. Rasa tidak puas setelah berakhirnya
buang air kecil dan terasa belum puas.

Disusun Oleh :
Andre Darma P
Imam Bagus Etiologi/Penyebabnya 2. Gejala Iritasi yaitu :
Penyebab yang pasti dari terjadinya Benigne a. Urgency yaitu perasaan ingin buang air
Ilham Purwo Utomo
Prostat Hyperplasia sampai sekarang belum kecil yang sulit ditahan.
diketahui secara pasti, tetapi hanya 2 faktor yang b. Frekuensi yaitu penderita miksi lebih
mempengaruhi terjadinya Benigne Prostat sering dari biasanya dapat terjadi pada
Hyperplasia yaitu testis dan usia lanjut. malam hari (Nocturia) dan pada siang
Karena etiologi yang belum jelas maka melahirkan hari.
AKADEMI KEPERAWATAN
beberapa hipotesa yang diduga penyebab c. Disuria yaitu nyeri pada waktu kencing.
PEMERINTAHAN KOTA PASURUAN timbulnya Benigne Prostat Hyperplasia antara lain Perencanaan/Penatalaksanaan
: A Non Pembedahan
2010 – 2011 1. Faktor hormonal 1. Memperkecil gejala obstruksi → hal-hal
2. Ketidak seimbangan estrogen – testoteron yang menyebabkan pelepasan cairan
3. Penurunan sel yang mati. prostat.
1) Prostatic massage
2) Frekuensi coitus meningkat
3) Masturbasi
2. Menghindari minum banyak dalam
waktu singkat, menghindari alkohol dan
diuretic
3. Menghindari obat-obat penyebab retensi
urine seperti : anticholinergic, anti
histamin, decongestan.
4. Observasi Watchfull Waiting
Yaitu pengawasan berkala/follow – up
tiap 3 – 6 bulan kemudian setiap tahun
tergantung keadaan klien
5. Dengan pemberian obat-obatan
B. Pembedahan