Anda di halaman 1dari 4

Nama : Yusty Amelia

NIM : P07220421089

SOAL
1. Jelaskan definisi dari sistem informasi keperawatan (SIK)! (10 point)
2. Beberapa hal yang termasuk perangkat dalam tatanan SIK adalah: Data,
informasi, prosedur. Jelaskan maksud dari kalimat tersebut! (10 point)
3. berikan contoh pelayanan menggunakan SIK yang diterapkan pada jenis
pelayanan rehabilitatif dan paliatif (10 point)
4. sebutkan 2 hambatan utama dalam penerapan SIK di Indonesia! (20 point)

JAWAB

1. JELASKAN DEFINISI DARI SISTEM INFORMASI


KEPERAWATAN

Sistem informasi keperawatan adalah ilmu yang mengintegrasikan      


keperawatan dengan beberapa manajemen informasi dan ilmu analitis 
untuk mengidentifikasi,  menentukan, mengelola, dan    berkomunikasi
data, informasi, pengetahuan, dan  kebijaksanaan dalam praktek
keperawatan.

2. BEBERAPA HAL YANG TERMASUK DALAM TATANAN SIK


ADALAH : DATA, INFORMASI DAN PROSEDUR. JELASKAN
MAKSUD DARI KALIMAT TERSEBUT
Data 

Merupakan komponen terkecil. Dipresentasikan sebagai sebuah fakta


diskrit, hasil observasi dengan sedikit interpretasi. Bagian-bagian dari
data disebut datum. Terdapat beberapa faktor diskrit di dalam data yang
mendeskripsikan klien atau lingkungan klien. Contohnya adalah klien
dengan diagnosis medis. 

Information 

Sering dibangun oleh kombinasi data yang berbeda ke dalam suatu


gambar yang berarti dan diberikan beberapa konteks yang penting sebagai
penjelasan. 

Informasi dikembangkan dengan cara menjawab pertanyaan yang disebut


4W (“who”, “what”, “where”, dan “when”). 

Wisdom 

Kebijakan adalah tujuan dari sebuah pengetahuan. Pengetahuan wajar


digunakan sebagai kebijakan untuk mengatur dan menyelesaikan masalah
individu 

Menyatakan sebuah pembentukan etika baru, atau untuk mengetahui


mengapa hal tertentu atau prosedur tertentu harus atau bahkan tidak
harus diimplementasikan ke dalam sebuah praktik kesehatan.

Kebijakan menjadi panduan perawatan dalam mengenali situasi


berdasarkan pada nilai-nilai klien, pengalaman perawat, dan pengetahuan
tenaga kesehatan.

3. BERIKAN CONTOH PELAYANAN MENGGUNAKAN SIK YANG


DITERAPKAN PADA JENIS PELAYANAN REHABILITATIF DAN
PALIATIF
a. Penggunaan Aplikasi Telenursing,
yaitu aplikasi yang dapat diterapkan di rumah, di rumah sakit dan
dimana saja, dengan memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian
pelayanan kesehatan dimana ada jarak secara fisik yang jauh antara
perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat.
Telenursing tidak mengubah sifat dasar dari praktek asuhan
keperawatan, dimana perawat terlibat dalam telenursing mulai dari
pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan dokumentasi
asuhan keperawatan.

b. Sistem Informasi Manajemen RS ( SIMRS )


Memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik
kuratif maupun rehabilitatif, dimana output layanannya menjangkau
pelayanan keluarga dan lingkungan, Rumah Sakit juga merupakan
pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial. 

c. Aplikasi SIKDA Genetik


Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) adalah mencakup
subsistem informasi yang dikembangkan di unit pelayanan kesehatan
(Puskesmas, RS, Poliklinik, Praktek Swasta, Apotek, Laboratorium),
sistem informasi untuk Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan sistem
informasi untuk Dinas Kesehatan Propinsi.

d. Aplikasi P - Care BPJS kesehatan (vaksinasi covid : sinovax,


sinopharm, moderna)
Tujuan aplikasi  : untuk mempermudah penginputan data sasaran saat
vaksinasi covid

4. SEBUTKAN 2 HAMBATAN UTAMA DALAM PENERAPAN SIK DI


INDONESIA
A. Hambatan-hambatan dalam Sistem Informasi Keperawatan 
1. Hambatan di bidang Infrastruktur 
Banyak puskesmas yang hanya memiliki satu atau dua komputer,
dan biasanya untuk pemakaian sehari-hari di puskesmas sudah
kurang mencukupi. Sudah mulai banyak pelaporan-pelaporan
yang harus ditulis dengan komputer. Komputer lebih berfungsi
sebagai pengganti mesin ketik semata. Selain itu kendala dari sisi
sumber daya listrik juga sering menjadi masalah. Puskesmas di
daerah-daerah tertentu sudah biasa menjalani pemadaman listrik
rutin sehingga pengoperasian komputer menjadi terganggu. Dari
segi keamanan, banyak gedung puskesmas yang kurang aman,
sering terjadi puskesmas kehilangan perangkat komputer. 
2. Hambatan di bidang Manajemen
Masih jarang sekali ditemukan satu orang staf atau petugas atau
bahkan unit kerja yang khusus menangani bidang data
komputerisasi. Hal ini dapat dijumpai dari tingkat puskesmas
ataupun tingkat dinas kesehatan di kabupaten-kota. Pada kondisi
seperti ini nantinya akan menjadi masalah untuk menentukan
siapa yang bertanggung jawab atas data-data yang akan ada, baik
dari segi pengolahan dan pemeliharaan data, maupun dari segi
koordinasi antar bagian.
3. Hambatan di bidang Sumber Daya Manusia
a. Bidang SDM sering ditemui di puskesmas. Banyak staf
puskesmas yang belum maksimal dalam mengoperasikan
komputer. 
b. Kemampuan operasional komputer didapat se!ara belajar
mandiri, sehingga tidak  maksimal. 

c. Pemakaian komputer oleh staf yang kadang-kadang tidak


pada fungsi  yang sebenarnya.