Anda di halaman 1dari 6

KISI-KISI MATRIKULASI NERS ANGKATAN V TAHUN 2021

1. Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek


biologis dan sosio-budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara
interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang
mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia. Konsep ini dikemukana oleh
ahli: Foster/Anderson, 1986; 1-3

2. Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa
Indonesia, kedua pengertian itu dinamakan: Penyakit

3. Dari segi sosio-kultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut.
disease dimaksudkan: Gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologic
dan psikofisiologik pada seorang individu.

4. Pengaruh evolusi pada manusia serta penyakit pada populasi akibat faktor budaya
seperti migrasi, kolonisasi dan urbanisasi dalam ruang lingkup antropologi dikenal
dengan istilah:

5. Munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi dari suatu agen yang aktif,
yang dapat berupa mahluk supranatural / mahluk yang bukan manusia (hantu, roh
leluhur, atau roh jahat) maupun mahluk manusia (tukang sihir, tukang tenung).
Dalam konsep penyakit masyarakat non barat, masuk dalam kategori umum yaitu
kategori: Konsep Personalistik
6. Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami
klien akan segera mencari pertolongan jika gejala tersebut dapat mengganggu
rutinitas kegiatan sehari-hari. Keadaan ini merupakan faktor dari perilaku sakit
secara: Faktor internal ( Persepsi individu terhadap gejala dan sifat sakit yang
dialami)

7. Pada tahap ini pasien menyadari bahwa ”ada sesuatu yang salah” Mereka mengenali
sensasi atau keterbatasan fungsi fisik tetapi belum menduga adanya diagnosa
tertentu. Kondisi ini masuk pada tahapan: Tahap I ( Mengalami Gejala)

8. Salah satu perasaan yang timbul pada orang sakit adalah ansietas (kecemasan). Untuk
mengatasi kecemasan tersebut, salah satu caranya adalah dengan menarik diri dari
lingkungannya dikenal dengan istilah:
Depresi (Tahap II/ Asumsi Tentang Peran Sakit)
9. Konsumen pelayanan rumah sakit berada pada posisi yang lebih lemah sedangkan
Rumah Sakit mengetahui jauh lebih banyak tentang manfaat dan kualitas pelayanan
yang “dijualnya”. Kondisi ini merupakan karateristik rumah sakit: Asymetry of
information

10. Konsep kebudayaan dan peradaban yang dikemukakan oleh Arnold J. Toyinbe
bahwa tahapan kedua dalam peradaban manusia adalah: Pertumbuhan

11. Transcultural nursing adalah suatu daerah/wilayah keilmuan budaya pada proses belajar
dan praktek keperawatan yang fokusnya pada Memandang perbedaan dan kesamaan
diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada
nilai budaya manusia, kepercayaan dan Tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk
memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya
kepada manusia ( Leininger, 2002)

12. Tujuan aplikasi Transcultural nursing adalah Pengembangan sains dan ilmu yang
humanis sehingga tercipta praktek keperawatan pada kebudayaan yang spesifik
dan universal.
Membantu klien beradaptasi terhadap budaya tertentu yang lebih menguntungkan
kesehatannya.

13. Berikut ini merupakan karakteristik budaya menurut Leininger adalah ...
a. Budaya adalah pengalaman yang bersifat universal sehingga tidak ada dua
budaya yang sama persis
b. Budaya yang bersifat stabil tetapi juga dinamis karena budaya tersebut
diturunkan kepada generasi berikutnya sehingga mengalami perubahan
c. Budaya diisi dan ditentukan oleh kehidupan manusianya sendiri tanpa disadari

14. Seorang ibu hamil tahu pentingnya memeriksakan kehamilannya untuk mengetahui
perkembangan janinnya. Lalu ibu hamil tersebut memeriksakan kehamilannya ke poli
kandungan. Hal ini menunjukkan respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk
tindakan nyata, maka hal ini termasuk perilaku ...
15. Perawat mengkaji perubahan perkembangan perilaku seorang anak yang
menggambarkan pengalaman dan pengaruh dalam setting di luar kontrol aktif tetapi
memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan anak, Sistem Exo

16. Perawat mengamati prilaku anak dimana sudah menjadi bagian dari karakter yang
menyatu dengan dirinya sendiri. Fase Integrasi
17. Perawat mengaplikasian caring pada klien lansia dimana perawat memberikan
pendidikan kesehatan tetap orang tua tetap menjadikan bagian dari keluarga yang
dihormati, disayangi, dihargai sebagai orangtua telah berjasa dalam keluarga, merupakan
bentuk…

18. Perawat mengamati klien yang menjelang ajal, berusaha memberikan dukungan kepada
klien dalam mengekspresikan filosofi kehidupam mendengarkan dan mendorong klien
untuk mengekspresikan tentang nilai dan keyakinan, dengan menggunakan keterampilan
komunikasi, mengekspresikan empati, berdoa dengan klien. Ini merupakan bentuk bantuan
untuk… Peningkatan ketenangan spiritual ( caring pada klien menjelang ajal)
19. Perawat menghargai kliennya untuk menggunakan metoda tradisional untuk mengurangi
rasa nyeri, namun menganjurkan satu hal di bawah ini untuk sebaiknya dihindarkan
dengan menjelaskan secara ilmiah :

20. Tn A berumur 44 tahun bekerja pada sebuah perusahaan AB, Tn A selalu terbiasa dengan
kesehariannya yang suka berbicara keras dengan rekannya pada saat bekerja, sehingga
kebiasaan tersebut terbawa pada ingkungan rumahnya. Aspek sosial apa yang berpengaruh
pada kasus diatas?

Silahkan Membaca Deskripsi Kasus Di bawah ini.

Seorang pasien diabetes tipe 2 berjenis kelamin laki-laki usia 60 tahun dirawat dengan
luka pada kaki, dia tampak gelisah, sesekali terdengar merintih perlahan, di dekatnya
tampak anaknya menemani. Tak lama pasien mulai mengomel karena lukanya tersebut dia
tidak dapat lagi bebas beraktifitas, dan bertanya kepada Anda kapan dia diperbolehkan
pulang.

Jawablah pertanyaan berdasarkan kasus dibawah ini :

Tn. X berusia 69 tahun, suku banjar, tinggal bersama isteri dan 4 orang anaknya di
sebuah pedesaan yang jarang penduduk. Subjek menderita sakit kurang lebih selama 3 bulan,
dengan keluhan cepat merasa lelah, tidak nafsu makan, dan nyeri perut sebelah kanan. Akhir
akhir ini subjek merasakan keluhannya bertambah berat dirasakan. Selain itu isterinya
melihat ada yang tampak aneh pada mata dan tubuh suaminya yang terlihat kuning dan
perutnya yang membesar. Tn. X merasa penyakit yang dialami merupakan penyakit aneh
yang baru pertama kali dirasakan. Anak pertama Tn. X yang berusia 21 tahun meminta
ayahnya untuk berobat ke rumah sakit.
Dokter menyebutkan bahwa Tn. X mengalami penyakit Sirosis Hepatis. Hari kedua
dirawat di RS Tn. X mengalami hematemesis dan tampak pucat. Berdasarkan hasil
pemeriksaan laboratorium Tn. X disarankan untuk mendapatkan tranfusi darah dan meminta
keluarga untuk mencari darah yang sesuai dengan golongan darahnya. Namun, T. X .menolak
dilakukan tranfusi karena menurut kepercayaanya haram memasukkan darah orang lain ke
dalam tubuh seseorang.
Selama proses pengobatan di rumah sakit, Tn. X mendapatkan perawatan secara medis.
Meski begitu, Tn. X tidak merasakan kesembuhan yang signifikan terhadap penyakitnya.
Kondisi Tn. X memang sempat membaik tetapi hal itu terjadi jika dia selesai mengkonsumsi
obat. Beberapa jam setelah itu rasa sakit subjek akan muncul lagi. Semakin hari Tn. X merasa
bahwa rasa sakitnya sudah tidak wajar lagi dan merasa sangat cemas tidak bisa sembuh dari
penyakitnya. Hal ini membuat Tn. X dan istri merasa khawatir bahwa penyakit yang diderita
Subjek bukanlah penyakit pemberian Allah, melainkan penyakit kiriman orang lain yang
tidak suka dengan mereka.
Dokter tidak memberikan informasi mendalam mengenai penyakit Tn. X, dan Tn. X
pun pun enggan bertanya. Dalam kondisi seperti itu, keluarga akhirnya memutuskan untuk
mengeluarkan Tn. X dari RS karena merasa tidak ada perubahan. Keluarga membawa Tn. X
untuk melakukan pengobatan alternatif ke dukun. Hal ini berdasarkan saran terutama dari
keluarga istrinya. Pasien dan keluarga menganggap penyakitnya tidak wajar, selain itu biaya
berobat ke dukun lebih murah karena dukun tidak memasang tarif seperti dirumah sakit. Si
dukun mau menerima berapapun pemberian bahkan jika memang tak mampu, diperbolehkan
untuk tidak memberi apa-apa.

Pertanyaan :

1. Kemukakan data yang Saudara peroleh dari kasus diatas dan data apa saja yang perlu
digali kembali berdasarkan teori Leininger untuk melengkapi pengkajian.

2. Dari hasil pengkajian yang Saudara lakukan berdasarkan kasus diatas, rumuskan diagnosa
keperawatan yang tepat.

3. Berdasarkan teori Leininger, strategi intervensi apa yang Saudara gunakan dan jelaskan
alasan Saudara memilih strategi tersebut.
Filename: KISI-KISI MATRIKULASI PSB ANGKATAN V 2021
Directory: D:\1. POLTEKKES KEMENKES KALTIM\1. Pendidikan &
Pengajaran\2. FILE PROGRAM STUDI NERS\NERS 2021 2022\SOAL MATRIKULASI
ANGKATAN V 2021
Template:
C:\Users\Asus\AppData\Roaming\Microsoft\Templates\Norm
al.dotm
Title:
Subject:
Author: Anisa
Keywords:
Comments:
Creation Date: 26/09/2021 22.36.00
Change Number: 3
Last Saved On: 26/09/2021 22.39.00
Last Saved By: ns.nilamnoorma
Total Editing Time: 4 Minutes
Last Printed On: 26/09/2021 22.39.00
As of Last Complete Printing
Number of Pages: 4
Number of Words: 1,080 (approx.)
Number of Characters: 6,156 (approx.)