Anda di halaman 1dari 1

Nama : Perdanisa P.

Rinjani

Kelas : LB14 A

Suster Apung

Andi Rabiah adalah seorang suster puskesmas di 10 pulau-pulau terpencil wilayah Nusa
Tenggara Timur. Dalam melakukan pekerjaannya, Ia harus lewati lautan dengan perahu kecil. Oleh
karena itu, Rabiah dikenal dengan sebutan suster apung. Saat awal mengabdi sebagai suster Rabiah
mengalami berbagai penolakan oleh masyarakat yang lebih percaya kepada hal ghaib. Ditambah lagi
karena ditugaskan di daerah terpencil, maka fasilitas kesehatan, terbelakangnya pemabangunan dan
perkembangan teknologi sangatlah minim.

Dalam berbagai keterbatasan yang dialami, Ibu Rabiah mengembangkan ide-ide kreatif,
inovatif, dan berani mengambil resiko dalam melakukan pekerjaan demi terciptanya pelayanan
publik semaksimal mungkin. Sebagai contoh, suatu hari Ibu Rabiah kehabisan cairan infus dan stok
cairan infus yang ada sudah kadaluarsa. Sementara saat itu, terdapat seorang pasien yang
mengalami dehidrasi parah karena diare akut dan satu-satunya jalan adalah dengan memberikan
cairan infus yang sudah kadaluarsa jika tidak pasien akan segera meninggal dunia. Setelah mendapat
izin dari keluarga pasien, Ibu Rabiah terpaksa memasang cairan infus tersebut ke tubuh pasien.
Untungnya cairan infus tersebut tidak berefek samping pada pasien hingga pasien dinyatakan
sembuh.

Ibu Rabiah sebagai pelayan publik melakukan pelayanan kepada masyarakat secara ikhlas
serta dengan banyak pengorbanan. Ia melayani keperluan pasien untuk mendapatkan perawatan
sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang ditentukan dengan tujuan memberikan kepuasan
kepada pasien. Untuk mencapai pelayanan publik yang maksimal harus mengedepankan 3 unsur
penting dalam penyelenggaraan layanan yaitu, organisasi penyelenggara pelayanan publik dalam hal
ini adalah puskesmas, unsur kedua, adalah penerima layanan pasien, dan unsur ketiga, adalah
kepuasan yang diterima oleh pasien.

Pelajaran yang dapat dipetik setelah melihat film Suster Apung adalah bahwa kita sebagai
pelayan publik harus melakukan pelayanan dengan sepenuh hati. Selain itu kita harus memiliki
kemauan untuk mengembangkan diri, kreatif, inovatif, dan mau belajar agar dapat membantu orang
lain secara lebih luas, tidak hanya dalam ruang lingkup tupoksi saja. Sebagai pelayan publik kita
harus memahami betul fungsi dan tugasnya, yaitu  sebagai pelayan publik dan memberikan
pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Selain itu saya akan terus memupuk diri dengan
dengan karakter pelayan public yang baik. Disamping itu pengembangan diri juga akan saya lakukan
dalam hal ketugasan, seperti mengikuti berbagai seminar, bimtek, membaca materi agar dapat
malakukan pelayanan public secara maksimal.